Jungkat

RESTORAN RAMAI BIASA, TAPI SAMPAI DAPET 2 REKOR MURI? GIMANA CERITANYA?! (YouTube Video)

  • 08/07/2025

Ya, Pak Peter. Saya dengar kemarin nih beritanya bulan Mei ini Bapak dapat dua rekon ya, Pak ya. Iya. Untuk di angke Heritage I boleh sharing, Pak. Kira-kira kenapa tuh bisa dapat? Tiba-tiba kita dengar, "Wah, Angke Heritage dapat re mori nih, gitu." Nah, Bapak sharing sedikit dong, Pak. Iya. Sebetulnya awalnya kita waktu buka kan memang ramai banget tuh restoran di unjungnya ada baik dari orang tambu-tambu Jakarta, luar kota, luar negeri banyak dan banyak yang usulin menanyakan bahwa ini restoran luas banget kolam koin yang begitu gede. Apakah dapat record dari MURI atau dari Windows of record? Saya bilang kalau of record masih jauh lah. Itu kan dunia ya. He saya bilang mungkin MRI ada beberapa teman yang pengin rekomendasikan bahwa restoran kami ini bisa mendapatkan rekor Muri. Setelah kita minta tolong dari PSMTI, dari LJ TV apa segala mereka keluarin rekomendasi lalu Muri pun tinjau dan kita mendapatkan record ini gitu loh. Suatu kebanggaan sih buat kita. Oke ya. Terus e Stefan gimana tuh Stefan? Ya kita cukup senang dan juga surprise ya. Heeh. Ya kan kita juga enggak nyangka kan kita apa ya cuman restoran biasa awalnya gitu. Kita juga mungkin kita ee apa namanya? Makin lama makin coba inovasi terus inovasi terus gitu. Akhirnya kita bikin restoran yang sebesar ini dan bisa dapat rekor ini ya lumayan bangga juga sih. Iya saya tuh waktu awal-awal angke buka ya yang heritage kayaknya daftar waiting listnya sampai enggak dapat-dapat loh Iya. Ini kan orang tua termasuk yang generasi di atas Pak Peter kayaknya ya. I terus kita memang dari dulu pecintanya tuh pokoknya masakan tuh paling top banget deh. Aku ingat kalau waktu kecil diajak opa-oma tuh, "Ayo makan di restoran Angke rasanya tuh kayak udah dapat jackpot, Pak." Memang ramai sekali. Saya ramai sekali dan sampai sekarang juga masih tetap e ada antrian walaupun enggak terlalu sampai seperti waktu awal buka. Sekarang udah terlalu udah bisa di-maintain loringnya juga cepat. Kalau dulu kan waktu buka memang masih crowdit. E sekarang sudah lancar semuanya. [Musik] Welcome to RCC podcast Resto Cafe and Coffee. Ngobrol bareng orang-orang populer di jalur kuliner. Terima kasih Pak Peter Leansa dan Pak Stepen Leansa sudah hadir di acara RCC Podcast. Pak, kita lanjutin yang cerita tadi Pak. Itu kan pasti ada fisik ya, bentuk fisik ya. E dapat reform itu ya. Bapak ada bawa ya? Bawa dapat. Iya, ada bawa. Ee ini yang satu ya. Ini bisa menjelaskan tentang apa nih? Ini untuk record restoran masakan Tionghoa terluas di Indonesia. Oke. Restoran masakan Tionghoa terluas. Iya. Restoran terluas lah ya. Tapi untuk Chinese food ya. Betul. Oh ya. Oke. Karena kalau untuk Sunda itu ada yang lebih luas lagi di luar-luar kota itu. Ada yang berapa belasan hektar juga ada tuh kan berikut taman, berikut kebun mereka tuh. Oh i tanah-tanah kosong. Iya. Iya. Oh, ini restoran masakan Tiongkok terluas. Restoran Tiong Chinese food terluas. Betul. Betul. Betul. Oke, Pak. Ada satu lagi ya, Pak? Katanya ya. Satu lagi. Ini kalau ini restoran dengan kolam koil terbesar di Indonesia. Restoran dengan kolam koi terbesar. Ibu sudah datang kan? Udah. Udah mancing ikan koinya. Kasih makan boleh enggak? Kasih makan. Kalau kasih makan boleh. Mancing enggak? Boleh kok. Boleh kasih makan boleh. Kita jual kok masakannya. Jadi restoran dengan kolam koi terbesar. Oke. Luar biasa. Ada ribuan koi di sana. Ribuan