Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah 5 Jutaan yg Bisa Jadi Tablet (YouTube Video)
Ini laptop convertible paling terjangkau dari Advan untuk saat ini. Harganya cuma 5 jutaan aja. Prosesornya pakai AMD Ryzen 3000 series. RAM-nya langsung 8 giga ya, bukan yang 4 giga nih ya. Layarnya touchscreen full HD IPS, bukan pakai TN. Ya, laptop ini adalah Advan 360 Go. Ya, siapa sangka ya dengan uang 5 jutaan kita bisa dapetin perangkat Windows yang bisa jadi laptop dan tablet sekaligus. Padahal ini tahun 2026 loh, harga komponen PC kan lagi naik-naiknya. Bahkan yang ini RAM-nya masih bisa 8 GB. Oke, langsung aja kita mulai bahasannya mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 3 3200U. Fabrikasinya pakai 14 nanometer, default TDP-nya 15 watt, dia punya 2 core, 4 thread. L3 cache-nya ada di 4 MB. Untuk integrated graphics-nya dia pakai AMD Radeon Vega Graphics dengan 3 compute units. iGPU ini menggunakan arsitektur GPU GCN 5. Untuk memori atau RAM-nya 8 GB DDR4 2400 MHz single channel. Memang ini bisa di-upgrade tapi sayangnya laptop ini cuma punya satu slot RAM. Jadi dia enggak bisa dibuat jadi dual channel. Untuk storage 256 GB SSD M.2 NVMe PCIe Gen3 by 4. Untuk wireless connectivity dia pakai modul Realtek yang sudah support Wi-Fi 5 dan Bluetooth versi 5 juga. Kapasitas baterainya ada di 45,6 watt hour. Untuk OS dia pakai Windows 11 25H2. Oke, untuk body form factor-nya adalah 2 in 1 convertible. Jadi laptop ini bisa diubah menjadi tablet dengan memutar layarnya 360 derajat seperti ini. Setelah itu laptop ini juga dapat digunakan di mode tent atau tenda dan juga mode display. Untuk materialnya dia pakai polycarbonate ya, warnanya adalah grey atau abu-abu. Nah, untuk desain walaupun harga terjangkau laptop ini tetap punya penampilan yang lumayan berkelas. Dia juga punya desain yang minimalis. Jadi ya lumayan cocoklah ya untuk kerja di kantor atau dibawa kuliah ke kampus itu masih cocok ya. Untuk dimensinya panjang 32,5 cm, lebar 21,8 cm dengan ketebalan di 1,93 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,57 kg. Untuk charger-nya di 214 gram dan ini adalah charger 65 watt. Jadi total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan charger adalah 1,78 kg. Untuk display-nya ini adalah panel berukuran 14 inci, resolusinya 1920 * 1080 pixel dengan aspek rasio 16:9. Panelnya panel IPS ya. Nah, kalau kita ukur ya, kita dapat tingkat kecerahan maksimumnya ada di 274 nits saat dalam ruangan. Untuk gamut coverage-nya ada di 57,3% sRGB dengan gamut volume di sekitaran 58,8% sRGB. Ini berarti layarnya memang masih kurang cocok untuk dipakai editing kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Ya, layar laptop ini tentunya punya kemampuan touchscreen ya dan menariknya selain dapat digunakan dengan sentuhan jari, layarnya juga mendukung stylus pen juga. Jadi bisa lebih mudah kalau kita mau nulis-nulis atau gambar-gambar gitu ya. Advan menyebutkan kalau stylus pen ini mendukung 1024 pressure level dan juga ada palm rejection-nya. Menariknya, stylus pen ini menggunakan baterai isi ulang yang dapat di-charge melalui konektor USB type-C. Jadi praktis saja gitu ya. Saat kami coba, stylus pen ini ternyata cukup nyaman dan cukup responsif lah ya saat dipakai untuk menggambar. Dia cocok untuk gambar-gambar ringan atau yang masih dalam tahap belajarlah gitu ya. Tapi perlu diketahui ya, stylus pen ini enggak disertakan di paket pembelian. Jadi harus dibeli terpisah. Nah, kalau berdasarkan toko resminya Advan, harga stylus pen ini sekitar 399.000. Kembali ke layarnya. Nah, untuk permukaannya ini bersifat glossy di mana ini sebetulnya wajar untuk layar touchscreen. Permukaan seperti ini memang akan memantulkan bayangan di sekitar kita, tapi sebenarnya ini juga membuat tampilan warna jadi lebih cemerlang saja. Lalu untuk bingkai layarnya ini sudah menggunakan desain yang cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Tapi sayangnya untuk bagian bawah itu memang masih