Jungkat

Renovasi Rumah 1 Lantai Jadi 2 Lantai! Inspirahoms: Dirumahnyaa (YouTube Video)

  • 25/07/2025

Oke, Teman-teman. Hari ini kita mau berkunjung ke sebuah rumah yang didesain sama arsiteknya itu temannya sendiri, tapi jadinya keren banget. Yuk, kita langsung ngobrol aja sama ownernya Mas Arya. Halo, saya Arya. Saya Lia. Dan ini K. Selamat datang di rumahnya. A halo Mas. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Gimana kabarnya? Baik, alhamdulillah. Terima kasih sudah mampir ke sini ya. Iya. Kita juga terima kasih nih sudah boleh datang ke sini nih, Mas. Mas, kita boleh ke depan lagi dikit, Mas. Nah, ini menarik banget dari luar sudah mencuri perhatian, Mas. Tapi sebelum kita bahas desain, luas tanah, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Mas? Jadi untuk luas tanah ini ee 8 * 12 ya, seluas tanah 96. Untuk bangunan itu 134 m². 134 m². Dan ini berarti dibangun tadinya ada rumah satu lantai. Betul. Tadinya ada rumah satu lantai, tapi sudah lama ditinggalkan. Jadi sudah kosong sekitar mungkin e lebih dari 5 tahun lah di kosong. Ee posisinya lalu kita beli dan kita renovasi seperti ini. Oke. Dan ini emang dari luar tuh monokrom banget ya, Mas ya, rumahnya ya. Betul. Karena ee dari istri mungkin yang melihat saya tuh styleennya cocoknya seperti ini monokrom gitu. Jadi dari luar oke kita ambil style monochrom juga biar mencolok juga dibanding yang rumah yang lain. Mencolok kita pakai model monokrom. Iya sih. Dan emang kelihatan ini rumah dari luarnya cowok banget c. Iya betul. Oke. Nah, ini yang aku paling suka tuh ternyata si atapnya dibikin agak maju sampai ke depan situ ya Mas ya. Iya. Iya. Kenapa tuh Mas? itu sebenarnya untuk dari penjelasan teman saya sih waktu itu mendukung siling yang tinggi lebih cocok menggunakan atap yang miring seperti itu katanya biar tingginya di dalam ee style-nya cocok dengan e atap yang miring cuman secara fungsi kenapa saya juga kalau ditanya gua agak ngerti juga sih tapi emang ini sih Mas benar setuju aku karena ini kan dia dibikin sangat curam ya jadi seolah-olah kalau kita lihat dari bawah sini jadi semakin tinggi ke atas ya iya betul cara jadi penjulangnya makin kelihatan gitu makin mencolok dan yang menariknya di lantai duanya sini ternyata Ada melengkungnya ya, Mas? Iya, betul. Itu juga ee dari yang tiang yang ini ya. Ini kan dari peninggalan rumah sebelumnya. Oh, ini. Ini tiang ini yang ini. Oke. Nah, ini kemarin tuh sempat diskusi juga sama arsiteknya apakah ini dihancurkan atau mau dikiip tapi kita modifikasi bentuknya. Oke, akhirnya kita putuskan karena mungkin ke depannya bisa juga untuk kanopi atau untuk hal lain dan secara style pun sepertinya mendukunglah karena kalau dihancurin nanti fas depannya ee style-nya kalau seperti ini kosong banget kelihatannya. Oh, Akhirnya kita lengkungkan juga di sini kita bikin lengkungan. Nah, ininya pun mengikuti. Oh, gitu. Oh, jadi situnya juga ngikutin melengkung. Oh, kalau boleh komen. Berarti ini seperti punya tetangga sebelah kanan kiri ya aslinya ya? Iya. Oke. Makanya udah dipertahanin. Iya sih aku kebayang kalau enggak ada ini pasti jadi kosong banget si. Iya. Kosong banget. Dan enggak