Jungkat

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA (YouTube Video)

  • 17/06/2026

apapun laptop yang kalian punya, semahal apapun yang kalian beli, kemungkinan besar akan susah kalau mau flexing di depan yang punya laptop yang satu ini. Ini adalah Asus ROG Zeverirus Duo GX651AX keluaran 2026. Ini laptop gaming dual screen OLED pertama dan satu-satunya di dunia saat ini. Sejauh ini kayaknya baru Asus deh yang punya laptop gaming seperti ini ya. Buat munculin layar keduanya juga mudah, tinggal angkat keyboardnya seperti ini. Untuk performa tenang, ini sangat tidak kaleng-kaleng. Prosesornya langsung pakai Intel Core Ultra 9 series 3 dengan konfigurasi 16 core dan dia juga punya GPU laptop yang mentok kanan RTX 5090. Jadi tumpah-tumpah FPS-nya pas main game triple A. RAM-nya bukan 32, ini langsung 64 GB. SSD-nya bukan 1 tersung 2 TB. tentunya kedua layer juga udah pakai panel OLED dan panton validated jadi mewah buat main game maupun untuk content creation. Oke, mari langsung kita simak kemampuan dari monster yang satu ini. [musik] Ya, AS sendiri sudah berapa kali mengeluarkan laptop gaming dengan dua layar ya. Tapi baru di tahun 2026 ini mereka mengeluarkan laptop gaming dua layar yang ukurannya sama besarnya. Kalau yang dulu ukuran layar keduanya tuh enggak sebesar layar utamanya. Tentunya dengan dua layar yang sama besar ini bikin sensasi pemakaiannya jadi seperti saat pakai PC desktop dengan dua layar. Oke, sebelum kita lihat performanya kita cek dulu spek lengkapnya. Untuk pressor dia pakai Intel Core Ultra 9386H. Fabrikasi udah Intel 18A ya, 18 Astrom ya. Ini bukan yang 3 atau 4 nanom. Base power 25 watt, dia punya 16 core, 16 trad yang terdiri dari 4 performance core, 8 effisent core, dan 4 low power efficient core. Cash memorinya 18 MB. Integrate graphicsnya pakai Intel graphics dengan 4X Core. Walaupun ini bukan Intel arc ya, IGP ini tetap mendukung fitur Intel XS3 dengan multifame generation 4 kalinya. Selain itu, IGP ini juga mendukung akselasi hardware untuk encode dan decode video AV1 sekaligus decode video H266. Untuk NPU dia pakai Intel AIbost dengan kemampuan komputasi hingga 50 tops. Jadi laptop gaming ini mampu menjalankan fitur copilot plus PC seperti recall, cocreator, dan live caption. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 64 GB LPD dar 5X8533 du channel 128 bit. Laptop gaming ini tidak memiliki slot sodim ya. Jadi RAM-nya emang enggak bisa di-upgrade tapi 64 gig udah cukuplah ya harusnya ya. Untuk storage 2 TB SSD M2 and Famia PCI Gen 5x4. Menariknya, laptop gaming ini dilengkapi dengan slot M2 kedua. Jadi bisa kita tambah kapasitasnya dengan mudah. Menariknya lagi kita cukup membuka sebuah panel kecil pada bagian bawah untuk nambah SSD-nya. Jadi kita enggak perlu bongkar layar keduanya hanya untuk mengakses dua slot M.2-nya. Untuk disk graphics dia pakai Nvidia GeForce RTX 5090 laptop GPU dengan VAM 24 GB GDDR7. GPU tambahan ini dilengkapi dengan 10.000 1496 kuda Corse dengan basis arsitektur blackwell. Jadi mendukung penuh fitur DLSS 4.5 termasuk multifame generation 6 kalinya. Untuk kemampuan-nya ini diklaim mencapai 1824 tops. Jadi lebih tinggi dibandingkan RTX 4090 laptop yang dulu tuh cuman 686 tops aja. Sedangkan nilai TG GP maksimalnya adalah 150 watt. Jadi ini masih sesuai dengan standar Nvidia enggak dikurang-kurangin. Tapi tentunya laptop gaming ini dilengkapi dengan Max Switch. Jadi bisa kita atur apakah GPN vide-nya aktif terus bergantian dengan IGP atau hanya IGP-nya yang aktif. Untuk B connect konctivity dia menggunakan modul Intel yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 6. Ini udah bukan versi 5 lagi ya. Tentunya Bluetooth laptop ini tetap kompatibel dengan perangkat Bluetooth versi lama. Untuk kapses baterainya ini juga besar di 