Rakit PC Gaming 4.5 Juta di 2025!! (YouTube Video)
[Musik] CPU-nya lagi-lagi kita menggunakan Ryzen 5 5600G. Ini adalah CPU 6 core 12 red yang udah pernah kita pakai buat PC murah meriah R5 juta di tahun 2023. CPU ini launch di tahun 2021 yang berarti selama 4 tahun terakhir hampir enggak ada perkembangan prosesor gaming di harga budget. Karena ya serba salah sih kalau mau upgrade ke Ryzen 5 8600G dia masih di 3,2 jutaan dan RAM-nya juga bakal pakai DDR5. Mumbya juga masih mahal yang ujung-ujungnya bisa jadi R jutaan full build-nya. Dan kalau misalnya mau pakai VGA jadul macam GTX 1650 pun itu harganya masih di 2,6 jutaan harga barunya. Jadi memang satu-satunya pilihan masih ini sih buat PC di harga di bawah R5 juta. Dan di sini gua benar-benar berhemat sampai ke motherboard-nya juga. Gua cari yang paling murah ada Kyok Kaizen yang kisaran harganya bahkan enggak sampai Rp800.000. Ini adalah Mobo basic yang bahkan fan header aja cuma punya dua. Tapi untungnya masih ada PCI gen 3X4 slot buat SSD dan juga back panelnya ada 6 USB port di mana 22.0 O dan 43.2 gen one. Karena motherboard ini enggak ada Wii, kita saranin sih pakai antena Wii USB port seperti ini aja yang paling harganya enggak nyampai Rp80.000-an. Buat RAM dan SSD di sini enggak ada yang spesial. Gua hanya menggunakan RAM dari Aceraser Nox berkapasitas 16 GB. Pastinya ini juga harganya murah karena frekuensinya masih 3.200 MHz. SSD juga kapasitasnya kita hanya ambil yang 512 gig PCI Gentry X4 yang di mana speed-nya masih lumayan kencang ya buat sekarang. Kalau misal mau upgrade storage di build PC yang ini, sayangnya hanya bisa nambah SATA aja enggak bisa nambah NVME lagi. Buat casing juga kita ngambil yang murah meriah aja. Casing ini namanya Segote Prime D. Harganya cuma Rp300.000 dan bentuknya ini compact karena didesain untuk MATX. Gak terlalu banyak yang aneh-aneh dari casing ini. Kacanya pun masih akrilik dan bukan tempered glass. Dan secara estetik ini masih ok lah. Gua sengaja ngambil casing yang versi begini karena ini memberikan opsi buat user untuk upgrade GPU di kemudian hari. PSU-nya juga bukan yang fancy-fancy amat, cuma 400 watt aja udah cukup. Dan ini adalah PSU yang harganya enggak sampai Rp400.000. Hanya aja ada alasan lain kenapa gua memilih PSU ini. Ini adalah Segotep AN400W. sebuah PSU entry level yang punya proteksi akan voltase rendah, overper, dan bahkan overtekanan. Jadi, ini adalah power supply yang memang dirancang untuk tahan akan rumah-rumah yang voltasenya tidak stabil dan cenderung enggak sampai 220 volt. Dan juga apabila ada arus pendek, PSU ini punya proteksi akan hal tersebut. Ditambah dengan garasi sampai 3 tahun, seharusnya ini masih mantap buat dipakai untuk long term. Secara pemasangan kita gak ada problem apa-apa karena ini adalah PC yang simpel dan basic. Tapi gimana dengan performanya? Ya, sama seperti 2 tahun lalu, performasi The BCH dari Ryzen 5 5600G ini bisa dibilang lumayan. Dibanding core i3 12100F juga sebenarnya masih gedean dia. Hanya aja di cas ini kalau biasanya build yang lain kita memakai GPU eksternal, yang ini hanya bergantung diPU aja. Tapi gimana dengan performa-nya ya? Performa graphicsnya ya lumayan di harga segini daripada lumanyun. Beberapa game gratis wibu terbaru ya bisa dimainin di sini. Hanya aja dengan frame rate yang bahkan enggak menyentuh 60. Paling tinggi itu Gensin yang bisa menyentuh 45 FPS. Itu pun saat FSR-nya dinyalakan. Delta Force bisa dapat 37 FPS. Kalau mau menyalakan frame g ya bisa sih dapat 46 fps. Hanya aja gambarnya banyak yang ngacau. Di sini palingan Dota 2 sih. Yang paling mending itu bisa dapat 93 FPS walaupun dengan settingan Festes. CS2 juga bisa dapat 64 fps di settingan yang mentok kiri juga. Kalau mau main game di hardware ini, kita saranin sih game yang super ringan aja. Entah itu game jadul atau game low poly macam tonic yang bisa dapat 40 fps atau Ninokuni yang dapat hampir 90 FPS. Ini menandakan bahwa memang CPU-nya outdated dan paling optimal buat game jadul atau bahkan ya emulator aja. Dan kalau mau editing video di