Jungkat

Rahasia Supaya Laptop Gaming Bisa Jadi Desktop Replacement! Seri Mengenal Laptop Gaming Part 7 (YouTube Video)

  • 16/12/2025

Kali ini kita akan bahas hal yang sering banget dilupakan saat memilih laptop gaming. Biasanya kalauemilih laptop gaming kebanyakan orang itu hanya akan melihat spesifikasi dari CPU, GPU, dan mungkin layarnya aja. Padahal sebenarnya hal yang akan kita bahas kali ini enggak kalah pentingnya kalau pengin laptop gaming-nya beneran dijadiin desktop replacement. Ya, kali ini kita akan bahas mengenai konektivitas dan ekspansi dari laptop gaming bagian dari video seri mengenal laptop gaming part 7. [musik] Ya, seperti disebut di awal tadi ya, konektivitas dan ekspansi di laptop gaming ini memang cukup sering dilewatkan oleh sebagian besar orang saat dia selagi mencari sebuah laptop gaming. Padahal ini bisa mempengaruhi pengalaman kita saat menggunakan laptopnya. Lah, kok bisa mempengaruhi pengalaman? Nah, kita coba dulu bahas dari yang pertama ya dari konektivitas wireless-nya. Pada umumnya laptop-laptop gaming terbaru di pasaran sudah menggunakan modul WiFi 6 atau 6E. atau bahkan WiFi 7 untuk laptop gaming yang kelas premium. Meski demikian, masih ada juga laptop gaming yang menggunakan modul WiFi 6 atau WiFi 6. Memang secara teoritis, WiFi 6, WiFi 6i itu punya kecepatan yang mirip-mirip aja di kisaran 9,6 Gbit/s. Tapi WiFi 6i itu mampu memberikan latensi yang lebih rendah karena menggunakan band yang lebih kosong yaitu band 6 GHz. Nah, latensi ini yang nantinya akan mempengaruhi pink yang biasa kita lihat saat bermain game online. Dan kalau kita bandingkan dengan WiFi 7 atau Wii 7, bukan cuma lensinya yang lebih rendah, tapi kecepatan transfer datanya juga jauh lebih tinggi. Secara teoritis, Wii 7 itu memiliki kecepatan transfer hingga 46 GB/s. Ini kencang banget, kan? Nah, latensi pada Wii 7 juga bisa lebih rendah berkat teknologi multiink operation. Di mana perangkat dapat memanfaatkan berbagai pita frekuensi secara bersamaan. Tentunya untuk memanfaatkan teknologi dari WiFi 6ei dan Wii 7, router internet kita juga harus mendukung teknologi yang sama ya. Oke, sekarang kita masuk ke pembahasan tentang konektornya. Buat kalian yang pengin pakai laptop sebagai desktop replacement, konektor ini akan jadi sangat penting karena akan menunukkan berapa banyak perangkat yang bisa terhubung ke laptop yang satu ini. Eh, jangan salah. Laptop itu beneran bisa jadi desktop replacement atau pengganti PC desktop loh. Bahkan video editor di jagat itu semuanya pakai laptop buat ngedit. Pakai laptop lalu disambungkan dengan berbagai perangkat yang bisa meningkatkan kenyamanan kerja seperti keyboard, mouse, USB, hub, SD card reader, speaker atau headset dan monitor eksternal. Contohnya di laptop HP Omet Max 16 ini konektornya bisa dibilang lumayan lengkap ini ya. Kita bisa menemukan USB 3.2 Gen2 type A yang besar, port Ethernet, audio jack combo, HDMI 2.1, dan Thunderbolt 4 USB type C. Perlu diperhatikan, USB Type C itu bukan protokol ya, tapi standar bentuk fisiknya aja. Maka dari itu kadang ada USB type C yang hanya mendukung charging dan enggak bisa dipakai untuk display output. Sedangkan kalau udah Thunderbolt 4, nah ini protokolnya. Jadi semua perangkat Thunderbolt sudah bisa digunakan di laptop nih, termasuk eksternal GPU yang pakai Thunderbolt itu. Menariknya laptop omen yang satu ini juga bisa dicharge dengan charger yang mendukung power delivery 100 watt melalui konektor yang satu ini ya. Jadi kalau butuh dibawa-bawa dan dipakai untuk kerjalan ringan di luar, kita bisa bawa-bawa aja gun charger yang lebih ringan. Oh ya untuk konektor Thunderbt 4 ini hanya ada di laptop dengan pressor Intel. Danah sementara untuk laptop denganor AMD, kita bisa cari yang sudah punya konektor USB 4. Berikutnya untuk USB yang type A ini