Jungkat

RAM 16 GB, Prosesor Intel Core Ultra, Harga Cuma 9 Jutaan?! Review ADVAN AI Gen Ultra T (YouTube Video)

  • 26/06/2026

Di saat laptop lain dengan harga serupa dijual dengan RAM 8 GB, laptop brand lokal 1 ini masih berani langsung ngasih RAM 16 GB. Bahkan dia pakai RAM LPDDR 5 dan langsung dual channel. Jelas kencang ya, langsung siap pakai, enggak perlu upgrade-upgrade lagi. Prosesor juga kekinian pakai Intel Core Ultra 5. Ya, yang lebih menariknya lagi layarnya udah support touch screen. Mau scrolling dokumen atau nge-zoom tuh jadi gampang banget. Harganya masih mirip seperti sebelumnya di R jutaan aja ya. Ini adalah Advance AI Gen Ultra T. Oke, laptop satu ini adalah laptop terbaru dari seri Advance AI Gen keluaran 2026. Walaupun harga laptop tahun 2026 ini pada naik ya, tapi Advance itu masih bisa menawarkan sebuah laptop dengan RAM 16 GB di harga Rp9 jutaan. performanya juga masih mantap untuk kelas harga segini karena emang laptop satu ini ditujukan untuk pengguna yang butuh laptop untuk kegiatan produktivitas ya seperti buat kerja ngetik-ngetik atau buat sekolah, buat kuliah gitu ya. Oke, udah penasaran dengan laptopnya? Mari kita bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk pressor dia pakai Intel Core Ultra 51. Code name-nya adalah Meteor Lake. Litografinya Intel 4. Iya, bukan 7 atau 10 atau 14 n bukan, udah empat ya di sini ya. Total core-nya ada 8 core dan 10 thread yang terdiri dari 2 performance core, 4 efficient core, dan 2 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,2 GHz dan kapasitas cash memorinya itu 10 MB Intel Smart Cash. Untuk NPU-nya ada loh dia pakai Intel AI Boost ya karena dia prosesor meteorlex jadi otomatis dia punya NPU dengan performa sekitar 11 tops. Nah, kalau dikombinasikan dengan CPU dan IGP-nya performanya jadi up to 21 tops. Nah, untuk integrate graphics dia pakai Intel graphics ya. Ini punya 3X Course. Untuk RAM-nya itu adalah 16 GB LPDDR5 4800. Memang karena menggunakan LPDR5 jadi RAM-nya ini enggak bisa di-upgrade karena udah solder. Tapi ingat laptop 1 ini harganya cuma R jutaan. Jadi ini sangat wajar wajar banget atau bahkan ya udah berlebihan ya 16 gig di sini ya. Untuk storage-nya ada di 256 GB SSD M.2 NVME PCI Gen 3x4. Di sini masih ada satu slot SSD M2 tambahan ya. Jadi kalau mau upgrade enggak perlu ganti SSD yang terpasang. Untuk wireless dia pakai Realtech 8821CE. Ini udah support Wii 5 dan Bluetooth versi 5. Baterainya kapasitasnya ada di 54 wath. Untuk OS dia pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body factornya adalah clim shell atau laptop classic. Materialnya ini kombinasi logam dan polikarbonat. Untuk Rp9 jutaan saya ini udah mantap ya. Untuk warna e untuk unit yang kami uji ini warnanya dark blue dan ada satu varian lain yaitu yang dark grey. Nah, untuk desain laptop satu ini memiliki desain yang simpel profesional mirip seperti Advance AI Gen yang sebelumnya pernah kita review. Desain C body laptop ini juga terasa baru ya, terlihat curve yang membuatnya terasa lebih slim aja. Dan seperti biasa kita bisa temukan logo Advance di bagian cover atas laptopnya. Untuk dimensinya panjang 31,1 cm, lebar 21,7 cm, dan tebalnya 1,77 cm. Bobotnya ada di 1,24 kg. Sementara bobot chargernya ada di 232 gr. Ini adalah charger 45 watt dengan desain adapter yang menyatu dengan colokannya. Jadi kalau dibawa semua dengan chargernya itu adalah 1,47 kg. Nah, untuk display ini layarnya menggunakan panel IPS dengan ukuran 14,1 inci. Resolusinya full HD plus atau lebih tepatnya 1920 * 1200 pikel. Jadi, aspek rasionya ada di 16 bing 10. Refresh rate-nya itu standar aja ya, 60 Hz. Nah, dari pengujian kami tingkat cecaran maksimalnya itu ada di 308 nitz. Untuk gamut coversnya ada di 58,4% sRGB dan gambut volume di 58,5% sRGB. Walaupun ini belum 100% sRGB, tapi ya udah bisa L ya kalau mau dipakai untuk kegiatan content creation. Karena paling enggak dia udah pakai layar FPS yang warnanya konsisten. Kalau emang butuh akurasi warna, kalian bisa nambahin aja