Jungkat

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dng Intel Core Ultra (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini laptop tipis dan ringan pertama dari Axio dengan prosesor Intel Core Ultra. Menariknya dia enggak pakai pressor seri U yang hemat daya. Dia langsung pakai pressure Intel Core Ultra seri H yang lebih kencang dengan base power yang lebih tinggi dan jumlah core yang lebih melimpah. RAM-nya DDR5 tipe sodim bukan onboard jadi bisa di-upgrade kalau dibutuhkan. Menariknya lagi harga laptop ini ternyata masih relatif terjangkau untuk tipe prosesor yang digunakan. Bahkan dia punya ADP yang meng-cover kehilangan akibat pencurian juga ya. Laptop ini adalah Axio Hype AI5. Ya, setelama ditunggu Axio akhirnya menggunakan pressor Intel Core Ultra untuk laptop tipis dan ringannya. Tahu dong kalau selama ini laptop tipis dan ringan dari Axio itu masih pakai prosessor Intel Core i untuk yang versi Intel-nya ya. Berbeda dengan Core i, Pressor Intel Core Ultra itu punya arsitektur CPU yang lebih canggih, performa IGP-nya lebih kencang, dan punya NPU untuk menjalankan komputasi AI secara offline. Oke, langsung aja kita cek spesifikasinya terlebih dahulu ya. Untuk pressor dia pakai Intel Core Ultra 5 125H. Fabrikasinya Intel 4 atau Intel 4. Base power-nya 28 watt. Dia punya 14 core 18 thread yang terdiri dari 4 performance core, 8 efficient core, dan 2 low power efficient core. Intel smart cas-nya juga gede nih, 18 MB. Integrate grafisnya pakai Intel Arc Graphics dengan 7X Course. Untuk NPU di pakai Intel AI boost dengan kemampuan 11 tops. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 8 GB DDR 5 4800 MHz single channel. Tapi tenang, laptop ini punya dua slot sodm. Jadi kapasitasnya bisa di-upgrade dan dijadikan dual channel supaya bisa jadi lebih kencang. Menurut Axio, kapasitasnya bisa di-upgrade hingga 64 GB. Tapi memang kecepatan RAM di laptop ini dibatasi di 4800 MHz. Kami mencoba masang RAM DDR5 5600 tapi kecepatannya tetap jadi 4800 MHz. Padahal sebetulnya prosesornya mendukung kecepatan RAM sampai 5600 MHz loh. Hal ini membuat performa IGP-nya jadi mungkin agak kurang optimal aja. Nanti kita lihat hasil pengujiannya ya. Nah, untuk storage dia pakai 256 GB SSD M.2 NVME PCI Gen 3x4. Menarik ya, slot M2 ini ternyata mendukung SSD PCI Gen 4. Jadi bisa kita upgrade ke yang lebih kencang. Untuk wires connectivity dia menggunakan modul Intel yang udah support Wii 6 dan bluetooth-nya versi 5.2. Sementara kapasitas baterainya ada di 51,3 wat hour. Nah, untuk OS dia pakai Windows 11 Pro 25 H2. Nah, untuk power factornya adalah clampell atau laptop classic. Materialnya polikarbonat. Warnanya ini grey atau abu-abu ya. Nah, untuk desain penampilan laptop ini sebenarnya enggak yang luar biasa gimana-gimana banget gitu ya. Desainnya masih minimalis seperti Hype 5 lainnya dengan punggung layar polos berhiaskan logo Axio di bagian sudutnya. Tapi uniknya di bagian pinggir kanan dan kiri body kini dibentuk agak membulat sehingga tidak terasa tajam saat dipegang. Untuk dimensinya panjang 31,6 cm, lebar 21,6 cm, dan ketebalan di 1,84 cm. Untuk bobotnya kalau menurut Aseo itu beratnya ada di 1,25 kg. Kalau kami timbang itu beratnya ada di 1,28 kg. Enggak beda jauh lah ya dari klaimnya ya. Mungkin waktu aksi nimbang stiker-stikernya belum dipasang aja. Menarik ya. Berat seperti ini tergolong cukup ringan ya untuk laptop 14 inci. Nah, untuk charger sendiri 196 gr dan ini adalah charger 65 watt. Total bobotnya kalau di bawah-bawah menjadi 1,47 kg berdasarkan timbangan kami. Untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci, resolusinya 1920 * 1200 piksel dengan aspek rasio 16 bandelnya panel IPS. Kalau kami ukur panel ini tingkat cerahannya ada maksimal di 440 units di dalam ruangan. ini tergolong tinggi ya karena biasanya panel IPS di kelas harga sini itu rata-rata di 300-an nitz. Lalu untuk gamut coverage-nya ada di 63,9% SRGB dengan gamut volume di 64,6% sRGB. Ini berarti memang layarnya masih belum begitu cocok untuk editing kelas profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi kalau dipakai untuk belajar ngedit sih harusnya enggak masalah ya karena