Remote Hilang? Ga Masalah! AC-nya Bisa Diajak Ngobrol - Review Polytron NEUVA Pro with Voice Sense (YouTube Video)
Hai Polron, hidupkan AC. Ya, ini AC Polytron VZAI series atau sebutannya Neova Pro with Voice Sense yang dilengkapi dengan fitur spesial voice sense. Pengendalian AC ini bisa pakai voice command dalam bahasa Indonesia. Canggih kan? Bisa jadi ini malah yang pertama di Indonesia. Bukan cuma itu aja, ini AC low wat tapi tetap punya high cooling capacity. Biaya pakainya cuman sekitar Rp2.000 per hari. Nanti kita buktikan ya klaimnya ya. AC ini janjikan awet dan tahan lama dengan lapisan gold fin di pipa tembaga unit indoor dan outdoornya juga siap banget menghadapi cuaca di Indonesia. Menariknya Polytron yakin sekali dengan ketangguhan AC ini dan memberikan garansi yang panjang 10 tahun untuk kompresor plus 3 tahun untuk spare part-nya. Oke, langsung aja kita pas bahasan AC brand asli Indonesia. Ini AC Polytron VZ AI series. Ini adalah salah satu lini AC terbaru yang dihadirkan oleh Polytron. Ada berapa variap untuk VZAI series ini? Ya, mulai dari 1/2 PK, 1 PK, 1,5 PK sampai 2 PK. Nah, kali ini kita mencoba yang 12/2 PK-nya. Untuk 1/2 PK ini seharusnya akan cocok untuk ruangan dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Jadi, AC ini akan kami uji di ruangan pengujian khusus kami yang didesain dibuat menyerupai kamar tidur yang tidak terlalu besar. Ya, sebelum melihat kemampuan AC ini, kita coba kenalan dulu ya dari isi paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit indoor plus bracket untuk memasang unit ke dinding. Lalu ada unit outdoor. Ada remote control lengkap dengan bracket yang bisa dipakai kalau mau menempelkan remote ini ke dinding. Lalu ada set baut untuk pemasangan AC dan ada paket dokumen. Untuk pipa AC, kabel listrik, selang pembuangan air, kepala outlet listrik, serta bracket unit outdoor. Ini tidak termasuk dalam paket penjualan ya. Dan ini wajar untuk paket penjualan sebuah AC. Oke, untuk desain unit indoor kurang lebih seperti ini ya. ini pakai desain yang tidak kaku dan terlihat modern di sini. Warna dasarnya putih. Di tengah cover depan itu ada indikator yang menampilkan target suhu. Ada satu strip area dengan warna hitam di bawah cover depan di dekat tempat keluarnya udara dingin. Nah, ada flap yang jadi penutup tempat keluarnya udara dingin yang sekaligus jadi pengatur arah hembusan secara vertikal. Di bagian atas ada filter debu. Kalau mau mengakses filter ini, kita bisa angkat panel depannya seperti ini ya. Jadi lakukan ini kalau kita mau membersihkan filter debunya. Oh ya, terlihat juga di sini ada filter ekstra juga yang jadi bagian dari air purification di AC ini. Ada carbon filter, heppa filter, dan high density dust filter. Ini disebut bisa menghilangkan baut tidak sedap serta mengurangi virus dan jamur di udara. Lalu di balik filter tersebut tentunya ada evaporator yang sudah pakai gold fin ini ya. Nah, ini itu perlindungan bebas korosi di pipa tembaga unit indoor. Nah, dimensi unit indoor ini ada di 89 * 26 * 20 cm. Ini terlihat cukup besar ya untuk AC 1/2 PK sebetulnya. Sementara untuk unit outdoor dimensnya adalah 66 * 48,2 * 24 cm dengan bobot sekitar 18,5 kg. Pipa tembaga di unit outdoor juga pakai Goldfin ya. Jangan kaget kalau bobotnya tergolong berat, pipanya full tembaga, body outdoor juga full metal dan terasa tebal. Kokoh banget. ini disebut membuatnya lebih tahan terhadap cuaca di Indonesia sehingga umur