Jungkat

Review Agres Creator PC: "RTX AI PC" Serba Bisa Buat Gamer dan Kreator! (YouTube Video)

  • 24/07/2026

Kalau lihat PC desktop dengan spek seperti Agres Creator PC ini, kebanyakan dari kita pasti akan bertanya-tanya. Kuat main game ini enggak? Kuat main game itu enggak? Kalau tanya begitu sih, PC desktop ini memang lancar ya ngejalanin game triple A yang grafisnya berat. Tapi, PC desktop sekencang ini tuh harusnya juga bisa buat cari cuan, minimal buat balikin modal belinya ya. Masa beli PC desktop puluhan juta in this economy enggak bisa menghasilkan apa-apa. Nah, kalau dari speknya sih, harusnya PC desktop ini bisa dipakai buat apa aja lah ya. Mau ngedit video 4K 60, mau desain 3D atau CAD, mau bikin gambar atau video pakai AI bahkan ya. Mau main game pakai AI, semuanya bisa karena RTX AI PC untuk gaming dan creator ini memakai NVIDIA GeForce RTX 50 series. Jadi, enggak aneh ya kalau ada slogan NVIDIA powers the world's AI and yours ya. Karena GPU NVIDIA bikin PC desktop ini enggak cuman bikin kita bisa main game aja, tapi juga bisa untuk kerja yang serius. Oke, langsung aja kita lihat kemampuannya tuh seperti apa sih. Agres Creator PC ini merupakan PC desktop pre-built terbaru dari Agres dengan Genword GeForce RTX 5070 Ti Phoenix S 16 GB GDDR7 di dalamnya. Nah, karena ini pre-built, kita enggak perlu repot-repot rakit atau pilih-pilih lagi komponennya enggak usah. Kita juga bisa langsung pakai PC desktopnya begitu bongkar dari kemasannya dan di-setup Windows-nya aja, beres ya. Ini juga bikin kita enggak perlu takut akan terjadi masalah kompatibilitas antar komponen. Kalau dari speknya sih, RTX AI PC ini harusnya cocok untuk kalangan gamer, video editor, desainer 3D atau 2D, arsitek atau bahkan pekerja yang menggunakan AI di dalam pekerjaannya ya. Lalu, bisanya tuh seperti apa sih yang satu ini sebetulnya ya. Oke, sebelum kita cek kemampuannya, lihat dulu spesifikasinya dari si Agress Creator PC ini. Untuk spesifikasi utamanya, graphics card-nya pakai Gainward GeForce RTX 5070 Ti Phoenix S dengan VRAM GDDR7 sebesar 16 GB. Graphics card ini menggunakan GPU Blackwell dengan 8.960 CUDA Cores dan mendukung penuh fitur DLSS 4.5. GPU ini juga dilengkapi dengan 4th Generation RT Cores dan 5th Generation Tensor Cores. Tensor Core RTX 5070 Ti ini punya kemampuan AI yang mencapai 1.406 TOPS. Wow, ini jauh melebihi RTX 4070 Ti Super yang cuman 706 TOPS aja. Padahal 700 sudah kencang gitu ya. Nah, AI sekencang ini tentunya bisa dipakai untuk memudahkan pekerjaan kita ya seperti untuk desain 3D dengan Blender misalnya. Nah, di aplikasi ini kita bisa mengaktifkan fitur AI Denoiser yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menghilangkan noise yang muncul saat di dalam Viewport atau di hasil render ya. Bisa dilihat nih, saat AI Denoiser tidak diaktifkan gambarnya itu penuh dengan noise yang mengganggu jadinya. Sekarang kita coba aktifkan AI Denoisernya, gambarnya langsung bersih dari noise. Bahkan ini bisa dilakukan secara real time, jadi enggak perlu di-render dulu buat lihat hasilnya. Selain itu, kita juga bisa pakai AI dari si RTX 5070 Ti ini untuk membuat video ya. Tenang, kita enggak perlu syuting-syuting