Review Acer Swift Air 14 AI - Laptop Kekinian Harusnya Begini! (YouTube Video)
Ini adalah laptop tin 2026 yang sangat kami suka. Desainnya premium dan beneran terasa mewah. Bobotnya ringan cuma 1,1 kg. Tebalnya cuma 1,2 cm. Materialnya aluminium. Jadi kokoh. Prosesor juga baru nih ya pakai Intel Core Series 3. Prosesor yang pakai ador baru dan punya 6 core. Ini cocok untuk multitasking ringan ya. RAM-nya 12 GB LPDDR 5X yang kencang. Dan sebetulnya ya untuk harga segini itu udah wah untuk laptop 2026. Layarnya IPS Wux GA 120 Hz dan 100% sRGB. Baterai juga awet banget ya, bisa 19 jam ya. Ini adalah Acer Swift R14 AI 2026 [musik] ya. Laptop tin and L yang keren ini dirancang oleh Acer untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Performanya juga masih cukup oke untuk kegiatan multitasking ya. Jadi memang targetnya adalah pebisnis dan pekerja kantoran yang butuh laptop ringan yang mudah dibawa-bawa tapi tetap oke untuk mau tasking ringan. Tapi enggak cuma itu ya, harganya yang relatif terjangka untuk sebuah laptop premium juga menjadikan laptop ini cocok digunakan oleh pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop untuk belajar ya. Nah, mari kita bahas mulai dari spesifikasi utamanya dulu. Untuk prosesor yang dipakai di sini adalah Intel Core 5 320 prosessor. Litografinya Intel 18A. Apa itu 3 nanom? Apa itu 2 nanom? Ini di bawahnya base power-nya ada di 15 watt. Dia punya total 6 core dan 6 thread yang terdiri dari dua performance core dan 4 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya up to 4,6 GHz dan kapasitas cash-nya itu sebesar 6 MB Intel Smart Cas. Untuk NPU dia pakai Intel AI Boost dengan performa sampai 16 tops ya. Ini menarik ya untuk core series yang ini sudah ada NPU-nya dan ini lumayan kencang di 16 tops. Integrated graphisnya pakai Intel Graphics ini punya 2 X Course. Nah, walaupun namanya Intel Graphics tapi IGP ini pakai arsitektur yang sama dengan yang ada di Intel Arc B390 yang ada di prosesor Intel Core Ultra series 3 ya. Jadi yang satu ini sudah support fitur Intel XCS3 seperti multifame generation yang bikin makin lancar kalau kita mau main game. Nanti kita cek ya, ada pengujiannya kok. Lanjut untuk RAM-nya 12 GB LPDDR 5X 7467 on board ya, single channel. Jadi ini kencang ya, tapi karena ini onboard dia jadi memang tidak bisa di-upgrade dan perlu diperhatikan bahwa controller memori pada prosesor ini hanya support konfigurasi RAM single channel atau 64 bit. Tapi harusnya aman karena yang satu ini pakai LPD dari 5X jadi kencang. Udah ya. Lanjut untuk storage-nya 512 GB SSD, M22, NVM PCI Gen 4. Dan tenang aja yang ini bisa di-upgrade. Ini tidak menyatu dengan motherboard-nya, tapi hanya ada satu slot SSDM2 di laptop ini. Jadi kalau mau ngupgrade kita harus ganti yang udah terpasang ya. Lanjut untuk Ritas variasnya dipakai WiFi 6 atau AX211 di sininya. Support WiFi 6E. Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk kapasitas baterainya ini lumayan besar ya 70 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 Home 25H2. Oke untuk body factornya adalah clamp Shell atau laptop classic. Materialnya adalah aluminium untuk seluruh bodinya. Warnanya untuk yang kita uji ini sebetulnya namanya sage green. Jadi agak kehijau-hijauan sebetulnya. Ada berapa varian warna lain di sini ya. Ada frost blue, ada blossom pink, dan ada lilac purple. Warna cantik-cantik ya. Tinggal pilih aja warna favorit kalian yang mana. Nah, untuk desain ini yang kami suka ya untuk laptop di kelas harganya mungkin laptop ini jadi salah satu yang paling cantik untuk keluaran 2026. Keseluaran bodinya terasa sangat ringkas dan slim ya. Desain tepian itu menggunakan diamond cut yang membuat laptop ini terasa makin premium lagi. Dan bodinya ini terasa sangat kokoh ya, bahkan minim flexing kalau kita angkat dari salah satu pojokan laptopnya aja. Di cover atas laptop masih terlihat identitas khas laptop