Review Acer Swift X 14 AI 2026 - Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D! (YouTube Video)
Laptop mewa yang satu ini bukan cuma tipis dan ringan, tapi juga kuat dipakai buat kerjaan yang berat. Mau desain 2D, edit foto, video, atau bahkan sampai desain 3D kuat yang satu ini. Karena yang satu ini processornya udah pakai Intel Core Ultra 9 285H dan dia punya diskri GPU yang kencang pakai Nvida GeForce RTX 5060 laptop di sini. RAM-nya langsung 32 GB, SSD-nya langsung 1 TB. Layarnya OLED 14 inci, resolusinya 3K 100%. DC IP3 120 Hz dan udah support touch screen juga. Touchpad-nya juga mewah banget pakai heptic touchpad dan sudah support penggunaan stylus bahkan ya. Dan bobotnya cuma 1,5 kgan aja. Ini adalah Acer Swift X14 AI keluaran 2026 ya. Acer Swift X14 AI kali ini hadir dengan solusi untuk pengguna yang membutuhkan laptop performa tinggi setara laptop gaming dengan form factor yang tipis dan ringan. Jadi memang ditunjukkan untuk content creator yang sering mobile atau bepergian tag entusias dan katanya digital no match gitu ya. Tebalnya cuma 1,79 cm dengan bobot cuma di kisaran 1,5 kg. Jadi jelas ringkas dan masih mudah untuk dibawa-bawa. Performanya enggak bercanda. Beneran setara laptop gaming kelas menengah atas yang satu ini. Penasaran? Mari kita bahas mulai dari spek utamanya dulu. Untuk CP-nya dia pakai Intel Core Ultra 9, prosesor 285H. Code name-nya Arrowol. Litografinya TSMC N3B. Base power di 45 watt dan punya total 16 core yang terdiri dari 6 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 5,4 GHz dan dia punya 24 MB Intel Smart Cash. NPU-nya pakai Intel AI Boost dan ini sudah 13 tops ya. Untuk integrated graphics dia pakai Intel Arc Graphic 140T GPU yang punya total 8 X Corse. Kapasitas RAM-nya 32 GB LPDDR 5X 7467 tentunya karena LPDDDR. Jadi ini enggak bisa di-upgrade ya karena udah on board atau diolder ya. Tapi kapasitasnya udah lega ya 32 GB dan speed-nya kencang banget. Storage-nya itu punya kapasitas 1 TB SSD M2.22 NVMi PCI Gen 4. Menariknya walaupun laptop ini tergolong mungil, Acer masih bisa memberikan satu slot M.2 tambahan lagi. Jadi kalau emang dirasakan kurang, kita bisa upgrade source tanpa ganti yang udah terpasang. Disk GP-nya pakai Nvidia GePost RTX 5060 laptop. Arsitekturnya blackwell yang terbaru ya. Kapasitas RAM-nya ada di 8 GB GDDR7 128 bit. Maksimum TG GP-nya ada di 70 wat dan tentunya udah support resizable bar. Dan karena ini adalah GPDOR terbaru, jadi dia sudah mendukung teknologi DLSS4 dan multiame generation juga. Untuk konektivitas wireless-nya dia pakai Intel WiFi 6i AX1675i. Tentunya udah Wii 6i ya dan dia bisa Bluetooth versi 5.4. Kapasitas baterainya juga lumayan ya di 76 wat hour. OS-nya pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body form factornya adalah clamp cell atau laptop klasic. materialnya. Keseluran bodinya menggunakan material aluminium yang membuat laptopnya terasa mewah, kokoh, tapi tetap bisa cukup ringan. Untuk warnanya ini disebut Titanium Grey. Nah, untuk desain simpel dan modern khas laptop seri Swift. Desain seperti ini membuat laptopnya terkesan profesional saat digunakan untuk acara formal seperti kerja kantoran atau meeting dengan klien ya. Nah, di bagian cover atas terdapat logo Acer Swift berukuran kecil yang menyatu dengan keseluruhan estetika laptopnya. Laptop ini juga diklaim sudah lolos uji standar ketahanan military standar 810H. Dimensinya untuk panjang 32,2 cm, lebar 22,8 cm, ketebalan di 1,79 cm. Keren ya. Laptop mungil begini tapi hardware-nya bisa kencang. Nah, untuk bobotnya laptopnya di 1,56 kg dengan charger di 256 gr. Jadi total bobot di bawah-bawah itu enggak nyampai 2 kg, tepatnya 1,82 kg. Untuk display ini menggunakan panel OLED ukuran 14 inci. Resolusi 3K atau tepatnya 2880 * 1800 piksel. Jadi aspek rasionya 16 bing 10. Refresh rate-nya 120 Hz. Jadi udah mirip seperti