koi. Jadi Bu Pingping ee minggu depan kalau datang lagi bawa anak. Iya bawa anak. Iya. Benar juga bawa Bawa anak terus langsung kasih ikan koi makan. Oke. Terus apa? Ada lagi yang lain, Pak? Dapat mandalinya juga deh dari Muri. Thank you nih Bu kepada Muri nih. Kita dapat mendali juga ya. Oke, ini piagaum rekor dunia. Mendalinya. Mendali. Iya, mendali. Oke. Ee, Mas Stepen, Bapak kan sebagai director dari Bisev ya, Business Development and Product. Apa saja yang di di dikembangkan? Apa aja nih, Bro? Mm ya kita membuat create system bahwa kan kalau misalnya restoran Chinese food itu kan yang paling susah adalah untuk menstandarisasi masak masakannya kan. Karena kan apalagi kita sekarang m-manage lebih dari 70 chef gitu loh. Iya 70 chef lebih kan itu kan untuk mastiin mereka punya skill dan mereka punya cita rasa di setiap cabang harus sama tuh gimana caranya kan kita harus create sistem gitu loh. Nah ya kita juga belajar dari senior-senior kita yang generasi kedua gimana cara mereka mengimplementasikan standarisasi. Nah mungkin di zaman kita kita bikin gimana cara standarisasi itu kita buatkan sistemnya. gitu. Jadi setiap orang yang datang dan yang bergabung untuk bisa masak itu tuh udah tahu gitu loh gimana caranya untuk masing-masing menu tuh yang cita rasanya tuh yang standar gitu loh. I standar apinya segala macam kanang restoran itu susahnya. Iya. Dan juga kan bukan cuman hanya cita rasa doang kan zaman berubah cita rasa pelanggan pun berubah. ya kan kita juga mesti bisa melocokalize ee apa namanya cita rasa-cita rasa yang kira-kira zaman sekarang sama zaman dulu tuh orang maunya rasa yang kayak gimana sih? Iya betul. Iya kan? Jadi kita lebih ke fusion Chinese lah gitu loh. Kayak contohnya kan zaman dulu waktu Papa Biken kan restoran masakannya banyak minyak. Hey Iya. Micin. Kalau sekarang nih udah hampir enggak enggak enggak terlalu terasa lagi itu minyaknya. Min sudah enggak terlalu rasa. Jadi memang kita sudah modified banyak sekali dan masih tetap maintain tamu-tamu makin senang gitu. Menu menu-menu baru yang lebih kekinian juga kita. Cara platingnya juga penting. Kalau dulu kan cuma piring, cuma sekedar piring bulat, piring lonjong, langsung habis ongseng taruh di piring. Kalau sekarang kita kan gimana garnishnya, gimana leveling piringnya supaya kalau disajiin meja tuh enggak semuanya flat gitu loh. Piring bulat, piring lonjong doang. Kita ada leveling supaya dari kasat mata waktu orang foto pun juga jadi lebih bagus ya. Warna warna makanan juga kita perhatikan ya. sizing setiap potongan kita perhatikan gitu. Heeh. Ee Pak Peter pernah info ke saya yang waktu yang lalu ya, bahwa makanan pun yang pertama, kedua, ketiga, keempat tuh diatur ya supaya jangan sampai apa ketika udah dingin katanya. Iya. Alur keluar sayurnya tuh kita atur. Biasa tuh kalau misalnya perut kita kan kalau lagi dingin ya kan makan apa kan juga karena suka enggak enak kan. Heeh. Makanya gitu. Kenapa yang awal tuh harus sup dulu gitu, biar perut kita anget dulu. Jadi cit jadi kita punya sense itu tuh ketrigger semua gitu. Jadi waktu makan yang lain tuh jadi semuanya rasanya lebih enak. Itu juga kita pikirin sampai situ deat terus sih ya. Dan itu kan sekarang juga kan ee tentunya ee ee apa anak-anak muda kan juga mesti diperhatikan ya. juga sebagai anak muda kan juga di makanan pun juga mesti kita perhatikan terus mesti di apa diimprove terus ya. Iya betul. Nah, itu di dalam divisi Bapak apa ada research and development? Ada ada yang latihan menu