Jungkat

Rakit PC Kecil Buat Gaming 2K 100 fps++ ‼️ (YouTube Video)

  • 15/08/2025

[Musik] CPU-nya kita memakai salah satu CPU AM yang paling worth it harganya saat ini. Dengan R jutaan aja kita udah dapat CPU Ryzen 8 core 16 red berarsitektur Zenfor yang powernya udah lumayan di harganya. Jujur buat kalian yang baru mau nyemplung ke ekosistem AM dan nyari yang masih middle budget, kita saranin banget CPU ini buat jadi pilihan karena price to performance-nya yang paling oke. Lalu buat MOB kita pilih mobo Asus yang nama lineup-nya itu paling baru. Namanya itu AYW atau Ayawae dan dari packaging-nya aja udah beda ya kayak special edition gitu. Sementara Mobonya sendiri punya keunikan ya paling di hit VRM-nya yang kelihatan ada tulisan AYW gitu. Mobo ini juga udah support 2 M.2S. SSD di mana yang satu udah support PCI Gen 5. Konektornya di bagian belakang ada 8 USBA yang terdiri dari 2 USB 3.2 gen 4 USB 2.0 dan dua yang bawah itu adalah 3.2 gen2 10 GB. Tidak ada type C di bagian belakang. Namun di depan itu ada 3.2 gen buat type C konektor. Mobo ini juga ada WiFi 6-nya namun antenanya masih yang antena Asus yang lama. Kalau bisa gua simpulkan, sebenarnya B650M AYW ini kayaknya ada di line up prime, tapi kayak specialized gitu deh. Karena kalau kita melihat dari desainnya itu mirip-mirip Prime ketimbang mirip-mirip toh. Tapi kalau melihat dari harganya yang lebih mahal daripada Prime series, gua belum bisa menyarankan untuk ngambil B650 MYW ini untuk dapat price to performance yang paling bagus. Buat RAM, kita lagi-lagi memakai merek dari Apa. Ini adalah Apacas Nox RGB 2* 16 atau 32 gig yang DDR5 6400. Kalau dari bentuknya sih ini enggak terlalu gaming-gaming banget. Ini masih bisa memberi banyak clearance ke komponen lain. Namun tetap punya aksen gaming RGB yang bisa diatur-atur lewat software motherboard atau ngikutin RGB bawaan headernya. Untuk supportnya, RAM ini juga udah support dengan Intel XMP 3.0 dan juga AMD Expo. SSD-nya kita juga memakai Apacer. Dan karena ini harganya lumayan murah, kita ambil yang 2 TB. Ini adalah seri yang Q4U, seri PCI Gen 4 X4-nya Apercer yang harganya enggak terlalu mahal banget, apalagi yang kapasitasnya 2 tera ini cuma R1,8 jutaan. Speed-nya juga lumayan kencang, bisa dapat 7.000 1000 MB/s dengan kapasitas 2 tera di bawah Rp2 juta itu menurut kita udah lumayan good deal. Karena waktu kita rakit PC R jutaan itu banyak yang suka dengan cooler CPU-nya. Kita pakai lagi nih OSPUS Iyota A40 yang digital. Ini cooler harganya cuma Rp300.000-an cuman ya estetiknya udah cakep banget. Digital info buat CPU temperature-nya itu bisa nambah ganteng PC rakitan kalian. Dan buat nampilin CPU temperature-nya di sini kita butuh sebuah software dari OCPUS-nya. Tapi ya software-nya itu simpel aja, cuma bisa ganti standar temperature-nya doang. Nah, casing-nya kita pakai salah satu brand yang baru nih. Nama brandnya adalah VBR. Kalau yang kita pakai kali ini namanya VBR M5. Dia itu casing micro ITX yang dimensinya cukup kecil dan ada gagang juga di atasnya yang bisa dicopot pasang kalau kalian enggak suka. Estetiknya sih lumayan oke. Pertama gua lihat gua kira ini casing tough gaming yang mahal tapi ternyata harganya enggak sampai Rp500.000. Bahkan di harga segini casing-nya udah punya USB 3.2 gen one type C di bagian depan. Jadi cocok sama motherboard yang kali ini kita pakai. Power supply-nya ada di bagian depan agar lebih komact. Jadi ini mirip dengan Cooler Master yang cube series. Untuk build yang kali ini kita juga enggak memakai SSD SATA sama sekali. Namun kalau kalian nanti mau pakai SATA SSD, kalian bisa pakai dua slot yang ada di belakang MOBO ini. Overall casing-nya bisa kita sebut dengan SBC lah atau small black case. Nah, karena casing-nya enggak include fan sama sekali, kita bakal pasang fan Osipus yang harganya itu enggak nyampai Rp40.000, tapi kita pasang sampai 5 biji. Di mana dua adalah intake dari bagian bawah, satu exhaus ada di bagian belakang dan dua lagi ada di atas untuk jadi exhaust juga. Jadi, airfow konsepnya itu kira-kira minus one lah. Nah, karena build kali ini kita juga enggak terlalu makan daya banget, kita bakal pakai PSU 650 watt dari FSP