Review Acer Aspire 7 Pro 2026: Laptop Gaming 13 Jutaan di 2026? Sekenceng Apa? (YouTube Video)
Hari gini nyari laptop high performance pada mahal semua. Nah, entar dulu karena laptop yang satu ini harganya masih menarik banget. Presor pakai Intel Core 5 210H yang punya 8 core 12 trad. Disk GPU-nya pakai Nvidia GeForce RTX 3050 laptop. RAM-nya langsung 16 GB. Kalau mau di-upgrade juga masih bisa. SSD 1/2 TB. Udah lega nih buat laptop gaming di harga segini ya. Konektor juga lengkap banget. HDMI, display port, USB type C juga ada di sini ya. Ini adalah Acerpire 7 Pro keluaran 2026. Oke, di saat laptop-laptop gaming lain harganya udah semakin melangit, laptop yang satu ini membawa angin segar, performanya masih oke, dan harga juga sangat masuk di akal untuk 2026. Dan sama seperti sebelumnya, laptop yang satu ini tujuannya bukan hanya untuk gaming, tapi juga didesain ke arah produktivitas. Penasaran dengan performanya, mari kita bahas mulai dari spesifikasinya. Prosesornya pakai Intel Core 5210H. Litografinya Intel 7 ya. Base power-nya adalah 45 watt. Dia punya total 8 core 12 trend yang terdiri dari 4 performance core dan 4 efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 4,8 GHz dengan kapasitas cash-nya ada di 12 MB Intel Smart Cash. Integrated graphicsnya pakai Intel graphics dengan total 48 execution unit dan ini support akcelasi Quicks serta AV1 decode. Untuk RAM-nya ada di 16 GB DDR4 3200 single channel. Memang ini masih single channel tapi tenang karena ada slot SODIM kedua yang kosong. Jadi kalau mau di-upgrade ke dual channel bisa banget. Dan karena ini pakai RAMD 4 biaya upgrade-nya setidaknya di pertengahan 2026 masih jauh lebih murah dibandingkan laptop yang pakai RAMDR5. Untuk stornya 1/2 TB SSD NVMI PCI Gen 4. Kapasitasnya masih kurang. Tenang, kita masih menemukan satu slot SSD M2 tambahan yang kosong di sini. Jadi kalau mau nambah tinggal pasang aja enggak perlu ganti yang bawaannya. Untuk diskri Dafisnya dia menggunakan Nvidia GePost RTS 3050 laptop GPU. Arsitekturnya sudah ampere dan punya total 2048 kuda Corse. Vir RAM-nya 4 GB GDDR6. Maksimum graphics power-nya up to 90 wat dan pastinya sudah sebuat trade tracing serta DLSS ya. Jadi buat gaming udah oke. Untuk konektivitas wireless-nya dia pakai Intel WiFi 6 AX101, support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Untuk kapasitas baterainya ada di 54,8 wathour. OS-nya Windows 11 Home 25 H2. Untuk body form factornya adalah clampell atau laptop klasic. Materialnya adalah polikarbonat. Dan untuk dari desainnya ini masih mirip seperti SPR 7 Pro yang pernah kita review sebelumnya. Di area pamres kita bisa lihat ada hiasan garis-garis tipis berwarna hitam dan di area cover atas terdapat hiasan garis biru yang terlihat kontras dengan warna hitam laptopnya. Seperti biasa kita juga menemukan tex Acer berukuran kecil di cover atas laptop. Untuk warnanya seperti dibahas adalah hitam atau black ya. Dimensinya panjang 35,9 cm, lebar 23,8 cm, ketebalan di 2,27 cm. Bobotnya laptopnya aja di 2,16 kg. Sementara chargernya ada di 478 gr. Jadi total bobotnya kalau di bawah-bawah adalah 2,64 kg. Untuk layarnya laptop ini pakai panel IPS yang ukurannya adalah 15,6 inci. Resolusinya full HD atau 1920 * 1080 piksel. Jadi aspek rasionya adalah 16 b 9. Refresh rate-nya atau 144 Hz. Jadi kalau mau dipakai buat gaming esports yang butuh frame rate tinggi ini udah mencukupi. Nah, bersamaan pengujian kami tingkat cesaran maksimal layarnya ada di 325 nit. Sementara untuk gamut covers-nya ada di 59% sRGB dan gambut volume di 59,1% sRGB. Jadi memang layar satu ini belum cocok-cocok amat kalau mau dipakai buat content creation class profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Jadi kalau emang butuh akurasi warna tinggi untuk kerjaan, kami sarankan pakai monitor eksternal yang sudah disesuaikan ya. Cari yang paling enggak 100% sRGB. Tapi kalau buat dipakai untuk belajar editing atau emang edit videonya enggak butuh akurasi warnanya tinggi-tinggi amat, ini udah bisalah digunakan ya. Nah, untuk permukaan layarnya juga matte atau anti gleare. Jadi nyaman digunakan tanpa adanya pantulan-pantulan caha atau bayangan yang mengganggu. Untuk bingkai kanan kiri sudah terlalu tipis dan untuk bingkai atas sedikit tebal karena seperti biasa ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya resolusinya 720p ya 30 fps. Sayangnya karena prosesor laptop ini belum ada NPU-nya jadi kamera juga belum support Windows Studio Effect. Lalu untuk mikrofon itu terletak di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Acer Exppire yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 720p 30 fps di rasio 16 banding 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Sebagai catatan buat kalian yang mau hasil perekamannya itu optimal, pastikan kalian berada di ruangan dengan pencahayaan yang memadai. studio untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise cancelling dari laptop Acer Exppire yang satu ini. Untuk skenarionya kita atur kecepatan kipas di 100% untuk mensimulasikan kebisingan. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas? Oke, untuk sistem audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker ya stereo ya yang mengarah ke alas laptop. Suara yang dikeluarkan sebenarnya udah lumayan kencang, hanya saja karakter suaranya tuh cenderung flat. dengan bass yang hanya tipis-tipis saja terdengarnya. [mendengus] Nah, lanjut untuk konektor. Di kiri ada satu cancing lock slot, ada satu USB 3.2 gen1 5 gbps, ada satu USB 2.0 dan ada satu mikrofone jack serta ada satu audio jack combo 3,5 mm. Beralih ke kanan ada satu micro SD carder, ada satu USB 3.2 GU type C yang 10 GPS, dan ada satu Ethernet port. Di belakang di sini ada USB 3.2 Gentu Type C 10 GPS, ada satu HDMI 2.1 dan ada satu mini display port 1.4 serta ada DC in. Jadi mantap ya konektornya super super lengkap. Buat kerja juga jadi mantap ya karena kita bisa pasang hingga dua monitor eksternal tambahan tanpa perlu adapter-adapteran ya. Jadi kita bisa pakai total tiga monitor sekaligus. Nah, untuk keyboard ini masih menggunakan desain dan layout yang mirip seperti Acerpire 7 Pro yang dulu pernah kita review. Tombolnya berwarna hitam dengan pinggiran samping itu yang warna putih agak transparan ya. Desain semi transparan ini membantu backlit RGB keyboardnya jadi terlihat lebih menyala. Back [berdehem] RGB ini punya satu zona warna yang warna dan tingkat kecerahannya bisa diatur melalui software control center. Keyboardnya sendiri terasa soft saat digunakan mengetik dan tombol anak panahnya juga punya ukuran full size. Dan di sini masih ada jajaran tombol-tombol 6 pet di sisi kanan. Intinya kalau mau dipakai buat ngetik-ngetik atau input angka secara manual ya ini udah nyaman banget. Lanjut untuk touchpad-nya. Seperti biasa, touchpadnya sudah pakai precent touchpad ya. Ukurannya 12,1 * 7,3 cm. Letaknya center to space bar tapi sedikit melebar ke kanan. Lanjut untuk sistem pendinginnya. Laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan dua kipas dan empat heat pipe dengan heatsing yang menutup seluruh komponen CPU dan GPU. Intake udara dari bawah dan ekha. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Laptop ini memiliki beberapa mode performa yang dapat diatur melalui software Icer Sense atau Command Center. Kalau di Icer Sense opsi mode performanya adalah silent, normal, dan performance. Kalau di control center opsinya adalah performance, entertainment, dan power saving. Oke, sekarang kitaat konsistensi performanya pakai Snap R23 stabilitas. Kita cek terlebih dahulu skor maksimalnya. Untuk mode normal skornya itu bisa mencapai 9.54 poin. Di mode performance ini bisa lebih tinggi lagi ya sampai 11.600. 