Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang (YouTube Video)
Laptop 18 core ini bodinya tipis dan bobotnya enteng banget. Cuma 980-an gr doang. Padahal laptop 18 core biasanya tuh bodinya besar dan berat. Performanya juga enggak bercanda nih. Dia pakai Snapdragon X2 Elite pressure laptop kelas atas terbaru dari Qualcom. NPU-nya udah 80 tops. Ini NPU paling kencang yang ada saat ini. RAM 32 GB SSD 1 TB. Ini mewah banget untuk laptop tahun 2026. Layar pakai OLED juga. dan ada dua konektor USB 4. Baterainya super irit, nyaris 23 jam. Laptop ini adalah Asus Zenbook A14, tapi yang keluaran 2026. Ya, akhirnya kita sukses nge-review laptop Windows yang pakai Presor Snapdragon X2 Series. Janjinya sih Snapdragon X2 Series ini punya performa yang lebih kencang tapi baterainya tetap irit. Tapi sebelum kita lihat performanya, kita cek dulu speknya ya. Untukor dia pakai Qualcom Snapdragon X2 Elite X2E8100. Fabrikasinya tuh 3 nanm. Dia punya 18 core, 18 thread Qualcom Orion CPU yang terdiri dari 12 prime core dan 6 performance core. Maksimum multiore frekuensinya untuk prime core di 4 GHz, untuk performance core di 3,4 GHz. Prime core boost frekuens-nya 4,7 GHz untuk single core dan dual core. Total cash memorinya besar. 53 MB. Integrate grafisnya pakai Qualcom Adrenal GPU X290. Sistem grafis ini mendukung API DX 12.2 Ultimate, Vulcan 1.4 dan OpenCL 3.0. Untuk NPU dia pakai Qualcom Hexagon NPU dengan kemampuan komputasi hingga 80 tops. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan NPU yang ada di X Elite yang hanya 45 tops. Ini juga jauh melampaui pershatan minimal copil plus PC yang ada di 40 tops. Untuk memori RAM-nya dia pakai 32 GB LPDR 5X 9523 MHz dengan memory Bass di 128 bit. Kencang parah. Untuk storage diakai 1 TB SSD M2 and Famy PCI Gen 4 by4 connectivity dia pakai modul Qualcom Fast Connect yang udah support WiFi 7 dan bututnya versi 5.4. Tentunya laptop ini juga sudah mendukung Snapdragon Sound jadi mendukung kodex yang lossless. Ini berarti suara yang didengar akan mirip seperti aslinya saat menggunakan TWS atau perangkat audio berbasis Bluetooth lainnya. Tentunya kita akan membutuhkan perangkat audio yang mendukung lossless ya untuk bisa menikmatinya ya. Untuk kapas baterainya ada di 70 wat hour. Ini cukup besar untuk laptop yang tipis dan ringan dibuat 1 kg. Untuk OS dia pakai Windows 11 body form factornya adalah clampell atau e model laptop klasik ya. Materialnya ser aluminum. Nah menurut Asus material sintetik seramik ini dibuat dengan melakukan proses elektrokimia pada material magnesium aluminium. Proses tersebut menghasilkan material dengan sifat ringan seperti logam aslinya tapi dengan kekuatan seperti keramik. Ser aluminum sendiri diklaim lebih tahan goresan dan keausan akibat pemakaian. Menariknya lagi material ser aluminum tersebut digunakan di seluruh bagian body laptop kecuali bingkai layarnya. Di laptop ASU sebelumnya materialnya cuma digunakan untuk area punggung aja. Tentunya laptop ini juga sudah memenuhi standar daya tahan military standar 810H. Jadi ketangguhannya terjamin lah. Untuk warna ada zabrisky bage ini yang kita uji dan ada Iceland Grey. Uniknya warna tersebut dihasilkan dari proses elektrokimia bukan dengan cat. Warna tersebut diklaim tidak akan cepat pudar sehingga penampilan laptop tampak akan seperti baru terus walaupun sudah digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, untuk desain laptop ini sepertinya masih menggunakan sasis body yang sama dengan Asus Zenbook A14 e keluaran sebelumnya. Jadi enggak ada yang benar-benar baru dari desainnya. Tapi harusnya ini bukan menjadi masalah karena Asus Zenbook A14 itu punya DNA desain premium dan profesional