buat bikin videonya. Kita cukup bermodal teks atau prompt yang dimasukkan ke aplikasi AI seperti ComfyUI misalnya. Setelah dimasukkan klik run dan aplikasi ini akan menciptakan video sesuai dengan prompt yang kita masukkan. Pembuatan video juga enggak makan waktu lama ya karena RTX 5070 Ti itu punya performa ya yang kencang. Oh ya, video ini dibuat secara offline ya tanpa terhubung ke internet jadi data kita tetap aman di dalam PC kita aja. Tentunya ini akan membantu kreator saat menentukan materi untuk kerjaan editing video mereka ya. Mau bikin gambar buat materi kerjaan kita juga bisa pakai aplikasi tersebut. Selain ComfyUI, ada juga aplikasi LM Studio yang mampu memanfaatkan kemampuan AI dari si RTX 5070 Ti. Aplikasi chatbot ini bisa kita manfaatkan untuk berbagai hal, seperti misalnya mau buat surat lamaran kerja gitu misalnya ya. Biasanya kan agak sulit ya buat surat lamaran kerja karena butuh kalimat yang formal dan harus sesuai dengan standar dunia pekerjaan. Di sini tinggal masukin prom-nya aja yang kita inginkan seperti untuk melamar posisi marketing di Nvidia Indonesia misalnya. Setelah kita pencet tombol eksekusi, maka aplikasinya akan membuatkan contoh surat lamaran dalam waktu yang singkat. Setelah itu kita tinggal cek dan sesuaikan surat lamaran sesuai dengan preferensi kita ya. Selain itu kita juga bisa pakai LM Studio ini untuk merangkum dokumen pekerjaan kita, berita atau sebuah artikel yang panjang juga bisa ya. Di sini kita tinggal masukkan saja dokumen, berita atau artikelnya ke kolom chat di LM Studio kemudian kita perintahkan untuk merangkum. Ini buat kita bisa lebih menghemat waktu karena enggak perlu baca keseluruhan dokumen. Tentunya ini juga dikerjakan secara offline, enggak perlu connect ke internet. Berikutnya kita coba AI dari RTX 5070 Ti ini untuk editing video dengan aplikasi DaVinci Resolve Studio. Misalnya untuk melakukan masking sebuah objek. Kalau dulu kita harus melakukan masking objek satu persatu di setiap frame-nya. Apa jadinya kalau dalam video ini tiap detiknya ada 30 sampai 60 frame? Editing-nya bakal lama banget tentunya ya. Tapi tenang dengan AI, proses masking objek ini akan jadi lebih mudah dan cepat. Kita cukup melakukan beberapa klik saja di objek yang kita inginkan, masking dan AI-nya akan memisahkan objek tersebut dari gambar sekitarnya. Di aplikasi ini kita juga bisa pakai AI untuk meng-upscale video resolusi rendah ke resolusi yang lebih tinggi. Ini akan berguna saat materi birol yang kita butuhkan ternyata resolusinya terlalu rendah misalnya ya. Di sini kita tinggal pilih video yang ingin kita upscale dengan centang fitur AI superscale untuk menaikkan resolusi hingga empat kali lipat. Selain itu, AI di RTX 5070 Ti ini juga bisa digunakan untuk menonton film dengan fitur RTX Video Enhancement. Fitur ini bisa meng-upscale video resolusi rendah jadi lebih tinggi. Pasti tahu dong kalau di YouTube sering ada video yang resolusinya cuma 360p misalnya. Nah, kalau kita nonton video 360p tersebut dalam kondisi full screen, ya jelas ya, pecah ya, enggak bagus detailnya ya. Dengan menyalakan RTX Video Enhancement, video tersebut tampilannya jadi lebih bagus daripada aslinya