dipakai panel IPS yang masih konsisten warnanya saat kita geser-geser melihat dari sisi kanan atau sisi kiri. Untuk permukaan layarnya ini punya sifat yang non glossy. Ini buat makainya juga jadi lebih nyaman ya karena enggak banyak pantulan-pantulan bayangan objek di sekitar seperti lampu-lampu atau mungkin jendela-jendela gitu. Menariknya laptop ini ternyata sudah menggunakan desain bingkai layar yang tipis di keempat sisinya. Biasanya laptop merek lokal tuh cuma tipis di kanan dan kiri doang ya. Nah, uniknya lagi selayar laptop ini juga bisa dibuka lurus hingga 180 derajat. Jadi lebih aman dari resiko rusak akibat kedorong dan memudahkan kita juga untuk menunjukkan isi tampilan layar ke lawan bicara yang ada di depan kita. Misalnya kalau lagi meeting di cafe gitu ya. Nah, laptop ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps sudah lumayan kekinian. Untuk keamanan kameranya dilapi dengan penutup fisik sehingga kita enggak mungkin diintip walaupun mungkin kameranya kena di-hack. Tentunya kamera ini mendukung fitur Windows Studio Effect dan akan menggunakan NPU untuk bekerja. Jadi harusnya lebih hemat baterai. Untuk modul mikrofon ada dua buah dan ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kameranya. Nah, untuk kemampuan kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di luar untuk mengi kualitas mikrofon dari laptopio HI5 yang satu ini ya. Dilihat ya kalau jalanan di belakang saya sedang ramai kendaraan. Di sini suara saya terdengar dengan jelas tapi suara dari background juga terdengar dengan jelas di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Axio Hype AI5 yang satu ini. Untuk pencayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. N jadi cahanyanya lumayan terang dan untuk kameranya ini punya resolusi maksimal sampai 1080p 30 fps. Untuk gambarnya di sini kelihatan udah terang ya, detailnya juga oke dan juga minim dari noise. Untuk audionya, laptop ini memiliki dua buah speaker dengan arah keluaran suara ke arah bawah ya. Suara yang diasikan sebenarnya sudah cukup lantang di sini tapi kualitasnya masih terasa agak kurang untuk kelas harganya walaupun enggak bisa dibilang yang mengecewakan juga. Nah, untuk konektor di kiri ada 1 DC in 1 HDMI, 1 USB 3.2 gen one type A dan ada satu USB 3.2 gen one type C yang mendukung display output dan power delivery. Jadi bisa dipakai untuk ngcharge si laptop. Kemudian masih ada lagi satu USB 2.0 yang type C. Beralih ke sisi kanan ada satu micro SD card reader, ada 1 3,5 mm audio combo jack, ada satu USB 3.2 gen 1 type A, ada satu USB 2.0 dan ada Kensington lock slot. Nah, untuk keyboard-nya ini bentuk tombol keyboard di laptop ini terasa agak berbeda dibandingkan seri hype yang lainnya. Terlihat tombol dietan pertama itu diperbesar sehingga lebih mudah ditekan oleh kita yang mungkin berjari besar. Selain itu sudah ada tombol copilot di sini seperti laptop terbaru lainnya yang punya NPU juga. Saat dicoba, keyboardnya terasa cukup nyaman saat dipakai mengetik dengan penekanan tombol yang terasa cukup solid. Tentunya keyboard ini juga memiliki lampu backlit jadi membantu kita saat mengetik di ruang yang minim cahaya. Backlit-nya ini berwarna putih ya, dengan dua tingkat cerahan yang dapat diatur dengan menekan tombol function plus F4. Nah, untuk touchpad-nya ini ukurannya adalah 12* 7 cm dengan posisi center to body dan hampir sejajar dengan tombol space bar. Dan di sini kita lihat bahwa hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita sedang mengetik. Jadi, tidak akan mengganggu kenyamanan kita pada saat mengetik ya. Saat kami coba touchpad-nya, pergerakan jari juga terasa mulus ya di permukaannya. Klik kiri dan klik kanan juga terasa solid saat ditekan dan ada sedikit bunyi klik di situ. Untuk klik sistem, laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin dengan dua buah heat pipe dan satu kipas. Untuk arah pembangan panasnya itu mengarah ke belakang. Sekarang kita masuk ke dalam aspek performanya. Laptop ini akan kami uji dalam dua konfigurasi yaitu single channel 8 GB dan dual channel 16 GB alias 2 * 8. Nah, kalau kita tes dengan kondisi charger terpasang dengan Sin R23 di stability test selama 30 menit skor tertinggi yang dicapai adalah 9.470. 