Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA) - Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng! (YouTube Video)
Kerja serius pakai laptop tin and light biasa kurang mantaplah. Kerja serius tuh cocoknya pakai laptop yang satu ini. Layarnya ada dua. Buat multitasking nyaman banget. Produktivitas jelas meningkat, enggak perlu bawa monitor tambahan lagi. Dipakai buat beberapa aplikasi berat sekaligus juga kejang karena udah pakai Intel Core Ultra Series 3 yang baru, NPU baru, performa up to 50 tops. Jadi udah jelas ya memenuhi syarat untuk copilet plus PC. RAM-nya langsung LPDDR 5X 32 GB, storage 1 TB. Lega dong. Layarnya mewah, panelnya olet. Dan masing-masing punya resolusi 3K 144 Hz, 100% di CP3 dan panton validated. Konektor juga lengkap, punya HDMI, USB besar, dan ada dua Thunderbolt dan yang jelas sudah punya sistem keamanan biometrik. Ini adalah Asus Zenbook Duo keluaran 2026. Oke, yang pada ngikutin video-videonya, Guy nih, ya. Ya, laptop yang ini pertama kali muncul di video liputan kami saat event CS 2026. Ya, di awal tahun 2026 tentunya. Di event tersebut, Asus memamerkan desain casis laptopnya yang makin mewah dan modern dibandingkan dengan Zenbook dua generasi sebelumnya. Desain Excel-nya juga baru dan diklaim sangat kokoh. Bahkan waktu di CS 2026 bagian tengah laptopnya ini ditimpa beban sampai 9 kg dan bisa tetap bertahan. Keren kan? Nah, laptop ini juga pernah tampil di video review performa lengkap laptop Intel Pantherlake, tapi saat itu kita hanya review prosesornya dan sekarang kita review laptopnya yang sudah resmi masuk ke Indonesia secara lengkap ya mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu tentunya. Untuk prosor dia pakai Intel Core Ultra 9 atau Ultra 9 386H. Ini agak beda ya dibandingkan dengan yang kita tes waktu pengujian panterle sebelumnya, tapi masih panterle juga ini. Nah, untuk litografinya Intel 18A udah 18 Axtrom ya. Apa itu nanometer? Nah, ini di bawahnya lagi nih ya. Base power 25 watt. Dia punya total 16 core dan 16 thread yang terdiri dari 4 performance core, 8 effisent core, dan 4 low power effisent core. Untuk kapasitas Intel smart cas-nya ada di 18 MB. Untuk NPU-nya pakai Intel EIBost dengan performa up to 50 tops. Jadi udah jelas ya, udah masuk kategori copilot plus PC. Untuk integrated graphics dia pakai Intel graphics tapi ini totalnya 4X e Corse. Nah, walaupun hanya 4X Corse tapi XE Corse yang ada dalam pressure Panterake adalah generasi terbaru yang bisa disebut XE3 Core. Ya, nanti kita lihat performanya seperti apa. Untuk kapasitas RAM-nya 32 GB LPD 5X 853 langsung dual channel di sini. Tentunya yang satu ini enggak bisa di-upgrade. Tapi karena sudah langsung 32 gig harusnya udah cukup lah ya untuk laptop tin and light seperti ini. Stors-nya juga gede ya. Kapasitasnya ada di 1 TB SSD M.2. 2 NVM PCI Gen 4. Hanya ada satu slot SSD di laptop ini. Jadi kalau butuh upgrade kita bisa ganti SSD yang sudah terpasang. Untuk revivitas wireless-nya dia pakai Intel WiFi 7 BE21 tentunya udah support WiFi 7 gigabit Wii dan Bluetooth versi 5.4. Untuk kapasitas baterainya ini besar banget di 99 wat hour. Udah mentok nih ya. Menarik ya. Zenbook 2 keluaran 2026 nih menggunakan dual batery system. Jadi ada dua buah baterai yang terpisah. Masing-masing terletak di bawah layar pertama dan di bawah layar yang kedua. Untuk OS pakai Windows 11 Home 25H2. Untuk body factornya ini harusnya clim shell ya e laptop klasik dengan dua layar atau sebetulnya mirip seperti laptop klasik tapi layarnya ada dua ya. Nah untuk materialnya casisnya pakai Asus ser