dan enggak pecah-pecah ya. Nah, selain untuk streaming, fitur tersebut juga bisa dipakai saat kita mutar video secara offline seperti dengan aplikasi Media Player Classic Home Cinema. Enggak cuma itu, AI dari RTX 5070 Ti ini juga bisa digunakan saat kita lagi video call, online meeting, atau streaming dengan aplikasi NVIDIA Broadcast. Setelah di-install, aplikasi tersebut membuat webcam kita akan memiliki fitur seperti background blur, background remove, background replace, auto framing, eye contact, vignette, dan video noise removal. Biasanya kan fitur-fitur itu baru muncul kalau prosesor kita punya NPU-nya ya. Nah, menariknya di sini ada fitur virtual keylight yang membuat tampilan kita di kamera itu terlihat lebih terang, seolah-olah disorot sama lampu tambahan. Bisa dilihat nih ya, bedanya saat fiturnya aktif dan kalau tidak diaktifkan. Tampilannya itu jadi lebih terang saat fiturnya diaktifkan. Selain itu, NVIDIA Broadcast juga membuat mikrofon di PC kita punya fitur noise removal dan ada room echo removal untuk menghilangkan suara bising atau ya itu gema-gema yang mengganggu ya. Bahkan di sini ada fitur Studio Voice yang diklaim membuat kualitas rekaman mendekati kualitas rekaman dengan mikrofon studio kelas atas, meskipun kita hanya pakai mikrofon yang dari webcam kita aja. Perlu diperhatikan, dua fitur tadi itu membuat load GPU jadi sangat tinggi ya. Jadi, jangan digunakan bersama dengan aplikasi yang juga membebani GPU seperti aplikasi game atau desain 3D ya. Nah, untuk perbedaan suara antara fitur Studio Voice aktif dan tidak aktif bisa didengarkan pada klip berikut ini. Oke, ini hasil rekaman suara kalau fitur NVIDIA Studio Voice-nya tidak diaktifkan. Nah, kalau ini hasil rekaman suara kalau fitur NVIDIA Studio Voice-nya diaktifkan. Jadi, gimana nih? Ada bedanya atau enggak? Ya, kedengaran kan bedanya ya. Ya, tentunya AI dari RTX 5070 Ti ini juga bisa dipakai saat main game ya. Kita bisa mainkan game di ratusan FPS dengan fitur DLSS 4.5 multi frame generation. Bisa dilihat nih bedanya saat fitur multi frame generation diaktifkan dan tidak diaktifkan. Jauh banget ya beda frame rate-nya ya. Menariknya karena ada arti cores, game-nya tetap bisa jalan di ratusan FPS sambil mengaktifkan fitur ray tracing yang berat tadi itu ya. Fitur ray tracing itu akan mensimulasikan pencahayaan seperti di dunia nyata. Jadi tampilan grafisnya tuh realistis. Satu contohnya ada di game Half-Life 2 dengan mod RTX. Kualitas visual game keluaran 2004 ini jadi naik jauh dibandingkan aslinya. Bisa dilihat nih bedanya saat fitur ray tracing aktif dan tidak aktif. Contoh lainnya kita bisa lihat nih di game Doom The Dark Ages. Menariknya game ini bukan lagi menggunakan ray tracing ya, tapi ini path tracing yang memberikan pencahayaan yang lebih akurat dan lebih realistis lagi. Oh ya, untuk main game kompetitif atau action RTX 5070 Ti juga memiliki fitur Nvidia Reflex untuk menurunkan input latency saat kita mainkan game. Jadi saat gamer menekan tombol di keyboard, mouse atau gamepad, game akan lebih cepat merespon input dibandingkan kalau tidak diaktifkan. Enggak ada lagi tuh nge-lag-nge-lag pas main game dengan tempo yang cepat banget