pakainya harusnya lebih panjang. Nah, untuk spesifikasi Polyton VZ AI series yang 12eng PK yang kami uji ini punya kapasitas pendinginan di 5000 BTU/h. Ini kapasitas yang umum untuk AC 1/2 PK. Kompresor masih tipe yang klasik ya, bukan yang inverter. Tapi Poletor menyebutkan kalau AC ini low watt dengan daya maksimal cuma nyampai 390 watt. Sementara power idle-nya ada di 310 wat. Ini membuat konsumsi dayanya berada di bawah kebutuhan daya normal atau yang biasanya digunakan oleh AC 1/2 PK. AC ini juga punya fitur low voltage start, jadi bisa dijalankan dengan normal sekalipun tegangan listrik kita turun sampai 160 volt. Wow. Untuk refrigeran AC ini menggunakan R32 yang lebih efisien serta ramah lingkungan. Nah, untuk fitur dari AC di sini ada voice sense atau voice command. Ini membuat kita bisa mengatur AC ini lewat suara kita dengan keyword high Polytron, Halo Polytron atau AC Polytron. Nah, untuk perintahnya yang bisa diberikan ke AC ini kurang lebih seperti ini ya. Benar-benar bisa dikatakan hampir menggantikan fungsi remote. Tinggal ngomong aja ruangan otomatis didinginkan. Serasa jadi sultan nih. Hei, Polytron, nyalakan AC. Hei Politron, turunkan suhu. Hai Politron, naikkan suhu. Nah, untuk auto cleaning, nah, ini akan aktif otomatis saat AC dimatikan untuk mengurangi munculnya jamur di evaporator. Timer on dan timer off. Nah, ini untuk mengatur kapan AC menyala atau mati secara otomatis. Leakage detector. A bisa memberitahu kita kalau ada kebocoran di sistem pipa refrigeran. Oke, kurang lebih seperti itu ya AC Polytron VZAI series ini. Sekarang langsung aja kita coba pakai AC ini. Oke, kita masuk ke penggunaannya ya. Pengaturan parameter penggunaan AC ini tentunya bisa dilakukan dengan remote bawaan. Desainnya seperti ini. Ada layar berukuran kecil di sisi atas. Untuk tombol tentunya ada tombol power atau on off ditempatkan di tengah. Di sekeling tombol power ada tombol atas dan bawah untuk pengaturan target suhu. Lalu ada juga fan speed untuk milih kecepatan fan. Ada lima tingkat kecepatan fan yang tersedia di sini. Lima tingkat ini bikin kita lebih mudah menyesuaikan kekuatan hembusan dengan kebutuhan kita. Kalau terasa kurang kencang, masih gerah bisa diatur lebih tinggi. Tapi kalau terasa kekencangan sampai terasa mau masuk angin, ya turunkan aja sedikit ya. Lalu ada juga tombol super. Kalau ditekan target suhu akan diset ke 16 derajat Celcius dengan kipas diatur langsung ke high. Kemudian di sekitar kelima tombol tadi ada mode untuk memilih mode penggunaan AC. Opsinya ada cool, dry, fan only, dan heat. Tentunya mode heat tidak bisa digunakan ya di AC ini ya. Lanjut lagi ada juga tombol smart, I feel dan sleep. Smart membuat AC otomatis menjaga suhu ruangan sesuai preset yang sudah disiapkan Polron. Iel membuat penyesuaian suhu jadi lebih akurat karena pendeteksian suhu itu bukan dari sensor di unit indoornya, tapi sensor yang ada di remote-nya tadi, ya. Kemudian slip akan otomatis menyelesaikan parameter untuk menjaga kenyamanan kita saat tidur. Lalu, ada tombol pengaturan swing. AC ini hanya punya pengaturan otomatis untuk pengaturan hembusan vertikal. Lanjut lagi, ada tombol clock, timer on, dan timer off yang semuanya terkait dengan fitur untuk menghidupkan dan mematikan AC secara otomatis. Nah, ada juga quiet dan ekonomi yang di AC ini ternyata belum berfungsi. Menurut Polytron ini disiapkan untuk AC generasi berikutnya. Jadi untuk saat ini fungsinya jadi seperti