agak tebal. Nah, laptop ini menggunakan kamera 720p 30fps. Menarik ya, kameranya dilengkapi dengan penutup fisik. Jadi lebih aman dari risiko diintip meskipun kameranya mungkin kena hack gitu ya. Nah, untuk model mikrofonnya ada dua ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Kita memang enggak enggak berharap banyak ya dengan kualitas kamera 720P di laptop 5 jutaan ini ya, tapi setidaknya gambarnya masih memadai lah untuk dipakai video call kalau pencahayaannya mencukupi. Untuk mikrofonnya memang tidak punya fitur noise cancellation, jadi suara bising sekitar kita tetap masuk ke dalam mikrofon, tapi untungnya suara kami masih dapat terdengar dengan jelas dalam kondisi tersebut. Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera dari laptop Advan yang satu ini. Nah, kamera ini bisa merekam video sampai 720P 30 FPS di rasio 16:9. Nah, untuk hasilnya kurang lebih seperti ini di kondisi cahaya yang memadai. Menurut kalian bagaimana kualitas dari perekaman video dari laptop yang satu ini? Dan ini adalah hasil pengujian mikrofon dari laptop Advan 360 yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya kondisinya lagi ramai kendaraan. Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas? Nah, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker. Menariknya, ternyata laptop ini punya empat lubang keluaran suara. Dua buah ke arah alas laptop, dua buah ada di sisi samping kanan dan kiri keyboard. Buat harganya, kualitas suara speaker laptop ini tergolong cukup memuaskan. Suara cukup jernih dengan bass tipis-tipis masih mengisi sektor frekuensi rendah. Bahkan suara yang dikeluarkan juga cukup lantang. Sekarang kita lihat konektor dan tombolnya. Di sebelah kiri ada satu DC in, lalu ada satu USB 3.2 Gen1 Type-C yang mendukung transfer data, display output, dan power delivery. Jadi laptopnya bisa di-charge dengan charger USB Type-C ya. Lalu ada HDMI, ada USB 3.2 Gen1 lagi di sini. Di sisi kanan ada tombol power, ada micro SD card reader, lalu ada satu USB 3.2 Gen1 dan satu 3,5 mm audio combo jack. Nah, dibandingkan Advan 360 yang dulu kami review, keyboard Advan 360 Go ini agak sedikit berbeda. Salah satunya ada di tombol panah atas dan bawah yang dikecilkan. Tombol shift kanan ukurannya juga masih kecil, tapi kini posisinya kembali normal di sebelah kanan tombol tanda tanya, ya. Tapi menariknya, tombol pada baris pertama kini ukurannya jadi sedikit lebih besar. Selain itu, posisi keyboard ini agak menjauh dari engsel layar yang membuat area touchpad dan palmrest jadi sedikit mengecil. Sayangnya, di sini tidak ada lampu backlight ya untuk keyboard. Nah, untuk area touchpad ini ukurannya 12,2 * 6,4 cm. Jadi, memang agak mengecil pada sisi lebarnya ya. Tapi menariknya, touchpad ini posisinya sejajar dengan tombol spacebar. Jadi, memberikan kenyamanan paling baik saat kita mengetik. Untuk sistem pendingin di laptop ini dilengkapi dengan satu buah heat pipe dan satu buah kipas. Ventilasi pembuangan panasnya itu mengarah langsung ke belakang. Sekalian kita masuk dalam aspek performanya. Langsung saja kita tes dengan Cinebench R23. Sekarang nyolok ke charger dulu ya. Di stability test selama 30 menit, skor tertinggi yang didapatkan adalah 1.822 poin dengan skor yang dapat dipertahankan di kisaran 1.800-an poin. Lalu kalau kita pakai baterai saja, enggak nyolok ke listrik, kita lihat. Nah, ini skornya turun jadi sekitar 1.700-an poin doang, tapi enggak terlalu jauh ya. Seharusnya ini performanya mirip seperti pakai charger saja. Nah, untuk suhu kerjanya terlihat bahwa suhu rata-rata prosesor terlihat bisa dikendalikan di bawah 70 derajat Celsius. Sekarang kita coba pakai Adobe Premiere Pro 2026. Videonya full HD 60 FPS. Ini yang baru ya, yang 5 menit ya. Nah, untuk pakai GPU acceleration dengan OpenCL, itu selesai dalam waktu 17 menit 45 detik. Jadi, kalau pakai aplikasi seperti ini sepertinya lebih cocok untuk ngedit video full HD 30 FPS saja. Jangan yang 60 FPS ya. Tapi ya, full HD-lah, masih lumayanlah ya. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan video exporting, suhu prosesor itu dapat terkendali sepenuhnya di bawah 70 derajat Celsius. Lalu kalau kita pakai CapCut untuk video full HD 60 FPS yang 5 menit ini selesai dalam waktu 10 menit 6 detik. Lagi-lagi terlihat bahwa laptop ini memang lebih cocok untuk ngedit video full HD di 30 FPS. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan exporting, suhu tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 61 derajat Celsius saja. Oke, sekarang mari kita lihat performa gaming-nya. [musik] Nah, untuk suhu kerjanya setengah jam main GTA 5 ya, SSD terlihat aman di bawah 65 derajat Celcius dan suhu permukaan body selama setengah jam main game yang sama, area paling panas kami temukan pada sisi kiri atas dengan suhu hampir mencapai hanya 40 derajat Celcius saja. Sementara untuk area body sebelah atas keyboard itu tercatat di kisaran 41 sampai 42 derajat Celcius. Untuk suhu panas SSD ini aman di bawah 35 derajat Celcius. Tapi ya tenang ya, suhu setinggi ini hanya dicapai kalau dia dipakai buat main game berlama-lama. Kalau cuma buat browsing ya, ngetik gitu ya, atau nonton suhunya enggak pernah sampai setinggi ini. Untuk kecepatan SSD-nya dengan CrystalDiskMark kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya di 1878 megabit per second dan tulis di 1477 megabit per second. Untuk sebuah laptop 5 jutaan ini adalah performa yang sudah lumayan oke. Oke, sekarang kita tes daya tahan baterainya. Kecerahan layar kita atur ke 150 nits dan volume suara di 25%. Untuk 1080p local video playback kita dapat 7 jam 13 menit. Ini masih sesuai dengan harapan kami untuk laptop di harga 5 jutaan, apalagi ini convertible ya. Nah, untuk charging 30 menit pertama baterai terisi di 36% sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam 51 menit. Ini luar biasa sih sebetulnya ya. Kita tidak berharap bahwa laptop 5 jutaan itu charging-nya bisa di bawah 2 jam dan ini bisa ya. Nah, untuk harga unit yang kami uji ini harganya dijual di 5.499.000. Selain itu ada lagi yang versi RAM 4 giga itu harganya di 4.999.000. Nah, untuk garansi dia dapat 1 tahun dari Advan Indonesia. Oke, sekarang kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tipe prosesornya tuh agak jadul kali ya. Kemudian hanya ada satu slot RAM saja. Jadi dua channel-nya enggak bisa aktif tapi paling enggak kalian bisa upgrade dengan cara mengganti RAM yang terpasang. Lalu stylus ini harus dibeli terpisah dan garansinya itu hanya 1 tahun. Dari sisi menariknya ya tentunya ini multifungsi ya, bisa jadi laptop, bisa jadi tablet gitu ya. Performa prosesornya juga cukup oke untuk kerjaan ringan terutama di harga segini untuk tahun 2026. Suhu kerjanya juga terkendali dengan aman, baterainya lumayan irit untuk laptop 5 jutaan, waktu charging juga lumayan kencang bisa di bawah 2 jam. RAM bisa di-upgrade dan ini bukan RAM onboard, ini memudahkan sekali. Layar sudah IPS dan konektor tergolong lengkap untuk laptop 5 jutaan. Harganya ini menarik juga untuk sebuah laptop convertible 2 in 1 ya. Nah jadi, Advan 360 Go ini cocoknya untuk apa aja sih? Mau buat sekolah atau kuliah ya bisa aja sih apalagi harganya cuma 5 jutaan. Jadi tidak terlalu memberatkan juga harganya ya. Mau dipakai buat kerja ya bisa aja asal kerjaan sesuai dengan kemampuan laptopnya. Dipakai untuk edit video tipis-tipis juga masih bisa ya, mungkin paling enak pakai CapCut terus videonya 1080p 30fps. Nah, masih bisa tuh ya. Dipakai buat gambar-gambar juga harusnya bisa nih tapi perlu tambah stylus lagi nih biar enak coret-coretnya. Mau dipakai buat coding sih sebetulnya bisa-bisa aja asal aplikasinya memang cocok dengan hardware laptop ini. Dipakai main game tipis-tipis juga bisa tapi game-nya game ringan ya. Ya, pada akhirnya kalau butuhnya adalah laptop sekaligus tablet tapi penginnya yang harganya paling terjangkau. Nah, Advan 360 Go ini bisa jadi pilihan yang menarik dengan harga di bawah 6 juta rupiah.