adalah tipe konektor standar USB dan pertama kali dibuat hampir 3 dekade yang lalu. Untuk varian yang sering ditemukan di laptop gaming ada USB 2 dengan kecepatan 480 M/s, USB 3.2 gen yang punya kecepatan 5 Gbit/s, USB 3.2 gen 2 dengan kecepatan 10 Gbit/ dan yang terakhir ada USB 3.2 gen 2 yang 2 * 2 ya. dengan kecepatan hingga 20 GB/s. Nah, udah jelas ya. Semakin baru versi USB-nya, kecepatan transfer datanya juga bisa semakin tinggi. Oke, sekarang kita masuk ke HDMI. Laptop yang ini sudah menggunakan HDMI 2.1 yang udah mendukung penggunaan monitor eksternal hingga resolusi 8K60 Hz atau 4K 120 Hz. Tapi di beberapa laptop gaming lain tuh ada yang pasih pakai HDMI 2.0 dan HDMI 1.4. Bedanya HDMI 2.0 hanya support monitor hingga resolusi 4K 60 fps dan HDMI 1.4B itu baru mendukung resolusi QHD 75 FPS maksimum ya. Lumayan jauh ya bedanya ya. Intinya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan aja sih. Tapi kalau misalnya kalian punya TV-TV baru yang sudah bisa 4K 120, wahd. Ya. Nah, konektor terakhir yang akan kita bahas adalah port Ethernet ya. Nah, untuk saat ini mayoritas laptop gaming sudah pakai Ethernet 2,5 GB/s. Jadi, harusnya udah cukup banget kalau mau dipakai buat gaming. Jadi, harusnya udah aman lah ya selama memang dia punya port Ethernet-nya. Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan RAM. Pada umumnya laptop gaming pakai RAM SOIM yang terpasang pada slot SODIM di motherboard-nya. Jadi, emang bisa di-upgrade. Untuk laptop-laptop kelas premium seperti yang satu ini, RAM-nya udah langsung hadir dengan konfigurasi dua channel udah langsung siap pakai. Dan kalau memang butuh di-upgrade, ini masih bisa di-upgrade ya karena pakai RAM Sodim. Jadi aman banget. Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa laptop gaming di kelas entry level yang masih menggunakan RAM dengan konfigurasi single channel. Jadi kita perlu upgrade lagi secara manual kalau mau performanya jadi maksimal. Dan mengingat di akhir tahun 2025 nih RAM DDR5 sedang tinggi-tingginya nih ya harganya ya. Mendingan sih sebetulnya kita cari yang langsung kepasang dual channel aja biar enggak usah repot-repot lagi untuk upgrade ya. Beberapa laptop gaming juga ada yang menggunakan RAM onboard atau bahkan RAM embededornya. Ini biasa dilakukan di laptop gaming dengan form factor yang tipis dan ringan seperti misalnya di Omen Transend 14. Kalau memang RAM-nya udah enggak bisa di-upgrade, saran kami langsung cari yang minimal 32 GB. Berikutnya untuk storage, ada berapa laptop gaming yang menyediakan opsi slot storage tambahan seperti di Omen Max 16 ini ya misalnya ya. Jadi kalau memang kita lagi butuh kapasit storage yang lebih besar lagi tinggal pasang SSD M.2 yang baru tanpa perlu ganti SSD yang sudah terpasang. Karena di beberapa laptop gaming entry level atau laptop gaming dengan form factor yang tipis dan ringan itu cuma ada satu slot SSD MD.2. Kalau memang hanya tersedia satu slot, pastikan kapasitasnya memang sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhan kalian. Karena cukup ribet ya kalau kita harus ngupgrade storage kan kita harus ganti bawaannya lalu instal-instal ulang lagi. Aduh ribet banget ya. Untuk kap storage 512 GB ini udah batas minimum lah ya sepertinya ya. Sebagai gambaran sekarang Gensin Impact di PC aja. Ini Gin Impact aja ya di PC itu udah gede banget ya hampir nyentuh 150 GB ya. Jadi itu tadi beberapa hal yang sering dilewatkan saat memilih laptop gaming ya. Jadi jangan sampai dilewatkan yang satu itu karena penting juga biasanya laptop gaming ini kan enggak dipakai buat 1 tahun 2 tahun tapi untuk jangka waktu yang panjang dan biasanya digunakan sebagai desktop replacement. Oke sampai sini dulu pembahasan kali ini dan sampai jumpa lagi di seri mengenal laptop gaming berikutnya. Saya di Irfan JakaTu TV.

Lihat di YouTube