ya. Oke, balik ke GeForce RTX 5070 Ti dari Gainward. Graphics card ini memiliki boost clock di 2452 MHz. Jadi masih sesuai dengan standar dari Nvidia. Graphics card ini dilengkapi satu konektor 16 pin dengan nilai TDP maksimal di 300 watt. Lalu untuk kebutuhan minimal power supply-nya itu adalah 750 watt. Untuk pendingin, graphics card ini menggunakan sistem pendingin 2 1/2 slot hingga ukuran totalnya menjadi 33,1 * 12,7 * 4,9 cm. Sistem pendingin tersebut dilengkapi dengan base plate mega copper base dari bahan tembaga yang meng-cover pendinginan chip GPU dan VRAM juga. Dia juga dilengkapi dengan empat buah composite heat pipe yang mentransfer panas dari base plate ke sirip-sirip heatsink. Pendingin tersebut juga dilengkapi tiga buah kipas dengan struktur bilah yang sudah diperkuat sehingga putaran kipas lebih stabil dan minim dari kebisingan. Kipas tersebut juga punya fitur Zero RPM fan. Jadi dia enggak berisik saat beban kerja graphics card-nya tuh rendah ya. Nah, sistem pendingin tersebut juga menggunakan shroud atau penutup berwarna hitam dengan lampu RGB di atasnya. Jadi penampilannya kelihatan unik saja gitu ya. Tentunya graphics card ini juga dilengkapi dengan lempengan logam pada bagian belakang PCB-nya untuk mencegah risiko PCB melengkung selama pemakaian. Sementara untuk konektor display-nya tuh ada tiga display port 2.1b dan ada satu HDMI 2.1b. Ini berarti kita bisa menghubungkan graphics card ini ke empat buah layar ya. Nah, untuk prosesornya yang satu ini pakai Ryzen 9 9900X dan dia ini punya 12 core 24 thread dengan L3 cache sebesar 64 megabyte. Ini besar banget ya. Nah, untuk integrated graphics dia pakai Radeon graphics dengan dua CU. Nah, untuk motherboard dia pakai Asus X870 Max Gaming WiFi 7 Way. Motherboard dengan PCB putih ini dilengkapi dengan empat slot RAM, empat slot ekspansi PCI Express dan tiga slot M.2 untuk SSD. Untuk memori atau RAM-nya dia pakai 2 * 16 gigabyte LAN Ser Blade RGB DDR5 memory. Wow, 2 * 16. Ini sangat luxurious ya untuk 2026. Untuk storage pakai 2 terabyte SSD Adata Legend 900 NVMe PCIe Gen4 by 4. SSD ini kalian punya kecepatan baca 7000 megabyte per second dan tulis di 5400 megabyte per second. Lanjut untuk CPU cooler-nya dia pakai Cooler Master Master Liquid 360 Core to ARGB white ya. Sistem pendingin ini dilengkapi dengan radiator 360 milimeter dengan tiga buah kipas 120 milimeter. Untuk power supply dia pakai Cooler Master Elite Gold 1000. PSU ini punya keluaran daya 1000 watt dan sudah memenuhi standar ATX plus Gold dan ATX V3.1. Untuk casing dia pakai Cooler Master Master Frame 500 Mesh Modular Silver. Casing ini mendukung motherboard hingga form factor E-ATX yang besar itu ya. Menariknya di bagian depan casing sudah di-install dengan dua buah kipas RGB berukuran 20 sentimeter. Wow, besar nih ya. Lalu untuk sistem operasi tentunya ini pakai Windows 11 25 H2. Sekarang mari kita lihat aspek performanya. Langsung saja kita tes dengan Blender 5.0.1 dengan file Blender Splash. Ini yang berat banget, ya. Pertama-tama kita cek kalau render-nya pakai prosesor saja, bagaimana? Untuk CPU rendering butuh waktu 13 menit 53 detik. Sekarang kita coba lihat kalau pakai akselerasi dari graphics card-nya. Kita pakai GPU rendering dengan CUDA. Hanya butuh waktu 2 menit 20 detik saja. Ini sudah kencang parah sih render-nya, ya. Tapi tahu enggak kalau render-nya masih bisa lebih kencang lagi? Sekarang kita pakai NVIDIA OptiX untuk render-nya. Tadi 2 menitan, kan? Nah, kalau GPU rendering-nya pakai OptiX jadi 1 menit 13 detik saja. Super-super kencang. Jadi, kalau kita pakai NVIDIA OptiX waktu render jadi 47% lebih cepat daripada yang sudah diakselerasi tadi. Luar biasa, ya. Buat desainer atau 3D artist, ini adalah penghematan waktu yang sangat-sangat signifikan. Untuk suhu kerjanya, untuk GPU rendering dengan CUDA, suhu prosesor dengan RTX 4070 Ti terlihat dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70° C. Untuk konsumsi dayanya ada di 255 sampai 288 watt secara keseluruhan PC. Lanjut ke Adobe Premiere Pro 2026 untuk video 4K 60 5 menit, ya. Kalau kita pakai CUDA selesai dalam waktu hanya 2 menit 3 detik saja. Separuhnya saja. Itu 4K 60, ya. Kalau videonya Full HD 60 FPS 5 menit dengan CUDA hanya butuh waktu 45 detik saja. Iya, untuk video yang 5 menit tadi. Jadi, PC desktop ini aman banget buat editing pakai materi video 4K 60, ya. Waktu ekspornya kurang dari setengah durasi videonya kalau kita pakai Premiere Pro. Nah, sekarang kita lihat suhu kerjanya kalau kita pakai 4K video ekspor dengan CUDA. Suhu tertinggi prosesor ternyata hanya mencapai 71° C dan GPU NVIDIA hanya 62° C. Adem banget tuh, ya. Untuk konsumsi daya ada di kisaran 316 sampai 358 watt saat ngerender tadi untuk seluruh sistemnya, ya. Lanjut untuk DaVinci Resolve 20.3 video 4K 60 5 menit. Selesai dalam waktu 5 menit 26 detik. Ini biasa, ya, karena ini versi yang gratisan. Jadi akselerasinya enggak bekerja full. Kalau versi yang berbayar, wah ini kencang parah harusnya ya. Lalu untuk videonya di full HD 60 FPS selama 5 menit itu selesai dalam waktu 1 menit 33 detik saja. Ya jadi lagi-lagi bisa di stop nya aman ya buat editing pakai materi video 4K 60 untuk aplikasi yang gratisan ini ya. Waktu export nya juga sudah mirip seperti durasi videonya ya. Untuk suhu kerjanya processor melakukan 4K video export, suhu tertinggi processor tercatat hanya mencapai 80 derajat Celcius saja. Sementara suhu GPU Nvidia nya terkendali di bawah 60 derajat Celcius, adem banget. Konsumsi daya total keseluruhannya ada di 334 sampai 358 watt saja. Nah untuk 3D Mark graphic score kita lihat ya untuk Fire Strike Direct X 11 itu ada di 68.729 poin. Sementara untuk Time Spy Direct X 12 itu ada di 28.111 poin. Nah untuk suhu kerjanya 3D Mark Time Spy stress test ya itu suhu GPU Nvidia nya dapat terkendali di bawah 75 derajat Celcius. Oke kita lanjut untuk gaming ya, Resident Evil Requiem 1440p enggak main main 1080p 1440p max PT on DLSS di quality MFG off itu dapat 55 sampai 70 FPS. Kalau multi frame generation kita pakai 4 kali dapat 180 sampai 210 FPS. Lalu Pragmata 1440p quality RT dan PT nya on ya. DLSS ada di quality, MFG nya kalau off dapat 50 sampai 60 FPS. Kalau MFG nya di taruh di 4 kali dapat 160 sampai 190 frame per second. Untuk Forza Horizon 6 1440p extreme plus RT DLSS taruh di quality, kalau MFG nya off 85 sampai 100 FPS. Wah tanpa multi frame generation nya sudah 100 FPS ya. Kalau multi frame generation di 6 kali dapat 310 sampai 340 FPS. Lalu Doom The Dark Ages 1440p ultra nightmare PT nya di on, ray reconstruction nya on, DLSS di quality. MFG nya kalau off saja masih 50 sampai 75 FPS. Kalau multi frame generation taruh di 4 kali dapat 250 sampai 280 FPS. Borderlands 4, 1440p, setting di bad ass ya, DLSS di quality, MFG off dapat 75 sampai 90 FPS. Kalau multi frame generation taruh di 6 kali dapat 300 sampai 350 FPS. Blacksmith Wukong, 1440p, cinematic settingannya, artinya taruh di very high, DLSS quality-nya taruh di level 74 ya di sini ya. Lalu untuk MFG-nya off, kita dapat 50 sampai 60 FPS. Kalau MFG-nya di 4 kali dapat 160 sampai 190 frame per second. Cyberpunk 2077, 1440p, ray tracing-nya di ultra, PT-nya on, DLSS quality, DLSS-nya di transformer. Kalau multi frame generation-nya off seperti ini nih ya, udah lumayan sih sebetulnya. Kalau multi frame generation taruh di 6 kali dapat 240 sampai 280 FPS. Suhu kerja selama setengah jam main Cyberpunk 2077, suhu processor dan GPU terlihat dapat dikendalikan di bawah 80 derajat Celcius. Jadi aman, enggak ada masalah. Oke, sekarang kita asumsikan biaya pemakaian listriknya ya. Nah, dari hasil pengujian tadi kita coba asumsikan untuk PC desktop-nya aja itu akan memakan daya maksimal 458 watt saat main game. Nah, kalau PC desktop ini dipakai selama terus-menerus gaming berat 12 jam dalam sehari, maka biaya pemakaian listriknya akan ada di sekitar 7.940 rupiah per hari 12 jam ya. Jadi pemakaian listrik selama 30 hari ya dengan asumsi 12 jam tiap hari main game seberat itu nonstop, itu biayanya akan menjadi 238.200 rupiah. Itu biaya listrik kalau main game agak gila-gilaan setiap hari ya, 12 jam tiap hari. Kalau dipakai kerja pemakaian listriknya sih pasti enggak setinggi itu sih, jauh di bawah itu harusnya. Itu kondisi terburuknya sih, kondisi terborosnya lah gitu ya. Tapi ya harusnya sih kalau biaya segitu harusnya enggak jadi masalah ya, karena PC desktop seperti ini tuh harusnya ya dipakai buat cari duit lagi, ya. [tertawa] Namanya juga untuk kreator, ya. Oke, untuk harganya bagaimana? Agres kreator PC ini dijual dengan harga kisaran 48.760.000 rupiah. Dan ini sudah termasuk sistem operasi Windows 11. Ya, kalau tertarik Agres kreator PC ini dapat dibeli secara offline langsung di toko Agres atau bisa juga secara online di marketplace official Agres komputer. Oke, untuk garansinya PC desktop ini dilindungi garansi Agres care selama 1 tahun. Ini berbeda dengan garansi PC desktop biasa, ya. Dengan Agres care pihak Agres akan melakukan penggantian jika terjadi kehilangan atau kena cairan, bencana alam, jatuh, ada yang pecah, gitu ya. Selain itu ada juga tambahan layanan servis selama 2 tahun. Nah, karena ini PC pre-built dari Agres pengurusan garansinya lebih mudah, ya. Ke satu tempat saja. Enggak usah pusing tuh, oh VGA-nya ke sini, oh kipasnya ke sana. Enggak, enggak, enggak. Satu tempat saja. Langsung ke Agres saja. Menariknya lagi garansi di setiap komponen juga akan tetap berlaku. Jadi, misalnya garansi prosesornya itu 3 tahun, misalnya ya. Ya, prosesor tetap dapat garansi selama 3 tahun juga. Kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, PC desktop seperti ini mungkin akan kurang cocok buat yang yang hobinya itu memang rakit sendiri, yang dapat kepuasan dari merakit sendiri dan memilih satu per satu komponennya. Ya, I feel you. Ya, saya juga merasakan hal yang sama, ya. Jadi, ya enggak perlu di menimbang-menimbanglah, ya. Tapi mesti diperhatikan bahwa banyak sekali orang yang butuh solusi seperti ini. Karena banyak yang butuh sistem jadi siap pakai. Karena mempelajari apa yang mesti terpasang saja sudah sulit. Gitu loh. Jadi, perhatikan yang satu itu, ya. Nah, dari sisi menariknya. Pertama, dia pakai prosesor yang kencang, ya. 12 core dengan Ryzen 5 di sini. Ini prosesor cocok untuk aplikasi kelas berat dan untuk aplikasi-aplikasi yang butuh jumlah core yang berlimpah ruah. Arsitektur CPU-nya juga kekinian jadi performanya efisien banget. Kemudian, dia pakai RTX 5070 Ti, ini kencang buat render 3D, kencang buat export video 4K 60, kencang untuk gaming triple A, dan kencang buat jalanin aplikasi AI yang bisa memakai si tensor core. Lalu, suhu kerja processor dan graphic card-nya ini terjamin aman, terkendali banget ya, mau pakai apa juga aman dia. Konsumsi daya juga sebetulnya tidak terlalu tinggi kalau lihat dari spesifikasinya. Dan dia dengan mudah dapat di-upgrade jika dibutuhkan. Kemudian garansinya ini satu titik saja untuk semua komponennya, gampang gitu ya. Nah, jadi pertanyaannya, Agres Creator PC ini cocok buat siapa? PC desktop seperti ini harusnya cocok untuk kalangan video editor, ya. RTX 5070 Ti-nya itu kuat dijejali materi video 4K 60 FPS, mau berlayer-layer juga oke gitu ya. Bahkan mau editing kelas profesional pakai video dengan color format 422 juga bisa, karena sudah ada akselerasi hardware-nya di sini. Mau editing pakai materi video AV1 juga bisa karena GPU-nya juga support. PC desktop-nya juga harusnya cocok untuk kalangan desainer 3D atau arsitek. Terlebih lagi kebanyakan aplikasi untuk desain 3D dan CAD atau computer aided design itu dapat diakselerasi oleh GPU Nvidia. Jadi pergerakan di viewport-nya akan lancar dan render-nya jadi kencang. Buat pekerja yang pakai AI seharusnya juga cocok ya menggunakan PC desktop seperti ini. Ini didukung dengan makin banyaknya pilihan aplikasi AI yang bisa memanfaatkan GPU Nvidia. Seharusnya sih AI di PC ini bikin kerja lebih produktif dan cepat selesai sesuai dengan target atau bahkan lebih cepat dari targetnya. Dan pastinya PC desktop seperti ini juga cocok untuk kalangan gamer, terutama yang pengin sistem yang siap pakai dan langsung kencang buat main game triple A di ratusan FPS, ya. Jadi sudah jelas ya, kalau Agres Creator PC ini adalah sebuah sistem yang tidak hanya kencang buat main game berat, tapi memang rancangannya ini untuk kerja yang serius. Mungkin PC desktop ini sepertinya belum tentu cocok buat semua orang ya, tapi buat yang butuh kepraktisan memiliki PC desktop serba bisa yang langsung kencang setelah dibeli, bisa di-upgrade dengan mudah menggunakan komponen yang ada di pasaran, dan garansinya praktis satu pintu, Nah, Agres Kratos PC ini bisa jadi pertimbangan yang sangat menarik untuk sebuah PC desktop pre-built.

Lihat di YouTube