seri Swift yang bertulisan Acer dan ada desain garis horizontal yang menyerupai huruf S. Nah, untuk dimensinya panjang 31,3 cm, lebar 22,2 cm, ketebalan di 1,29 cm. Lanjut untuk bobotnya. Laptopnya aja di 1,18 kg dan chargernya adalah 240 gr. Ini charger yang adapternya terpisah dari colokan ya. Jadi memang agak kurang ringkas aja kalau mau dibawa-bawa. Tapi tenang, karena laptop ini pakai USBC untuk charging, kita bisa pakai gun charger yang udah support power delivery untuk nge-charge laptop ini. Biasanya kan kalau gun charger tuh kecil-kecil ya ukurannya ya. Lanjut total untuk di bawah-bawah bobotnya jadi 1,42 kg laptop dan chargernya. Nah, untuk display dia pakai panel IPS ukuran 14 inci. Resolusinya Wuxga GA tepatnya 1920* 1200 pikel. Jadi aspek rasionya langsung 16 bres rate-nya juga tinggi 120 Hz layaknya sebuah laptop tin and light class premium. Layar ini juga sudah mendukung fitur dynamic refresh rate ya. Nah, menurut Acer gambut layar itu ada di 100% sg. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat cararan maksimalnya itu mampu mencapai 371 nits. Lumayan oke di sini ya. Lalu gambut coversnya ada di 99% sRGB dan gambut volumenya mencapai 104,6% sRGB. Ini mantap layarnya ya. Mau dipakai buat kerja, edit foto atau edit video kelas profesional bahkan ya yang buta akurasi warna lumayan tinggi ini sudah bisa dipakai nonton jelas udah mantap. Permukan lirnya juga matte atau antiglare ya. Jadi nyaman digunakan tanpa kebanyakan ada pantulan-pantulan bayangan ee benda-benda sekitar gitu ya atau mungkin dari lampu dari jendela sekitar kita. Aman nih ya. Nah, layar ini juga bisa dibuka sampai 180 derajat sebagaimana layaknya sebuah laptop kelas profesional ya. Padahal ini harganya sebetulnya buat entry-nya 2026. Lanjut lagi untuk bingkainya ini terlalu tipis ya dengan screen to body rasio mencapai 87%. Bingkai atas terlihat sedikit agak tebal karena ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya ini resolusinya 1080p 30 fps. Bagus ya. Dan ini mendukung Acer Temporal Noise reduction. Jadi udah mantap kalau mau dipakai buat meeting. Kamera juga dilengkapi dengan privacy shutter untuk meningkatkan keamanan dan privasi pengguna. Selain itu kamera juga sudah mendukung berbagai fitur Windows Studio Effect seperti background effect, auto framing, dan contact. Wah, ini pakai NPU harusnya ya. Nah, kualitas gambarnya juga wah udah oke banget ya untuk sebuah laptop di kelas harga segini. Detailnya oke. Gambar juga terlihat dengan sangat jelas. Intinya kalau mau gambar yang bagus, gunakan kameranya di ruangan dengan pencahaan yang cukup ya standar ya. [tertawa] Nah, beralih ke mikrofonnya. Dia terletak di sisi kanan dan kiri kamera dan sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling yang seperti biasa disebut Acerfied voice. Untuk fitur noise cancelling-nya ini dapat diakses melalui software Acer Purified Voice Control. Dan seperti biasa, kemampuan noise cancelling dari laptop Acer ini kalau udah pakai purified purified gitu, juara banget. Hasil rekamnya bisa bersih banget tanpa terlalu mendistorsi suara kita. Nah, untuk sampel hasil perekaman kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di luar untuk memikulas mikrofon sering dari laptop Swift 14 ini. Bisa dilihat ya kalau di belakang saya sedang ramai kendaraan. Meski begitu, suara saya bisa terdengar dengan jelas dan dari background bisa beredaman dengan baik di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Aser Swift Air 14 yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1080p 30 FPS ya. Nah, untuk pengujian kali ini kita juga langsung menggunakan Lighting Studio. Jadi, lumayan terang. Dan untuk hasil gambarnya ini juga sudah cukup terang detailnya mencukupi meski memang masih ada sedikit noise di bagian yang gelap. Lanjut ke audionya. Laptop ini menggunakan quad immersive speaker dari DTSX Ultra. Ini keren ya, dia bukan punya