Review Advan Sketsa 5 | Makin Mumpuni dan Menarik, Paket Lengkap utk Berbagai Aktivitas (YouTube Video)
Ini Advance Sketsa 5, tablet Android multifungsi terjangkau terbaru dari Advance. Sesuai dengan namanya, Sketsa, layar tablet ini bisa digunakan untuk menggambar dengan bantuan stylus. Ya, memang ini ciri khas dari tablet Advance Sketsa. Menariknya, tablet baru ini punya layar besar 12 inci dengan resolusi 2K. Seharusnya ini cukup tegak ya untuk menggambar. Untuk berbagai aktivitas harian, tablet ini harusnya memadai di kelasnya karena pakai Helio G99. Ditambah lagi ada juga dukungan docking keyboard makin terasa cocok jadi tablet multifungsi, kan. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan Advance Sketsa 5. Ini tablet Advance Sketsa. Ya, udah cukup lama ya Advance enggak menghadirkan produk baru untuk lini populer mereka ini. Terakhir itu ada Sketsa 3 yang hadir di tahun 2023. Nah, setelah hampir 3 tahun akhirnya ada si Sketsa 5 ini. Tentunya ada beberapa peningkatan yang dihadirkan Advance untuk tablet baru ini kalau dibandingkan dengan pendahulunya. Ada apa aja? Nanti kita lihat ya. Tapi sebelum itu kita mulai kenalan dulu tablet ini dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Advance Sketsa 5, lalu ada screen protektor yang sudah terpasang ke layar dan ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 20 watt. Kemudian ada kabel USB C2C, lalu ada SIM tray ejector dan paket dokumen. Oke, bagaimana dengan sty? Kalau beli paket lengkap tablet ini, kita juga akan dapat styless pen dan keyboard docking dalam paket penjualannya. Nah, untuk desain seperti kebanyakan tablet pada umumnya, Sket S5 ini hadir dengan desain yang nyaris serba flat. Sisi belakang flat, frame-nya flat, layarnya juga tentunya flat. Tapi area pertemuan antara frame dengan layar dibuat berundak seperti ini ya, membuatnya tidak menghasilkan sudut yang bersiku. Untuk dimensinya lebar 28,3 cm, tinggi 18,2 cm, dan tebalnya 7,9 mm. Sementara untuk bobot tablet itu ada di kisaran 608 gr. Ini memang bukan yang terbilang ringan ya, tapi mengingat ini adalah tablet 12 inci masih wajar. Sekarang kita lihat ada apa saja di sekeliling body tablet ini. Tabletnya kita pegang di posisi horizontal seperti ini ya, mengikuti posisi kamera depannya. Di kanan kita lihat ada grill speaker, USBC, dan SIM tray hybrid ya. Ini bisa 2 nano SIM atau 1 nano SIM plus 1 micro SD ya pakai nano SIM. Ada juga audio jack 3,5 mm di sudut kanan atas. Nah, kalau di atas ini ada tombol power dan tombol volume. Di kiri ada mikrofon dan grill speaker. Di bawah ada konektor untuk memasang tablet ini kehat ya kalau tablet ini punya dual speaker. Kualitas suaranya terasa lebih dominan di mid dan suara yang dian terbilang cukup rapi. Separasinya ya standar aja tapi seenggaknya suara tidak terasa terlalu tercampur. Sementara staging enggak terbilang luas-luas banget lah ya. Tapi ini wajar untuk tablet di kelas harganya. Untuk volume ini sudah memadai untuk penggunaan pribadi. Nah, dari depan kita lihat ada layar 12 inci panelnya panel IPS resolusinya 2K tepatnya 2000* 1200 pikel. Jadi ini benar-benar 2K ya kan lebarnya di kisaran 2000 piksel ya. Refresh rate-nya up to 90 Hz. Kalau tidak ada aktivitas refresh rate-nya bisa turun ke 60 Hz. Saat kami coba berat untuk penggunaan indoor itu bisa mencapai sekitar 490 unit. Ini sudah terbilang mencukupi. Saat dicoba untuk simulasi outdoor berat layar ini masih kurang lebih sama aja di kisaran 490 unit juga. Sementara untuk mode warna tidak ada pengaturan sama sekali ya. Saat kami coba cek color gambut di layar ini coverage-nya ada sekitar 78,9% sRGB dengan gambut volume di 82,8% sRGB. Ini memang bukan layar yang punya saturasi warna tinggi