Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) - Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah (YouTube Video)
Ini adalah laptop terbaru dari Asus yang cantik banget. Bodinya super tipis 1,1 cm saja. Bobotnya ringan 1,2 kg. Tapi kalau dipegang dia kokoh banget karena sudah pakai material Asus ser aluminum yang durable. Performanya juga enggak main-main ya. Dia pakai prosesor terbaru dari Intel Core Ultra 9 386H dengan total 16 core. NPU-nya up to 50 tops. Jadi udah masuk kategori copilot plus PC. RAM-nya langsung 32 GB LPDDR 5X dan storage-nya juga lega di 1 TB. Layarnya mewah. Panel OLED 14 inci, resolusi 3K 120 Hz, 100% DCIP3. Kektor juga lengkap banget ya. Dan ada dua Thunderbolt di sini. Kameranya juga pakai infrared yang support sistem keamanan biometrik. Ya, ini adalah Asus Zenbook S14 OLED 2026. Oke, seperti yang kita sudah tahu ya, Zenbook S adalah lini laptop dari Asus Consumer yang paling premium, paling mewah dengan body yang tipis dan juga ringan. Tapi kalau laptop tipis, ringan, dan mewah sih udah biasa ya. Jadi Zenbook S14 yang satu ini menawarkan banyak hal yang lebih menarik lagi. Performanya kencang, dipakai buat multitasking berat juga udah cocok banget. Suhu kerjanya tetap rendah saat dipakai buat kerjaan berat. Konektornya lengkap, speakernya mewah, mirip seperti laptop gaming yang tebal-tebal itu. Mau dipakai untuk AI yang butuh NPU kencang bisa juga nih. Nah, oke udah penasaran? Mari kita bahas mulai dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Oke, untuk prosesor dia pakai Intel Core Ultra 9 386H. Code name-nya itu Panther Lake. Litografinya Intel 18A. Hmm, 18A 1,8 ini ya. Base power-nya 25 watt. Total punya 16 skore 16 thread yang terdiri dari 4 performance core, 8 effisent core, dan 4 low power effisent core. Kapasitas Intel smart cash-nya ada di 18 MB. Iniew-nya pakai Intel AI boost dan dia punya performa up to 50 tops. Jadi jelas udah masuk kategori copilot plus PC ya. Untuk integrate graphics dia pakai Intel graphics dengan total 4X CSE. Nanti kita lihat performance-nya ya. Untuk kapasitas RAM-nya adalah 32 GB LPDDR 5X 8503 dual channel. Tentunya yang satu ini enggak bisa di-upgrade ya, tapi karena udah langsung 32 GB harusnya udah cukup lah ya untuk laptop tint and light seperti ini. Untuk storage-nya 1 TB SSD M.2 NVM PC Gen 4 ya. Slotnya cuma satu jadi kapasitas maksimalnya ya seginilah ya. Untuk konektivitas wireless-nya pakai Intel WiFi 7 BE211. Ini udah sport WiFi 7 atau WiFi 7, gigabit Wii dan Bluetooth versi 6. Kapasitas baterainya cukup besar ya. di 77 wat hour dan OS-nya pakai Windows 11 Home 25H2. Untuk body fun factornya adalah clim shell atau laptop classic. Materialnya dari Asus ser aluminum untuk punggung layar dan aluminium untuk bagian body lainnya. Nah, ser aluminum ini diklaim lebih tahan goresan dan keausan akibat pemakaian jika dibandingkan dengan aluminium biasa ya. Nah, untuk warna untuk unit yang satu ini warnanya adalah antri grey. Nah, ada varian lain juga yang nama warnanya itu adalah Scandinavian White tentunya ya putih ya. Untuk desain, dari segi desain ini sangat mirip dengan Zenbook S14 keluaran 2025. Secara keseluruhan masih memberikan kesan premium dan mewah. Dikombinasikan dengan permukaan body yang sangat mulus saat disentuh ini, jadi makin menambah kesan laptop kelas atas di Zenbook S14 ini. Nah, di area atas keyboard terdapat semacam lubang grill yang berfungsi sebagai ventilasi udara tapi tetap dengan sentuhan desain yang estetik. Dan seperti biasa di area punggung layar terdapat tulisan Asus Zenbook. Ukurannya kecil-kecil aja ya. Untuk dibasi panjangnya 31 cm, lebar 21,4 cm, dan tebalnya area paling tipisnya ada di 1,19 cm, dan area paling tebalnya ada di 1,29 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,2 kg. Untuk chargernya ini 180 gr. Charger ini punya total daya 68 wat dengan kabel USB C 2C yang bisa dilepas. Jadi