471 poin. Sementara skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 9.000 sampai 9.200 poin. Sementara kalau chargernya kita cabut, kita lihat lagi, kita mendapatkan skor di kisaran 9.000 sampai 9.200 poin. Jadi performanya saat pakai baterai atau dicolok ke charger itu mirip-mirip aja. Udah seperti laptop yang punya sertifikasi Evo nih, ya. Nah, untuk suhu kerja dengan sinabes R23 stabilitas selama setengah jam, kita lihat di awal pengujian suprasor sempat naik sesaat aja ke 100 derajat celcius sebelum akhirnya diturunkan di bawah 90 derajat celcius dengan sesekali terjadi lompatan di atas 90 derajat celcius. Oke, langsung aja kita lihat kalau kita pakai Adobe Premiere Pro 2026. Untuk video full HD 60 fps yang 5 menit ya videonya ya. Kalau kita pakai open CL dengan single channel itu saya dalam waktu 7 menit 12 detik. Sementara kalau dual channel itu 4 menit 39 detik. Kita lihat antara single channel dengan dual channel terlihat bahwa waktu eksportnya jadi lebih cepat sekitar 35%. Nah, untuk suhu kerjanya pada melakukan full HDVD exporting dengan Open CL di pengujian ini suhu prosesor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat celcius. Jadi aman enggak ada masalah di sini. Lanjut ke Davinci Resolve 20.3. Ini software videoing class profesional versi gratisnya yang kita pakai untuk video full HD 60 fps lagi-lagi yang 5 menit ya. Single channel selesai dalam waktu 10 menit 40 detik. Dua channel dalam waktu 6 menit 23 detik. Di sini waktu ekspornya jadi lebih kencang sekitar 40% begitu dua channelnya kita aktifkan dengan menambah satu keping RAM lagi. Nah, untuk sukernya kita lihat masih terkendali di bawah 90 derajat Celcius. Jadi masih aman juga. Kita lanjut ke CapCut. Videonya masih full HD 60 fps yang 5 menit durasinya. Single channel aja udah 3 menit 12 detik. Sementara dual channel itu hanya 2 menit 44 detik saja. Kalau di sini kita lihat bahwa waktu eksportnya jadi 14% lebih cepat kalau kita pakai RAM dual channel. Untuk suhu kerjanya kita lihat prosesor itu dapat terkendali sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius. Nah, kalau untuk trimx time spy graphic score-nya untuk single channel ada di 1624 poin. Untuk dual channel ada di 2100 poin. Jadi untuk dua channel performa IGP-nya itu naik sekitar 29%. Oke, langsung aja kita lihat bagaimana performa gaming di laptop ini dengan konfigurasi dual channel. Nah, untuk su kerja selam menjalankan setengah jam main Gin Impact. Su rata-rata prosesor terlihat ada di kisaran 66 sampai 70 derajat celcius dengan sesekali saja ada lompatan di atas 70 derajat celcius. Untuk suhu permukaan body setengah jam main game yang tadi untuk keyboard area paling panas ada di area tengah dengan suhu tertinggi mencapai 40 derajat Celcius saja. Sementara suhu area sebelah atas keyboard ya ini bisa mencapai 48 sampai 49 derajat celcius. Tapi tentunya ini karena dia ada di dekat lubang pembuangan udara panas. Dan untuk area pamres ini aman sekali di bawah 35 derajat celcius. Nah, perhatikan ya kalau suhu setinggi ini tercapai hanya kalau beban kerjanya berat. Kalau kita ngetik, nonton, browsing itu ya enggak akan sepanas inilah ya. Oke, lanjut ke kecepatan SSD-nya. Dengan KAL semakin dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.392 MB/s dan tulisnya di 2152 MB/s. Ini udah terlalu kencang ya untuk STP saya Genry yang kapasitasnya adalah 256 GB. Untuk data baterai bagaimana? Kita setting bright 150 dengan volume suara 25%. Untuk 1080p lokal video playback, baterai baru habis setelah 9 jam 30 menit. Ini tergolong irit ya untuk laptop cor ultra dengan baterai yang cuma 51 wat hour. Ini bahkan bukan 60 atau 70 ya. Nah, untuk charging-nya kita lihat 30 menit pertama terisi 29%. Sementara itu dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 45 menit. Ini agak lama waktu charging-nya. Harapan kami tuh chargingnya ada di kisaran 2 jam pas. Oke, untuk harganya menurut Asia Indonesia harga resminya adalah Rp10.699.000 untuk versi dengan Windows dan Rp10.199.000 untuk versi yang tanpa Windows. Nah, kalau kalian cari sendiri toko online harganya dapat berapa nih? Coba tulis di kolom komentar ya. Oke, untuk garansinya dia dapat 1 tahun dari Asio Indonesia dan garansi tersebut mencakup ADP ekstra selama 1 tahun. Generasi ADP ekstra ini akan meng-cover berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh kelalaian pengguna seperti ketupahan cairan, enggak sengaja jatuh, cleting listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Menariknya, ADP ekstra ini juga meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian. Enggak cuma itu, Asio juga menjanjikan proses klaim ADP akan mudah dan dapat dilakukan di 194 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan AXio memiliki layanan same day service, jadi klaim garansinya cepat. Menariknya lagi, kalau proses servisnya itu melebihi 6 jam, AXo akan meminjamkan laptop pengganti supaya kita tetap bisa beraktivitas. Setelah itu, AO juga menyediakan jasa pembersihan atau repasting atau repasta secara gratis seumur hidup. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaannya ini 8 GB single channel. Sebaiknya sih langsung upgrade ke dual channel supaya performanya lebih kencang, lebih optimal aja, dan kapasitasnya juga lebih lega. Lalu kecepatan maksimal RAM-nya itu dietting hanya di 4800 MHz. Kemudian kapasitas SSD-nya ini cuma 256 GB. Harapan kami sih di harga segini bisa 512 GB ya. Tapi ya untuk saat ini mungkin harganya udah mahal jadinya ya. Karena tahun 2026 ini SSD dan RAM kan emang naik harganya. Lalu untuk layar ini memang belum 100% sRGB ya. Kalau mau pakai 100% sRGB ya tinggal colok aja layar eksternal sebetulnya. Untuk atas suara speaker juga terasa agak kurang sih buat harganya dan waktu charging-nya terasa sedikit agak lebih lama dari yang kita harapkan. Kemudian untuk garis normalnya ini cuma 1 tahun dan dia belum dapat Microsoft Office. Walaupun demikian, laptop ini sudah diinstalkan Libre Office dengan fungsi yang mirip seperti Microsoft Office. Dan tentunya kalau mau nginstal Microsoft Office tetap bisa tapi ya setelah kita beli lisensinya ya. Nah, dari segi menariknya ini bobotnya cukup ringan ya, dikisaran 1,2an kg dan sudah menggunakan prosesor Intel Core Ultra yang 14 core. Ini enteng buat multitasking, kencang buat editing di Full HD 60 FPS, kencang untuk gaming tipis-tipis di resolusi Full HD, bisa ngejalain aplikasi AI yang ringan pakai NPU, suhu kerja juga terkendali aman. RAM-nya udah diterima dan bisa di-upgrade, ya. Lalu untuk slot M.2-nya ini sebenarnya support SSD PC Gen4 jadi bisa di-upgrade kalau lebih kencang lagi. Baterainya ini tergolong irit untuk kapasitasnya. Konektornya, wah, ini sih lengkap ya. Dia punya slot micro SD juga. Keyboard-nya ini punya lampu backlit dan dia menggunakan Windows versi Pro. Kemudian ada garansi untuk kelalaian pengguna dan akibat aksi pencurian juga. Jadi pertanyaannya Axio Hype AI 5 ini cocoknya buat siapa? Buat di bagi kerja kantoran sih udah pasti bisa lah yang satu nih ya. Apalagi kalau pekerjaannya butuh prosesor dengan jumlah core yang melimpah. Baterai juga lumayan irit dan beratnya juga cukup ringan. Nyamanlah buat dipakai WFA ya. Bisa pakai gun charger 65 watt nih. Bisa ya. Jadi cukup bawa satu charger buat laptop dan perangkat lainnya. Kameranya juga punya Windows Studio Effect. Jadi mantap nih kalau dipakai buat meeting ya, buat pelajar atau mahasiswa harusnya juga bisa cocok ya selama aktivitasnya memang cocok dengan spesifikasi si laptop ini. Apalagi harganya masih relatif terjangka untuk tipe prosesornya dan ada ADP yang bikin aman selama pemakaian. Buat yang butuh laptop untuk belajar editing video juga harusnya bisa nih karena speknya udah lumayan mempuni ya. Tapi perlu diperhatikan, laptop ini perlu dihubungkan ke monitor tambahan kalau kalian butuh editing dengan akurasi warna yang lebih baik lagi. Ya, tentunya laptop ini juga bisa dipakai buat coding ya, asalkan aplikasin memang cocok dengan spesifikasi laptop ini. Pada akhirnya kalau butuhnya laptop Intel Core Ultra dengan harga yang relatif terjangkau, bisa di-upgrade RAM-nya, baterainya lumayan irit untuk kelas harganya dan ada garansi penggantian kalau terjadi kecurian. Ya, Axio Hype AI5 ini bisa menjadi pertimbangan yang menarik.

Lihat di YouTube