yang udah pernah kita pakai juga. Sayangnya ini enggak modular yang di mana ini agak ribet kabel management-nya di dalam casing kecil dan bisa ngerusak estetik di dalam casing-nya. Jadi, kalian harus hati-hati dalam kabel management. Utamakan pakai casing yang masih luas dengan ruang kabelnya. Nah, baru kita akan masuk ke prima Dona dari PC-nya atau komponen yang paling mahal yaitu GPU. Dengan budget R jutaan, kita akan pakai RTX 5060 Ti yang V RAM-nya itu sampai 16 gig. Yang kita pakai kali ini dari merek Asus dan ini adalah yang Prime series. Dia hanya memakai 1 * 8 Power PIN aja, jadi enggak perlu 12 VHPWR. Buat desainnya menurut gua yang prime build PC kita yang sekarang yaitu small black computer. Tapi performanya sih harusnya udah yang BBC atau big black computer. Saat merakit PC ini, beberapa hal yang jadi kendala buat kita ya kurang lebih di cable management aja sih. Karena ini kan adalah form factor yang kecil ya. Jadi ada aja gitu kabel yang kurang atau yang terjadi saat masang fan. Karena fanasis yang mau dipasang itu ada lima. Sementara fan header mobonya cuma ada tiga termasuk CPU fan. Jadi kita pakai fan splitter yang ujungnya itu empat. Jadi empat pakai fans splitter dan satu lagi itu enggak pakai fan splitter. Seharusnya sih karena di build PC ini gua sengaja enggak mau nyalain RGB fan-nya alias RGB fan-nya itu enggak nyala. Ini masih termasuk aman. Beberapa kabel sisaan power supply juga kita taruh di bagian belakang. Untungnya bagian belakang dari casing-nya juga masih agak luas. Tapi kalau dilihat dari depan, ada banyak kabel-kabel yang menjuntai. Jadinya palingan kalau mau nutupin berantakannya itu pakai VGA aja. Buat dapetin skor maksimal dari benchmark kita, kita aktifin dulu AMD Expo profile dari BIOS. Dan bisa kalian tebaklah dari layout BIOS-nya ini mirip banget dengan Asus Prime Series. Jadi kita simpulkan kalau Ayaya ini adalah special edition-nya Prime Series. Nah, setelah kita omongin panjang lebar tentang rakitnya, gimana nih dengan performanya? Ternyata Ryzen 7 8700F yang kali ini kita pakai itu punya performa yang lumayan loh di kelasannya. Dia lebih kencang dari Ryzen 7 5800X3D dan ada di bawah Ryzen 700X persis. Awal mula yang bagus buat yang pertama kali mau nyemplung ke AM dan harganya cuma di R,5 juta. GPU-nya juga udah lumayan oke. Skornya udah di atas 4060 ataupun 4060 Ti hampir 40%. Hanya aja memang performa segini hanya bisa didapat dengan harga yang juga 50% lebih tinggi. Agak suek lah ya Nvidia sekarang price to performance ga-nya. Lalu di gaming, karena full HD kerasa terlalu easy peasy buat GPU ini, kita akan pakai resolusi 2K aja buat testingnya. Sekalian kita mau kasih lihat juga data yang lumayan banyak mulai dari pakai multi frame generation, frame generation doang sampai enggak pakai frame gen sama sekali. Di beberapa game triple A, frame rate yang lancar itu hanya bisa didapetin saat frame gen-nya itu dinyalakan. Contoh Spider-Man 2 walaupun bisa dapetin sampai 172 FPS di frame kali 4 dan 104 FPS di frame g yang biasa. Tapi saat frame game-nya dimatikan itu hanya dapat 48 FPS saja. Indiana Jones juga bisa sih dapat 90 FPS saat enggak pakai frame ge. Tapi sekalinya frame g-nya itu dinyalakan bisa lebih dari 100 FPS. Doom The Dark Ages juga cuma dapat 87an FPS tanpa frame ge. Sementara kalau frame yang kali 4 itu bahkan bisa sampai 200-an. Hogws Legacy juga sekalipun bisa dimainkan di 160 FPS namun frame rate aslinya cuma 48 fps. Nah, kalau Monster Hunter Wilds ya kalau mau dimainkan di 100-an FPS mesti nyalain frame gua. Cyberpunk pun sebenarnya dapatnya itu di bawah 60 fps loh kalau kita gak pakai frame g. Black Myth Wukong juga bahkan gak bisa dimainin di rate tracing medium kalau enggak pakai frame gun. Terakhir buat waves. Kalaupun kita matikan frame game-nya, untungnya masih bisa dapat 68 fps. Sementara untuk frame ga-nya bisa dapat sampai 96 fps. Kesimpulannya saat gaming sebenarnya GPU ini raw performance-nya biasa aja bahkan tergolong underpowered. Yang bikin spesial ya di LSS dan frame game-nya itu yang bisa menaikkan frame rate sampai dua atau tiga kali lipat. Tapi kalian harus ingat ya ini mumpung videonya bukan sponsoran Nvidia gua spill aja. Kalau kalian pakai multifame generation, pastiin kalau frame rate native dengan DLSS-nya itu lebih dari 60 fps. Kenapa? Karena penggunaan frame gik input latency juga. Dan terkadang apalagi yang namanya multiframe ga, ada graphic glitch yang di mana akan mengurangi rasa impresif saat kalian bermain game, terutama game triple A. Lalu kalau buat penggunaan kreatif gimana, Bang? Menurut kita PC-nya masih lumayan mantap kok di Adobe Premiier Pro ya. Render video 4K H265 10 bit itu bisa di bawah 4 menit. Sementara buat 3D design di Blender itu kita pakai barberhop pakai optik cuma 1,5 menitan ya buat dipakai sama pekerja kreatif. Spek segini sih harusnya udah lumayan lah ya. Dengan airflow yang tadi kita udah jelasin, ternyata suhu dari CPU-nya ini lumayan loh. Pas full load cuma mentok di 85 derajat aja dan stabil di sekitar 68 sampai 72 derajat. Sementara GPU-nya juga adem di 74 sampai 78 derajat aja. Lalu kenapa ini bisa adem? Apakah karena casing-nya bagus atau memang fannya ada banyak aja? Enggak juga. Karena power usage dari prosesor dan GPU-nya itu rendah banget. Kalau prosesor dia gak sampai 100 watt. Bahkan pas main game cuma stabil di 50 sampai 60 watt aja. Sementara GPU-nya juga cuma mentok di 180 wat. Yang menjadikan total sistem ini cuma sekitar 270 sampai 300 wat saat gaming. Dan kalau idolnya cuma 70 sampai 80 watt aja. Jadi masih banyak headroom buat upgrade buat mengatur fans speed dari kelima fan yang tadi kita udah pasang. Untungnya OCUS juga menggunakan PWM Controller semua. Jadi bisa diatur semuanya di armory Crate. Dan buat suaranya saat standar suaranya itu hampir enggak kedengaran sama sekali. Sementara saat full speed dia lumayan kedengaran. Secara total harga dari PC rakitan kita kali ini adalah sekitar Rp18 juta. Dan buat di harganya menurut gua ini udah cukup worth it mengingat kita pakainya kan RTX 50 series ya. Dan RTX 50 series itu masih mahal-mahalnya alias belum turun. Dan kalau misalnya kalian ada yang minat untuk build PC yang mungkin mirip atau yang sama persis kayak kita, ada beberapa hal yang bisa diefisienkan. Yang pertama itu kapasitas SSD-nya bisa diturunin dari 2 TB ke 1 TB. Kalau kalian memang belum butuh, itu bisa efisien sekitar R800.000 lebih. Dan yang kedua itu bisa mengganti VGA-nya dari 5060 Ti Prime ke 5060 Ti Zotak yang harganya jauh lebih murah. Dan yang ketiga bisa juga ganti motherboard-nya ke yang di bawah R jutaan. Walaupun mungkin fitur-fiturnya enggak enggak sebanyak yang AYW punya. Dan kalau misalnya kalian mau mencari motherboard yang ideal buat build kayak gini, sebenarnya kalau bisa milih gua pengen pakai Gigabyte yang DS3H sih. B850M DS3H itu punya PCI 5.0 yang di mana itu cocok dengan 5060 TI-nya. Sementara yang kita ini masih 4.0. Jadi ya mungkin ada sedikit e penurunan performa yang kita gak tahu sih berapa, tapi ya mungkin lebih optimal pakai PCI i5 lah ya harusnya. Dan juga untuk Gigabyte DS3H punya 4AT slot RAM yang di mana di sini cuman dua yang berarti kita bisa upgrade sampai 64 gig kalau nanti ada duit lagi. Jadi ya opsi upgrade-nya lebih banyak lah. Sementara untuk PC build kita kali ini yang gua enggak sukanya itu adalah yang pertama antena Wii-nya Asus. Sayangnya masih yang jadul. Jadi ada sirip di atas PC build-nya. Dan yang kedua itu adalah upgrade RAM-nya itu kurang cuman dua slot doang. Dan yang ketiga dia masih PCI E4 di mana sayangnya kita udah pakai RTX 50 series yang udah pakai PCI Gen 5. Tapi secara overall kalau kalian mau main beberapa game triple A sekarang di resolusi 2K dengan frame rate yang mungkin ya agak sosow ini masih bisa menjadi salah satu pilihan yang terbaik. Tapi balik lagi seperti yang tadi kita bilang, performa raw-nya sebenarnya gak terlalu bagus-bagus banget. Cuman dia spesial di ya multiframe generation itu aja. Dan multiframe generation itu akan bergantung sama kompatibilitas game-nya. Ada yang frame gennya bagus, ada juga yang frame gen-nya malah glitchy. Yait tergantung ke game yang kalian pilih juga sih. Jadi, paling itu aja sebenarnya video kita kali ini. Menurut kalian harusnya apa sih yang bisa kita improve lagi di build PC yang kali ini?

Lihat di YouTube