akan kayak gini modelnya. Iya berubah. Iya. Oke. Oke. Sepakat. Dan emang nanti ke depannya bisa untuk ini ya Mas struktur dari kanopi. Betul. Dari tadi kan aku juga udah ngomong nih Mas dibikin sama didesain sama arsiteknya teman sendiri. Boleh di-mention enggak Mas arsiteknya siapa? Boleh boleh. Eh, teman-teman kalau mau lihat arsiteknya, portofolionya boleh lihat Instagramnya @nioworks n a i work pakai s belakangnya. Oke, nanti ada di sini kalian cek aja. Biasanya kalau didesain sama teman lebih mudah enggak sih, Mas, sama harga teman gitu. Ya waktu itu kebetulan ya memang style-nya pun cocok ya. Saya pun sebelum sama dia sempat juga survei-survei ke arsitek lain. Cuman memang dari portofolio dan style-nya gitu karena sudah kenal dari SMA, saya yakin ee beliau ini cocok banget sama style yang akan kami usung gitu. Oke oke oke oke. Nah, kita lanjut nih Mas nih sebelum bahas area sini ternyata di balik pagar ini ternyata ada pagarnya ya teman-teman. Ternyata sini ada area ini ya Mas. Taman. Area tamannya juga ya? Iya betul. Oh oke. Berarti kalau pagar ditutup ini tamannya sebenarnya ngikut luar ya, Mas? Dan dipasanginnya ditaneminnya tanaman ini nih, Kalatea kayaknya nih ya. Iya, Kalatea. Dan ini adalah area carpotnya ya, Mas ya? Iya, ini carpotnya. Tuh, mobil ini tiba-tiba yang sini tuh dindingnya emang warnanya hitam. Iya. Dari bawah sampai atas ya, Mas ya? Iya, betul. Oke. Cuman yang mencuri perhatian juga ini ya, jendelanya ternyata dibikin gede-gede ya, Mas ya. Enggak ada kusen Iya. Enggak. Kita enggak sih. Oke. Kesannya rapi gitu. Iya. Oke. Nah, ini Mas ee kulit ketika kita mau memasuki teras ternyata dibikin jauh lebih tinggi juga Mas. Betul. Ini karena memang menyesuaikan dengan lingkungannya ya karena pernah ada histori banjir juga di sini yang 2020. Ee kalau rekan-rekan mungkin ingat ada banjir di daerah sini. He. Jadi kita meninggikan dari level yang sebelumnya gitu sekitar 50 cent dinaikkan. Jadi biar amit-amit kalau ada banjir lagi aman ya, Mas ya. Sini ya. Oke. Terus menariknya ternyata ada remnya ya, Mas. Jadi tidak pakai tangga yang sebelah sini walaupun tadi Mas Arya langsung naik nih. Oke. Kenapa nih Mas dipasangin rem nih, Mas, kalau boleh tahu? Karena kan ee ada anak-anak ya kalau suka main gitu misalkan naik sepeda atau lari kayaknya lebih enak kayak gini bentuknya enggak langsung gitu. Dan di ujungan situ tetap dibikin ada lengkungannya ya, Mas ya. Betul. Walaupun monokrom style-nya gitu yang agak mungkin orang lihatnya gotik, gelap gitu. Cuman ya pengin punya tuh rumah tuh yang ramah anak lah karena kan anak masih kecil gitu. Jadi juga sepupu-sepupunya, saudara-saudaranya atau teman-temannya main lebih enaklah, lebih safe kita ngelihatnya gitu. Oke. Oke. Terus juga masih ada tempat duduknya dan ada MCB PLN-nya di situ ya, Mas ya? Iya. Betul. Oke. Nah, ini ternyata pas aku melihat pintunya cukup menarik karena warnanya sama seperti dinding ya, Mas ya. Kenapa nih, Mas? Apakah ada cerita atau ya udah emang pengin kita kamuflase aja gitu? Kalau cerita sih enggak ada ya. Dikasih desainnya seperti ini dan kayaknya oke gitu. Kita justru ee intinya kamuflase tapi voinnya di sini. I ini yang sempat diskusi justru di gagangnya, warna gagang dan bentuk gagangnya. Oh, gitu. E kalau ini kan saya pun memang okelah kamuflas, tapi di hemnya ini saya ngerasa jadi orang fokusnya bukan ke sini, tapi ke sininya gitu. Langsung sini ya kelihatan ya. Langsung ya. Iya. Menarikmenarik. Dan karena tadi udah sempat didiskusiin ini ngebahas tentang ng-edesainnya ya Mas ya. Ini teman-teman menarik karena proses desainnya itu enggak nyampai 1 bulan, Mas. Untuk rumah dua lantai, ya Pak? Betul. Betul. Betul. Wih, nanti kita bahas lagi di dalam. Oke, sekarang kita masuk ke dalam, yuk. Oke, Mas Arya sekarang kita bahas dalam rumahnya nih. Untuk di rumahnya ini dalamnya kayak gimana konsepnya, Mas? Jadi, konsepnya kita mengusung open space ya. Jadi, lantai satu ini kebuka semua dari living room terus ruang keluarga sampai ke belakang jemuran dan musala enggak pakai sekat jadi kebuka semua. Jadi kesannya lega gitu. Jadi emang plong semuanya sekatnya ya sama sekali. I. Nah, terus pas kita baru masuk di sini kita menemukan warna yang berbeda. Kalau boleh tahu kenapa nih tiba-tiba ada warna orange gitu ya. Setelah di luar monokrom banget gitu ya. Penginnya di rumah itu ada suasana yang hangat lah karena ada anak kecil gitu kan masih ya bermainlah di bawah. Kalau tetap menggunakan monokrom kayaknya kok kaku banget gitu. Kurang kurang kids friendly lah gitu. Akhirnya dikasih warna ini. Betul. akhirnya ee sama teman saya yang arsitek itu dan kita diskusi kalau di dalam untuk keluarnya monokrom ini palet warnanya seperti apa sih. Terus akhirnya ini justru yang diskusinya cukup agak lama ya dibanding desain lebih lama diskusi palet dalam tuh apa warnanya. Oh oke. Ada mungkin 1 minggu lebih untuk kami menentukan warnanya apa paletnya akhirnya dikasih orannya dan hijau gitu. Oke. Tapi basicnya tetap putih gitu ya. Betul. Tetap putih. tidak menghilangkan kesan monokrom dari luar tetap jadi lebih gampang ya and match-nya gitu ya. Nah, kalau ini sebenarnya ruangan apa ini Mas? Sebenarnya ini ruang tamu ya untuk nyambut tamu gitu. Pintu pertama di sini langsung ruang tamu. Tapi untuk sehari-hari sebenarnya justru ee lebih banyak dipakai kayak gini untuk baca anak gitu. Untuk belajar juga di sini ini juga makanya ada mejanya sama kursinya di sini. Jadi kalau anak ngerjain tugas-tugasnya nih belajar di sini. Makanya ini juga naruh buku. Betul bukunya di sini mainannya di sana. Emang di sini set untuk baca buku sama ada les-les hitung juga kan gitu. Oke siap. Ini juga lebih enak ya dikasih karpet yang besar. Jadi bisa lesehan untuk sampai di sini. Betul. Karena kan kadang-kadang juga acara keluarga banyak orangnya jadi kita lesehan aja deh. Dan di sini untuk rak sepatu. Iya. Ini rak sepatu. Ini rak sepatu. Sini. Oke. Nah, kalau di sini ada apa aja nih, Mas Arya? LDK ya, Living dining kitchen-nya di sini semua. Tapi warnanya juga langsung beda hijau. Kalau di sini ceritanya gimana nih, Mas? Ini juga cukup tinggi ya. Void-nya ee untuk void memang kan tadi juga kita sudah bahas ya e di luar memang kita ingin void-nya tinggi karena di Bekasi tinggalnya gitu. Memang udaranya cukup adem ya, lumayan hangat. Jadi kita void-nya tinggi dan sirkulasi udaranya bisa dari belakang sini dari karena di sini terbuka. Iya, sini terbuka. Ini ada kanopinya. yang bisa dibuka di sini ya. Dibuka pakai Oh, pakai katrol itu ya? Pakai katrolnya. Betul. Pakai katol dibukanya. Oke. Bisa dibuka. Jadi sehari-hari biasanya kalau tidak hujan gini saya buka dan pintu pun terbuka gitu. Dan untuk sini memang ee seperti tadi saya bahas di depan, kita ngusuknya konsepnya terbuka. Di sini biasanya anak-anak main gitu karena ini kan juga dekat dengan saudaranya. Sering main lah di sini biar kelihatan gitu. E walaupun sambil masak, sambil ngapain kelihatan mainnya. Jadi kita sambungin gitu mainan mau berantakan silakan aja. Kalau sini mah enggak apa-apa asal jangan lewat sini kalau berantakan gitu. Jadi kalau anak main enggak apa-apa seberantakan apapun. Tapi di sini areanya di sini. ini biasanya kalau udah main tarik tumpahin langsung gitu. Jadi buku di situ. Sedangkan untuk boneka dan mainannya kita taruh di bok sini. Oke. Tapi di sini emang jadi semua aktivitas ada di sini ya sama keluarga gitu ya. Betul. Aktivitas keluarga ya. Bapaknya pun main PS di sini juga. Bapaknya main PS sama ya. Kalian coba main bareng deh tuh main apa? Tanyain main apa? Tongkrongan. Emang di sini juga konsepnya ya udah lesehan aja ya Mas ya. Dan untuk area bawah tangganya ya udah emang buat naruh TV. Dan ya udah emang enggak ada yang area tertutup. Biasanya kan ada yang kasih gudang tertutup gitu. Emang ini dibuka aja gitu ya. Iya karena gudangnya ada di belakang. Kita simpannya enggak tersembunyi gudangnya. Oke. Nah kita bahas dapurnya dulu nih, Mas. Tapi kalau dapurnya aku lihat ya udah warnanya wood and white aja enggak ada warna lain. Seperti apa nih Mas dalam desain dapurnya? Kalau untuk dapur memang dari awal kita kan kalau dapur beda ya ee sama orang sama hijau. Bukan tempat bermain lah. Lebih rapi dan lebih klasi lah mungkin ya atau lebih lebih ee apa enggak enggak terlalu colorful kita pilih warnanya. Iya. Jadinya dipilih warnanya juga warna-warna yang netral. Betul. Kita pilih warna netral dan saya pilih juga mejanya dan kursinya agak tinggi biar kesannya ada di bar gitu. Iya. Jadi ada bar stoolnya gitu ya. Betul. Wah, kursinya tinggi dan saya pun memang kan hobi ngopi juga gitu. Biar itu di rumah ngopi pagi vibes-nya dapatlah. Benar-benar jadi ini sekaligus emang meja makannya juga ya. Meja makan juga. Iya. Oke. Tapi bisa juga makan sambil lesehan sambil nonton TV. Udah pokoknya di mana aja aman deh. Jadi kalau anak pun makan enggak lari-lari karena tinggi kan kursinya. Duduk sini udah di sini makannya gitu. Di situ ya sampai habis enggak turun. Turun-turun. Oke. Nah, untuk lantainya nih, Mas. Emang ini dipilihnya yang kayak ada motif semennya ya? Iya. Ya, kita pilih yang ee agak kasar lah karena kalau yang misalkan keramik cenderung lebih licin ya gitu. Balik lagi kan saya pengin yang kiss friendly buat anak itu mau main apa aja di rumah bisa gitu ya. Model kayak gini tidak licin dan ketika apa ada yang tumpah atau apapun pembersihannya juga masih oke karena kalau yang kasar banget pun susah kan membersihkannya. Jadi ini kita pilih motif yang seperti ini dan nyambung juga ke tema monokromnya jangan sampai hilang sama sekali gitu. Iya. I iya iya masih ada ya di sini. gitu. Ada lagi mungkin ke sini dulu nih kita, Mas. Nah, di belakang sini ternyata masih ada musala ya. Iya, ini musala. Musala berarti dari awal emang sudah didesain di situ musalanya. Iya, kita sudah desain ee harus ada musala di rumah biar tidak di masing-masing kamarlah kita salat ibadah fokusnya ada tempatnya tersendiri gitu. Walaupun enggak terlalu besar ukurannya, tapi untukah cukup sih jamaah cukup ya. Untuk saya ya istri sama anak itu masih cukup tempatnya gitu. Terus di situ ada tempat wudunya juga langsung. Iya. Ini tempat wudunya langsung tempat wudu dan sini tempat cuci. Tempat cucinya di sini sebelahan. Tempat cuci sebelahan langsung jemur di situ. Oke. Dan ini masih perpaduannya juga masih sama hijau ya Mas ya. Dan di sini aku lihat maaf Mas ada pintu. Ini gudang ya. Iya. Ini gudang di sini. Ini gudang. Oke. Jadi penyimpanannya semua ada di dalam sini ya. Betul. Untung barang barang di sini. Nah di sini untuk mencucinya dan jemurnya di situ. Iya. Ini cuci setrika di sini juga. Oh setanya juga di sini. Ini kayak gini. Oke, mereka juga di sini sekalian. Jadi emang ditaruhnya di belakang ya, Mas. Jadi pas tadi masuk itu enggak terlalu keekpos juga ya. Kayak kelihatan. Iya. Iya, iya. Iya. Oke. Terus di ini masih ada lagi kamar mandi nih sepertinya. Boleh lihat kamar mandinya. Boleh. Nah, ini untuk kamar mandi tamu Kamar mandinya. Nah, kamar mandinya ternyata putih, orange, teraz. Iya. Gimana nih pemilihannya juga yang sama kayak tadi ya, Mas? Sama sebenarnya untuk palet warna kita memang dari awal kan sudah sepakat hijau dan oranya tinggal plotingnya nih hijau yang mana, orannya yang mana gitu. Nah, kebetulan terasonya ini ee saya senang modelnya gitu. Untuk ini kamar mandi kayaknya cocok kayak gini baru di sini kita pilih oren-oren. Hmm. Jadi terazonya dulu baru kita oren di sini. Dan terazonya aman ya. So far gampang dibersihin iya gampang kalau ini. Oke. Ukuran kamar mandinya tahu enggak Mas? Kisaran berapa? 1,5* 2,5 apa ya? Untuk yang ini berarti ini untuk tamu juga ya? Iya. Oke. Dan emang di area ini tuh terang semua ya, Mas, di dalam rumahnya. Iya. Jadi nyambung juga ya yang dibahas di luar kan ee kita ada ee kaca jendela dua besar. Memang itu untuk tujuannya untuk pencahayaan. Iya. I biar cahayanya masuk gitu. Kita enggak perlu nyala lampu. Dan emang yang di atas ini sengaja enggak dikasih e wooden blind atau roller blind. Ya udah dibiarkan terbuka aja ya. Karena siapa juga yang Masnya mau ngintip sampai atas itu? Oke, boleh lanjut ke atas mungkin. Yuk, kita ke lantai du. Mau ikut? Oke. Mau. Mau. Oke, ayo. Nah, kalau untuk tangganya berarti materialnya ini sama ya, Mas ya? Sama yang masih sama yang kayak di bawah ya. Nah, ini kita udah di lantai du. Kalau di lantai dua ini berarti kamar tidur sepertinya isinya. Kayak gimana nih, Mas? Konsepnya di bawah ee terbuka. Tapi untuk private ya masing-masing kamarlah silakan gitu. Jadi untuk ruangan keluarga semua terbuka serba tahu kita ngapain. Tapi untuk kamar nanti dipersilakan kalau ada kegiatan private atau apa di kamar masing-masing. Iya. Dan dari atas ini kita masih bisa berkomunikasi sama yang ada di bawah ya, Mas ya. Enggak tertutup. Jadi ya masih terbuka. Jadi masih bisa kayak manggil atau ngomong itu masih kedengaran. Iya masih bisa. Dan itu juga mendukung untuk poid yang tinggi ini kan. Karena kalau tertutup nanti poinnya tinggi juga ya sia-sia gitu. Benar. Benar. Benar. emang fungsinya untuk itu ya Mas ya, biar ruangannya saling berkesinambungan. Oke. Nah, kalau dari sini berarti ini yang tadi kita lihat dari bawah itu ya. Betul. Ini jemurannya sini. Ini kalau di atas mau ada bersihkan AC juga ke sini. Nah, ini boleh dibuka enggak, Mas? Boleh. Lagi enggak ada jemuran nih di bawah. Sepertinya kita praktekin buka pakai katrol. Nah, ini sepertiga sih maksimal terbukanya. Nah, jadi kalau dibuka kayak gini emang kalau pas ini kan lagi hujan nih, Teman-teman ya. Airnya juga netesnya ke ini ya, ke taman bawah juga ya. Taman bawah yang memang didesain enggak apa-apa kena air gitu. Iya. Jadi makin ada udaranya juga segar juga. Dan ini ada tangga monyetnya untuk ke atas ya. Iya, betul. Untuk bersihkan aset toren segala macam. Dari sini udah ada aksesnya teman-teman. Terus sekarang kita ke mana nih, Mas? Eh, ke sini dulu ya. Lupa. Ini ada kamar mandi lagi nih kalau dilihat dari pintunya. Di sinin juga. Nah, ini bedanya apa, Mas, sama yang di bawah? Kalau ini, Nah, untuk di bawah yang ini bedanya dari warnanya ya. Juga ini kita pilihnya warnanya hijau, enggak orangen seperti di bawah. Lebih ee untuk yang lainnya sama sih tapi sini lebih sederhana dan kosetnya pun kita pilih yang jongkok bukan yang duduk Oke. Pertimbangannya apa itu Mas kira-kira? Ee karena menurut saya rumah harus ada konset jongkoknya sih. Enggak boleh duduk semua gitu. Oke. Oke. Ya udah simpel ya, Mas ya. Sebagaimana fungsinya dan ini bawahnya yang tadi ya satu ini ya. Betul. Satu. Iya. Satu garis. Satu garis ke atas. Ini berarti ada apa aja? Satu ada wardrop ya. Karena anak baru satu. Jadi di sini masih kita pakai untuk barang-barang lain dan baju kebanyakan kita taruh sini. Tapi kamar tidur ya fungsi awal. Oh sebenarnya fungsi awalnya buat kamar tidur gitu. diprepare buat kamar tidur. Oke. Dan kalau di sini yang sebelahnya kamar anaknya seperti ini. Nah, ini yang ujung berarti kamar tidur utama. Benar. Betul. Betul. Ini kamar tidur utamanya. Wah, langsung adem ya, Mas karena ada AC. Nah, kalau kamar tidur utama seperti apa ceritanya? Konsepnya? Kalau konsepnya awalnya sih inspirasinya Japan. Jadi memang enggak yang pakai Jupan gitu, depan pendek aja. Iya, lantainya kita pilih ee yang gimana caranya biar adem. Saya requestnya enggak request bahan waktu itu sama teman saya cuman pengin gimana caranya ee menyimpan lah dingin tuh gimana. Terus dia menyarankan untuknya pakai takok kayak gini. Oke. Dari warnanya juga udah hangat sih jadinya kalau misalnya di kamar udah bawannya pengin tidur aja ya. Tapi emang cukup simpel. Di sini kasur, di sini untuk lemarinya dan ternyata di depannya ini untuk apa nih? Ruang kerja kah? Iya, ruang kerja. kerja ya ber betul karena saya kadang-kadang juga masih kerja bawa kerja lah gitu kerjaan ada e on off ada yang ke kantor kadang juga ada yang kerja di rumah jadi udah ada space-nya sendiri ya Mas ya di sini dan ini sama kayak yang di bawah ya Mas pakai bl warna putih dan ini dibaliknya berarti jendela semua atau ada oh ada balkon ya ada balkon iya boleh ke balkon kah boleh kita biasanya di sini sering dipakong dipakai enggak Mas sehari-hari Iya saya juga kadang-kadang ya kalau ketika di kamar lagi kerja mumat gitu butuh nyari angin keluar jadi enggak perlu turun ke bawah I buka buka pintu aja di sini gitu ya. Karena depan ini bukan rumah tetangga juga ya Masya. I betul aman. Betul. Ini juga salah satu pertimbangan kenapa kami memilih di sini karena depannya taman gitu. Karena saya memang cari rumah yang kalau bisa enggak banyak orang lalu lalang lewat. Jadi yang lewat yang mau pulang aja ke rumahnya di situ. Jadi sampai rumah emang buat istirahatlah buat bersantai gitu ya. Oke kita masuk lagi. Nah di sini masih ada apa lagi nih? Ya jadi kalau untuk ukuran sebenarnya basicnya sama semua ya. Kamar itu 3 * 3,5. Cuman untuk kamar utama kita tambahkan kamar mandi. Berapa ukurannya ini berarti? Ini kamar mandinya 2,5 * 3. Oh, lumayan besar ya yang di sini. Oke. Jadi dia me apa? Memanjang ke belakang gitu ya. Dan hijau juga nih kalau di sini bukan orangen. Jadi untuk yang orang hanya kawan lantai satu tapi untuk yang lantai dua kita pilih warna hijau. Untuk materialnya sebenarnya sama tapi tinggal kombinasinya aja ya yang dibedakan ya. Oke, yuk kita lanjut bercerita di bawah bentar, Mas. Closing biasanya kita ngobrol-ngobrol bentar, yuk. Nah, Teman-teman, sekarang kita udah berkumpul bareng. Saatnya kita bahas yang paling ditunggu-tunggu. Tapi sebelum bahas yang paling ditunggu-tunggu, ya, aku mau menanyakan dulu nih kembali ya. Karena di rumah ini tuh dalamnya ternyata banyak sekali tanamannya, Mbak. Dan di balik layar katanya memang beliau nih yang paling menguasai soal pertanam-tanaman. Boleh ceritain dikit enggak, Mbak, kenapa sih di dalam rumah ini banyak banget tanamannya, Mbak? Ee sebenarnya sih biar lebih segar aja sih rumah enggak kelihatan kosong gitu. Dan saya emang senang yang hijau-ijau sebenarnya. Oke, tapi untuk perawatannya yang indor seperti apa tuh, Mbak? Apakah repot atau enggak? Kita trial dan error sih. Ada beberapa tanaman awal-awal masih enggak ngerti juga banyak yang mati, ganti ganti, ganti. Dan akhirnya cocoknya ke tanaman-tanaman yang apa ya, yang daunnya agak keras gitu. Biasanya dia lebih kuat gitu. Oh, kalau di Indo Oke, terus balik lagi ee izin ya, Mas, Mbak, untuk bahas budgetnya nih. Jadi untuk membangun rumah ini makan biaya berapa sih? Jadi hitungan awal sebenarnya basicnya per meternya itu kita ada di 3,8. Tapi setelah ada kebutuhan ya ee kita pastinya ada beberapa yang perlu di-update. Jadi jatuhnya sekitar 4,1 per me. Oke. 4,1 juta per me. Dan itu biaya bangunannya aja ya berarti Iya, biaya bangunannya ya. Tidak sama biaya arsitek berarti ya. Enggak, itu sudah inut. Oh ituut. Tapi ya karena saya teman saya kan. Aseknya teman saya. Teman saya jadi ee sudah include 4,1 sekianah hampir 4,2 per me. Oke. Jadi totalnya silakan teman-teman hitung sendiri dan itu dibangun di tahun 2023. Oke. Dan yang menariknya nih ee proses desainnya kan juga cepat ya, Mas ya. Makan waktu berapa lama kita untuk desain itu? itu enggak nyampai 1 bulan. Enggak nyampai 1 bulan. Nyampai 1 bulan. Revisive-revisi gambar enggak ada revisi ya. Ada dikasih opsi cuman dari ee meeting awal kita sudah dikasih tiga opsi. Kita langsung memilih oke yang ini aja. Oke Dan pas sudah oke itu udah jalannya paling minor-minor dikit-dikit. Iya gak yang besar perubahannya. Dan proses pembangunannya Mas Mbak kita proses pembangunan enggak sampai 5 bulan ya. 4 bulan sekian mulai Agustus Desember minggu ketiga tuh sudah selesai. Wih itu pakai sulap atau apa, Mas? Cepat banget. Dua lantai loh. Iya. Kita pun ya dari teman saya pun bilang, "Ih, kok lancar ya? Alhamdulillah gitu." Enggak ada ya dari kaminya enggak ada revisi juga dan dari pengerjaannya pun enggak ada hambatan lancar. Jadi langsung satet satul jadi ya Mas Betul. Betul. Karena kalau balik lagi untuk desain ya sebelum kita ee diskusi pun kami sudah punya referensi. He kami pengin model seperti ini ya referensinya lah kasih gambar beberapa gambar itu di Juni mungkin ya sekitar Juni sudah mulai tektokan soal desain tapi eksekusi diskusi itu baru di Juli. Oh Juli minggu pertama lah. Nah, itu kita cuman Zoom meeting dua kali terus sekali ketemu karena ini kan ya tadi ya saya cerita rumah lama lantai 1 gitu Juli akhir itu survei dan oke bisa ee dengan desain yang kami pengin digambar lah 1 minggu satu du minggu lah dikasih tiga opsi he udah Agustus sudah running jadi sebenarnya ini kenapa bisa enggak banyak revisi karena kita nyari ee arsiteknya yang emang sesuai sama ee style yang kita suka gitu. Jadi dari awal emang sudah mencocokkan dulu ya. Iya. Jadi emang banyak terserahnya sih Bahkan dari teman saya pun nanya ee kok enggak nantang sih? Kok enggak ada kurangnya? Kok ya aja gitu. Dia pun bingung kenapa sih kok istrimu ya aja enggak ada revisi kek apa kek ya orang udah cocok gimana? Jadi bisa cepat juga ya kalau betul. Jadi emang mestakung lah emang teman dekat kebetulan gitu dan secara portofolio pun emang style-nya cocok sama istri. Menarik menarik cerita Inspirums kali ini dan buat teman-teman nih Mas yang pengin nanya-nanya lebih lanjut tentang rumahnya bisa ke mana tuh Mas? Bisa cek ke Instagram @ di rumahnya A. Jadi di rumahnya A-nya dua belakangnya ya. Oke, nanti teman-teman langsung cek ke situ. Follow juga pokoknya tanya-tanyain apa aja yang pengin kalian tanyain detailnya yang belum terjawab di sini bisa langsung ke sana. Nanti yang jawab siapa tuh, Mas? Kalau yang jawab sih Kalita dua-dua nanti kita nyesuain pertanyaannya. Oh, I ditanya soal apa gitu. Oke. Oke. Siap. Oke. Oke. Kalau dari kita sih cukup sekian episode Inspirums kali ini. Semoga memberikan manfaat, semoga memberikan inspirasi. Jangan lupa subscribe channel kita dan follow Instagram kita juga Wicak Miftajana dan TikTok kita juga Wicak Mifta dan Inspira Homes. Ada juga Instagram Inspir Homes. Oke, dadah. Terima kasih. [Musik] Jadi enggak kelihatan kalau dari luar gudangnya di mana. Mau ikutan? Mau salat. Oh, mau salat ya? Udah salat kita ke masjid. Action. Ini baik banget.

Lihat di YouTube