Jungkat

Rekomendasi HP murah Terbaik di 1 Jutaan Juli 2025 ! (YouTube Video)

  • 26/07/2025

Hai Andika, Guys, di sini. Di video kali ini kita akan ngasih rekomendasi HP 1 sampai 2 jutaan lagi. Jadi 1 sampai 19. Karena video rekomendasi kita kayaknya udah lumayan lama ya, udah tahun lalu kita tayangnya dan sekarang udah banyak yang HP-HP baru keluar kalau saya perhatiin. [Musik] Seperti biasa, biar HP-nya enggak terlalu banyak, jadi saya kasih minimal requirement untuk masuk ke rekomendasi ini. Dan sekarang naik sih dibandingkan rekomendasi tahun lalu, ya. Jadi, minimal RAM-nya itu harus 8 gig. Storage-nya harus 256 gig. Kalaupun RAM-nya 6 GB atau storage-nya 128, harus ada selling point yang menarik. Kayak chipsetnya udah 5G atau fast charging-nya udah lebih kencang. Jadi, HP apa aja di list kita kali ini? Langsung aja. Yang pertama ada Motorola G45 5G. Yap, kalian enggak salah dengar. Bukannya itu 2,5 jutaan ya, Bang? Iya, waktu launching itu sekitar 2,5 sampai R,7 juta loh kalau saya gak salah ingat. Nah, sekarang ketika saya cek harganya itu jadi under R juta 19. Sebenarnya kalau kita ngomongin Motorolla ya videonya udah selesai sampai di sini ya seharusnya ya. Karena untuk HP 2,5 juta belum 1 tahun dia udah turun jadi 19 apalagi ini Motorola G45 5G. HP yang memang HP comeback-nya Motorola yang fiturnya itu udah kayak HPHP flagship puluhan juta. Dia ini bisa dibilang HP entry yang paling allrounder. Emang enggak sempurna ya kayak layarnya itu masih HD plus tapi enggak yang pixelated gimana gitu kok. Dan refresh rate-nya juga udah gede di 120 Hz. Masalah performa ya cukuplah buat harian ya. Dia chipsetnya enggak pakai Mediatch Helio G99 chipset sejuta umat ya. Dia pakai Snapdragon 6S Genry yang sebenarnya secara performance ya mirip-mirip sama G99. Skorutunya itu di sekitar R.000an sekian. RAM-nya kita langsung dikasih 8 GB, storage 256 GB dengan UFS 2.2 bukan AMMC ya. Jadi kalau buat buka aplikasi berat ya satset. Dan enggak cuma sampai di situ ya. Kameranya 50 megap M. Makronya 2 megapel ya. Gimik ya makro. Terus selfie kameranya di 16 megap. Kualitasnya juga cakep. Hasilnya gak kayak jepretannya HP entry level. Warna-warnnya cakep, dynamic range cakep, natural, dan jelas. Hasil videonya pun ketika saya bikin review-nya juga banyak yang memuji kalau videonya itu stabil. Nah, sekarang harganya cuma under R2 juta. Baterai sih standar di 5000 mAmps. Fast charging juga standar ya di 18 watt. Fitur lain kayak NFC ada. Speakernya juga udah stereo. Desainnya ini cakep dengan vegan litter yang kelihatan mewah dan enggak gampang nempel fingerprint. Warna-warnanya juga cakep, bukan warna yang mainstream karena warnanya ini bekerja sama dengan painted. Kaca depan udah diproteksi sama Corning Gorilla Glass 3. Software-nya sih yang saya suka dari Motorala ini walaupun dia kelas entry level tapi dikasih ekosistem yang open dan cakep. terutama smart connect ya yang bisa bikin dia ala-ala jadi Samsung Dex dengan desktop mode. Bahkan bisa jadi emulator juga untuk main game PC bisa jadi webcam juga buat laptop bisa jadi second screen. Ada moto gester juga yang shake-shake untuk buka flashlight. Terus twist-twist untuk open kamera. Jadi