Renovasi Rumah Tumbuh Irit Budget Rasa Resort (YouTube Video)
Hai guys, balik lagi di Band Bries. Kali ini kita musur di rumah tumbuh hasil renovasi dengan konsep desain industrial kontemporer memanfaatkan bukaan cahaya dan efisien budget. Yuk kita lihat. Oke, Teman-teman. Sekarang kita udah di Rumah Walang. Kita bersama Mas Abil dan juga Mas Ivan, arsitek dan interior dari Saturasi Projects. Oke, nanti kita akan eksterior bersama Mas eh Abil ya dan interiornya bersama Mas Ivan. Oke, Pak. Aku pengin nanya nih. Aku masuk ke sini tuh langsung noti atap e kanopinya yang menarik. Mungkin boleh jelasin enggak sih konsep keseluruhannya itu seperti apa sih desainnya? Oh, iya. Jadi untuk ee konsep dari projek Rumah Walang ini sebenarnya dia ee penekanannya di ee renovasi ya sebelumnya. Terus juga dari segi budget, terus juga dari material yang sederhana. Jadi kalau dilihat dari sini kan ee tampilan luarnya bentuknya kan square ya, enggak yang aneh-aneh gitu. Jadi kesederhanaan tapi pengin membuat sesuatu yang berbeda dari ee sekitarnya. Jadi di kluster ini kan tipikal atapnya itu udah ee bentuknya sama semua. Nah, kebetulan di Oh, rumah ini dia sudah 10 tahun lebih. Jadi, ee sudah boleh nih di dirombak gitu, direnovasi. Nah, jadi ini kalau dilihat dari ee kanan kirinya itu dia beda gitu. Jadi depannya ini ee ngelos terus juga ini ee kanopinya ee difulin sampai depan. Nah, untuk tadi konsep kanopi itu ini kan ada sobekan ya. Jadi sobekan ini sebenarnya untuk ee naungin area ee kendaraan di bawahnya sih biar enggak terlalu panas gitu ya, tapi cahaya masih tetap dapat gitu. Konsep dari fasadnya ini menggunakan ee rooster full. Kebetulan ini rumahnya hadap barat ya. Jadi ee kalau siang sampai sore itu biasanya panas. Nah, kebetulan yang di area lantai du di bagian depan itu kan ada musala. Jadi ee langsung berhadapan langsung dengan kiblat dan cahaya yang dari barat. Jadi dia kefilter sama roosternya itu. Oh oke. Dan itu kemiringannya itu sudah yang menyesuaikan itu ya, Pak? Heeh. Iya. Nah, ini juga ee kami pisahin sih. Jadi ada ini untuk parkir mobil terus ini ada sirkulasi untuk masuk. Jadi pemisahnya dari material yang beda dimensinya gitu sih. Jadi yang ininya ya, Pak? 10* 10 ini untuk pembeda zonasi untuk area parkir diannya. Terus yang 2020 ini untuk ee sirkulasi orangnya sirkulasi. Kemudian di depan ini juga ee ada apa boks untuk tempat sampah. Jadi kita tanam di bawah gitu ya biar enggak kelihatan kotak. Biasanya kan kalau misalnya di rumah-rumah biasa itu kan nongol gitu ya. Oh iya. Heeh. Jadi ini ditanam di bawah. Kalau misalnya buat luas lahan sama luas bangunannya berapa sih Pak? Luas lahannya ini 128 m² ya. He. Jadi ee 8* 16 untuk luas bangunannya 220 m². 22. Pak, kalau misalnya buat di belakangnya area ada area untuk ee transisi sebelum masuk rumah ya. Jadi ee biasanya untuk ee area tamu atau orang-orang apa misalkan mau kumpul-kumpul sebelum masuk rumah ya area santailah di depan. Iya. I. Heeh. Terus juga ee ini kan juga apa sebagai apa ya perluasan dari area karpet gitu sih. Jadi biar kesannya ini lu bisa lebih luas gitu. Kebetulan orangnya juga kan suka ee koleksi apa Vespa gitu ya. Jadi kemarin harapannya bisa duduk-duduk terus sambil lihatin motornya, kendaraan gitu di area sini dari lantai satu ini yang kan ada putih nih. Nah, ini di balik ini sebenarnya ada ada gudang. Jadi, oke ee pintunya di kamuflase seolah warnanya putih sama kayak yang dinding sebelahnya. Jadi sebelum masuk ini kan leveling-nya