kalau kita pakai tombol slip. Okelah, kita tunggu aja kalau gitu AC gebrakan berikutnya dari merek asli Indonesia ini ya. Sementara untuk dimmer ini untuk menyalakan atau mematikan tampilan target suhu di AC. Seperti itu ya fitur-fitur terkait penggunaan yang tersedia di AC ini. Sekarang kita masuk ke pengujiannya. Oke, pengujian AC ini kita lakukan di kamar tidur dengan luas kurang lebih 12 m². Pertama, kita coba AC ini untuk meningankan ruangan dengan tiga fans speed yang tersedia dan menggunakan dua target suhu yang berbeda. Masing-masing pengujian dilakukan selama 3 jam dengan suhu awal ruangan ada di kisaran 27 sampai 28 derajat celcius. Sebagai catatan untuk biaya penggunaan kami menggunakan tarif listrik golongan R1 TR dayanya itu 1.300 atau 2.200 VA yaitu ada di 1444,7 per kWH. Nah, kita coba dengan target suhu 16 derajat Celcius ya. Hasilnya suhu akhir di semua kecepatan kipas setelah 3 jam masih cukup jauh dari target 16 derajat Celcius. Ini seharusnya terkait dengan ukuran ruangan pengujian kami yang memang sudah ada di batas atas untuk AC 1/2 PK. Jadi cukup wajar kalau AC ini butuh waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan untuk mencapai suhu yang serendah itu. Konsumsi daya tertinggi terbilang cukup sesuai dengan janji Polytron ada di kisaran 390 watt. Sementara untuk biaya penggunaan AC ini selama 3 jam di konfigurasi yang kami uji ini ada di kisaran Rp1.500 sampai Rp1.600. Sebagai catatan, 16 derajat Celcius ini memang bukan suhu yang disarankan untuk penggunaan harian ya. Ini lebih untuk ke data pengujian saja sebetulnya. Penggunaan target suhu yang terlalu rendah itu bisa mengganggu kesehatan kita tentunya ya. Usa 16 dingin banget. Berikutnya kita ganti target suhunya ke 25 derajat Celcius. Ini suhu yang umum digunakan di Indonesia khususnya saat kita tidur. Kita coba lagi dengan tiga setting kecepatan kipas. SU akhir yang kami dapatkan setelah 3 jam sudah ada di kisaran target 25 derajat celcius untuk semua kecepatan kipas. Konsumsi daya maksimal di kecepatan kipas terendah itu sedikit ada di bawah kedua setting kecepatan lainnya. Sementara untuk biaya penggunaan selama 3 jam untuk kecepatan terendah masih di bawah Rp1.000. Sementara untuk kecepatan tertinggi itu sudah mendekati Rp1.500. ini per3 jam ya. Lanjut lagi. Kita coba pakai selama 12 jam dengan target suhu 25 derajat Celcius. Ini lebih menggambarkan penggunaan umum harian ya. Jadi anggap kita pakai AC-nya 12 jam 1 hari. Nah, AS ini terbilang bisa menjaga suhu ruangan di kesaran target suhu di 25 derajat Celcius. Penggunaan daya selama 12 jam ada di 2,122 kWh yang berarti biayanya sekitar Rp3.066. Eh, janji Politron kan ada di Rp2.000. Bisa jadi Polit menghitung penggunaan harian diaran 8 jam bukan 12 jam seperti yang kami gunakan. Ini umum dilakukan oleh para produsen AC. Hitungan mereka tuh ada di 8 jam biasanya jagat aja yang iseng kita pakai di 12 jam. Kalau kita hitung-hitung lagi kalau dia pakai 8 jam memang kurang lebih ada di kisaran Rp2.000 memang ya. Kemudian untuk penggunaan 1 bulan atau 30 hari dengan AC dihidupkan 12 jam sehari, biaya listrik yang dikeluarkan per bulannya itu akan ada di kisaran Rp92.000an. Berikutnya kita coba di mode super. Mode ini harusnya sama dengan pengaturan manual ke 16 derajat Celcius dan fan diatur ke setting tertinggi. Tapi apakah emang seperti itu? Kami coba menurunkan suhu ruangan dari 28 ke 25 derajat celcius. Ya, kita coba kita lihat bisa apa enggak, ya. Hasil yang kami dapatkan mode super dengan setting manual sama-sama bisa menurunkan suhu ke-25 derajat Celcius dari 28 tadi ya dalam kisaran 1 jam 10 menit. Kalau dibandingkan dengan setting fan yang low ya tentunya pakai mode super tadi lebih cepat. Sementara kalau fan diatur ke auto, nah ruangan baru mencapai 25 derajat Celcius dalam 1 jam 30 menit. Oke, bagaimana dengan tingkat kebisingan AC ini saat digunakan? Kita coba ukur juga dari jarak sekitar 3 m. Jarak ini harusnya menggambarkan jarak minimal antara tempat tidur kita dengan posisi pemasangan AC. Dengan setting kipas tertinggi, kebisingannya sudah di kisaran 36 dB. Sementara kalau di medium kisarannya 33 dB dan terendah itu ada di 30 dB. Dan ya ini tiga-tiganya sebenarnya masih terbilang tidak berisik. Sementara kalau kita aktifkan mode slip, tingkat kebisingannya bisa turun lagi ke kisaran 28 dbel. Oke, untuk harganya Polytron menawarkan AC ini dengan harga normalnya itu mulai dari Rp4.59.000. Tapi buat yang minat dengan AC ini, ada harga promo dari Polytron mulai dari 3,3 jutaan saja. Nah, terkait garansi Polron itu menawarkan garansi 10 tahun untuk kompresor dan 3 tahun untuk spare part dan evaporator. Ini terbilang panjang ya garansinya ya. mantap untuk mendukung agar AC ini always on. Garansi ini tanpa syarat ya, cukup berikan bukti pembelian atau kartu garansi dan ini bisa diklaim berkali-kali. Oke, kita sekarang masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, ini bukan smart AC. Jadi, memang hanya punya fitur voice comand aja tanpa dukungan pengendalian dari jarak jauh lewat aplikasi dan lewat internet, ya. Jadi, kalau smart itu harusnya ada internet. Padahal sebetulnya bisa terima voice command tuh udah smart ya. Oh ya, kalau mau pakai Voice Sense, pastikan intonasinya udah pas. Kalau intonasi kita agak salah, bisa jadi AC ini tidak mengenali saat kita panggil. Kemudian terakhir, dia masih belum menggunakan inverter. Jadi ini bukan yang konsumsi dayanya super-super rendah banget. Nah, dari si menariknya sebetulnya konsumsi dayanya terbukti relatif rendah saat kami uji, tidak sampai lebih dari 400 watt. Kemudian dia punya voice sense yang tadi kita bahas ya. Ini hal yang terbilang masih langka untuk AC yang ada di Indonesia. Dia punya juga auto cleaning yang otomatis aktif saat AC dimatikan. Lalu sudah pakai pipa tembaga di unit indoor maupun. Penampilan AC juga terbilang modern, tidak terkesan kaku. Lalu dia punya opsi kapasitas pendingan mulai dari 1/2 PK, 1 PK, 1,5 PK sampai ada yang 2 PK serta garansinya ini panjang dengan garasi kompresor sampai 10 tahun ya. AC Polytron VZ AI series ini terbilang menghadirkan keunikan tersendiri ya lewat fitur voice comand-nya. Ini harusnya menyelesaikan masalah yang sering terjadi pada kita. Nyari remote AC. Mau itu mau ngidupin AC [berdehem] atau mau matiin AC. Kalau remote-nya nyelip entah itu di sofa, jatuh itu sering merepotkan. Nah, kalau pakai voice command kan tinggal High Polytron hidupkan AC. Praktis dan canggih kan? Ini seharusnya bikin kita bangga terus melangkah ya bersama perusahaan asli Indonesia ini. AC ini tersir dalam varian kapasitas 12eng PK sampai 2 PK. Jadi harusnya akan cocok mengakomodasi penggunaan di berbagai tempat mulai dari kamar kos atau apartemen tipe studio, rumah, ruko, kantor dan sebagainya. Jadi dengan keunikan dan keunggulan tawarkan, AC peleturan VZI ini terbilang sangat layak untuk dipertimbangkan. [musik]