mirip banget seperti charger HP ya nih ya. Ukuran juga tergolong mungil jadi ringkas banget kalau mau dibawa bebergian. Untuk total bobotnya di bawah dengan charger adalah 1,38 kg. Ringan kan? Nah, untuk display laptop ini menggunakan Asus Lumina OLED display dengan ukuran 14 inci. Resolusinya 3K atau tepatnya 2880* 1800 piksel. Aspek rasionya 16 b. Refresh rate-nya ini adaptif ya sampai 120 Hz dengan respon time 0,2 ms. Ini sudah selayaknya di sebuah layar untuk laptop kelas premium. Ya, menurut Asus tingkat ccaran maksimalnya untuk mode SDR ada di 500 Nit dan di mode HDR itu 1100 nit. Uh, tinggi ya dengan kelar gambut 100% di CP3. Nah, kalau dari pengujian kami tingkat caran maksimal untuk mode SDR itu 45 nits dan untuk mode HDR itu mencapai 1030 nitz ya udah lumayan dekatlah ya. Lalu untuk gamut coversage-nya ada di 100% DC IP3 dan gamut volum-nya ada di 120,3% DC IP3. Nah, layarnya ini sudah pantun validated. Jadi kalau mau dipakai buat editing foto atau editing video yang butuh akurasi warna itu udah cocok banget. Kalau memang warnanya dirasa terlalu luas, tenang karena kita bisa ngatur preset warna layar melalui software My Asus. Sebagai contoh kalau kita ubah ke mode sRGB. Nah, ini gambut covers-nya jadi 99,6% sRGB dengan gambut volume di 107,3% sRGB. Dipakai buat nonton juga udah mantap karena dia punya sertifikasi display HDR True Black 1000 dan Dolby Vision juga. Layarnya juga sudah punya sertifikasi TUP Rinland dan SJS IC display jadi nyaman digunakan berlama-lama karena tingkat cahaya birunya itu lebih rendah. Nah, walaupun bukan laptop convertibel layarnya ini sudah support touch screen ya. Jadi nyaman kalau kita perlu scroll halaman dokumen atau nge-zoom di gambar misalnya. Nah, seperti layar OLED touch screen pada umumnya, layar ini memiliki permukaan yang glossy yang membuat warnanya jadi sangat cemerlang. Tapi memang ya karena glossy permukaannya jadi sedikit memantulkan bayangan dan cahaya. Untuk bingkai layar terlihat sangat tipis dengan screen to body rasio di 90%. Ini memberikan kesan tampilan yang nyaris enggak bertepi aja. Lalu untuk kamera mikrofonnya, Zenbook S14 OLED ini menggunakan Asus AI Sense camera yang resolusinya adalah 1080p 30 fps dan sudah dilengkapi dengan 3D noise reduction technology. Nah, karena prosesor dilengkapi dengan NPU, tentunya kamera ini sudah support fitur-fitur Windows Studio Effect seperti auto framing, eye contact, dan background blur. Untuk mikrofon ada dua, terdapat di sisi kanan dan kiri kameranya. Mikrofon ini sudah dilingir dengan teknologi Asus AI Noise cancellation untuk meredam suara bising di sekitar pengguna saat melakukan video call atau online meeting. Nah, kualitas kamera di laptop ini sudah terang mumpuni ya untuk aktivitas video call dan online meeting selama memang pencahaannya sudah mencukupi. Mikrofonnya juga dapat menangkap suara kami dengan jelas dan mampu menghilangkan suara bising dengan sangat rapi saat noise cancelling diaktifkan. Oke, sekarang kita uji kemampuan kamera dari laptop Asus Zenbook S14 yang satu ini di kondisi cahaya studio yang memadai. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps di rasio 16 b 9. Dan untuk hasil perekaman videonya kurang lebih seperti ini. Wajah bisa terlihat dengan jelas dengan detail yang cukup oke. Jadi bisa dibilang kameranya ini sudah sangat memadai untuk keperluan video call ataupun meeting online langsung menggunakan laptop yang satu ini. Oke, sekarang saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise canceling dari laptop Asus Zenbook S14 yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalanan lagi ramai kendaraan. Meski begitu suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise di belakang saya bisa direduksi dengan cukup baik. Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan konfigurasi empat buah speaker yang mendukung smart technology. Kita bisa atur profil suara dan equalizernya melalui software Dolby Access atau My Asus. Untuk suara ini tergolong sangat lantang ya. Sangat lantang apalagi kalau mengingat bahwa laptop ini tergolong tipis dan ringan ya. Suaranya ini bisa menyaingi laptop gaming yang bodinya jauh lebih tebal. Kualitas speakernya juga memuaskan. detail terdengar sangat rapi dan semua suara bisa didengarkan dengan jelas apalagi kalau posisi kita berada tepat di depan laptopnya seperti postingetik itu ya itu mantap banget rasanya. Nah, untuk konektor di kiri ada HDMI 2.1 lalu ada dua Thunderbolt 4 yang sudah mendukung USB 4 data transfer 40 GBPS, power delivery, protokol display port, dan perangkat-perangkat lain yang berbasis thunderbolt. Lalu ada satu audio combo jack 3,5 mm. Lalu di kanan ada satu USB 3.2 gen 2 yang type A yang besar ya. Mantap nih ya. Walaupun ukuran laptop mungil, tapi konektor tuh masih lengkap dan yang besar-besar juga masih ada. Jadi kalau mau presentasi pakai HDMI itu enggak butuh converter tambahan lagi. Bahkan kalau mau pakai USB drive yang USB-nya besar langsung colok aja enggak usah pakai adapter ya. Nah, untuk keyboard ini masih sama seperti Zenbo generasi sebelumnya ya. Tombolnya punya cekungan dengan kedalaman 0,1 mm dan travel distance-nya ada di 1,1 mm. Ini masih lumayan nyaman lah ya saat digunakan untuk mengetik. Seperti biasa, tombol anak panah itu punya ukuran yang lebih kecil dibandingkan tombol-tombol lainnya. Untuk tombol power ini menyatu dengan layout keyboard tapi bukan terletak di pojok kanan atas. Jadi ini meminimalkan kemungkinan enggak sengaja ketekan. Lalu, keyboardnya dilengkapi dengan backlit warna putih yang punya tiga tingkat kecerahan. Nah, tingkat kecerahan ini bisa diubah dengan tombol F4. Nah, selain pengaturan manual, backlit-nya juga punya mode auto di mana lampunya akan bisa otomatis menyala saat ruangan menjadi gelap. Laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran 12,7 * 7,9 cm. ini tergolong besar ya untuk sebuah laptop mungil seperti ini. Posisinya center to body yang memanjang dari tombol alt hingga tombol copilot. Memang agak sedikit melebar dari space bar ya, tapi masih tergolong nyaman digunakan karena dia sudah punya fitur palm rejection. Jadi kalau telapak tangan kita masuk-masuk gitu ke touchpad enggak masalah ya. Untuk sistem kameranya dia sudah dilengkapi dengan kamera infrared ya yang mendukung Windows Hello tentunya. Jadi kita bisa login lebih mudah dan cepat tapi tetap aman. Untuk sistem pendingin, Asus Zenmook S14 OLED ini sudah menggunakan sistem pendingin vaper chamber dengan dua buah kipas untuk mendinginkan prosesor Intel Core Ultra series 3 di laptop ini. Menariknya, selain mengambil udara dari area bawah laptop, kipas ini juga menghisap udara dari ventilasi yang ada di atas keyboard. Lubang ventilasi ini diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 50% dan tetap mampu mencegah debu serta air masuk ke body laptop. Untuk lubang pembangan udara panasnya ada di area belakang laptop. Tenang, udara panasnya itu tidak menghembus ke layar. Jadi lebih aman ya. satu ini ya. Nah, untuk software pendukungnya di Zenbook S14 OLED ini kita bisa temukan software Story Cube yang dapat digunakan untuk mengorganisasi foto-foto menggunakan AI. Kita bisa search berdasarkan lokasi juga nih pakai software yang satu ini. Selain itu ada juga Omni Virtual Assistant sebuah software AI chatboot dari Asus yang dapat digunakan untuk berbagai hal. Mulai dari yang simpel seperti membuat reminder sampai hal kompleks seperti melakukan trendcribe saat online meeting. Walaupun untuk saat video ini dibuat, fiturnya hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan Mandarin ya. Untuk sementara waktu, kita juga bisa membuat ringkasan dari sebuah dokumen menggunakan software yang satu ini. Menarik ya, semua pekerjaan tersebut bisa dilakukan secara offline tanpa perlu terhubung