Jungkat

Racikan Unik! Hape Lipat Resmi Harga Termurah 2026? - Review motorola razr 60 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini Motorola Razer 60 ya. Smartphone lipat dari Motorola ini hadir resmi ke Indonesia. Ini adalah smartphone lipat yang unik ya. Prosesor yang dipakai itu bukan yang mentok kanan seperti kebanyakan smartphone lipat yang lain, cuma prosesor kelas midrange. Tapi justru ini yang menarik. Kenapa? Karena prosesor seperti inilah yang harusnya cocok untuk smartphone lipat tipe flip seperti ini. Untuk desain ini masih terasa khas mator ya, khususnya dengan body vegan leather serta pantone colors-nya. Kamera. Nah, ini juga khas Motorola dengan dukungan moto AI-nya. Lalu sebagai sebuah smartphone lipat tipe flip ya yang kecil begini, smartphone ini dibekali dengan dua buah layar dengan cover screen 3,6 inci dan main screen di 6,9 inci. Lalu, durabilitas HP lipat ini disebut lebih baik karena hint-nya yang baru dan terbuat dari titanium. Jadi masih terbilang premium juga ya apa yang ada di Motorla Razer 60 ini. Oke, langsung aja kita bahas dan kupas tuntas smartphone yang satu ini. Motorola itu benar-benar terlihat serius di Indonesia. Terbukti mereka berani membawa smartphone kelas atas mereka. Motorola Razer 16 ini adalah smartphone lipat pertama yang dibawa resmi Motorola ke Indonesia. Menariknya, formula yang ditawarkan di smartphone lipat ini terasa agak beda dibandingkan dengan smartphone lipat dari yang lain-lain ya. Apa formula berbeda ini bisa membuat smartphone ini menawarkan hal yang berbeda juga misalnya harga yang lebih terjangkau? Nah, itu yang kita akan bahas dalam video kali ini. Tapi kita mulai pembahasan dari paket penjualan terlebih dahulu. Nah, dalamnya tentunya ada unit smartphone, lalu ada kabel USBA 2C serta wah di sini ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 33 watt. Kemudian dia masih dapat hard case lagi di sini ya. Ada sim tray ejector dan paket dokumen. Kemudian di sini juga ada bonus perdana XL dalam bok paket penjualan ya. Oke, beralih ke desain. Smartphone ini memang enggak benar-benar mirip ya dengan semua smartphone Motorola yang sudah rilis resmi di Indonesia sejauh ini. Ini wajar karena ini adalah sebuah HP lipat dengan cover screen. Tapi secara umum ini masih terlihat mengusung beberapa elemen khas yang ada di smartphone Motorola. Misalnya body dengan premium finishing dan opsi panton colors ya. Untuk panton colors-nya ini disebut sebagai spring bud ya untuk yang kami gunakan ini yang dipadukan dengan leather inspired finish. Sementara opsi lain ada Gibraltar C dengan nylon inspired finish-nya dan Parve Pink yang juga pakai leather inspired finish. Nah, untuk body belakang atau body sisi luar ini curved alias punya lengkungan di bagian tepi-tepinya. Lengkungan ini membuat body belakang terasa pas dengan frame yang juga curve. Oh ya, untuk frame tentunya dari metal ini untuk dimensinya saat dilipat tinggi 88,1 mm, lebar 74 mm, ketebalannya di 15,9 mm. Nah, kalau dibuka tinggi 171,3 mm, lebar 74 mm, ketebalan di 7,3 mm. Untuk bobot unit yang kami gunakan ini bobotnya sekitar 190 gr. Oke, sekarang kita lihat ada apa saja di sekeliling body smartphone ini dalam keadaan terbuka. Sisi kanan ada tombol power, volume up and down. Di atas ada mikrofon. Di kiri ada sim tray. Ini isinya untuk dua nano sim. Lalu di bawah ada mikrofon dan USBC serta speaker. Terlihat ada beberapa plastic type di sekeliling body smartphone ini yang menandakan kalau smartphone ini memang pakai frame dari metal. Selain itu, ada juga beberapa lubang kecil. Sepertinya ini terkait dengan IP rating di smartphone ini. Oh ya, untuk IP rating dia punya IP rating di IP8. Jadi memang belum sampai ke dap debu tapi untuk air sudah aman kalau misalnya sampai kecemplung ke dalam air. Rtin seperti ini memang wajar ya untuk HP lipat. Sekarang kita coba lihat layar yang ada di smartphone ini. Mulai dari layar utamanya alias layar