90 wat hour. Untuk overting system tentunya laptop game ini sudah mukan Windows 11. Dengan Windows 11 laptop game ini mampu memainkan lebih banyak game dibandingkan OS lainnya. Jadi main game lebih seru karena pilihan judul gameennya lebih melimpah. Nah, untuk body first factornya adalah clim shell tapi dengan exel layar yang bisa dibuka hingga 320 derajat. Menariknya dengan dua layar dan exel seperti ini, laptop gaming yang satu ini jadi punya banyak mode penggunaan yang tidak bisa ditemukan di laptop gaming lainnya. Untuk mode bodnya seperti laptop mode. Ini mode penggunaan seperti laptop clamsan normal lainnya ya. Lalu ada dual screen mode. Nah, mode ini digunakannya seperti ini. Jadi kita seperti sedang menggunakan PC dengan dua layar bertumpuk. Di mode ini area kerja jadi lebih luas. Jadi kita bisa membuka hingga 8 window aplikasi sekaligus. Nah, kerjaan jadi lebih produktif tentunya. Mau buka aplikasi cara memanjang dari layar pertama hingga kedua bisa juga. Lalu ada book mode. Kalau mode ini digunakan seperti ini ya. Jadi kita layar vertikal yang bersebelahan. Ini cocok nih buat programmer atau penulis mungkin yang butuh tampilan layar yang memanjang ke bawah seperti ini. Lalu ada tent mode untuk modenya digunakan seperti ini ya. Satu skenario pemakaian di mode ini adalah saat kita main game fighting dengan teman kita. Tampilan layarnya kita duplicate. Lalu kita menatap layar pertama sementara teman kita ngelihat ke layar kedua saat bermain game tersebut. Jadi lebih seru nih berantemnya nih ya. Lalu ada sharing mode. Nah, modenya digunakan seperti ini. Jadi kita bisa menunjukkan misalnya tampilan desain 3D ke rekan kerja di depan kita untuk berdiskusi. Nah, dengan mode sebanyak itu, kita jadi punya banyak gaya nih kalau mau main game atau bekerja dengan laptop gaming yang monster ini. Untuk material bodinya menggunakan material aluminium yang dibentuk oleh mesin CNC. Nah, untuk warnanya adalah stellar grey. Untuk desain, nah penampilan ROG Zirus 2 ini sebenarnya mirip seperti ROG Zeverus G16 yang juga keluaran tahun 2026. Ini bisa terlihat dari desain punggung layarnya yang menggunakan ornamen lampu LED ROG/lighting dan logo serta tulisan ROG pada sudut bawahnya. Kalaupun ada perbedaan hanya pada body yang sedikit lebih tebal karena penambahan panel layar kedua. Tapi secara keseluruhan penampilan Arju Cirus 2 ini tetap keren dan punya aura laptop plus profesional juga tentunya saat hiasan lampu-lampunya kita matikan sepenuhnya. Untuk dimensinya panjang 35,5 cm, lebar 24,7 cm. Ketebalannya paling tipis di 1,99 cm, paling tebal di 2,49 cm. Jadi tipis juga ya untuk bobotnya. Laptop plus keyboard-nya aja di 2,81 kg. Sementara untuk keyboard-nya aja ada di 514 gr. Untuk chargernya aja di 546 gr. Ini adalah charger dengan daya 300 wat. Total bobot kalau dibawa semuanya ada di 3,36 kg. Nah, menariknya di dalam paket penjualannya disertakan juga charger USB type C yang 100 watt dan bobot hanya di 262 gr. Tentunya kalau ini bikin bawaan kita jadi lebih enteng ya kalau aktivitasnya enggak butuh performa yang tertingginya ya. Nah, untuk display ini kedua layarnya punya ukuran 16 inci dan keduanya juga punya resolusi 2880 * 1800 pikel dengan aspek rasio 16 b masing-masing layarnya. Kedua layar ini juga punya resfres di 120 Hz dengan respon time di 0,2 ms. Tentunya layar ini sudah support variable refresh rate Nvidia Ging. Kedua panelnya sama-sama panel OLED. Nah, menurut Asus tingkat kecaran maksimalnya ada di 1100 nits di mode HDR dan color gambut 100% di CP3. Kalau kita ukur hasilnya adalah kita dapatkan 486 nits di mode SDR dan di mode HDR jadi 1094 nit. Jadi sesuai ya dengan klaimnya ya. Untuk gamut coverage-nya ada di 100% DC IP3 dengan gamut volume di 120,9% DC IP3. Kedua larnya juga sudah panton validated. Jadi