aluminum yang kokoh ya diklaim ini wear and scratch resistant tapi tetap ringan. Untuk warna ini abu-abu ya atau katanya adalah moer grey di sini ya. Untuk desain Asus Zenbook 2 keluaran 2026 ini membawa berbagai perubahan desain kalau dibandingkan dengan Zenbook 2 generasi sebelumnya. Dari ukuran casisnya, laptop ini tergolong lebih kecil 5%. Jadi jelas semakin nyaman untuk dibawa-bawa. Desain XL juga baru ya. Seperti yang kita lihat di awal tadi ya, desain ini memberikan kesan tanpa celah di antara kedua layar karena celah layarnya juga mengecil hingga 70% dibandingkan pendahulunya. Jadi saat digunakan dengan dua layar itu terasa lebih imersif lagi. Laptop ini juga punya kickst yang sudah menyatu dengan body cover bawah. Jadi lebih ringkas kalau dibawa-bawa. Kickst-nya ini diklaim mampu melewati siklus buka tutup sebanyak 40.000 kali saat menahan beban 15 kg. Luar biasa. Jadi udah enggak perlu khawatir kalau exsel dari kick-nya itu akan jadi longgar. Dan tentunya Zenbook 2 keluaran 2026 ini juga diklaim punya durabilitas yang tinggi dan sudah memenuhi military standar 810H. Untuk dimensinya panjang 31 cm, lebar 20,8 cm, dan ketebalannya di sisi paling tipis ada di 1,96 cm, dan paling tebalnya di 2,34 cm. Ini wajar ya mengingat kick stand-nya itu menyatu dengan laptop. Nah, untuk bobotnya laptop plus keyboard-nya itu di 1,7 kg. Keyboard-nya saja 336 gr. Untuk chargernya 244 gr. Jadi total bobot kalau di bawah-bawah semuanya masih di baah 2 kg. Tepatnya 1,94 kg. Ingat ya, ini bawa dua layar ya. Nah, untuk layarnya keduanya itu menggunakan Asus Lumina Pro OLED dengan ukuran 14 inci. Resolusinya sama 3K atau lebih tepatnya 2880 * 1800 pikel. Aspek rasionya 16 bing 10. Refresh rate-nya juga identik ya 144 Hz dengan response time 0,2 m. Udah mirip banget seperti laptop gaming. Menurut Asus tingkat kecerahannya itu 500 nit untuk mode SDR dan 1000 nits di mode HDR. Untuk kelar gambut diklaim mencapai 100% di CP3. Nah, kalau dari pengujian kami untuk layar utamanya kita lihat tingkat kecerahan di mode SD-nya mencapai 488 nits dan mode HDR mencapai 1086 nitz. Jadi udah lumayan mirip lah dengan klaimnya. Untuk gambut coverage-nya ada di 100% di CP3 dan ngambut volm di 120,4% DC IP3. Nah, untuk layar keduanya tingkat citaan di mode SDR itu mencapai 492 nits dan mode HDR mencapai 1090 nit. Lagi-lagi sudah sesuai dengan janji ya untuk gamut GF 100% di CP3 dan gamut volume 119,8% di CP3. Jadi udah mirip bangetlah kedua layar ini. Kalau memang warnanya ini derasa terlalu luas ya tenang kita bisa set profil warnanya melalui software My Asus. Sebagai contoh kita bisa ubah ke mode sRGB. Di sini gamut coverage jadi 100% sRGB dan gambut volume di 108,4% sRGB. Uh, mantap. Kedua layarnya juga sudah panton validated. Jadi cocok dipakai buat konten creation kelas profesional yang butuh akurasi warna. Dipakai buat nonton berlama-lama juga nyaman ya karena ada sertifikasi display HDR true back 1000 dan Rinline low blue light. Nah, walaupun bukan laptop convertible, kedua layarnya sudah mendukung touch screen. Jadi akan lebih mudah ya kalau kita mau scrolling atau nge-zoom di website atau dokumen atau foto gitu. Layarnya juga sudah mendukung penggunaan stylus pen yang sudah disediakan juga dalam paket penjualan. Stylus pen ini mendukung protokol MPP 2.6 dengan 4.096 pressure level. Kita juga bisa menemukan wireless docking charger yang dapat digunakan untuk mengisi ulang daya baterai stylus pennya secara wireless. Jadi kabelnya ini bukan ditancap ke stylus langsung ya, tapi pakai docking yang satu ini. Nah, untuk layar ini layar yang glossy ya. Tapi ya tenang karena layar ini dilengkapi dengan lapisan anti reflection coating. Lapisan ini diklaim mampu mengurangi pantulan bayangan dan cahaya hingga 65%. Bingkai layarnya juga super tipis dengan screen to body rasio yang sangat tinggi mencapai 93%. Layar ini dapat dibuka hingga 180 derajat. Jadi, ini akan mengurangi resiko kerusakan akibat enggak sengaja terdorong. Desain ini juga mempermudah kita saat ingin menampilkan isi layar ke lawan bicara. Oke, kita sekarang lihat mode penggunaan layar. Karena punya dua layar, laptop ini punya sejumlah mode penggunaan seperti misalnya laptop mode. Ini penggunaan seperti laptop normal pada umumnya ya, dengan keyboard terletak di atas layar kedua. Lalu dual screen mode with virtual keyboard. Kita bisa gunakan layar kedua sebagai virtual keyboard dengan cara mengetuk layar dengan enam jari. kita juga bisa mengatur posisi virtual touchpad sesuai dengan keinan kita. Kemudian dual screen mode with Bluetooth keyboard. Untuk mode ini kita gunakan kick stand-nya ya. Jadi layar utama di atas dan layar kedua ada di bagian bawah. Keyboard kita gunakan mode Bluetooth dan kita taruh di atas meja aja. Kemudian ada lagi desktop mode. Ini mirip seperti dual screen mode. Tapi untuk mode ini layarnya kita taruh secara vertikal di sini ya. Ini cocok digunakan kalau kita butuh membuka beberapa window aplikasi sambil melakukan scrolling dokumen panjang di salah satu layarnya. Lalu ada sharing mode. Mode ini digunakan untuk menunjukkan isi layar ke lawan bicara yang tepat berada di depan kita. Nah, saat menggunakan kedua layar, kita juga bisa mengatur tingkat cucaran secara terpisah untuk layar yang satu dan layar yang keduanya. Ya, kalau mau mematikan layar kedua juga bisa. Kita tinggal tekan tombol di sebelah F12. Oke, beralih ke kamera dan mikrofonnya. Laptop ini menggunakan webcam dengan resolusi 1080p 30 fps. Tentunya karena prosesor di laptop ini sudah punya NPU, kameranya jadi mendukung fitur Windows Studio Effect seperti auto framing, eye contact, dan background effect. Untuk mikrofon ada dua buah dan terletak di sisi kanan dan kiri kameranya. Untuk hasil kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Asus Zeninebook Duo yang satu ini. Untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 1080p 30 fps ya. Untuk pencahayaan di sini kita menggunakan lampu studio dan untuk hasil gambarnya ini detailnya memang bukan yang paling tinggi tapi setidaknya gambar itu bersih dari noise dan juga cukup terang. Oke karena kita lagi di luar untuk mikrofon dan noise canceling dari laptop Asus Zenbuk Do yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di sudahang naik kendaraan. Meski begitu suara saya terdengar dengan jelas dan noise dari background bisa diredam dengan baik di laptop ini. Oke mari kita bahas sistem audionya. Laptop ini dilengkapi dengan bukan dua, bukan empat, tapi enam buah speaker. Dua speakernya mengarah ke pengguna dan empat speakernya itu mengarah ke alas laptop. Kita bisa mengatur profil suara dengan equalizer melalui software Dolby atau My Asus. Untuk L suaranya sih bagus banget. Yang satu nih suara terdengar sangat rapi, detailnya sangat jelas, bassnya juga terasa cukup bulat dan volumenya juga lantang banget. Bisa diaduah dengan laptop-laptop gaming yang layarnya ukuran 16 atau bahkan 18 inci. Masih ngelawan yang satu ini ya. Intinya mau dipakai buat nonton atau buat dengar musik udah cocok banget. Oke, untuk konektornya di sisi kiri kita lihat ada satu HDMI ini yang ukuran besar ya. Lalu ada satu Thunderbolt dan ada satu audio combo jack 3,5 mm. Di sisi kanan ada satu Thunderbolt dan ada satu USB 3.2 Gen2 Type E yang 10 GBPs. Nah, untuk keyboard-nya laptop ini menggunakan Ergo Sense keyboard yang masih mirip seperti versi sebelumnya dengan ukuran yang lebih mungil. Keyboard-nya masih tergolong sangat nyaman walaupun ini adalah detachable Bluetooth keyboard ya. Nyaman karena travelnya itu tergolong dalam ya 1,7 mm dengan switch yang tergolong soft di sini. Selain dengan Bluetooth, keyboard-nya juga bisa terhubung dengan Pogo PIN saat digunakan di mode laptop. Nah, untuk mengisi baterai itu bisa menggunakan konektor USB type C di samping atau pakai pogo pinnya. Keyboard-nya digapi dengan backlit putih yang punya tiga tingkat kecerahan. Nah, saat laptopnya kita buat bepergian, keyboardnya dapat istifan di antara kedua layar. Jadi, tetap praktis seperti laptop biasa aja. Untuk touchpad ukurannya cukup memuaskan ya, 12,7 * 7,9 cm. Letaknya center to space bar tapi sedikit melebar ke kanan sampai tombol copilot. tentunya touchpad ini juga sudah mendukung berbagai gesture dari Windows. Kita juga bisa mengatur volume, brightness, dan melakukan rewind atau forward dengan cepat menggunakan touchpad ini. Nah, untuk sistem keamanan biometrik, laptop ini dilengkapi dengan infrared kamera yang mendukung Windows Hello. Nah, sekarang kita lihat software pendukungnya. Di laptop ini ada software Omni Virtual Assistant, sebuah software AI chatboot dari Asus yang dapat digunakan untuk berbagai hal. Mulai dari yang simpel seperti membuat reminder sampai hal kompleks seperti melakukan trendc saat online meeting. Nah, walaupun untuk saat video ini dibuat, fitur ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan Mandarin ya. Semoga nanti ke depannya nambah lagi bahasa-bahasanya. Kita juga bisa membuat ringkasan dari sebuah dokumen menggunakan software yang satu ini. Menariknya, semua pekerjaan tersebut bisa dilakukan secara offline, enggak perlu terhubung ke internet. Jadi, privasi kita bisa tetap terjaga. Enggak perlu takut dokumen kita bocor ke internet. Lanjut ke sistem pendinginian. Asus Zenbook 2 keluaran 2026 ini menggunakan sistem pendingin yang baru. Yang satu ini memanfaatkan dua buah kipas dan dua buah heat pipe. Kipasnya masing-masing punya 97 bilah dan diklaim mampu mengalirkan udara hingga 24% lebih besar dibandingkan pendahulunya. Tapi memang ya untuk cover bawahnya ini enggak bisa kita buka dengan normal seperti laptop biasa. Ini karena desain chesis dan layarnya yang jauh berbeda dibandingkan laptop biasa. Oke, kita masuk dalam aspek performanya. Seperti biasa, laptop tin andlight dari Asus ini punya beberapa profil performa yang bisa diakses melalui software My Asus. Opsinya adalah performance standar, dan whisper. Opsi profil performa juga dapat diakses menggunakan shortcut function plus huruf F. Nah, untuk konsistensi performa langsung kita coba pakai Sinabas R23 menit kita loop. Kita cek dulu skor maksimalnya ya. Di mode standar itu mencapai 19.864 poin. Sedangkan di mode performance ini bisa lebih tinggi sedikit di 20.260 60 poin. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan di mode standar skor ada di sana 15.000an poin dan untuk mode performance skornya ada di kesaran 18.200 sampai 18.300-an poin. Lumayan tinggi nih ya skornya ya. Nah, sebagai perbandingan Asus Zenbook 2 generasi sebelumnya yang pakai Intel Core Ultra 9285 itu skor maksimalnya 17.234 poin. Dan untuk skor yang saya pertahankan ada kisaran 16.200-an poin. Peningkatannya di kisaran 17,5%. Oke, berikutnya kita tes dalam kondisi tidak nyolok ke charger. Kalau tadi kan pakai charger ya. Nah, di sini kita bisa lihat bahwa performanya ternyata masih mirip-mirip aja. Skor tertinggi di 20.633 poin dan skor yang bisa dipertahankan terlihat bisa sedikit lebih tinggi di kisaran 18.600-an poin. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat menjalankan sinabes R23 stability test di mode performance terlihat bahwa suhu awal itu sempat bertahan di kisaran 97 sampai 98 derajat celcius. Tapi kemudian dia turun ke kisaran 89 sampai 90 derajat Celcius dengan spek di tiap awal run mencapai 97 sampai 99 derajat celcius. Walaupun suhunya terlihat agak tinggi, tapi sebenarnya ini masih ada di bawah suhu pengoperasian maksimal yang ditetapkan oleh Intel yang ada di 100 derajat Celcius. Tapi ya tenang ya, karena kalau aplikasi yang digunakan bisa membagi beban ke IGP-nya, harusnya SUCPU-nya tidak akan setinggi dalam pengujian yang satu ini. Tapi kalau memang software kalian sering membebani CPU sampai 100% ya seperti pujan tadi, saran kami adalah kerja di ruangan AC yang dingin atau pakai mode standar aja. Karena di mode standar S-nya itu terlihat aman ya di 93 derajat Celcius saat awal pengujian. Lalu dia turun ke kisaran 75 sampai 77 derajat Celcius dengan spike sesekali di awal run hanya ke 80 sampai 93 derajat Celcius saja. Oke, sekarang kita lihat pakai aplikasi beneran. Pakai apa ya blender? Iya untuk 3D ya pakai BMW 27 scene untuk CPU rendernya sesuai dalam waktu 2 menit 2 detik. Kalau kita pakai GPU render dengan one API sesuai dalam waktu 48 detik saja. Kita lihat sekarang suhu kerjanya ya. Kalau kita pakai GPU render dengan one API, suhu CPU terlihat aman sekali di bawah 70 derajat Celcius. Padahal ya sistem grafisnya yang dipakai itu ada dalam CPU juga kan ya. Oke, lanjut untuk Ad Premiere PRC 2026 kita coba dengan video durasi 5 menit ya yang akhir-akhir kita pakai ya. Dan hasilnya untuk video 4K 60 exporting itu butuh waktu 9 menit 32 detik. Dan untuk video 1080 60 fps butuh waktu 2 menit 50 detik. Nah, udah mantap ya. Nah, untuk SU kerja dapat melakukan 4K60 video exporting selama 9 menit export SU CPU terlihat aman dan stabil di bawah 70 derajat Celcius dengan sesekali aja ada spike ke 72 sampai 74 derajat Celcius. Lanjut ke Davinci Resolve 20. Ini software videoing kelas profesional tapi versi gratis yang kita pakai. Untuk videonya kita pakai 5 menit juga ya durasinya ya. Untuk 4K60 Fed Export butuh waktu 9 menit 48 detik. Sementara untuk 1080 kita butuh waktu 2 menit 38 detik saja. Nah, SU kerja pesanat melakukan 4K60 video exporting. SU CPU di awal proses ekspor tuh bertahan di kisaran 98 sampai 99 derajat celcius selama 1 menit pertama. Tapi lalu kemudian turun dan bertahan di kisaran 82 sampai 89 derajat celcius. Berarti terjaga ya, aman ya. Lanjut untuk capcut video editor. Ini masih pakai video yang 5 menit yang tadi ya. Untuk 4K60 F Sport butuh waktu 4 menit 37 detik. Iniisi kencang ya. Untuk 10860 video Sport butuh waktu 2 menit 5 detik. Untuk suhu kerjanya pesan melakukan 4K60 video export di awal suhu sempat spike ke 90 derajat celcius tapi langsung turun dan bertahan di kisaran 75 sampai 85 derajat celcius saja. Jadi lagi-lagi aman enggak ada masalah. Kita lanjut ke pengujian dengan ulosion ya. Pakai AI image generation benchmark test. Benchmark ini digunakan untuk menguji kemampuan NPU pada prosesor saat digunakan untuk menghasilkan gambar dari input teks menggunakan stable division 1.5. Hasilnya NPU di prosesor yang ada di laptop ini membutuhkan waktu 10,810 detik untuk menghasilkan satu gambar resolusi 512 * 512 piksel. Sebagai perbandingan NPU di prosesor Intel Core Ultta 9285H pendahulunya yang ada dibook 2 sebelumnya itu membutuhkan waktu 36,058 detik. Jadi kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya terlihat ya dia lebih cepat sekitar 70% jauh juga ya. Oke, walaupun ini laptop yang tipis dan ringan, tapi jelas kita akan coba ajak dia untuk main game dan hasilnya adalah seperti ini. Oke, di game terakhir ini Cyberpunk 2077. Hebat ya, Mas Jan Cyberpunk 2077 ya. Selama setengah jam kita mainkan, SU CPU terlihat ada di kisaran 87 sampai 93 derajat Celcius. Untuk suhu permukaannya kalau kita cek sih keyboard-nya sih ya aman ya di bawah 35 derajat Celcius. Karena emang CPU-nya ya bukan berada di bawah keyboard langsung. Jadi kita coba cek layar keduanya aja ya. Kondisi layar keduanya inih mati ya di sini ya. Titik terpanas ada di tengah layar dengan suhu mencapai 39 derajat celcius saja. Untuk area atas dan bawah layar suhunya ada di kisaran 28 sampai 35 derajat Celcius. Jadi ya aman-aman aja enggak ada masalah. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Crystal Desma, kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 6.211 MB/ dan tulis di 5345 MB/s. Ini kencang dan ini sesuai harapan untuk sebuah SSD PC Gen4. Walaupun emang bukan yang paling kencang, tapi udah kencang banget sebetulnya ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Untuk pengujian ini kita set gratis di Stit dan refresh set kondisi default tapi kita aktifkan adaptive refresh set melalui Windows setting. Resolusi layer tetap di 3K dan volume seperti biasa di 25%. Hasilnya kalau digunakan untuk nonton lokal video playback 1080p, baterai bisa bertahan selama 20 jam. Ini keren banget ya. Jelas ini bisa tahan seharian dipakai buat kerja nih harusnya ya. Tapi tadi kan cuma satu layar ya. Nah, kalau kita pakai dua layar nyala gimana ya? Kita tes juga pakai dua layar dan untuk layar kedua kita set duplicate ya supaya muter video yang sama seperti layar utamanya. Hasilnya laptop bisa bertahan hingga 10 jam 20 menit. Ini sih awet ya. Kalau besok kita kerja di kantor itu sekitar 8 jam sehari, artinya kita bisa kerja sehari dengan dua layar di laptop ini kalau kerjaannya ringan. Oke, sekarang untuk charging. Menurut klaim Asus baterai akan terisi 60% dalam waktu 49 menit. Kalau dari pengujian kami, 50% tercapai dalam waktu 30 menit dan 64% tercapai dalam waktu 40 menit saja. Jadi, bahkan lebih cepat dibandingkan klaimnya Asus. Sementara dalam waktu 1 jam sudah terisi di 85%. Nah, dari kosong sampai penuh dia butuh waktu ternyata 1 jam 50 menit. Ini termasuk durasi charge yang kencang ya karena baterainya ada di 99 wat hour. Ini udah mentoknya sebuah baterai laptop. Apalagi kalau kita lihat bahwa 30 menit pertama saja itu udah keisi 50%. Jadi ini mantap charging-nya. Oke, untuk harganya laptop 1 ini dijual di harga kisaran Rp54.999.000 dan semua ini sudah mencakup Microsoft Office Home 2024. langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun, ada langganan PC Game Pass selama 3 bulan, ada stylus pen yang tadi, ada sleff back yang premium, dan ada garansi 3 tahun international warranty dengan 3 tahun Asus VIP perfect warranty. Garansi internasional dari Asus ini dapat diklaim di berbagai negara di seluruh dunia yang memiliki service center resmi dari Asus. Sedangkan untuk VIP perfect waranty, Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Nah, Asus VIP perfect ini dapat digunakan selama satu kali per tahun. Jadi, total untuk yang satu ini bisa dapat tiga kali dalam 3 tahun. Oh, ya, garansi-garansi ini juga sudah mencakup Asus Premium Services yang terdiri dari free round trip shipping ya. Jadi, ya kirim aja ke sana gratis, nanti dibalikin juga gratis ya. Laptop spa ya dan ada fast lane saat di service center. Jadi kalau masuk service center duluan deh tuh ya. Oke, hal yang perlu diperhatikan pertama, RAM-nya onboard jadi gak bisa di-upgrade. Untungnya langsung 32 GB dual channel dan kencang. Jadi, harusnya udah cukup bangetlah di sini. Kemudian kalau dibandingkan dengan Zenbook 2 tahun lalu, kapasitas SSD-nya ini turun ya. Walaupun demikian 1 TB udah cukup besar sih harusnya ya. Lalu untuk cover bawahnya ini terolong sangat sulit dibuka ya. Ah, jadi cukup ribet kalau mau bersihin dalaman laptopnya. Tapi tenang, ada premium service selama 3 tahun yang sudah termasuk laptop spa. Nah, kita bisa manfaatkan layanan tersebut untuk bersihin laptopnya secara gratis oleh para profesionalnya Asus sendiri. Oke, dari segi menariknya laptop ini bisa dibilang rajanya multitasking untuk laptop tin and light ya. Tentunya rajanya di sini karena layarnya yang memudahkan untuk multitasking dan prosesornya juga yang kencang untuk multitasking. Dan layarnya ini OLED ya, mewah. Resolusi 3K 144 Hz, 100% di HP3 dan ada dua layarnya di sini. Jadi dipakai tasik jelas nyaman banget. Mode penggunaannya juga ada banyak ya, bisa disesuaikan dengan aktivitas kita. Dipakai buat buka banyak aplikasi juga lancar karena prosesor Intel Core Ultra 9386H super kencang punya 16 core. Butuh NPU buat kerjaan yang berhubungan dengan AI ini juga lancar karena NP-nya udah kencang di 50 tops. Baterai juga irit bahkan bisa nyampai 20 jam. Bahkan kalau kita pakai dua layar sekaligus masih bisa tahan 10 jam lebih. Charging juga kencang. Setengah jam aja udah guysi 50%. Desain cakep. Body ringkas nyaman dibawa ke mana-mana. Walaupun tipis, konektor juga masih melimpah ya. Ada USB type E, HDMI besar, dan ada dua Thunderbolt 4. Dia juga punya sistem kameraan biometrik yang udah kekinian. Kualitas kamera dan noise cancel-nya juga bagus. Kualitas speakernya juga mantap banget seperti laptop gaming yang besar ya. Kemudian dia punya WiFi 7, Bluetooth versi 5.4 yang feature proof dan garansi kelas atas sampai 3 tahun yang bisa diklaim di seluruh dunia dan dilengkapi dengan VIP perfect waranty 3 tahun serta premium services-nya. Jadi, Asus Zenbook 2 keluaran 2026 yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Nah, buat kalian yang sering ma tasking saat kerja dan sering berpindah-pindah window aplikasi, ini cocok banget karena dia punya dua layar. Contohnya nih ya, misal di layar utama kalian lagi meeting sama klien sambil lihatin dokumen yang dipresentasikan klien. Tapi kalian perlu nyatat dan ngecek dokumen kalian sendiri. Ini cocok banget bisa tetap produktif walaupun saat work from anywhere atau work from cafe bisa juga ya. Dipakai buat kerja di kantor sambil meeting atau presentasi offline juga cocok. Performa kencang, desain juga cakep. Mau editing foto, desain 2D. Wah, ini mah lancar banget. ngedit video sampai 4K60 juga masih kencang nih ya. Lalu mau pakai desain 3D atau CAT bisa juga selama emang modelnya bukan yang super kompleks ya. Nah, untuk programmer jelas juga cocok RAM lega dan pastikan aja spesifikasinya sudah sesuai dengan aplikasi yang digunakan. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop dengan performa yang kencang, nyaman dipakai multitasking dan bisa meningkatkan produktivitas pekerjaan kalian. Yang jelas mudah dibawa baju ke mana-mana. Rasanya Asus Zenbook 2 keluaran 2026 ini udah susah dicari lawannya.