dua speaker doang, tapi ada empat. Lubang suaranya terletak di alas mengarah ke kanan kiri laptop. Terdapat software DTS audio yang dapat digunakan untuk mengubah preset dan equalizer audio. Empat speaker di laptop ini terbukti mampu mengeluarkan suara yang kencang ya dan suaranya enggak pecah di volume maksimal dan kualitas suaranya juga lumayan oke di sini. Padahal ini laptopnya tipis sebetulnya ya. Intinya untuk kelas harga segini speakernya udah mantap. Nah, untuk konektor sekarang kita lihat di kiri ada dua Thunderbolt yang sudah mendukung transfer data, power delivery, display output, dan penggunaan berbagai perangkat thunderbolt lainnya. Untuk sisi kanannya ada satu audio jack combo 3,5 mm dan ada satu USB 3.2 gen one yang 5 Gbps. Sayangnya memang belum ada konektor HDMI langsung di sini ya. Tapi kita bisa pakai konektor Thunderb tadi untuk nyambungin ke display eksternal sih ya. Oh ya, konektor Thunderbot 4 tadi itu salah satunya juga digunakan untuk charging secara default. Oke, lanjut untuk keyboard-nya. Yang laptop ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout khas Acerwi dan seperti biasa ukuran tombolnya itu memuaskan. Tombolnya tergolong silent, empuk, dan nyaman saat digunakan mengetik. Tombol navigasi seperti page up, page down, home, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Untuk tombol anak panah atas dan bawah ini juga ukurannya seperti biasa setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Nah, di sini kita juga bisa menemukan tombol khusus untuk membuka software Acer Sense. Lalu kemudian untuk tombol power, nah ini sudah menyatu dengan layout keyboard adanya di pojok kanan atas. Tapi tenang karena laptopnya tuh enggak akan langsung mati kalau kita enggak sengaja nekan tombol yang satu ini. Keyboard-nya juga punya backlit dengan tiga tingkat kecerahan dan ini bisa diatur dengan tombol F11. Untuk touchpad yang satu ini punya ukuran 12,6 * 8,1 cm. Ini tergolong memuaskan ya untuk laptop ukuran segini ya. Touchpad ini terletak center to body tapi memang agak melebar sedikit ke kanan dari tombol space bar hingga tombol Alt. Dan tentunya yang satu ini sudah support Windows precision driver. Untuk sistem keamanannya, Acer Swift A14 AI ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan biometrik berupa infrared kamera. Jadi, enggak kaleng-kaleng dan ini support fitur Windows Hello juga. Jadi, kalau mau login ke Windows bisa lebih cepat dan mudah. Oke, untuk sistem pendinginnya ini menarik banget ya karena dia pakai dua kipas dan dua heat pipe beneran enggak nanggung-nanggung yang satu ini intake udara dari bawah dengan lubang pembuangan udara ke arah belakang. Lanjut untuk aspek performanya seperti laptop Acer lainnya. Di laptop ini kita juga bisa menemukan software pengaturan mode performa yang diberi nama Acer Sense. Optinya adalah silent, normal, dan performance. Kita juga dapat dengan cepat mengubah mode performa dengan menggunakan shortcut function plus huruf F. Sekarang kita lihat konsentrasi performanya kalau kita jalankan sinabas R23 stabilitas. Seperti biasa kita cek skor maksimalnya dulu. Di mode normal skornya itu mencapai 7.323 poin. Dan di mode performance skornya bisa didorong lebih tinggi sedikit ke 7.476 476 poin. Dan untuk skor yang bisa dipertahankan di mode normal itu ada kisaran 6.900 sampai 7.000 poin. Sedangkan di mode performance itu skor bertahan di kisaran 6.900 sampai 7.000 poin juga. Nah, kalau chargernya kita lepas sekarang bagaimana kita cek dan skor tertingginya ada di 6.753 poin. Kemudian untuk skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 6.400-an poin. Performa terlihat sedikit lebih rendah ya, tepatnya sekitar 8,5% lebih rendah dibandingkan performanya saat nyolok ke charger. Oke, sekarang kita lihat SU kerjanya kalau menjalankan CineB R23 stability test. Di mode performance, SUIP itu sempat bertahan di kisaran 90 derajat celcius, tapi