Renovasi Rumah Jadi Lebih Cantik! Inspirahoms: Casa de Arka (YouTube Video)
Halo teman-teman, balik lagi di channel Wicak Miftah. Nah, Inspiroms kali ini kita mau main ke rumah standar developer, tapi dalamnya tuh udah diubah jadi cantik dan nyaman. Yuk, kita ketemu ownernya. Halo, aku Rena. Pekerjaanku adalah owner studio Pilates. So, welcome to Kasa Drka. Halo, Mbak Rena. Halo. Makasih banget loh udah boleh main ke sini. Siang-siang lagi ya. Panas ya. Lumayan panas nih kita di sini. Oke, sebelum kita masuk mungkin kita bercerita sedikit ya. Walaupun ini kalau aku lihat sebenarnya rumahnya fasadnya bawaan developer ya, Mbak ya. Betul. Jadi enggak ada ubahan sama sekali. Sama sekali enggak ada. Masih sama gitu ya, masih utuh seperti dari awal beli. Mungkin boleh aku tanya dulu enggak luas tanahnya berapa, luas bangunannya berapa? Boleh. Ini luas tanahnya 8 * 15, luas bangunannya 131 S me berarti luas tanahnya 120 ya? 120 S me. Oke. Dan di sini emang bawaannya langsung untuk dua carboard kayak gini ya. Oke. Sehari-harinya berarti ya udah ada dua mobil di sini cukup muat dan di tengah-tengah sini buat pejalan kakinya gitu ya. Oh. Nah, kalau untuk ininya terasnya atau tamannya ada cerita dulu enggak nih sebelum kita masuk mungkin mungkin keunikannya adalah kita punya rak sepatu yang ada gemboknya karena rumahnya enggak ada pagarnya ya. Oh, jadi yang digembok rak sepatunya. Jadi yang digembok rak sepatu begitu. Oke, berarti custom ya. Ini kita custom build terus kita pasangin kunci yang kayak kode koper gitu ya. Oh, oke. Gitu. Karena kalau pakai baterai takut baterainya habis. Kalau pakai fingerprint takut tangannya basah. Benar. Tapi itu paling aman sih karena hanya kita doang yang bisa buka gitu ya. Yang Mbak Rena bukan kita ya, bukan rumah saya. Mohon maaf. Kalau untuk ini tamannya. Tamannya sih sebenarnya enggak gimana-gimana. Ini kita cuman beli satu pohon doang. Bonsai ya? Ee iya. Ini namanya cemara udang. Betul. Cemara. Kalau untuk di terasnya ini apakah ada yang diubah, Mbak Rena? Terasnya enggak ada. Lantai bawaan. Lantainya juga bawaan. Oh, oke. Berarti semuanya yang di luar sini enggak ada yang diubah ya? Enggak ada. Berarti kita ke dalam aja. Betul. Oke. Oke. Wah, ini nih dalamnya. Kayaknya banyak cerita ya, Mbak Rena ya. Kalau dalamnya ini pasti ada yang diubah nih dari layout-nya bawaannya seperti apa dan diubah jadi seperti apa nih, Mbak? Oke. Jadi kalau layout awalnya tuh kita tembok ini ketutup semua. Jadi ini tadinya enggak bolong, ini ada tembok ee dan memang tempatnya memang dapur sih. Oh, gitu. Nah, ini kita jebol supaya kesannya open space dan terasa lebih luas dan lebih nyambung lah ya antara living room dan juga e kitchen area. Berarti yang di renovan sini aja gitu. Bagian ini aja. Ini kita jebol. Dan ini di ujung sini juga atau emang tadinya apa nih, Mbak? Emang s di ujung sini itu tadinya ee kamar ART, tapi karena kita rasa kita juga enggak perlu ART, kita lebih butuh alat-alat elektronik, kita jadinya pasang alat-alat elektronik di sebelah situ. Oke. Dan kalau pasuk emang kesannya rumahnya