dengan permukaan body yang tasa mulus saat disentuh. Dan kebetulan itu adalah laptop saya 6 bulan terakhir itu nyaman banget pakainya. Nah, untuk dimensinya panjangnya 31 cm, lebar 21,3 cm, dan ketebalan paling tipisnya 1,34 cm, paling tebal 1,59 cm. Untuk bobot laptopnya aja di 98 gr. Ini sangat ringan ya untuk laptop 14 inci dengan baterai 70 WH. Untuk charger dan kabelnya itu ada di 250 gr. Ini adalah charger 100 wat dengan kabel USB type C yang bisa dilepas. Nah, total babot kalau dibawa-bawa semuanya jadi 1,23 kg. 1,23 kg itu biasanya berat laptop yang dikatakan ringan. Nah, ini laptop plus chargernya. Untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci dengan resolusi 19201200 pikel dengan aspek rasio 16 bres rate-nya 60 Hz dengan respon time di 0,2 ms. Panelnya OLED. Menurut Asus dengan kisaran maksimalnya ada di 400 Nits di mode SDR dan 600 Nits di mode HDR dengan kelarga mood 100% di CP3. Nah, kalau kami ukur tingkat ceraan maksimalnya ada di 408 nit di mode SDR dan 642 nits di mode HDR. Gamut coverage-nya 99,2% di CP3 dengan gamb 111,2% di CP3. Ini menandakan kalau layar laptop ini udah siap dipakai untuk content creation dan untuk editing yang serius. Mau dipakai kerja berjam-jam di depan laptop ini juga enggak akan bikin mata cepat lelah karena dia udah punya sertifikasi TUV Rainland dan SJS ICE display. Jadi tingkat cahaya birunya itu sedikut sampai 70% lebih rendah. Perbukan Lir juga punya sifat yang glossy ya. Jadi akan sedikit menentukan bayangan dari objek kita. Tapi ini memang normal untuk sebuah layar OLED dan hal ini justru sebetulnya membuat warnanya tampilan tuh jadi lebih cemerlang. Nah, bingkai layer juga sudah menggunakan desain yang tipis dengan tingkat screen body rasio mencapai 90%. Oke, laptop ini dilengkapi dengan kamera infrared 1080p 30 fps. Tentunya kameranya juga mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, portrait light, eye contact, background effect, dan creative filters. Nah, saat aktif fitur Windows Studio Effect akan di-load di NPU, jadi penggunaan baterainya akan lebih irit. Konom ini juga dilengkapi dengan dua buah mikrofon yang berada di sisi kanan dan kiri kamera. Mikrofon tersebut juga sudah dilengkapi dengan teknologi Asus AI Noise canceling untuk meredam suara bising di sekitar kita. Kamera di laptop ini ternyata mampu menangkap gambar dengan kues yang mantap ya. Detail wajah kami dapat ditangkap dengan cukup baik dan mini noise. Mikrofon di laptop juga mampu menangkap suara kami dengan natural dan menghilangkan sepenuhnya suara bising di sekitar kami saat fitur noise cancellation-nya diaktifkan. Oke, kali ini kita uji kemampuan mikrofon dari laptop Assassin Boot yang satu ini. Bisa kalian lihat di sekitar ini lagi ramai banget ya sama kendaraan. Wajar soalnya ini udah masuk jam pulang kantor. Untuk kualitasnya sendiri ini sudah terbilang bagus ya. No di sekitar bisa keredam dengan baik dan suara saya bisa ketangkap dengan baik juga. Kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptop Asus Zenbook yang satu ini. Untuk resolusi maksimalnya dia bisa sampai 1080p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Kalau menurut saya pribadi sih ini udah bagus banget ya. Untuk detailnya ini dapat, warnanya juga oke. Overall ini udah mantap banget kalau dipakai untuk misal meeting online maupun video call. Nah, untuk audionya [mendengus] laptop ini dilengkapi dengan dua buah super linear speaker dengan arah keluaran suara menuju ke alas laptop. Kita bisa mengatur profil dan equizor melalui software Dolby setting atau dari My Asus. Laptop ringan ini ternyata punya suara yang lantang ya. Kesernarnya juga terasa memuaskan seperti laptop-laptop Zenbook lainnya. Bahkan laptop tips ini masih bisa menghasilkan suara bass yang terasa bulat dan cukup dalam. Oke, untuk konektor di sebelah kiri ada 1 HDMI 2.1 lalu ada 2 USB 4 Gbps yang sudah mendukung power delivery, display output, dan perangkat-perangkat Thunderbolt. Kemudian ada satu 3,5 mm audio combo jack. Di kanan ada satu USB 3.2 Gen 2. Nah, untuk keyboard sebenarnya enggak ada yang benar-benar baru ya di sini. Bentuk tombol, tata letak, dan kenyamanan pakaian tetap mirip seperti Zenbook A14 versi 2025. Travel distance-nya juga sama, masih di 1,3 mm. Tentunya keyboard ini dilengkapi dengan lampu backlit warna putih dengan tiga tingkat kecerahan yang bisa diubah dengan menikan tombol F4. Backlit ini juga punya mode auto di mana lampu akan otomatis menyala saat ruangan jadi gelap atau meredup saat ruangan dalam keadaan terang. Nah, untuk touchpad ini ukurannya adalah 12,7 * 7,9 cm dengan desain sisi pinggir atas yang tidak bertepi. Posisinya cenderung center to body tapi tidak sejajar dengan tombol space bar. Touchpad ini punya fitur pump rejection ya. Jadi cursor mouse itu enggak akan bergerak walaupun telapak tangan kita enggak sengaja menyentuh permukaan touchpad saat kita sedang mengetik. Saat itu coba, touchpad ini terasa responsif ya saat digunakan dan klik kanan kirinya enggak perlu tekan terlalu dalam. Pergerakan jari kita juga terasa mulus dan lancar. A touchpad. Nah, untuk sistem pendingin laptop ini dia dilengkapi dengan satu buah heat pipe dan dua buah kipas. Untuk ventilasi buangan panasnya itu ada dua dan ini mengarah ke belakang. Oke, untuk sistem security-nya laptop ini dilengkapi dengan sistem pengamanan biometrik dengan jenis pengenalan wajah. Selain itu kita juga bisa mematikan modul kamera dengan menekan tombol function plus F11 jadi lebih aman. Nah, untuk aspek performanya laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa yaitu ada performance mode, standard mode, dan whisper mode. Profil tersebut dapat diubah dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui aplikasi My Asus. Oke, kita langsung aja coba pakai CBZ 2024 for arm 64 ya. Dan ini kita coba dulu pakai charger ya. Dalam stabilitas selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 1319 poin di mode standar dan 1499 poin di mode performance. Sebagai perbandingan, skor yang didapatkan oleh Presor X Elite X1 E78100 adalah 970 poin doang. Ini berarti X2 Elite di laptop ini dan 53% lebih kencang dibandingkan X Elite sebelumnya. Ini jauh banget naiknya ya, cuma dalam satu generasi doang. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan ada di 1250 sampai 1260 poin di mode standar dan 1440 sampai 1450 poin di mode performance. Nah, sekarang kita coba kalau tanpa charger. Nah, kalau kita lepas chargernya sekarang di mode standar kita dapat 1240 sampai 1250 poin. Sementara di mode performance 1430 sampai 1440 poin. Jadi mau pakai charger atau tidak pakai charger performanya sama aja ya. Oke, sekarang kita lihat suhunya. Kalau kita jalankan sinband stabilitas selama 30 menit di mode performance supressor sempat naik sampai 95 derajat celcius tapi kemudian akhirnya bergerak di kesaran 75 sampai 84 derajat celcius. Jadi aman banget ya. Oke kita lanjut ke Premiere Pro 2026 Arm 64. Jadi ini dari Adobe dan sudah support ARM 64 ya. Untuk video 4K60 yang 5 menit kalau kita pakai open semua selesai dalam waktu 10 menit 15 detik. Sebentar kalau videonya full HD 60 fps durasi 5 menit dengan open sesai dalam waktu 2 menit 47 detik. Untuk Serja pasar melakukan 4K60 video exporting. Suprosen sempat naik ke 95 derajat celus di awal pengujian. Namun kemudian akhirnya turun di bawah 80 derajat celcius dengan dua kali spek aja ke 83 derajat celcius. Jadi aman banget. Oke, sekarang kita lihat untuk Dainci Resolve 20.3. Lagi-lagi ini yang sudah optimal untuk ARM 64. Videonya 4K60 5 menit itu selesai dalam waktu 14 menit 12 detik. Kalau full HD 60 fps yang 5 menit selesai dalam waktu 4 menit 22 detik. Nah, ini kencang ya. Untuk sukerja pas menjalankan 4K60 video exporting, surat rata prosesor dapat digunakan di bawah 70 derajat celcius dengan sekali spike aja ke 80 derajat celcius. Lanjut ke capcut. Lagi-lagi software ini juga sudah untuk ARM 64 ya. Video 4K60 yang 5 menit selesai dalam waktu 3 menit 51 detik. Untuk video full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu hanya 1 menit 18 detik. Nah, untuk suhu kerja persamaat melakukan 4K6 video export supressor di awal sempat naik ke 93 derajat celcius lalu kemudian turun dan terkendali di bawah 90 derajat celcius. Jadi menarik ya, software video editingnya itu tiga biji itu semua sudah arm 64 loh. Sudah kompatible full native. Kalau ada yang bilang, "Wah, ini pakai ARM banyak yang enggak kompatibel tuh softwarenya udah kompatibel semua ya." Lanjut ul Prosion di pengujian kita menggunakan AI computer Vision benchmark untuk menguji performa NPU dari prosedor Snapdragon. Skor yang didapatkan adalah 4.361 poin untuk X2 Elite di laptop ini ya dan eh 1883 poin untuk X Elite-nya. Ini berarti performa NPU di X2L itu 2,3 kali bukan persen lagi. 2,3 kali lebih kencang dibandingkan NPU yang ada di X Elite sebelumnya. Oke, kita masuk ke trimmax solar Bay Graphic test. Kita dapat 81,21 FPS untuk X2 Elite di laptop ini. Sementar di X Elite sebelumnya cuma 42,73 FPS. Jadi performa IGPDX2 Elite ini 90% lebih kencang dibandingkan X Elite yang dulu. Ini jauh banget naiknya dalam satu generasi doang ya. Oke, sekarang kalau gitu mari kita lihat sekencang apa laptop Snapdragon X2 Elite kalau dipakai main game. Dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [musik] Oke, sekarang kita lihat suhunya. punya 30 menit main Cyberpunk 2077 yang suhu prosesor terlet bergerak di rentang 66 sampai 76 derajat celcius. Untuk su permukaan body setengah jam main Cyberpunk 2077. Untuk keyboard area paling panas ada di tengah dengan suhu berkisar 42 sampai 43 derajus di sela-sela tombol keyboard. Suhu tombol keyboardnya sendiri aman di bawah 40 derajat celcius. Tentunya suhu area palmes tuh aman banget di bawah 35 derajat celcius. Seperti diperhatikan ya, sus tinggi ini hanya dicapai kalau kita jal aplikasi berat seperti game dan ini waktunya cukup lama. Kalau dipakai buat ngetik, bikin Excel, browsing, nonton, streaming film, suhunya tidak pernah mencapai setinggi itu. Oke, sekarang kita tes ee kecepatan dari SSD-nya dengan kristal Dismark. Ini spesial lagi ya. Eh, software benchmarknya aja udah for arm 64 di sini ya. Kecepatan bacanya terlihat 7.067 MB/ dan tulis di 6.01 MB/ Ini sih memang sudah SSD PC Gen4 kelas atas udah nyampai 7.000-an. Oke, sekarang kita lanjut untuk pengujian daya tahan baterainya. Tingkat beratasi kita atur ke 150. Volume suara 25% dengan mode standar. Untuk 1080p lokal video playback, kita dapat 22 jam 48 menit nonstop nonton video. Ini sih irit banget laptopnya ya. Padahal ini pakai yang 18 core ya. Jadi dia hampir dapat 23 jam di sini. Untuk charging 30 menit aja itu dapat 56%. Dari kosong sampai penuh butuh 1 jam 54 menit. Ini sedikit lebih cepat dibandingkan standar kami yang 2 jam pas. Nah, untuk harganya nih kalian bisa lihat di sini harganya ya. Tuh harganya segitu tuh. Ya, untuk bonus pilihannya dia dapat Microsoft Office Home 2024 langanan Microsoft Office 365 selama 1 tahun dan ada sliffback. Untuk garansi dia dapat 3 tahun international warranty dengan 3 tahun Asus VIP perfect warranty. Dengan VIP perfect warranty, ASUS Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. VIP PR digunakan satu kali setiap tahunnya. Jadi, total klaimnya bisa tiga kali. Selain itu, laptop ini juga akan mendapatkan layanan Asus Premium Services yang mencakup free round trip shipping. Dengan layanan ini, Asus akan menanggung penuh biaya pengiriman laptop dari pengguna ke service center. Dan begitu pula sebaliknya. Lalu ada laptop spa. Dengan layanan ini ASUS akan melakukan pembersihan dan perawatan laptop kita secara gratis. Bahkan ada layanan penggantian Thermap. Kemudian ada fast lane. Dengan Layan ini kita mendapatkan prioritas antrian saat lagi di service center. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Untuk saat ini belum semua aplikasi Windows memang tersedia versi Arm 64-nya, tapi udah banyak banget sebetulnya yang menyediakan AR 64. Udah banyak sekali aplikasi populer yang keluar versi Rm 64nya. Bahkan semua serating tadi itu sudah Rm 64 semua. Harusnya jumlahnya hanya akan semakin meningkat ya seiring dengan kepopuleran laptop Snapdragon ini. Lalu untuk aplikasi Windows X86 tertentu itu akan berjalan di mode emulasi saat dijalankan di laptop ini. Jadi mungkin ada perbedaan pada performa dan kompatibilitas. Kalau dari pengalaman kami sih, aplikasi yang belum native ARM 64 aja tetap bisa lancar jalan di laptop Snapdragon tanpa kendala yang berarti. Setidaknya untuk software-sofware yang kami pakai, ya. Kemudian yang mesti diperhatikan lagi bahwa resolusi layarnya ini full HD plus. Harapan kami udah pakai panel yang 2,8K seperti laptop Asus yang lainnya. Dari segi menariknya, bobotnya ringan di bawah 1 kilo, 980-an gr doang. Desain dan penampilannya premium. Lalu dia udah pakai Snapdragon X2 Elite yang kencang banget 18 core. Mau multitasking? Enteng di sini. Cash memorinya juga gede banget. Lalu dia kuat editing video 4K60 di aplikasi tertentu. Pakai CapCut lancar ya. Untuk main game juga masih bisa lancar di sini. NPU-nya 80 tops. Ini kencang dan bisa jalan aplikasi AI secara ringan dan secara offline dengan lancar. Kapasitas RAM-nya dan SSI sudah cukup besar. Layar olet 100% di CP3. Baterai juga sangat irit. Punya dua USB 4. Ada konektor USB dan HDM yang besar pula. Dan pengamanan biometrik juga ada. Kualitas speaker sangat memuaskan di sini. Kemampuan noise cancel-nya sangat baik. Lalu dia punya garansi kelalian pengguna. Jadi Asus Zenbook A14 keluaran 2026 ini cocoknya buat siapa? Laptop seperti ini sih harusnya cocok untuk kaum route warrior ya. Bobotnya di ba kg jadi enteng dibawa ke mana-mana. Saya udah ngerasain sendiri dengan versi tahun lalunya. Enak banget dibawa traveling. Chargernya 100 watt dan bentuknya kayak charger HP. Jadi ini praktis dibawa. Enggak perlu bawa charger tambahan buat perangkat lainnya. Enggak perlu repot sering cari colokan listrik karena baterainya itu bisa nyaris 23 jam dalam pengujian kami. Penampilan juga premium. Jadi oke banget. Mau dibuat meeting ketemu klien enggak malu-maluin. Mau dipakai buat video editor juga harusnya bisa karena layarnya udah olet dan speknya kencang buat ngedit video. Ini didukung dengan makin banyaknya aplikasi natif buat editing seperti Premiere Pro, Davisoft atau CPA itu udah natif semuanya. Mau ngedit pakai monitor 5K juga bisa karena konektornya udah support ya. Mau dipakai untuk kalangan programmer harusnya cocok juga ya. Asal aplikasi memang cocok dengan laptop yang satu nih. Jadi kalau dicari adalah laptop Windows 11 kelas atas yang bobotnya enteng di bawah 1 kg performa kencang dengan prosesor 18 K. Baterai super irit nyaris 23 jam. Asus [berdehem] Zenbook A146 ini bisa jadi pilihan yang susah untuk dilewatkan. Yeah.
