Review ADVAN Workplus AI: Makin "Plus" Buat Kerja Berat & Main Game (YouTube Video)
Laptop tipis dan ini punya tipe GPU yang mirip seperti handheld PC gaming yang pakai Ryzen Z1 Extreme. Jadi laptop ini sanggup mainkan game Triple A dengan lancar dengan setting grafis yang sudah disesuaikan. Proornya juga enggak kaleng-kaleng. Dia pakai konfigurasi 8 core AMD Zen4 jadi cocok buat aplikasi yang suka core melimpah. RAM-nya DDR5 Sodim, jadi bisa di-upgrade, bisa pasang 2 SSD juga loh di sini. Laptop ini adalah Advance Worplus AI. [musik] Ya, Advance Work Plus akhirnya naik kelas di tahun 2026 ini ya. Jika selama ini Advance WordPL versi AMD itu menggunakan prosesor Zen 3, sekarang prosesornya udah Zen 4 dan tentunya ini membuat performa keseluruhannya naik dibandingkan Advance WordPless terdahulu. Sebelum kita lihat sekencang apa performanya, kita cek dulu spesifikasinya. Untuk prosesor dipakai AMD Ryzen 7 255. Fabrikasinya TSMC 4 nanmfet. Default TDP-nya adalah 45 watt, 8 core 16 th cas di 16 MB. Integrate grafisnya pakai AMD Radon 780M dengan 12 compute units. IGP-nya pakai arsitektur RDNA3 yang sudah support fitur ray tracing dan juga encode dan decode video AV1. Menariknya, IGP ini bisa kita atur kapasitas V RAM-nya dari menu dalam BI BIOS. Nah, untuk memori atau RAM yang terpasang adalah 8 GB DDR5 5600 MHz single channel. Tapi tenang, laptop ini dilengkapi dengan dua slot SODIM. Jadi kita bisa upgrade kapasitasnya dan bisa kita aktifkan dual channel-nya biar lebih kencang. Nah, untuk SARES 512 GB SSD MD.2 NVM PCI Gen 3x4. Nah, seperti WordPL lainnya, laptop ini juga dilengkapi dengan slot Mote 2 kedua. Jadi, kita bisa nambah kapasitas SSD-nya dengan mudah tanpa ganti SSD yang udah terpasang. Untuk baris ktivity-nya, dia menggunakan modul Real Tech yang udah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5. Untuk kapitas baterainya adalah 60 wat hour. OS-nya tentunya Windows 11 25 H2. Nah, untuk body form factornya adalah clamp shell atau laptop classic. Materialnya adalah polikarbonat. Nah, ini berbeda dengan Advance WordPress terdahulu yang masih menggunakan bahan metal dan polikarbonat. Untuk warna ini hitam mengkilap ya untuk punggung layar dan area keyboard-nya dan abu-abu di bagian-bagian lainnya. Penampilan laptop [mendengus] ini tampak unik dan elegan dengan motif geometris karbon pada si punggung layar dan area keyboard-nya. Saat kami sentuh, ternyata bekas tangan kami tuh cukup mudah membekas ya pada bagian body tersebut. Ini buat penampilan laptop bisa terasa sedikit kotor setelah dipegang-pegang begitu. Tapi untungnya bekas sentuan tersebut dapat dengan mudah dihilangkan dengan cara diilap seperti biasa. Nah, untuk dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22 2,2 cm, dan ketebalan di 1,99 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,54 kg. Untuk chargernya 260 gr. Ini adalah charger 100 wat dengan konektor USB type C. Total bobotnya kalau dibawa-bawa dengan charger jadi 1,8 kg. Untuk display atau layar ini ukurannya 14 inci ya, resolusinya 1920 * 1200 piksel dengan aspek rasio 16 bandelnya IPS. Nah, kalau kami ukur hasilnya tingkat kecaaran maksimalnya ada di 315 nit saat dalam ruangan. Untuk gamut coverage-nya ada di 58,9% sRGB dengan gamut volume di 59% sRGB. Ini berarti layarnya memang masih belum begitu cocok untuk editing kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau dipakai untuk belajar editing harusnya enggak ada masalah ya karena panelnya IPS. Jadi masih konsisten warnanya saat dilihat dari sisi samping. Untuk permukaan lirnya juga punya sifat yang non glossy ya. Jadi lebih nyaman digunakan karena enggak mantulin bayangan objek di sekitar kita seperti lampu gitu misalnya atau jendela mungkin ya. Bingg layar juga sudah menggunakan desain yang cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Uniknya layar laptop ini dapat dibuka lurus hingga 180 derajat. Jadi ini akan lebih aman dari resiko rusak akibat terdorong serta memudahkan kita juga kalau kita mau menunjukkan isi tampilan layar ke lawan bicara yang tepat berada di depan kita. Nah, laptop ini menggunakan kamera 720p 30 fps. Kamera ini dilengkapi dengan penutup fisik seperti ini ya. Jadi enggak bisa diintip walaupun mungkin aja kameranya kena hack. Untuk model mikrofon ada dua buah yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Nah, untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Advan yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya kondisinya lagi ramai kendaraan. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas? Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera dari laptop Advance yang satu ini. Kamera laptop ini bisa merekam video up to 720p 30 fps di rasio 16 b 9. Kualitasnya sendiri sebenarnya sudah cukup oke untuk kamera 720p, tapi gambar yang ditangkap tampak agak gelap meskipun pencahayannya sudah mencukupi. Oke, laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke alas laptop ya. Suaranya masih terasa agak kurang kencang sih sebenarnya di telinga kami ya. Walaupun demikian, kualitas suaranya sudah tergolong cukup baik dan terdengar cukup rapi. Nah, untuk konektor di kiri ada satu USB 3.2 gen type C, ada 1 HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 gen type A, dan ada satu USB 3.2 gen type C. Menariknya, kedua konektor USB type C tersebut sudah mendukung display output dan juga power delivery. Jadi, bisa dipakai untuk nge-charge laptopnya juga. Nah, untuk sisi kanan ada satu micro SD card leader dan ada satu 3,5 mm audio combo jack. Lalu ada satu USB 2.0, ada satu USB 3.2 gen one type A yang besar, dan ada satu Kensington lock slot. Nah, dengan konektor seperti ini, laptopnya jadi bisa dihubungkan dengan tiga monitor tambahan. Jadi bisa kerja dengan empat layar sekaligus kalau memang dibutuhkan. Oke, keyboard laptop ini terasa cukup nyaman ya saat dipakai mengetik dengan penekanan tombol yang terasa cukup solid di sini. Tapi seperti Advance Warp lainnya, tombol home and page up dan page down tetap belum ada juga di sini. Tentunya keyboard ini juga dilengkapi dengan lampu backlit. Jadi membantu kita saat kita mau mengetik di ruang yang minim cahaya. Untuk lampunya ini warna putih dan dapat diatur dengan menggunakan tombol function plus F9. Nah, untuk touchpad-nya areanya tuh ukurannya adalah 12 * 7,2 cm dengan posisi center to body dan hampir sejajar dengan tombol space bar. Untungnya cuma ada sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke touchpad saat kita mengetik. Jadi enggak terlalu mengganggu kenyamanan ya pada saat mengetik ya. Nah, untuk kul sistemnya laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin dengan dua buah heat pipe dan dua kipas. Untuk ventilasi pembuangan udaranya itu ada dua buah dan ini mengarah ke belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Laptop ini akan kami uji dalam dua kondisi ya, yaitu dalam konfigurasi single channel 8 GB seperti bawaannya dan ada juga yang dual channel 16 GB alias 2 * 8 GB. Kita coba dulu dalam kondisi terpasang ke charger ya. Dengan Sin R23 distabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 14.803 poin dengan skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 13.000 sampai 14.000-an. ribuan poin. Nah, sekarang kalau kita cabut chargernya, kita lihat lagi di Sn R23 skornya menjadi 12.700 sampai 12.900 poin. Ada sedikit penurunan tapi enggak terlalu jauh lah penurunannya ya. Nah, untuk su kerjanya dengan menggunakan Cinab R23 stability test selama 30 menit, surat Tata prosesor tercatat di bawah 80 derajat Celcius dengan sekali aja spike di 81 derajat Celcius. Ini adem banget ya. Oke, langsung aja kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiier Pro 202. Videonya full HD 60 fps. Ini durasinya yang 5 menit ya. Untuk open single channel itu saya dalam waktu 7 menit 7 detik. Nah, kalau dua channel ini mantap nih. 3 menit 49 detik kencang. Jadi terlihat ya waktu eksportnya itu bisa lebih cepat sekitar 49% pada saat dual channel-nya aktif dan kita nambah 8 gig lagi tentunya ya. Nah, untuk suhu kerja pada saat melakukan Full HD video export dengan Open CL SU tertinggi prosesor itu tercatat hanya menyentuh 74 derajat Celcius saja. Lanjut ke Davin Resolve 20.3. 3 ini software video editing kelas profesional, tapi ini versi gratis yang kita pakai. Untuk video full HD 60 fps durasinya 5 menit juga ya. Untuk single channel itu 9 menit 50 detik. Sementara untuk dual channel 5 menit 5 detik. Di sini kata juga ya waktu ekspornya jadi lebih cepat sekitar 48% pada saat dua channelnya udah aktif dengan menambahkan RAM satu keping lagi. Nah, untuk su kerja pada saat melakukan full HD video exporting, supressor dapat digakan sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius. Oke, kita lanjut untuk capcut. Lagi-lagi videonya full HD 60 fps yang durasi 5 menit ya. Dengan single channel aja ini udah bisa 4 menit 6 detik udah kencang. Sementara kalau dual channel jadi mantap ya 3 menit 27 detik. Nah, ini berbeda dengan dua pengujian sebelumnya ya. Waktu eksport di sini lebih cepat sekitar 15an% aja begitu dual channel-nya aktif. Nah, untuk suhu kerjanya kita lihat bahwa supressor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius dengan sekali aja spike ke 73 derajat celcius di awal pengujian. Jadi adem banget kalau buat editing-editing ya. Nah, untuk terima time spy graphic skor-nya kita lihat single channel ada di 1403 poin. Sementara kalau dual channel kita dapat 2.681 poin. Performa IGP-nya bisa naik sekitar 91% begitu dual channel-nya diaktifkan. Ini tinggi sekali kenaikannya. Hampir dua kali lipat. Sebagai perbandingan, IGP dari Ryzen Z1 Extreme itu mendapat skor 2.83 poin di pengujian yang sama. Jadi, perbedaan performanya hanya sekitar 7,5% saja dengan IGP yang ada di laptop ini. Mantap tuh. Oke, sekarang langsung aja kita tes buat gaming ya. Kita langsung menggunakan konfigurasi dual channel dengan kapasitas V RAM-nya kita atur ke 4 GB dan hasilnya adalah seperti ini. H [musik] Nah, untuk su kerja ya setengah jam kita mainkan Cyberpunk 2077 ya. Kita lihat bahwa supressor terlihat berada di kisaran hanya 63 sampai 65 derajat celcius saja. Untuk permukaan bodinya setengah jam main Cyberpunk 2077. Untuk keyboard area paling panas kita temukan di tombol huruf H dengan suhu di kisaran 44 sampai 45 derajat Celcius. Sementara area keyboard lain yang tercatat aman di bawah 40 derajat Celcius. Tentunya untuk area palmrest tuh aman banget ya bahkan di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Kadis Smart kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.52 MB/s dan tulisnya di 3.105 MB/s. Ini