tapi seenggaknya ini bukan yang cuma 60% sRGB seperti di layar beberapa laptop yang murah itu. Untuk bas layar ini masih bisa dibilang agak tebal ya, tapi masih wajar untuk tablet karena kita sering butuh area di sekeliling layar untuk memegang tablet ini tentunya ya. Layar ini juga sudah mendukung input stylus. Nanti kita coba bagaimana respons layarnya kalau dipakai untuk menggambar. Nah, untuk multitouch ini bisa sampai 10 jari. Lumayan ya untuk tablet di kelas harga segini. Kamera depan 5 megapel, posisinya ada di tengah bezel atas layar. Ini bukanya F2.0, fix fokus dan perekaman video sampai 1080p. Untuk sisi belakang kamera utama 8 megap f2.0 autofokus perekaman video sampai QHD di sini ya. Ada LED flash juga untuk menemani kamera yang satu ini. Kamera ini terbilang minim feature ya. Hanya ada opsi untuk mengambil foto dan video saja. Nah, untuk spesifikasi SOC pakai Helio G99. Udah pada kenal dong SOC apa ini ya? RAM-nya 8 GB LPDDR 4X, storage-nya 128 GB UFS 2.2. Ya, tablet ini memang tersedia dalam varian 8128 saja. Untuk baterai 8000 mAh ini memang bukan kapasitas yang terbilang besar ya untuk tablet 12 inci. Untuk charging setidaknya kalau charger bawaannya ini mendukung 20 watt. Nah, untuk sensor ada accelerometer dan light sensor. Sayangnya emang belum ada gyro hardware di sini. Oke, untuk konektivitas tentunya dia bisa 4G di sini ya dan 2G, 3G juga bisa. Untuk Wii-nya Wii 5, untuk Bluetooth-nya versi 5.2 dan tentunya dia udah support USB OTG ya. Tapi tentunya ini belum mendukung display output via USBC ya. Wajarlah di kelas harga segini. Untuk keamanan dia pakai face Unlock dan OS-nya dia berbasis Android 16. Sayangnya kita belum dapat kabar apakah akan tersedia update versi Android untuk tablet ini dan berapa lama security update-nya akan tersedia. Nah, untuk beberapa aplikasi itu juga terserah belum dioptimalkan ya untuk penggunaan tablet ini ya. Misalnya aplikasi kamera bawaan yang ternyata hanya bisa digunakan di orientasi vertikal. Nah, untuk OS-nya ini terbilang relatif ringan ya dan navigasi juga terasa mulus. Enggak ada bloatware dalam OS yang satu ini. Iklan juga enggak ada sama sekali selama pengujian. Bagus. Kita masuk ke aksesoris pendukung. Oke, kita coba dulu keyboard docking-nya. Ini juga berfungsi sebagai case ya. Desainnya kurang lebih seperti ini. Case ini juga bisa kita gunakan sebagai stun. Caranya lipat backcovernya seperti ini, lalu gunakan sebagai penyangga tablet. Secara umum ini memang bukan stand yang super-super kokoh, tapi udah cukuplah untuk menopang tablet saat kita gunakan dalam posisi ala laptop seperti ini. Nah, bagaimana saat digunakan untuk mengetik? Tentunya kita akan butuh sedikit pembiasaan ya, karena tombol di case ini sedikit lebih kecil dibandingkan tombol laptop 14 inci ya. Tombol keyboard ini terbilang cukup nyaman sebetulnya saat digunakan untuk mengetik. travel desch-nya bukan yang dalam-dalam banget tapi sudah mencukupi. Oh ya, bahkan sebagian skript video yang saya baca saat ini itu juga diketik menggunakan sketsa 5 plus keyboard docking ini ya. Terbilang nyaman juga ternyata ya. Nah, yang menarik keyboard ini juga dilengkapi dengan touchpad. Jadi ini bisa digunakan untuk navigasi juga. Ini barang langka ya ada touchpad di sini ya. Nah, untuk posisi touchpad-nya ini center to body. Jadi ada kemungkinan telapak tangan kita bisa menyenggol area touchpad saat mengetik. Nah, sayangnya belum ada fitur palm rejection di touchpad-nya ya. Tapi kalau kita merasa butuh menonaktifkan touchpad agar enggak ada input yang enggak sengaja, ada tombol shortcut khusus untuk menonaktifkan touchpad di keyboard yang satu ini. Nah, sedikit catatan magnet yang membuat keyboard ini menempel ke tablet