semua gesturnya itu kepakai dan praktis. Security-nya juga aman. Ada secure folder dan ada randomized pass code juga. di harganya yang gak sampai R juta sekarang dia ini cocok buat user yang cari desain premium, feel-nya mewah di tangan dengan software yang minim bloodware, ekosistemnya canggih, keracikan yang lainnya udah bagus, tapi untuk nekan cost harganya, layarnya dibikinlah plus. Tapi kalau kalian cari allrounder di entry level, G45C. Next, ada Nubia V70 design harga Rp1,5 juta untuk varian 8256. Yang unik desainnya ini dia pakai silikon polymer di back covernya yang cukup membuat dia naik kelas di harga sejutaan. Kamera depannya juga udah pansul walaupun memang kalau kita lihat beelnya terutama di dagunya ya itu masih terlihat entry level banget sih tebal. Layarnya sayangnya masih sama kayak Motorola HD Plus tapi untungnya udah 120 Hz. Buat performanya dia pakai Uni SC T606. Memang ya rata-rata harga segini kalau enggak Uni SOC T6 TE6 series lah. T series juga masih ada. Terus kalau Snapdragon ya Snapdragon 6 series. Kalau Mediatch biasanya G Helio 199 gitulah ya. Range range standar kayak gitu. Skor Anutunya untuk Nubia ini di citaran R50.000-an ya buat harian cukuplah. Kalau main game settingan rata kanan sih agak ngos-ngosan dan yang perlu dicatat penyimpanannya ini masih EMMC belum UFS. Ibaratnya UFS dan IMMC ini UFS itu pemain UFC ya, karena mirip UFS UFC. Terus yang MMC ini pemain preman lapangan lah. Jadi secara tinjuan lebih kencang yang UFS ya. Buka aplikasi lebih cepat yang UFS. Kamera secara angka resolusinya sama kayak Motorola tadi 50 megap. Perekaman videonya juga mentok di 1080p 30 fps. Yang lumayan sih di baterai ya. Baterainya memang standar di 5000 mAmz, tapi untuk fast charging-nya lebih gede dibanding Motorola dengan 22,5 watt. Fitur lain NFC ada. Sound-nya juga udah disertifikasi sama DTS S. Nah, HP ini cocok buat siapa? Ya, buat pengguna yang memprioritaskan desain yang unik dan modern. Terus layarnya pengin yang smooth dan ya tampil bedik polymernya. plus fast charging yang cukup lumayan tadi. Next, ada Advan X1. Yap, Advance comeback dengan HP barunya. Karena dulu itu Advance ada ngeluarin HP juga, Advan NASA dan kawan-kawannya. Setelah itu vakum lumayan lama. Nah, akhirnya sekarang ngeluarin lagi Advance X1 yang punya harga lumayan kompetitif di kelas R jutaan. Desainnya flat ya, desain-desain yang aman lah ya dengan tiga kamera boba yang mirip iPhone. Bobotnya ada di 205 gr dengan ketebalan 8 mili. Terus dia ada dua pilihan warna, hitam dan juga putih. Nah, selling point-nya Advance ini layarnya enggak XD Plus ya. Layarnya itu udah full HD plus IPS dengan 120 Hz. Kamera depannya juga udah punch hole enggak water drrop kayak sebelah yang udah saya kritik ini harusnya pakai pun hole, enggak Water Drop. Tapi entah ya mungkin tahun depan lah ya. dia mau ganti dari Water Drop ke Pansol. Buat urusan performa juga kencang di kelas harganya yang sekarang di R1,6 jutaan. Jadi dia pakai Mediatek Helio G100 yang sebenarnya G99 juga yang di refreshment aja karena ya skornya sama di R00.000-an storagenya udah pakai UFS ya bukan AMMC. Di sektor gaming Advan ini juga ada fitur yang namanya hyper engine dan