55 poin. Sementara skor bisa dipertahankan di mode normal di kisaran 8.900 sampai 9.000-an poin dan di mode performance ada kisaran 10.900-an poin. Nah, untuk suhu kerjanya pesan melakukan Sin R23 stabilitas suhu CPU terlihat cukup tinggi ya, ada kisaran 95 sampai 97 derajat celcius dengan spike ke 100 derajat celcius. Sunya memang terlihat agak tinggi tapi ya tenang aja karena kalau kita cek di moda normal atau entertainment suhunya itu masih terlihat aman di bawah 95 derajat Celcius. Jadi kalau emang dibutuhkan pindah ke mode yang lain aja. Lanjut untuk blender 5.5 barber shop test ya. Di sini pakai CPU render saya dalam waktu 38 menit 52 detik. Kalau kita pakai kudanya atau GPU render langsung jadi 9 menit 56 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat GPU rendering kuda eh suhu CPU itu ada di kisaran 50 sampai 67 derajat celcius saja aman. Sementara GPU di bawah 65 derajat Celcius. Lanjut ke Adobe Premier Prosisi 2026. Oke, di sini karena konfigurasi standarnya adalah 16 GB single channel, kita coba bikin variasi ya. Kalau kita coba di sini, kita akan pakai 16 GB single channel dan satu lagi variasinya kita upgrade nambahin 8 GB. Jadi, dual channel tapi totalnya di 24 GB. Nah, kita lihat kalau kita pakai video durasi 5 menit untuk 4K 60 video exporting, single channel itu 5 menit 41 detik. Kalau dual channel itu 5 menit 5 detik saja. Lalu kalau 1080p 60 fps video exporting single channel itu 1 menit 34 detik. Kalau dual channel itu 1 menit 30 detik ya. Untuk suhu kerja pesan melakukan 4K6 video exporting suhu CPU di kisaran 60 sampai 80 derajat celcius ya. Sementara untuk GPU di bawah 75 derajat Celcius aman banget ya. Dan di sini kita bisa lihat bahwa 4K60 aman enggak ada masalah dan akan lebih bagus kalau kita pakai dual channel yang 243 tadi. Lanjut untuk Dafincy Resolve 20 software kelas profesional tapi ini versi gratisannya. Kita pakai video durasi 5 menit lagi. Untuk 4K60 video exporting. Single channel itu 14 menit 24 detik. Dual channel itu 13 menit 2 detik. Wah, ini sama-sama lama sih ya. Dua kali lipat dari durasi videonya. Untuk 1080 60 fps video exporting single channel 3 menit 59 detik. Untuk dua channel 3 menit 36 detik. Sementara untuk su kerja pakai 4K 60D exporting. CPU dari kisaran 94 sampai 100 deraj celcius. Dan untuk GPU ada di bawah 82 derajat Celcius. Ini lagi-lagi untuk prosesor kalau ketemu dengan software satu ini wajar ya kalau prosesornya agak hanget jatuhnya karena memang akselerasinya itu kurang oke. Semua dilempar ke prosesornya. Oke, lanjut untuk terima grafik skornya. Untuk Firestrike DX11 itu dapat 14.126 poin. Untuk time spy DX12 itu dapat 5.332 poin. Nah, untuk su kerja bisa melakukan time spy stress test su GPU dari kisaran 86 derajat celcius. Oke, sekarang ini biar bagaimanapun namanya adalah laptop gaming ya. Jadi, mari kita lihat performa gaming-nya dan kita akan langsung tes di dual channel. [musik] Ya, di game terakhir kita lihat su kerja pas menjalankan Cyberpunk 2077 selama setengah jam. Susipu ada di kisaran 80 sampai 90 derajat celcius. Sementara GPU ada di kisaran 83 sampai 85 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan untuk titik terpanas ada di kisaran tombol F7 sampai F9 ya. Jadi di tengah atas keyboard yang mencapai 57 derajat Celcius. Lalu untuk area tengah keyboard ini suhunya juga agak tinggi ya di kisaran 37 sampai 46 derajat celcius. Sedangkan untuk area disentuh saat bermain game seperti tombol WASD itu aman di bawah 35 derajat Celcius. Lah untuk area atau area petuhnya ada di bawah 32 derajat Celcius. Sementara untuk palmr itu bahkan di bawah 29 derajat Celcius. Lanjut kita lihat kecepatan storage-nya. Untuk SSD-nya ini kecepatan bacanya ada di 4885 MB/ dan tulisnya di 3475 MB/s. Ini bukan SSD PC Gen4 terkencang yang pernah kita uji tapi udah cukup ok lah ya untuk laptop high performance di harga segini. Lanjut kita tes baterainya. Untuk pengejalan baterai kita set brightness di 150 dengan volume 25% dan untuk mode performa tetap di normal aja. Hasilnya kalau digunakan untuk lokal video playback 80p baterainya habis setelah 2 jam. Ini tergolong boros ya walaupun untuk sebuah