ke internet. Jadi, privasi penggunanya itu tetap terjaga. Enggak perlu takut dokumennya bocor ke internet. Oke, kita masuk dalam aspek performanya. Seperti biasa, laptop tin and light dari Asus ini punya beberapa profil performa yang bisa diakses melalui software My Asus. Opsinya adalah performance standar, dan whisper. Opsi profil performa juga dapat diakses menggunakan shortcut function plus huruf F. Kita lihat dulu konsistensi performanya dengan Snapance R23 kita loop 30 menit. Kita cek dalam kondisi adapter terpasang ya. Pertama kita lihat skor maksimalnya. Di mode standar skor tertinggi mampu mencapai 16.540 poin. Sedangkan di mode performance 18.460 poin. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan di mode standar itu di kisaran 12.000-an poin. Sementara di mode performance ada di kisaran 15.000-an poin. Nah, kalau laptopnya tidak dicolok ke charger hasilnya gimana? Nah, mode standar ini sekarang jadinya skor maksimalnya masih mirip ya di 16.554 poin dan skor yang bisa dipertahankan juga masih mirip di 12.000-an poin. Mode performan juga sangat mirip bahkan terlihat sedikit lebih tinggi dengan skor maksimal mencapai 18.752 poin dan untuk skor yang bisa dipertahankan ada di 16.000-an poin. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya di mode performance. Sushp itu saat awal pengujian sempat spike ke 97 derajat celcius, tapi lalu kemudian turun dan bertahan di kisaran 74 sampai 79 derajat celcius dengan sesekali ada spike ke 80 sampai 95 derajat celcius. Jadi bisa dilihat ya suhunya tergolong aman. Masih ingat kan kalau ini laptop yang tipis banget? Keren loh bisa dapat suhu segini. Oke lanjut aja kita coba pakai Blender 5.0 dengan BMW 2017 scene untuk CPU render saya dalam waktu 2 menit 24 detik. Sementara kalau kita pakai GPU render dengan one API bisa lebih kencang di 50 detik. Untuk suhu kerja melakukan GPU render suhu CPU ada kisaran 60 sampai 72 derajat celcius saja. Ini lagi ng-render 3D loh. Adem ini ya. Lanjut ke Adobe Premiere Proisi 2026. Untuk pengujian ini kita langsung pakai open sial aja ya. Video yang digunakan ini yang baru yang durasinya 5 menit pas. Hasilnya untuk 4K60 itu exportingnya butuh waktu 10 menit 5 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps itu hanya butuh waktu 2 menit 53 detik. Udah kencang ya. Harusnya untuk video 4K 30 fps ini sudah oke juga. Lanjut untuk suhu kerja yang per lakukan 4K60 video exporting susip itu ada di kisaran 65 sampai 75 derajat celcius dengan sesekali spike ke 80 sampai 85 derajat celcius. Masih ok lah suhunya di sini. Lanjut ke Dainci Resolve 20. Software video editing kelas profesional versi gratisnya kita pakai di sini. Videonya masih sama ya, durasinya 5 menit pas. Untuk 4K60, video exporting butuh waktu 14 menit 35 detik. Sementara untuk 1080/60 fps butuh hanya 3 menit 6 detik saja. Untuk suhu kerjanya bisa melakukan 4K 60 video export. Di awal proses eksport suhu itu sempat naik disaran 94 sampai 97 derajat celcius. Mungkin sekitar 20 sampai 30 detik pertama saja. Tapi kemudian dia langsung turun dan bertahan di kisaran 75 sampai 85 derajat Celcius. Ini wajar ya, karena Dafin Vinci itu selalu memberikan beban yang ekstra berat ke CPU, terutama untuk versi yang gratisnya ini. Tapi seperti bisa dilihat, suhunya kan langsung terjaga cuma di awal doang tadi kejadiannya. Ya, lanjut untuk CapCut video editor. Ini masih video yang sama, durasi 5 menit ya. Untuk 4K 60 video export itu hanya butuh waktu 5 menit 2 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps. Video exporting butuh 2 menit 20 detik. Kalau pakai CapCut si ini mantap banget ya. Mau pakai video 4K 60 fps pun dia masih kencang exportingnya. Nah, SU kerja pada sear export 4K60 di awal proses eksport itu sekitar 5 detik pertama SU sempat bertahan di kisaran 93 derajat Celcius tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 80 sampai 90 derajat