biasanya kecepatan yang dimiliki oleh SSD PC Gentry kelas atas. Jadi udah sesuai ya dengan yang ditawarkan ya. Nah, untuk tesan baterai kita setting brightness di 150 nits dan volume suara di 25%. Kita coba ya. 1080p local video playback dan baterai baru habis setelah hampir 8 jam, tepatnya 7 jam 55 menit. Ini cukup irit ya, walaupun sebetulnya harapan kami ini bisa nyampai sekitar 10 jam seharusnya. Nah, untuk charging sendiri 30 menit pertama langsung terisi 50% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 9 menit. Ini normal sekali. Untuk harganya menurut Advance Indonesia harga resminya adalah Rp10.599.000. Untuk garansinya biasanya laptop Advance ini garanya 1 tahun penuh, tapi yang ini garansinya sudah 2 tahun dari Advance Indonesia. Mantap [berdehem] ya. Nah, kita langsung masuk aja ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya itu masih 8 GB single channel untuk bawaannya ya. Jadi sebaiknya sih langsung upgrade ke dual channel supaya performanya lebih kencang dan kapasitasnya juga jadi lebih lega, lebih besar. Ya udah, lihat kan tadi ya, peningkatannya bisa mencapai 91%. Itu luar biasa loh, terutama untuk IGP-nya. Lalu kemudian untuk layar ini sayangnya memang belum 100% sRGB. Lalu kamera juga masih 720p 30 fps. Dan seperti biasa di sini belum ada Microsoft Office. Harusnya ini bukan menjadi masalah ya kalau satunya karena banyak tersedia alternatif yang gratis dan tentunya kita tetap bisa nginstal Microsoft Office di sini setelah membeli lisensinya. Dari si menariknya dia sudah menggunakan prosesor 8 core Zen 4. Ini enteng buat multitasking, kencang buat editing full HD 60 fps. Cocok nih buat video-video pendek masa kini ya. dan kencang juga untuk gaming tipis-tipis di resolusi full HD. Su kerjanya juga terkendali dengan aman sekali. RAM-nya pakai DDR 5 dan ini bisa di-upgrade ya, ini bukan yang di solder dan dia juga punya dua slot M.2. Jadi SSD juga dengan mudah dapat di-upgrade. Konektor lengkap banget dan ini membuat kita bisa masang tiga layar tambahan. Dia masih punya slot micro SD, keyboardnya punya lampu backlit, dan garansinya sekarang udah 2 tahun. Jadi, Advance WordPL AI yang satu ini cocoknya buat siapa? Ya, rasanya laptop yang seperti ini harusnya cocok dipakai untuk kerja di kantor ya. Apalagi kalau pekerjaannya memang butuh prosesor dengan jumlah kor yang melimpah. Bisa knya ke ekstra tiga monitor ini juga jadi cocok buat yang kerjanya mau pakai banyak layar. Buat pelajar atau mahasiswa juga harusnya cocok ya pakai laptop yang satu ini. Apalagi harganya masih relatif terjangka untuk spek yang ditawarkannya di tahun 2026. Ya, buat yang cari laptop untuk belajar video editing harusnya cocok banget sih pakai laptop satu ini. Mau ngedit video dengan serius sebenarnya juga bisa ya. Asalkan laptop ini dihubungkan ke monitor yang mungkin akurasi warnanya lebih baik daripada layar yang satu ini. Ya, tentunya pastikan dulu RAM-nya udah dua channel biar ngedit dan ngeksportnya jadi lancar dan kencang. Dan pastinya laptop ini juga bisa dipakai untuk coding ya, asalkan aplikasinya cocok dengan spesifikasinya. Dan menariknya walaupun kayaknya ini buat kerjaan yang serius ya, gaming juga lancar di sini mantap juga ya. Pada akhirnya kalau butuhnya adalah laptop AMD Zen48 core dengan harga yang masih relatif terjangkau. RAM bisa di-upgrade, bisa pasang 2 SSD, dan bisa connect ke tiga layar tambahan dan masih bisa gaming tipis-tipis ya. Advan plus E1 ini bisa menjadi salah satu pertimbangan yang menarik sekali di kelas 10 jutaan.
