Review Agres Creator PC: "RTX AI PC" Serba Bisa Buat Gamer dan Kreator! (YouTube Video)
Kalau lihat PC desktop dengan spek seperti Agress creator PC ini, kebanyakan dari kita pasti akan bertanya-tanya, "Kuat main game ini enggak? Kuat main game itu enggak?" Kalau tanya begitu sih, PC desktop ini emang lancar ya ngejalanin game triple A yang grafisnya berat. Tapi PC desktop sekencang ini tuh harusnya juga bisa buat cari cuan, minimal buat balikin modal belinya. Ya, masa beli PC desktop puluhan juta in this ekonomi enggak bisa menghasilkan apa-apa. Nah, kalau dari speknya sih harusnya PC desktop ini bisa dipakai buat apa aja lah ya. Mau ngedit video 4K60, mau desain 3D atau cat, mau bikin gambar atau video pakai AI bahkan ya mau main game pakai AI semuanya bisa. Karena RTX AI PC untuk gaming dan Creator ini memakai Nvidia GeVOS RTX 50 series. Jadi enggak aneh ya kalau ada slogan Nvidia powers the world's AI and yours ya. Karena GPU Nvidia bikin PC Desktop ini gak cuman bikin kita bisa main game aja, tapi juga bisa untuk kerja yang serius. Oke, langsung aja kita lihat kemampuannya tuh seperti apa sih. Agress creator PC ini merupakan PC desktop prebild terbaru dari Agrenword GeForce RTX 5070 Ti Phoenix S 16 GB GDR7 di dalamnya. Nah, karena ini prebuild, kita enggak perlu repot-repot raket atau pilih-pilih lagi komponennya. Enggak usah. Kita juga bisa langsung pakai PC desktopnya begitu bongkar dari kemasannya dan dietup Windows-nya aja beres ya. Ini juga bikin kita enggak perlu takut akan terjadi masalah kompatibilitas antar komponen. Kalau dari speknya sih RTX AI PC ini harusnya cocok untuk kalangan gamer, video editor, desainer 3D atau 2D, arsitek atau bahkan pekerja yang menggunakan AI di dalam pekerjaannya ya. Lalu bisanya tuh seperti apa sih yang satu ini sebetulnya ya? Oke, sebelum kita cek kemampuannya, lihat dulu spesifikasinya dari si Agress creator PC ini. Untuk spesifikasi utamanya, graphics card-nya pakai Ginworce RTX 5070 Ti Phoenix S dengan VAM GDDR 7 sebesar 16 GB. Grafis card ini menggunakan GPU Blackwell dengan 8.960 kuda corse dan mendukung penuh fitur DLSS 4.5. GPU ini juga dilengkapi dengan fourth generation RT cores dan fifth generation tensor core. Tensor core RTX 5070 Ti ini punya kemampuan I yang mencapai 1406 tops. Wow, ini jauh melebihi RTX 4070 Ti Super yang cuman 706 tops aja. Padahal 700 juga udah kencang gitu ya. Nah, E kencang ini tentunya bisa dipakai untuk memudahkan pekerjaan kita ya, seperti untuk desain 3D dengan blender misalnya. Nah, di aplikasi ini kita bisa mengaktifkan fitur AID noiser yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menghilangkan noise yang muncul saat di dalam viewport atau di hasil render. Ya, bisa dilihat nih saat AID noiser tidak diaktifkan, gambarnya tuh penuh dengan noise yang mengganggu jadinya. Sekarang kita coba aktifkan AI noisernya. Gambarnya langsung bersih dari noise. Bahkan ini bisa dilakukan secara real time. Jadi enggak perlu dirender dulu buat lihat hasilnya. Selain itu, kita juga bisa pakai AI dari si RTX 5070 Ti ini untuk membuat video. Ya, tenang, kita enggak perlu syuting-suting buat bikin videonya. Kita cukup bermodel teks atau prom yang dimasukkan ke aplikasi AI seperti Confi UI misalnya. Setelah dimasukkan, klik run dan aplikasi ini akan menciptakan video sesuai dengan prom yang kita masukkan. Pembuatan video juga enggak makan waktu lama ya, karena RTX 5070 Ti itu punya performa ya yang kencang. Oh ya, video ini dibuat secara offline ya, tanpa terhubung ke internet. Jadi, data kita tetap aman. di dalam PC kita aja. Tentunya ini akan bantu kreator saat membutuhkan materi untuk kerjaan editing video mereka. Ya, mau bikin gambar buat materi kerjaan, kita juga bisa pakai aplikasi tersebut. Selain confi UI, ada juga aplikasi LM Studio yang mampu memanfaatkan kemampuan AI dari si RTX 5070 Ti. Aplikasi chatboot ini bisa kita manfaatkan untuk berbagai hal. Seperti misalnya mau buat surat lamaran kerja gitu misalnya ya. Biasanya kan agak sulit ya buat surat lamaran kerja karena butuh kalimat yang formal dan harus sesuai dengan standar dunia pekerjaan. Di sini tinggal masukin promnya aja yang kita inginkan seperti untuk melamar posisi marketing di Nvidia Indonesia misalnya. Setelah kita pencet tombol eksekusi, maka aplikasinya akan membuatkan contoh surat lamaran dalam waktu yang singkat. Setelah itu kita tinggal cek dan sesuaikan surat lamaran sesuai dengan preferensi kita, ya. Selain itu, kita juga bisa pakai LM Studio ini untuk merangkum dokumen pekerjaan kita. Berita atau sebuah artikel yang panjang juga bisa ya. Di sini kita tinggal masukkan saja dokumen, berita atau artikelnya ke kolom chat di LM Studio. Kemudian kita perintahkan untuk merangkum. Ini buat kita bisa lebih menghemat waktu karena enggak perlu baca keseluruhan dokumen. Tentunya ini juga dikerjakan secara offline, enggak perlu connect ke internet. Berikutnya kita coba ya dari RTS 5070 Ti ini untuk editing video dengan aplikasi Dafincy Resolve Studio. Misalnya untuk melakukan masking sebuah objek. Kalau dulu kita harus melakukan masking object satu persatu di setiap frame-nya. Apa jadinya? Kalau dalam video ini tiap detiknya ada 30 sampai 60 frame, editingnya bakal lama banget tentunya ya. Tapi tenang, dengan AI, proses masing objek ini akan jadi lebih mudah dan cepat. Kita cukup melakukan beberapa klik saja di objek yang kita inginkan. Masking dan AI-nya akan memisahkan objek tersebut dari gambar sekitarnya. Di aplikasi ini kita juga bisa memakai AI untuk meng-upscale video resolusi rendah ke resolusi yang lebih tinggi. Ini akan berguna saat materi biroll yang kita butuhkan. ternyata resolusinya terlalu rendah misalnya ya. Di sini kita tinggal pilih video yang ingin kita upscale dengan centang fitur AI suerscale untuk menaikkan resolusi hingga empat kali lipat. Selain itu, AI di RTX 5070 Ti ini juga bisa digunakan untuk e menonton film dengan fitur RTX Video Enhancement. Fitur ini bisa meng-upscale video resolusi rendah jadi lebih tinggi. Pasti tahu dong kalau di YouTube sering ada video yang resolusinya cuma 360p misalnya. Nah, kalau kita nonton video 360p tersebut dalam kondisi full screen ya jelas ya pecah ya enggak bagus detailnya ya. Dengan menyalakan RTX Video Enhancement, video tersebut tampilannya jadi lebih bagus daripada aslinya dan enggak pecah-pecah ya. Nah, selain untuk streaming, fitur tersebut juga bisa dipakai saat kita mutar video secara offline seperti dengan aplikasi media player classic Home Cinema. Enggak cuma itu, AI dari RTX 5070 ini juga bisa digunakan saat kita e lagi video call, online meeting, atau streaming dengan aplikasi Nvidia Broadcast. Setelah di-instal, aplikasi tersebut membuat webcam. Kita akan memiliki fitur seperti background blur, background remove, background replace, auto framing, eye contact, vinyet, dan video noise removal. Biasanya kan fitur-fitur tuh baru muncul kalau prosesor kita punya NPU-nya ya. Nah, menariknya di sini ada fitur virtual key membuat tampilan kita di kamera itu terlihat lebih terang seolah-olah disorot sama lampu tambahan. Bisa dilihat nih ya bedanya saat fiturnya aktif dan kalau tidak diaktifkan. tampilan itu jadi lebih terang saat fiturnya diaktifkan. Selain itu, Nvidia Broadcast juga membuat mikrofon di PC kita punya fitur noise removal dan ada room eco removal untuk menghilangkan suara bising atau ya itu gema-gema yang mengganggu ya. Bahkan di sini ada fitur Studio Voice yang diklaim membuat kualitas rekaman mendekati kualitas rekaman dengan mikrofon studio kelas atas. Meskipun kita hanya pakai mikrofon yang dari webcam kita aja. Perlu diperhatikan dua fitur tadi itu membuat logat tinggi ya. Jadi jangan digunakan bersama dengan aplikasi yang juga membebani GPU seperti aplikasi game atau desain 3D ya. Nah, untuk perbedaan suara antara fitur Studio Voice aktif dan tidak aktif bisa didengarkan pada klip berikut ini. Oke, ini hasil rekaman suara kalau fitur Nvidia Studio Voice-nya tidak diaktifkan. Nah, kalau ini hasil rekaman suara kalau fitur Nvidia Studio Voice-nya diaktifkan. Jadi, gimana nih? Ada bedanya atau enggak? Ya, kedengaran kan bedanya ya? Iya. tentunya AI dari RTS 5070 Ti ini juga bisa dipakai saat main game ya. Kita bisa mainkan game di ratusan FPS dengan fitur DLSS 4.5 multiframe generation. Bisa dilihat nih bedanya saat fitur multiframe generation diaktifkan dan tidak diaktifkan. Jauh banget ya beda frame rate-nya ya. Menariknya karena ada articalan di ratusan FPS sambil mengaktifkan fitur retracing yang berat tadi itu ya. Fitur retracing itu akan mensimulasikan pencahayaan seperti di dunia nyata. Jadi tampilan grafisnya itu realistis. Satu contohnya ada di game HalfLife 2 dengan mod RTX. Kotes visual game keluaran 2004 ini jadi naik jauh dibandingkan aslinya. retracing aktif dan tidak aktif. Contoh lainnya kita bisa lihat nih di game Doom the Dark Ages. Menariknya game ini bukan lagi menggunakan Ray T R tracing ya, tapi ini pating yang memberikan pecahan yang lebih akurat dan lebih realistis lagi. Oh ya, untuk main game kompetitif atau action RTX 5070 Ti juga memiliki fitur Nvidia reflex untuk menurunkan input latency saat kita mainkan game. Jadi saat gamer menekan tombol di keyboard, mouse atau gamepad, game akan lebih cepat merespon input dibandingkan kalau tidak diaktifkan. Gak ada lagi tuh nge-lag nge-lag pas main game dengan tempo yang cepat banget ya. Oke, beralih ke Georce RTS 5070 Ti dari Genw. Grafik card ini memiliki boost clock di 2452 MHz. Jadi masih sesuai dengan standar dari Nvidia. Grafis card ini dilengkapi satu konektor 16 pin dengan nilai TGP maksimal di 300 wat. Lalu untuk kebutuhan minimal power supply-nya itu adalah 750 wat. Untuk pendingin grafis card ini menggunakan sistem pendingin 2,5 slot hingga ukuran totalnya menjadi 33,1 * 12,7 * 4,9 cm. Sistem pendingan tersebut dilengkapi dengan base plate mega copper base dari bahan tembaga yang meng-cover pendinginan chip GPU dan VRAM juga. Dia juga dilengkapi dengan empat buah komposit heat pipe yang mentransfer panas dari base plate ke sirip-sirip heat sinking. Mendingan tersebut juga dilengkapi tiga buah kipas dengan struktur bilah yang sudah diperkuat sehingga putaran kipas lebih stabil dan minim dari kebisingan. Kipas tersebut juga punya fitur zero RPM fan. Jadi dia gak berisik saat beban kerja grafik card-nya itu rendah, ya. Nah, sistem pendingan tersebut juga menggunakan shrout atau penutup berwarna hitam dengan lampu RGB di atasnya. Jadi, penampilan kelihatan unik aja gitu ya. Tentunya grafis card ini juga dilengkapi dengan lempengan logam pada bagian belakang PCB-nya untuk mencegah risiko PCB melengkung selama pemakaian. Sementara untuk konektor displaynya itu ada tiga display port 2.1B dan ada satu HDMI 2.1B. Ini berarti kita bisa mengumukkan grafis card ini ke empat buah layar ya. Nah, untuk prosesornya yang satu ini pakai Ryzen 9 9900X dan dia ini punya 12 core 24 red dengan electricnya sebesar 64 MB. Ini besar banget ya. Nah, untuk integrated grafis dia pakai radion grafis dengan 2 CU. Nah, untuk motherboard dia pakai Asus X870 Max Gaming WiFi 7W. Motherboard dengan PCB putih ini dilengkapi dengan 4 slot RAM, 4 slot ekspansi PCI Express, dan 3 slot M.2 untuk SSD. Untuk memori atau RAM-nya dia pakai 2* 16 GB Lancer Blade RGB DDR5 memory. Wow 2* 16. Ini sangat luxurious ya untuk 2026. Untuk storage pakai 2 TB SSD Adata Legend 900 NVME PCI Gen 4x4. SSD ini kalian punya kecepatan baca 7000 MB/ dan tulis di 5400 MB/. Lanjut untuk CP coolernya dia pakai Cooler Master Master Liquid 360 Core 2RGB White ya. Sistem pendingin ini dilengkapi dengan radiator 360 mm dengan 3 buah kipas 120 mm. Untuk power supply dia pakai Cooler Master Elite Gold 1000. PSU ini punya keluaran daya 1000 watt dan sudah memenuhi standar 80 plus gold dan RTX V3.1. Untuk casing dia pakai Cooler Master Master Frame 500 Mesh Modular Silver. Casing ini mendukung motherboard hingga form fact vor factor IATX yang besar itu ya. Menariknya di bagian depan casing sudah diinstal dengan dua buah kipas RGB berukuran 20 cm. Wuh, besar nih ya. Lalu untuk sistem operasi tentunya ini pakai Windows 11 25 H2. Sekarang mari kita lihat aspek performanya. Langsung aja kita tes dengan Blender 5.0.1 dengan file Blender Splash. Ini yang berat banget ya. Pertama-tama kita cek kalau rendernya pakai prosesor aja bagaimana. Untuk CPU rendering butuh waktu 13 menit 53 detik. Sekarang kita coba lihat kalau pakai akselerasi dari graphics card-nya. Kita pakai GP rendering dengan kuda. Hanya butuh waktu 2 menit 20 detik saja. Ini udah kencang parah sih rendernya ya. Tapi tahu enggak kalau rendernya masih bisa lebih kencang lagi? Sekarang kita pakai Nvidia Optics untuk rendernya tadi 2 menitan kan? Nah, kalau GPernya pakai optics jadi 1 menit 13 detik saja super super kencang. Jadi kalau kita pakai Nvid optic waktu rendernya jadi 47% lebih cepat daripada yang sudah diakselerasi tadi. Luar biasa ya. Botat desainer atau 3D artis ini adalah penghematan waktu yang sangat-sangat signifikan untuk suhu kerjanya. Untuk GP runing dengan kuda supressor dengan 57 putih terlihat dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius. Untuk konsumsi rayanya ada di 255 sampai 288 wat secara keseluruhan PC. Lanjut ke Ad Premiere Pro 2026 untuk video 4K 65 menit ya. Kalau kita pakai kuda dalam waktu hanya 2 menit 3 detik saja separuhnya aja itu 4K60 ya. Kalau videonya full HD 60 fps 5 menit dengan kuda hanya butuh waktu 45 detik saja. Iya, untuk video yang 5 menit tadi. Jadi, PC desktop ini aman banget buat editing pakai materi video 4K60 ya. Waktu eksportnya kurang dari setengah durasi videonya kalau kita pakai Premiere Pro. Nah, sekarang kita suhu kerjanya kalau kita pakai 4K video expert dengan kuda. S tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 71 derajat celcius dan GPUDnya hanya 62 derajat celcius. Adem banget tuh ya. Untuk konsumsi daya ada di kisaran 316 sampai 358 watt saat ng-render tadi untuk seluruh sistemnya ya. Lanjut untuk Davinci Resolve 20.3 video 4K60 5 menit selesai dalam waktu 5 menit 26 detik. Ini biasa ya karena ini versi yang gratisan. Jadi akselerasinya enggak bekerja full. Kalau versi yang e berbayar wah ini kencang parah harusnya ya. Lalu untuk videonya di full HD 60 fps selama 5 menit itu selesai dalam waktu 1 menit 33 detik saja ya. Jadi lagi-lagi PC desktop ini aman ya buat editing pakai material video 4K60 untuk aplikasi yang gratisan ini ya. Waktu juga udah mirip seperti durasi videonya ya. Untuk