yang bisa dilipat itu ukurannya adalah 6,9 inci. Rasionya 22 b 9. Resolusinya 2640 * 1080 pikel. Panelnya adalah LTPO P OLED. Ya, layar ini layar 10 bit mendukung 1,07 miliar warna. Refresh set-nya up to 120 Hz. Tentunya adaptif di sini ya. Bahkan kalau tidak ada aktivitas di layar refresh rate-nya bisa turun dengan mudah ke 1 Hz. Sayangnya saat kami coba memutar video 30 fps, refresh layarnya masih belum ngunci di 30 Hz. masih naik turun antara 60 sampai 90 Hz. Nah, untuk brightness dalam pengujian indoor tingkat kecerahan layar itu bisa mencapai 530 nitz. Sementara untuk simulasi outdoor bisa mencapai sekitar 1.200 nitz. Ini udah relatif terang ya untuk layar utama smartphone seperti ini. Nah, untuk L gambut secara standar layar ini menggunakan preset vivit. Saat kami coba cek, preset menawarkan gamut coverage di kisaran 99,6% di CP3 dengan gamut volume di sekitar 122,4% di CP3. Jadi terlihat kalau warna di sini agak dilepas. Jadi menawarkan tampilan dengan saturasi yang tinggi sekali. Nah, tentunya ada juga perat lain ya, natural dan radiant. Nah, untuk natural ini terlihat lebih diarahkan ke 100% SRGB dengan gamut coverage di 97,5% SRGB dan gambut volume di 105,6% SRGB. Ini harusnya akan lebih cocok untuk ngedit warna di foto atau video. Sementara untuk radian ini dioptimalkan ke 100% di CP3 dengan gambut coverage di 99,2% DCI IP3 dengan gambut volume di 106,4% di CP3. Nah, untuk bezelnya karena ini HP lipat tentunya tidak bisa yang super-super tipis ya, tapi seenggaknya ini relatif simetris dan terlihat rapi. Sementara kalau untuk kris atau bekas lipatan motor mengklaim ini leis cris. Setelah digunakan beberapa saat memang bekas lipatan layar ini terasa minim sekali dan cukup sulit terlihat. Ingat, sulit terlihat bukan berarti tidak terlihat sama sekali. Kemudian kita lihat sini ada earpiece di beasel atas layar. Earpace ini juga berfungsi sebagai speaker kedua dari smartphone. Jadi dual speaker ya. Untuk kotak suaranya bagaimana? Nah, kami merasa suara yang dihasilkan tuh lebih dominan mid dengan sedikit bass di situ. Belum yang terasa menawarkan kedalaman suara yang luar biasa mantap ya, tapi udah mencukupilah. Ini separasi juga bukan yang luar biasa ya, masih tipis-tipis aja tapi setidaknya suara masih terbilang cukup rapi. Selain itu karena speaker keduanya hanya menggunakan earpiece suara volumenya itu memang lebih kencang di speaker sisi bawah smartphone. Tapi seenggaknya udah dua speaker ya. Nah, untuk kamera selfie tentunya ada di punch hold di area tengah atas layar. Ini adalah kamera dengan sensor 32 megapel bukan F2.4. 4 fix focus. Perekaman video sampai 4K 30 fps dan dia bisa juga 1080p 60 fps. Sekarang kita beralih ke sisi luarnya. Ini adalah cover screen atau external display yang ukurannya adalah 3,6 inci. Panelnya piolet, refresh rate-nya 90 Hz. Adaptif, bisa turun ke 60 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Ini adalah layar 10 bit dan mendukung 1,07 miliar warna. Untuk beratasnya kita coba di indoor itu sekitar 500 nits ya. Nah, untuk color gambut secara umum karakternya mirip dengan layar utama. Mode vivit warnanya seperti dilepas. Mode natural diarahkan ke 100% RGB, dan mode radian diarahkan ke 100% DCIP3. Layar ini menggunakan pelindung Corning Gorilla Glass Viictus. Lalu ada juga sistem kamera utama ya. Posisinya ada di area sudut cover screen. Ini disebut sebagai 50 megapel camera system powered by Moto AI. Main kameranya 50 megapel bukan F1.7. PDAF dan optical image stabilizer tentunya ada. B rekaman video sampai 4K 30 fps atau 1080p 60 fps. Kemudian ada ultra wide juga di sini ya. Kamera ultrawide 8 megapel F2.2 dan autofokus bagus nih ya. Perekaman juga sama ya sampai 4K 30 fps atau 1080p 60 fps. Kemudian ada LED flash ditempatkan di kanan kedua kamera. Untuk fitur-fitur ada banyak ya. Slow motion, horizon lock, portrait, spot color, pro untuk foto dan ini bisa untuk kamera selfie juga ya. Lalu ada ultra rest, ada