laptop gaming ya. Menurut Acer gambutnya ada di 100% di CP3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat kecerahan maksimum di mode SDR itu mencapai 395 nits dan untuk mode HDR itu bisa mencapai 524 nitz. Gambut coverage-nya ada di 99,3% di CP3 dengan gambut volume di 122,7% di CP3. Jadi udah cukup sesuai dengan klaimnya Acer apalagi layarnya udah disertifikasi ISafe 2.0 dan common verified serta Vesa display HDR true Black 500. Jadi cocok dan nyaman dipakai buat nonton sampai content creation class profesional. Kalau gamut warnanya dirasakan terlalu luas, kita bisa ngubah profil warnanya juga loh. Kita bisa pakai software Acer Chroma Tune dengan beberapa opsi di sini ya. Ada display P3, ini profil default-nya, lalu ada sRGB, ada Adobe RGB, dan ada User. Nah, kita coba tes di mode sRGB dan hasilnya gambut coverage-nya ada di 98,9% sRGB dan gambut volume 103,7% sRGB. Jadi aman ya, udah enggak seluas tadi warnanya ya. Lah, layar ini juga sudah mendukung touch screen, tapi hanya digunakan dengan jari ya bisanya ya, bukan pakai stylus. Jadi mungkin kalau mau dipakai untuk scrolling dokumen itu enak karena pakai jari kan enak tuh ya scrolling, zoom in, zoom out gitu enak ya. Layarnya juga bisa dibuka hingga 180 derajat. Jadi mudahkan kalau kita ingin nampilin isi layar ke lawan bicara yang ada di depan kita. Serta ini juga mengurangi resiko engsel patah saat layar enggak sengaja kedorong. Bingkai layar kanan dan kiri terlihat sangat tipis di sini ya. Kalau bingkai atas memang agak tebal karena ada kamera di area tersebut. Nah, untuk kameranya, laptop ini menggunakan kamera dengan resolusi 1080p 30 fps dengan fitur infrared. Tentunya karena pakai NPU, laptop ini sudah mendukung berbagai fitur Windows Studio Effect seperti background blur, eye contact, dan auto framing. Webcam ini juga dilengkapi dengan fitur Acer Light Sensing, sebuah sensor cahaya yang terletak di dekat webcam untuk menyesuaikan brightness layar dengan kondisi pencahayaan di lingkungan sekitar. Untuk mikrofon terletak di samping kanan kiri webcam. Tapi yang ini beda karena agak tersamar ya, jadi tidak mengurangi estetika layarnya. Di body laptop yang mengarah ke pengguna juga terlihat ada setitik lubang mikrofon yang membantu fitur noise cancelling dari laptop ini. Untuk kemampuan kamera dan mikrofon serta noise cancelling-nya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari Acer Swift X14 yang satu ini. Untuk percayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya, jadi pecinnya lumayan terang dan untuk resolusi maksimal kameranya ini sampai 1080p 30 fps. Dan untuk gambarnya ini terlihat ya detailnya sudah oke, gambarnya juga terang dan juga minim dari noise. Oke, sekarang kita lagi di luar untuk menguji kualitas microfon dan noise cancelling dari laptop Swift X14 yang satu ini. Bisa dilihat ya kalau di belakang saya sedang ramai. Meski begitu suara saya bisa terdengar dengan jelas di sini dan noise dari background bisa diredi. Oke, untuk audionya laptop ini memiliki dua buah speaker yang terletak di sisi kanan dan kiri mengarah ke alas laptop. Di sini ada software DTS X Ultra untuk mengubah periset suara dan ada equalizernya di situ ya. Suara speakernya tergolong sangat lantang apalagi mengingat bahwa ini adalah laptop yang tipis dan ringan. Dan untuk kualitas suaranya sendiri terasa sangat mantap ya. Detailnya rapi, mid dan high-nya terdengar jelas tanpa terasa melengking. Bass juga masih terasa meskipun bukan yang benar-benar mendentum gitu ya. Intinya ini udah oke banget speakernya kalau mau dipakai buat main game, nonton atau dengerin musik yang memang dominan vokal. Untuk konektornya di kiri ada 1 HDMI 2.1, 1 USB 3.2, ada dua Thunderbolt yang mendukung berbagai penggunaan perangkat Thunderboltektor ini juga digunakan sebagai port charging secara default. Di kanan ada satu Kensington lock slot, ada satu USB 3.2 dan ada satu audio jack combo 3,5 mm serta satu micro SD slot. Nah, untuk keyboard-nya ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout khas seri Swift. Ukuran tombolnya terasa mantap dan memuaskan. Di sini saat digunakan untuk ngetik, tombolnya tergolong silent, empuk, dan nyaman. Ya, untuk tombol navigasi seperti page up, page down home, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Untuk tombol panah atas dan bawah ini ukurannya setengah dibandingkan tombol yang lainnya. Lalu di sini kita juga menemukan tombol khusus untuk membuka software Acer Sense. Selain itu juga ada tombol Acer My Key yang dapat digunakan sebagai shortcut dengan fungsi yang bisa kita atur. Contohnya kita bisa gunakan tombol ini untuk membuka software, membuka file, hingga membuka halaman website dengan satu tombol saja. Nah, fungsi tombol ini bisa kita atur melalui software Acer My Key. Untuk tombol power juga sudah menyatu dengan layout keyboard ya. di pojok kanan atas. Tapi tenang karena laptopnya enggak akan langsung mati saat kita enggak sengaja mencet tombol yang satu ini. Nah, lalu tentunya keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit berwarna putih yang punya dua tingkat kecerahan. Tingkat kecerahan ini bisa diatur dengan tombol F11. Oke, untuk touchpad-nya dia punya ukuran yang cukup memuaskan di sini ya untuk sebuah laptop tint and light seperti ini. Menariknya touchpad ini juga sudah menggunakan heptic touchpad. Jadi beneran terasa mewah dan premium. Touchpad-nya mendukung penggunaan stylus pen dengan protokol MPP 2.5. sayangnya memang belum ada stylus pen dalam paket penjualannya ya. Tentunya ini sudah mendukung Windows precision driver. Oke, untuk sistem kameraan seperti yang disebutkan tadi laptop ini memiliki sistem kameraan biometrik berupa infright sensor yang mendukung Windows Hello. Jadi kita bisa login Windows dengan cepat tanpa perlu ngetik-ngetik password. Untuk sistem pendingin Acer Swift X14 ini menggunakan sistem pendingin aktif yang terdiri dari dua buah kipas dan dua buah heat pipe. Intake-nya itu dari bawah dan ekha. Sekarang kita masuk ke dalam aspek performanya. Seperti biasa kita temukan mode performa di software Acer Sense dengan empat opsi silent, normal, performance, dan turbo. Tapi saat dalam kondisi tidak dicolok ke charger, hanya ada dua mode performa yang bisa diakses, yaitu silent dan normal saja. Nah, mode performa ini kita bisa juga ubah melalui shortcut function plus huruf F. Sekarang mari kita lihat konsistenasi performanya pakai sinabas R23 stability test. Kita lihat skor maksimumnya dulu ya. Di mode normal, skor tertingginya bisa mencapai 22.416 16 poin. Sedangkan di mode turbo bisa sedikit lebih tinggi di 22.440 poin. Ini mirip banget sebetulnya skornya ya. Nah, untuk skor yang bisa dipertahankan juga masih mirip. Di mode normal itu skornya dikisaran 19.100 sampai 19.400-an poin. Dan di mode turbo itu bisa bertahan di 19.700 sampai 19.900-an 00-an poin. Nah, untuk suhu kerjanya di mode turbo, suhu CPU sempat bertahan di kisaran 105 derajat Celcius di awal pengujian, tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 92 sampai 95 derajat Celcius dengan spike sesekali ke 100 sampai 105 derajat Celcius. Sebenarnya enggak perlu khawatir ya, karena memang prosesor yang satu ini batas suhu pengoperasian maksimalnya itu paling tinggi di 110 derajat celcius. Jadi sebenarnya di mode turbo pun suhunya itu masih ada di bawah batas suhu pengoperasian maksimal. Setelah itu kita juga bisa ubah ke mode performa lain. Contohnya di mode normal. Nah, karena di mode normal SU CPU terlihat bertahan di kisaran 100 sampai 101 derajat Celcius di awal pengujian tapi langsung turun dan bertahan di kisaran 84 sampai 90 derajat Celcius dengan sesekali spike ke kisaran 95 sampai 100 derajat celcius. Oke, kita langsung masuk aja ke pengujian pakai Blender 