Jungkat

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA) - Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian! (YouTube Video)

  • 26/03/2026

Ini adalah Asus Zenbook S16 OLED keluaran 2026. Desainnya premium banget dengan body yang tipis dan ringan. Bobotnya cuma 1,5 kg aja dan tebalnya cuman 1,1 cm aja. Walaupun tipis isinya enggak main-main ya. Prosesor pakai AMD Ryzen E400 series kekinian banget. NPU-nya udah jadi 50 tops. Jadi ini udah cilot plus PC. RAM-nya 32 GB 853 MHz. Jadi super besar dan super kencang. Layarnya 16 inci touch screen resolusi 3K 120 Hz dengan panel OLED 100% DCI IP3. Jadi tampilannya mantap banget. Baterai juga awet banget misalkan lebih dari 15 jam. Jadi bisa buat kerja seharian. Oke langsung aja kita ulik laptop yang unik. Satu ini ya. Zenbook S16 ini adalah laptop seri Zenbook kedua dengan AMD Ryzen 400 series yang kami review. Sebelumnya kita udah pernah bikin review Zenbook 14 OLED yang pakai Ryzen AI 7445. Nah, kalau kalian belum nonton yang satu itu mungkin kalian kelewat karena belum subscribe kali ya. Tahu kan harus ngapain. Oke, kita balik lagi ke laptop yang satu ini. Langsung aja kita balik bahasanya mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk prosesor dia pakai AMD Ryzen AI 9465. Fabrikasinya TSMC 4 nanom finet default TDP 28 wat. Dia punya 10 core 20 trad yang terdiri dari 4 core Zen 5 dan 6 Core Zen5C. L3 cas-nya 24 MB lumayan besar ya. Integrate graphics dia pakai AMD Radion 880M dengan arsitektur RDNA 3.5. IGP ini dilengkapi dengan 12 compute unit dan mendukung fitur ray tracing dan encode video AV1. Untuk NPU-nya dipakai AMD Ryzen AI dengan kemampuan komputasi hingga 50 tops kencang ya. Untuk memory RAM-nya pakai 32 GB LPD dan 5X 853 MHz dual channel. tentunya ini on board ya, jadi ini memang gak bisa di-upgrade tapi kapasitasnya udah langsung 32 GB dan udah kencang jadi enggak ada masalah harusnya. Lalu untuk storage 1 TB SSD M2 NVME PCI Gen 4x4 connectivity dia pakai modul MediaTek yang udah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4 4. Jadi ini udah kekinian banget. Kapasitas baterainya lumayan besar juga di 83 wat hour. Untuk operating system dia pakai Windows 11 Home. Body first factornya adalah clam shell alias laptop klasic. Materialnya dia pakai ser aluminium untuk punggung layar dan aluminium untuk bagian body lainnya. Ser aluminum ini diklaim lebih tahan goresan dan kaausan akibat pemakaian serta minim dari gejala pudarnya warna body. Nah, body laptop ini dibentuk dengan menggunakan CNC machine ya. Jadi terasa padat dan kokoh saat digunakan. Tentunya laptop Asun ini juga sudah memenuhi military standar 810H. Jadi dijamin ya ketangguhannya. Untuk pilihan warna ada antri gry dan ada Scandinavian White seperti yang kami uji elegan-elegan nih warnanya. Nah, untuk desain untuk sebuah laptop yang berukuran 16 inci yang satu ini memang terasa sangat tipis dan sangat mewah. Permukan bodinya mulus dan halus saat disentuh. Menambah kesan kalau ini laptop kelas atas. Desain punggung layar laptop ini cukup simpel ya. Hanya ada tulisan Asus ZenBook. Ini seperti yang ada di Zenebook A14. Ini membuat laptopnya punya kesan yang profesional banget. Untuk dimensi panjang 35,36 cm, lebar 24,30 cm, dan tebalnya sisi paling tipis ada di 1,19 cm, paling tebalnya di 1,29 cm saja. Bobot laptopnya 1,5 kg. Ini terbilang sangat ringan untuk laptop 16 inci dengan material body seperti ini. Untuk charger plus kabelnya ini ada di 170-an gr saja. Ini adalah charger 68 watt dengan kabel USBC 2C ya yang bisa dilepas. Desain chargernya