SU kerja melakukan 4K video export. SU tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 80 derajat celcius saja. Sementara SU GPNVD-nya terkendali di bawah 60 derajat celcius. Adem banget. Konsumsi daya total keseluruhannya ada di 334 sampai 358 watt saja. Nah, untuk trim graphic skore kita lihat ya untuk Firestrike Direct X11 itu ada di 68.729 poin. Sementara time spy direct X12 itu ada di 28.111 111 poin. Nah, untuk suhu kerjanya trim time spice rest test ya itu suhu GPN videonya dapat terkendali di bawah 75 derajat celcius. Oke, kita lanjut untuk gaming ya. Resident Evil requirem 1440p enggak main 1080p 1440p max on di LSSD quality MFG off itu dapat 55 sampai 70 FPS. Kalau multifame generation kita pakai 4 kali dapat 180 sampai 210 FPS. Lalu prak mata 1440p. Quality RT, dan PT-nya on ya. DSS ada di quality. MFG-nya kalau off dapat 50 sampai 60 fps. Kalau MFG-nya ditar 4 kali dapat 160 sampai 190 frame pers. Untuk Forza Horizon 6 1440p extreme plus RT DLSS taruh di quality. Kalau MFG-nya off 85 sampai 100 FPS. Wah tanpa multiframe generation aja udah 100 FPS ya. Kalau multiframe generation di 6 kali dapat 310 sampai 340 FPS. Lalu Doom The Dark Ages 1440p Ultra Nightmare ya. PT-nya di on, rayonstruction-nya on, DLSS di quality, MFG-nya kalau off aja masih 50 sampai 75 fps. Kalau multifame jent 4 kali dapat 250 sampai 280 fps. Border rance 4 1440p setting di bad ya. DLSS di quality MFG off dapat 75 sampai 90 FPF. Kalau multifame Januh di 6 kali dapat 300 sampai 350 FPS. Wow. Black Wukong 1440p cinematic settingannya. Artinya taruh di very high di LSS quality-nya taruh di level 74 ya di sini ya. Lalu untuk MFG-nya off kita dapat 50 sampai 60 fps. Kalau MFG-nya di 4 kali dapat 160 sampai 190 frame pers. Cyberpunk 2077 1440p. Ray tracing-nya di ultra, PT-nya on. DSS quality DLSS-nya di Transformer. Kalau multi frame generationnya off seperti ini nih ya. Udah lumayan sih sebetulnya. Kalau multi frame J taruh di 6 kali dapat 240 sampai 280 FPS. SU kerja selama setengah jam main Cyberpunk 2077 prosesor dan GPNV-nya terlihat dapat dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Jadi aman, enggak ada masalah. Oke, sekarang kita asumsikan biaya pemakaian listriknya ya. Nah, dari hasil pengujian tadi kita coba asumsikan untuk PC desktopnya aja itu akan memakan daya maksimal 458 watt saat main game. Nah, kalau PC desktop ini dipakai selama terus-menerus gaming berat 12 jam dalam sehari, maka biaya pemakaian listriknya akan ada di sekitar Rp7.940 per hari 12 jam, ya. Jadi pemakaian listrik selama 30 hari ya dengan asumsi 12 jam tiap hari main game seberat itu nonstop itu biayanya akan menjadi Rp238.200. Itu biaya listrik kalau main game agak gila-gilaan setiap hari ya 12 jam tiap hari. Kalau dipakai kerja pemakaian listriknya sih pasti enggak setinggi itu sih. Jauh di bawah itu harusnya. Itu kondisi terburuknya sih kondisi terborosnya lah gitu ya. Tapi ya harusnya sih kalau biaya segitu harusnya enggak jadi masalah ya. Karena PC desktop seperti ini tuh harusnya ya dipakai buat cari duit lagi ya. [tertawa] Namanya juga untuk kreator ya. Oke untuk harganya bagaimana? Agress creator PC ini dijual dengan harga kisaran Rp48.760.000 dan ini sudah termasuk sistem operasi Windows 11. Ya, kalau tertarik Agrator P ini dapat dibeli secara offline langsung di toko Agress atau bisa juga secara online di marketplace official Agress Computer. Oke, untuk garansinya PC desktop ini dilindungi garansi Agress care selama 1 tahun. Ini berbeda dengan garansi PC desktop biasa ya. Dengan Agress care pihak AGRES akan melakukan penggantian jika terjadi kehilangan atau kena cairan, bencana alam, jatuh, ada yang pecah gitu ya. Selain itu ada juga tambahan layanan servis selama 2 tahun. Nah, karena ini PC prebuild dari Agress, pengurusan garasnya lebih mudah ya ke satu tempat aja. Enggak usah pusing tuh, oh VG-nya ke sini, oh kipasnya ke sana. Enggak, enggak, enggak. Satu tempat aja langsung ke agr saja. Menariknya lagi, garansi setiap komponen juga akan tetap berlaku. Jadi, misalnya garansi prosesornya itu 3 tahun misalnya ya. Iya. Prosesor tetap dapat garansi selama 3 tahun juga. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, PC desktop seperti ini mungkin akan kurang cocok buat yang hobinya itu memang rakit sendiri, yang dapat kepuasan dari merakit sendiri dan memilih satu persatu komponennya ya, I feel you. Ya, saya juga merasakan hal yang sama ya. Jadi ya enggak perlu dimenang-mendingin lah ya. Tapi mesti diperhatikan bahwa banyak sekali orang yang butuh solusi seperti ini. Karena banyak yang butuh sistem jadi siap pakai. Karena mempelajari apa yang mesti terpasang aja udah sulit. gitu loh. Jadi perhatikan yang satu itu ya. Nah, dari si menariknya pertama dia pakai prosesor yang kencang ya 12 core dengan basis Zen 5. Di sini ini prosesoran cocok untuk aplikasi kelas berat dan untuk aplikasi-aplikasi yang butuh jumlah core yang berlimpah ruah. Aset CPU-nya juga kekinian jadi performanya efisien banget. Kemudian dia pakai RTX 5070 Ti. Ini kencang buat render 3D, kencang buat export video 4K60, kencang untuk gaming triple A, dan kencang buat jalan aplikasi AI yang bisa memakai si tensor code. Lalu suhu kerja prosesor dan grafik card-nya ini terjamin aman, terkendali banget ya. Mau pakai apa juga aman. Dia konsumsi daya juga sebetulnya tidak terlalu tinggi kalau lihat dari spesifikasinya dan dia dengan mudah dapat di-upgrade jika dibutuhkan. Kemudian garansinya ini satu titik aja untuk semua komponennya. Gampang gitu ya. Nah, jadi pertanyaan ya, Agres creator PC ini cocoknya buat siapa? PCO seperti ini harusnya cocok untuk kalangan video editor ya. Artis 57 T-nya itu kuat dijejali materi video 4K 60 fps. Mau berlayer-layer juga oke gitu ya. Bahkan mau editing kelas profesional pakai e video dengan color format 422 juga bisa karena udah ada akselerasi hardware-nya di sini. Mau yang pakai material video AV1 juga bisa karena GP juga support. PC desktopnya juga harus cocok untuk kalangan desainer 3D atau arsitek. Terlebih lagi, kebanyakan aplikasi untuk desain 3D dan Cat atau computered desain itu dapat diakselerasi oleh GP Nvidia. Jadi, pergerakan di viewport-nya akan lancar dan rendernya jadi kencang. Buat pekerja yang pakai AI harusnya juga cocok ya menggunakan PC desktop seperti ini. Ini dukung dengan makin banyaknya pilihan aplikasi AI yang bisa memanfaatkan GPU Nvidia. Seharusnya sih AI DPC ini bikin kerja lebih produktif dan cepat selesai sesuai dengan target atau bahkan lebih cepat dari targetnya. Dan pastinya p seperti ini juga cocok untuk kalangan gamer terutama yang pengin sistem yang siap pakai dan langsung kencang buat main game Triple A di ratusan FPS ya. Jadi sudah jelas ya kalau Agress creator PC ini adalah sebuah sistem yang tidak hanya kencang buat main gamer tapi memang rancangannya ini untuk kerja yang serius. Mungkin PC desktop ini e sepertinya belum tentu cocok buat semua orang ya. Tapi buat yang butuh kepraktisan memiliki PC desktop serba bisa yang langsung kencang setelah dibeli bisa di-upgrade dengan mudah menggunakan komponen yang ada di pasaran dan garansinya praktis satu pintu. Nah, agrespter PC ini bisa jadi pertimbangan yang sangat menarik untuk sebuah PC desktop prebuild.
