Jungkat

RAM 32 GB "Hemat"? Handheld Aja! - MSI Claw 7 AI+ A2VM (YouTube Video)

  • 13/01/2026

Di antara ramainya perkonsolan saat ini, jangan lupa bahwa MSI punya dua opsi hands dengan hardware dari tim biru. Membuka tahun 2026 yang kelihatannya semua harga barang bakal naik drastis gara-gara krisis RAM dan SSD. Di mana 32 gig per video ini dibuat harganya bisa nyentuh R jutaan. Mungkin inilah kesempatan terakhir check out handhal yang paling cocok dengan kebutuhan dan preferensi. Saat ini MSI lagi ready stock dua tipe handheld, yaitu Clow 8 model baru lebih besar yang sempat kita bahas di awal tahun dan Clow 7 AI Plus yang merupakan refresh dari model kelurahan 2024. Apakah dengan adanya Chl 8 bikin Close 7 otomatis obsolid? Tentu enggak karena Close S masih ada sebagai opsi lebih terjangkau sekaligus lebih kompact tapi sama-sama pakai chip Intel Core Ultra 7200V series alias Lunar Lake yang terkenal efisien danpu kencang. Secara desain sebenarnya Clow 7 terbaru ini masih identik sama Close 7 keluaran tahun lalu. Bahkan secara kapasitas baterai dan rasio layar pun sama persis. Dibandingin Cloud 8, jujur gua lebih senang sama Clow 7 ini yang terasa lebih kompact dan enak dipegang. Meski touch screen IPS level masih 16 b 9, enggak 16 bing 10 ya kayak rata-rata handheld lain, ini masalah preferensi aja. Karena tahu mayoritas UI game desktop lebih optimal untuk rasio 16 bing 9 selayaknya monitor gaming. Refresh rate 120 Hz VRR jadi dijamin lebih efisien baterai saat di menu atau saat lagi enggak main game. Also, dual speaker front firing seperti biasa suaranya kencang dan clear. Tanpa headset pun rasanya imersif. Konektivitas lengkap. Di atas ada combo audio jack, tombol power gabung fingerprint, slot micro SDXC, dan yang terpenting dua USBC Tobolt 4 full function yang mastiin kalian bisa colok monitor sambil ngecas via satu kabel atau bahkan nambah GPU eksternal kalau perlu. By the way, kalau kalian ambil yang paketan Superpack, kalian dapat docking station bernama MSI Nest yang secara praktis bisa bikin close 7 jadi mini gaming PC, nambah port USBC, Land port 2 USB A 3.2, dan HDMI dengan hanya nyolok satu kabel thunderboltor. Adaptor yang dibandling pun udah 100 watt, dapat cloud travel case gen 2 yang keren. Dan enggak lupa screen protector temper glass yang bisa kalian pasang sendiri. Pas lagi enggak dipakai buat clow, ini docking station juga bisa dipakai buat HP yang support display output. Oke, langsung aja kita bahas apakah dari sisi gaming ada improvement apa enggak. Seperti yang udah disebut, MSI udah ngasih ergonomic dan grip yang oke, analog stick dan trigger hole effect yang sensitif, tahan lama dan nyaman membuatnya enak dipegang mayoritas tangan cewek maupun tangan cowok. So, improvement terbesar yang kami expect dari Close 7 AI Plus adalah GPU Intel Core Ultra 200 V series dengan Intel Arc 140V yang lebih ngebut dan efisien dibanding core ultra generasi pertama sekaligus RAM 32 gig LP DDR5 on package. Bayangin aja kalau kalian rakit PC sendiri, beli RAM DDR5 32 gig aja sekarang udah nyentuh R jutaan ke atas. Jadi saat ini harga Rp2 juta udah siap main game lengkap dengan OS, monitor, dan controller udah pasti worth it sebagai console portable yang bisa berfungsi ganda sebagai mini gaming PC yang sekalian bisa dipakai kerja juga. Chip Intel Core Ultra 7258V yang dipakai di sini tentu di tuning maksimal untuk ngasih performance GPU dan efisiensi daya terbaik. Dan bisa dilihat secara raw performance graphics boleh diadu kok sama Xbox L yang pakai Ryzen Z2 Extreme berisi Radeon 890 M. Namun secara CPU lebih comparable sama Ryzen Z2 Go. Tapi okelah, kita udah sering bahas prosesor ini buat dipakai ngedit video dan render 3D performanya gimana. Jadi kita langsung coba aja main beberapa game. Untuk main sebagian besar game, terutama yang udah support XISS tentu lancar jaya di settingan low hingga medium 720p atau 1080p. Apalagi mainin game-game yang udah optimized buat hand macam Taen 8 dan Ace Combat yang lagi rajin gua mainin gara-gara stream sale. Ya, menurut kami di layar sekecil 7 inch gini resolusi 720p aja udah enak. By the way, optimisasi driver ARC buat mayoritas game udah makin oke. Jadi, no worries. Selama gaming, kami pakai setting custom di set 15 watt PL1 dan 38 wat PL2. Alhasil, sistem dual fan ini benar-benar senyap dalam konteks handheld. Adam-adam aja setelah dipakai main sejam lebih, improvement penting dibanding close 7 generasi pertama yang dulu kipasnya harus muter lebih kencang buat ngejar frame rate yang sama. Di sini MSI kelihatan udah makin sukses mengintegrasikan prosesor Intel ke dalam sebuah konsole handheld. Dalam segi battery life pun rasanya improve. Gua bisa main WA atau Ace Combat selama hampir 3 jam sampai baterai habis di mode endurance atau up to sekitar 12 jam playback YouTube di browser. Tapi balik lagi ya, tergantung kalian main game apa. Kalau mainnya game enteng macam Brawl Halala atau Stard Valley harusnya bisa jauh lebih lama dari 3 jam. Tapi jujur 2 sampai 3 jam itu cukup kok buat skenario usage orang yang suka pengin main game sambil nunggu klien, commute di bis atau nongkrong di cafe. Karena at least buat gue di rumah dan di studio toh biasanya akan nyolok ke charger atau langsung ke monitor buat dipakai sebagai mini PC. Di sisi lain, MSI Center M juga udah makin oke UI-nya, lebih responsif dan so far belum ketemu bug aneh-aneh. Satu lagi bonus info, semua tipe clow udah support Xbox full screen experience dan bisa booting ke mode ini secara default jika emang mau fokus dipakai sebagai console Xbox Game Pass. In the end, ketika kalian beli handheld windows, sebenarnya kalian beli sebuah mini PC yang bisa dipakai main game desktop kapanpun dan di manapun. Ketika ditambah docking station, keyboard, dan mouse portable, apalagi punya monitor USBC di rumah dan di kantor. MSI clore realistis aja kok kalau mau dipakai sebagai satu-satunya PC yang kalian punya. CPU mumpuni, punya NPU, punya salah satu IGP paling kencang yang pernah ada. Lalu menariknya nih opsi RAM 32 gig yang rada-rada mustahil jika kalian dapetin saat ini dengan rakit PC sendiri di harga yang sama. Bahkan brand sebelah aja yang jual handheld pakai nama Xbox, RAM-nya sementara mentok di 24 gig doang. Oke, itu aja soal MSI Close 7 AI plus A2VM. Pokoknya silakan mendang mending di komentar. Gue Mike. Sampai jumpa di next video

Lihat di YouTube