lumayan tinggi ya. He. Jadi karena sebelumnya ini kan ee renovasi, jadi bangunan existing itu emang udah tinggi. Jadi dari standnya cukup panjang gitu. Iya iya iya iya. Ini kurang lebih tingginya berapa, Pak? Dari carport tingginya ee kurang lebih ee 80 cm. Oh oke. 80 cent itu kurang lebih di ininya sih. Tapi kalau dari jalan Heeh. Ya, mungkin bisa 1 maneran. Hm. Heeh. Heeh. Oke. Untuk pasatnya di sini nih, Pak. Di lantai satunya nih. Boleh ceritain enggak? Karena e aku lihat ada bukaan-bukaan sobaikan cahaya juga kaca itu gimana, Pak? Ee ini fungsinya untuk efek bias ee pencahayaan sih. Kebetulan ee ini enggak kita kasih apa kaca yang celah gitu, lubang. Jadi ini kita kasih kaca mati. Jadi harapannya biat buat efek pencahayaan gitu. Jadi pendarnya dari atas itu. Nah, terus ini di lantai ee satunya ini ee ada celah sipit juga horizontal. Nah, ini menerus dari sini sampai ke ke gudang ini tadi. Orang dari luar kan enggak bisa ngelihat ke dalam ya. Jadi kita kayak enggak bisa ngelihat aktivitas di dalam. Tapi di dalam itu bisa ngelihat di luar oh itu ada tamu gitu. Ada siapa gitu. Jadi kelihatan dari selah ini gitu. Ee kalau buat railing sendiri Pak ee dia pakai material apa nih Pak? Oh iya ini railingnya pakai besi bulat ya. Jadi biasanya kan ada railing vertikalnya. Nah ini kita enggak kasih railing vertikal. harapannya cuman buat ee untuk mengefisiensi dari biaya juga. Oke, setelah naik dari trap tangga ini kita dapat lagi area foyer ya. Jadi Oh, iya sambil nunggu apa orang di dalam gitu kan atau buat buka sepatu ya? Heeh. Buat naruh sepatu terus sepatunya taruh di bawahnya seating gitu. Iya. Oke. Nah, terus di belakang saya ini ada kombinasi antara glass block dan rooster. Jadi ini harapannya sih buat apa ee efek pencahayaan dan sirkulasi udara biar masuk ke dalam rumah. Tapi kita kan enggak bisa ngelihat ke dalam ya. Misalkan dari dalam itu bisa ngelihat keluar enggak cuman cahaya ya. Jadi ee udara juga bisa masuk ke dalam. Kebetulan di balik ini tuh ada inner inner garden gitu. Oh ada inner gardennya. Iya. Wow. Nah kita lihat inner gardennya. Jadi untuk di pintunya ini. He. Ee pakai pintu pivot. Jadi tanpa kusin ini lebarnya 1 m. Nah, kemudian di pintunya ini kita ee custom ya. Jadi dikasih celah vertikal. Jadi harapannya sih untuk ngintip sedikit gitu sih. Oh, berarti aku juga ngelihat dari sobekan-sobekan bukaan tadi itu kayak sebenarnya dari orang dalam bisa lihat kayak pelan-pelan ya. Awal-awal cuma ngelihat mungkin sedikit doang. Iya. Jadi kayak ee dari dalam tuh udah kenotis. Oh, ini ada tang paket, ada tamu, ada sini gitu. Jadi, ada orang dia tanpa harus ee keluar itu dari dalam sudah tahu dulu gitu. Nah, di sini baru lihat kayak oh ternyata ternyata ini gitu. Oke. I oke. Mungkin dari eksterior itu aja ya, Pak. Oh, iya. Oke, berarti sekarang kita akan mendengarkan dari Mas Ian lebih lagi. Yuk, kita masuk. Oke. Wah. Oke, sekarang kita sama Mas Ian ya. Ya boleh diceritain Mas Ian, dari masuk kita ada yang mau diceritain enggak dari living room-nya nih? Nah, di sini kan ee untuk lantai satu konsepnya open space, ruang tamu, ruang santai, dan ruang makan. Kiri kanannya kita maksimalkan ini kan di lebar 8 m. Heeh. Untuk sisi kanan ada taman dan sisi kiri ada garasi motor, kemudian ada kamar dan untuk paling pojok itu ada kolam koi. Dan sisi pojok kanan ada dapur. Oke. Berarti ee awalnya gimana sih untuk apa memposisikan inner garden ini nih di sebelah sini? Nah, untuk di awal kan karena owner pengin