luas banget ya. Karena ini tuh silingnya tinggi terus ada bukaan lagi ke sana ke arah taman. Benar. Nah, ini boleh diceritain enggak, Mbak? Kalau ini kan berarti ngisi interiornya ya. Untuk konsepnya sendiri seperti apa sih pas ngisi rumah ini? Konsepnya sendiri sih sebenarnya kita awalnya banget pengen oh ya rumah yang simpel e minimalis terus nuansanya nuansa kayu coklat putih tapi lama-lama seiring berjalannya waktu kayak krisis identitas ya karena sebenarnya hitam puti dan monoton itu bukan diri saya diri saya sebenarnya lebih aku suka banget perintilan-perintilan kecil terus aku suka banget bikin-bikin DIY jadi di rumah ini pun banyak banget hal-hal yang aku bikin gitu apa aja Iya nih Mbak Rena mungkin kita bisa mendekat sedikit kali ke sini hasil karyanya yang mana aja. Iya jadi contohnya kayak mangkok itu itu dari clay bikin sendiri. Wah. Ih, lucu banget. Terus yang em figura ini juga bikin sendiri. Terus kayak apa? Rajutan ini juga bikin. Terus ada juga kayak ini ya. Ini bunga kering udah pasti dari bunga sendiri lah ya gitu. Tu. Terus di sebelah sini juga ada beberapa art paper art. Oh, ini bikin sendiri juga. Ini juga bikin sendiri gitu. Jadi memang anaknya lumayan banyak kegiatan ya. Jadi jadi ada yang dikerjain ya. Benar. Suka berbikinan. Oke. Ini tapi sofa enggak bikin sendiri kan? Enggak. Sofa ini beli. Oke. Berarti kalau untuk di living-nya sini sendiri emang konsepnya mau seperti apa nih? Ini kan cukup simpel juga sebenarnya, tapi aku lihat ini nih yang bikin manis juga sih di dindingnya ini. Iya. Jadi kayak gimana nih, Mbak? Sebenarnya saat ngedesain rumah ini part yang paling susah itu adalah menaklukkan dinding 7 m sampai atas soalnya sampai atas gitu. Ini kurang lebih tingginya 7 m. Jadi kalau misalnya kita bikin backdrop yang separuh kok sepertinya kayak gantung dan ngumpulin debu gitu. He. Jadi kita bikin rumah maunya konsepnya yangow maintenance mungkin, terus kita cari-cari inspirasi akhirnya oke kayaknya kalau misalnya backdrop-nya berbentuk aksen sekalian justru lebih bagus. Jadi makanya kita e bikin si arc ini tercipta ini ya. Tercipta si ar. Sepertinya simpel cuman pas dipasang langsung beda ya. Vipes-nya langsung beda banget gitu. Tapi kalau misalnya untuk pemilihan warna coklatnya emang yang agak lebih tua ya kayaknya di sini. Betul. yang bawa memang kita lebih tua warnanya. Oke. Kalau lantainya bawaanah developer ini marmer ya? Lanya betul lantainya marmer. Makanya ukurannya slap-sap besar. Ini semua bawaan dari developer. Tapi suka dukanya apa, Mbak? Suka dukanya ini sangat high maintenance. Ini kena air dikit bercak. Ini kena geser dikit baret. Jadi kalau yang mau punya batu alam sebagai alas rumahnya, moga-moga rezekinya lancar senantiasa. Karena ya itu emang kelihatan mewah sih, cuman perawatannya juga ya harus diimbang. Biasa perawatannya. Oke. Nah, kita ke sini dikit nih. Boleh. Kalau ini sehari-harinya berarti dibuka gini aja kah? Iya. Jadi ini sehari-hari memang aku buka. Terus emm kalau boleh dilihat ke sini sebenarnya atas itu bolong. bolong dalam artian itu cuman aku tutup pakai kawat nyamuk. Oke. Jadi air dan udara dan cahaya itu masih masuk banget. masuk ke sini ya. Betul. Jadi ini tanaman masih kena hujan. Oke, gitu. Nah, implikasinya karena ini masih kena hujan tembok kalau dicat mau gimanapun catnya enggak awet lah ya. Iya, benar. Lama-lama enggak awet. Jadi kemarin karena mau disyuting nih sama Mbak MTA, kita kita tutup kita renov. Wow. Berapa hari? Dalam 2 hari saja ini. Tapi idenya langsung muncul dong. Nah, kebetulan keluargaku itu memang main desain interior dan main sipil. Jadi, ini ordal ya. Enak ya. Jalur cepat, jalur dalam ya. Jalur jalur instan gitu. Jadi ini e kemarin yang desain juga e papa mamaku. Mereka bantuin desain terus langsung dieksekusi dan dipasang jreng dalam 2 hari. Cantik banget sih. Boleh tahu enggak ini materialnya apa? Apa aja nih Mbak Rena? Ini materialnya namanya Fox. Jadi memang kriteria utama aku pilih material ini karena satu dia tahan air. Jadi ini belakangnya aluminium. Ee ini anti air, anti lumut, anti panas. Jadi memang material yang biasa dipakai outdoor. Berarti dia tahan banting lah ya di Tahan banting. Aman banget ya. Aman banget. Oke. Dan ini tuh sebenarnya yang bikin manis juga ada ininya ya. Betul. Ini kita pakaian aksesoris dan ini karena kenapa bisa dikebut dalam 2 hari? Karena sistemnya klik. Tapi berarti tadinya pas e beli rumah ini sudah ada space ini ya untuk emang taman belakang gitu ya? Ee space ini ada tapi tadinya rumput. Oh rumput. Iya tanah rumput tapi karena tanah rumput membawa banyak serangga dan banyak semut ya aku tutup. Ini aku tutup dengan ada plastik di bawahnya terus ini dikasih rumput sintetis juga. Oke. Jadi ada jalur untuk airnya juga. Betul. Jadi air enggak ngendap. Iya kan? Oke. Tapi ini menarik juga di ada ininya nih. Ini keramik bawahnya. Oh ini keramik bawahnya. Cuma kan enggak matching ya. Kalau tiba-tiba keramik ada rumput enggak matching, kita tutup. Tapi emang enak sih rumah segimanapun ukurannya tetap ada bukaan di dalamnya. Ada taman tuh adem ya, Mbak. Rasanya kalau enggak sumuk ya. Benar. Kalau enggak kayaknya ger banget gitu. L banget. Oke. Ini ada apa lagi? Mungkin ke sini Mbak aku ngelihat ada ruang apa? Oh kamar tidur kah? Ini kamar tamu. Heeh. Itu another bikinan. Wowbikinan. Cantik banget nih. Iya, aku lumayan hobi puzzle. Jadi, sering banget beli-beli puzzle. Ee biasanya beli puzzle di luar negeri terus aku bikin, aku frame. Oke, Mbak Rena. Jadi ini kamar tamu ya tadi, Ma. Kamar tamu ukurannya berapa nih? Ini ukurannya 4* 2. Jadi dia memanjang ke sana ya, dia memanjang ke sana. Makanya ini kasurnya harus aku bikin Murphy Bad karena kalau enggak space-nya terlalu e terlalu sempit orang enggak bisa lewat. Oke, mungkin boleh dibuka kali ya teman-teman bisa kebayang. Boleh. Ada dua ya berarti ya Murphy Bed-nya ya? Ada dua. Jadi kalau tamunya satu, satu aja kasurnya. Oh kalau lagi enggak dipakai ya udah dilipat aja ya. Betul. Sor takut kenaambung. Oke siap. Jadi ini kalau dibuka ini sistemnya langsung dibiarin aja ya enggak usah ditahan. Iya. Oke, dia langsung jatuh. Enggak perlu aku tahan. Terus kalau mau naikin ini juga bisa dilakukan seorang diri. Oke. Seorang diri katanya aku. Iya. Satu tangan gitu langsung satu tangan. Selesai. Wih. Tapi aku suka sih jadi pas waktu ditutup kayak gini juga ini desainnya kan juga minimalis gitu kan pas tertutup. Orang enggak tahu kalau ini ternyata kasur. Kalau ini nih kayaknya ini juga bisa di ini nih. Bisa. Jadi ini sebenarnya adalah meja. Oke, jadi di sini ternyata bisa jadi meja juga ya. Bisa. Jadi misalnya tidur sebelah sini mau naruh gelas air minum atau apa bisa di sebelahnya. Jadi multifungsi kalau enggak di kamar tidur pun di sini masih luas banget. Tapi yang bikin asik juga karena ini punya view langsung ke taman ya. Iya. Jadi kalau ada tamu yang menginap juga betah kayaknya ada view ya. Iya. Nah, ini harusnya kamar mandi dong. Harusnya kamar mandi. Betul. Kamar mandinya standar sih. Aku cuman nambahin shower screen. Biar kalau mandi enggak nyiprat. Heeh. Jadi kepisah ya area basah dan keringnya Betul. Sama tambahin cermin. Oh oke. Tapi kalau untuk lantai dan dindingnya sama dan sama. Ini semua dari developer. Jadi bagusnya developer ini adalah dia ngasih segala sesuatunya itu lumayan kepakai. Iya, benar. Aku sih setuju ya karena dari pemilihan warnanya pun oke banget sih. Kita mau pakaiin warna apa aja kayaknya masih masuk. Betul. Betul. Kerannya pun kayak bermereknya juga lumayan. Ee showernya juga dia kasih yang mereknya lumayan. Jadi semua kepakai. Oke, kita geser lagi. Ini sebenarnya tadi pas masuk kan di sini living, tapi kita ke sana dulu karena itu langsung kelihatan. Nah, kita sekarang geser dikit ke dapur. Dapur ini emang yang berarti lumayan banyak perubahannya kalau bisa dibilang Betul. Oke, boleh diceritakan Mbak Rena. Jadi, karena ini tadinya dinding, ada satu part yang aku enggak bisa bongkar karena ini kolam rumah. Nanti rumahnya ambruk. Jadi, untuk ee menyatukan desainnya ini aku bungkus pakai HPL. Supaya seolah-olah dia bagian dari desain, padahal dia adalah kolom. Kolom. Nah, kalau dapurnya ini berarti ukurannya emang udah segini ya? Cuman dindingnya aja yang di ini dibuka. He, betul. Ukurannya memang segini. sampai belakang ini memang ditujukan untuk dapur. Terus tadi dapurnya itu juga memang ada bawaan tapi aku rombak karena desainnya kurang masuk ya. Sangat dipahami. Kurang masuk. Kurang masuk tapi ya udah kita bikin lagi. Tapi ini kompornya dari dia. Kompornya udah dari I kompornya udah dari developer. Ini ada cookerhood juga udah dari developer. Oke kita tinggal pindah-pindahin aja dan didesain sesuai dengan keinginan Mbak Rena. Betultau suami saya kebetulan suami saya coba dia chef kan. Jadi kalau untuk pemilihan warnanya kayaknya masih emang nyambung dengan yang ada di living tadi juga ya di sini. Iya. Jadi memang sengaja satu lantai itu kita satu HPL warnanya sama semua supaya memang kelihatan ini satu tema. Oke. Tapi yang aku suka ini kan sebenarnya ada di bawah tangga juga ya. Tapi desainnya ini tuh kayak menyatu aja gitu semuanya. Iya kan? Padahal itu di sini ada storage tapi di sini warnanya putih ya. Betul. Terus ini sih variasinya ini. Iya. Ini kita pakai fluted glass supaya tetap terlihat ada warna cuman enggak kelihatan jelas transparan gitu. Iya. Dan ini tuh aku sukanya tuh dia benar-benar lega aja gitu di sini. Jadi pergerakannya tuh dari ini kompor di sini untuk prepnya ya itu luas banget. Terus habis masak langsung ke sini ya. Betul. Jadi ini memang konsepnya kita masak sambil nonton tutorial di YouTube. Tapi ini tuh dibuat menyatu jadi lebih apa ya? Lebih simpel aja gitu. Enggak ada meja makan lagi. Iya. Enggak ada gitu. Oke. Jadi ini meja makannya juga ya. Ini meja makannya. Karena tadi dibuka jadi deh di sini meja makannya. Nah ini nih tadi sempat ceritain Mbak Rena sebenarnya ini tuh tadinya katanya kamar art. Betul. Ini tadinya kamar art berapa ya? Segini setembok ini. Nah, makanya aku pikir kayaknya enggak mungkin ada manusia bisa tidur di sini kan. Jadi, iya sih kecil sekalian aja aku bongkar semuanya. Ini aku jadikan ART digital ya. ART digital. Ini seperti kalian lihat sedang mencuci juga. Drying ngeringin di sini enggak ada jemuran karena mesin cucinya udah sama dryer. Nah, itulah solusinya teman-teman. Kadang soalnya ditanyain juga kan kalau misalnya mungkin ada yang ruangannya terbatas gitu gimana solusinya? Betul. Oh, ander ya, washer and dryer aja. Berarti kalau di sini semuanya ada rumahnya ya, Mbak? Ada tempatnya ya? Semua udah dipetakan supaya tidak ada yang tercecer. Jadi emang dari gambar udah tahu mau beli microwave sebesar apa, oven sebesar apa, mesin cuci sebesar apa. Ini vendornya interiornya siapa? Ee ini vendor interiornya namanya Monica Luisa Monlu Design. Oh, oke. Nanti kita cantumin siapa tahu teman-teman ada yang penasaran. Nah, kalau kita geser ke sini ternyata ada akses dari luar ya, Mbak ya. Iya. Ini untuk em service area. Oke. Bisa masuknya dari sini. Itu juga kamar mandi service area. Oke, sip. Kita lanjut ke lantai du. Kita sekarang ke lantai dua. Iya. Kita naik ini pintu supaya anabul enggak kabur ya. Kabur. Oke. Kalau untuk area tangganya ini enggak ada yang diubah ya berarti ya? Area tangga juga enggak ada yang diubah. Ini udah marmer sejadi-jadinya dari developer. Tapi jujur cakep sih. Cakep ya. Cakep. Kalau terawat tuh cakep. Kalau terawat. Tapi ini terawat sih, Mak. Maksudnya. Oh iya lumayan ya. Iya maksudnya masih kinclong gitu. 3 tahun loh. Udah lumayan. Lumayan. Oke. Nah kita sekarang ke atas. Ini isinya kamar tidur dong. Harusnya kamar tidur. Tapi nih aku juga suka nih rumah ada void-nya kayak gini. Jadi kita dari atas tuh bisa ngelihat ke bawah juga ya Mbak Rena ya. Betul. Ini kita bisa transaksi juga dari atas ke bawah. Jadi enggak perlu kita turun, kita tinggal jatuhkan saja. Emang itu sering dilakukan berarti ini sering dilakukan. Oh, oke. Terus bisa komunikasi juga sebenarnya ya. Benar. Jadi kedengaran kedengaran tisu habis kita jatuhin aja. Iya. Iya. Ya, tapi sayang juga sih kalau misalnya punya void gini terus ditutup sayang ya sayang. Tapi mungkin ada yang butuh area lebih. Heeh. Cuman balik lagi ke penghuninya masing-masing. Oke. Untuk di lantai du ini ada satu dua ada dua pintu. Kalau ini apa, Mbak Rena? Kalau ini ruang kerja suamiku. Kebetulan dia lagi bekerja di dalam. Lagi bekerja jadi kita tidak masuk ya. Us berisik. Jangan berisik. Iya. Nanti kita enggak bisa bayar KPR kalau dia tidak bekerja. kamar tidur utama. Ukurannya berapa, Mbak Rena? Ini ini ukurannya kurang lebih 5 * 3. Wih, aku suka sih pas masuk ke sini. Terang banget ya karena tidurnya luas, clean. Ini konsepnya seperti apa nih, Mbak Rena? Ini kita ngedesainnya kita pakai warna yang memang lebih light daripada yang kita pakai di bawah. Karena di sini kita mau lebih terang aja. A berarti untuk di sini untuk area kasurnya ya. Ini untuk area kasur. Ini semua kita custom juga masih sama dengan e Monlu design. Di sini kita bikin kasurnya memang jadi terlihat agak lebih tinggi dibandingkan kasur normal karena di bawahnya kita ada storage untuk bed cover. Oh oke. Untuk spray dan lain-lain. Kalau untuk di belakang itu perpaduannya tuh ada wall panel tapi ada cermin juga aku lihat. Betul. Ini adalah cermin yang kita repurpose dari dapur yang dibawakan oleh developer tadi. Oh ada cerminnya tadi. Betul. Jadi salah satu alasan kenapa aku bongkar. Aku enggak mau memasak sambil bercermin daripada dipindah ke sini. Cerminnya lebih berfungsi kayaknya ya kalau di sini. Betul. Dan lebih masuk. Dan kita karena perhitungan banget ya anaknya, kita hitung ternyata pas. Wow keren keren keren jadinya cakep banget. Di samping kanan kiri juga ada bedside table-nya ya. Betul. Karena ranjangnya tinggi, bedside table-nya juga harus tinggi. Jadi awalnya kita cari-cari ee yang ready enggak ada yang tingginya cukup karena ranjangnya tinggi. Jadi kita akhirnya custom. Oke, gitu. Ini mungkin ya detail dikit lah ya. Ini kita taruh ee colokannya di bawah sini. Jadi handphone-nya taruhnya di bawah sini. Enggak di atas. Enggak ketumpahan air. Oke. Karena di atas buat tumblr ya. Karena di atas buat minum. Di sini kita mau taruh chargeran dan lain-lainnya di bawah supaya enggak kesenggol-senggol dan enggak amanlah ya di situ. Nah, ini ada balkon juga. Aku lihat baron. Ada balkon juga tapi enggak diapa-apain. Oh, ya udah. Cuman kepakai enggak, Mbak? Sehari-hari sering nongkrong di bawah enggak? Bertegur siapa sama tetangga? Enggak pernah lagi. M introvert. Ya udah, ini buat kayak pencahayaan aja berarti ya. Pencahayaan aja. Makanya kita semua gorden pakai vitras karena kita suka cahaya alami. Oke. Nah, di ujung sini ini ada yang lucu lagi nih, Teman-teman. Nih, aku safok nih sama kayak detail-detail gini. Ini coaster sebenarnya coaster tatakan panci. Terus kok jadi kayak gitu kita kreasikan. Ih, lucu banget loh. Dan kita figurakan karena sayang banget ya buat naruh panci kan. Jadi kita benar kalau di sini berarti untuk e ini kan TV, meja TV untuk apa aja nih berarti untuk e make up juga kah? T ini kebetulan enggak terlalu make up jadi kacanya mungil aja. Yang penting perintilannya banyak. Ya Allah gemes banget ya. Tapi aku mengerti pas sudah ngelihat perintilannya. Oh i ini Mbak Rena yang sesungguhnya gitu ya guys. Iya. Jadi ini adalah kecentilan-kecentilan aku. Gemes. Nah, tapi ada sini lagi ternyata belok ke sini. Ini lemari baju. Lemari. Heeh. Kita bikinnya gantung-gantung lipat gantung-gantung. Karena melipat baju yang rapi tuh susah ya. Jadi kita gantung aja. Dan ada satu bagian ini yang dibikin kaca supaya lebih manis. Dan juga ini kita kasih aksen kayu yang sama dengan yang kita pakai di bet supaya ada kesinambungan desain, menyatu, menyatu. Dan di ujung situ ada kamar mandi ya. Di ujung situ ada kamar mandi. Oke. Jadi kalau untuk di sini emang enggak ada yang diubah ya layoutnya ya? Enggak ada. Ini ini kaca juga ada segede-gedenya dari developernya ya. Betul. Jadi kalau original desainnya rumah ini, he kita tuh kalau berdiri di sini kita bisa dadah-dadah sama tetangga dari ujung sana. Oleh karena itu kita tutup tembok. Namun temboknya aku mau jadi tetangganya loh. Namun temboknya retak. Makanya lihat tembok retak ya. Tapi jadi cantik kan sekarang. Jadi cantik entar tiap pagi apa bangun ke sini dulu gitu kan. Wah cakep juga nih rumah gua sekarang gitu. biasanya nengok dulu ke bawah lihat e anjing aku. Kita sapa dulu gitu. Oke, udah semuanya? Udah, udah semuanya. Kita ngobrol dikit di bawahing. Oke, kita udah selesai house to rumahnya Mbak Rena. Terima kasih banyak nih. Rumahnya enggak banyak yang diubah, tapi interiornya cakep banget sih menurutku. Thank you banget. Kayak fungsional semua setiap sudutnya jadi cantik terutama taman belakangnya tadi ya. Jadi cantik banget. Karena baru banget kelar sih. Nah, biasanya kalau udah duduk kayak gini tuh teman-teman pengin tahu budgetnya sih, Mbak. Boleh tahu enggak budget renovasinya berapa sih sama ngisi-ngisinya? Oke. Kalau custom furniture-nya semua di 200 sampai Rp250 juta. Yang paling mahal itu saat bikin Murphy Bed sebenarnya gitu. Untuk furniture yang lainnya sebenarnya enggak terlalu mahal. Sipilnya itu e budgetnya berapa? Sipilnya berarti kan menjebol tembok dapur dan menambah tembok belakang. Heeh. itu mungkin habis di R juta. R juta? Udah ya berarti ini udah semuanya atau masih ada rencana mau direnovasi lagi kah rumahnya? Untuk sejauh ini sih belum ada renovasi. Jadi renovasi terakhir tembok belakang tadi. Sejauh ini mungkin next project-nya adalah carport. Oh oke. Carport-nya mau diapain lagi? Percantik lagi gitu. Betul. Karena udah 3 tahun batu-batunya udah mulai copot-copot. Oh iya. Karena tadi enggak kelihatan ada mobilnya ya, Guys. Iya. Teman-teman ada yang mau tanya lebih detail lagi bisa tanya ke mana Mbak Instagramnya? Ee boleh tanya di kasa Arka nanti aku bakal balas sebisaku. Oke sebisanya ya guys. Kan enggak cuman buka Instagram nih. Oke teman-teman makasih banyak yang sudah nonton sampai akhir. Makasih juga Mbak Rena rumahnya aku yakin sangat menginspirasi nih buat teman-teman yang nonton. Jangan lupa juga follow Instagram kita Waks Jana Inspir Homes dan TikTok kita Inspir Hes dan WKTA. Bye bye. Bye bye. Atau enggak? Itu bisa. Ini harusnya langsung nyeklek kena. Coba yang sebelah satuya ini. Oke. Coba coba coba. Kenapa dia tiba-tiba tidak nyeklok? Dia ngambek deh mejanya. Nah, masih kerekam enggak? H
