Jungkat

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau! (YouTube Video)

  • 23/10/2026

Ini salah satu laptop Intel Core 5 Series 3 yang paling terjangkau saat video ini dibuat. Biasanya laptop yang pakai Core 5 Series 3 yang lain itu dijual dengan harga 11 bahkan sampai 15 jutaan. Yang ini masih di 10 jutaan. RAM-nya langsung LPDDR5 6400, jadi kencang performanya. Uniknya, walaupun baterai enggak besar, dia sanggup dipakai hingga belasan jam. Bahkan yang satu ini punya garansi kelalaian pengguna selama 3 tahun juga. Ya, laptopnya sendiri adalah Axioo Hype AI 5 G3. Akhirnya [mendengus] Axioo ikutan merilis laptop yang pakai Core Series 3 alias Wildcat Lake. Tapi selain yang pakai Core 5 Series 3, ada juga ya ini Axioo Hype AI 3 G3 yang pakai processor Core 3 Series 3. Harganya, wah itu mulai dari 8 jutaan dan dia punya opsi warna yang Gen Z banget. Lalu, kira-kira semantap apa sih laptop Axioo pakai processor Core 5 Series 3 ini? Kita langsung mulai bahas dari spesifikasinya dulu ya. Untuk processor, yang satu ini pakai Intel Core 5 320. Fabrikasinya Intel 18A ya, bukan 7, 18A ya. Base power-nya ada di 15 watt dan dia punya 6 core 6 thread yang terdiri dari 2 performance core dan 4 low power efficient core. Maksimum turbo frekuensinya itu up to 4,6 GHz dan Intel Smart Cache-nya ada di 6 MB. Untuk NPU dia pakai Intel AI Boost dengan kemampuan hingga 16 tops. Untuk kapasitas RAM-nya adalah 8 GB LPDDR5 6400. Karena on board, jadi dia enggak bisa di-upgrade sih memang ya. Dan perlu diperhatikan bahwa controller memori di processor ini hanya mendukung konfigurasi RAM single channel. Tapi ini harusnya bukan masalah karena sudah pakai RAM LPDDR5 yang kencang. Nanti kita lihat performanya. Untuk storage yang terpasang adalah 256 GB SSD M.2 NVMe PCIe Gen 3. Menurut Axioo, slot M.2 ini support SSD PCIe Gen 4 by 4. Jadi kita bisa saja mau upgrade ke SSD-nya yang lebih kencang, bisa ya. Tapi, laptop ini hanya memberikan satu slot SSD M.2. Jadi, kalau mau upgrade kita harus mengganti SSD yang sudah terpasang. Untuk konektivitas wireless-nya dia pakai modul Realtek di sini yang sudah support Wi-Fi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapasitas baterainya ada di 50 watt hour. OS-nya pakai Windows 11 Pro 25H2. Untuk body form factor-nya adalah clamshell atau laptop klasik. Materialnya polycarbonate untuk warna. Untuk yang satu ini hanya ada satu opsi warna yaitu grey atau abu-abu. Nah, untuk desain penampilannya masih sama dengan Axioo Hype line-nya ya dengan desain yang simpel dan cukup minimalis. Ini buatnya cocok untuk dipakai sekolah, ngampus atau kerja yang tidak butuh tampilan yang terlalu mencolok di sini tentunya. Dan seperti biasa ada logo Axioo di sudut kanan atas cover laptopnya. Untuk dimensi panjang 31,4 cm, lebar 22,1 cm dan ketebalannya di 1,79 cm. Untuk bobotnya laptopnya saja di 1,23 kg dan charger-nya ini lumayan ringan ya di 138 gram. Ini adalah charger 45 watt dengan konektor USB type C. Total bobot dibawa-bawa jadi 1,36 kg. Untuk layar ini adalah panel IPS 14 inci resolusinya WUXGA atau 1920 * 1200 pixel dengan aspek rasio 16:10. Kalau kami ukur tingkat kecerahannya itu maksimal di 353 nits dengan gamut coverage 62,4% sRGB dengan volume di 63,8% sRGB. Gamutnya memang kurang cocok ya kalau mau dipakai buat editing profesional tapi kalau mau dipakai buat belajar editing atau editing yang casual yang enggak butuh pengaturan warna yang akurat-akurat banget sih harusnya masih aman yang satu ini. Dan kalau dirasa butuh kita bisa pasang juga monitor eksternal yang color gamutnya lebih baik. Untuk permukaan layarnya ini matte atau non-glare jadi minim gangguan akibat pantulan cahaya, jendela atau objek yang ada di sekitar kita. Engselnya menarik ya bisa dibuka hampir 180 derajat sudah seperti laptop kelas profesional. Tipe engselnya juga bisa mencegah kemungkinan kerusakan akibat terdorong. Nah, sekarang kita lihat kamera mikrofonnya. Resolusi kameranya 2 megapixel dan ada 2 modul mikrofon di sisi kanan dan kirinya. Untuk perekaman video resolusi maksimal di aspek rasio 4:3 adalah 1200p 30 fps sementara resolusi tertinggi di aspek rasio 16:9 adalah 720p 30fps. Nah, untuk fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, background blur, dan eye contact itu tersedia ya di sini ya. Tentunya ini akan dibantu sama NPU ya. Kameranya dilengkapi dengan privacy shutter fisik ya yang slidernya ada di sisi atas kamera. Jadi ini akan lebih aman dari resiko kemungkinan diintip kalau misalnya kalian kena hack. Nah, untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sudah berada di luar untuk ngetes mikrofon dan noise cancelling dari laptop Axioo Hype 7 i7 yang satu ini. Bisa dilihat ya kalau di belakang saya sedang ramai kendaraan. Sayangnya di sini noise dari background belum bisa diredam dengan baik. Meski begitu suara saya masih bisa terdengar dengan baik di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera ini. Untuk pencahayaan yang optimal di sini kita langsung pakai lampu studio aja ya. Untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 720p 30fps atau 1200p 30fps dengan aspek rasio 4:3. Untuk hasil videonya di sini terlihat kalau detailnya memang bukan yang paling tinggi, tapi di sini terlihat kalau gambarnya sudah cukup terang dan juga cukup bersih dari noise. Sudah cukupilah untuk dipakai ke meeting online ataupun video call. Ya, selain bisa merekam video sampai resolusi 720p 30fps, di sini kameranya juga bisa merekam sampai resolusi 1200p tapi dengan aspek rasio 4:3. Jadi gambarnya menjadi lebih kotak seperti ini ya. Dan untuk hasilnya ya kurang lebih seperti ini, mirip-mirip saja dengan 720p 30fps-nya. Oke, untuk audionya laptop ini dibekali dengan dua speaker dengan area keluaran suara menuju alas laptop. Kualitas suaranya memang bukan yang paling rapi, tapi setidaknya suara yang dikeluarkan itu terbilang lantang di sini. Kalau mau kualitas suaranya lebih oke, ya kita bisa pakai headphone atau pakai speaker tambahanlah ya. Nah, untuk konektor sekarang kita lihat. Di kiri ada satu HDMI 1.4, ada dua USB 3.2 Gen1 Type-C yang ini sudah support display output, power delivery ya. Lalu untuk di kanan ada satu USB 2.0 Type-C dan ada satu audio jack combo 3.5 mm. Kemudian ada juga satu USB 3.2 Gen 1 Type A dan ada Kensington lock slot. Oke, untuk keyboard dia pakai keyboard chiclet dengan layout yang mirip-mirip dengan Axioo Hype yang lainnya. Feeling ketika terdorong oke dengan tombol yang lumayan silent dan cukup solid. Tombol navigasi seperti page up, page down, home dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Nah, untuk tombol anak panahnya sendiri ini atas dan bawahnya itu punya ukuran setengah ya dibandingkan tombol-tombol lainnya. Di sini juga ada tombol copilot ya, sudah kekinian juga nih ya. Nah, buat yang nanya backlit sayangnya tidak ada di sini. Untuk tombol power ini menyatu dengan keyboard, sayangnya feel menekan tombol power ini terasa sama dengan tombol-tombol lainnya. Jadi agak rawan kepencet ya harusnya. Lanjut untuk touchpad ukurannya adalah 12 * 7,2 cm. Posisinya cenderung center to body, jadi agak sedikit melebar kanan dari space bar sampai ke tombol alt. Touchpad-nya juga sudah mendukung precision touchpad ya. Nah, untuk sistem pendingin laptop ini pakai sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan satu heat pipe. Intake udara dari bawah, exhaust-nya ke arah belakang. Untuk aspek performa di sini tidak ada opsi untuk ngatur mode performa baik melalui shortcut di keyboard maupun di aplikasi My Axioo. Walaupun demikian, aplikasi My Axioo ini punya beberapa fungsi menarik ya. Pertama, kita bisa cek spesifikasi dan garansi laptop kita. Lalu kita bisa monitoring suhu dan konsumsi daya laptop Axioo kita. Enggak cuma itu, di sini juga ada quick access ke beberapa tools mulai dari control panel, device manager sampai registry editor kalau dibutuhkan. Bahkan di sini kita juga bisa download update driver untuk laptop yang satu ini. Lumayan ya, jadi enggak perlu searching driver secara manual. Oke, oke lanjut kita langsung cek aja performa laptop ini. Kita lihat konsistensi performanya dengan Cinebench R23 stabilitas. Pertama kita cek kondisi kalau kita lagi pakai charger ya. Skor maksimalnya ada di 6.625 poin. Sementara skor yang bisa dipertahankan ada di 6.300 sampai 6.400-an poin. Kalau kita lepas charger-nya, skor maksimalnya di 6.500 poin. Skor yang bisa dipertahankan ada di 6.300 sampai 6.400 poin juga. Ternyata mau dicolok atau enggak dicolok charger-nya, performanya mirip-mirip aja. Nah, untuk suhu kerjanya dengan Cinebench R23 stabilitas di run pertama suhunya tuh sempat menyentuh 90 derajat Celcius, tapi ini enggak berlangsung lama. Di run berikutnya suhunya langsung terkendali di 60-an derajat C saja dengan sesekali ada spike ke 70° C. Sekarang kita lihat kalau untuk ngedit video ya, Adobe Premiere Pro CC 2026. Seperti biasa kita pakai video yang durasinya 5 menit. Hasilnya ekspor video 1080 60 fps selesai dalam waktu 5 menit 46 detik. Uh, nice. Lalu kalau 1080 30 fps selesai dalam waktu hanya 2 menit 31 detik. Ternyata masih oke juga bahkan kalau kita mau ngedit video 1080 60 fps dengan Premiere Pro masih oke di sini. Waktu ekspornya nyaris sama dengan durasi videonya berarti sudah cukup oke. Nah, untuk suhu kerjanya dengan exporting video 1080 60 fps itu ada di kisaran 52 sampai 57 derajat C. Suhunya sempat spike di 90 derajat C tapi itu cuma satu kali saja. Overall ini sudah adem banget untuk exporting video 1080p pakai Premiere. Lanjut ke DaVinci Resolve seri 20 ya. Ini adalah software video kelas profesional yang versi gratisnya kita pakai. Masih dengan video yang durasinya sama 5 menit. Ekspor video 1080p 60 fps butuh waktu 8 menit pas di sini. Lalu kalau 30 fps kita butuh waktu hanya 4 menit saja, 4 menit 16 detik tepatnya. Nah, jadi kalau pakai DaVinci rasanya lebih pas kalau kita ngedit 1080p 30 fps. Ini lebih oke lah waktu ekspornya. Untuk suhu kerjanya pada saat kita exporting video 1080p yang 60 fps di menit awal suhu CPU sempat menyentuh 80 derajat C tapi setelah itu suhu CPU bisa dikendalikan dan berada di kisaran hanya 60 derajat C saja. Lanjut untuk CapCut video editor dengan video durasi 5 menit yang sama kita lihat untuk 1080p 60 fps selesai dalam waktu 4 menit 44 detik. Kalau 30 fps hanya butuh waktu 1 menit 49 detik saja. Kalau ekspor di CapCut ini kencang banget ya. Untuk suhu kerjanya waktu kita ekspor video yang 60 fps ya suhu CPU ada di kisaran 64 sampai 73 derajat C. Ini masih tergolong aman juga. Nah, sekarang kita lihat untuk 3D graphic test-nya. Time Spy kita dapat 1403 poin. Fire Strike kita dapat 3270 poin. Sekarang kita lihat NPU-nya kan ada terpasang ya, jadi kita uji NPU-nya dengan Procyon. Di pengujian kali ini kita menguji performa NPU untuk menghasilkan gambar dari sebuah prom dengan memakai Stable Diffusion. Tentunya ini bekerja di laptop ini, bukan pakai online ya. Nah, untuk menghasilkan gambar resolusi di 512 * 512 pixel, dia butuh waktu sekitar 30 detik. Ini masih lebih cepat dari performa NPU yang ada di Core Ultra 7 155H yang butuh 44 detik. Oke, sekarang mari kita lihat kemampuannya untuk gaming. [musik] Nah, sekarang kita lihat suhu kerja di game yang terakhir ini. Ya, ini Cyberpunk 2077 ya. Selama setengah jam kita mainkan suhu CPU sudah di kisaran 62 sampai 64 derajat Celsius. Ini adem banget sih sebetulnya. Untuk suhu permukaannya kita lihat titik terpanas ada di area atas dekat lubang exhaust, wajar. Dan itu pun suhunya cuma 42 derajat Celsius. Untuk permukaan keyboard area terpanas itu di area tengah dengan suhu 36 derajat Celsius, masih aman banget. Sementara untuk area kanan kiri keyboard itu suhunya di kisaran 29 sampai 32 derajat Celsius. Nah, kalau untuk suhu area palmrest aman banget di bawah 30 derajat Celsius. Sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya dengan CrystalDiskMark kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3544 MB per second dan tulis di 2996 MB per second. Performa seperti ini biasanya kita temukan di SSD PCI Gen 3 yang kelas atas ya. Oke, mari sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Seperti biasa kita set brightness layar instalasi 40 nits, volume 25%. Hasilnya, untuk lokal video playback 1080p baterainya habis setelah 13 jam 48 menit. Ini masih termasuk awet ya mengingat kapasitas baterainya cuma 50 watt hour. Dan kemudian kita juga nguji baterai laptop ini pakai UL Procyon Office Productivity untuk menggambarkan daya tahan baterai kalau dipakai kerja terus-menerus dengan aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan Outlook. Ini berarti kita kerja enggak pakai berhenti ya, terus-terusan gitu ya. Kenyataannya sih enggak mungkin kayak begitu ya sebetulnya. Nah, hasilnya baterai laptop ini baru habis setelah 12 jam 18 menit. Ini masih aman banget buat kerjaan di kantor dari jam masuk sampai pulang tanpa nge-charge. Ini benar-benar aman sih harusnya. Anda mau kerja 12 jam? Kayaknya sih enggak ya. Apalagi kalau 12 jam itu non stop ya. Bahkan baterainya masih cukup dipakai buat lembur kayaknya ya. Lanjut untuk charging test-nya. 30 menit pertama sudah terisi di 29% sementara dari 0 sampai penuh butuh waktu 1 jam 59 menit. Ini pas banget dengan harapan kami yang ada di 2 jam. Oke, untuk harganya laptop yang satu ini harganya adalah 10 juta 499 ribu dan ini sudah termasuk garansi 1 tahun resmi dari Axioo Indonesia, termasuk ada juga 3 tahun Axioo ADP ekstra. Nah, garansi Axioo ADP ekstra ini meng-cover berbagai kerusakan yang tidak terduga seperti terjatuh, kebentur, kerusakan akibat cairan, kerusakan akibat bencana alam dan masih banyak lagi. Menariknya lagi garansi ADP ekstra ini juga meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan misalnya. Mantap ya. Klaim garansi dapat dilakukan di lebih dari 190 titik service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Lalu di juga ada laptop spa yang bisa didapat di Axioo care platinum. Di sini ada benefit ekstra yang tersedia seperti gratis jasa re-pasta atau re-pasting atau pasang ulang pastanya itu ya. Lalu juga ada jasa pembersihan laptop, ada jasa pasang RAM dan SSD. Ini gratis ya. Selain itu Axioo juga menawarkan cicilan dengan bunga 0% untuk laptop yang satu ini. Sementara kemudian untuk Axioo Hype AI 3 G3, nah yang tadi ya harganya lebih terjangkau. Ini harganya mulai dari 8 juta 699 ribu dengan opsi yang 8 GB RAM dan 256 GB SSD. Dan ada juga yang 9 juta 699 ribu, opsinya adalah RAM 8 GB, storage-nya 512 GB. Pilihan warnanya itu lebih beragam kalau yang versi ini ya. Ada grey, ada blue dan ada juga pink kalau dibutuhkan ya. Nah, laptop 2026 itu harusnya kayak begini ya. Warnanya enggak cuma hitam atau abu-abu doang. Harusnya warnanya beda dan kekinian kayak begini. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan untuk laptop yang satu ini yang pakai Core i5 series 3 ya. Kapasitas RAM-nya ini pertama masih 8 GB single channel dan enggak bisa di-upgrade. Nah, ini wajar sih sebetulnya karena prosesornya cuma support RAM single channel jadi dia tidak bisa dibuat jadi dual channel di sini ya. Setidaknya RAM yang terpasang sudah pakai tipe LPDDR5 yang kencang. Selain itu harus diingat bahwa Microsoft sudah berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi Windows 11 di perangkat dengan RAM 8 GB untuk akhir tahun 2026. Jadi, harusnya ini sih bukan masalah ya. Lalu, kapasitas SSD bawaannya ini baru 256 GB, tapi ini wajar lagi sebetulnya mengingat harga RAM dan SSD yang naik gila-gilaan di awal tahun 2026 sampai ke menjelang akhir 2026 ini. Setidaknya kita masih bisa ganti SSD bawaannya kalau memang dibutuhkan. Tapi ya kalau enggak mau ribet ganti-ganti ya Axioo juga menyediakan opsi dengan SSD yang 512 yang harganya ada di 11 jutaan. Kemudian, ini layarnya belum 100% sRGB. Kalau butuh akurasi warna atau color gamut yang lebih luas, bisa pasang monitor eksternal aja sesuai dengan kebutuhan kita. Kemudian, untuk keyboard-nya ini belum ada backlight-nya dan di sini juga belum ada bundle Microsoft Office, tapi Axioo itu menyediakan Libre Office yang udah langsung terpasang di laptop ini. Dan kalau mau pakai Microsoft Office bisa ya tinggal beli lisensi dan install Microsoft Office sendiri. Dan sih menariknya, ini adalah salah satu laptop Core 5 320 yang paling terjangkau yang ada di Indonesia saat video ini dibuat. Buat kerja ringan sampai menengah macam ngetik, browsing, nonton, meeting online sampai editing foto, bahkan editing video ringan ya, itu masih oke banget. Dipakai main game tipis-tipis juga masih bisa. Bobotnya juga terbilang enteng di kisaran 1,2 kg. Baterai juga lumayan awet di 13 jam. Suhunya adem, bahkan bisa dipakai diajak main game berat juga masih aman ya. Konektor juga melimpah, jadi enggak perlu bawa converter lagi dan dia sudah pakai Windows versi Pro. Kemudian, dia juga punya garansi ADP extra 3 tahun yang mencakup kelalaian pengguna, bahkan kecurian pun di-cover di sini. Jadi, pertanyaannya, laptop ini cocok buat siapa? Ini akan cocok buat pekerja kantoran yang butuh laptop ringan dan kuat kerja seperti mengetik, meeting online, multitasking ringan, tapi budget-nya mentok di 10 jutaan. Buat anak sekolah, kuliahan, atau tenaga pengajar yang butuh laptop yang ringan dan cocok buat dibawa-bawa ke mana-mana, ini pas banget ya. Apalagi ada ADP extra 3 tahun, jadi enggak perlu khawatir laptopnya jatuh, kena air, atau dicuri Aman tuh. Buat editor atau desainer pemula yang masih belajar editing, ini juga masih lumayan cocoklah ya dipakai edit 1080p itu masih memadai ya, asalkan tadi ya ingat ya untuk urusan layarnya ya. Kemudian dipakai coding juga harusnya bisa-bisa saja asalkan aplikasinya cocok dengan spek laptop ini. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah laptop thin and light yang performanya kekinian dan menggunakan prosesor tahun 2026, baterai juga awet belasan jam dengan harga yang masih relatif terjangkau plus punya garansi klaim pengguna selama 3 tahun, Axioo Hype Ai5 G3 ini bisa jadi opsi yang sangat menarik untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube