Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif (YouTube Video)
Kata siapa bisnis UMKM itu enggak butuh laptop yang canggih? Apalagi sekarang udah zamannya AI. Nah, laptop bisnis ini harusnya cocok nih buat pekerja UMKM yang kekinian. Performanya pasti mantap buat 2026. Dia pakai Pressor Intel Core Ultra 200V, jadi punya NPU kencang buat jalanin aplikasi AI secara offline tanpa perlu connect ke internet. RAM-nya 32 GB LPD dari 5X. Lega dan kencang buat jalanin aplikasi yang berat-berat ya. Lalu pakai layar OLED. Jadi siap pakai buat editing-editing yang serius. Uniknya laptop tipis ini ternyata punya konektor Ethernet di bodinya. Kalau pakai laptop lain biasanya kita harus pakai tambahan yang harus diberi terpisahkan ya. Laptop bisnis ini adalah Acer Travel Mate X414A. Ya, menurut Acer laptop bisnis yang satu ini ditujukan untuk kalangan SMB ya, small medium bus atau UMKM. tentunya karena untuk UMKM laptop ini harganya lebih terjangkau dibandingkan seri Travel Mate yang lain yang spesifikasinya mirip-mirip. Oke, sebelum kita lihat performanya kita langsung cek spesifikasinya. Nah, untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 7 258V fabrikasi TSMC N3B base power 17 wat. Dia punya 8 core 8 tradision core. Intel smart case-nya ada di 12 MB. Untuk integrate graphics dia pakai Intel Arc Graphics 140V dengan 8xi Corse. Tentunya IGP ini mendukung fitur Intel XS2 ya dengan frame generation-nya. Selain itu IGP ini juga mendukung encode dan decode video AV1 serta decode video sampai H266. Iya enggak salah nyebut 266 ya. Lalu untuk NPU dia pakai Intel AI dengan kemampuan komputasi hingga 47 tops. Jadi laptop ini mampu menjalankan fitur-fitur copilot plus PC seperti recall, co-creator atau live caption. Untuk memori atau RAM-nya langsung 32 GB, LPDDR 5X, 853 MHz, dual channel 128 bit. Perlu perhatikan ya, letak chip memori Intel Lunar Lake ini menyatu dengan prosesor. Jadi, ini emang enggak bisa di-upgrade. Tapi udah besar loh 32 GB untuk 2026 ini besar. Untuk storage 1 TB SSD M.2 NVM PC gen 4x4. Tapi anehnya ternyata posisi slot M.2-nya ditempatkan di bawah kabel fleksibel. Ini sebenarnya agak menyulitkan ya, karena kita harus ngelepas kabel fleksibelnya kalau kita mau ngelepas SSD-nya. Nah, untuk baris connectivity dia menggunakan modul Intel yang support WiFi 7 gigabit Wii dan Bluetooth versi 5.4. Jadi kekinian dan future proof. Untuk kapasitas baterainya ada di 53 wat hour. Sementara untuk OS-nya di pakai Windows 11 Pro ya 24H2. Untuk body form factornya adalah clampell atau laptop klasic materialnya aluminium. Nih tentunya laptop ini sudah memenuhi standar daya tahan military standar 810H. Jadi tangguh kalau dipakai ya. Untuk warna ini namanya adalah steel gray. Nah, desainnya ini buat penampilannya itu bisa dibilang tidak ada yang unik sih di laptop ini ya. Tapi justru itu kelebihannya karena kita tidak ingin laptop kerja yang penampilannya agak terlalu aneh atau terlalu mencolok ya. Bisa dibilang penampilan laptop ini e tampak profesional, elegan, dan minimalis seperti laptop bisnis pada umumnya. Oke, untuk dimensinya panjang 31,2 cm, lebar 22,5 cm, ketebalan di 1,59 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,22 kg. Wah, lumayan ringan ya untuk laptop yang 14 inci. Sementara chargernya ada di 216 gr. Ini adalah charger 65 watt dengan konektor USB type C. Tapi sayangnya laptop ini menggunakan charger yang klasik. Dengan dua bagian yang ada kabel besarnya. Iniembat chargernya jadi agak kurang praktis aja kalau mau dibawa-bawa. Padahal laptopnya udah kecil, tipis, dan ringan ya. Tapi tenang, karena ini charger type C, jadi kita bisa dengan mudah menggantinya dengan gun charger yang 65 watt yang lebih kecil dan mungkin lebih praktis untuk dibawa ya. Nah, total bobotnya kalau dibawa dengan charger bawaannya adalah 1,44 kg. Oke, untuk display ini adalah layar ukuran 14 inci, resolusinya 1920 1200 pikel. Jadi, aspek rasionya adalah 16 bres rate-nya tentunya 60 Hz. Dan ini adalah panel OLED. Nah, menurut Acer tingkat kecaran maksimalnya ada di 400 nit di mode SDR dan 500 nits di mode HDR dengan color gambut di 100% di CP3. Oke, sekarang kita ukur. Kita dapat 405 nits di mode SDR dan 636 nits di mode HDR. Ternyata mode hadirnya lebih terang dari klaimnya ya. Nah, untuk gamut coversnya ada di 99,6% DCIP3 dengan gambut volume di 123,5% DC IP3. Ini menandakan bahwa layarnya sudah siap dipakai editing kelas profesional yang butuh akurasi warna yang tinggi. Dipakai buat streaming film HDR pastinya mantap ya karena sudah punya sertifikasi True Black HDR 500. Layar ini juga punya lapisan Acer sign Crystal dengan permukaan glossy di mana ini wajar untuk sebuah layar oled. Ya, permukaan seperti ini memang akan menentukan bayangan objek yang ada di sekitar kita. Tapi permukaan seperti ini juga membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Nah, untuk bingkai layar dia sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Excel layar juga dapat diluruskan hingga 180 derajat. Jadi lebih aman dari resiko rusak akibat kedorongan sengaja. Ini juga akan memudahkan kita untuk menampilkan isi tampilan layar ke klien yang mungkin ada di depan kita atau mungkin teman kita ya bisa juga lah ya. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya, laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps dan tentunya kamera ini sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, dan background effect. Nah, saat diaktifkan, fitur-fitur tadi akan dijalankan di NPU, jadi penggunaan baterainya akan lebih irit. Laptop ini juga dilengkapi dengan fitur Acer Purified Voice 2.0 dengan tiga buah mikrofon. Dua mikrofon ada di sebelah kanan dan kiri kamera. Sementara satu mikrofon lainnya ada di sisi pinggir yang paling dekat dengan badan kita kalau kita pakai ya. Nah, saat diuji gambar yang ditangkap, kamera terlihat jernih dan bebas dari noise. Hanya saja gambarnya mungkin terasa sedikit kurang tajam aja. Nah, mikrofon di laptop ini juga mampu menangkap suara kami dengan jelas ya dan jernih serta bisa menghilangkan sepenuhnya suara kebisingan di sekitar kita. Oke, sekarang saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise canceling dari laptop Eser Travel X4 yang satu ini. Seperti yang kalian lihat, kondisi di belakang saya lagi ramai kendaraan. Meski begitu, suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise bisa diredam dengan baik. Sekarang saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Acer Travel Mat yang satu ini. Kamera laptop ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps di rasio 16 b 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Oh ya, perlu diingat buat kalian yang mau hasil perekamannya itu optimal, pastikan kalian juga merekam video di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai. Oke, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop. Kita dapat mengatur profil suara dengan equalizer melalui software DTSX