panorama dual capture, photo booth, tilt shift, timelapse, dual capture video, dan lain-lain. Oke, sekarang kita masuk ke dalam spek internalnya. Untuk prosesor atau SOC-nya dia menggunakan Mediatch Dimensity 7400X. Ini adalah varian Dimensity 7400 yang memang disiapkan untuk penggunaan di smartphone lipat. Secara umum, spek dari SOC ini masih mirip dengan dimensity 7400. Menurut kami, ini adalah pilihan menarik untuk sebuah smartphone lipat tipe yang flip. SOC ini harusnya menawarkan performa yang sudah terbilang sangat mencukupi untuk penggunaan sehari-hari dan untuk berbagai aktivitas. Bukan yang super kencang, tapi sudah sangat memadai. Selain itu, SOC di kelas ini tentunya tidak butuh sistem pendingin kelas atas dengan ukuran masif untuk bekerja dengan optimal. Ini jadi pas banget untuk smartphone lipat tipe Flip yang memang tidak punya banyak ruang untuk mengakomodasi sistem pendinginan yang masif, ukuran besar gitu ya. Untuk RAM dan Sorus-nya hanya ada satu opsi ya, 8256 saja. Lalu ada opsi RAM boost yang bisa nambah sampai 16 GB. RAM-nya sendiri dari LPDR 4X, sementara storage-nya UFS 2.2 dan tentunya tidak ada dukungan micro SD di smartphone ini. Untuk baterai yang digunakan adalah 4500 mAh dan ini adah kapasitas yang wajar untuk HP lipat tipe flip. Dia sudah support 30 watt turbo charging dan 15 watt wireless charging. Sensor-sensor lumayan lengkap ya, as aometer, maretometer, hardware gyro, proximity sensor, orientation sensor dan lain-lain. Untuk kektivitas tentunya udah bisa 5G ya. 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya di sini. Lalu WiFi-nya ada Wii 6e. Tapi sepertinya ini belum mendukung band yang 6 GHz. Untuk Bluetooth dia ada 5.4 dan sudah mendukung audio Codex SBC, AAC, FX Audio, FXHD, LDAC, dan LHDC. NFC ada dong di sini. USB-nya juga tentunya bisa OTG. Sayangnya karena masih pakai USB 2.0 ini belum ada dukungan display output lewat USBC. Sementara itu untuk sistem keamanannya dia menggunakan fingerprint scanner dan face unlock. Untuk OS ini berbasis Android 16. Update versi Android dijanjikan tersedia sampai Android 18. Jadi kalau sekarang smartphone-nya udah pakai 16, masih ada dua update lagi yang tersedia. Sementara untuk security update durasinya kurang lebih sama dengan untuk update versi Android-nya. Nah, untuk fitur bawan O tentunya banyak sekali ya khas Motorola nih ya. Ada smart connect ini bisa menghubungkan smartphone ke PC yang kita gunakan. Bisa untuk pengendalian smartphone langsung dari PC ya atau laptop juga bisa ya. Dan bisa juga untuk akses kamera smartphone sebagai webcam PC. Kalau butuh casing tampilan dari smartphone ini ke layar yang lebih besar, ada juga smart connect wireless display yang bisa kita gunakan. Ada juga moto secure untuk mengamankan smartphone, data di smartphone, serta aktivitas kita bersama smartphone dari potensi bahaya keamanan digital. Lalu ada juga fitur-fitur lain seperti moto unplug dan family space. Always on display ada enggak? Ada. Dan ini memang bisa always on terus ya, alias tampil terus always on ya. Lalu untuk fitur AI tentunya ada moto AI di smartphone ini. Di sini ada chatbot AI assistant Moto AI dengan basis cilot. Lalu ada juga berbagai fitur lain seperti image Studio, pay attention, catch me up dan sebagainya. Fitur bawaan Android seperti Gemini dan CCL toch tentunya juga ada. Lalu ada juga AI dari Perplexity yang juga jadi aplikasi bawaan dari smartphone ini. Aplikasi pihak ketiga, ada berapa aplikasi lokal yang jadi bawaan di AS ini tapi kalau enggak dibutuhkan ini bisa dihapus dengan mudah kok. Kalau iklan gimana? Aman. Kita tidak menemukan adanya iklan intrusif yang mengganggu. Oke, sekarang kita lihat performanya. Untuk Lil Bmark kita lihat untuk Antotu 10 tanpa kipas R689.000-an kalau dikipasin jadi Rp696.000-an. Antute 11 tanpa kipas R21.000-an dengan kipas jadi R929.000-an. Geig bench 6 single core di 1045 multiore di 3.29 untukx sling shot open graphis core-nya