Jungkat

Review ADVAN Force One AIO PC (5500U): Terjangkau, Irit Daya, Bisa di-Upgrade, & Kencang di Kelasnya (YouTube Video)

  • 20/06/2026

Nah, udah pada tahu ya kalau rakit PC tahun 2026 ini butuh biaya yang gak sedikit. Apalagi kalau maunya yang harganya R jutaan tapi udah komplit dan siap pakai. Tapi tenang, all inone PC dari Advance ini mungkin bisa jadi salah satu solusinya. Buat harga R jutaan sih speknya udah lumayan loh sebetulnya ya. Dia pakai pressure 6 core 12 trad AMD Ryzen. Slot RAM-nya ada dua, bisa di-upgrade kalau diperluin ya. Layarnya IPS 100% sRGB jadi mantap bahkan buat editing pastinya dia juga irit daya dan cocok buat rumah-rumah yang mungkin dayanya kecil gitu atau perkantoran mungkin ya. Nah, all in one PC yang satunya adalah Advance Force One versi Ryzen 5. Oke, sebelumnya kita udah pernah ng-review all-inone Advance Force One ya, tapi yang waktu itu kita pakai Ryzen 5 yang 6600H. Sekarang kita akan ng-review versi yang lebih terjangkau. Nah, sekencang apa performanya? Tapi kita cek dari spesifikasi dulu ya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen 5 5500. Fabrikasinya TSMC 7 nanomm Finfet. Default TDP-nya adalah 15 wat. Dia punya 6 core 12 thread dan L3 cash-nya ada di 8 MB. Untuk integrate grafisnya dia pakai AMD Radion Graphics dengan 7 compute units. Untuk kapasitas S RAM-nya default-nya 512 GB dan sayangnya ini kita enggak bisa ubah-ubah ukurannya. Untuk memori atau RAM yang terpasang adalah 8 GB DDR4 3200 MHz single channel. Tapi tenang, yang satu ini punya dua slot SODIM. Jadi kita bisa upgrade kapasitasnya dan jadikan dia menjadi dual channel supaya lebih kencang. Menurut Advance kapasitasnya itu kalau maksimum mau di-upgrade itu sampai 64 GB. Oke, untuk storage yang terpasang adalah 256 GB SSD MD.2 NVMI PCIE Gen 3x4. Namat all-inone PC ini sebenarnya punya konektor SATA ya, tapi enggak ada kabel dan dudukan storage ya di sini. Jadi praktis sebetulnya yang paling mudah adalah kalau ngupgrade itu ganti yang bawaannya. Lanjut untuk wires connectivity-nya dia menggunakan modul real yang sudah mendukung wifi 5 dan Bluetooth versi 5. Untuk para adapter atau power supplynya itu 90 watt ya. Lalu operating systemnya pakai Windows 11 25 H2. Yes, ada Windows-nya resmi loh Windows-nya. Nah, untuk body formatnya adalah all inone PC. Materialnya ini perpaduan logam dan polikarbonat. Untuk warnanya ini greay atau abu-abu. Oke, untuk desainnya All in One Piece ini punya desain yang unik di mana mesinnya itu gak ditaruh di belakang panel layar, tapi di dalam tiang penyangganya. Itu membuat bentuk tiang penyangganya jadi pipi dan memanjang seperti ini, ya. Nah, desain seperti ini mengingatkan kami pada all in PC yang pernah kami review sebelumnya yang harganya Rp2 jutaan ya. Nah, secara keseluruhan all PC ini penampilannya tampak elegan dan enggak terasa murahan lah ya. Di sini untuk dimensinya 54 * 31,5 * 42,9 cm. Bobotnya ada di kisaran 6 kg. Nah, untuk display ini adalah layar ukuran 23,8 inci. Resolusinya 1920* 1080 piksel. Panelnya IPS. Kalau layarnya kita uji, hasilnya itu tingkat keceraan maksimal ada di 352 nits. Untuk gamut covernya 93,7% sRGB dengan gambut volume di 103,2% sRGB. Ini menandakan bahwa layarnya bisa kita pakai untuk editing yang membutuhkan akurasi warna cukup baik ya. Hal tersebut juga otomatis membuat layar ini mantap buat streaming video maupun browsing galeri foto bahkan ya. Nah, permukaan leher juga punya sifat yang non glossy. Jadi, aman dari pantulan-pantulan bayangan objek di sekitar yang mungkin mengganggu kenyamanan