itu ringkas banget, udah mirip banget sama charger smartphone. Total bobot kalau dibawah-bawah dengan chargernya hanya 1,67 kg. Nah, untuk display laptop ini menggunakan layar Asus Lumina OLED dengan ukuran 16 inci. Resolusinya 3K 2880 * 1800 pikel dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 120 Hz. Ini adalah panel OLED. Nah, menurut Asus tingkat kecalanan maksimumnya itu ada di 500 nits di mode SDR dan 1000 nits di mode HDR. Sementara kalau kami ukur hasilnya kita dapat 458 nits di mode SDR dan 1048 nits di mode HDR. Jadi untuk mode HDR ini lebih tinggi dari klaimnya. Nah, untuk colar gamut layar ini diklaim punya kalor gamut di 100% DC IP3. Nah, kalau kita ukur gambut covers-nya ada di 100% DC IP3 dan gambut volume ada di 119,2% DC IP3. Layar ini juga sudah pantun validated ya. Jadi udah siap pakai untuk content creation class profesional yang membutuhkan tampilan warna akurat. Setelah itu layarnya memiliki sertifikasi TUV Rinland dan SS Care Display yang menandakan bahwa layarnya dirancang agar lebih nyaman di mata saat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Oh ya walaupun ini bukan laptop convertibel layarnya udah mendukung fitur touchsreen. Jadi aktivitas seperti scrolling halaman atau zoom in zoom out gitu ya itu bisa dilakukan langsung dengan sentuhan jari saja. Sebenarnya layar ini juga sudah mendukung penggunaan stylus ya, tapi stylusnya tidak tersedia dalam paket penjualan. Jadi kalau mau harus dibeli secara terpisah. Nah, untuk permukaannya sendiri ini pakai finishing yang glossy yang memang cukup wajar untuk sebuah layar touchsreen. Permukaan seperti ini biasa mantulin sedikit bayangan ya. Tapi di sisi lain kombinasi panel glossy dan oled ini membuat warna yang ditampilkan tuh jadi cemerlang banget di sini. Sementara untuk bingkai layarnya ini sudah pakai desain yang tipis di keempat sisi dengan screen tuberi di rasio mencapai 90%. Jadi memberikan kesan layar yang lebih luas dan lega. Oke, sekarang untuk kamera dan mikrofonnya. Laptop ini dilengkapi dengan Asus AI Sense Camera yang sensornya adalah 1080p 30 fps dan dilengkapi dengan fitur 3D noise reduction technology. Kamera laptop ini juga sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, dan background blur. Karena laptop ini sudah dilengkapi dengan NPU, penggunaan baterainya juga bisa lebih efisien dibandingkan laptop yang tanpa NPU saat fitur-fitur tadi diaktifkan. Untuk kuatnya sendiri kameranya sudah tergolong mumpuni ya untuk kebutuhan video call maupun online meeting. Beralih ke mikrofonnya. Laptop ini dilengkapi dengan dua buah mikrofon yang letaknya ada di sisi kanan dan kiri kamera. Mikrofon ini sudah dibekali dengan teknologi Asus AI Noise cancellation yang berfungsi untuk meredam suara bising di sekitar saat selagi melakukan video call atau online meeting. Hasil perekapan mikrofon dan kameranya seperti ini. Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise canceling dari laptop Asus Zenbook S16 yang satu ini. Seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalan lagi ramai ya. Meski begitu suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas dan noise bisa diredam dengan cukup baik. Dan ini adalah hasil perekaman menggunakan kamera laptop Asus ZenBook S16 di kondisi cahaya studio yang memadai. Kamera laptop ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps di rasio 16 b 9. Nah, kalau menurut kalian bagaimana kualitas dari perekaman videonya? Oke, untuk audionya laptop ini menggunakan solusi audio dari Harman Cardon dengan enam buah speaker. Iya, enam buah