monitor eksternal. Jadi sesuai kebutuhan aja ya. Nah, untuk permukaan layar ini adalah matte. Jadi tetap nyaman digunakan tanpa ada banyak bayangan yang mengganggu. Dan seperti yang tadi disebutkan di awalnya layar ini udah support touch screen. Jadi mau scrolling dokumen, scrolling website atau zoom in gambar itu jadi mudah banget di sini ya. makin cocok disebut sebagai laptop produktivitas ya. Walaupun bukan yang paling tipis, bingkai layarnya sudah tergolong tipis untuk sebuah laptop di kelas harga segini. Uniknya, angsel layar laptop ini dapat dibuka lurus hingga 180 derajat. Jadi, ini akan lebih aman dari resiko rusak akibat terdorong serta memudahkan kita juga kalau kita mau menunjukkan isi tampilan layar ke lawan bicara yang tepat berada di depan kita. Untuk Bigas memang sedikit tebal, tapi seperti biasa karena ada webcam di area tersebut. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya, laptop yang saat ini dilengkapi dengan kamera beresolusi 720p 30 fps. Dan walaupun sudah dilengkapi dengan NPU, sayangnya kamera ini masih belum mendukung Windows Studio Effect, ya. Ya, walaupun kamera 720p, kualitas gambarnya udah tergolong oke ya. Warna terlihat cukup natural. Buat meeting udah cocok lah ya. Yang penting pastikan aja kalau mau gambarnya bagus itu ya pakai kameranya di ruangan dengan pencahayaan yang memadai tentunya. Untuk mikrofon ini terletak di samping kamera dan memang belum dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Meski demikian, suara kami masih bisa didengar dengan cukup jelas dan tidak tertutup oleh suara noise sekitar. Nah, untuk pengujian kamera dan mikrofon yang kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Advance yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalanan lagi ramai ya. Dan untuk noise-nya sendiri ini masih masuk ke mikrofon laptop ini. Tapi setidaknya suara saya bisa terdengar cukup jelas di mikrofon laptop yang satu ini. Oke, sekarang kita uji kemampuan kamera dari laptop Advance yang satu ini di kondisi cahaya studio yang memadai. Untuk kameranya sendiri ini bisa merekam video up to 720p 30 fps di rasio 16 banding 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini sebagai catatan buat kalian yang mau hasil perekaman videonya itu optimal, pastikan kalian merekam video di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai. Untuk sistem audio, laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker yang terletak di sisi kanan dan kiri laptop. Ini mengarah ke alas laptop, ya. Nah, untuk kualitas suaranya itu standar speaker di kelas harga segini sih. Kalau mau lebih mantap bisa langsung pakai earphone atau headphone tambahan aja. Nah, untuk konektor di kiri ada satu cancing turn lock, ada satu DC in, ada satu USB type C yang support power delivery, data transfer, dan display output. Kemudian ada satu HDMI dan ada satu USB 3.2 gen type E yang 5 GBPs. Di sisi kanan ada satu micro SD card leader, satu audio jack combo 3,5 mm, dan ada dua USB 3.2 gen one type A yang 5 GBPS. Nah, untuk keyboard-nya ini masih punya desain yang khas laptop Advance ya. Dan tombol-tombolnya ini terasa sangat solid untuk saat digunakan mengetik. sudah cukup nyaman yang satu ini. Untuk tombol anak panah atas dan bawah itu punya ukuran setengah dibandingkan tombol lainnya. Dan untuk tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan ini tidak tersedia di keyboard ini. Keyboard ini juga dilengkapi dengan backlit putih dengan dua tingkat kecerahan. Tingkat kecerahannya ini bisa diatur dengan tombol function plus huruf F9. Nah, untuk touchpad-nya laptop ini menggunakan resistance touchpad yang terletak sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar. Oh, sementara untuk sistem pendinginnya, laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu buah kipas dan satu buah heat pipe. Intake-nya dari bawah dan exhaust ke arah belakang. Nah, sekarang kita lihat aspek performanya. Karena ini menarik ya, di laptop ini Advance menyediakan opsi mode performa yang dapat