pemakaian. Untuk bingkainya ini sudah pakai desain yang tipis nih seperti monitor 24 inci lainnya. Bahkan bingkai bawahnya juga sudah ikutan tipis. Lalu untuk ergonomi, layar all in One Piece ini hanya dapat dimainkan ke arah depan dan ke belakang saja. Oke, untuk kamera dia menggunakan kamera 1080p 30 fps tentunya. Uniknya ternyata kameranya itu berbentuk modul seperti webcam yang dapat dilepas pasang seperti ini. Kamera ini menggunakan Pogo GoP untuk konektornya dan menempel pada sisi atas layar dengan menggunakan magnet. Kamera seperti ini juga membuatnya jadi lebih aman ya e karena bisa dilepas saja e memastikan tidak bisa kena hack sama sekali ya. Lepas saja kameranya. Modul tersebut juga dilengkapi dengan dua buah mikrofon pada sisi kanan dan kiri lensanya. Nah, buat kamera di O5 PC R jutaan, kualitas gambarnya sudah memadai banget untuk video call atau online meeting dengan kondisi pencahayaan yang mencukupi. Sementara untuk suara ditangkap oleh mikrofon tuh terasa sedikit mendem ya sebetulnya, tapi suara kami masih bisa terdengar dengan jelas lah yang penting ya. Sekarang saya sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari IO PC dari Advance yang satu ini. Untuk perekaman sendiri bisa sampai 1080p 30 fps dengan rasio 16 b 9. Dan untuk kualitasnya sendiri kurang lebih seperti ini. Lalu untuk audio yang teman-teman dengar dari tadi juga adalah hasil perekaman audio dari mikrofon di IOPC ini. Nah, kalau dari yang teman-teman dengar gimana kualitas audio dari mikrofonnya ini. Nah, oke. Untuk audionya all inone PC dilengkapi dengan dua buah speaker di bagian tiang penyangga layar dengan arah keluaran suara mengarah ke pengguna. Wah, speaker ini sebenarnya bisa mengeluarkan suara yang lantang ya, hanya saja suaranya terasa memekakan telinga di volume maksimal. Jadi kalau mau suaranya nyaman itu ya mentok-mentok sampai 50% lah. Nah, dalam setting seperti ini ya 50% ke bawah ya kualitasnya itu udah lumayan sebetulnya untuk speaker all ininone PC harga R jutaan. Oke, Atson mendapatkan konektor dan tombol di sisi samping tiang penyangga ya. Jadi mudah untuk dijangkau. Untuk konektor dan tombolnya itu di kiri dari atas ke bawah ada 135 mm audio jack, lalu ada 13,5 mm microhone jack, kemudian ada 2 USB 3.2 gen one type A, 1 GB Ethernet, dan ada 2 USB 2.0. Lalu ada 1 Dav, 1 HDMI, 1 DC in, 1 USB 2.0 type C, 1 SD card reader, 1 3,5 mm audio combo jack. Nah, kalau dari kanan dari atas ke bawah kita lihat ada tombol brightness up, brightness down, ada dua USB 2.0, ada tombol power, ada satu security lock slot. Ini sih rame banget ya konektor-konektornya. Oke, untuk king sistemnya all inw ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu heat pipe tembaga dan satu kipas blower yang besar. Untuk ventilasi pembuangannya itu mengarah ke samping. Nah, untuk keyboard dan mouse, Advance menyertakan wireless keyboard dan mouse di dalam paket penjualan. Keduanya terhubung ke satu USB receiver. Jadi kita hanya butuh satu konektor USB yang terpakai nantinya. Nah, untuk penggemar clean setup ya untuk PC desktopnya tentunya ini bonus yang menarik karena jadi enggak ada kabel keyboard dan mouse yang berselberan di atas meja. Nah, keyboard dan mouse ini masing-masing mendapatkan satu buah baterai AA ya dan sudah disertakan dalam paket penjualan juga. Oke, kita masuk dalam aspek performanya. All in One Piece ini akan kami uji dalam dua kondisi, yaitu konfigurasi 8 GB single channel sesuai dengan spesifikasi bawaannya yang standar ya. Dan ada juga yang kita uji dalam 16 GB dual channel dengan menambahkan satu keping RAM 8 GB. Oh ya, untuk pengujian juga dilakukan nanti semuanya dengan brightness di layar kita pentokin aja ke 100%. Jadi kita lihat sekarang untuk Sinans R23 di stabilitas selama 30 menit skor tertingginya adalah 7.461 poin. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan di kisaran 6.200 sampai 6.400 1400 poin. Untuk su kerjanya dengan Sinab R23, superat sempat naik hingga 77 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun di bawah 70 derajat celcius. Untuk kondisi daya di sini terlihat ada di 40 sampai 67 watt. Lanjut kalau kita pakai Adobe Premiere Pro 2026, kita pakai video full HD 60 fps durasi 5 menit dengan open sial aja langsung ya. Kalau single channel semua sesuai dalam waktu 15 menit 23 detik. Kalau dua channel jadi 8 menit 50 detik. Di sini kelihatan ya kalau PC desktop ini lebih cocok untuk editing video full HD 30 fps aja. Kalau 60 fps nanti eksportnya agak lama jadinya. Nah, untuk suhu kerja pakai Full HD video export dengan Open CL suhu kerja terlihat terkendali di bawah 60 derajat celcius. Untuk konsumsi daya kita lihat ada di kisaran 48 sampai 64 wat. Nah, untuk Davincy Resolve sekarang 20.3 software kelas profesional tapi ini versi gratisnya. Untuk video full HD 60 fps durasi 5 menit itu single channel sesuai dalam waktu 18 menit 4 detik. Kalau dual channel 10 menit 50 detik, lagi-lagi kelihatannya lebih cocok pakai video Full HD 30 fps kalau aplikasinya pakai yang satu ini. Nah, untuk su kerjanya ya pada saat full HD video exporting supressor sempat naik ke 72 derajus kemudian turun ke bawah 70 derajat celcius. Konsumsi ada di kisaran 51 sampai 71 wat di sini. Nah, kalau kita pakai CapCut video full HD 60 fps lagi ya, durasi 5 menit lagi. Single channel itu saya dalam waktu 7 menit 17 detik. Kalau dia dual channel dia bisa sesai dalam waktu 5 menit 35 detik. Nah, di sini editing video full HD 60 fps jadi lebih pas ya, lebih kencang soal jalannya memang ya. Nah, kalau suhu kerjanya pada saat melakukan full HDVD Sporting SU tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 75 derajat celcius saja. Sebentar konsumsi dayanya ada di kisaran 42 sampai 67 watt. Oke, sekarang mari kita lihat kemampuan gaming all in one PC ini dengan konfigurasi RAM langsung dual channel. [musik] [musik] Ah. Sekarang mari kita lihat su kerjanya pada saat dia mainkan e game Gin Impact selama 30 menit. Di sini su kerja prosesor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 60 derajat celcius ya. Jadi ini aman banget ya. Oke kita tes lagi konsumsi dayanya ya. Kita coba streaming video 4K60 di YouTube. Kita lihat bahwa konsumsi dayanya ada di 29 sampai 47 watt. Sementara kalau kita idle aja di desktop ya, diam bengong di desktop gitu, ini makan daya cuma 20 sampai 24 watt. Nah, dari semua hasil pengujian tadi, kita bisa mengasumsikan bahwa all inone PC ini akan memakan daya maksimal di 71 watt, ya. Nah, kalau all in one PC ini dipakai terus-menerus selama 12 jam dalam sehari, maka biaya pemakaian listriknya adalah sekitar Rp1.230. Rp230 per hari per hari ya. Nah, jadi pemakaian listrik selama 30 hari akan jadi kurang lebih sekitar Rp36.900 saja. Nah, tentunya kalau beban kerjanya lebih rendah dan durasi pemakaiannya lebih singkat maka dayanya akan lebih rendah dan biaya listrik akan ikutan turun. Oke, kita lanjut untuk storage tesnya. Dengan kristalisma, kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 1752 MB/ dan tulis di 1757 MB/s. Ini jarang-jarang ya ketemu SSD yang kecepatan tulis sama bacanya itu mirip banget ya. Ini memang bukan SSD PC Gentry paling kencang, tapi lumayan lah buat yang kapasitasnya 256 GB. Oke, untuk harganya yang satu ini dijual di harga kisaran Rp7.499.000. Untuk bonus pilihannya dapat wireless keyboard, dapat wireless mouse, dan tentunya Windows 11 original. Untuk garansi dia dapat 1 tahun dari Advance Indonesia. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya 8 GB single channel. Sangat disarankan untuk upgrade ke dual channel supaya lebih kencang. Ya, kalau Rasanya nambah 8 gig terlalu mahal, bisa nambah satu keping RAM 4 gig biar upgrade-nya lebih hemat aja. Kemudian untuk jumlah konektor USB 3 di sini cuma ada dua biji, tapi ya udah lumayan sih sebetulnya ya. Kemudian untuk ergonomi layarnya hanya bisa dimiringkan ke depan dan ke belakang saja ya. enggak bisa yang terarah lainnya lagi. Garansi itu juga cuma 1 tahun. Kemudian di sini emang belum dapat Microsoft Office. Tapi harusnya kalau untuk yang satu ini bukan jadi masalah ya, karena banyak alternatif gratisnya. Bahkan yang berbasis web juga ada. Dan tentunya kita tetap bisa nginstal Microsoft Office di sini kalau kita sudah beli lisensinya. Nah, dari si menariknya yang satu ini praktis. Siap pakai enggak perlu rakit-rakit lagi. Hemat tempat di atas meja seperti pakai monitor 24 inci aja. Udah pakai pressure AMD Ryzen 6 core ya 12 thread. Jadi, ini udah mumpun nih untuk multotasking. Mumpunnya juga untuk editing video full HD, paling enggak 30 fps lah ya. Gaming juga kuat lah, tipis-tipis lumayan. Irit dayanya sih irit banget. RAM masih bisa di-upgrade. Layar ini penting nih. IPS 100% sRGB. Jumlah konektor juga melimpah banget. Kamera 1080p juga bisa dilepas pasang biar aman ya. Dia pun masih dapat bonus wireless keyboard dan wireless mouse. Garasinya juga satu tempat ya, satu pintu. Jadi mudah komponen manapun yang rusak ya, pengurusannya di satu titik aja ya. Kemudian yang terakhir jelas ya, harganya itu sangat menarik untuk apa yang ditawarkan. Nah, kemudian jadi ya all inone PC dari Advan ini cocoknya untuk ngapain aja? Pertama buat PC desktop di rumah untuk kerja, buat hiburan atau belajar pastinya cocok ya. Apalagi kalau kita butuh yang instan dan enggak perlu rakit-rakit lagi. Cocok juga buat yang tinggal di rumah kecil, apartemen, atau kos-kosan karena ukurannya cuman ya seperti monitor LCD 20 wat inci aja enggak makan tempat gitu ya. Daya listriknya juga maksimal, cuma sekitar 71 watt. Ini maksimal dalam pengujian ya. Kenyataannya sih harusnya enggak nyampai segitu. Jadi harusnya di tempat yang listriknya itu juga kecil enggak ada masalah. Kos-kosan kalian di limit enggak ada masalah. Laptop kalian aja mungkin bisa lebih boros daripada yang satu ini. Kemudian buat editing video kelas rumahan juga bisa ya karena udah speknya udah mumpuni ya dan layarnya juga udah 100% sb 30 fps. Lumayan lah. Mau dipakai buat komputer di kantor, sekolah atau kampus juga pastinya bisa. PCOP seperti ini pastinya akan memudahkan dalam hal pengadaan juga ya, karena enggak perlu rakit satu persatu dalam jumlah yang besar. Elit listrik juga jadi tagihan listrik tetap aman setiap bulannya. Jadi kalau yang dicari adalah sebuah PC desktop, terutama kalau fun factornya adalah all inone yang dicari. Ya, yang jelas udah siap pakai dan performanya udah oke banget untuk harganya. Apalagi di tahun 2026 ini ya, di-upgrade masih mudah, irit juga konsumsi dayanya ya. Kemudian layarnya udah 100% RRGB dan harganya ya balik lagi harganya terjangkau. Rasanya sih Advance Force One dengan Ryzen 5 5500 U harusnya bisa jadi pilihan yang tidak bisa dilewatkan.

Lihat di YouTube