Jungkat

Rasanya pake HP 3 jutaan terbaru Samsung... | Review Galaxy A17 Indonesia (YouTube Video)

  • 08/10/2025

smartphone yang kayaknya gak bakal masuk radar buat kau mendang-mending. Smartphone yang mungkin bakal dibilang kurang value for money. Ini dia Samsung Galaxy A17. Memang ada beberapa hal yang bikin gua bilang HP R3 juta kok kayak gini. Tapi ada beberapa hal lain yang juga bikin gua bilang HP Rp3 juta kok bisa kayak gini. [Musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua, Romi. Untungnya di setiap paket penjualan A17 ini kita udah dibandling sama tambahan kepala charger 25 watt. Di paket penjualannya juga masih dikasih kabel USB C2C. Tapi sayangnya untuk casing dan anti goresnya harus beli sendiri. Secara garis besar desainnya sih ini udah Samsung banget lah ya. Yang gua pegang ini adalah warna biru dan ada dua pilihan warna lain, ada hitam dan juga abu-abu. Untuk birunya ini biru muda ya dengan finishing e matate dan dia aman dari ceplakan si dik jari jadi enggak gampang kelihatan kotor. Gua suka look-nya yang ini terlihat clean, simpel dengan bum kamera yang bentuknya pils memanjang ya. Ini sudah jadi ciri khas Samsung banget ya. Pinggir-pinggirnya itu flat aja. Untuk frame-nya juga flat dengan ada lengkungan di setiap sudut-sudutnya. Di bagian kiri ada dual sim tray hybrid. Di kanan ada tombol power yang jadi satu dengan fingerprint dan juga ada tombol volume. Di bagian ini terlihat ya kalau frame-nya ada bum sedikit gitu ya. Di bagian atas ada satu mikrofon dan di bawahnya ada satu mikrofon. Ada port USB type C dan juga ada grill speaker. Overall HP ini termasuk gede ya. Panjang 16,4 cm, lebar 7,7 cm. Tetapi handle-nya masih termasuk Airna karena tebalnya cuma 7,5 mm dan bobotnya 190 gr. Terus ada sertifikasi IP54 juga. Samsung Galaxy A17 ini dia pakai chipset e legend Helio G99. RAM-nya 8 GB, storage 128 GB, dan bisa diekpand pakai micro SD up to 2 TB dengan mengorbankan satu slot SIM card-nya. Software-nya dia pakai One UI versi 7 berbasis Android 15. Walaupun kayaknya kita semua ini udah tahu performa Helio G99 itu kayak gimana, tapi gua tetap jalanin beberapa benchmark ya di Antutu yang versi terbaru 11.0.3. HP ini berhasil dapetin overall score R521.000-an, CPU score R220.000-an, dan GPU skor-nya ada di R3.000-an. Lanjut di 3D Mark Wild Llife stress test. Stability-nya dapat 99,4% selama running 20 kali loop. Baterai berkurang sebanyak 4% aja dengan kenaikan suhu sebanyak 3 derajat celcius aja. Mantap banget. Terakhir di Geekbench untuk skor single core 725 poin, multicore 1996 poin. Gua juga running GPU benchmark di API Open CL dapat 1292 dan API full dapat 1315 poin. Dari hasil benchmark-nya e gua juga setuju kalau skornya ini sedikit lebih rendah dari kebanyakan HP yang harganya Rp3 jutaan. Tapi buat main game ringan kayak Clash Royale di settingan high, frame rate high itu masih aman banget. Satu lagi game yang juga gua coba ya iseng-iseng mainin di HP ini, Mobile Legends. Di sini gua setingannya ada di map quality ultra, effect ultra, frame rate super, dan resolusi HD masih bisa jalan dengan enak ya, bisa dilibas dengan nyaman. Ya, gua akuin memang ada sedikit frame drop tapi benar-benar minor banget dan sama sekali tidak mengganggu. Dan ini baru kejadian kalau kita mainnya udah agak lama ya di atas 30 menit. Untuk suhu pas nge-game juga ini masih aman terjaga. Paling cuma hanget sedikit aja HP-nya. Nah, untuk layarnya dia udah Super AMOLED 6,7 inci yang punya resolusi full HD, terus refresh rate-nya 90 Hz, color dep-nya 16 juta warna, pick brightness-nya di 800 dan udah dilapis sama Corning Gorilla Glass Victus Plus. Wow. Tapi bezelnya masih terasa lumayan tebal. Apalagi di bagian dagunya ya. Ini juga jadi PR buat Samsung ya. Terus ponyya ini pakai Waterrop. Jujur gua juga bingung kenapa Samsung hobi banget pakai poni water drrop di HP-HP kelas menengah ke bawahnya mereka. Nah, untuk kualitasnya sendiri sebenarnya terbilang tajam. Detailnya juga cakep. Kalau soal warna jangan ditanya lagi. Warna super AMOLED-nya Samsung itu vivit banget, pop banget, keluar banget buat dipakai di bawah trik matahari. Brightness-nya masih terasa cukup ya walaupun ya masih bisa dibilang ee pas-pasan, tapi masih okelah. Buat di YouTube dia belum support HDR, resolusi maksimalnya juga cuma di 1440p. Nah, buat di Netflix spesifikasinya dia udah white fan L1 tapi sayangnya juga enggak support HDR. Tapi ya layar Samsung ini udah kasih experience yang enak banget melebihi ekspektasi sebuah layar HP midrange untuk dipakai nonton film. Sayangnya speakernya ini masih mono ya walaupun harus diakuin suaranya memang lantang banget dan di volume maksimalnya juga suaranya masih bulat tapi ya tetap efek surround-nya jadi kayak terbatas ya kayak ada yang kurang aja gitu. Seperti yang gua singgung sebelumnya nih, UI-nya dia pakai One UI 7, Android-nya 15 dan waktu video ini dibuat security P-nya ada di Agustus 2025. Bakal dapat 6 kali update versi OS dan 6 tahun security update. Menjadikan HP ini kayaknya jadi satu-satunya HP R3 juta yang bisa dipakai jangka waktu yang panjang. Ini cocok banget buat kalian yang mau beli HP buat orang tua atau mungkin admin di kantor. Software-nya bakal aman. sampai beberapa tahun ke depan. Gokil. Nah, untuk biometric unlock dia punya fingerprint yang jadi satu sama tombol power. Speed unlocknya termasuk cepat. Ada face unlock juga tapi gua enggak merekomendasikan dipakai karena masih 2D jadi kurang aman. Apalagi kalau ada aplikasi perbankan di HP ini. Nah, untuk baterai dia punya kapasitas 5000 mAh yang selama gua pakai ini baru gua cas lagi di hari kedua. Speed charging-nya juga lumayan 25 watt. Saat ini pembelian HP ini udah termasuk batok chargernya ya yang 25 watt. Jadi aman enggak usah beli batok casan lagi. Sekarang masuk ke kamera. Di belakang dia punya setup. Kamera utama 50 megap. Ada OS-nya kamera ultrawide 5 megap dan kamera makro 2 megap. Kemudian kamera depan 13 megap. Untuk sebuah HP midrange, kamera utamanya ini bisa dibilang hasilnya udah oke ya. Memenuhi ekspektasi. Selama kondisi cahaya mencukupi, dynamic range-nya oke, detailnya oke, walaupun agak sedikit oversening, tapi karena dia ada OS ya masih cukup terbantu ya untuk menghindari foto-foto yang agak-agak blur. Nah, untuk low sekali lagi kita akan berterima kasih kepada OIS yang ada di HP ini karena foto yang ditangkap detailnya juga terjaga enggak kayak shaky gitu. Noise-nya memang lumayan terasa, cuma ya ini gua suka karena artinya processing e noise reduction-nya itu enggak agresif fotonya. Jadi lebih natural, enggak berasa kayak terlalu cat air. Nah, untuk videonya sayangnya dia mentok di full HD 30 FPS aja dan teman-teman bisa lihat ini contohnya. Oke, jadi untuk A17 ini dia ada OIS-nya dan untuk perekaman videonya ini pakai kamera belakang ya gua ya. Dia mentok di full HD 30 fps aja gitu. Jadi memang terbatas di resuksi dan frame rate. Cuma enaknya dia enggak shake, enggak gempa tuh ya. Videonya masih cukup okelah. Dan kita bisa nih tuh switch lensa on the fly,5. Ini balik ke satu kali. Ini dua kali. Satu kali tuh ya. Mantap. Dan kita juga bisa tuh kamera depan loh. Jadi lensanya ini bisa benar-benar dari belakang ke main kamera ke ultrawide dan juga ini ke kamera depannya. Mantap. So, kesimpulannya menurut gua untuk sebuah HP kelas menengah ya dengan harga Rp3 juta dia punya keying point utamanya ada di 6 tahun e untuk update versi Android dan juga 6 tahun security patch. Desainnya juga masih terlihat oke walaupun ya bisa dibilang ini sudah e 2 tahun terakhir ya enggak ganti-ganti kayak gini aja. E layarnya juga enak cuma memang deal breakernya itu ada di speaker yang masih mono dan basel sama poni layarnya yang masih terlihat cukup jadul. Tetapi selebihnya menurut gua untuk segmen target marketnya ini tetap akan menjadi HP yang menarik yang bisa teman-teman beli. Nah, untuk linknya seperti biasa gua taruh di deskripsi. Thank you.

Lihat di YouTube