diakses dengan menekan tombol function plus huruf X. Tapi uniknya mode performa ini tidak ada software-nya, hanya ada shortcut di keyboard-nya aja. Optinya ada tiga, tapi saat kita ubah mode performanya, kita hanya melihat icon mode performa tanpa ada nama resminya. Jadi ini kita beri nama yang umum ada di laptop ya. Optinya adalah silent atau quiet, lalu balance dan ada yang performance. Oke, sekarang kita lihat konsistensi performanya pakai SBZ R23 stability test. Pertama kita cek dulu skor maksimalnya ya. Di mode balance skornya mencapai 3.241 poin dan di mode performance skor terlihat lebih tinggi ya mencapai 5.388 poin. Sedangkan untuk skor yang bisa pertahankan di mode balance skor bertahan di kisaran 3.001 sampai 3.200-an poin. Sementara di mode performance skor itu ada di kisaran 5.100 sampai 5.200-an poin. Oke, lalu bagaimana performanya kalau kita lepas dari chargernya? Nah, saat charger dilepas kita jadi tidak bisa mengakses mode performance ya. Jadi kita hanya bisa ngetes di mode balance aja. Nah, di moda balance skor terlihat sedikit lebih tinggi dengan performan maksimal di 3.708 poin dan skor yang bisa dipertahankan ada kisaran 3.400 sampai 3.500-an poin. Nah, untuk SU kerjanya, nah di bod balance suhu sempat spike sekali di awal ke 80 derajat celcius, tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 58 sampai 65 derajat celcius. Sedangkan di mode performance juga terlihat aman di kisaran 67 sampai 76 derajat celcius. Oke, langsung aja kita sikat. Sekarang kita pakai Adobe Premiere Pro CC 2026. Kita tes pakai video 5 menit yang biasa ya. Dan karena dia adalah laptop kelas entry level, jadi kita pasang resolusi 1080p 60 fps saja. Hasilnya video berhasil diekspor dalam waktu 7 menit 51 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan eh video exporting ini suhu sp kisaran 70 sampai 77 derajat celcius. Oke, kita lanjut ke Dainci Resoft 20.1. Software video class profesional tapi ini versi gratisnya. Kita masih pakai video yang sama 1080p 60 fps dengan durasi 5 menit. Hasilnya video berhasil diekspor dalam waktu 12 menit 29 detik. Untuk suhu kerjanya persat melakukan video exporting SUP sempat spek di awal proses eksport ke 88 derajat celcius tapi kemudian turun dan bertahan kisah 75 sampai 77 derajat celcius. Jadi masih aman banget. Oke kita lihat kalau pakai capcut video editor ya kita pakai video 1080p 60 fps durasi 5 menit lagi. Nah ini kita bisa eksport lebih cepat ya di 6 menit 22 detik. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan video exporting, SU CPU sempat spike di awal ke 90 deraj celcius tapi kemudian langsung turun dan bertahan di kisaran 75 sampai 80 derajat celcius. Jadi saran kami kalau mau ngedit-ngedit di laptop yang satu ini yang 1080p 30 fps itu enggak rendah loh. Kita juga pakainya segitu kok. Oke, walaupun ini adalah laptop produktivitas, ee kita juga tentunya akan ngetes saat ini digunakan untuk gaming dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [musik] Oke, sekarang kita lihat ya dengan Gensin Impact kita mainkan selama 30 menit su kerjanya bagaimana. Di sini kelihatan bahwa suhu CPU itu sangat aman di kisaran 60 sampai 62 derajat Celcius. Nah, untuk suhu permukaan untuk titik terpanas ada di area pojok kanan atas di dekat lubang ekha derajat Celcius. Tapi wajar namanya juga lubang pembuangan udara panas ya. Nah, kalau untuk area keyboard itu seluruhnya aman banget. Untuk area keyboard terpanas tuh di dekat tombol F8 ke F11 dan ini pun hanya mencapai 35 derajat celcius. Area tengah ada di bawah 34 derajat Celcius. Ada kiri dan kanan juga terlihat sangat aman di bawah 32 derajat celcius. Sementara kalau pamres itu dingin di bawah 30 derajat celcius. Oke, kita lihat kecepatan storage-nya dengan kristal dismack kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.413 MB/ dan tulisnya ada di 2.208 MB/ SSD kapasitas 256 GB ini udah tergolong kencang banget. Oke, sekarang kita lihat dari tahan baterainya. Seperti biasa kita tes di mode balance berat 150 unit