5.0.1 satu dan sekarang kita pakai model yang baru ya, bukan yang lama lagi. Kita pakai Blender 4.1 Splash Scene yang lebih berat dibandingkan barbershop sebelumnya. Untuk CPU render saya dalam waktu 27 menit 7 detik. Kalau kita pakai GPU render saya dalam waktu hanya 5 menit 23 detik. Ini kencang ya. Untuk suhu kerja suhu CPU ada di kisaran 80 sampai 96 derajat Celcius dan GPU-nya ada kisaran 70 sampai 73 derajat Celcius. Lanjut ke Adobe Premiere Pro CC 2026. Untuk yang satu ini kita menggunakan akselerasi yang ada aja ya. Jadi di pengujian ini kita langsung pakai kuda karena laptopnya udah punya diskon GPU dari Nvidia. Dan untuk pengujian yang ini kita juga pakai video yang baru bukan yang 2 menit 7 detik tapi kita pakai video yang durasinya 5 menit pas sekarang ya. Untuk 4K60 video exporting itu selesai dalam waktu hanya 2 menit 45 detik saja. Ingat videonya 5 menit selesai dalam waktu 2 menit 45 detik saja. Sementara kalau pakai 1080p 60 fps hanya butuh 53 detik saja. Untuk SU kerja pada saat melakukan 4K video export, SU CPU ada di kisaran 60 sampai 80 derajat Celcius saat awal proses eksport. Ya, memasuki pertengahan SU naik ke kisaran 80 sampai 90 derajat Celcius. Sedangkan SU GPU itu ada kisaran 70 sampai 73 derajat celcius. Sekarang kita lanjut ke Davinci Resolve. Software video editing yang kelas profesional tapi versi gratisnya. Ini versi 20 ya. Nah, untuk Dafinci kita juga pakai video baru yang durasinya 5 menit tadi. Untuk 4K60 video export itu saya dalam waktu 7 menit 23 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps butuh waktu 2 menit 13 detik. Nah, ini kencang banget ya. Untuk sukernya pas melakukan 4K video export suippu sempat bertahan di 105 derajat celcius di menit pertama pengujian tapi kemudian turun dan fluktuatif di kisaran 85 ke 105 derajat celcius. Sedangkan untuk GPU ada di kisaran 70 sampai 82 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat 35 graphic skornya. Untuk Fire Strikes dengan DX11 itu dapat 28.183 3 poin untuk time spy dx12 itu dapat 10.217 poin. Sekarang kita suhu GPU-nya dengan time spy stress test ya. Di sini suhu GPU ada kisaran 75 derajat celcius. Jadi masih aman-aman aja. Oke, sekarang mari kita lihat kemampuannya untuk gaming. [musik] Oke, di game terakhir ini Cyberpunk 2077 kita jalankan selama 30 menit dan kita cek suhunya. CPU ada di kisaran 76 sampai 80 derajat Celcius. Sementara GPU ada di 77 sampai 79 derajat celcius. Nah, untuk suhu permukaannya area terpanas ada di tengah keyboard dengan suhu di kisaran 40 sampai 45 derajat Celcius. Untuk area kiri dan kanan ini tergolong aman ya suhunya, terutama di area yang tepat berada di atas kipas dengan suhu di kisaran 26 sampai 38 derajat celcius. Untuk pamres sih adem ya, cuma 30 sampai 34 derajat celcius saja. Oke, kita lihat untuk SSD-nya. Kecepatan bacanya ada di 6.993 MB/ dan tulis di 5.827 MB/. Ini tergolong kencang nih SSD-nya ya, udah hampir 7.000 soalnya. Lalu untuk daya tahan baterainya, nah kita set di mode normal untuk performanya. Lalu refresh set kita default di 120 Hz, brightness kita set di 150 Hz, dan volume di 25% seperti biasa. Hasilnya saat digunakan untuk video playback 1080p, baterai bertahan sampai hampir 8 jam, tepatnya 7 jam 50 menit. Ini memang bukan hasil baterai yang paling bagus ya untuk sebuah laptop tin light. Tapi perlu diingat kalau laptop yang satu ini punya performa yang super kencang dan udah nyamain laptop gaming ya kelas menengah atas. Bahkan kalau refres kita ubah ke 60 Hz hasilnya bisa lebih lama lagi nih bisa 10 jam 17 menit ya. Lumayan membantulah ya kalau kalian mau ee meeting-meeting di luar ruangan gitu taruh di 60 Hz aja ya. Oke lanjut untuk charging testnya. Dalam 30 menit pertama baterai terisi di 50%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 50 menit. hasil yang sudah sedikit lebih baik dari yang kami harapkan. Oke, untuk