ada space vegetation atau tanaman di dalam rumah. Nah, kami mensisipkan area taman di sebelah kanan karena kebetulan projek ini kan renovasi. Dan bagaimana caranya untuk mempertahankan lantai satu? Di lantai satu sudah ada toilet. Jadi kita enggak diapa-apakan. Di posisi toilet itu seberangnya ada taman dan foye. Jadi ini sudah terbentuk secara tidak langsung dari bangunan assisting. Kita bisa lihat ruangan ee mana lagi? Kita lihat garasi atau langsung bisa masuk ke kamar. Oke, ini kamar tamunya. Oh, kalau dari konsep kamarnya tamu sendiri ada ada yang bisa diceritain enggak dari konsep desainnya? Konsep untuk kamarnya lebih ke homie ya, terus dengan warna cat yang natural. Kemudian ada salah satu view yang kita maksimalkan yaitu ke arah sini. Wow. Wah, ini jadi vokal point ya. I betul. Val poin untuk ngelihat di area tangga ini ada kolam koi, ada tamu juga jadi luas ya. Betul. Jadi harapannya nanti kita kan bisa semisal jenuh atau suntuk bisa keluar dan menikmati suara-suara air, melihat kolam koi dan ikan-ikannya tentunya. Dan karena ini kan atasnya juga ada Skylight. Jadi kalau pagi ya sinar mataharinya sampai siang masuk secara maksimal. Wah, menarik banget view-nya ini. Ini jadi satu poin di mana kayak di rumah ini tuh e jadi banyak terbukaan ya, terbukaan cahayanya juga ya. Oke, ini e mungkin sebelum ke dining ada satu ee intensi enggak mungkin sebelum ke dining itu ada area apa ini, Pak? Nah, sebelum masuk ke dining di desain awal kita dulu mengonsepkan untuk dening itu malah tadinya di tengah dan yang di area dening sana itu untuk miniar atau meja bar. Oh, oke. Jadi, ini sudah kami konsepkan untuk lighting-nya. Ini di tengah nanti ada meja makan kemudian nanti ke meja bar. dengan harapan bisa menikmati kolam koid yang di berada di depannya. Rileksasi mungkin ya. Oke. Nah, sebelum masuk ke dapur ee di lantai satu juga ada toilet. Untuk toiletnya di sini. Oke. Ini toiletnya ya. Berarti bisa masuk ya. Oh, ini toiletnya. Ini powder room lah ya. I betul. Nah, di toilet ini ee semua ruang kita terkoneksi dari dalam ke luar ya. dan ada tetap kita masukkan celah sebagai sirkulasi udara dan tidak lupa pula kami ngasih untuk exos fan. Jadi harapannya ee lebih maksimal lagi di area kamar mandi ini. Oh, jadi akhirnya enggak enggak enggak enggak pengap g pengap banget ya di sini ya. Dan bau baunya pun bisa terfiltrasi oleh Iya iya iya iya. aliran udara dan ekoset. Oke, I see. Jadi kita untuk toilet dan kitchen benar-benar eksisting ee meminalisir budget dan memaksimalkan yang ada. Dan ini kami desainkan. Tadinya belum seperti ini. Jadi, kami masukkan ide-ide baru dan kami layoutkan untuk yang pertama dan tetap seperti semula. Posisi sing tetap di sini. Heeh. Dari ee kabinet sendiri juga ini custom sendiri ya, Pak I. Tapi ini ada sedikit perubahan dari horornya sendiri. Ada ide baru kemarin terus diaplikasikan langsung. Oke, mungkin sebelum ke atas bisa lihat ini dulu. Meng-highlight tangga dan kolom koi. Kebetulan owner memiliki hobi ini memelihara koi dan ini juga di posisi existing. Dari owner juga bagaimana caranya bisa lebih bagus lagi dan mungkin lebih kece gitu ya bahasanya. Jadi kami taruh ada pohon kambja di tengah. dengan harapannya nanti kan ee ada sinar matahari dia mengembun dan udara menjadi lebih segar dan harapannya kita mengurangi penggunaan AC ya. Kalau untuk ee tangga reling sendiri ini pakai baterai apa nih, Pak? Kayu komposit ya. Terus kami coating jadi untuk kelihatan lebih kelihatan urat kayunya