PC ini sebenarnya kita gak menyarankan sekali untuk edit video. Cuman ya sebenarnya masih bisa asalkan videonya gak banyak efek dan pakainya itu CapCut bukan Adobe. Dan karena ini juga enggak panas, kita enggak masukin fan apapun ke dalam casing-nya dan hanya bergantung dengan fan CPU-nya aja. Apakah kalian enggak percaya kalau CPU-nya ini adem? Kita lihat nih suhunya itu gak sampai 70 derajat saat gaming di ruangan berac dan pas AC-nya dimatiin pun fullot-nya hanya di 72 derajat aja. Ini masih di kategori aman buat sebuah CPU desktop di mana sekarang banyak yang udah di 100 derajat celcius dan karena memang ini adalah tergolong CPU yang underpowered, power-nya pun juga enggak terlalu gede-gede banget. Satu set PC ini hanya memakan power 50 sampai 60 watt saat idle dan bahkan saat main game juga mentok di 75 watt aja. Ini menandakan kalau headroom untuk upgrade itu masih luas banget. Kalau kalian mau lebih hemat lagi, sebenarnya kalian bisa mengganti Ryzen 5 5600G ini dengan Ryzen 5 4650G di mana mungkin enggak pakai kardus tapi udah sama cooler juga. Dan harganya itu Rp1,7 juta, jadi Rp500.000 lebih murah lah sekitar segitu. Jadi kalian bisa hemat sampai build PC-nya itu sekitar R jutaan aja. buat kesimpulan ya, karena ini adalah PC yang kita pernah bikin juga di tahun 2023. Kesimpulannya enggak jauh beda lah. Ini adalah sebuah CPU yang bisa main game, tapi gameennya itu terbatas banget di 2025 ini. Kalau misalnya kalian mau main game kompetitif kayak CS2 atau Dota 2 mungkin bisa masih di atas 60 fps, tapi pastikan settingannya itu di mentok kiri. Kalau misalnya mau main game yang Miho Hoyo gratisan gitu atau wood ring wave juga bisa aja. Tapi tahan-tahanin kalian melihat 30 fps sampai 40 fps. Dan juga kalau misalnya buat upgradabilitas karena ini adalah sebuah motherboard micro ATX, kalian juga kalau mau upgrade RAM itu mesti ganti yang sebelumnya terus tambah lagi yang baru. Bisa sih kalian beli yang 32 gig tapi yang 16 gig-nya ini ya jual dulu. Terus kalau misalnya mau upgrade storage karena dia tidak ada M.2 lagi, jadi ya gua sarankan untuk nambah SATA aja. Dan kalau misalnya kalian emang udah pakai 5600G dan mencari GPU buat upgrade PC-nya, gua menyarankan antara GTX 1650 sampai RX 6600 yang di mana 5600G itu masih kuat buat ngangkatnya. Dan sekarang sih kayaknya harga second-nya itu cukup menggoda, tapi ya paling hati-hati aja. Tapi gil ya, dari tahun 2021 sampai 2025, primadonanya PC di harga R juta itu masih pakai Ryzen 5 5600G. Artinya apa? Artinya corporate tidak peduli dengan GER kere hore. Mereka merasa kalau Gamer Kere Hore itu tidak memberikan profitable yang enough alias tidak menguntungkan. Nah, kalau misalnya kalian mau build PC di harga segini memang pilihannya itu terbatas banget. Misalnya apa? Kalian mau nyari GPU jadul gitu yang jadul banget aja, GTX 1650 itu masih ada yang jual harga barunya R2 jutaan atau kalau mau pakai IGPU yang baru 8600G misalnya ya Rp3,2 juta tapi base-nya masih DDR5 yang berarti kalau misalnya kalian e belum mobok sama RAM-nya itu bakal mahal gitu paling 7 sampai R jutaan bentok-bentok. Dan kalau misalnya kalian mau tahu ya, sebenarnya 5600G ini tahun 2023 harganya R2 juta pas, sekarang harganya 2,2 juta berarti naik kan ya. Dengan melihat dolar makin naik, komponen komputer enggak ada yang turun, berarti build PC di harga R5 juta kayaknya cukup sampai sini aja. Kalau misalnya nanti ke depannya mungkin gua bakal bikin ya harganya 7 8 sampai R jutaan yang di mana masih memberikan angin segar. Kalau kalian mau rakit PC di harga di bawah R5 juta buat main game ya paling mentok-mentok speknya ini. Jadi gua sarankan kalau misalnya kalian memang budgetnya di R5 juta, urungkan niat kalian dulu. Mending nabung dikit lagi. Entah di 7 atau 8 atau R jutaan yang di mana ya performanya lebih segar lah, lebih baru gitu daripada mentok-mentok di sini lagi, sini lagi. Capek gua juga raket PC-nya. Ya paling itu aja sih sebenarnya video kita kali ini. Menurut kalian 5600G itu di tahun 2025 ini masih worth it apa enggak? Tulis di kolom komentar.