ada di 5.469 untuk wildlife stress test tanpa kipas best score di 3.705 low score di 3.673 jadi stability-nya 99,1%. Ha, ini bagus nih untuk smartphone lipat ya. Jadi tentunya kita tidak perlu ngetes lagi untuk dikipasin ya. Udah 99% kok ya. Oke, sekarang kita langsung coba untuk gaming. Nah, di pengujian ini kita mengaktifkan mode turbo yang bisa diakses dari gaming overlay seperti ini. Kita coba dari Subway server. Game ini jalan di 120 fps dengan lancar tanpa perlu setting apapun. Layar otomatis jalan di 120 Hz dan frame rate rata 120 fps. Untuk PUBG Mobile setting frame rate yang terbuka itu sampai ekstrem alias 60 fps untuk kuatnya smooth gitu ya. Saat dimainkan dengan setting seperti ini, kita dapat cukup rata di dekat 60 fps. Sesekali bisa turun sih. Tanya masih tipis-tipis banget sih penurunannya. Untuk jaroing bagaimana? Tentunya nyaman digunakan ya dengan akurasi yang baik dan responnya juga mantap. Namanya juga pakai hardware gyro. Lanjut ke Mobile Legends. Setting frame terbuka sampai super atau 90 fps. Kita langsung aja coba main dengan setting kualitas metok kanan. Sayangnya layar cuma berjalan di 60 Hz. Jadi FPS-nya ketahan maksimum 60 fps aja. Rata-rata yang kami dapatkan dalam satu M itu sekitar 59 FPS. Nah, saat mencoba menjelajahi menu setting di smartphone ini, kami menemukan satu opsi yang ternyata bisa membuat game ini menjalankan refresh setate layar yang lebih tinggi. Saat kami coba game ini jadi bisa jalan di 90 fps. Terbilan cukup rata di 90 fps ya. Saat ada battle yang ramai pun frame rate-nya masih bertahan dekat dengan 90 fps. Rata-rata yang kami dapatkan dalam satu match itu ada di 89 fps. W mantap nih ya. Lanjut ke watering waves. Kita coba jalankan game dengan setting mentok kiri alias ultra performance dengan frame rate maksimum di set ke 60 fps. Frame rate yang kami dapatkan ada kisaran 30 sampai 45 fps. Tapi memang bisa sesekali ada di bawah 30 fps. Masih cukup nyaman sih untuk mainkan game yang satu ini. Rata-rata frame rate yang kami dapatkan selama 30 menit ada di kisaran 39 fps. Untuk suhu permukaan sisi depan suhu tertingginya itu mencapai 43 derajat celcius di area dekat kamera selfie. Sementara untuk sisi tengah dan bawahnya masih di bawah 35 derajat Celcius. Lalu untuk sisi belakang suhu tertinggi ada di kisaran 40 derajat Celcius di area cover screen dan area bawah itu suhunya tentunya lebih rendah di kisaran 32 derajat celcius saja. Oke, kita lanjut ke Genin Impact. Langsung aja kita setting di HS60 secara standar. Di sini visual effect ya diatur ke low. Saat kita coba tes dengan skenario yang biasa kami gunakan, kami bisa mendapatkan frame rate di kesaran 32 sampai 45 fps di awal. Lalu setelah 10 menit frame rate lebih banyak ada di 32 sampai 40 fps. Sesekali bisa ada penan frame rate ke kisaran 30 fps. Tapi ini enggak sering ya. Setelah 30 menit, rata-rata frame yang didapatkan ada di 37,5 FPS. Ini terbilang memadai lah untuk main game di highest setting-nya seperti ini ya. Nah, untuk suhu permukaan di sisi depan suhu tertinggi ada di kisaran 40 derajat Celcius saja di area dekat kamera selfie ya. Lalu suhu bagian tengah dan bawah sisi depan itu suhunya terbilang rendah di kisaran 31 sampai 32 derajat celcius. Sementara untuk sisi belakang suhu tertinggi ada di area cover screen kisaran 36 derajat celcius saja. Dan untuk area bawah suhunya itu lebih rendah di kisaran 30 derajat celcius. Nah, kalau kita pakai kipas pendingin frame rate yang kita dapatkan masih mirip ya di kisaran 32 sampai 45 fps. Tapi kalau kita pakai kipas itu frame rate-nya enggak turun seperti kalau kita tidak pakai kipas. Jadi setelah 30 menit rata-rata frame rate kita dapatkan sedikit lebih tinggi di 39,9 FPS ya sekitar 40 FPS lah ini ya. Jadi untuk Motorola Razer 60 ini untuk Gensin Impact kami bisa kasih ranking B. Oke, sekarang masih kita masuk dalam pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini sudah ada Moto Razer 160 