terasa agak kurang kuat aja. Tablet terasa jadi agak mudah lepas. Jadi kalau kita mau pindah-pindahin sebaiknya tutup dulu aja ya baru pindahkan tabletnya. Jangan main asal geser-geser gitu. Secara keseluruhan kami merasa keyboard keny terbilang mencukupiah ya. Apalagi mengingat harganya yang ternyata enggak tinggi-tinggi amat. Nanti kita bahas. Sekarang kita beralih ke stylus pennya. Stylus ini tidak menggunakan koneksi Bluetooth. Berdasarkan informasi dari Advan, stylus ini mendukung 4096 pressure level dan dilengkapi dengan baterai 80 mAh. Ada satu port USBC di pangkal stylus yang bisa digunakan untuk mengisi ulang daya baterai. Lalu, ada juga dua tombol untuk fungsi tertentu saat menggunakan stylus ini. Saat kami coba, stylus ini memang bisa menghasilkan garis dengan ketebalan sesuai dengan tekanan dari tangan kita. Akurasi belum yang bisa dibilang yang super mantap ya. Masih terasa sedikit delay juga saat menggambar dengan stylus ini. Tapi secara umum ini masih terbilang memadai. Bukan yang delaynya terlalu parah sampai terasa mengganggu ya. Masih terbilang layaklah untuk jadi teman kita berkreasi dengan tablet ini atau mau dipakai buat tanda tangan masih mantap kok yang satu ini ya. Enggak bikin kagok juga. Untuk palm rejection-nya nih ada ya memang bukan yang paling mulus implementasinya. Kadang dia bisa gagal walaupun secara umum kalau orientasinya horizontal sih aman. Sementara untuk brush tertentu ya, brush khusus ya, kadang bisa agak kurang smooth nih jalannya si stylus ini. Tapi secara umum sih lancar aja sesuai harganya lah. Oh ya, kalau kita membawa tablet ini ya beserta keyboard dan stylusnya sekaligus, ini bobotnya masih lumayan ringan ya. Totalnya itu kurang lebih hanya 1 kg. Wah, ini enteng. Jauh lebih enteng dibandingkan sebagian besar laptop apalagi yang di harga segini. Wah, enggak ada sih yang beratnya segitu. Oh ya, ada tempat untukemasang stylus ke keyboard juga yang tentunya akan memudahkan kita saat membawa paket lengkap tablet ini. Oke, sekarang kita lihat performanya. Kita benchmark dulu ya. Dan pengujian benchmark ini semua dilakukan tanpa dikipasin. Untuk Anut 11 kita dapat R506.000-an. Ini pakai 3D yang light ya. Untuk Geig Bench 6 single core 717 multiore di 1947. Untuk TMAX sling shot Extreme Unlimited Open GL 3.1 graphic scor-nya ada di 2430. Sementara untuk Tar Life stress test, best score 1273, lowest score 1269. Jadi stability-nya bagus banget 99,7%. Lanjut untuk gaming. Kita coba dulu sapo server. Ternyata game ini langsung bisa berjalan di 90 Hz dengan frame rate yang cukup konsisten dekat dengan 90 fps ya. Untuk Mobile Legends lagi-lagi game ini ternyata bisa berjalan sampai 90 fps karena setting supernya itu terbuka. Kita coba main dengan setting rata kanan. Hasilnya kita memang belum bisa dapat frame rate yang stabil banget di 90 fps. Masih agak naik turun. Tapi untungnya turnya tuh enggak jauh, cuma sampai ke 60 fps aja. Rata-rata frame k dapatkan dalam satu match sekitar 84,9 FPS. Jadi udah bagus bangetlah ya untuk PUBG Mobile. Setting frame rate yang terbuka di sini cuma sampai ekstrem sayangnya atau 60 fps aja. Kita coba dengan setting kualitas smooth. Frame rate yang kita dapatkan terbilang ratalah dengan 60 fps. Relatif stabil di sini. sayangnya karena gak ada hardware gyro jadi kita gak bisa dapat gyroing yang mumpuni. Untuk game Impact, nah game 1 ini kita coba langsung dengan lowest 60 fps. Frame rate kita dapatkan ada di kisaran 30 sampai 45 fps selama pengujian. Jarang sekali turun sampai di bawah 30 fps. Naik turunnya frame rate juga enggak terlalu drastis ya. Jadi secara umum game ini masih terasa relatif nyaman untuk dimainkan. Rata-ratanya selama setengah jam ada di kisaran 37,6 