Review ASUS V600 AiO (VM640KA): PC Hemat Daya Buat Kerja Berat, Gaming, & AI (YouTube Video)
Jarang-jarang nih ada all inone PC hemat daya tapi serba bisa. Mau jalanin aplikasi berat? Bisa dong. Dia kan pakai pressure 8 core 16 start berbasis AMD Zen5. Jadi kekinian buat jalanin aplikasi yang suka jumlah core yang melimpah, mau main game yang grafisnya lumayan berat bisa juga. Kan IGP-nya itu IGP AMD berbasis RDNA 3.5 yang juga kekinian. Mau jalanin aplikasi AI enggak ada masalah. Ada NPU di sini jadi bisa jalanin AI tanpa perlu connect ke internet. Kapasitas RAM-nya juga langsung 16 GBD dari 5. Besar dan mewah buat tahun 2026. SSD-nya langsung 1 tera dan bisa ditambah SSD kedua juga. Layarnya juga langsung pakai panel IPS 100% sRGB. Jadi mantap buat editing. Konsumsi daya cuma 100 watt lebih dikit. Ini irit banget ya. Menariknya lagi kalau all in one PC ini bermasalah kita tinggal panggil teknisinya ke tempat kita. Jadi lebih praktis aja. All in One PC ini adalah Asus V600 AIO VM640 KA. Oh ya, all in one PC ini ternyata enggak cuma menarik dari segi kemampuannya, tapi juga harganya. Untuk spesifikasi dan semua fitur yang ditawarkannya, harga all-inone PC ini masih di belasan juta. Masih ingat kan kapasitas RAM dan SSD-nya? Tahu dong harga RAM dan SSD sekarang berapa di tahun 2026 ini. Bahkan All One PC ini juga multifungsi ya, bisa jadi LCD monitor untuk perangkat yang lain. Menarik kan? Oke, langsung aja kita mulai ke bahasannya dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen AI 7350. Fabrikasi CPU-nya adalah TSMC 4 nanmfet. Default TDP-nya 28 watt. Dia punya 8 core 16 trad yang terdiri dari 4 core Zen 5 dan 4 core Zen 5C. L3 cash-nya 16 MB. Integrated grafisnya adalah AMD Radion 860M. IGP ini menggunakan arsitekturdan 3.5 dengan 8 compute units atau 512 stream processors. IGP ini juga sudah support fitur ray racing dan juga kemampuan encode serta decode video AV1. Menariknya kita bisa mengatur secara manual kapasitas VAM-nya melalui aplikasi My Asus AMD software atau dari BIOS. Nah, untuk NPU-nya dipakai AMD Ryzen AI dengan kemampuan 50 tops. Jadi, all inone PC ini mampu menjalankan fitur copilot plus PC seperti recall, cocreator atau live caption secara real time. Tentunya NPU ini juga bisa kita pakai untuk hal lain seperti menciptakan gambar dari input tex atau prom dengan aplikasi amuse AI misalnya. Nah, bisa dilihat nih ya, NPU-nya langsung keload pada saat kita eksekusi prom gambar yang tadi kita masukkan. Untuk memori atau RAM-nya adalah 16 GB DDR5 5600 MHz single channel. Tapi tenang, all- inone PC ini dilengkapi dengan dua slot SODIM. Jadi bisa di-upgrade kapasitasnya dan dijadikan dual channel supaya jadi lebih kencang. Menurut Asus kapasitas RAM-nya itu bisa di-upgrade hingga 64 GB. Nah, untuk storage 1 TB SSD M.2 NVM PCI gen 4x4 menarik enggak kita bisa menambah SSD M2 kedua. Jadi kapasitasnya bisa ditambah tanpa mengganggu SSD utamanya. Untuk wires connectivity dia pakai modu Mediatek yang sudah mendukung Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4 kekinian dan future proof tentunya. Untuk power adapter atau power supply-nya itu 120 watt aja ya. Untuk OS-nya itu Windows 11 25 H2. Untuk body factory tentunya all in one PC ya. Materialnya adalah perpaduan polikarbonat dan logam. Nah, untuk warnanya bisa dilihat sini ya. Ini yang white atau putih tentunya ya. Untuk desain all5 PC ini bisa dibilang punya desain yang minimalis dan tampak seperti LCD monitor biasa yang berwarna putih. Dengan desain seperti ini, all inin PC yang satu ini jadi punya penampilan profesional. Jadi cocok dipakai di lingkungan perkantoran, kampus, sekolah, ataupun di rumah. Ya, tentunya karena mirip LCD monitor dia jadi hemat tempat di atas meja dan membuat setup fisik kerja kita jadi bebas dari banyak kabel yang berseliwuran. Nah, untuk dimensinya 54,1 * 41,6 * 21 cm dan untuk bobotnya all in one PC-nya aja ada di 5,97 kg. Untuk layarnya ini ukurannya 23,8 inci, resolusi 1920* 1080 piksel, refresh rate-nya sampai 100 Hz. Panelnya adalah panel IPS. Menurut Asus, tingkat kecaan maksimumnya adalah 250, sedangkan kelar gamot di 100% sRGB. Nah, kalau ketahuk ya, tingkat kecaran maksimalnya ternyata 300 nit ya. Eh, lumayan jauh lebih tinggi dari klaimnya ya. Untuk gamote coverage-nya ada di 97% sRGB dengan gambut volume di 107,6% sRGB. Ini berarti layarnya udah bisa dipakai buat ngedit video atau foto yang butuh akurasi warna yang baik. Nah, dipakai untuk streaming film ya udah mantaplah pastinya ya. Buat berjam-jam kerja harusnya juga enggak ada masalah karena sudah punya sertifikasi Tuv Rinland ICE. Layar ini punya permukaan non glare sehingga minim pantulan bayangan yang bisa mengganggu kenyamanan pemakaian. Bingkai leher juga menggunakan desain tipis seperti LCD monitor terbaru saat ini ya. Dengan tingkat skrin tu racun yang tinggi ia mencapai 93%. Nah, dari segi ergonominya layar ini hanya bisa diatur kemiringannya ke arah depan atau belakang. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya all inin one PC ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps. Menariknya kita bisa memunculkan dan menyembunyikan kamera tersebut dengan cara seperti ini. Mekanisme seperti ini membuat kita lebih aman dari resiko dip walaupun mungkin kameranya kena hack ya. Kameranya juga mendukung fitur Windows Studio Effect dan akan menggunakan NPU untuk komputasinya. Lalu untuk mikrofonnya ada dua buah dan ditempatkan pada sisi sebelah atas modul kamera. Untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dan mikrofon dari AIO Asus yang satu ini. Untuk pencayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Dan untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 1080p 30 fps. Untuk hasil gambarnya di sini terlihat cukup terang dengan detail yang mencukupi dan sedikit noise di area yang gelap. Oh ya, suara yang kalian dengar dari tadi direkam langsung menggunakan mikrofon dari AIO Asus yang satu ini. Gimana menurut kalian? Oke, untuk audionya all in di sini dilengkapi dengan dua buah speaker 5 watt dengan arah keluaran suara ke bawah ya. Kita bisa mengatur profil dan equalizer suara melalui aplikasi Dolby Access. All pie ini ternyata mampu mengeluarkan suara yang lantang ya. Kualitas suara yang ind sekarang juga cukup oke dengan suara bass yang agak dominan. Suara bassnya juga terasa cukup bulat dan bisa sedikit menghentak di sini. Luar biasa. Nah, untuk konektor dan tombol kita lihat di bagian belakang ya. Ada tombol power, ada satu USB 3.2 gen one type C, ada 1 GB Ethernet, 1 DC in. 1 HDMI input, 3 USB 3.2 gen one yang type A, ada 1 HDMI output dan kalau di bawah itu ada 1 USB 2.0, ada 1 HDMI mode button, ada 135 mm audio combo jack, dan ada satu canon lock slot. Nah, karena ada HDMI input, all PC ini bisa difungsikan sebagai LCD monitor biasa. Jadi, dia bisa dipakai sebagai layar untuk PC lain, laptop, konsol game, atau bahkan bisa dipakai menonton siaran TV dengan nambahin STB aja. Nah, oke untuk cooling sistemnya All B ini menggunakan sistem penginan aktif dengan satu heat pipe tembaga dan satu kipas untuk ventilasi pembongannya itu mengarah ke atas. Nah, dari sisi security-nya all B ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan pengenalan wajah. Oke, untuk keyboard dan mouse-nya ya. Saat membeli all in one PC ini, Asus menyertakan wireless keyboard dan mouse yang dapat terhubung melalui USB receiver. Ini membuat setup kita di atas meja jadi lebih rapi lagi kan bebas dari kabel-kabel jadinya ya. Untuk keyboard itu pakai dua baterai triple A sementara mouse-nya pakai satu baterai yang AA. Tentunya baterainya langsung disertatakan bersama keyboard dan mouse-nya ya. Jadi enggak usah beli-beli lagi. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. All PC ini memiliki tiga profil performa yaitu performance mode, standard mode, dan whisper mode. Kita bisa mengubah profil tersebut di aplikasi My Asus. Oh ya, all inin one piece ini akan kami uji dengan dua kondisi ya, yaitu single channel 16 GB dan dual channel 24 GB. Caranya adalah dengan menambahkan satu keping RAM 8 GB. Kita lihat di bench R23 ya. Dabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang mampu dicapai adalah 11.902 poin di mode standar dan 12.694 poin di mode performance. Sementara untuk skor yang bisa dipertahankan ada di 11.400 sampai 11.500 poin di mode standar dan 12.300 sampai 12.400 poin di mode performance. Kalau kita lihat suhu kerjanya di mode standar supressor itu sempat naik hingga 97 derajat celcius di awal pengujian. Tapi kemudian dia turun sampai di bawah 80 derajat celcius. Sementara di mode performance supressor itu sempat naik sampai 100 derajat celcius di awal pengujian. Tapi kemudian dia turun di bawah 90 derajat celcius lalu turun lagi sampai ada di bawah 80 derajat celcius. Jadi ya terkendalilah di sini ya. Untuk konsumsi dayinya selama penghujan adalah 74 sampai 104 watt. Oke langsung kita coba pakai Adobe Premier Pro 2026. Kita pakai video full HD 60 fps yang sekarang durasinya kita pakai yang 5 menit. Untuk GPU acceleration dengan open shell channel itu 5 menit 43 detik. Lumayan cepat. Tapi kalau dual channel dia bisa 3 menit 51 detik. Terlihat di sini ya kalau kita pakai dual channel hanya dengan namain 8 GB RAM saja waktu eksportnya jadi lebih cepat sekitar 32%. Nah untuk su kerjanya peran melakukan full HD video export dengan Open CL su kerja pressor tuh sempat naik di 78 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun sedikit di bawah 60 derajat celcius. Untuk konsumsi saya di pengujian ini adalah 55 sampai 75 watt. Lanjut ke Davin Resolve 20.3 3 software video editing kelas profesional, tapi ini versi gratisnya ya. Untuk video full HD 60 fps yang 5 menit tadi ya, single channel aja itu butuh waktu 7 menit 49 detik. Sementara kalau dia dual channel, nah ini mantap nih udah 5 menit 30 detik waktu eksportnya jadi lebih cepat sekitar 29% saat dual channel-nya diaktifkan. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat exporting di sini supressor tuh sempat naik hingga 99 derajat celcius di awal pengujian tapi kemudian turun di bawah 80 derajat celcius. Jadi aman untuk konsumsi dayanya ada di kisaran 84 sampai 105 watt. Lanjut kalau kita pakai CapCut bagaimana? Video sama ya. Full HD 60 fps yang 5 menit ya. Untuk single channel sesuai dalam waktu 4 menit 25 detik. Kalau dual channel tuh 3 menit 19 detik. Di sini waktu eksportnya jadi lebih cepat sekitar 24% begitu dua channelnya aktif. Nah untuk suhu kerjanya kita lihat supressor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Sementara konsumsi daya cuma 70 sampai 86 watt saja. Oke, lanjut lagi kita lihat ya untuk trimx time spy graphic skornya. Kalau single channel ada di 1761 poin, dua channel di 2.207 poin. Jadi kita lihat ada peningkatan performa grafis sekitar 25% kalau kita pakai dual channel. Oleh sebab itu di pengujian berikutnya yang untuk gaming kita langsung jalankan di dual channel dan hasilnya seperti ini. Oh. Oke, di game yang terakhir ini kita lihat ya, setengah jam kita mainkan Cyberpunk 2077. Kita lihat suhunya. Prosesor itu terlihat berada di kisaran 69 sampai 71 derajat Celcius aja. Jadi masih aman banget. Nah, sekarang kita lihat lagi untuk konsumsi dayanya ya. Kalau kita streaming video 4K60 di YouTube ya, itu ternyata cuman 25 sampai 47 watt saja. Sementara kalau idol di desktop aja tanpa menjalankan aplikasi dia ada di kisaran 21 sampai 26 watt. Nah, dari segi ujanjian tadi kita asumsikan all in PC ini akan memakan daya maksimum. Tadi kalau kita lihat ada yang 106 watt ya pengujiannya ya kalau kita main game Valoran. Nah, kalau all in one PC ini dipakai secara terus-menerus di 106 watt selama 12 jam dalam sehari, maka biaya pemakaian listriknya adalah di Rp1.837 per harinya. Jadi kalau kita kalikan 30 hari ya asumsi untuk sebulan ya kurang lebih jadi Rp55.110 untuk pemakaian listriknya. Tapi ingat ya itu asumsinya dalam 30 hari kita 12 jam menggunakan dia dalam e kondisi di mana konsumsi daya tertinggi. Tentunya kalau beban kerjanya lebih rendah dan durasi pemakaiannya per hari itu lebih singkat maka dayanya akan lebih rendah dan biaya listriknya akan ikut turun. Jadi anggap aja yang R5.000-an tadi adalah kondisi maksimalnya ya per bulan. Oke, kita lanjut untuk storage testnya. Dengan Kisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.117 MB/ dan tulis di 4.963 MBs. Ini sih kecepatan bacanya serius ya. Ini kencang banget ya. Oke, untuk harganya yang satu ini ada di harga Rp18.199.000. Untuk bonus pilihannya kita dapat wireless keyboard, dapat wireless mouse, dapat Microsoft Office Home 2024. Ya, ini yang enggak usah langganan lagi itu ya. Tapi kalau mau langganan Microsoft 365 basic tenang 1 tahun pertamanya digratiskan, ya. Ada langganan gratis di situ ya, 1 tahun ya. Nah, untuk garansi kita dapat 2 tahun onside service. Jadi, teknisinya akan mendatangi tempat kita saat all inone PC ini butuh perbaikan. Jadi, kita enggak perlu antri atau repot bawa all in1 PC ini ke tempat service center kalau ada masalah. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya ini masih single channel, tapi untungnya udah langsung 16 GB. Jadi, udah cukup aman ya buat ngjalin aplikasi yang butuh RAM besar. Kalau mau lebih kencang sih saran kami sebaiknya upgrade ke dual channel. Nambahin 8 GB aja udah bisa naikin performa di atas 20% ya. Nah, lalu untuk ergonomi layarnya. Nah, ini terbatas ya untuk kelas harganya ya. Harapan kami sih sedikit lebih fleksibel sebetulnya. Oke, dari sini menariknya jelas ini praktis siap pakai enggak perlu rakit-rakit lagi yang satu ini dan dia hemat tempat di atas meja kerja. Desainnya juga keren ya, elegan di sini. Kemudian dia sudah pakai pressor AMD Ryzen AI 300 series. Ini enteng buat multitasking, kuat buat editing video sampai full HD 60 fps. Bahkan game br juga bisa lumayan lancar ya, asal setting grafisnya disesuaikan. Dia udah punya NPU juga dan irit daya. RAM juga langsung 16 GB dan bisa di-upgrade. Tadi dibahas ya. Lalu panelnya itu layar IPS 100% sRGB. Konektornya lengkap. Ada HDMI input juga, jadi bisa dipakai sebagai monitor untuk device-device yang lain. Ada pengamanan biometrik, ada bonus wireless keyboard dan mouse juga di sini. Lalu ada bonus Microsoft Office. Garansiya untuk sebuah PC juga gampang ya. Ini satu tempat aja, satu pintu aja ya untuk semua komponennya. Jadi lebih mudah aja pengurusannya saat terjadi kendala. Bahkan kalau ada masalah bisa dipanggil tuh servisnya ke rumah ya. Jadi Asus V600 AIO VM640KA ini cocoknya buat siapa aja sih? buat dipakai di rumah pastinya cocok, apalagi kalau butuh yang instan tanpa perlu rakit-rakit lagi. Dia juga cocok buat yang tinggal di rumah kecil, apartemen, atau kos-kosan karena bodinya cuma seukuran layar LCD 24 inci dan dia bisa membuat kita enggak butuh layar yang lain lagi kan bisa pasang semuanya di sini aja gitu ya. Mau punya game konsol atau apapun itu tinggal tancep ya. Nah, dayanya juga cuman ya sekitar 100-an watt lah maksimal ya. Jadi aman buat tempat tinggal yang daya listriknya kecil buat editing video ya selama maksimum di 1080 p 60 fps biasanya video-video pendek gitu ya itu juga aman banget speknya udah mumpuni di sini buasan hiburan keluarga juga bisa ya karena layeri lumayan besar dan speakernya mantap di sini ya pastinya dia juga bisa dipakai sebagai sanal belajar atau bekerja orang di rumah ya nah kemudian dipakai sebagai komputer di kantor sekolah atau kampus ya tentunya cocok banget penampilannya juga keren only one bisnis seperti ini pastinya akan memudahkan kan dalam hal pengadaan juga ya, karena biasanya butuh dalam jumlah yang besar dan kita enggak perlu repot rakit-rakit lagi. Apalagi kalau butuhnya dalam jumlah puluhan atau ratusan unit gitu ya. Jadi ya datang buka kotak udah beres tinggal colok ke listrik dan yang penting lagi konsumsianya juga irit dan bikin tagihan listrik tetap aman setiap bulannya. Tentunya karena bentuknya seperti LCD monitor jadi dia juga enggak banyak makan tempat dan bebas dari kabel-kabel yang berseliweran. Jadi kalau butuhnya sebuah PC desktop high performance yang irit daya, hemat tempat komplit, enggak perlu rakit-rakit dan harga cukup sepadan untuk speknya, rasanya Asus V600 AIO VM640KA, ini bisa jadi pertimbangan yang sangat menarik.