dengan volume 25%. Hasilnya saat digunakan untuk video playback 1080p, baterai habis setelah 10 jam pas. Walaupun ini bukan yang paling awet ya, tapi untuk laptop di kelas harga Rp jutaan ini sudah oke banget, udah bisa banget dipakai kerja seharian. Ya, sekarang kita lihat charging-nya seperti apa. 30 menit pertama baterai terisi di 31%. Sementara untuk mencapai dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 20 menit. Sudah ok lah ya. sedikit lebih lama dari harapan kami, tapi cuman bablas 20 menit dikitlah enggak masalah ya. Oke untuk harga dan garasnya dari tadi kita sebut-sebut harganya di Rp9 jutaan ya tepatnya Rp9.799.000 dan ini sudah mencakup Windows 11 Home dan garansi 2 tahun ya 2 tahun resmi dari Advance Indonesia. Oke kita masuk dalam hal yang perhatikan. Pertama perhatikan ya bahwa kapasitas SSD-nya itu 256 GB. Tapi wajar ya mengingat semua harga memori volatile dan non volatile itu naik ya. Bahkan UFS juga naik semua harganya. Yang penting sih kalau mau nge-upgrade sudah disertai slot M.2 tambahan juga di sini. Kalau buat kami sih kapasitas gini sebenarnya enggak terlalu masalah ya. Ee tinggal langganan cloud store saja mungkin ya. Bisa jadi alternatif kalau kita mau nambah-nambah SSD kemahalan rasanya. Nah, layar ini juga belum 100% SRGB. Tapi untuk kelas harga segini lagi-lagi masih bisa dimaklumi untuk tahun 2026. Karena kalau toh kita butuh akurasi warna yang lebih, kita bisa pasang monitor eksternal yang akurasi warnanya lebih baik. Jadi, masih ada solusinya. Kemudian masih belum dilengkapi dengan Microsoft Office ya. Walaupun demikian, saat pertama kali kita nyalakan laptop ini sudah terinstal WPS Office. Kalau enggak cocok sama WPS Office dan pengin instal Microsoft Office bisa tapi beli sendiri ya. Nah, dari sisi menariknya walaupun bukan yang paling kencang tapi prosesor yang dipakai di sini sudah termasuk kekinian loh. Dia punya 8 core 10 trad. Udah asik buat multitasking ringan dipakai buat ngetik-ngetik. Bikin PowerPoint untuk presentasi atau sekedar browsing internet udah mantap banget ini ya. Dipakai buat gaming tipis-tipis juga ternyata masih bisa. mengertiin foto atau video. Nah, kalau video 1080p 30 fps udah bisalah di sini. Suhu kerja juga tergolong aman walaupun dipakai buat kerjaan yang berat. Kapasitas RAM langsung 16 GB LPD dan 5 dual channel udah cukup kencang ya, lega dan siap pakai. Layarnya juga ada support touch screen keren ya. Konektornya juga lengkap punya USB type C full function HDMI ada ya sampai micro SD slot juga ada. Dengan semua konektornya kita bisa nambah dua monitor tambahan. Jadi total kita bisa kerja pakai tiga monitor. Kemudian material cover atas itu dari ban aluminium. Jadi terasa lebih premium aja. Dan garansi Advance itu sudah 2 tahun resmi dari Advance Indonesia. Jadi Advance AI Gen Ultra T ini cocoknya buat siapa? Nah, buat kalian yang nyari laptop produktivitas ringan dengan harga yang relatif terjangkau, yang satu ini mantap. Apalagi layarnya udah touch screen buat pelajar, mahasiswa, guru, atau pekerja kantoran yang butuh laptop untuk ngetik presentasi dan browsing. Wah, ini cocok banget yang satu ini. Mau dipakai buat ngedit-ngedit video 1080 p/30 juga udah oke. Kalau butuh akurasi warna bisa pakai motor eksternal, aman ya. Untuk pengguna rumahan yang butuh laptop sebagai sarana hiburan untuk konsumsi konten seperti nonton, browsing, gaming ringan, ini juga oke. Atau kalian ada yang nyari laptop di bawah R10 juta tapi RAM-nya langsung 16 GB. Ini udah langsung 16 GB LPDR 5 pula enggak perlu upgrade lagi. Intinya salut sih sama Advance ya. Karena walaupun harga RAM dan storage naik tinggi ya, laptop yang satu ini bisa tetap mempertahankan harga yang sangat menarik untuk spek yang seperti ini. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop tin and light yang langsung siap pakai. Rasanya Advance AI Gen Ultra T yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan. terutama kalau dicari adalah yang harganya di bawah Rp10 juta. rup

Lihat di YouTube