game booster buat gaming lebih optimal. Kita udah pernah tes gaming HP ini sih. Nanti tolong editor chart-cartt-nya ketika kita pas main game ditampilin di sini ya. Dan hasilnya lumayan kok. Performanya buat kelas harga R1,6 juta enggak satu 9 udah oke banget. Kameranya punya resolusi yang gede ya di kelas harganya 64 megap dengan sensor dari Sony loh. Kalau kamera lain sih kita anggap gimik aja ya. Kamera depannya juga sekedar cukup aja dengan 8 megapel tapi min kameranya lah yang udah lumayan. Foto-foto daylight masih bisa diandalkan. Terus videonya udah bisa 2K 30 fps. Tapi 2K-nya ini ya kayak di upsaling aja karena ya hasilnya sama full HD itu kayak sama-sama aja. Saran saya sih mending main 1080p aja biar hemat storage. Karena 2K-nya ya 2K-nya entry level lah. Baterai standar 5000 mamp fast chargingnya di 18 watt. Fitur lain NFC ada, fingerprint ada, gyro hardware juga ada. Lumayan ya di kelas harga Rp1 jutaan kita dapat Gyro yang bukan virtual hardware buat OS-nya dia based on Android 14. Cuman Advance enggak ngasih tahu sih ya berapa software update-nya. Jadi ini kayak Infinix awal-awal lah masih gacah ya. Kadang dapat update kadang enggak. Random aja jadinya. Kekurangannya storage-nya sih dibanding yang lain. Dia cuma punya 128 GB meskipun udah UFS. Speakernya masih mono. Tapi kenapa kita masukin? Karena ya itu tadi layarnya udah di atas standar full HD walaupun storage-nya 128 tapi ada sektor lain yang dia naikin. Nah, cocoknya buat siapa? Ya, buat gamer yang budgetnya terbatas ya, yang cari performa terutama performanya Helio 100 dan layar 120 Hz plus UFS 2.2-nya yang kalau dibuat gaming di kelas harganya udah lebih dari cukup. Next, ada dari Vivo. Si Vivo Y19s GT 5G. Yap, kalian gak salah dengar udah 5G, under 2 juta karena dia udah pakai Diamond City 6300 dan harganya pas video ini dibuat ya itu di Rp1.949.000. Sayang, RAM-nya enggak 8 GB ya, tapi paling enggak enggak 4 GB lah. Kita dikasihnya 6 GB. Kenapa kita masukin walaupun enggak 8 GB? Ya karena dia udah 5G. Sebenarnya ada varian yang 8 GB kok, tapi varian yang 8 GB itu harganya udah di atas 199. Baterai juga lumayan gede ya di atas standar dengan 5500 mamp. Desainnya ini khas Vivo banget yang cakep, stylis, tipis, minimalis walaupun baterainya lebih gede. Terus dia juga ada sertifikasi IP rating dengan IP64. Android-nya udah dapat Android 15, enggak 14 loh ya, dengan custom UI-nya itu Fun Touch OS 15. Cuman yang harus dikompromis sama Vivo biar harganya itu tetap under R2 juta ada di bagian layarnya sih. Karena layarnya itu XD Plus dan belum 120 Hz. masih di 90 Hz. Untuk kamera ya standar aja 50 megap, selfie-nya 5 megap kecil sekali. Videonya juga mentok di 1080p 30 fps. Cocok buat siapa? Ya cocok buat kalian yang mungkin di daerahnya udah support sama 5G dan 5G-nya udah kenk. Contohnya di Jakarta dan Bali udah support 5G. Malang kayaknya ada deh, tapi saya belum update lagi. Di kota saya kayaknya belum ada. Apalagi kalau kalian misalkan sering ke Jepang, ke Malaysia, ke Singapura. Nah, kalian butuh HP yang 5G tapi dengan baca terbatas. Si Vivo Y19s ini bisa jadi rekomendasi yang menarik. Lanjut ke brand yang biasanya sama orang Jawa itu dibikin candaan