nih. Langsung aja kita lihat kemampuan kamera ini seperti apa. Seperti biasa yang mau saya cari tahu adalah kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphonenya. Saya enggak pakai mikrofon nenal. Untuk video sehari-hari atau vlogging hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian udah cukup bagus atau belum? Kalau buat saya pribadi, saya suka sih hasil suaranya dari mikrofonnya ini nih. Begitu saya dengar suara vokal saya itu jelas banget, jernih banget. Jadi kalau untuk vlogging untuk tanpa mikrofon saya sih masih PD pakai mikrofon bawahannya nih. Dan ngomongin mikrofon ini juga menarik. Di menu kameranya ini ada pendeteksi sumber mikrofonnya dari mana. Jadi kalau misalnya kita colokin mikrofonnya nanti ada tandanya tuh mikrofon yang lagi kita pakai itu mikrofon mana. Ini fitur sederhana yang terkesan fitur kecil tapi penting loh sebetulnya dan belum semua smartphone bisa. Kita lanjut bahas kualitas kamera depannya. Di kondisi cahaya bagus, enggak ada masalah ya. Detailnya tinggi. Warna kulit dan overall gambar cenderung natural mendekati warna aslinya. Dynamic range sekedar oke aja. Area gelap bisa ditangkap dengan baik dengan area terang yang masih ada bagian yang sedikit over expose tapi overall masih lumayan oke lah. Dari segi stabilizer aman ya, enggak ada masalah. Di 4K sekalipun stabilizernya itu rapi dan minimer. Entah apa resep yang dipakai moto. Yang jelas urusan stabilizer sangat bisa diandalkan. Lanjut ke kamera utamanya. Kualitas videonya di kondisi cahaya bagus. Detailnya mantap ya, ketajamannya juga pas. Dari segi warna menurut kami ini saturasinya tergolong tinggi. Skinone mengarah ke orange dan kalau ketemu warna hijau hijaunya itu sangat menyala. Dynamic rnya aman. Sisi gelap terang bisa diekspos dengan baik. Pengalamannya juga konsisten karena mau di 1080p p 60 fps atau 4K 30 fps dynamic range-nya tetap oke. Stabilizer aman. Kita bawa jalan seperti ini. Hasilnya juga rapi. Moto punya standar yang bagus nih terkait stabilizer video. Setidaknya saat terang sih aman banget. Berikutnya kita cek kamera ultrawide. Di kondisi ideal hasilnya masih oke. Tapi memang detailnya kita tidak bisa bandingkan dengan kamera utamanya. Sensornya beda kelas soalnya ada inkonsistensi juga yang kami temukan di sini. Contohnya di video yang ini warnanya malah terkesan undaturated ya. Skin tone kecoklatan warna hijau terkesan redup. Tapi di beberapa situasi kami lihat malah hijaunya malah jadi sangat menyala. Kita lanjut cek dulu untuk dynamic range-nya. Di 4K 30 fps hasilnya aman ya. Sisi gelap terang dapat diekspos dengan baik. Tapi saat dicoba di 1080p 60 fps, bisa kita lihat sekarang area terangnya jadi over expos ya. Jadi dua hal ini masih perlu diperbaiki nih terkait konsistensi warna dan dynamic range-nya. Untungnya dari segi stabilizer aman banget ya. Bahkan saya terkesan karena videonya tuh mulus banget. Stabilizernya juga konsisten bagus di 1080 p 60 fps atau 4K 30 fps juga enggak ada masalah. Nah, berikutnya kita bahas pengalaman multik kameranya. Untuk pengalaman multik kameranya menurut kami ini masih jadi PR untuk moto nih. Saat pindah kamera seperti ini belum ada animasinya. Ini bikin terasa patah patah dan tidak mulus. Catatan penting lainnya adalah suara kita akan putus saat pindah kamera seperti ini. Nih kita cobain aja deh. Misalnya ini lagi di kamera utama nanti kita pindah ke kamera ultrawide ya. 1 2 3 4 7 8 9 10 11 12 16 17. Nah, kalau teman-teman dengar ada angka yang terpotong itu berarti suaranya itu ada yang keskip pas lagi kita pindah kamera. Oh iya dan untuk pindah-pindah kamera seperti ini, ini baru untuk kamera utama dan ultrawide ya. Selfie-nya belum bisa. Jadi usahakan saat lagi merekam video dan ngomong agak hati-hati ketika mau pindah kamera. Selain animasi, PR Moto ada di konsistensi warna ya. Saat pindah dari kamera utama ke ultrawide atau sebaliknya warnanya cukup jauh bedanya. Mengingat seri Razer ini