speaker yang sudah mendukung teknologi Dolby Atmos. Pengaturan profil suara dan equalizer bisa dilakukan lewat software My Asus. Untuk urusan volume memang bukan yang paling lantang, tapi menurut kami sudah cukuplah untuk penggunaan sehari-hari sementara untuk kualitas suaranya. Nah, ini tidak perlu diragukan lagi. Walaupun body laptopnya tergelong tipis, detail suaranya terasa jelas banget ya dan bassnya juga cukup bulat di sini. Nah, untuk konektor di sebelah kiri ada 1 HDMI 2.1, ada 2 USB 4 Gbps yang mendukung power delivery, protokol display port, dan perangkat-perangkat yang bahkan berbasis thunderbolt. Kemudian ada 1 3,5 mm audio combo jack. Sisi kanan ada satu USB 3.2 gen 2 type A dan ada SD card reader. Jadi ini khas zenbook ya. Konektor besar seperti USBA dan HDMI-nya tetap ada walaupun bodinya super super tipis. Nah, untuk keyboard ini menggunakan desain keyboard yang mirip seperti seri Zenbook terbaru lainnya. Travel distance-nya 1,1 mm. Jadi, saat ditekan memang terasa agak pendek ini ya. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan lampu backlit berwarna putih dengan tiga tingkat kecerahan yang bisa diatur dengan menekan tombol function plus huruf F4. Oke, untuk touchpad-nya ini ukurannya adalah 15,3 * 9,9 cm. Permukaannya pakai hydrophobic coating dan antifingprint coating yang diklaim membuat pergerakan jari tetap mulus dan punya durabilitas yang lebih baik. Untuk posisinya ini center to body yang memanjang dari tombol alt hingga coilot. Untuk cooling system ini sama seperti di Zenbook S generasi sebelumnya. Asus juga menggunakan sistem pendingin vaper chamber dengan dua buah kipas pada laptop ini. Menariknya, kipas di laptop ini tidak hanya menghisap udara dari sisi bawah laptop, tapi juga dari bagian atas keyboard. Di area tersebut terdapat 2.715 lubang kecil yang dibuat menggunakan CNC mesine. Ya, lubang-lubang ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan aliran udara hingga 50% lebih banyak sekaligus membantu mencegah debu dan air masuk ke dalam body laptop. Dengan aliran udara seperti ini, performa sustain prosessor itu diklaim dapat dipertahankan hingga 28 watt. Sementara itu, lubang pungan udara panasnya itu ada dua dan keduanya dirancang untuk langsung mengarah ke bagian belakang laptop. Jadi tidak ada udara panas yang berhembus ke arah permukaan layar. Jadi layarnya tuh aman dari paparan panas. Nah, untuk security. Nah, laptop ini dilengkapi dengan sistem biometrik berupa kamera infrared yang tentunya sudah mendukung Windows Hello. Sekarang kita masuk ke dalam aspek performa. Di laptop ini dilengkapi dengan tiga profil performa, yaitu performance, standar, dan whisper. Profil performa ini dapat diubah dengan menekan tombol function plus huruf F atau melalui software My Asus. Sekarang kita lihat ya dengan sinabes R23. Kita colek ke charger dulu. Dia stabilitas tes selama 30 menit. Skor tercapai adalah 14.819 poin di mode standar dan 17.566 poin di mode performance. Sementara untuk skor yang dapat dipertahankan itu 12.800 hingga 13.000 poin di mode standar dan 15.800 hingga 16.000 poin di mode performance. Sekarang kalau kita cabut chargernya, kita lihat lagi ya. Skor yang dapatkan ada di kisaran 12.800 sampai 13.000 poin di mode standar dan 15.800 hingga 16.000 1000 poin di mode performance. Jadi sebenarnya enggak terlalu jauh berbeda ya ee antara terpasang ke charger atau tidak. Oke untuk suhu kerjanya pesan menjalankan sinab R23 stabilitas selama 30 menit. Di mode standar SUCPU bisa dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius. Sementara