Itel. Ya, tolong orang Jawa diam ya, enggak usah baca yang aneh-aneh. Bacanya Itel bukan yael. Tolong disensor aja tadi ya. Hah, bahaya bahaya. Tapi sekarang namanya unik ya, Itel City 100. Biasanya kan Itel itu nyenggol-nyenggol Samsung ya. Itel S25, Itel S25 ultra. Ini harusnya sih entry level Itel A06. Wah, biar makin ramei gitu, ramei dihujat. Itel punya desain yang ramping buat kelas entry dengan ketebalan cuma 7,7 mm. Bobotnya 185 gr. Ringan buat kelas harganya. Sertifikasi IP rating-nya cukup tinggi di IP64. Layarnya standar entry sih di HD Plus dan masih 90 Hz. Yang unik walaupun dia IPS tapi dia punya AOD atau always on display. Ini kayak maksa nih. Jadi IPS dibikin seolah-olah punya fitur dari layar OLED. Ya oke sih, tapi gimik aja 10 detik. Saran saya matiin aja L habis-habisin baterai. Performa dia pakai unit SC tapi yang seri 7 dengan T7250 lumayanlah ya buat harian dengan Antutu di sekitar 300.000-an ribuan poin. RAM-nya 8 GB dengan storage 128 GB ya walaupun 128 GB tapi udah UFS loh ya di kelas harga 1,3 juta kalau enggak salah itel ini. Jadi udah UFS gokil juga sih. Kamera standar sih. Kameranya itu di 13 megapel depannya 8 megap perekamannya juga 1080p 30 fps. Untuk R1,3 juta. Baterainya lumayan gede di 5.300 mAmz tapi fast charging-nya standar di 18 watt. Tapi sayangnya buat nek harga biar di bawah R1,5 juta Itel menonaktifkan atau udah enggak ada fitur NFC. Padahal ini cakep banget sih ya. Saya bayangin kalau harga R,3 juta itu pasti teman-teman kita ojol senang ya karena harganya kan murah buat narik. Cuman sayangnya kalau enggak ada NFC yang enggak bisa top up E money. Sayangnya di situ sih paling harusnya ditambahin aja harganya berapa kayak Rp100.000 tapi ada NFC masih laku-laku aja kok. Kalau ditanya si Itel C100 ini cocoknya buat siapa? Ya, buat pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai yang awet karena lebih gede dibanding HP 1,3 jutaan yang lain, terus dia juga tahan banting dengan sertifikasi IP64, UFS-nya lebih responsif buat buka app ya asal sektor kamera dan juga gaming berat itu bukan faktor pilihan kalian untuk beli HP sejutaan. Lanjut ke Infinix. Ada Infini Hot 60i, Infinix Hot 60i. Ini pilihan yang lumayan menarik di kelas harga Rp1 jutaan, terutama buat kalian yang carinya baterai. Baterainya di atas standar dikit ya, dengan 5.160 mAmz. Fast charging-nya di 45 watt. Jadi ini fast charging yang biasanya ada di HP midrange ditaruh di HP entry level. Dan di kelas entry dia juga bisa jadi powerbank loh. Karena dia ada fitur reverse charging yang lumayan gede output-nya. Biasanya kan reverse charging itu 5 watt ya. Tapi Infinite ngasihnya 10 watt lumayanlah. Desainnya juga punya warna yang cerah kayak shadow blue, medo green, dan neon red. Purple juga ada. Dia juga udah punya sertifikasi IP64 juga cuman layarnya sih standar di HP R jutaan ya dengan HD plus. Terus refers-nya di 120 Hz. Chipset dia pakai G81 Ultimate dengan RAM 8 gig. Storage juga udah gede di 256 GB. Cuman sayangnya 256 GB-nya ini bukan UFS, masih AMMC. Kamera 50 megapel, depan 8 megapel. Ada fitur super night tapi buat low light. Video juga bisa 2K 30 fps khasnya transing ya. Fitur lain sih dia ada fingerprint yang side mounted, Cro ada. Dan yang menarik dia juga punya infrared blaster. Audionya udah support sama DTS audio jack juga masih ada cuman kayak Itel tadi sayangnya dia belum ada NFC. Tapi kalau ditanya dia cocoknya buat siapa? Ya buat pengguna yang malas ngecas ya. Karena kan apalagi kalau ngecas 18 watt baterai 5.000 itu kan lama ya. Nah, ini 45 watt. Jadi, lumayan kencang. Kita gak terlalu sering ngecas. Turisnya juga gede, layarnya juga mulus. Y, ya buat kalian yang malas ngecas lah HP ini. Lanjut dari Redmi, ada HP yang pernah saya buat daily driver. Saya nekat buat daily driver di Thailand, yaitu Redmi 14C. Desainnya kayak bintang di langit malam kalau kata Redmi dengan efek gradasi kaca yang lumayan terlihat premium dan unik sih. Selling point-nya di layar sih karena layarnya ini gede banget 6,8 inch hampir 6,9 inch dengan refresh rate 120 Hz tapi resolusinya ya standarnya R1 jutaan XD Plus. Chipset sama kayak Infini Hot 60i tadi pakai G81. Beda nama aja. Kalau Redmi 14C ini G81 Ultra, sedangkan Infinity tadi Ultimate yang sebenarnya sama-sama aja kok. RAM juga sama 8 GB, storage juga sama 256 GB. Sama-sama pakai EMMC. Kamera juga sal lah 50 megapel, ada 2 megapel makro. Buat selfie kameranya 13 megap. perekaman videonya bisa 1080p 30 fps. Tapi kalau kita mauin main kameranya, si Redmi 14C ini tergolong cukup cakep di kelas harganya. Karena surprisingly warnanya cakep, dynamic R-nya juga cakep, detailnya juga cukup terjaga, noise-nya pun juga enggak terlalu banyak. HP ini pernah saya bawa di Thailand juga buat foto-foto, terus saya gunain buka buka map dan dayatan baterainya itu bisa tahan 2 hari lebih. Baterainya dia di atas standar sih walaupun tipis aja dengan 5160 mamp fast charging-nya di 18 watt. Dia juga udah ada NFC tapi gimik-nya sih volumenya itu bisa sampai 150% tapi saran saya enggak usah dipakai lah karena gembret juga pasnya itu di 80%-an lah. Kalau ditanya cocok buat siapa? Buat orang yang biasanya oversize ya yang tangannya gede orangnya juga tinggi gitu kan ya. Pokoknya yang tangannya gede lah karena layarnya lumayan gede 6,88 inch. Ini kalau dipakai sama cewek yang tingginya cuman 160 centti. kelihatan aneh sih karena gede banget HP-nya. Dan buat yang cari HP R jutaan tapi dengan kamera yang lumayan cakep, Redmi 14C ini lumayan menarik sih. Lanjut ada HP dari Realme, Realme C71 bukan Avenged 7 volt ya, tapi Realme C71. Enggak lucu. Skip, skip, skip. Di Realme C71 ini yang paling menonjol adalah durability-nya. Karena walaupun entry level, dia punya sertifikasi standar militer 810H. Yang untuk dapat standar militer 810 ini sebenarnya susah ya, karena yang ngetes itu bukan Realme-nya, tapi yang ngetes itu lembaganya. Dan ini entry level lumayan gokil sih. Spell lain layar standar juga HD plus dengan 120 Hz 6,67 inch. Chipset dia pakai Uni As T250 buat varian tertingginya yang 8256. Harganya diri9. Kameranya cukup oke sih si Realme ini. Walaupun beberapa feedback ketika saya lihat komenannya atau saya lihat review-nya katanya kameranya itu terlalu vibrant lah. Warnanya itu terlalu kayak kalau misalnya saturasi itu kegeser ke kanan jadi lumayan vivfit. Kamera depannya 5 megapel standar juga. Videonya juga standar di 1080p 30 fps. Baterainya sih yang lumayan ngebadak ini ya untuk kelas entry level. Baterainya ini gede bahkan lebih gede dibandingkan Under X9C yang punya silicon baterai pertama kali ya. Baterainya ini 63.300 300 mamp untuk 1 jutaan. Ini gede banget sih. Fast charging-nya juga kencang di 45 watt ngecas 0 ke 50% cuman butuh waktu sekitar 33 menit. Reverging juga ada. Jadi baterai yang gede ini enggak mubazir ya. Kalau masih disisakan bisa jadi powerbank walaupun outputnya enggak gede sih. Ada di 6 watt. Fitur lain layarnya dia ada smart touch yang bisa tetap dioperasikan walau kena air. Ada col noise reduction 2.0 yang bikin telepon lebih jernih. Ada volume boost-nya yang tadi kan 150% ya Redmi ya. ini bisa sampai 400%. Vivo itu 300% kalau enggak salah ya. Serah-serah mereka lah ya. Brand-brand ini mau volume buus sampai 1000% kita juga enggak tahu. Yang penting kan kualitas suaranya. Suaranya ya standarnya entry level aja kok sebenarnya ya. Saran saya sih 80% itu udah ok lah karena kalau mentok-mentok juga suaranya itu gembret. Kalau ditanya dia cocok buat siapa? Ini buat teman-teman ojol cakep banget sih. Pertama baterainya gede ngecasnya cepat dan punya standar militer 810. Nah untuk kerja lapangan atau kerja outdoor itu kan ada aja ya. Entah karena hujan, HP-nya licin, jatuh. Itu kan ya kalau standar militer kan paling enggak kita tidak khawatir. Dan baterai yang gede ini bisa tahan seharian. Jadi seenggaknya kita enggak cepat-cepat ngecas. Dan kalaupun harus ngecas, ngecasnya kencang juga di 45 watt. Lanjut dari Tekno ada Techno Spark 30 Pro. Yap, yang Pro ya, bukan yang biasa. Tapi sayangnya kalau kalian cari yang edisi transformer harganya R2 juta ke atas. Yang R juta ke bawah itu yang Obsidian Black yang warna hitam itu R,9 juta sekian. HP ini juga cakep sih ya under juta karena layarnya yang lain itu SD plus terus 120 Hz 90 Hz. Ini takeo 120 Hz full HD plus panelnya AMOLED. Coba bayangin gokil gak? Terus chipsetnya juga kencang di kelasnya dengan Helio G100 RAM-nya 8 GB. storage-nya sih disunat ya, dia ada di 128 GB. Tapi tenang untuk semua HP yang masukin di sini untuk HP entry level ini semuanya masih ada slot micro SD kok enggak dihilangin kayak di seri flagship atau di seri midrange. Kameranya gede 108 megap sisanya sih kamera gimmik yang kata mereka itu auxiliary lens ya intinya enggak bakal kalian pakai lah. Kamera depan 13 megapel perekaman video yang belakang bisa 2K tapi yang depan cuma di 1080p 30 fps. Cuman tokenya ya sama kayak advance tadi 2K-tuke yang enggak nitif gitu upskill aja. Terus karena OLED, jadi fingerprint-nya juga udah under display fingerprint. Bayangin under 2 juta, OLED under display fingerprint. Gila. Baterai standar di 5.000 tapi fast charging-nya cukup lumayan ya di 33 watt enggak standar 18 watt. Sensor jaro ada. Sertifikasi AP rating juga ada di 54. Nah, kalau ditanya dia cocok buat siapa, sebenarnya selling point utamanya di layarnya yang OLED 120 Hz full HD plus sih. Jadi buat kalian yang suka nonton Netflix, kalian suka streaming entertainment pakai layarnya ini bakalan kerasa tajam, hitamnya itu pekat, realistisnya dapat. Performance juga enggak pakai unit SOC unis-an yang disunat gitu. Dia pakai G100 walaupun storage-nya yang harus disunat ya. Jadi 128 enggak 256. Tapi kalau pengen layar OLED yang lebih terjangkau lagi, sebenarnya dari sister company-nya ada sih, yaitu Itel S25 bukannya yang ultra ya. Yang S25 itu harganya juga under R2 juta. Dia OLED display juga harganya lebih terjangkau di R1,6 juta cuman chipsetnya lebih rendah dengan Uni SUC T620 yang skor anutunya itu di kisaran Rp300.000-an. RAM-nya sih sama 8 GB 128, kamera juga 50 megap. Baterainya standar sama kayak si Tekno tadi, cuman fast charging-nya lebih kencang. Tekno sih 33 watt ini 18 watt. Tapi ya kalau ngejarnya cuman OLED-nya aja tanpa memperhatikan sektor yang lain ya, Itel S25 ini harganya lebih terjangkau ketimbang Spark 30 Pro. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja rekomendasi HP R juta sampai R juta edisi berapa nih? Juli ya, versi DKID 2025. Kalau misalkan ada jagoan kalian belum masuk, mungkin saya kekip atau mungkin menurut kita memang kurang baik atau ya kalian kita diskusi aja l di kolom komentar menurut kalian mana yang kurang, mana yang baik ya nanti bakalan saya jawabin. Tapi yang jelas kalau kita lihat makin ke sini persaingan HP 1 sampai R jutaan itu udah enggak ngotak lagi ya. Dulu 1,2 juta paling kita dapatnya 332 atau 464 GB lah. Tapi sekarang HP yang kayak gitu semakin enggak laku. Karena untuk dapat RAM 8256 itu mudah banget. Untuk dapat layar yang OLED under display juga mudah banget. Mau cari yang standar militer R jutaan juga ada. Bahkan fast charging yang dulu cuma dapat 10 watt sekarang udah dapat sampai 45 watt. Baterai dulu 5.000 sekarang bisa dapat 6.300 300 mamps. Jadi intinya buat kalian yang cari HP R jutaan sekarang harusnya enggak bingunglah karena banyak pilihan yang baik-baik walaupun memang harus disesuaikan sama kebutuhan kalian ya. Kayak contohnya Realme tadi 6300 fasing 45 watt atau mungkin kalian carinya OLED, kalian carinya NFC car kalian carinya infrared blaster. Kalau kalian perhatikan sebenarnya brand-brand ini enggak mau racikannya sama. Mereka ada satu poin pembeda karena kalau sama jatuhnya cuman perang harga aja. Tapi kalau racikannya beda ya, selain perang harga ya, seenggaknya ada selling point yang mereka kasih buat segmen atau kebutuhan tertentu. Jadi walaupun chipsetnya sama, RAM dan storage-nya sama, mereka biasanya ngasih sesuatu yang menarik di bagian ini, tapi yang ini dikurangi ya untuk mengguide customer-customer biar sesuai kebutuhan aja. Tapi kalau dari kalian dari L R 1 jutaan tadi, kira-kira kalian pilih yang mana atau kalian punya jagoan lain? Coba deh tulis di kolom komentar. Dan semua link pembelian dari rekomendasi tadi ini udah saya taruh di kolom deskripsi di bawah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Redmi 14C

Redmi 14C merupakan smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia oleh Xiaomi dan hadir sebagai bagian dari seri Redmi yang fokus pada pengalaman visual besar, daya tahan baterai panjang, serta kamera utama yang andal. Perangkat ini menggunakan sistem operasi Xiaomi HyperOS, antarmuka bawaan terbaru Xiaomi yang mengelola sistem, optimasi performa,...

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.