Jungkat

Redmi Note 17 Pro Max: 10000 mAH, Tapi.. (YouTube Video)

  • 15/09/2026

Oke, Guys. Jadi, gua udah pakai Redmi Note 17 Pro Max ini hampir seminggu dan ada beberapa hal yang pengen gua share ke kalian. Mulai dari gaya tahan baterai 10.000 mAh-nya, hasil foto yang surprisingly gua suka, chipset yang malah turun kelas sampai harganya bikin gua syok sih. Jadi sebenarnya apakah Redmi Note 17 Pro Max ini upgrade yang menarik atau malah terlalu banyak komplainnya? Terus iklannya gimana? Yuk, kita bahas. Oke, kita mulai dari yang bikin gua penasaran dulu, yaitu seberapa awet sih baterai 10.000 mAh-nya. Jadi, minggu lalu gua sempat ada trip ke Batam selama 3 hari dan di hari pertama sempat pakai macam-macam ya, kayak buat nge-grab, foto-foto bocil, main game, nonton YouTube sampai rekam video juga. Cuma salah satu yang cukup disayangkan adalah, Guys, saat lagi recording, kita gak bisa pindah lensa, ya. Tuh, lihat tuh. Gua enggak ngar pindah lensa depan belakang, ya. Tapi ini dari ultra white ke white atau sebaliknya aja enggak bisa. Padahal sempat coba di resolusi 1080p 30 juga sama. Oh ya, selama trip ini gua juga sengaja enggak pakai case. Soalnya secara durability diklaim cukup kuat. Udah pakai Gorilla Glass fictus 2, drop resistance 3 m, sampai water resistance dengan kedalaman up to 2 m. Nanti kita lihat ya selama 3 hari ini keputusan enggak pakai cas bakal gua sesali atau enggak. Dan di hari pertama ini baterai masih sisa 64% yang dapat SOT di 5 jam 17 menit. Pemakaiannya agak banyak sempat nge-YouTube, sosmate, IG, sama trads, nge-game juga dan lain sebagainya yang kalian bisa lihat di sini. Terus gimana dengan hari kedua dan ketiga? Nanti kita lanjut ya. Sekarang gua mau share desain dan feel HP ini dulu. [musik] Yang buat gua jujur nih lebih enak dilihat dari Redmi Note 15 Pro Plus dengan kamera modul yang gua enggak akan bilang kalian bisa nilai sendiri. Oke, kompor ya. Walaupun konsekuensinya jadi mirip beberapa HP lain, tapi secara tampilan gua tetap lebih prefer yang begini lebih bersih. Apalagi bagian belakangnya punya tekstur warna awan tipis yang baru kelihatan kalau kena cahaya. Menurut gua cakep sih, enggak Nora. Kamera modulnya juga lumayan tipis nih. Jadi kalau kalian suka pakai HP sambil ditidurin enggak terlalu berasa goncangannya. Terus secara feel genggam ini HP lumayan lebar ya. Layarnya sendiri punya ukuran 6,83 inch dengan basel yang bisa dibilang tipis lah ya. Tapi dagunya agak tebalan dikit enggak sih? Cuma tipis aja. Enggak terlalu berasa kalau dilihat sekilas. Buat material frame-nya enggak kelihatan punya garis antena tuh. Jadi kemungkinan besar dari polikarbonat. Sementara backnya pakai polikarbonat dengan finishing mate. Untuk tebal dan beratnya sendiri sedikit berlebih dari rata-rata kebanyakan HP ya. Tapi kalau tahu di dalamnya ada baterai berkapasitas 10.000 mAh, ini sesuatu yang patut diapresiasi. Take picture 1 du. Nice. Salah satu yang mungkin bikin gua kaget dari HP ini ya foto-fotonya sih. Hasilnya bagus-bagus loh. Terutama foto-foto si bocil. Pemandangan sampai foto keluarga juga bagus. Intinya buat ngabadiin liburan gini udah mantap. [musik] Cuma beberapa hal yang perlu diperhatiin buat selfie saat kondisi gerak kayak di dalam mobil cenderung suka dapat gambar yang ngeblur. Kalau buat video sebenarnya enggak bisa dibilang jelek. Udah termaksud oke di kelasnya. Kecuali kalau udah mulai kurang cahaya baru kualitasnya menurun. Noise mulai berasa begitu juga sama gisternya. selebihnya udah cukup. Ready? Wah. Ye. Nah, sekarang kalian pasti kepo dong kalau dibandingin sama Redmi Note 15 Pro Plus sebelumnya. Sebenarnya apa aja yang berubah? Eh, tapi sebelumnya kalau kalian suka format review yang gua pakai lama kayak gini, jangan lupa kasih tahu gua dengan like video ini ya, biar gua tahu kalau format gini masih menarik buat kalian. Thank you. Jadi secara spec ada yang upgrade tapi ada yang downgrade juga. Dan buat kontekst, gua tampilin dulu full spesifikasi 17 Pro Max ini yang kalian bisa langsung lihat aja di layar dan pause kalau dibutuhin. Pertama buat layar sih masih sama ya, 6,83 inch pakai Gorilla Glass Victus 2 yang tingkat kecerahannya. Brightness outdoor-nya udah lumayan oke ya, cukup jelas cuman coba kita lihat ke yang lebih terang banget di sebelah sana ya. Ini dia masih cukup oke. Oke, jadi brightness outdoor mantap. Cuma chipsetnya bisa gua bilang ini downgrade dari Snapdragon kepala 7 turun ke kepala 6. Skor anutunya pun kalau gua cek di nano review dapat di Rp1.40.000. Sedangkan di HP ini lebih rendah di Rp960.000. Secara angka emang enggak terlalu jauh dan buat pemakaian harian masih aman. Cuma selama pakai ada sesekali delay yang gua rasain kayak pas buka kamera sampai pindah menu. Eh tapi ini gua nilai dari POV pengguna flagship ya. Jadi mungkin hal-hal yang kecil kayak gini lebih ke noti sama gua. Terus di beberapa video enggak semua kadang gua ada ketemu frame drop sih, cuma ini enggak tahu pengaruh dari chipset juga atau enggak. Kalau performa main game kayak Mobile Legends sih aman ya. Gua enggak ada berasa frame drop dengan settingan mentok yang dapat di ultra HD. Tapi lucunya walaupun chipset turun, teknologi RAM dan storage-nya justru naik. Sekarang udah LPDDR 5 dan UFS 4.0. Untuk baterainya udah tahulah ya. Punya kapasitas 10.000. 1000 mAh dari 6.500 yang full sot-nya. Sabar, bakal gua lanjutin sekejap habis ini dengan charging yang masih sama 100 wat dan reverse charging-nya naik dikit ke 27 wat. Menurut gua baterai segede ini jadi makin kepakai karena ada reverse charging 27 watt itu ya. Jadi sewaktu-waktu HP ini bisa sekalian jadi power bank buat aksesoris atau HP lain. Untuk kamera lensa utamanya secara megapel turun. Tapi menariknya dari hasil yang gua dapat tadi, gua malah lebih suka foto-foto dari 17 Pro Max. Mungkin pemosesan gambarnya lebih matang sekarang. Sementara buat ultrawide dan selfie-nya masih sama. Eh, tapi, Bang, iklannya gimana? Overall sih bersih ya. Gua coba di kayak di cleaner, tes enggak ada. Cuma ada yang ngeganggu juga di bagian notif. app kayak Mi Video, Mi Browser, Mi Game Center kayak gitu bakal muncul ya dan cukup sering dan ngeganggu. Cara akalinnya gampang kok, kita tinggal tahan aja notifnya terus pilih yang loncengnya jangan keluarin notifikasi dari app ini. Beres. Jadi overall secara iklan yang benar-benar muncul sih enggak ada yang keluar sampai saat ini. Cuman ngeganggu aja di bagian notif tadi. Terakhir buat spek lainnya udah cukup lengkap. Ada isim stal speaker yang suaranya cukup oke, enggak yang cempreng. Terus heptic feedback juga ada di tengah-tengah sih. Bukan yang getar lemah nyebar gitu, tapi enggak yang kencang bulat getarannya ya. Pas aja. Buat perlindungan, IP rating-nya panjang banget ya dengan update software yang cukup lama di empat kali Android dan 6 tahun security. Selamat pagi, Guys. Sekarang udah hari kedua, jam .00 Tuh baterai di 57% ya. Oke, kalau di hari pertama tadi gua bisa dapat sot 5 jam 17 menit dengan baterai sisa di 63%. [musik] Hari kedua pemakaian gua agak beda karena lebih banyak pakai Google Maps buat nyetir. Sempat ada satu perjalanan sekitar 30 menit dan baterai berkurang 3% aja. Sampai pantai gua juga lumayan banyak foto-foto dan yang bikin makin seru justru fitur editingnya. Misalnya ada nyokap gue yang nyempil di samping, kita bisa hilangin dulu. Aduh, sorry Mak. [tertawa] Terus kalau dirasa langitnya kurang dramatis, kita bisa tambahin pelangi dan banyak lagi fitur lainnya. Cuma habis itu gua gak terlalu banyak pakai HP-nya lagi sih, sempat tepar juga jadi enggak banyak shoot. Sampai besok harinya, hari ketiga baterai ada di 15%. Gua bawa buat sarapan, foto-foto lagi, sosem, sampai akhirnya balik hotel lagi hampir jam 11.00 dan baterai sisa 2%. Kalau direkap, hari pertama gua dapat SOT di 5 jam 17 menit, hari kedua 3 jam 33 menit, dan hari ketiga 1 jam 3 menit. Jadi total sot-nya mendekati 10 jam tuh. Yang mana buat HP berkapasitas 10.000 mAh, gua sebenarnya ngarap bisa dapat SOT lebih tinggi dari ini ya. Tapi di pemakaian nyata SOT hampir 10 jam ini sebenarnya udah bikin tenang sih. Enggak perlu tiap hari harus nge-charge. Paling baru malam hari kedua atau awal hari ketiga mulai kepikiran cari charger. Dan kemungkinan masih bisa lebih awet lagi kalau pemakaiannya lebih banyak di Wii ya, Guys. Karena sepanjang tes ini sebagian besar pakai data seluler. Terus Wifi itu paling pakainya di 1 jam pertama waktu masih di rumah. Terakhir selama 3 hari pakai ini untungnya gak sempat jatuh ya, Guys. Cuma ya sayangnya jadi gak bisa buktiin juga sekuat apa durability yang mereka klaim tadi. Overall menurut gua ini Redmi Note paling niat yang pernah mereka bikin sih. Ada beberapa bagian yang meningkat lumayan dari sebelumnya. Mulai dari desain yang menurut gua lebih cakep, baterai jauh lebih gede, durability makin kuat, sampai hasil fotonya yang surprisingly bagus. Walaupun ingat chipsetnya justru turun kelas dibanding generasi sebelumnya. Dan masalahnya peningkatan tadi juga dibarengi sama harga yang ikutan naik. Di Singapura varian 8+ 256 yang gua beli ini harganya di 669 Singapura dolar atau sekitar 9,3 jutaan. Dapat bonus juga Redmi Headphone Neo black sama backpack. Jujur kalau harga segitu dibawa ke Indonesia menurut gua susah buat direkomendasiin sih. Apalagi Redmi Note 15 Pro Plus sebelumnya dengan kapasitas yang sama mulai dari R juta. Emang enggak bisa dipungkiri ya biaya komponen sekarang lagi naik, Guys. Dan ini bukan kejadian di Xiaomi doang. Banyak brand lain yang juga kena dampaknya. Tapi kalau emang harganya udah nyentuh di Rp9 jutaan, menurut gua tetap berat sih. Apalagi nih HP masih berasa midrange-nya. Cuma gua tetap yakin kalau ngelihat rekam jejak Xiaomi Indonesia selama ini, mereka sering bisa kasih harga yang lebih menarik. Dan kalau boleh ngarep R jutaan buat 256, untuk bonus-bonusnya enggak perlu dikasih lah ya. Yang penting harganya bisa lebih ditekan. Gua rasa Xiaomi sendiri juga sadar kalau HP sekarang makin mahal. Makanya selain spek mereka juga nambahin banyak benefit. yang kalau gua cek di website Xiaomi Singapura ataupun Xiaomi Indonesia selama masa promo dia ada benefit kayak 24 bulan warranty, perlindungan layar dan beberapa layanan tambahan lain yang kalian bisa langsung lihat di layar nih. Cuma sekarang pertanyaannya balik lagi ke harga. Kalau dengan semua yang udah kalian lihat sepanjang video ini, menurut kalian harga paling pas buat Redmi Note 17 Pro Max ini berapa? R jutaan masih oke? Atau kalau udah lewat itu kalian mending cari HP lain? coba kasih tahu di kolom komentar.

Lihat di YouTube