delta I-nya di bawah satu. Jadi emang cocok buat editing atau desain kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Dipakai streaming film atau main game di mode HDR pastinya juga mantap ya karena dia punya sertifikasi Dolby Vision dan display HDR True Black 1000 dan tentunya dia juga punya sertifikasi TUV Rinland low blue light. Jadi mata kita enggak mudah lelah walaupun kita main game atau bekerja menatap layar selama berjam-jam. Dan tentunya kedua layar ini juga sudah punya kemampuan touch screen ya. ini membuat kita bisa dengan mudah melakukan scrolling halaman website atau dokumen memperbesar atau mengecilkan gambar cukup dengan sentuhan jari saja. Kedua permukaan layarnya juga dilengkapi dengan lapisan Corning Gorilla Glass DXC. Jadi tetap aman dari goresan akibat sentuhan jari. Mungkin kena kuku, aman, enggak ada masalah ya. Hapisan tersebut memang membuat permukaan layarnya jadi glossy ya. Tapi tenang, ini normal kok untuk layar touch screen atau untuk yang layar olet ya. tentunya permukaan seperti itu membuat tampilan warna pada layar jadi lebih cemerang lagi. Dan kedua layar juga sudah menggunakan desain yang bingkainya tipis di keempat sisinya. Oke, laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps. Dan kamera ini memang sudah mendukung fitur Windows Studio Effect. Tapi kalau mau fitur kameranya lebih lengkap lagi, kita bisa nginstal aplikasi Nvidia Broadcast di laptop ini. Lalu untuk modul mikrofon ada dua buah ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Kamera laptop gaming ini bisa menangkap gambar dengan jelas serta bebas dari noise. Mikrofonnya juga bisa menangkap suara kami dengan baik dan menghilangkan sepenuhnya suara kebisingan yang muncul di sekitar kami. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise canceling dari laptop Asus ROG Zirus 2 yang satu ini. Nah, untuk skenarionya sendiri kita menggunakan mode manual ya dengan kipas dietting ke maksimal. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise bisa diram dengan baik? Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Asus ROG Zepirus 2 yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps di rasio 16 b 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Sebagai catatan buat kalian yang mau hasil perekaman videonya itu maksimal, pastikan kalian berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai ya. Ya, untuk speakernya, laptop game ini dilengkapi dengan en buah speaker dan dari enam itu ada dua buah dual side wooovers. Untuk lubang keluaran suaranya itu ada empat buah ya. Dua di antaranya ditempatkan pada bingkai atas layar kedua di dekat Excel. Dua lagi ada di bagian bawah laptop. Kita bisa mengatur profil dan equalizernya melalui aplikasi Dolby Setting. Untuk kualitas suaranya rasanya udah enggak perlu dipertanyakan lagi. ROG Zirus itu selalu punya kuota suara yang sangat memuaskan, tidak terkecuali untuk yang satu ini. Bass, mid, dan high-nya itu tersajikan dengan bagus banget. Tentunya speaker ini juga punya keluaran suara yang menggelegar ya. Jadi mantap banget. Oke, sekarang kita lihat kolektor dan tombolnya. Di kiri ada satu DCin, 1 HDMI 2.1, ada satu USB 3.2 Gen2 type A, ada satu Thunderbolt 4 dan 1 3,5 mm audio combo jack. Di sisi kanan ada tombol power, ada satu SD card reader, ada satu USB 3.2 Gen 2 Type A, dan ada satu Thunderbolt 4. Nah, semua konektor Thunderbolt yang ada tadi itu mendukung USB 4, power delivery, dan display output juga. Tapi sayangnya di sini emang belum ada konektor Ethernet ya. Ya, tapi untungnya kan kita masih bisa ngakalin dengan menggunakan konverter USB to Ethernet. Mungkin di sini agak susah ya masang port Ethernet karena dia harus tipis ya. Lanjut untuk keyboard-nya. Laptop game ini dilengkapi dengan wireless soft keyboard dengan ketebalan hanya 5,1 mm. Menariknya walaupun tipis, travel distance tombolnya itu tergolong dalam 1,7 mm. Kenyamanan pakaiannya juga masih mirip seperti keyboard-yboard yang ada di ROG Zeverus lainnya, ya. Nah, menurut Asus area sekeling keyboard ini menggunakan material oil resistant premium fabric. Jadi, permukaannya itu aman dari minyak akibat sentuhan tangan. Material tersebut juga diklaim punya permukaan sehalus kain sutra saat disentuh. Untuk kreativitas, keyboard ini punya kreativitas wireless melalui Bluetooth atau wired Pogo PIN saat dipasang di atas layar kedua. Tentunya konektivitas Pogo PIN ini akan memberikan responsivitas seperti menggunakan keyboard dengan kabel ya. Nah, untuk baterai keyboard ini kita bisa isi melalui konektor USBC di samping atau melalui Pogo Goin saat dipasang di atas layar kedua. Keyboard-nya tentunya juga dilengkapi dengan lampu backlit RGB 1 zona warna dengan tiga tingkat kecerahan. Cannya bisa diatur dengan menekan tombol F2 atau F3. Oke, untuk touchpad ini areanya ukurannya 15 * 9,9 cm dengan desain isi atas yang nyaris tidak bertepi. Touchpad ini diklaim 267% lebih luas dibandingkan pendahulunya. Emang besar banget sih yang satu ini ya. Untuk posisinya itu center to body tapi memang tidak sejajar dengan tombol space bar. Taspad ini punya fitur palm rejection ya. Jadi kursor mouse tuh enggak akan bergerak-gerak walaupun pada saat kita ngetik telapak tangan kita masuk ke dalam touchpad. Touchpad ini juga terasa responsif ya saat digunakan untuk klik kiri dan klik kanan. Ini empuk soalnya saat ditekan. Permukaannya terasa agak sedikit kesat ya, tapi pergerakan jari masih lancar kok. Nah, untuk cooling system laptop gaming ini menggunakan sistem pendingin vaper chamber dengan dua buah kipas. Menariknya, kipasnya dirancang untuk menciptakan aliran udara di dalam casing yang ikut mendinginkan motherboard dan panel layar kedua. Jadi, suhunya tetap terjaga aman. Menariknya lagi di antara komponen motherboard dan panel layar kedua ada lapisan insulasi gravite nano insulated film untuk meminimalkan transfer panas dari motherboard sehingga su panel layar kedua tetap aman. Selain itu, kipas ini juga dirancang tidak berputar saat suhu kerjanya belum mencapai titik tertentu. Jadi, tidak menimbulkan kebisingan kalau aktivitasnya ringan. Untuk lubang ventilasi buangan panasnya itu ada dua yang mengarah langsung ke belakang. Tentunya laptop game ini juga menggunakan liquid metal untuk mengoptimalkan transfer panas dari CPU GPU ke sistem pendinginnya. Oke, untuk sistem keamanan laptop game ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan pengenalan wajah ya. Nah, kita langsung masuk dalam aspek performa. Sekarang laptop gaming ini dilengkapi dengan lima profil performa yaitu Windows mode, silent mode, performance mode, turbo mode, dan manual mode. Nah, di mode manual ini kita bisa mengatur power limit untuk prosesor dan GPU Nvidia-nya, clock GPU Nvidia dan juga kecepatan kipas. Kita bisa mengubah profil performa tersebut melalui aplikasi Armory Create. Nah, kita langsung coba pakai S1 R23. Kita colok dengan charger yang 300 wat. Kita lihat ya. Distabilitas selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 21.674 poin di mode performance, 21.810 poin di mode manual dengan fans speed di 100%. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan kita dapat 20.400 sampai 20.800 poin di mode performance. Lalu kalau kita pakai mode manual dengan fans 100% kita dapat 21.600 sampai 21.700. 00 poin. Sekarang kita lihat kalau kita pakai charger yang 100 watt. Coba lagi jalankan R23. Kita dapat 20.200 sampai 20.400 poin di mode performance dan 20.500 sampai 20.600 poin di mode manual dengan fans speed di 100%. Ternyata performornya enggak jauh turun ya. Keren nih ya. Nah, untuk suhu kerjanya perset menjalankan sinabes R23 stabilitas selama 30 menit. Di mode performan, suor sempat naik ke 94 derajat Celcius di awal pengujian. Tapi kemudian dia turun dan bergerak di kisaran 78 sampai 81 derajat Celcius dengan sesekali aja ada spek ke kisaran 90 derajat Celcius. Sementara di mode manual dengan fans 100% supressor tampak bergerak di rentang 84 sampai 87 derajat Celcius dengan sekali aja ada spike ke 92 derajat Celcius. Oke, sekarang kita uji dengan aplikasi beneran ya. Nah, untuk pengujian selanjutnya kita pakai chargernya 300 watt dengan mode manual dan fans speed di 100% aja langsung ya. Untuk Blender 5.0.1 1 dengan file 3D Blender splash screen. Langsung aja yang berat ya. CPU rendering butuh waktu 25 menit 5 detik. Kalau kita pakai GPU rendering dengan kuda sesai dalam waktu hanya 2 menit 7 detik saja. Untuk suhu kerjanya pesan melakukan GP rendering dengan kuda suhu tertinggi prosesor tercatat hanya mencapai 76 derajat Celcius saja. Sementara SU tertinggi GPU NV-nya hanya mencapai 64 derajat Celcius. Lanjut untuk Adobe Premiier Pro 2026. Videonya 4K6 5 menit. Kita pakai kuda aja langsung. Selesai dalam waktu hanya 1 menit 58 detik. Langsung terbang nih 4K60 ya. Lalu kalau full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu hanya 38 detik saja. Untuk su kerja pas melakukan 4K video exporting dengan kuda. Di sini juga terlihat suhu prosessor itu masih bisa terkendali di bawah 80 derajat celcius sementara GP-nya di bawah 60 derajat celcius. Masih adem. Lanjut Davein Resolve 20.3. Ini software class profesional tapi kita pakai versi gratisnya ini ya. Jadi memang akselerasinya bukan yang full di sini. Untuk video 4K 60 5 menit selesai dalam waktu 6 menit 18 detik. Sementara kalau full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu 1 menit 53 detik. Untuk su kerjanya pesat melakukan 4K video export, supressor terlihat bergerak di rentang 93 sampai 95 derajat celcius. Ini agak tinggi tapi cukup wajar karena pakai versi gratis ya. Karena kalau di versi gratis ini memang kebanyakan membebani sisi prosesornya. Nah, kalau SH tertinggi GPU NVD-nya ternyata hanya mencapai 60 derajat celcius saja di sini. Lanjut untuk capcut ya. Video 4K60 yang 5 menit selesai hanya dalam waktu 46 detik saja. Untuk Full HD 60 fps 5 menit selesai hanya dalam waktu 38 detik saja. Kencang parah. Untuk sukernya pesan melakukan 4K video exporting, supressor sempat naik ke 82 derajat celcius di awal pengujian. Kemudian akhirnya dia turun di bawah 80 derajat celcius. Sementara untuk GPN videonya itu terkendali aman di bawah 60 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kemampuan GPU NVID-nya di pengujian AI image generation benchmark dengan aplikasi UL Prosion. Ya, GPU Nvidia di laptop gaming ini membutuhkan waktu sekitar 1,9 detik saja untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 512 piksel. Sementara untuk gambar yang resolusi 1024 * 1024 piksel, GPN video ini hanya butuh waktu 13,5 detik saja. Ini kencang ya. Ya, lanjut untuk trim time spy graphic skore. Kalau pakai charger 300 wat kita dapat 21.468 468 poin. Nah, kalau kita pakai charger yang 100 watt ini beda. Jadi, 11.007 poin. Jadi, kelihatan ya kalau performa GPN-nya dibatasi saat kita pakai charger yang 100 watt. Tapi tenang, performa pakai charger 100 watt itu masih sekencang RTX 4060 laptop dengan TGP 140 watt yang bisa mendapatkan skor di kisaran 10.895 poin. Jadi, kita masih bisa lancar main game walaupun pakai charger 100 watt saja. Oke, bicara soal gaming. Ya udahlah langsung aja kita masuk ke pengujian gamingnya. [musik] Oke, di game yang terakhir ini kita lihat ya suhu kerjanya saat mainkan e game Cyberpunk 2077 selama 30 menit. Su presornya terlihat berada di kisaran 70 sampai 72 derajat Celcius. Sementara GP-nya terkendali di bawah 70 derajat celcius. Untuk SU permukaan bodinya setengah jam main Cyberpunk 2077. Saat menggunakan mode laptop su area tombol keyboard tercatat aman di bawah 40 derajat celcius. Sementara su area pamr tercatat aman di bawah 35 derajat Celcius. Ini buat jari dan telapak tangan kita tetap aman dan nyaman ya selama kita main game. Tapi kalau mau lebih adem lagi ya tinggal copot aja keyboard-nya dan main secara wireless. Oke, kita lanjut ke storage test-nya. Dengan kristalisma kita dapatkan bahwa kecepatan baca SSD-nya ada di waduh bukan 7.000 ini 13.24 242 MB/s dan tulisnya di 10.031 MB/s. Ini sih kencang banget ini ya. Dan ini sudah sesuai dengan harapan kami untuk SSD PCI Gen 5. Luar biasa monster banget. Oke, sekarang kita lihat ya tahan baterainya ya. Untuk tes baterai kita pakai brightest layar di 150. Volume suara 25% resolusi layar di 2,8K. Dynamic refresh set-nya aktif dengan mode IGP dan GPU Nvidia aktif secara bergantian di sini ya. Untuk 1080p lokal video playback di mode laptop, baterainya bisa bertahan 18 jam 36 menit. Ini sih irit banget sih ini ya. Ini udah seperti laptop tin and light aja nih. Berikutnya kita uji di mode dual screen dengan dua layar yang mutar video secara bersamaan dan keyboard-nya terhubung lewat Bluetooth. Ini baterai baru habis setelah 9 jam 38 menit. Lagi-lagi ini masih tergolong irit untuk sebuah laptop gaming dengan spek yang semonster ini. Oke, sekarang kita lihat untuk charging-nya bagaimana. Ingat baterainya ada di 90 watt hour. Jadi gede banget ya. Untuk setengah jam pertama terisi di 55%. Sementara dari kosong sampai penuh dia butuh waktu hanya 1 jam 35 menit. Ini sih nge-charge-nya kencang parah ya karena patokan normalnya aja di 2 jam pas. Dan untuk laptop-laptop yang baterainya 90 wat hour ke atas biasanya 2 jam itu udah bagus banget. Ini 1 jam setengah loh. Oke, untuk harganya sayangnya saat pengujian, saat video ini dibuat ya, kita belum mendapatkan harga tepatnya berapa. Nanti kita akan update di kolom deskripsi. Jadi cek aja langsung di situ ya. Untuk bonus pembulian kita akan mendapatkan Microsoft Office Home 2024 dan langganan Microsoft Office 365 selama 1 tahun. Lalu kita juga dapat backpack, ada headset juga kita dapat. Dapat ROG Fusion 2 300. Lalu ada mouse ROG Gladius 3 ya. Nah, untuk garansinya dia dapat 2 tahun international warranty dengan 2 tahun Asus VIP perfect warranty. Dengan VIP Perfect Warranty, Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. VIB Preview waret ini dapat digunakan satu kali setiap tahunnya. Jadi, total claim-nya bisa sampai dua kali untuk laptop yang satu ini. Selain itu, laptop gaming ini juga akan mendapatkan layanan Asus Premium Service yang mencakup free round trip shipping. Dengan layanan ini, Asus akan menanggung penuh biaya pengiriman laptop dari pengguna ke service center dan begitu pula sebaliknya. Lalu ada laptop spa. Nah, di sini Asus akan melakukan pembersihan dan perawatan laptop ini secara gratis. Bahkan ada layanan repasta juga atau repaste ya untuk thermalap-nya. Ini menarik ya, karena proses repastingnya itu tergolong agak sulit dan gak semua orang bisa melakukannya sendiri. Tentunya proses repas di Asus Service Center akan dilakukan oleh teknis yang profesional ya. Kemudian ada layanan fast lane. Nah, dengan layanan ini kita akan mendapatkan prioritas antrian saat di service center. Oke, kita masuk dalam hal yang pripartikan. Pertama, RAM-nya onboard jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi 64 GB ya harusnya udah lebih dari cukup ya. Lalu di sini enggak ada konektor Ethernet ya walaupun bisa kalian pakai akseloris USB sebetulnya. Kemudian ini akan sulit untuk melakukan perawatan pembersihan debu secara mandiri karena harus membuka layar kedua. Tapi tenang, kan ada layanan laptop spa dari Asus. Nah, dari segi menariknya ini adalah laptop gaming pertama di dunia dengan dua layar olet berukuran sama besar dan sama-sama besarnya. Ini juga praktis ya. Karena kalau untuk yang butuh nih kita enggak perlu bawa layar-layar lagi. Dua layar sebesar ini harusnya sudah cukup untuk berbagai macam pekerjaan. Bisa menjalankan banyak aplikasi sekaligus di dua layar ya. punya banyak mode penggunaan sesuai aktivitas kita juga punya mode laptop normal dan kemudian dia sudah pakai pressor 16 core Intel Core Ultra series 3 ini kekinian dan kuat buat multitasking kuat jalan aplikasi ringan yang pakai NPU ya ini kalau pakai pressor doang ya dan kalau saya kurang laptop ini sudah punya RTX 5090 laptop di dalamnya ini kuat buat ngedit video 4K 60 fps. enggak ada masalah ditelan ya. 8K juga harusnya bisa. Kuat buat render 3D yang serius sekalipun juga bisa. Kuat untuk main game triple A yang berat dengan settingan atas juga enggak ada masalah harusnya ya. Lalu kapasitas RAM-nya ini masif sih 64 gig ya. SSD-nya juga langsung 2 TB PC gen 5. Udah kencang parah pula di sini. Dan untuk nguprade SSD-nya juga mudah, tinggal nambah aja enggak usah ganti bawaannya. Lalu kedua layarnya ini pakai panel yang mewah untuk gaming dan editing ya. Baterai juga super irit untuk spesifikasinya. Bahkan sebetulnya untuk laptop tin and light pun tergolong irit ini baterainya. Nge-charge-nya kencang parah. Dia udah punya dua Thunderbolt 4, udah Wii 7 dan Bluetooth-nya udah versi 6. Pengamanan biometrik juga ada, RGB backl di keyboard-nya juga ada. Kick stand ini menyatu dengan body ya, jadi enggak perlu dibawa terpisah ya. Lalu kualitas speakernya juga sudah sangat memuaskan. Masih ada lagi bonus charger 100 watt yang lebih ringan dan mudah untuk dibawa-bawa ke mana-mana. Lalu masih dapat bonus headset dan mouse gaming yang lumayan serius juga dan ada garansi kelahiran pengguna selama 2 tahun. Jadi pertanyaannya Asus ROG Zvirus Duo ini cocoknya buat siapa? Laptop ini sepertinya harusnya cocok buat yang butuh alat kerja dua layar yang mudah dibawa ke mana-mana tapi penginnya performanya harus harus super super super kencang banget ya buat ngedit video 4K60 udah keentengan di sini. Buat desain dan animasi 3D gak ada masalah. Tentunya buat desain cat juga bisa. Pasti enteng. Buat yang ter bisa kerja di PC desktop dengan dua layar harusnya cocok banget pakai laptop yang satu ini. Apalagi laptop ini performanya nyaris sekencang PC desktop pula ya. Mau dipakai kerja di kantor ya pasti udah oke banget. Laptop seperti ini harusnya bikin kita lebih produktif karena pakai dua layar ya. Mau ditambah lagi layarnya juga bisa kan ada satu HDMI dan ada dua Thunderbolt. Wah bisa nambah banyak tuh layarnya. Mau dipakai presentasi depan klien pastinya juga cocok untuk memukau klien kalian. Kita enggak perlu presentasi pakai hasil render atau video. Jadi pula di sini ya. Langsung aja presentasi pakai aplikasinya langsung edit sesuai permintaan klien di tempat di depannya mereka. Bisa mau dipakai coding? Wah ini pasti bisa banget ya. Apalagi kan bisa pakai book mode ya. Tapi pastikan juga apakah spesifikasi laptop ini memang cocok dengan aplikasinya. Agak susah nyari yang enggak cocok sebetul harusnya ya. Ya, tentunya laptop gaming ini akan cocok buat yang cari mesin gaming super kencang, super unik untuk main game Triple A secara mulus dengan frame rate 100usan FPS dengan setting mentok kanan pakai dua layar. Jadi kalau butuhnya laptop high performance yang serba bisa, enggak cuma gaming ya, yang langsung punya dua layar dan speknya rata kanan, baterainya irit, rasanya sih Asus ROG Zirus Duo keluaran 2026 ini bisa menjadi pilihan yang tidak bisa dilewatkan. Yang jelas sih menurut saya ini adalah laptop yang akan jadi mimpi banyak orang.

Lihat di YouTube