Ultra. Suara yang dikeluarkan speaker laptop di sini ternyata lantang juga ya. Kualitas suaranya juga mantap dengan detail yang cukup baik. Untuk karakter suaranya memang cenderung sedikit bright tapi gak sampai menusuk telinga. Lalu untuk bassnya ini cukup okelah untuk ukuran laptop yang tipis seperti ini. Oke, untuk konektornya di kiri kita lihat ada satu HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen 1 type A dan ada dua Thunderbolt yang mendukung USB 4, power delivery, display output, dan perangkat berbasis thunderbolt. Beralih ke sisi kanan di sini ada 1 3,5 mm audio combo jack dan ada satu USB 2.0, O, lalu ada 1 Gabit Ethernet port dan ada satu Kensington lock nano slot. Nah, untuk keyboard-nya ya walaupun travel distance-nya di 1,3 mm ternyata tekanan tombolnya masih terasa cukup dalam enggak terasa cetek-cetek amat di sini ya. Tombol-tombol juga tetap terasa empuk dan solid saat ditekan. Selain itu, tombol-tombol juga dirancang tetap hening saat ditekan. Jadi, tidak menimbulkan kebisingan kalau kita lagi ngetik. Ya, keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit putih yang dapat membantu kita mengetik dalam kondisi minim cahaya. Tingkat keserahannya itu ada dua dan bisa diatur dengan menekan tombol function plus F11. Nah, untuk touchpad ini ukurannya adalah 12,6 * 7,8 cm dan posisinya itu center to body tapi tidak sejajar dengan tombol space bar. Tapi tenang ya, hanya sedikit bagian telapak tangan kanan yang berada di atas permukaan touchpad saat kita lagi mengetik. Jadi ini enggak terlalu mengganggu kenyamanan. Lagi pula touchpad ini dilengkapi dengan fitur palmer rejection. Jadi kursor itu enggak gerak ya walaupun kesentuh telapak tangan. Nah, saat kami coba jadi kami bisa bergerak dengan mulus di atas permukaan touchpad. Klik kanan dan klik kirinya juga terasa empuk saat ditekan. Walaupun memang kita nekannya harus agak dalam nih ya. Lalu untuk king sistem, laptop ini dilengkapi dengan dua heat pipe dan dua kipas untuk mendinginkan prosesor. Uniknya penempatan kipasnya itu tidak dipisah melainkan ditaruh bersebelahan seperti di Acer Nitro. Sementara untuk lubang pembuangan panasnya ada satu buah dan ini mengarah ke belakang. Untuk pengamanan laptop ini dilengkapi dengan biometrik pengenalan wajah. Setelah itu ada juga penutup fisik kamera. Jadi kita tetap aman dan resiko diintip walaupun mungkin kameranya kena hack ya. Nah, kita masuk dalam aspek performanya. Laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa yaitu silent, normal, dan performance. Profil-profil ini bisa diubah dengan menekan tombol function plus F atau melalui aplikasi travel Made Sense. Oke, langsung aja kita lihat pakai Cab R23. Kita tes dengan charger dulu ya. Skor tertinggi yang dicapai adalah 10.659 poin di mode normal dan 10.660 660 poin di mode performance. Sementara skor yang dapat dipertahankan itu adalah di 8.800 sampai 9.200 poin di mode normal dan 10.000 sampai 10.200 poin di mode performance. Nah, sekarang kalau chargernya kita lepas, skornya berubah. Sekarang ya di mode normal jadi 8.500 sampai 8.600 poin. Sementara di mode performance ada di 9.500 sampai 9.600 600 poin. Oke, untuk su kerjanya pesat menjalankan cinch R23 stability test selama setengah jam di mode normal su rata pressor itu ada di bawah 80 derajat celcius dengan dua kali spike aja di atas 80 derajat celcius. Nah, di mode performance su rata-rata prosesor itu mengalami sedikit kenaikan tapi tetap dapat dipertahankan di bawah 80 derajat celcius dengan sesekali aja ada spike di atas 80 derajat celcius. Oke, langsung aja kita pakai aplikasi beneran ya. Kita pakai Blender 5.0.1 ya. Ini file-nya file 3D ya tentunya ya. Ya, kita pakai BMW car ya. Untuk CPU rendering sesai dalam waktu 4 menit 3 detik. Sementara untuk GPU rendering menggunakan one API selesai dalam waktu 37 detik. Sudah lumayan kencang nih ya. Untuk suhu kerjanya GPU rendering dengan pakai One API, kita lihat sucessor dapat dikendalikan di bawah 70 derajat Celcius. Ini aplikasi 3D loh ya. Lanjut Adobe Premiere Pro 2026 untuk video 4K60 yang 5 menit. Kita lihat kalau kita pakai open or selesai dalam waktu 8 menit 44 detik. Sementara untuk resolusi full HD 60 fps durasi yang sama dengan Open CL sesuai dalam waktu 2 menit 41 detik. Nah, untuk suja pada saat menggunakan 4K video export pakai OpenCal ya lagi-lagi supressor dapat dipertahankan di bawah 70 derajat Celcius. Sudah aman banget ini ya. Lanjut ke Dainci Resolve 20.3. Software video editing kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Untuk video 4K60 durasi 5 menit selesai dalam waktu 17 menit 11 detik. Sementara kalau full HD 60 fps 5 menit juga ya. Selesai dalam waktu 4 menit 55 detik. Wah, pas banget kalau ini ya. Nah, untuk suhu kerjanya saat melakukan 4K video export supressor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Padahal aplikasi ini sering bikin suproor laptop tuh naik sampai di atas 90 derajat celcius. Ya, di sini aman enggak ada masalah. Lanjut ke CapCut video 4K60 lagi yang 5 menit lagi selesai dalam waktu 5 menit 20 detik. Oh, udah mantap. Lalu untuk video full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu 2 menit 29 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pasal melakukan 4K video exporting di sini suhu tertinggi prosesor tercatat hanya menyentuh angka 72 derajat celcius saja. Lanjut kita lihat kalau UL Prosion kita jalankan. Benchmark ini menguji performa NPU saat menghasilkan gambar dari input tex atau prom dengan menggunakan stable diffusion. Saat diuji NV laptop ini membutuhkan waktu sekitar 8,9 detik untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksels. Ini kencang banget untuk sebuah NPU ya. Oke, sekarang mari kita lihat apakah laptop bisnis ini bisa dipakai untuk main game. Hay [musik] Ah. [musik] Nah, setelah setengah jam bermain Cyberpunk 2077, mari kita lihat suhu kerjanya ya. Suor tampak aman di kisaran 70 sampai 74 derajat celcius. Sekarang kita lihat suhu permukaan bodinya setelah setengah jam main Cyberpunk 2077. Untuk keyboard area paling panas terlihat ada di area kiri hingga tengah dengan suhu beberapa titik ada di atas 40 derajat Celcius. Lalu untuk area palm rest itu aman di bawah 35 derajat Celcius. Tapi tenang ya, suhu yang setinggi ini tuh hanya dicapai kalau kita njalin aplikasi berat seperti game dalam waktu yang lama gitu. Kalau aktivitasnya ringan seperti ngetik, bikin tabel-tabel Excel atau PowerPoint ya atau browsing ya, itu suhunya tidak akan nyampai setinggi itu. Lanjut untuk storage test, kita dapatkan bahwa SSD-nya dengan dism itu kecepatan bacanya ada di 7.064 MB/ dan tulisnya ada di13 MB/. Ini kencang banget bahkan sudah layak untuk laptop class work station atau gaming. Oke, sekarang kita lihat daya tahan baterainya ya. Kita pakai setting berarti 150 dengan volume suara 25% dan modenya di mode normal. Untuk 1080p local video playback kita dapat 13,5 jam ya, nonstop 13,5 jam sebelum baterainya habis. Sebetulnya harapan kami sih nyampai 18 atau 20 jam ya, tapi udah cukup irit sih mengingat ini baterai 53 watt hour. Biasanya sih yang nyampai segitu yang baterainya 70. Oke, untuk charging sekarang 30 menit pertama charging itu mengisi sampai 50%. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 38 menit. Ini sih kencang banget ya nge-charge-nya ya karena patokan normalnya ada di 2 jam pas. Oke, untuk harganya sebaiknya kalian cek infonya di kolom deskripsi ya. Tentunya karena ini laptop bisnis kita bisa melakukan penyesuaian untuk speknya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya untuk opsi layarnya tersedia dengan pandel IPS 100% SRGB 1200p 120 Hz selain yang OLED 1 ini. Lalu untuk baterainya juga ada opsi 65 wat hour yang lebih besar kapasitasnya. Harusnya lebih awet lagi tuh ya baterainya ya. Nah, oke untuk garansi dia dapat 3 tahun service dan 3 tahun spare parts. Ya, langsung aja kita masikan. Pertama ini RAM-nya enggak bisa di-upgrade. Tapi ya wajar karena tipe prosesor seperti itu ya memang ya dan kapasitasnya udah 32 GB dan kencang pula. Jadi harusnya ya engak banyak protes lah di sini. Nah, lalu posisi slot M.2 ini akan menyulitkan proses upgrade SSD. Dan kemudian di sini masih ada konektor USB 2.0. Harapannya sih 3.0 semua. Lalu charger bawaannya nih rasanya agak kurang praktis aja buat dibawa-bawa ya. Nah, dari segi menariknya beratnya cukup ringan 1,2an kg. Lalu dia pakai Intel Core Ultra yang lunar itu ya. Buat editing video 4K60 pun masih bisa asal aplikasinya tepat. Buat desain dan animasi 3D masih bisa juga asalkan objek 3D-nya sederhana. buat main game ternyata lancar juga ya. Bahkan game berat seperti Black Miss Wukong atau Cerpank 2077 ini masih lancar jaya di sini bisa ngejarin aplikasi ringan pula ya karena ada NPU-nya di sini lalu suhu kerja terkendali dengan aman. RAM langsung 32 GB. Layar langsung oled 100% DCI iP3 dia punya dua Thunderbolt Lalu ada konektor Ethernet. Jadi enggak usah pakai converter atau adapter lagi. WiFi 7 langsung tersedia di sini. Dia punya pengamanan biometrik dan masa garansinya ini panjang ya 3 tahun. Nah, jadi Acer Travel Mate X414 AI ini cocoknya buat siapa? Dipakai untuk pebisnis atau pekerja kantoran? Pastinya bisa. Apalagi kalau butuhnya laptop yang tipis, ringan, dan performanya kekinian. Buat yang sering WFA, nah bisa pakai ini nih ya. Karena baterainya bisa tahan belasan jam dan bobotnya ini cukup ringan untuk dibawa-bawa. Bahkan kita bisa pakai gun charger 65 watt ya. Jadi cukup bawa satu charger buat laptop dan perangkat lainnya ya, seperti HP dan lain-lain. Kameranya ini juga sudah punya Windows Studio Effect dan noise canceling-nya mantap. Jadi cocok dipakai meeting di cafe atau tempat ramai lainnya. Dipakai kalangan video editor juga harusnya bisa sih sebetulnya ya. Layar udah olet dan speknya udah lumayan kuat buat editing video 4K. Mau editing video AV1 juga bisa di sini. Dan ada NPU pula di sini bisa dipakai untuk efek AI dari aplikasi ya. Mau dipakai desain atau animasi 3D buat materi kerjaan juga masih bisa asal objek 3D-nya tuh ringan dan sederhana-sederhana aja ya. Nah, tentunya yang kerjaannya coding juga bisa pakai laptop ini selama aplikasinya memang cocok dengan hardware laptop ini. Pada akhirnya kalau memang yang dibutuhkan adalah sebuah laptop bisnis terjangkau tapi speknya kekinian dengan Intel Core Ultra 200V tampaknya Aser Travelmid X414EA ini bisa jadi salah satu pertimbangan yang menarik. H