dan lebih ke natural aja sih. Clear. Jadi keputusan ambil ee material ee konkrit sebagai steppingnya itu. Kembali lagi ke awal tadi karena ini rumah tumbuh ya. Jadi dari awal kami mensiasati bagian-bagian mana yang bisa sementara mungkin di hold dulu dan kami memutuskan untuk kita aci dulu ya. Area tangga ini kan aku ngelihat beda beda sisi, beda material. Nih ini pakai material apa, Pak? Untuk di area sisi sini kami menggunakan material bata tempel ya. Cuma konsep promah ini kan ee kontemporer ya. Bagaimana caranya bisa memasukkan antara konsep yang dari luar terus ke tengah dan ke dalam lebih ke warna-warna tun cokelat atau homi. Dan di sisi kiri kita ada material tadau andau atau yang lebih mudah dikenal ya kotak-kotak dan bulat ini ya. Nah, ini kami expos konkret ya. Iya, betul. Ini kami menggunakan manual ya. Jadi dari tukang dia garis vertikal terus kemudian horizontal dengan pola-pola yang sudah kami tentukan besarannya dan ini juga bulat-bulutnya kami buat manual. Oh, ini sama kayak yang tadi di Garden juga ya. Betul. Di sini juga ada poin yang menarik di area tangga. Heeh. Ee area ini kan tadinya sempit ya, bisa dibilang mungkin ada space 80 cm. Nah, kita bagaimana caranya supaya terlihat lebih luas menaruh reling di samping walaupun ini 80 cm jadi lebih luas dan membuat seperti bolong-bolong ini. Oh, I bolong-bolong ini juga ya. Ya, jadi harapannya udara atau cahaya dari atas bisa meng-hlight ke bawah dan mendapatkan ee bayangan bayangannya. Bayangan-bayangannya. Oke. Iya. Ya, kalau misalnya ada bolongan jadi kelihatan lebih ini juga sih lebih kayak luas, enteng gitu ya. Oke, sekarang kita di lantai dua nih. Lantai dua kira-kira ee dia ada ruangan apa aja nih, Pak? Nah, lantai dua ini lebih ke private ya, hanya untuk keluarga di sini. Untuk posisi awal kita sudah zonasikan untuk kamar. Oke, ini kamar utama. Kamar utamanya atau main bedroomnya. Oke. Oh, dia kamarnya temboknya di curve ya. Kebetulan kan tadi karena di lahan yang sempit. Jadi, bagaimana caranya kita mengusahakan untuk area tangga itu bisa terlihat lebih luas dan kita fungsikan atau kita idan untuk kamar ini dibuat curve gitu. Oh, oke. Iya, iya iya iya. Aku aku tadi juga kalau misalnya ngebayangin itu sudut sih mungkin agak terlalu masif ya. Iya betul. I kenapa grove juga? Karena kami di sini kan sebelumnya anak-anak dari owner masih kecil dan harapannya yang bisa mengurangi ketika digesekan itu sih kroof kan bisa lebih aman ya. Ya. Ya. Ya. Oke. Kurang lebih kalau misalnya dari orang utama sendi ini tuh berapa kali berapa nih Pak? Untuk ruangan ini kurang lebihnya di 3* 3 ya dengan view utama juga tadi kan owner memiliki hobi memelihara ikan koi. Dia bisa melihat dari atas. Oh iya benar. Ada interaksi secara visual ya jadinya ya. Oke. Apalagi ada sketnya juga jadi terang ya. Iya. Jadi ini kan ruangannya ruangannya sudah sempit. Bagaimana caranya kita mendapatkan ya sinar tadi dan aliran udara ini bisa dibuka tutup si. Hmm. Oke. Oke. Berarti yang sebelah situ itu kamar mandi utama. Nah, untuk kamar mandi utama tetap terkoneksi ya dengan kamar utama dengan Heeh. Ee lantainya kita pakai rantai keramik 4040, kemudian lantai dinding 10* 20 dengan konsep seperti yang pertama ada wapel, kemudian ada closet dan shower. Dan untuk di desain sebelumnya itu untuk area ini kita letakkan sebagai WIC atau closet. Oke. Jadi harapannya ketika mau mandi kemudian ganti dan beraktivitas lagi di zona yang terpisah. Oh, ini ya. Wah, menarik juga. Dan juga