frame pers. Nah, untuk suhu permukaan layar tablet setelah setengah jam, suhu tertinggi itu cuma dikesaran 34 derajat celcius saja. Area lain suunya terbilang relatif lebih rendah bahkan. Sementara untuk sisi belakangnya suhu tertinggi cuma sampai sekitar 33 derajat celcius. Jadi secara umum suhu tablet ini sangat terjaga. Sama sekali tidak panas saat diajak main game yang cukup berat ini. Untuk ranking, kita bisa kasih ranking C untuk tablet ini. Oke, kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, sekarang kita coba perekaman video kamera depan dari tablet Advance Sketsa 5. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1080p ya. Untuk skenario pertama kita coba di Lightning Studio. Untuk hasilnya ini gambarnya terlihat terang, noise-nya minim, dan juga detailnya bukan yang paling tinggi, tapi sudah cukup untuk kegiatan seperti meeting online dan juga video call. Oh ya, suara yang kalian dengar dari tadi itu direkam menggunakan mikrofon internal dari tabletnya. Oke, sekarang kita coba gimana kualitas kamera depan tablet Advance Sketsa 5 kalau pakai pencahayaan biasa ya. Jadi kita enggak pakai lampu studio dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Untuk frame rate-nya ini paling kelihatan sih dia seperti turun di bawah 30 fps. Jadi ini udah enggak 30 fps lagi dan juga gambarnya memang lebih gelap di sini dibanding kita pakai lampu studio. Oke, sekarang kita coba perekaman video kamera belakang dari tablet Advance Sketsa 5. Untuk resolusi maksimalnya ini sampai 1440p. Untuk scenario pertama kita coba di Lighting Studio. Dan untuk audio yang kalian dengar saat ini direkam dari tabletnya langsung. Dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita coba gimana hasil perekaman video kamera belakangnya kalau tidak menggunakan lampu studio ya. Jadi kita di sini menggunakan pencahayaan biasa dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita coba gimana kalau kita pakai tablet ini untuk kegiatan meeting online seperti Google Meet contohnya. Kita coba di sini dengan berbagai efek. Misalkan di sini ada background jur ya. bisa ya bisa bekerja. Kita coba menggunakan virtual background seperti ini. Oke, aman. Dan kita cobain seperti ini. Oke, aman juga. Lalu kita coba juga kombinasikan dengan filter ya. Misalkan seperti ini. Oke, bisa juga walaupun memang agak lama ya waktunya prosesnya tapi dia bisa digunakan berbarangan. Jadi virtual background dengan filter bisa bekerja dengan baik di tablet ini di Google Meet. Oke, selain Google Meet, kita juga coba pakai tablet ini untuk meeting online di aplikasi lain seperti Zoom Meeting. Kita mau cek apakah dia mendukung fitur efek seperti virtual background ataupun background blur. Kita coba sini lalu kita tap more. Oke, saya di sini tidak ada opsi untuk background bo ataupun virtual background ya. Jadi untuk tabletnya belum bisa menggunakan FV tersebut tapi untuk meeting online biasa ini sudah mencukupi. Oke, itu tadi pengujian kamera dari tablet Advance Ketsa 5. Sekarang kita lanjut ke pengujian berikutnya. Oke, kita langsung masuk ke pengujian daya tahan baterainya untuk YouTube video playback 1080p ya. Nah, baterai habis setelah sekitar 14 jam. Sedikit di bawah yang kami harapkan tapi masih belum bisa dikatakan kurang juga ya. Mengingat baterainya memang cuma 8.000 mAh untuk layar sebesar ini. Lanjut. Untuk YouTube streaming selama 1 jam, baterai berkurang cuma 6% saja. Untuk tiktokan selama 1 jam, swipe swipe itu baterai berkurang sekitar 9%. Lalu untuk main Gin Impact lowest 60 fps selama setengah jam, baterai berkurang hanya 6% saja ya. Wah, lumayan irit nih ya. Nah, untuk charging dari kosok sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 52 menit ya. Ini emang agak lama ya sebetulnya ya. Tapi wajar melihat chargernya yang cuman 20 watt versus baterainya yang lumayan besar. Oke, untuk Netflix ternyata white fan L1 udah bisa ya dan bisa streaming full HD tapi tentunya masih belum bisa HDR. Untuk YouTube dia bisa streaming sampai QHD 60 fps tanpa HDR. Untuk htic feedback ini enggak tersedia tapi wajar ini tablet ya. Lagian kalau mau ngetik lebih nyaman ya ada keyboard juga kan. Nah, kemudian untuk Wii sharing ini bisa ya dengan mengaktifkan fitur hotspot saat kita terhubung ke Wii. Untuk kecepatan Wi-Fi-nya bagaimana? Nah, saat mencoba dengan speed test kita bisa mendapatkan sekitar 320 MB/s untuk download dan 240 MB/s untuk upload. Ini memang belum mendekati kecepatan puncak internet di kantor kami ya, tapi ini sudah terbilang mencukupi sekali ya. Enggak terlalu lambat ya, bukan yang di bawah 200 gitu ya. 3at masih ok lah. Kalau nanya bisa pakai mouse atau enggak, tentunya bisa. Kita bisa hubungkan mouse Bluetooth atau kita bisa pakai kabel juga lewat USB hub. Dan tentunya kalau pakai keyboard Bluetooth yang lain ya kalau kalian sudah punya mungkin ya itu bisa dihubungkan ke sini aja enggak ada masalah. Semua Android rata-rata emang bisa. Oke untuk harganya Advance Ketsa 5 ditawarkan dalam paket lengkap dengan harga Rp3.697.000. Ini harga yang bisa terbilang masuk akal untuk tablet dengan spesifikasi seperti ini di tahun 2026. Harga yang menurut kami cukup wajar. Ingat ya, tablet ini punya 4G dan RAM-nya 8 gig. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, kualitas tampilan warna di layar emang masih belum yang prima-prima amat ya. Tapi ini bukan yang e butek atau jelek banget, enggak juga enggak segitu tidak berwarnanya juga. Lalu untuk OS ini terbilang minim fitur tapi ya keuntungannya adalah bersih OS-nya jadinya. Kemudian ada aplikasi bawaan juga yang terasa belum dioptimalkan untuk penggunaan tablet ini. Lalu charging-nya ini lambat ya dengan charger bawan hanya 20 watt. Ini mungkin lebih pasnya kita charge saat tidur. Dari segi kelebihannya performanya ini terbilang memadai untuk kelas harganya ya. Lalu dia punya konektivitas seluler ya, ada 4G-nya. Jadi kita enggak perlu harus nyari Wii dulu kalau mau internetan dengan tablet ini. RAM-nya juga enggak disunat. Ini masih 8 gig. Ini 8 gig beneran ya, bukan 4+ 4 ya. Ini sudah mencukupi untuk berbagai aktivitas harian. Layar juga langsung 90 Hz. Enggaknya ini bukan yang 60 Hz. Lalu udah support stylus pen, ada slot micro SD untuk perluasan capacitas storage juga. Lalu dia juga bisa pakai keyboard case yang dilengkapi dengan touchpad. Ini menarik, ada touchpad-nya loh. Ini spesial ya. OS yang digunakan juga terbilang cukup ringan di sini. Speaker memang bukan yang luar biasa hebat ya, tapi seenggaknya ini udah cukup rapi dan memadai untuk kelas harganya. Oke, Advance Cat 5. Tablet ini hadir dengan peningkatan dari si ukuran layar, performa, dan beberapa hal lain kalau dibandingkan dengan pendahulunya. Ini terbilang pendikatan yang menarik banget. Tablet ini jadi terasa lebih pas untuk mendukung berbagai aktivitas harian. Adv tetap pertahankan dukungan stylus dan keyboard di tablet baru ini membuatnya bisa lebih cocok lagi untuk aktivitas yang serius tentunya selama software-nya memang sesuai dengan kebutuhan kalian ya. Ingat ya, dengan kenaikan harga RAM dan yang lain-lain tahun ini, janganlah kalian membandingkan harga yang satu ini dengan tablet dari tahun lalu, 2 tahun lalu, bahkan kalau dari 3 tahun yang lalu. Itu beda banget. Mengingat ada berbagai peningkatan diusung tablet ini serta kondisi global saat ini, harga yang ditawarkan Advance untuk tablet ini seharusnya masih membuatnya sangat menarik untuk dipertimbangkan.