harganya laptop ini dijual di harga kisaran Rp32.999.000 dan ini sudah termasuk Microsoft Office Home 2024. Ini enggak usah langganan lagi ya, langsung dapat Office, enggak usah langganan. Lalu masih dapat juga Microsoft 365 Basic selama 1 tahun. Kemudian kita masih dapat lagi PC Gam Pass langganan selama 3 bulan dan garansi 3 tahun spare part beserta layanan dan 1 tahun Acercidental damage protection yang meng-cover kerusakan yang diakibatkan oleh ketidaksengajaan pengguna. Ya, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama tentunya karena ini adalah laptop tin and light, RAM-nya ini enggak bisa di-upgrade. Tapi tenang, kapasitasnya udah gede di 32 GB dan speed-nya juga udah kencang, ya. Kemudian suhu kerja CPU terlihat agak tinggi di berbagai pengujian. Tapi ingat ini masih di bawah suhu batas pengur maksimal yang ditetapkan oleh Intel untuk prosesor jenis ini. Jadi harusnya masih aman. Lalu performa batera-nya agak di bawah harapan kami untuk sebuah laptop tin and light seperti ini. Tapi mengingat laptop ini punya diskrit grafis dan performanya kencang, ini masih bisa kita maklumi. Lagi pula masih dari kisaran 10 jam ya masih ya masih agak lumayan lah ya. Nah, dari se menariknya pertama jelas prosesornya ini performanya kencang layaknya sebuah laptop gaming kelas menengah atas punya total 16 core. Jadi buat multitasking berat juga lancar banget. Disk GP-nya juga enggak bercanda. Ini pakai RX 5060 dengan 8 GB V RAM. Buat gaming udah mantap banget karena udah support fitur DLSS 4.5. Dipakai buat content creation. Jelas ini mantap benar karena hadir langsung pakai S driver juga ya di sini ya. Di laptop ini juga ada software Nvidia Omniverse broadcast dan kanvas yang bisa membantu kegiatan content creation di laptop yang tipis seperti ini. Storage-nya juga kencang, super lega, dan masih punya satu slot tambahan lagi kalau mau ditambah ya. Jarang nih laptop tipis yang punya seperti ini. Layarnya juga super mewah. Udah pakai OLED 120 Hz, 100% DCI P3, Kalman verified, dan support touchsreen pula. Touchpad-nya enggak kalah mewah karena udah pakai heptic touchpad yang masih jarang di laptop-laptop Windows. Touchpad ini juga bahkan sudah support stylus dengan protokol MPP 2.5. Jadi bisa digunakan layaknya sebuah pen tab ya. Keren ya. Konektornya juga lengkap. Dia punya dua Thunderbolt HDMI besar dan bahkan punya slot micr SD card reader. Speaker suaranya juga udah cukup lantang, udah memuaskan lah untuk les harga segini. Dan kemampuan noise cancelling-nya ini oke banget. Eh, kemudian dia juga punya sistem keamanan biometrik. Udah feature proof juga punya WiFi 6i dan bluetoot versi 5.4. Dan garansinya itu sudah 3 tahun lengkap dengan garansi klien pengguna juga tersedia di sini selama 1 tahun. Jadi pertanyaannya, Acerwi X14 AI ini cocoknya buat siapa? Menurut kami ini memang cocok ya buat content creator yang memang butuh laptop performa kelas laptop gaming tapi punya form fact vor yang mungil dan ringan. Bukan cuma edit foto dan desain 2D. Mau editing video 4K60 sampai desain 3D juga lancar di sini ya. Dipakai buat kerja kantoran ya bisa-bisa banget sih ya. Dipakai meeting juga oke karena desain juga elegan ya. Mau dipakai buat programming atau buat kerjaan yang pakai AI aman karena laptop ini punya disk GPU yang kencang. Asalkan memang software yang digunakan itu sudah cocok untuk spesifikasi laptop ini. Atau mungkin kalian butuh laptop tipis buat kerja sekaligus buat nge-game berat setelah pulang kerja. H, cocok banget nih udah support DLS 4.5 pula ya. Atau mungkin butuh sarana hiburan setelah seharian kerja mau dipakai nonton layarnya keren, speakernya mantap. Asik bangetlah yang satu ni. Jadi kalau dicari adalah sebuah laptop mewah kelas premium yang tipis ringan tapi punya performa seara laptop gaming. Rasanya Acer Swift X14E ini jelas sangat layak untuk dipertimbangkan.