Celcius. Lagi-lagi terjaga di sini. Oke, sekarang kita lihat dengan AI image generation benchmark yang pakai ulosion. Benchmark ini biasanya digunakan untuk menguji kemampuan NPU pada prosesor saat digunakan untuk menghasilkan gambar dari input pakai stable division 1.5. Hasilnya, NPD Intel Core Ultra 9 386H yang ada di laptop ini membutuhkan waktu 10,864 detik untuk menghasilkan satu gambar resolusi 512 * 512 pikel. Sebagai perbandingan NPU yang ada di prosesor Intel Core Ultra 9 285H pendahulunya itu butuh waktu 36,058 detik. Jadi kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya waktu yang dibutuhkan itu lebih cepat hampir 70%. Mantap. Oke, tentunya banyak yang mau tahu bagaimana performa gaming dari laptop ini. Mari kita lihat. Ya, di game terakhir ini ya. Cyberpunk 2077 kita mainkan selama 30 menit. Kita lihat suhu kerjanya. Untuk suhu CPU itu aman banget di kisaran 67 sampai 72 derajat Celcius saja. Untuk suhu permukaannya titik terpanas ada di area atas tengah yang mencapai 48 derajat Celcius. Tapi tenang karena ini bukan area keyboard yang sering digunakan ya, jadi aman ya harusnya ya. Nah, untuk area keyboard terpanas itu ada di bagian tengah atas di sekitar tombol F5 sampai F11 dan tombol 6 7 8 yang ada di kisaran 40 sampai 43 derajat Celcius. Untuk area kiri dan kanan permukaan keyboard itu suhunya ada di bawah 35 derajat Celcius. Jadi masih aman banget. Sementara untuk palmr-nya ini di bawah 30 derajat celcius. Langsung aja kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kardisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.068 68 MB/ dan tulis di 5784 MB/s. Ini kecepatan bacanya sudah level SSD untuk laptop class work station atau bahkan mungkin laptop gaming ya. Jadi udah kencang banget. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Kita tes mode performanya kita pasang di standar. Layarnya tetap di 3K. Refresh rate-nya 120 Hz. Tapi kita aktifkan mode adaptive refresh rate melalui setting di Windows. Bright-nya seperti biasa di 150 Nis dengan volume di 25%. Hasilnya kalau kita putar video 1080p nonstop, baterai baru habis nyaris di 20 jam, tepatnya 19 jam 40 menit. Ini mantap ya. Udah performanya kencang, layarnya 3K, baterainya juga bisa tahan seharian ini ya. Oke, lanjut untuk charging-nya bagaimana. 30 menit pertama baterai terisi di 40%. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 40 menit saja. Memang ini bukan kecepatan charging terkencang untuk sebuah laptop tin and light, tapi ingat ini baterainya 77 watt hour. Ini salah satu yang paling besar baterainya. Jadi ini udah oke banget dan ini jauh di bawah harapan kami atau patokan kami yang 2 jam. Oke untuk harganya Zbook ini harganya memang membuat kami agak terkejut ya. Dia dijual di harga Rp43.999.000. Tapi ya perlu diingat memang kita tidak bisa membandingkan harga tahun 2025 dengan harga tahun 2026. Karena harga RAM di tahun 2026 yang meningkatnya jauh. Bukan pakai persen lagi, udah pakai kali lipat gitu ya. Udah bukan naik 50% lagi. Ini sudah berlipat-lipat kali naiknya. Apalagi kalau kita mengingat bahwa laptop dan prosesor keluaran 2026 ini kan membawa banyak hal yang baru juga ya. Nah, laptop ini datang sepaket dengan Microsoft Office Home 2024, langganan Microsoft 365 basic selama 1 tahun, langganan PC Game Pass selama 3 bulan, lalu ada sleeve bag yang premium, dan ada garansi 3 tahun international warranty dengan 3 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, garansi internasional dari Asus ini dapat diklaim di berbagai negara di seluruh dunia yang tentunya kalau ada service center resmi Asus-nya di situ ya. Sedangkan untuk VIP Perfect Warranty ini, Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Nah, Asus VIP perfect warranty ini dapat digunakan selama satu kali per tahun. Jadi, yang satu ini kan 3 tahun ya. Total dia bisa diklaim tiga kali dalam kurun waktu 3 tahun. Nah, Asus VIP perfect warranty ini berlaku untuk semua produk Asus termasuk charger dan baterainya kecuali untuk yang ROG Xbox dan aksesorisnya. Gasi ini juga mencakup Asus Premium Services yang terdiri dari free round trip shipping, laptop spa, dan fast lane. Unless dia bisa duluan kalau lagi antri ya. Nah, e untuk hal yang perlu diperhatikan RAM-nya ini on board kita tidak bisa upgrade tapi dia sudah langsung 32 GB dual channel. Jadi untuk 2026 ini sudah mewah sekali ya dan harusnya sudah sangat mencukupi untuk berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan di laptop tin and seperti ini. Lalu seperti biasa untuk laptop TV seperti ini, travel distance dari tombol keyboardnya terasa agak pendek. Jadi mungkin e enggak semua orang akan cocok, terutama kalau yang biasa pakai keyboard yang gede-gede gitu ya. Nah, yang terakhir ya harga ini mungkin terasa naik ya kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tapi perlu diingat lagi ya semua harga tuh naik di tahun 2026 kalau ketemu laptop baru itu pasti naik harganya. Bukan hanya laptop, bahkan smartphone pun sudah terasa banget naiknya. Jadi selamat datang di 2026 ya harganya sudah mulai beda sekarang. Nah, dari segi menariknya pertama jelas performa ya. Kalau dibandingkan dengan Zenmook S14 tahun lalu, performa multicore dari Pro meningkat lumayan jauh hampir dua kali lipat. Dia punya 16 core dipakai multitasking ya jelas lancar. Mau buka puluhan tab di Chrome, buka file Excel dan olah data ukuran puluhan megb aman banget. Editing video aman bahkan bisa handle video 4K60 dengan kencang pula ya kalau kita pakai CapCut. Mau rendering 3D juga oke asalkan memang objeknya bukan yang kompleks parah tapi masih bisa intinya di situ ya. Mau main game juga lancar, apalagi sudah banyak game yang mendukung fitur XCS upscaling dan frame generation. NPU-nya juga baru di sini. Intel EIBost dengan performa up to 50 tops. Jadi jelas sudah memenuhi syarat cilet plus PC. Kesam dan SSD-nya udah super lega, super kencang, udah siap pakai aja. Lehernya juga mewah. 3K OLED 120 Hz ya, up to 120 Hz tepatnya dan sudah 100% DCI P3. Panton validated dan layarnya sudah support touch screen pula. Jadi navigasinya jadi makin mudah. Baterai juga irit banget hampir 20 jam deh tahannya. Desainnya juga cantik, beneran tersesap premium dan mewah. Bodinya juga sangat tipis ringkas. Jadi gampang mau dibawa-bawa bepergian. Nah, walaupun tipis, konektornya juga masih lengkap dan HDMI serta USB-nya tuh ada yang ukuran besar dan dia punya dua konektor thunderbolt 4. Lalu dia punya sistem keamanan biometrik. Quadus kamera dan noise canceling-nya juga keren di sini. Speakernya juga memuaskan banget. Lantang tapi tetap rapi juga di sini. Wii-nya Wii 7, Bluetooth versi 6. Feature proof bangetlah pokoknya. Garasi juga kelas premium sampai 3 tahun bisa diklaim di seluruh dunia lengkap dengan VIP perfect waranty yang mencakup kelalian pengguna selama 3 tahun dan khusus untuk pengguna Zenbook Pro Art dan juga ROG ini sudah termasuk Asus Premium Services juga. Jadi Asus ZenBook S14 OLED keluaran 2026 ini cocoknya buat siapa? Pertama jelas buat yang butuh laptop mewah, laptop premium yang tipis dan ringan ini sangat layak untuk jadi pilihan. Walaupun tipis, laptop ini cocok digunakan buat kalian yang butuh performa kencang di laptop yang kecil tipis, mungil begini ya. Dipakai kerja kantoran seperti multitasking berat dan meeting juga oke banget. Mau dipakai buat video editing atau desain 2D udah oke banget. Layarnya juga udah panton validated. Dipakai buat programming juga udah mantap. Prosesor mempunyai RAM lega. Intinya pastikan aja bahwa software-nya sesuai dengan spek laptop ini. Ya, pada dasarnya kalian yang dicari adalah sebuah laptop super tipis yang mewah dengan performa premium ala 2026, baterai yang awet dan garansi kelas atas. Rasanya Asus Zenbook S14 OLED keluaran 2026 ini sangat layak untuk dipertimbangkan.