di mode performance SU CPU sempat berada di kisaran 70 sampai 73 derajat celcius di beberapa ran awal. Setelah itu suhunya terkendali Jadi ini sangat aman suhu CPU-nya ya. Nah, untuk penghijuan berikutnya kita akan gunakan mode performance saja ya supaya kita bisa lihat kemampuan maksimal dari laptop ini. Lagian dari tadi pengujiannya kan adem-adem aja. Adobe Premiier Pro 2026 kita pakai video 4K60 5 menit pakai Open CL itu selesai dalam waktu 12 menit 12 detik. Lalu untuk video full HD 60 fps pakai open CL selesai dalam waktu 3 menit 27 detik ya. SU kerjanya untuk 4K video exporting pakai open di awal sampai 40% proses CPU itu ada di kisaran 63 sampai 67 derajat Celcius. Setelah itu turun ke kisaran 60 derajat celcius sampai akhir proses ekspor. Jadi adem banget ya. Lanjut ke Dafinci Resolve 20.3. Ini software video editing kelas profesional. Ini versi gratisnya. Untuk video 4K 65 menit itu selesai dalam waktu 20 menit 46 detik. Sementara untuk video full HD 60 fps yang 5 menit ya selesai dalam waktu hanya 5 menit 49 detik saja. Nah, untuk suhu kerjanya pas melakukan 4K video export. Di awal proses ekspor suhu CPU sempat naik sampai 70 derajat Celcius. Tapi selanjutnya suhu CPU langsung terkendali kekisaran 60 derajat celcius sampai akhir proses ekspor. Oke, sekarang kita coba pakai CapCut video 4K60 lagi yang 5 menit lagi ya. Selesai dalam waktu 10 menit 9 detik. Kalau videonya full HD 60 fps 5 menit ya sesai dalam waktu 3 menit 54 detik. Nah, untuk SU kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting di awal proses eksport SU sempat mencapai 77 derajus tapi kemudian SH-nya bisa terkendali jadi 70 derajat Celcius sampai proses berakhir. Oke, sekarang kalian pasti ingin tahu kemampuan untuk gaming-nya seperti apa, kan? Ini dia kemampuan gaming-nya. Nah, di game terakhir ini kita lihat suhu kerjanya. Setelah setengah jam main Cyberpunk ya, suhu CPU berada di bawah 65 derajat celcius sepanjang pengujian. Jadi ini adem banget. Untuk permukaan body setelah setengah jam main Cyberpunk, titik paling panas ada di area tengah atas keyboard dengan suhu sekitar 42 sampai 43 derajat Celcius. Dan untuk area kiri keyboard ada di kisaran 35 sampai 38 derajat Celcius. Sementara area kanan keyboard itu cukup adem di bawah 35 derajat Celcius. Untuk pamrest juga aman ya di bawah 35 derajat Celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan Kristalisma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya bisa mencapai 7.127 MB/ dan tulisnya ada di 6.345 345 MB/s. Ini adalah kecepatan yang tinggi sekali. Lanjut ke pengujian data baterainya. Kita setting berat 150. Volume suara 25% di mode standar ya. Untuk 1080p lokal video playback di resolusi layar 3K 120 Hz. Baterai habis setelah 15 jam 21 menit. Sementara kalau kita taruh resolusinya di 1200p 60 Hz ya harusnya lebih irit ya. Baterai habis setelah 16 jam 2 menit. Jadi ini hasilnya terbilang oke untuk laptop dengan layar OLED 3K 16 inci. Oke, untuk charging 30 menit pertama baterai terisi di 34%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 120 menit alias tepat 2 jam. Ini normal sesuai dengan harapan kami. Nah, untuk harganya Asus Zenbook S16 OLED ini dijual dengan kisaran harga Rp33 jutaan. Ini sudah termasuk dengan bonus pembelian. Ada Microsoft Office Home and Student 2024. Ini yang tidak usah pakai langganan lagi ya. Lalu ada langganan Microsoft 365 basic 1 tahun penuh dan ada sliffback. Nah, untuk garansi dia dapat 3 tahun international warranty dengan 3 tahun Asus VIP perfect warranty. Nah, untuk Asus VIP perfectranty ini Asus Indonesia akan menanggung 100% total biaya perbaikan untuk kerusakan akibat kelalaian pengguna. Menariknya lagi, laptop ini juga dilengkapi layanan Asus Premium Services. Dengan layanan ini, Asus akan menanggung biaya pengiriman produk dari pengguna ke service center dan sebaliknya. Lalu ada juga layanan laptop spa untuk pembersihan dan perawatan ringan secara gratis. Enggak cuman itu, kita juga dapat layanan fast lane sehingga diprioritaskan untuk cek dan perbaikan. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu perhatikan. Pertama, travel distance tombol keyboard itu agak pendek. Jadi, mungkin enggak semua orang akan bisa cocok dengan yang satu ini. Lalu, RAM-nya on board, jadi tidak dapat di-upgrade. Untungnya sih udah 32 GB. Harusnya ini udah cukup untuk berbagai pekerjaan yang biasa dilakukan di laptop tipis dan dengan seperti ini. Kemudian harganya mungkin terasa agak naik secara signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Tapi ini bukan terjadi di Asus aja. Hampir semua brand sejauh ini harganya pada naik. Ini disebabkan kondisi industri saat ini ya, di mana harganya memang untuk memori dan storage itu naik jauh. Apalagi nih pakai DDR5 tipe baru. Jadi sebetulnya sih agak kurang fair kalau kita pakai standar 2025 untuk melihat harga produk keluaran 2026 karena modalnya aja beda ya. Lanjut untuk sisi menariknya. Desainnya ini sangat mewah dan keren. Bodinya tipis dan ringan untuk ukuran layarnya. Baterainya juga lumayan besar dan lumayan awet juga. Lalu dia pakai Ryzen AI9 465 yang performanya kencang. Punya NPU 50 tops. Jadi udah mi standar copilot plus PC. RAM-nya besar dan super kencang. Layarnya olet 16 inci, 3K 120 Hz. Touch screen juga ada di situ. Konektornya lengkap, termasuk ada port USBA dan HDMI yang besar juga. Ada dua USB 4 di sini. Lalu dia pakai Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Kekinian dan future proof. Suara speakernya ini kualitasnya memuaskan dan kemampuan noise cancellation dari mikrofonnya juga sangat baik. Lalu kita dapat garansi kelalian pengguna bahkan untuk yang ini sampai 3 tahun penuh. Jadi, Asus ZenBook S16 OLED yang satu ini cocoknya untuk siapa sih? Menurut kami ini cocok untuk yang butuh laptop tipis dan ringan tapi layar besar dan penampilannya harus premium tanpa mengorbankan performa. Dipakai kerja kantoran? Uh, jelas bisa. Apalagi kalau jenis pekerjaan memang memanfaatkan performa dari prosesor yang ada di laptop ini ya. Jadi multitasking berat, enggak ada masalah di sini. Dibawa meeting juga cocok, desainnya elegan, kelihatan premium. Jadi tetap PD lah ya kalau dipakai untuk di ruang meeting gitu ya. W p lah ini enggak ada masalah di pakai editing video atau gambar juga masih cocok sih sebetulnya ya. Prosesornya kencang dan layarnya sudah panton validated. Jadi untuk urusan akurasi warna juga sudah bisa diandalkan di sini. Ditambah lagi ada NPU ya yang bisa membantu mengekselasi berbagai fitur AI untuk content creation. Untuk programming juga harusnya nyaman selama software yang digunakan memang cocok dengan spesifikasi laptop ini. Kalau untuk sadar hiburan seperti nonton film, wah ini sih enak banget ya. Layarnya besar, panel olet, resolusi tinggi. Jadi pengalaman nontonnya itu benar-benar lebih imersif gitu. Pada akhirnya kalau dicari adalah sebuah laptop 16 inci yang artinya layar besar yang tampilannya premium, performanya kencang, layar kelas profesional dan sudah menandar copilet plus PC. Menurut kami Zenbook S16 OLED versi 2026 ini jelas layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube