Renovasi Rumah 60m2 Jadi 2 Lantai! Inspirahoms: IgoAyuHomeJourney (YouTube Video)
Hari ini kita akan main ke rumah yang luas tanahnya 60 m². Direnovasi total, diambrukin dulu bangunan lama, kemudian dibangun jadi rumah yang apik dan estetik dengan budget pun yang cukup menarik nih. Nanti akan kita bahas budgetnya. Sekarang kita ketemu dulu sama ownernya. Assalamualaikum, aku Ayu. Aku ibu rumah tangga. Selamat datang di Igo Ayuh Home Journey. [Musik] Halo, Mbak Ayu. Apa kabarnya? Kabar baik, alhamdulillah. Alhamdulillah. Itu yang kita senang tuh dengerin tuh kalau kabarnya baik. Oke, Mbak. Yuk, sebelum aku menanyakan tentang desain rumahnya. Jadi, kan tadi luas tanah aku sudah mention 60 m² itu berapa kali berapa? Iya, itu 6* 10. Kalau luas bangunannya, Mbak? 120. 120 dan dibangun dua lantai ya, Mbak ya? Dua lantai. 120. Ini barusan jadi atau gimana, Mbak? Rumahnya barusan jadi banget di bulan Ramadan kemarin. Heeh. Aku baru pindah ke sini sekitar 2 bulanan lah. Oh, wah, ini masih catnya ini masih baru banget dan semua di dalamnya masih wah cakep banget. Oke, ini ada lewat lagi kembang ada kembang tahu. Kembang tahu. Nah, kita panas-panasan dikit dulu nih, Mbak di luar. Enggak apa-apa ya? Enggak apaapa. Ini desainnya konsepnya apa nih, Mbak? Kalau boleh tahu, Mbak? Ee ini semi industrialis sama ada Japan-JPANya sedikit. Heeh. Dan aku pengin kayak di depan tuh kayak ada kafe-kaafe gitu. Pokoknya aku pengin di setiap sudutnya itu bisa ngonten gitu. Karena emang aku juga setiap hari ngonten, jadi pengen yang banyak cahaya, banyak lampu tanpa harus pakai ring light lagi gitu. Terus ini sebenarnya sebelah tuh tiga lantai. Oh, ini iya. Oke. Jadi fasad atas itu ditinggiin kayak di kamuflase gitu biar tingginya sama. Iya. Jadi kalau misalnya aku pendek kayak jomplang gitu sih. Iya iya iya iya iya. Nah, tadi udah dimention tuh Mbak sebagai contonent kreator juga boleh tahu Mbak Instagramnya atau TikToknya tuh Mbak? Aku @safitria Ayu. Oke. Kontennya seputar apa tuh, Mbak? Parenting. Parenting family, traveling juga, Teman-teman. Cek ke situ entar. Iya. Jangan lupa follow di Igo Ayu Home Journey juga itu khusus home living aku. Oke, terus kemudian kita lanjut nih, Mbak. Kuliah juga di lantai duanya emang difulin sampai depan sini ya, Mbak ya? Berarti ya? Iya, betul. Tadinya ini desainnya sih eh pagarnya tuh sama sama ini sama pintu depan. Cuman aku enggak muat ternyata mobil. Jadi kita majuin sedikit. Iya. Oke. Oke. Dan ini juga apa cukup tinggi ya Mbak ya pagarnya ya? Iya. Pagar introvert biar lebih aman juga ya Mbak ya. Dan biar lebih aman juga. Iya. Terus biar lebih bagus aja sih estetik gitu ya. Iya. Estetik sih. Dan perpaduannya aku juga suka sih Mbak. Ini kan pakai perforated ya yang sebelah situnya. Ee kayaknya ini yang panel udah jadi itu ya, Mbak ya? Iya, ini udah jadi Mas. Tinggal dibor aja ditempelin di dindingnya. Jadi dia lebih rapi gitu sih daripada bikin sendiri. Iya ya. Terus ee finishingnya coating ya, Mbak ya? Iya, finishingnya dicoating biar ada biar halus dan enggak gampang kotor ya, Mbak ya. Betul. Oke. Nah, aku lihat juga aksesnya berarti ada dua. Sini untuk mobil, sini untuk pejalan kaki ya, Mbak? Iya. Jalan kaki aku ee milih yang digeser ke samping daripada yang masuk ke dalam itu. Oh oke. Kenapa? Iya. Karena lebih ee susah deh kayaknya kalau yang masuk ke dalam tuh suka macet-macet gitu enggak sih relnya? Oh. Boleh kita contohin nih diak. Iya. Jadi tinggal dibuka aja ke samping gitu buat masuk mobil. Jadi dia emang dibikinnya sama ya sini kayaknya lebar 3 m berarti ya Mbak ya? Iya 3 m. 3 m. Oke. Jadi bisa full kanan kiri. Iya, bukan. Nah, aku tadi lupa belum mentionin yang bagian atasnya nih, Mbak. Ini emang sengaja dibikin ada kayak kotakannya gitu ya, Mbak yang bagian sini ya? Iya. Tadinya desainnya sih ee bagian bawahnya itu topi bawahnya enggak ada. Oke. Cuman aku mau tambahin aja jadi biar kotak gitu biar Oh, oh iya. Itu WPC yang kotak-kotak. He, itu WPC cuman ee karena pinggirnya kan kopong ya. Iya kan? Jadi diisi. Oke, menarikmenarik. Dan ini ada balkonnya ya, Mbak ya? Ada balkonnya 1,5 m. Oke, nanti kita akan lihat dari atas dan kita masuk ke sini ya, Mbak ya. Iya, boleh. Ini parkir mobil e 3 m 3* 4 70 lah ya. Terus yang aku notice ini dindingnya ada garis-garis veran. Garisaris. Iya. Biar bisa ngonten juga di sini. Oke. Jadi biar ada aksennya aja ya. Ini tali air doang sih. Pakai tali air. Tapi emang jadi bagus sih, Mbak. Enggak kelihatan kayak lempeng gitu aja ya. Iya, betul. Dan kayaknya akan kita lihat full sampai dalam rumah. Banyak sekali tali airnya ini ya, Mbak ya? Iya, banyak banget. Untuk lantainya berarti pakai ini ya, Mbak? Ini pakai granit. Granit 60 * 60 dia ee enggak licin juga. Boleh kita ke situ, Mbak? Di sini ada pojok apa ini, Mbak? Ceritanya, Mbak B ini ada sama juga ya. Setiap sudut harus estetik, harus ada detailnya. Ini ada taman sedikit. Ada taman kecil. Ini granitnya pakai granit yang sama kayak di balkon sama di tangga nanti. He. Sama granit motif kayu. Terus ininya cuman diaci aja sama halus ya. Heeh. Di coating juga. Oke. Jadi enak kalau pas kita di sini nyender kan enggak kerasa apa kasar gitu ya. M. Kerasa kasar walaupun yang sininya ternyata dikamprot ini. Iya. Ini juga dikamprot tapi dihalusin gitu. Heeh. Jadi enggak tajam. Oke. Dan ada tali airnya juga. Kayaknya itu jadi ciri khas rumahnya Mbak Ayu nih. Iya. Iya. Ini tali air. Terus aku mau nanya lagi, Mbak. Berarti ini rumah dibangun pakai arsitek kah atau dimandorin full Mbak Ayu kah atau gimana? H ee sama satu orang sih sebenarnya, Mas. Ee sama kontraktor aku. Aku boleh mention enggak sih? IG-nya. Ee ini kontraktornya nama kontraktornya @ Trully Adityya teman-teman. Itu aku rekomen banget. Jadi e lewat satu orang ini udah termasuk desainnya, sipilnya, sama interiornya juga. Oh, sama interiornya. Oke. Dan nanti kita akan bahas budgetnya berapa untuk jadi rumah secakep ini di akhir. Tungguin aja teman-teman. Oke, untuk pintunya berarti ini ya, Mbak ya? Pakai solid engineering kah atau kayu asli? Ini pakai pakai merbau. Oh, pakai merbau. Heeh. Pakai Merbau. Pegangnya pun cukup tinggi gini ya dia modelnya. Tingginya sih 220 ya. Heeh. Hm. Terus sama ada kaca sedikit sebelahnya. Oke. Dan udah pakai smart juga ya, Mbak ya? Iya. Oke. Boleh kita masuk, Mbak? Boleh. Silakan. Oke, sekarang kita bahas dalamnya nih, Mbak Ayu. Nah, ini kan ee baru jadi ya rumahnya. Emang ini belum beli sofa atau gimana, Mbak? Enggak sih. Ee aku tuh memang penginnya lesehan aja. Iya. Suami juga maunya lesehan aja gini biar luas juga. Kalau ada tamu juga kan enaknya lesehan gitu, Mbak. Jadi enggak mau punya sofa juga. Tapi kalau di-endorse boleh deh. Dapat banget tuh. Berarti tinggal nambahin karpet aja ya. Karpet di sini. Oke. Nah, tapi aku langsung notice sama warna dalam rumahnya ini. Iya. Tiba-tiba ada warna yang beda dan dia kitchen setnya. Jadi, Mbak Ayu ini sebenarnya jelmaan kitchen set. Iya, benarnya kok sama warnanya sama. Mbak ini biasanya ada yang nanya kode chatnya apa, Mbak? Ini MX warna silver fox, Teman-teman. Oke. Iya. Ini pakai MX tapi silver. Tapi agak kebiruan ya. Enggak tahu kalau pas di kamera gimana nih. Iya. Pas diaplikasiin jadi biru gitu ya. Pokoknya sama aja sama baju. Nah, terus jadi aku bikin ee interiornya juga ngikutin sama warna dinding pada akhirnya ya. Iya. Pada akhirnya dimatchingin sekalian ya? Iya. Sekalian dimatchingin gitu. Oke. Nah, ini berarti lantai satunya tuh ada apa aja? Tapi sebelum ruangan ini ini dulu sih aku mau nanya kalau ini request aku banget biar kayak di mall. Oh kayak di mall. Oke. Iya. Jadi untuk plafonnya di bawah di lantai satu ini melingkung apa sih? Melingkar-lingkar kayak gini, Mas. Terus kalau misalnya di kamar nanti beda, di kamar aku beda, terus di atas di lantai dua juga beda. Oh, berarti silingnya emang main di silingnya dibeda-bedain gitu. Iya, dibeda-bedain. Karena harganya juga sama aja, jadi ya udah kita beda-bedain aja. gitu. Jadi enggak ngaruh tuh lebih mahal lebih murah. Jadi ya udah dibeda-bedain aja daripada lempeng aja ya polosan. Tapi jadi bagus banget sih entar kalau malam baru kelihatan nih lengkung-lengkungannya gitu. Iya betul. Nah ini terus ada kitchen ini ada Japandi-japandinya. Heeh. Ada kayu-kayunya gitu. Ini lebarnya ini lumayan lebar sih. Tapi konsep kitchen setnya ini tadi juga ada cerita menarik sebenarnya ada cerita tentang ini kenapa kosong ya Mbak ya. Kenapa kosong? Jadi ee budget kitchen set-nya itu lumayan ya ternyata. Jadi kabinetnya aku hilangin nih. Harusnya didesainnya tuh full sama kayak gini semua sampai situ. Tapi aku cancel dan ini aku jadi hemat belasan juta juga. Oke. Jadi yang sebelah sini ya udah jadi warna dindingnya ya. Tapi perpaduannya jadi bagus sih warnanya. Iya. Jadi cakep ya dan enggak terlalu penuh ya Mbak ya. Heeh. Diisi sama gini-ginian aja. Perintilan. Perintilan. Iya gitu. Oke. Oh iya aku punya e hidden jam. Hidden jam. Oke. Apa itu? Jadi kalau misalnya mau nyuci piring, masukinnya ke situ. Enggak kelihatan kalau misalnya lagi banyak cucian piring yang sudah selesai. Tapi bisa juga diambil dari sini gitu. Tuh. Tapi kalau misalnya habis nyuci piring terus taruh di sini enggak kelihatan ada tamu. Oh banyak habis nyuci piring ya. Karena pindungnya dari situ ya. Mungkin ini juga salah satu dari penghematan budget makanya enggak dipasang. Iya betul. Ini bisa di lubang teman-teman. Iya. Iya. Itu beberapa ratus ribu ya. Tadi alasannya aja dari Mbak Yu kayak gitu. Terus untuk pemilihan lampungnya ini juga lucu sih. Nah, pas banget mbak aku pilih warna ini. Terus pas datang sama banget sama catnya. Catnya ya. Jadi agak kebiruan ya. Putihnya agak kebiruan gitu. Sama ininya sih warna ininya kan. Tapi ini lebih silver. Nah, tapi berarti ini sekaligus buat meja makannya kah atau? Iya, betul buat meja makan tapi belum beli kursinya. Oh. Iya. Ayo aja ya. Biar kita liput dulu ya biar ada yang masuk. Enggak sih. Enggak apa-apa Mbak yang mau endorse di rumah Ayu Igo. Igo Ayu apa? Ayu Igo Igo Ayu Home Journey. Igo Ayu Home Journey silakan ya teman-teman. Iya silakan ya. Entar red card-nya ada minta aja sama dia langsung. Terus di baliknya sini ternyata di bawah ini full untuk storage-nya ya. Dan semuanya tuh ada ventilasinya teman-teman. Iya semuanya ee dikasihin ventilasi. Enggak cuman di bawah eh enggak cuman pas gas sama di bawah sing aja, tapi semuanya biar enggak lembab. Oke. Jadi kalau bisa dibilang ini salah satu poin ininya juga ya dari rumah ini. Iya. Iya. Dan sengaja bikinnya di sini gitu. Sengaja berarti sengaja dipamerin kalau itu itu kata-kata kontraktor aku tuh. Bener kan? Iya. Dia bilang, "Oh, aku temenan soalnya sama kontraktor." Iya. Oh, Teteh mau pamer kitchen gitu. Nah, ini berarti untuk kulkasnya di juga sampai sini. Dan di sebelah sini ada penyimpanan rak sepatu. Oh, rak sepatunya di sini. Iya, di sini. Ini ada pintu kembar nih, Mbak. Tebak apa? Tebak mandi sama guda. E, udah tahu ini. Aku mau nerawang sih. Oh, gitu. Mau dibuka? Buka. Oke. Ini adalah gudang. Enggak terlalu luas, tapi muat banyak. Lumayan. Tayup-payup rumah tangga ya. Ya, ini tapi lumayan banget sih. Harus ada gudang sih minimal ya. Walaupun kecil ya. Iya, walaupun kecil tuh manfaatin bawah tangga sama tanah sedikit ya kan. Nah, kalau ini ee bawaan dari rumah lama aku, Mbak. Apanya yang bawaan? Kamar mandi ukurannya. Ini enggak dibobok. Oh, heeh. Ini doang berarti ini doang yang masih dipertahankan gitu. masih dipertahankan tapi diganti dong dalamnya kayak semuanya diganti lantainya semua full iya semuanya diganti sebenarnya enggak terlalu besar tapi udah lengkap semua loh teman-teman ada di situ. He betul alhamdulillah. Oke. Nah ini kan katanya rumahnya Mbak Ayu ada empat kamar tidur ya. Berarti satu agak kurang percaya tadi sebenarnya karena keren berarti manfaatin lahannya ya yang 60 m² itu dimanfaatin banget tuh. Jadi Iya jadi enggak ada enggak ada lahan yang enggak berfungsi. Benar. Setiap sudutnya harus berfungsi ya dan harus bisa buat ngonten. Iya, betul sekali. Karena tiap hari kerjaannya ngonten sama kita. Nah, ini kamar tidur siapa, Mbak? Ini kamar buat mamaku. Ukurannya 2,5* 3 m. Emang sengaja ditaruhnya di bawah ya, Mbak ya? Iya. Tadi ada jendela yang kelihatan dari garasi itu buat ee sirkulasi udara aja sih. Buat penerangannya juga ya. Oke, berarti sekarang kita lihat di atas. Ayo, yuk. Ayo. Nah, ini kita lagi di tangga menuju ke lantai du. Tapi kalian bisa lihat nih, sama kan kayak yang tadi kita sudah mention di depan. Banyak garis-garis semuanya ada garis-garisnya tetap pokoknya dibawa semua rumahnya ya, Mbak ya. Iya. Dan ini bukan panel, ini tali air doang. Iya, benarbenar tali air di tembok. Nah, kalau lantainya nih beda nih pakainya. Iya, ini pakai Esensza e granit. Terus ukurannya 60* 60 motifnya kayu. Dan ini ada lampungnya juga, Teman-teman. Iya. Iya. Setiap tiga, empat anak tangga ada dikasih ya buat pencahayaan ya, Mbak ya. Kalau malam-malam baru kerasa banget ya ada lampunya di situ. Oke, ini kita sudah sampai lantai du. Jadi kita ke sini dulu kali ya, Mbak Ayu ya. Nah, di sini ada apa aja nih, Mbak? Pas naik tangga ada laundry room yang cuman 70 cm. Wow. 75 cent. Heeh. Terus sebelahnya ada mihrab atau musala. Ini cuman 90 cent. Ini persis ke sana ya? Misib ini kiblatnya ke sana. Berarti bisa jemah juga ke belakang. Iya jemah nih muat nih. Suami aku, aku sama dua anak aku muat. Berempat berarti muat ya? Wow. Ini itu kalau misalnya kita lihat dari situ kayak ini satu ruangan yang dibelah gitu jadi dua pemanfaatannya buat musala sama laundri. Nah, ini juga atasnya dikasih. Nah, ini cakep banget, Mbak. Kalau misalnya malam karena ee dikasih lampu kayak di kafe gitu sama kontraktor aku. Iya. Dia kalau malam bagus banget dan tetap ini ya ada tali airnya juga. Dan ini untuk menjemurnya ada di sini ya, Mbak ya? Iya. Iya. Terus atapnya pakai alderon. Ini alderonnya transluen kalau buat yang di area rondil. Iya. Jadi masih ada cahaya yang masuk ya. Iya. Jadi jemurannya cepat kering dan adem juga enggak terlalu panas. Oke, terus boleh diceritain ini enggak ini rasternya kenapa tiba-tiba tuh ton warnanya beda menurutku? Jadi gini, e suami aku milih chat buat roster dan ketika dia yang milih salah aku omelin dong. Diakalin sama si patuknya dicampur warna abu-abu yang di bawah yang di abu-abu yang di garasi. Oke, akhirnya jadi agak terakota ya. Terakota. Terus di sini ada kamar mandi yang sama kayak di bawah ya. Sama cuman bedanya dia lebih panjang. Heeh. Cuman dia lebih panjang. Terus sama bawahnya wasel aja sih yang beda dia pakai granit yang di ee tangga. Kalau yang di bawah kan pakai granit yang temboknya juga sama. Tapi untuk ton warnanya sih secara keseluruhan sama ya, sama ada coklat-coklatnya gitu. Abu-abu coklat. Iya. Oke. Nah, sekarang kita lihat ke sana, Mbak Ayu. Yuk, yuk. Nah, di sini ternyata dikasih kisi-kisi nih. Iya, ada kisi-kisi. Nah, harusnya kan warnanya gini ya, Mbak. Iya. Iya. Harusnya gini kan sama tuh pintu sama ini sama di Dapuring jadinya. Iya. Nah, ini udah termasuk juga nih interiornya ini. Oke. Jadi untuk di sini ini ada second living room berarti ya Mbak Ayu. Iya betul Mbak. Jadi kebetulan dapat hadiah TV jadi ya udah sebelumnya kita enggak punya TV Mbak. Terus karena dapat hadiah jadi ya udahlah dipasang gitu. Dipasang di sini. Dan ini kok sebenarnya agak sini warnanya kok juga mirip. Mbak, ini suami aku beli enggak bilang-bilang. Aku sih sebenarnya enggak setuju kayak gini. Tapi ininya mirip sih, Mbak. Warnanya I mirip ya ininya matching. Dan di sini ada sedikit untuk apa? Ruang kerjanya. K ruang kerja suami nih atau punya Mbak Ayu. Suami aku karena dia ngajar jadi dia butuh nge-print, butuh ya pokoknya dia butuh komputer aja. Jadi disiapin space-nya di sini. Iya, betul. Tadinya mau ada kisi-kisi juga di sini cuman kayak sempit ya bikin terlihat enggak enggak l. Iya. I akhirnya ya udah enggak pakai dan sebenarnya kalau kalau kita ngelihat di sisi ini masih luas banget ini. Kalau sehari-harinya berarti buat apa nih Mbak kalau yang di sini? Buat ngonten. Oh buat ngonten. Tapi buat nonton juga kan? Nonton. Iya nonton. Iya kita suka movie time gitu. Ngumpul-ngumpul di sini. Iya. Ngumpul-ngumpul di sini. Dan ini sebenarnya yang menarik itu gordennya, Mbak. Dibuatnya kan tinggi sampai atas, tapi kalau kita buka, tara cuman segini. Cuman tiga hari gini biar kayak di hotel ya, Mbak ya. Iya, betul. Jadi sampai atas full tuh. Ini kalau kalau malam-malam aduh ada dem banget. Nah, ini sama nih granitnya sama yang di tangga tadi sama ya? Iya. Esensa juga motif kayu. Ukurannya 60 * 60. Ini balkonnya juga cukup luas loh menurutku. 1, setelah jadi balkonnya ini apakah sering dipakai atau enggak, Mbak? Sering, Mbak. Kita malam-malam sering di sini gitu. Nah, terus ini kenapa dibikin enggak sama kayak ini? Karena ini di atas sini ada AC outdoor. Iya. Jadi ngemudahin buat cuci AC. Jadi ada alasannya kenapa enggak sama ya. Iya. Oke, lanjut lagi. Ayo ke kamar tidurnya nih. Berarti ini tiga kamar tidur semua dong. Kamar tidur semua. Kita mulai dari mana dulu nih, Mbak? Kamar utama, kamar anak. Sini aja. Sini boleh. Kamar anak ada dua nih kamar anaknya ini. Karena anaknya ada dua. Oke. Iya. Terus kita udah ngebiasain anak tidur sendiri juga. Jadi dibikin yang enggak terlalu besar juga. Tapi muat kasur, muat meja belajar. Terus bukunya banyak. Jadi harus punya rak buku yang banyak. Lemarinya juga custom ya. Kalau ini sama kayak di kitchen tadi ya. Nah, ini yang tadi Mbak Ayu bilang. Jadi di kawan pun juga ada dikasih upsiling gini, Teman-teman. Iya, tapi enggak lengkung-lengkung kayak tadi yang di bawah itu. Kenapa, Mbak? Kok enggak lengkung-lengkung lagi? Beda, mau beda? Oh, biar beda ya. Iya. Yang tadi melengkung-melengkung, yang ini drop siling. Oke. Drop dan up ya. Oh, boleh. Heeh. Nah, sebelah ini kamar anak juga. Iya, sebelah ini kamar anak aku yang perempuan. Oh, mirroring ya? Sama. Mirroring. Beda. Iya, mirroring banget. Sama persis sama. Dan tadinya, Mbak, aku bikin ini tuh desainnya tuh yang laki-laki biru, yang perempuan pink, terus ada unicorn-unicorn-nya atau apa atau apa apalah. Tapi kita mikir lagi mereka kan akan besar ya ketumbuh besar. Jadi ya udah ganti deh warnanya sama kayak tembok biar long lasting ya. Biar dipakai sampai besar bisa tapi sama persis ya. Iya sama persis biar enggak iri-irian. Nah, ini juga sama sampai silingnya ternyata disamainamain. Tapi aku noti sama AC-nya. AC-nya berdua-berdua ya. Iya. Pertama biar hemat ya. Heeh. Heeh. Jadi kita cuman di rumah ini cuman punya dua AC berb berarti bisa ngobrol juga sebenarnya karena lubang ya. Iya. Kedengaran. Kedengaran nih. Oke, sekarang kita lihat ke kamarnya Mbak Ayu. Pasti paling besar nih. Ya, ayo. Nah, ini kamar utamanya Mbak. Ini ukurannya 3 * 3. 3 * 3. Iya. Lebih besar sedikit. Lebih besar sedikit. Nah, kalau di luar tadi kan ee kelihatan jendelanya itu cuman dua gitu ya. He ya. Sama kayak di sana. Oh. Oh, jendelanya cuman di sini aja. Tapi emang dibuat full ya. Iya. Biar kayak di villa gitu kan. Iya. Benarbenar. Tapi jadi bagus juga sih. Beri kesan tinggi juga ya sama ruangannya gitu. Terus ee plafonnya juga di COV ya. Iya. Oh, ini enggak kelihatan relnya. Kelihatan rel gordennya. Nah, untuk sebenarnya untuk kamarnya simpel ya, Mbak ya. Jadi kasurnya ya udah enggak pakai dipan juga ya, Mbak ya. Langsung ditaruh aja di bawah. Heh, betul. Sama lemarinya cukup sama. I ini juga sama interiornya udah termasuk juga tuh. Oke. Nah, ini ukurannya 2,5 ya lebarnya. Nah, Teman-teman sebenarnya tuh rumah ini yang viral tuh karena biayanya ya, budgetnya ya, ngebangunnya itu kok bisa sih cuman segitu kita obrolin di bawah. Ayo. Oke. Oke. Kita udah sampai di akhir acara kayak acara TV nih. Biasa kalau udah duduk kayak gini yang dibahas tuh budget duit-duit. Iya. Berapa sih, Mbak? Emang sempat viral kan katanya? Iya. Beberapa video aku viral karena budgetnya itu terlalu murah apa terlalu mahal? Menurut aku ya standar ya. Cuman kenapa pada enggak percaya sih jeng jeng jeng jeng enggak disebut-sebut kayak acara TV ya? Kenapa, Mbak? Jadi ee ini kan rumah lama terus dihancurin dulu baru dibangun ulang kan Mbak. Dibangun dua tingkat dan udah sama interior yang tadi kita keliling-keliling termasuk kayak ini lemari ini lemari anak. Iya kitchen lemari anak udah sama rak buku sama meja belajar terus e apa kamar anaknya dua terus sama lemari di kamar utama sama kisi-kisi yang tadi di ee ruang kerja. Heeh. Itu di Rp550 juta udah semuanya. Wow. Iya, udah sama dengan udah viral. Iya, sudah dengan desainnya lagi. Desain arsitek. Oh, itu udah include juga. Udah. Murah banget. Desain interior sama desain sipilnya. Heeh. Udah semuanya udah aku tinggal duduk manis. Pantas banyak yang nanya. Dan berapa lama renovasinya ini? Estimasinya itu 6 bulan, tapi alhamdulillah 5 bulan kita sudah bisa pindah. Wah, cepat ya. Nah, itu pada enggak percaya sih. Tapi menurut aku dengan budget segitu itu udah normal ya. Tapi udah semuanya udah sama desain ngebangun dan termasuk furniture yang tadi custom itu menurutku oke banget sih. Best. Iya. Makanya teman-teman jangan lupa follow Ruli Adityya aja kalau misalnya aku enggak balas. Dan jangan lupa follow Igo Ayu Home Journey. Jangan lupa ya. Sama apa lagi Mbak yang sama eh Instagram aku Safitria Ayu. TikTok. TikTok aku Safitriayu. Oke, ada lagi. Udah, udah. Oke, Teman-teman makasih banyak juga yang sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram kita, WicKon, Mitjana, Inspira Homes, dan TikTok Wicak Mifta. Ye, bye. Minyak lampu juga. Terus apa sih, Mbak? Apa sih, Mbak? Aku mau ngomong apa sih, Mbak? Hai, halo fansku. Kamu tahu gak siapa? Kenapa sih kita yang ini? Okay.