laptop high performance seperti ini, tapi kan ada mode performa lainnya ya. Jadi sekarang kita coba di power saving. Nah, hasilnya saat digunakan untuk local video playback 1080p baterai habis setelah 6 jam. Ya udah mendingan lah nih ya untuk sebuah laptop high performance di kelas harga segini. Lanjut untuk charging testnya. Setengah jam pertama baterai terisi di 50%. Sementara itu dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 45 menit. Jadi durasi charging-nya udah lumayan kencang, ada di bawah 2 jam. Oke, tentunya tanyain harganya kan ya dia ada di Rp13.499.000 ya. Jadi tergolong terjangkau untuk tahun 2026. Semuanya ini sudah mencakup Microsoft Office Home 2024 yang aktif permanen, Microsoft 365 ya langganan selama 1 tahun, Xbox PC Game Pass yang aktif selama 3 bulan. Jadi kalau mau main game udah enggak perlu beli ya. Dan kemudian ada garansi 3 tahun service, spare part dan 3 tahun onside service. Dan sudah ada AADP-nya, Acercidental damage protection. AADP-nya ini ada di 1 tahun ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konfigurasi RAM bawaannya itu single channel tapi udah langsung 16 GB. Jadi, kalau mau dipakai tanpa upgrade juga masih bisa lah ya. Nah, kalau pengin perform maksimal, saran kami sih langsung upgrade ke dual channel. Tambahin 8 GB aja. Toh RAM-nya ini adalah RAM DDR4 ya. Jadi ini udah lumayan murah untuk zaman sekarang ketimbang kalian ketemu laptop yang pakai RAM DDR5. Lalu layarnya ini masih belum 100% sRGB. Jadi kalau mau digunakan untuk content creation ya yang kelas-kelas pro gitu ya, masih butuh akurasi warna gitu, ini kurang cocok ya. Tapi tenang ya, seperti biasa tinggal pasang monitor eksternal aja kalau emang dibutuhkan. Kemudian perlu diperhatikan bahwa beberapa pengujian kami terlihat bahwa suhu CPU-nya tuh cukup tinggi. Nah, jadi e untuk mengatasinya kita bisa ubah mode performanya akan normal atau entertainment yang suhu kerjanya otomatis akan jauh lebih rendah. Lalu kemudian untuk datan baterainya mungkin kurang cocok untuk kalian yang sering bepergian ya atau eh jarang nemu colokan listrik ya. Dan ini wajar karena ini adalah laptop high performance kelas terjangkau. Lanjut lagi untuk sisi menariknya. Untuk sebuah laptop high performance terjangkau keluaran 2026 yang harganya di bawah Rp15 juta ini sebetulnya benar-benar terjangkau hitungannya ya. Kalau mau dibandingkan dengan harga 2025, laptop yang satu ini kenaikannya harganya tidak separah laptop-laptop high performance yang lain. Performa juga masih cukup oke untuk las harga segini dipakai mutitas juga udah mantap banget. Performa disk GPU juga udah mantap. Main game triple A bisa mulus dan support DLSS pula ya. Game kompetitif juga kencang parah. Mauing video buat video 4K60 juga udah bisa yang satu ini desain 3D yang ringan juga udah bisa SSD juga lega seteng TB masih kurang bisa ng-upgrade langsung tanpa perlu ganti-ganti yang bawaannya karena ada slot kedua untuk SSDM donya. Lalu dia punya pengaturan mode performa dan juga kita bisa ngatur kecepatan kipas layar IPS 144 Hz. Asik nih buat gaming ya. Konektornya juga super lengkap. Langsung dapat bonus-bonus Microsoft Office garansi 3 tahun dan ada AADP di tahun pertama. Jadi pertanyaannya, Acerpire 7 Pro 2026 ini cocoknya buat siapa? Ya, buat yang nyari laptop high performance tapi yang terjangkau dan harus dibah Rp15 juta ini cocok. Dipakai buat kerja di industri kreatif misalnya, mau dipakai buat editing video, desain 2D, atau desain 3D ini cocok. Tapi kalau mau lebih kencang sih langsung uprik ke dual channel dan kalau mau lebih mantap lagi ya pasang layar tambahan ya. Mau dipakai untuk sekolah atau kuliah juga masih bisa sih ya. Dan kalau dicari itu laptop terjangkau buat main game, jelas yang ini mantap. Jadi kalau dicari adalah laptop high performance serba bisa dengan harga terjangkau yang beneran-benaran terjangkau. Acer Aspire 7 Pro keluaran 2026 ini rasanya layak untuk dipertimbangkan. [musik]