anak-anak genset, anak-anaknya terus ya ada. Iya, terus terus ada terus karena kan tahun orang cita sukanya makan seperti ini. Tahun 2000, 2010, 2020 itu beda semua. Ah, beda ya. Kalau dulu kadang demen jeroan, kalau sekarang sudah enggak ada yang demen jeroan. Jadi makan sudah mulai kurang, kita mulai kehilangin gitu. Kalau zaman dulu kan makanan angki itu kalau enggak makan pakai nasi kayak kurang ya. Tapi kan sekarang orang udah jarang makan nasi. Pasti orang rata-rata kurangin makan nasi. He. Nah, berarti kan cita rasa asin kita mesti kita kurangin. Mesti kita kurangin juga. Mesti kita lebih kita standarin lagi. Kita mesti pelajarin terus. Kayak zaman dulu Angki kan terkenalnya porsi gede, murah, enak gitu kan. Kenyang, kenyang, puas gitu kan. Nah, zaman sekarang kita bukannya cuman ke sana juga, kita mesti perhatiin kalau orang yang yang family kayak saya punya dua anak tuh seperti apa kan enggak mungkin porsinya gitu-gitu gitu. Makanya kita create juga makanan-makanan yang lebih single serving kayak panggangan kayak chau, Shobak itu kan single bite, single bite gitu loh yang anak-anak kecil suka gitu. J kita develop terus kayak gitu. Iya. Bagaimana nih perasaan Pak Peter dan keluarga ya ee bisa mencapai pencapaian yang sekarang ini luar biasa ya. karyaman dan saya, keluarga saya semuanya bangga sih dengan hasil ini. kita suatu bangga dan terharu bisa mendapatkan rekor murid yang enggak gampang ya istilahnya enggak gampang ee apalagi di bidang FMB ya yang dapatin reform mungkin juga jarang ya kehitung dengan jari dan kita sudah mendapatkan ini karyawan saya juga bangga keluarga bangga dan kita teman-teman juga banyak yang mendukung kita sih bahwa mereka juga bangga gitu loh mendapatkan ee teman-teman sekolah teman-teman tamu-tamu umum lihat ee angke heritage tuh luar biasa dan bisa mendapatkan record ini gitu loh. Suatu kebangga dan ee terharuah istilahnya gitu dengan pencapaiannya gitu ya. Nah, kita akan tetap berusaha m-maintain dan memajukan lagi, membuat lagi yang lebih lebih bagus, lebih apa gitu tetap kita akan jaga Dan ini jadi trigger nih buat pasteven generasi kedua. Iya. Generasi ketiga Pak Jap itu paling berat loh, Pak. Iya. Iya. Enggak gampang. operasional pasti berat ya karena mesti begitu menyajikan begitu banyak makanan dalam waktu yang bersamaan bisa kalau jam malam orang makan kan bisa kita bisa cater kalau untuk hari kita bisa cater sekali keluar itu bisa 2000-an orang kalau lagi benar-benar full banget ya iya itu udah sakit kepala ya itu ya ya itu dia balik lagi kita udah create sistemnya dan dapurnya itu udah kita pikirin bahwa kalau kita diserbu dengan di waktu yang sama tuh gimana cara pastiin sayurnya keluarnya sama gitu, jamnya enggak beda-beda jauh gitu loh. Jadi mau datangnya sendiri atau datangnya bergerombolan, keluar sayurnya enggak terlalu jedanya enggak terlalu lama. Itu memang kokinya ada berapa untuk masak itu? Kalau untuk di heritage kita koki ada em 18 ya. Yang di dapur kita bicara di dapur tim tim kitchen saya ada 100 orang lebih yang semuanya ada di dalam satu ruangan gitu ya. He. Wah itu bisa berantem tuh. yang kita bangun adalah sistem yang kita bentuk ini. Lucunya dapur kita tuh kayak enggak ada orang. Hah. Tenang. Karena mereka udah tahu posisi mereka masing-masing, udah tahu job des masing-masing. Masuk ke restoran yang bisa cater 2000 orang itu pas masuk ke dapur tuh kayak enggak ada yang kerja. Tenang gitu. Enggak ada yang terak-terak atau enggak ada yang itu. Kalau ini enggak ada kita itu semua udah syem. Iya. Jadi mereka tuh udah udah tahu mereka harus kerjain apa, udah tahu mereka harus ngapain, udah enggak ada yang perlu terak-terak lagi gitu ya kan mereka udah udah tahu gitu dan itu jadi smooth, jadi enggak stres, jadi dibawa enjoy kerjanya karena kita mau teriak-terak juga enggak bisa karena suara egos sama suara fresh air kan kencang. Iya, kita teriak juga belum tentu kedengaran. gitu. Jadi by sistem aja mereka sudah tahu enggak harus ngapain gitu. Jadi tenang kerjanya. Pasti itu background-nya dari anak bisnis atau memang autodidak belajar untuk develop bisnis yang ini nih? Autodidak semua. Auto didak ya. Itu dari tadi saya mau nanyanya itu. Autodidak kalau sungguh-sungut jadi lebih hebat daripada yang belajar. Karena yang belajar kadang-kadang sudah merasa pintar, dia enggak enggak mau belajar terus kan. Dan saya juga enggak bukannya yang benar-benar langsung ngurusin begitu karena kan memang dari awal cuci piring, sikat lantai, cuci sayur, potong daging tuh juga udah udah dilewatin semua. Jadi udah tahu sistem anak duduk tinggal perintah-perintah. Oh, tinggal udah itu dulu semua di kuliah aja sambil restoran sendiri semuanya apa namanya e luka-luka bakar bekas masak tuh semuanya ada tuh bekas potong ada lewatin semuanya dari bawah ya walaupun anak bos itu dari bawah jalan ini sudah didikannya bagus ya lebih cepat ya heeh berarti sudah dicemplungin dari umur berapa nih pasiennya saya dulu dulu saya pertama awal mulai di Australia buka restoran Indonesia itu tahun berapa ya lupa 2000 2009 masih umur berapa waktu itu, Pak? Dulu 22 23 lah kerja sendiri apa sendiri sendiri sendiri masak buka restoran apa kerja di restoran? Buka restoran bukan restoran dulu bayarbayar gaji kan mahal kan takeover orang punya iya take over juga maksudnya kan ngegaji. Iya iya iya. di di manjing kan berarti kan bule kan bule kan ngah disuruh masakan Chinese padahal masakan Chinese di sana dianggap favorit juga kan jadi mesti masak jadi waktu waktu balik ke sini ya kita juga ke pasar jam pagi juga pasar pilih lindung pilih saklon juga dulu minimal awal-awal pekerjaan awal kita mesti ngerti gitu kita mesti mesti mendalami baru kita bisa bikin sistemnya apa yang kurang kan kerjaannya gimana supaya bisa bikin lebih baik gitu loh bisa menjiwai Iya. Efisiensinya gimana caranya? Kalau kita enggak pernah ke bawah, gimana? Mana tahu? Betul, betul, betul. Karena enggak enggak sederhana kalau kita makan kan gampang, Pak. Iya. Oh, makan nih enak ya kan? Kagak tahu di dapurnya kayak gimana. Iya kan? Banyak campuran segala. Nah, Bapak mempelajari sebelum Bapak mengembangkan bis. Betul. Iya. I. Nih, ini pertanyaan buat Pak Peter. Gimana caranya nih Pak Peter dengan saudara-saudara nih bisa benar-benar tuh legacynya pas turun ke anak itu ee bisa dapat nih anak-anaknya kayak Pak Stepen contohlah salah satu yang dibawa hari ini ya. Legacyasynya itu tetap kontinuitasnya itu enggak sampai break gitu loh, enggak sampai putus. Iya. Dari awal dari awal papa ngajarin itu dulu yang setiap weekend selalu kumpul. Lalu yang kita ajarkan norma-norma keluarga. Jadi kalau sama keluarga tuh jangan hampir ribut. Kalau dalam meeting silang pendapat biasa tuh tapi tetap harus ada penentu. Misalkan contohkan saya sebagai direktur yang menentukan ya saya tentukan yang benar ini ya anak saya nurut yang benar anak saya yang lain nurut gitu. Jadi dia netral. Kalau IT sudah bikin netral umumnya smooth ricuan di bawah tuh biasa enggak ada masalah. di meeting meja di meja tuh e adu argumen biasa tapi setelah itu ya udah jalan berdasarkan keputusan meeting apapun yang diputusin meeting jalan semua enggak dibawa ego ya iya enggak ada egonya gitu itu penting h dan kita enggak boleh istilahnya mentang-mentang ini anak ini ponakan kita belain masing-masing enggak kita semua netral yang benar ya benar yang salah ya salah gitu saya juga sering disalahin bila karyawan kalau karyawan punya input benar kenapa kita mesti bawa ego kita ikutin dong yang baik gitu loh bahkan kadang-kadang saya sendiri salah putusan mereka bilang komplain ini salah nih gini kita mesti mundur bahwa kita mesti mesti benar bukan menyatakan ini salah kita jalanin yang lain yang benar gitu berarti memang dalam keluarganya Pak Peter ini apa Pak kalau saya bilang norma keluarga kicek k apa pakai bahasa Cinanya itu apa norma etikanya itu iya fungsu sikwan di dalam keluarga itu jadi ee apa kultur kultur keluarga yang kita jaga gitu kulturnya ya berarti makanya legasynya bisa turunnya smooth Oke, sampai ke tenam lah ya. Iya. Kalau bisa terus di udah senang ya. Tapi kita di sini 60 tahun udah termasuk legendaris ya. Kalau kita hitung orang Jepang kayak Koman ya. Komen tuh saya pernah merasa banget. Saya pernah ketemu sama bos-bos mereka tuh. Saya pernah ketemu dan saya emang enggak ditanya ini Angke sudah mur saya waktu itu masih sudah 55 tahun. Saya bilang saya baru 55 tahun kayaknya saya senang gitu menyat bahwa 50 tahun. Begitu saya tanya, "Kalau Kikom kan berapa?" Enggak, kita mah cuman baru 400 tahun, 17 generasi enggak ada apa-apanya. Terkenal terkenal itu kita mesti ngikutin mereka. Kulturnya luar biasa. Itu saya dengan Bapak punya kebiasaan ya, di mana kalau ada apa ada tamu datang ke Angk Rita atau di mana Bapak berada lah ya di restoran Bapak. Bapak suka menemui, memberi salam, bertanya itu belajar dari mana tuh, Pak? Zaman papa juga gitu. Zaman papa kan papa suka minum jadi sek tawarin teman-teman apa ngobrol-ngobrol. Zaman dulu kan memang enggak enggak banyak mejanya juga ya. J temenin ngoblor apa segala. Nah, ini udah kebiasaan dari begitu saya pegang restoran juga memang saya senang gitu ketemu tamu dan minta pengalaman mereka, pendapat mereka. Mana yang enggak enak, mana yang kurang, servisnya atau apanya. kita semua ada ada ee yang minimal yang saya kenal siapa saya datangin di mejanya saya datangin Kongko gitu kan mereka juga merasa bahwa kita nih ee merasa sama mereka udah kayak teman bukan sebagai customer sama apa pemilik restoran lagi. Jadi mereka apapun yang mereka rasakan enak ya bilang enak, enggak enak ya bilang enggak enak. Dan kita punya satu e laporan tersendiri setiap kali setiap minggu tuh kita ada dapat laporan bahwa oh restoran ini meja ini kurang enak ini atau yang ini merasa puas apa segara. Nah kita pelajarin setiap minggu ada riset ya. Iya kita evaluasi terus setiap minggu berarti ada kayak isi not quid not gitu. Iya. Ee jadi kita kayak kita ee setiap supervisor atau manajer restoran tuh suka keliling juga nanyain input customer, habis itu kita meetingin di setiap meeting managemen kita bahas dan kita evaluasi. Dan itu kerjaannya harus setiap minggu kalau bisa tiap hari malah jadi bisa tahu review-nya dari customer. Betul. Heeh. Penting itu. Penting. Iya. Karena kalau kita sudah berbangga diri itu yang bahaya kan ee orang bilang kita jatuh bukan karena batu besar ya, karena kerikil kecil ya serimpat. Iya. Maka kerikilcil itu yang harus dianalisa kan di sini kenapa apa ada risetnya ya. Kita itu kalau mau jual makanan juga kita bukan jual apa yang kita mau jual, kita jual apa yang customer mau. Makanya itu iya. Jadi kita bukan jual, "Oh, gua lagi mau bikin menu ini nih, gua mau jual." Ah. kita enggak gitu kita jual karena memang request tamu dan banyak request tentang menu ini, maka kita create dan kita jual gitu. Jadi tamu juga ikut andil juga dalam pengembangan menu-menunya gitu. Nah, bagaimana si tamu itu request diketahui oleh Angke karena Pakama dengar-dengar dari waktu kita yang ngobrol, eh lu kenapa enggak keluarin menu ini? Kita coba lihat. Iya, Kan supervisionnya juga mereka udah didikan dari kita tuh supervision akan keliling tuh. nanya juga ya. Heeh. Ngobrol-ngoblor kalau lihat ada sayur yang misalkan ada 10 10 orang nih pesan delan macam sayur. Ada dua macam enggak terlalu dimakan habis. Tanya tuh kenapa apa gimana kan banyakan ada orang kenyang kebanyakan atau apa atau yang bilang oh ini agak keras nih sekarang. Nah kita evaluasi gitu. Lalu juga dia akan tanya tuh kira-kira oh eh kenapa sih menu ini enggak ada bikin dong gini. Nah dia akan lapor ke kita tiap bulan eh tiap minggu. Heeh. Lapor kita akan evaluasi. Oh, ini patut enggak kita bikin gitu loh. Requestnya banyak. Sekarang kan ada menu baru, menu panggangan kita tuh kayak campuran antara bebek showak, chasiu. I kan itu yang satu plate itu ya, yang satu plate campur-campur. Itu kan request dari tamu biar biar anaknya biar anaknya makannya tuh simpel kan gitu. Itu itu ee makanan favorit. Jadi si Heritage setiap hari juga ratusan piring keluar tuh. Hm. Satu plat. Satu plat gitu, Pak. Iya. Iya. Sebenarnya gini ya, dengan Bapak punya enam cabang dan apa perputaran yang tinggi kan bisa dapat hemat dari barang juga ya. Pasaran kan bisa langsung banyak kan karena ee itu yang saya dengar dari beberapa orang ee buying bawernya tinggi jadinya. Iya. Jadi e negotiate-nya dengan si pemerik sayur supplier kan jadi lebih gampang ya kan. Tadi kan kita ngomong rekor MURI ini Bapak bisa dapat juga berkat ee apa kayak tamu atau teman-teman atau apa. Mungkin Bapak ada yang mau disampaiin di sini buat teman-temannya yang sudah rekomendasiin, yang sudah referalin ke MURI gitu loh, Pak Peter ya. saya kami satu keluarga lah dan satu tim restoran mengucapkan terima kasih kepada semua para customer kita, para tamu langganan lalu ee yang memberikan rekomendasi apa segala sehingga kita mendapatkan ee yang tidak kita sangka ini bisa mendapatkan rekor mudi benar-benar dapat rekomendi dan dua lagi yang dapat ee penghargaannya dan suatu kebanggaan dan kita mengucapkan terima kasih kepada para teman-teman kita semua yang sudah memberikan rekomendasi kepada MRI gitu. Oke, untuk closing statement-nya nih ya mungkin boleh Pak Peter ya. Boleh Pak Stepen. Mungkin kalau misalnya di bidang restoran mungkin yang paling utama adalah efisiensi ya. Karena kalau misalnya kita kesannya ada yang seperti mungkin restorannya ramai Tapi untungnya enggak ada. He itu karena banyak pemborosan juga gitu. Yang penting kan kita maunya kan profitable. Cabang enggak usah banyak-banyak yang penting profitable kan. Iya gitu. Nah, itu efisiensi penting dan juga teamwork eh sistem dibangun terus dan selalu dengarkan apa yang customer mau Karena customer karena itu yang bikin kita bisa maju ya dari customer. Oke, thank you. Thank you, Pak. Thank you, thank you, Pak. Thank you, Bu, Pak, Pak. Thank you hari ini sudah datang di market kita. Nah, ini ada sedikit souvenir dari buat buat

Lihat di YouTube