karena ini toilet mungkin di belakang enggak dapat cahaya juga jadi akhirnya dibuka. Betul. Untuk area tengah ini ya. Karena keluarga ini atau ownernya hanya berkumpul di waktu ya. Kami menyiapkan ruang tengah yang cukup luas dan terang ya. Jadi harapannya bisa berinteraksi antara orang tua dan anak. Dan di sini kita juga menyiapkan void ya dan area atas. Wah. Iya. Ini void yang buat inner garden di dari bawah ya. Sebenarnya lumayan ngerasa tinggi banget ya. ini jadi ngerasa lebih luas juga sih akhirnya dan skylight-nya jadi bagus banget sih. Nah, ini kalau waktu siang seperti ini atau menjelang siang akan terlihat ee bayangan atau sedonya itu. Jadi harapannya oke dinding ini tidak hanya kosong. Jadi semisal dari pukul .00, pukul 12.00 dan sore dia akan bergerak begitu mengikuti Oh iya iya iya. Matahari yang berputar ini area ini tadi ya yang tadi dijelasin di luar tuh. Ada pintu pintu yang pintu kamuflase itu yang ini ya. Betul. Nah, ini namanya pintu pivot. Jadi kami membuat hidden ya dengan bahan besi siku dibuatkan frame. Jadi ya kalau dari luar terlihat sama atau simples ya. Ya, agak cukup berat juga. Tadi kalau buat kemiringan yang ini itu ee menyesuaikan apa nih, Pak? Jadi harapannya sih dari klien menginginkan bisa melihat keluar ya atau ada area balkon sedikit tapi tidak mengurangi fungsi yang ada di dalam ruangan ini. Oh oke ya. Kita sisipkan ya sedikit aja ya. Sedikit aja dan yang penting bisa melihat suasana di luar dan mengirup udara secara langsung sih ya. Oke sekarang kita ke kamar selanjutnya Ini tadi kalau di sini ada kamar apa aja nih Pak? Nah, untuk selanjutnya mungkin ke area tengah dulu ya. Oh, sebelah sini dulu. Dan masuk ke kamar anak. Oh, ini kamar anak ya. Iya. Ya, sementara masih ajian ya. Karena ya tadi lagi kembali ke budget dan bagaimana caranya memix atau mengatur keuangan dari RAB-nya. Jadi kita ya sementara enggak di chat dulu ya untuk area ini. Iya. Jadi ya konsepnya industrial gitulah ya. Terus juga ada ee bukaan cahaya juga ke tengah. Iya. Mungkin sebelum ke kamar kita bisa masuk ke kamar mandi. Kurang lebih hampir sama ya untuk kamar mandinya. Heeh. Kalau di sharing lah ya. Iya. Untuk di ruang lantai du ini. Heeh. Yang tadi kita untuk dindingnya pakai yang vertikal. Kamar mandi yang sharing ini kita pakai yang horizontal. I selanjutnya ke ini K mungkin kamar anak kedua bedanya mungkin lebih ke bukaannya ya. Iya. Dan ini ya kurang lebih masih sama ya konsepnya si industrial juga. Kalau misalnya ukuran dari jendelanya sendiri itu ada ada intensinya enggak? Kenapa mau pasangnya yang ukurannya segini enggak yang full atau gimana? Nah, karena ini rumah juga menghadap ke barat. Nah, kami mensiasati bagaimana caranya matahari sinar sore itu enggak terlalu tajam masuknya ya. Jadi kita panjangkan karena ya sinar matahari bisa masuk dan udara juga tetap bisa masuk. I. Oke. Dan yang satu lagi kita ada jendela di sisi samping. Nah, ini bisa melihat posternya dari sini juga. Oke. Jadi setiap kamar tuh bisa meng-hlight beberapa area material yang di Oke. Kalian e harus lihat sih kayak dari faset sini baru kelihatan roser-roernya itu disusun ee secara kayak ada yang dik maju mundur gitu ya. Itu ee supaya lebih ada estetiknya juga ya, Pak. Mungkin setelah kita semuanya tadi di area private bikin kamar anak satu, kamar anak dua, kamar utama dan living. Nah, ini tadi belum menghayat area sini yaitu salat. Oh, buat salat. Oke. Mengaji biasanya di area ini kami sisipkan untuk area tempat wujunya di sisi kiri sini. Kemudian di tengah untuk salat dan mengaji. Dan di depan juga kita sisipkan ee area kecil ya. Jadi kan kalau hujan ya karena ini rooster kita pasang vertikal tetap sedikit masuk ya. Jadi kita sisipkan ya area kerikilnya supaya bisa mengurangi enggak terkena langsung ke lantai. Iya. Ya. Biar enggak begitu banjir lah Betul. Nah, kita tadi aku pas naik nih ada notis yang elemen yang menarik banget nih buat ke atas. Ternyata juga ada lantai ketiga dan lantai tiga itu pakai tangga spiral. Kita bisa bisa naik enggak, Pak? Ya. Nah, sebelum kita naik juga ee mau tunjukin nih ada atap buka tutup. Oh. ini ya, Pak ya. Jadi di void tadi kita ada Wow atap yang bisa dibuka tutup tutup. Kita pakai cara yang manual ya di kebetulan ini. Jadi harapannya selain tadi wow sinar matahari masuk ya odarnya juga bisa masuk sih. Iya iya iya. Jadi tanaman di bawah sini jadi lebih hidup karena dia mendapatkan. Iya. Oke, Pak. Berarti sebenarnya kalau di atas ini tuh tangga ini tuh ke ruangan apa sih, Pak? Nah, di lantai 3 ini kita tempatkan untuk servis ya. Servis sendiri ada ruang kamar ART, kemudian tempat cuci jemur dan di sisi luar lagi ada balkon. Oh, jadi itu di atas tuh cuman servis aja ya? Iya. Oke, mungkin nanti kita bisa lihat e di footage-fotage pakai drone. Jadi mungkin kita bisa ngobrol-ngobrol lebih detail lagi. Mungkin kita di duduk di sini aja kali ya. Boleh. Ayo. Oke. Oke. Sekarang kita udah bersama Mas Abil lagi di sini. Kita akan nanya nih lebih lagi dari durasi desain sampai durasi konstruksi itu berapa lama sih, Pak? Ee untuk durasi desain di sini kurang lebih di 3 sampai 4 bulan ya. Oh, Terus ee untuk durasi konstruksinya di kisaran ee 8 sampai 9 bulanan. Soalnya ini kan konsepnya rumah tumbuh ya, jadi ee dia bertahap gitu ya. Oh, kalau misalnya dari proses desain atau mungkin konstruksinya ada ada tantangan enggak sih atau drama yang terjadi gitu? Mungkin ee yang terlibat di project ini ya, Mas Ivan ya. Oke, mungkin yang pertama didesain dulu ya. ee untuk desain sendiri karena klien ini dua-duanya terlibat jadi Bapak sama ibunya ya banyak mungkin banyak referensi. Jadi kita untuk dari 3D-nya lebih sering berubah-berubah ya. kita banyak revisi mungkin tiga kali lebih kali ya sebelum diputuskan ke bentuk yang sekarang ini. Dan untuk tantangan di pembangunan karena ini di rumah tumbuh atau tadinya kan dua lantai kita buat menjadi tiga lantai. Nah, ini seagaimana caranya kita membuat struktur-struktur pondasi yang aman karena ini lingkungannya di lingkungan perumahan dan kiri kanannya kan sudah menempel. Nah, itu mungkin jadi tangan tersendiri sih bagi Oh, benar benar. Kontraktor atau pelaksanaannya. I oke. Kira-kira kalau misalnya ee buat rumah ini itu budgetnya bisa dipel enggak sih, Pak? Nah, untuk budget rumah ini kurang lebih per meternya di tahun kemarin 2023 ya 4,5 sampai 5 ya. Nanti bisa dikira-kira aja kira. Mas, kira-kira kalau misalnya teman-teman pengin nanya lebih atau lihat karya-karyanya Mas yang lain nih, kira-kira bisa nanya ke mana nih? Eh, mungkin bisa dicek di IG kami di Saturasi Projects ya. Terus ee ada juga ee via DM atau via WA mungkin nanti via WA ada di apa Instagram itu ada kontaknya nanti bisa dicek itu atau di email saturasi.aritex.com. Oke, mungkin sampai situ aja, Mas. Makasih. Makasih banyak. Sama-sama, Teman-teman. Kalau pengin nanya lagi bisa langsung komen di bawah. Jangan lupa like, share, dan juga subscribe supaya tidak tertinggal episode berikutnya. [Musik]