kemudian turun dan stabil di kisaran 68 sampai 75 derajat Celcius dengan spike sesekali mencapai 86 derajat Celcius saja. Oke, langsung kita lihat kalau kita jalankan Adobe Premiere Prosisi 2026. Kita pakai video dengan durarasi 5 menit seperti biasa untuk ekspor video 1080p 60 fps itu butuh waktu 6 menit 2 detik ya masih ok lah ya. masih oke kalau mau dipakai buat editing 10p 60 fps. Nah, untuk su kerja kita lakukan 10p 60 fps video exporting untuk solusi ada kisaran 50 sampai 65 derajat celcius dengan spike di akhir prosor export yang mencapai hanya 80 derajat celcius saja. Jadi aman banget. Kita lanjut ke Da Vinci Resolve 20. Ini software video editing class profesional tapi ini versi gratisnya. Kita pakai video yang durasinya 5 menit lagi ya. Untuk sport video 1080p 60 fps tuh butuh waktu 7 menit 44 detik. Sementara untuk suhu kerjanya itu ada di 55 sampai 75 derajat celcius pada saat melakukan eksporting. Lanjut untuk capcut ya. Videonya masih durasi 5 menit seperti biasa untuk 4K60 video exporting ya. Ini 4K60 ya bukan 1080p ya. Ini bisa 6 menit 40 detik. Ini udah bagus banget karena sudah dekat dengan durasi video sendiri. Sementara kalau 1080 60 fps video exporting ada di 3 menit 13 detik. Ini keren ya kalau pakai CapCut. Sebetulnya kita masih bisa ngedit di 4K ya, 4K60 kalau misalnya 4K 60 terlalu berlebihan. 4K 30 fps lah. Nah, pada saat kita ngport 4K 60 fps sip dari kisaran 65 sampai 75 derajat celcius saja. Oke, tentunya kalian juga penasaran ya kalau diajak gaming gimana. Katanya ini turunannya sama dengan Panther Lake. Oke, begini performanya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerja yang menjalankan Cyberpunk 2077 selama setengah jam. Suhu CPU di sini adem ya, dikisar 64 sampai 72 derajat celcius saja. Untuk suhu permukaan untuk titir panas ada di area atas dekat lubang pembuangan udara. Wajar tapi ini pun hanya di 41 derajat Celcius. Sementara untuk selur permukaan keyboard ini keren ya. Suhunya terjaga di bawah 40 derajat Celcius. Area terpanas tuh ada di kiri tengah dekat huruf R dan angka 4 dan 5 ya yang mencapai 38 derajat celcius saja. Untuk area tengah kanan suhunya di bawah 33 derajat Celcius dan untuk palmres bahkan di bawah 30 derajat Celcius. Adem banget enggak ada masalah. Lanjut kita tes SSD-nya ya. Kecepatan bacanya ternyata ada di 7.104 MB/ dan tulis di 5.713 MB/s. Wah, ini sih SD-nya kencang banget ya. Mau dipakai buat ngopi-copy file. Kencang banget yang satu ini. Sekarang kita tes daya tahan baterya. Untuk pengjaan baterai kita set berata 150 dan volume di 25%. Mode performa kita set di normal. Lalu kita tes untuk local video playback 1080p dulu ya. Hasilnya kalau refresh rate rate-nya di 120 Hz dengan dynamic refresh rate, baterainya habis setelah 15 jam. Nah, kalau kita kunci refresh rate-nya di 60 Hz, baterai bisa bertahan lebih lama sampai 19 jam. Untuk kas harga segini ya, dia tahan baterai selama ini untuk tahun 2026 ini bagus banget bisa tahan seharian nih kalau di pakai nonton ya. Keren ya. Berikutnya kita juga tes baterai menggunakan prion office Productivity. Nah, ini menggambarkan daya tahan baterai kalau laptopnya dipakai buat kerja kerja office ya gitu ya. Hasilnya baterai bisa bertahan sekitar 13 jam 24 menit. Ini juga keren banget ya. Beneran bisa dipakai kerja searian sampai lemburlembur juga ya. Bisa ya kan lebih dari 9 jam. Oke, lanjut untuk charging testnya. 