flagship, harusnya detail-detail seperti ini lebih diperhatikan ya. Sekarang kita masuk ke kondisi low light. Untuk kamera depan seperti ini. Gambarnya terbilang noisy, tapi detail belum sampai yang hilang-hilang banget lah. Masih layak pakai selama di 30 fps. Kalau untuk 60 fps gambar jadi jauh lebih gelap. Ini hal yang umum sebetulnya. Jadi kami rekomendasikan di kondisi low light pakai 30 FPS aja untuk kamera depannya. Ini dari segi stabilizer, sayangnya agak berbanding terbalik ya sama kondisi terang tadi. Di low light giternya terlihat jelas nih. Solusinya sebetulnya ada. Pakai aja mode 60 fps. Bisa kita lihat stabilizernya lebih rapi kan. Tapi ya gitu gambarnya lebih gelap. Jadi kita perlu pintar-pintar atur pencahayaan aja ya guys. Untuk kamera utamanya seperti ini. Nah kalau kamera utamanya sih jos banget ya. Detailnya masih terjaga, gambarnya masih terang, noise-nya ada tapi belum di level yang mengganggu menurut kami. Di 60 fps gambarnya sedikit lebih gelap dan noisy, tapi overall masih sangat bisa dipakai. Dari segi stabilizer masih lumayan oke nih. Di 4K 30 fps. Giternya ada tapi tipis. Kalau mau lebih rapi bisa pakai mode 1080p 60 fps. Nah, kalau kamera ultra wide-nya bagaimana? Kalau kamera ultra white-nya sih mohon maaf ya belum pas untuk low light seperti ini. Saran kami di low light kalau mau merekam video pakai kamera depan atau kamera utamanya aja. Untuk autofokus ada di dua kamera, kamera utama dan kamera ultrawide. Untuk kamera utamanya kami sudah coba aman, enggak ada masalah. Untuk kamera ultrawide hasilnya kurui seperti ini. Overall masih lancar, cuman kami menemukan ada beberapa situasi autofokus itu agak melambat. Berikutnya kita bahas fotografinya. Kalau fotografi overall hasilnya bagus ya. Karakter warna masih mirip seperti di video. Kamera utamanya saturasinya tinggi, ultrawide, dan kamera depannya cenderung lebih pas warnanya menurut kami. Dari micrange aman, HDR processing-nya juga konsisten. Di kondisi cahaya sulit juga bukan masalah. Portrait mode-nya juga oke, bokenya lumayan rapi. Dan di sini juga disediakan opsi 50 mm alias sekitar dua kali digital zoom dan hasilnya juga masih bagus. Di kondisi low light juga masih bisa diandalkan. Berhubung ada fitur night mode, ultra white-nya masih bisa ketolong dikit lah ya di sini. Kalau kamera utama dan depannya tentunya aman. masih bisa diandalkan di low light sekalipun. Untuk fitur ekstra kita cobain beberapa. Yang pertama itu ada slow motion yang kita bisa pakai dengan resolusi 1080p 120 fps. Hasilnya kurang lebih seperti inilah. Kita enggak bisa bandingkan dengan mode video normal ya. Kalau di slow motion itu memang kualitas videonya agak menurun. Fitur pro juga tersedia untuk fotografi manual. Untuk isoda shutter speed-nya bisa kalian lihat aja di layar berikut ini. Sayangnya mode pro untuk video belum tersedia ya di sini. Berikutnya kita cobain fitur screen-nya. Nah, ini fitur smartphone flip banget nih. Kita bisa pakai cover screen-nya untuk foto ketika smartphone dalam kondisi terlipat seperti ini. Catatan teknis yang harus dipelajari adalah by default aspek rasionya itu satu banding satu ya, kotak bentuknya. Kalau mau diganti untungnya juga bisa dan bisa langsung diganti lewat cover screen-nya. Nah, saat kondisi terbuka kita juga bisa mengaktifkan cover screen dan main screen secara bersamaan. Tapi cover screen-nya akan murni jadi preview aja. Tidak bisa mengatur apapun di sini. Kalau mau utak-atik setting harus lewat layar utamanya. Setidaknya kita jadi bisa wifi atau selfie rameai-rame nih pakai kamera utama atau kamera ultrawide-nya. Selanjutnya di moto ini juga ada fitur yang namanya horizon lock ya. Kalian gak salah dengar kok. Ternyata ini sudah ada sejak lama ya. Di Moto H60 Pro saya cek juga ada ternyata. Hasilnya sendiri bisa dibilang sudah bekerja dengan baik. Diputar-putar kayak begini juga horizon-nya tuh ngunci. Tapi karena ini pakai kamera ultrawide sebaiknya dipakai di