Jungkat

Reivew IQOO Neo 10 Satu Bulan Kemudian (YouTube Video)

  • 01/07/2025

Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Ini dia handphone yang bikin heboh dunia persilatan ya. IQ Neo 10. Dikasih banyak, murah tapi masih jadi bahan protesan. Yuk kita obrolin. Nobotch review. Bengan Nobotch review dan IQ Neh pegang hampir 1 bulan ya dari sebelum handphone-nya rilis. Dan dari pertama pegang saya bisa bilang cukup terkesima dengan handphone yang satu ini. Yang pertama dari sisi desain. Looknya ini mirip banget dengan number series-nya IQ ya. Jadi saya agak bertanya-tanya kenapa kok yang kelasannya mid desainnya mirip-mirip nih sama IQ 13. Cuman ya udahlah kalau ini arah yang mereka tuju sok monggo silakan. mengingat Samsung juga modelannya seperti itu. Setelah ditimbang-timbang dan juga dipegang-pegang, lama-lama IQ 10 ini nyaman juga ya dengan bentukan body yang bagian pinggirannya ini bisa dibilang cukup flat, terus juga dengan bobot yang terasa gitu ya. Bukan yang paling ringan, tapi masih nyaman untuk penggunaan hari-hari. Dan juga bagian body belakangnya kalau diperhatiin ini masih ada konturnya. Seakan-akan itu belum cukup. IQ Ne juga udah dipaduadankan dengan layar panel AMOLED 6,78 inci resolusi 1,5K, 144 Hz untuk refresh rate-nya dan udah punya perlindungan shield glass. Saya akui secara pewarnaan layarnya memang handphone yang saya pegang saat ini setidaknya unit saya itu cenderung lebih agak kebiruan dibandingkan dengan warna-warna warm yang saya biasa dapat dari handphone-handphone flagship. Tapi ya sudah secara temperaturnya untungnya handphone ini masih bisa kita set ulang lagi ya lewat menu setting. Tapi kalau ditanya bagaimana experience-nya saat multimediaan bisa dibilang ya karakternya AMOLED lah ya secara warnanya udah kaya dan hitamnya ya sudah pekat. Untuk masalah multimedianya, untungnya handphone ini sudah memiliki stereo speaker. Tapi memang secara kualitas suara bukan yang paling wah. Mengingat handphone ini midrange, jadi ya kita kasih celahlah untuk dia bisa bermain-main nyari untung dari handphone-nya. Enggak cuman sedekah doang. Pertanyaannya mungkin sekarang adalah 144 Hz untuk refresh rate handphone ini. Emang ada game yang dibuka sampai dengan 144 Hz? Jawabannya tidak. Tapi untungnya IQ New 10 ini punya sistem yang bisa menginterpolasi refresh rate satu buah game ini naik ke 144 Hz. Contohnya adalah Mobile Legends Bangbang atau MLBB. Saat saya mainkan gameennya dan saya coba ukur FPS-nya, sebenarnya sih secara data dia hanya terbaca 70 fps aja. Tapi ya kalau kita coba cari-cari, kita rekam pakai 120 fps kemudian kita slowmo, ya kelihatan gitu ya. memang lebih smooth nih untuk si mode 144 Hz-nya. Tapi pertanyaannya adalah apakah memang diperlukan untuk kita main MLBB sampai 144 Hz? Silakan dijawab sendiri. Kalau saya sih ngerasa enggak perlu. Jadi menggunakan mode 120 Hz aja atau standarnya dari si MLBB sudah cukup. Good news-nya sebenarnya bukan di situ. Saat kita main game-game yang kompetitif jatuhnya seperti CODM dengan mode 4D vibration gaming mode-nya. Handphone ini berasa enak banget ya. Rasanya benar seperti kita megang controller dari Xbox atau PS5. Jadi ya terasa gitu getaran-getaran di tangannya berbeda dibandingkan dengan handphone-handphone yang tidak menggunakan mode 4D vibration mode ini. Ya, tentu kalau dibilang itu kan cuman gimmik fix, tidak berpengaruh ke performa dari saat kita main game. Iya, tapi secara experience-nya jadi terasa menyenangkan. Nah, kalau pertanyaan adalah gimana ceritanya sampai si IQ Neo 10 ini bisa sampai memiliki interpolasi refresh rate up to 144 Hz tadi? Jawabannya adalah di bagian dapur pacunya ya. Yang pertama dia ah menggunakan Snapdragon 8S Gen 4 dan dipadu padankan juga dengan computing chip Q1 khusus punya IQ. Nah, si computing chip ini sebenarnya yang ngebikin si IQ Ne itu bisa jadi punya FPS sampai dengan 144 Hz dan enggak ketinggalan untuk video playback-nya di beberapa aplikasi streaming itu jadi lebih crispy dan juga lebih smooth. Enggak berhenti di sana, IQ 10 juga udah dibekali dengan RAM dan juga storage yang specs-nya enggak main-main ya. LPDDR5X dan juga untuk storage-nya sudah menggunakan UFS 4.1. Kalau ditanya efek kepengunaan hari-harinya seperti apa, itu adalah di saat kita lagi pindah-pindah data gitu ya. Baik dari komputer ke handphone ataupun dari handphone ke komputer ini transfer datanya jadi terasa lebih cepat saat dipaduankan juga dengan kabel yang tepat pula. Kalau dari sisi benchmarking sendiri, iyaiku bilang benchmarking-nya bisa sampai 2,4 juta. Tapi kamennya untuk varian 16512 yang saya pegang ini, saya bisa mendapatkan skor AnTutu R2.7.19. Sementara Geekbench 6-nya single core-nya di 2051 dan multiore score-nya di 6.441. Sementara Open CL-nya 14.226 dan vulcan-nya 18.905. 952. Yang menarik nih kalau kita ceki-ceeki bagian 3D mark-nya karena hasil saya itu IQ Neo 10 mendapatkan total stabilitas 48,8%. Ini sedikit di bawah ya dibandingin teman-teman lain yang bisa stabilitasnya itu sampai dengan 60%-an. Tapi entah kenapa saya coba dua kali ya hasilnya angkanya ada di sini 48%-an. Kita bisa ngelihat dari grafiknya di mana loop pertama dia punya nilai yang tinggi dan loop setelah-setelahnya dia sudah mulai mengalami penurunan. Biasanya sih angka ini saya mengartikan dia diajak kerja panjang dan berat tidak akan kuat-kuat banget. Tapi di saat saya coba main game ya emang game-nya juga bukan yang paling berat sih, hanya MLB aja agak panjang. Faktanya adalah dia masih terasa cukup aman. Oh iya, by the way ngomongin soal performa gamingnya sendiri, handphone ini baik MLBB dan juga CODM bisa dibilang cukup stabil di 120 FPS. Sementara di saat mode interpolation mode-nya nyala, data FPS-nya dia stabil di sekitar angka 70 FPS yang berarti interpolation mode-nya pun juga bisa dibilang cukup stabil di angka 144 FPS. Sementara kalau Anda ingin menggunakan handphone ini untuk ngedit video, let's say menggunakan CapCut, good news-nya adalah karena secara chipset dia udah oke performanya. Jadi untuk swiping dan juga playback bisa dibilang baik itu source-nya adalah file dari kamera mirrorless ataupun juga dari kamera handphone dengan format 4K lock 10 bit 422 ya dia berjalan dengan lancar-lancar aja. Untuk exporting time-nya sendiri video benchmark yang biasa saya gunakan source-nya 4K lock 10 bit 422 sudah diwarnain dan dirender ke 1080. Dia ini hanya memerlukan waktu antara jeda 24 sampai 26 detik. Tentu ini berbeda dibandingkan dengan Snapdragon 8 Elite yang hanya memerlukan waktu 22 sampai 24 detik aja. Tapi apakah perbedaan 2 detik itu berarti perbedaan harga sampai dengan dua kali lipatnya? Ya silakanlah itu Anda yang menilai sendiri. Dari sisi baterai. Nah, ini yang sebenarnya membuat si IQ Ne jadi sangat menarik ya. menggunakan 7000 mah blue foldt battery. Saya secara konsisten itu bisa mendapatkan screen on time itu rata di atas 10 jam paling sedikit 10 jam. Bahkan yang paling menarik saya pernah mendapatkan total screen on time sampai dengan 17 jam dan di data hari ini sudah menyentuh di atas 1 hari lebih tepatnya 1 hari 7 jam. Jadi ya handphone ini cukup badak hitungannya untuk performa baterainya. Nge-charge-nya pun juga enggak kalah seru ya. Dengan mode fast charging-nya mati, dia ini hanya memerlukan waktu 52 menit aja mengisi daya dari 0 ke 100%. Sementara kalau mode fast charging-nya mati hanya memerlukan waktu sekitar 30 menitan untuk mengisi daya dari 0 ke 100%. Jadi, ya handphone ini cakep di bagian baterai dan juga cakep di bagian pengisian dayanya. Pertanyaannya, ada enggak sih yang agak gimana gitu dari performa handphone ini? Kalau menurut saya pribadi itu ada di bagian kamera dan bukan di bagian hasil. Cenderung ada di bagian proses pengambilan foto untuk masalah exposure atau exposure dari IQ 10 ini bisa saya bilang sih cukup agresif ya. Entah kenapa exposure-nya naik turun dengan sangat cepat di saat saya pengin mengambil satu buah foto. Jadi iya agak kurang nyaman untuk proses pengambilannya. Tapi untungnya untuk hasil foto saya bisa mendapatkan hasil-hasil yang bisa dibilang ini sih udah menarik ya. Tapi memang dalam satu atau dua kondisi kita bisa ngelihatlah hadirnya ghosting di saat kita pengin ngambil foto seperti beberapa foto ini. Tapi ya lagi-lagi ya mengingat IQ Ne memang diunggulkan bagian performanya dan bukan bagian kameranya. Ya, bisa dibilang keunggulan kamera dari IQ Ne adalah nice to have. Untungnya punya hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Sementara dari sisi video, ini dia hasil video yang bisa saya kasih lihat dari IQ New 10. Kalau dicoba sambil jalan-jalan di mode 4K60, em IQ Neilang punya hasil kamera yang udah lumayan banget ya. E kalau kita enggak ngelawan arah matahari nih, kita bisa ngecek ini sih enak gitu kayak langit kelihatan jelas, ini juga pohon-pohon jelas. Jadi secara dynamic range hitungannya lumayan gitu ya. Stabilisasi juga oke. Suara mic juga udah cakep. Autofokus jalan. Natural boknya juga bisa dibilang kelasannya udah oke ya. Tapi yang menarik kalau kita main di 1080 30 fps kameranya dirubah-rubah. Kamera belakang pindah ke kamera depan, ke kamera belakang bisa dirubah pakai ultrawide terus pakai main kameranya. Feel-nya sih udah cakep, tapi memang pertanyaannya kok enggak ada stabilisasinya nih kamera depan getar. Benar. Nah, yang menarik dari hand ini sebenarnya dalam masalah harga IQ Ne itu dirilis di harga mulai 599 untuk yang varian 8256 dan itu sebenarnya adalah harga yang sangat-sangat menarik karena kadang kalau misalnya kita ngedapetin ee kupon di marketplace atau e-commerce itu bisa menyentuh ujung-ujungnya kita beli di harga 5 atau mungkin 4,9-an. Jadi, wah lebih kacau lagi perbandingan antara ee spesifikasi performa dan juga harga yang kita bayarkan untuk handphone ini. Benar, mungkin enggak sempurna. Ada beberapa hal yang teman-teman harapin tapi belum masuk ke IQ Neo 10. But for now, this is what we have. Dan seriusan deh, kalau perbandingan antara harga dan juga performa si sebenarnya handphone ini udah ngelawan banget. Tinggal sekarang apakah teman-teman itu hatinya ada di IQ New 10 atau mungkin masih terpaut dengan Poco atau mungkin pengin ngelirik ke Realme GT series ada GT70 dan juga ada GT7 tinggal ditentukan sendiri. Kalau difersusin kayaknya enggak bisa ya repot. Tapi ya itu dia ya pandangan saya tentang si ionen ini setelah 1 bulan. Cakep sih sebenarnya berbanding dengan harganya bisa dibilang oke. Tinggal sekarang teman-teman sendiri gimana tulis di kolom komentar. Yuk kita diskusi kita ngobrol untuk sekarang Taufik bunuh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by

Lihat di YouTube