30 menit pertama baterai terisi di 30% sementara selama 2 jam baterai baru terisi di 95%. Nah, untuk mencapai 100% ternyata kita butuh waktu 2 jam 30 menit. ini setengah jam lebih lama dari harapan kami. Oke, untuk harganya untuk spesifikasi yang kita tes ini ya harganya ada di Rp15.999.000 tapi masih ada satu varian lagi yang lebih terjangkau dengan kapasitas RAM di 8 GB dan speklinen-nya semua sama, persis sama. Harganya di Rp15.199.000 ya. Dan semua ini sudah termasuk Microsoft Office Home 2024, Microsoft 365 langganan selama 1 tahun, lalu ada garasi resmi Acer Indonesia untuk 3 tahun service spare part dan sudah ada Acerdental Damage protection-nya nih ya. Ada AADP di sini di tahun pertamanya. Untuk pilihan selama masa promo Acer Day 2026 dari tanggal 1 Agustus sampai 30 September 2026 akan ada bonus tambahan lagi di sini. Ada gratis jersey Adidas untuk setiap pilihan laptop ini. Lalu ada gratis Pokemon Edition Blockies di toko pilihan yang sudah bekerja sama. Ada promo tebus murah monitor Acer EK241 dengan diskon 25% dan ada cicilan 0% up to 12 bulan. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu dipatkan. Pertama untuk prosesornya ini memang hanya mendukung konfigurasi RAM single channel dan karena menggunakan RAM onboard jadi emang ini enggak bisa di-upgrade. Tapi ini udah 12 gig untuk 2026 harga segini ini udah oke banget ya dan RAM-nya biar kencang dia pakai LPDDR 5X jadi sudah oke. Dan bisa diingat bahwa Microsoft juga berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi Windows 11 di perangkat-perangkat dengan RAM 8 gig. Jadi harusnya kalau yang 12 gig seperti ini enggak akan jadi masalah. Tapi kita tunggu aja ya akhir tahun 2026. Lalu konektornya ini sebetulnya ee agak minim ya kalau mau presentasi ke proyektor itu harus pakai external adapter tambahan gitu ya. Jadi butuh e USBC hub lagi. Lalu untuk durasi charging-nya ini masih sedikit meleset di bawah harapan kami. Time ingat baterainya bisa tahan cukup lama sampai 19 jam. Harusnya ini enggak terlalu bermasalah ya. Ini waktu kompeten kemarin kami bilang ya, kayaknya trennya 2026 adalah desain premium jatuh ke laptop yang lebih terjangkau gitu ya. Kalau mau dipakai buat kerja atau meeting offline ketemuan gitu ya benar-benar enggak malu-maluin desainnya. Bahkan kalau lihat dari penampilan aja misalnya laptop dibilang harganya R2 jutaan kami masih percaya loh serius. Lalu untuk prosesornya ini pakai Intel Core 5 series 3 prosessor yang punya reseptor persis seperti Intel Core Ultra series 3 prosessor dipakai buat modasking ringan sampai kelas menengah seperti ngetik browsing web nonton online meeting editing fot desain di kanva juga masih oke banget ya mau gaming tipis-tipis juga masih bisa dipakai edit video juga aman ya bahkan kalau pakai CapCut 4K60 juga masih bisa dilibas-nya pakai SSD 1/2 terab sudah super kencang pula ya nyimpan data sekolah kuliah atau kerjaan tetap lega di sini lahir juga udah mewah pakai panel IPS full HD 120 Hz dan udah 100% sb. Kamera udah full HD dan fitur-fitur yang pakai NPU-nya udah jalan semua ya. Lalu dia juga punya sistem keamanan biometrik. Baterai juga super irit. Garansinya 3 tahun lengkap dengan spare part service dan ada AADP di tahun pertama. Kesimpulannya sekarang, Acer Swift R14 AI tahun 2026 ini cocoknya buat siapa? Buat pekerja kantoran yang butuh laptop buat ngetik-ngetik olah data meeting online dan nyarinya laptop tipis dan ringan dan masih cukup terjangkau. Nah, yang ini adalah salah satu solusinya. Atau buat pekerja atau freelancer yang sering work from anywhere. Nah, laptop ini baterainya awet seharian. Jadi kalau kafe kalian mungkin pelit colokan aman ya. Dipakai untuk content creator yang sering ngedit foto atau mungkin ngedit video sampai 108 60 fps juga masih kencang banget ya. 10 60 FPS itu biasanya video-video vertikal itu yang ramai banget itu ya. Nah, dipakai buat sekolah atau kuliah juga jelas cocok banget. Atau mungkin untuk programmer ada yang butuh laptop yang ringan-ringan aja nih. Ini juga cocok ya. Tapi pastikan aja aplikasi yang digunakan bisa jalankan laptop ini. Kalau kalian pakai AI juga sih pasti bisa jalan di sini ya. Nah, intinya kalau yang dicari adalah sebuah laptop tin andlight buat kerja dan multitasking ringan dengan desain premium dengan feel yang mewah serta harga terjangka untuk tahun 2026. Rasanya Acer Swift A14A ini sangat layak untuk dipertimbangkan.