kondisi terang aja ya. Detailnya juga belum yang impresif karena dia pakai sensor ultrawide yang dizoom lebih jauh. Oke, jadi itu ya lab tes kamera jagat untuk Motor Razer 60. Kalau ditanya apa yang kurang atau perlu diperbaiki, menurut kami ada beberapa. Yang pertama itu terkait konsistensi warna, semoga bisa diperbaiki lagi. Lalu dynamic range pada videonya juga masih belum konsisten. Contohnya di ultrawide 60 fps hasilnya beda jauh nih dibanding 30 fps. Lalu kualitas kamera ultrawide yang belum pas untuk low light. Semoga di generasi berikutnya moto bisa pakai sensor yang lebih oke lagi. Berikutnya meskipun ini kelas flagship agak disayangkan belum ada 4K60 ya di sini. Kemudian fitur prom mode untuk video juga belum ada. Overall pengalaman kameranya belum bisa kami bilang kelas flagship. Ini di mata kami ini seperti kamera class mid range yang oke aja. Dari segi kelebihan kita bisa selfie pakai cover screen dan ini masih jadi keunggulan mutlak untuk sebuah smartphone flip. Kualitas kamera utamanya untuk selfie jelas lebih oke ketimbang kamera depan atau kamera selfie biasanya. Lalu juga pengaturan kamera pada cover screen lumayan lengkap di sini ya. Fitur-fitur basic seperti pengaturan resolusi dan frame rate video, aspek rasio, pinda kamera antara kamera utama dan ultrawide bisa dilakukan di sini. Jadi enggak perlu repot, buka layar utama terlebih dahulu. Berikutnya stabilizer videonya ya. Impresif di kondisi terang. Kamera utamanya juga bisa diandalkan untuk berbagai situasi. Low light juga bukan masalah. Digital zoom dua kali atau 50 mm-nya masih oke banget hasil fotonya. Kemudian dia juga punya fitur pendeteksi sumber mikrofon. Fitur kecil yang penting banget nih. Tapi belum semua smartphone punya loh. Dan tentunya yang menarik dia juga punya fitur horizon lock. Bahkan sebelum flagship sebelah campaign moto udah punya duluan kok. Kesimpulannya, smartphone flip cenderung berkompromi terkait kualitas sensor kamera yang dipakai demi mencapai body yang tipis dan ringan serta form ve vorlip yang membuat ruang hardware jadi lebih sedikit. Jadi, kita belum bisa berharap smartphone flip seperti ini pakai sensor besar seperti yang ada di smartphone nonflip atau yang nonfoldable. Kami harus jujur kalau pengalaman kameranya belum bisa sekelas flagship nonfoldable yang ada di kelas harganya. Untuk kategori flip sekalipun ini belum yang level luar biasa tentunya karena ada keterbatasan dari SOC yang digunakan juga. Jadi kalau kalian cari kualitas kamera yang luar biasa menurut kami ini belum pas ya. Tapi apakah sudah cukup untuk mayoritas orang? Kami rasa sudah selama video di 30 fps dan untuk pengalaman foto point and shoot ini masih bisa di-andelin kok. Kalian tinggal perhatikan aja keterbatasan dan kelebihan yang ada. Pastikan aja itu semua sudah cocok untuk kalian atau belum. Kamera udah sekarang mari kita bahas daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback. Kita jadi muterin video terus-menerus ya sampai baterai habis. Itu baterai baru habis sekitar 21 jam 15 menit. Memang sedikit berharap smartphone ini bisa bertahan lebih lama, tapi udah ok lah untuk baterai 4500 mAh saja ya. Lalu untuk YouTube streaming 10830 fps baterai berkurang 6% dalam 1 jam. Untuk swipe-swipe TikTok selama 1 jam baterai berkurang 7%. Sementara untuk main Gensin Impact baterai berkurang 13% dalam jam untuk setting highest 60 fps. Sekarang kita lihat untuk charging-nya ya. Dari 0 sampai 50% butuh waktu 28 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 2 menit. Ini memang bukan kecepatan charging yang super kencang, tapi dengan charger yang hanya 30 watt ini sudah terbilang waktu charging yang sesuai dengan yang kami harapkan. Udah okelah ini ya. Kemudian untuk Netflix, dia udah WiFi L1, sudah support streaming sampai full HD dengan kodex H264, H265, dan VP9. Sayangnya belum ada dukungan HDR di sini. Untuk YouTube dia bisa streaming sampai 4K60 HDR ya. Sayangnya k merasa untuk streaming konten 4K60 HDR videonya masih belum begitu mulus. masih sering terasa ada efek startering. Tapi ya kalau buat nonton kayak gini kan 1080p itu udah bagus banget sebetulnya. Lanjut untuk heptic feedback ini sudah terasa berkelas, getarannya akurat, terasa kuat, dan responnya tuh sangat baik. Sementara itu untuk Wii sharing ini tersedia dan caranya adalah aktifkan saja Wii hotspot saat kita terhubung ke Wii yang lain. Ya, untuk harganya yang satu ini, wah menarik ya. Smartphone ini tersir dalam varian 8256 saja ya dan ditawarkan dengan harga kisaran Rp1.999.000. Tapi ada harga special launch di Rp10.999.000 untuk pembelian smartphone ini di Shopee dan di G Plus mulai dari 25 Februari 2026. Selain itu ada juga special benefit senilai Rp2 juta ini dengan mendapatkan paket internet XL, langganan Vision Plus, Mr. Aladin, DMS Plus, dan Motion Pay. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, daya tahan baterai itu sebenarnya kami harap bisa sedikit lebih baik saja, tapi ini udah lumayan oke sih sebetulnya. Kemudian belum ada dukungan untuk charging kencang ini baru 30 watt walaupun hasilnya sih kita bisa ngecas dalam waktu 1 jam saja ya. Kemudian untuk speaker ini masih belum terasa kelas yang ya atas banget tapi lagi-lagi sudah memada lah. Untuk update OS. Nah, ini sayangnya tersedia cuman dua kali versi Android saja ya. Sementara itu untuk produk di kelas atas seperti yang ini umumnya tawaran untuk janji update itu bisa lebih panjang. Kemudian untuk RAM 8 gig dengan stor 256 gig ya mungkin sudah terasa agak kurang untuk smartphone kelas atas di era sekarang ini. Lalu mungkin juga ada yang komin soal SOC yang bukan kelas premium. Tapi menurut kami sih ini enggak jadi masalah. Justru ini rasanya yang paling pas untuk smartphone lipat tipe Flip. Selain itu, yang satu ini terbilang produk yang hampir berumur 1 tahun kalau melihat dari rilisnya secara global. Tapi memang sampai saat ini Motorola belum merilis penerus smartphone yang satu ini. Nah, kalau dari sisi menariknya tentunya ada banyak smartphone lipat ini adalah smartphone lipat dengan harga paling rendah yang masuk resmi ke Indonesia dalam 1 tahun terakhir ya. Desainnya masih terasa khas Motorola keren. Dia pakai panton colors dan finishing-nya premium. Smartphone lipat ini juga ringkas dan mudah dibawa. Bobotnya juga ringan. Performa juga masih memadai ya. Bahkan untuk gaming pun dia masih cukup untuk main game-game yang cukup berat. dia udah support konaitas 5G dan dukungan WiFi 6i juga udah ada. Panel AMOLED untuk cover screen dan main screen itu kualitas tampilannya terbilang mantap di sini. Ref untuk main screen adaptif itu bisa turun sampai 1 Hz. Ini mantap juga ya. Lalu ada dukungan perekaman video sampai 4K 30 untuk depan dan belakang. Dan dia juga ada dukungan wireless charging. Sensornya lengkap. Ada rating IP. Jadi udah mantap ya untuk smartphone lipat ya. Jadi kecemplung air juga enggak takut gitu ya. UI juga terasa ringan dan nyaman digunakan. Ini penting banget. Lalu fitur-fitur bawaan OS ini terbilang banyak dan berguna-berguna semua, termasuk ada smart connect dan moto secure di sini. Dan tersedia banyak fitur moto AI dan berbagai opsi-opsi untuk AI lainnya ya. Motorola Razer 60 ini tentunya akan cocok untuk yang ingin punya smartphone lipat yang ringkas tipe Flip yang menawarkan kemampuan yang memadai tapi harganya masih belum terasa yang terlalu premium gitu ya. Apa yang ditawarkan oleh smartphone ini terasa membuatnya bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan penggunaan sehari-hari. Allrounder yang sangat menarik. Dan ukurannya yang mungil ini tentunya akan jadi daya tarik tersendiri ya. Ya, akhir kata kita harus bilang good job Motorola. Terima kasih sudah membawa smartphone yang unik ini ke Indonesia. Tapi semoga enggak berhenti di sini aja ya. Semoga smartphone premium mereka yang lain juga ikut dibawa masuk resmi juga. [musik]

Lihat di YouTube