Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling (YouTube Video)
pertangahan tahun 2026. Kalau punya duit R jutaan, dapatnya laptop yang seperti apa sih? Kencang enggak? Bisa di-upgrade enggak? Tenang, masih dapat kok laptop yang lumayan lah buat harganya ya. Kalau yang maunya segitu ya. Contohnya seperti yang satu ini nih. Dia pakai pressure AMD dengan basis Zen walaupun yang pertama ya. RAM-nya langsung 8 gig loh, bukan 4 gig nih. Mau upgrade masih bisa. Layar juga full HD IPS. Ini bukan yang TN HD ready gitu, bukan. Bukan. Bahkan yang satu ini punya garansi kelalian pengguna ADP ekstra selama 3 tahun. Wow. Y laptop 5 jutaan ini punya garansi perlindungan dari kesusakan sampai kehilangan seperti laptop yang belasan bahkan puluhan juta. Oke, laptop ini adalah Axio Hype AMD X1 [musik] ya. Cukup mengejutkan ya AXio bisa bikin laptop seperti ini dengan harga yang masih di R jutaan di pertengahan tahun 2026. Padahal harga komponen terutama RAM itu lagi gila-gilaan naiknya ya. Nah, tapi bagaimana performanya? Nah, sebelum kita nyampai ke performa kita mulai dulu bahas dari spesifikasinya. Untuk prosesornya dia pakai AMD Athlon Gold 3150C fabrikasi 14 nanm. Default 3P ada di 15 wat. Dia punya dua core 4 red. L3 cash-nya 4 MB. Integrate grafisnya pakai AMD Red graphics dengan compute unit. Untuk memori atau RAM-nya yang terpasang adalah 8 GB dar 4 2400 MHz single channel. Tapi yang sudah diperhatikan bahwa kapasitas yang bisa dipakai oleh si Windows ini cuma tinggal 6 GB karena Windows-nya sudah mengalokasikan yang 2 GB untuk di reservech kebutuhan yang lain. Ya, ee enggak jelas ngar apa. Kemungkinan besar ini butut VGA-nya ya. Tapi tenang, laptop ini kan punya dua slot sodim, jadi kapasitasnya bisa kita tambah dan bisa dibuat lebih kencang dengan dual channel. Untuk storage 128 GB SSD M.2 SATA 3. Jadi di sini cuma ada satu slot M.2 ya. Kalau mau ng-upgrade harus ganti bawaannya. Nah, untuk waris connectivity dia pakai modu Realtech yang mendukung Wii 5 dan Bluetooth versi 5 juga. Kapasitas baterainya ada di 45,6 wat hour. Untuk operating system dia pakai Windows 11. Iya, Windows 11. Untuk body first factornya adalah clamp shell atau laptop classic materialnya polikarbonat. Untuk pilihan warnanya itu adalah titanium brown untuk yang kami uji dan ada juga yang midnight black. Oke, kalau kami lihat ya desain laptop ini enggak benar-benar yang beda banget, baru banget gitu ya. Bentuk dan [mendengus] lukan bodinya itu enggak terlalu jauh beda dengan laptop Axio Hype lainnya. dengan penampilan yang polos dan simpel. Hanya saja dia tampak agak berbeda karena warnanya yang ini kan titanium brown atau coklat. Nah, untuk dimensinya panjang 32,1 cm, lebar 20,8 cm, dan ketebalan di 1,94 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,43 kg, chargernya 176 gr. Ini adalah charger 45 watt. Jadi total bobot kalau dibawah-bawah dengan chargernya adalah 1,6 kg. Untuk display ini adalah layar berukuran 14 inci panel IPS resolusinya 1920 * 1080 piksel alias aspek rasionya adalah 16 b 9. Ini adalah nilai plus terbesar laptop ini ya. Di harga R jutaan ini masih banyak yang pakai TN bahkan HD ini ya resolusinya ya. Ya tentunya layar seperti ini bikin pemakaiinya jadi lebih nyaman aja ngelihat ke layar. Oke sekarang kita coba cek panel ini pakai alat kami ya. Tingkat kecaran maksimalnya ada di 283 nits di dalam ruangan. Ini masih lumayan lah ya, belum di bawah 200 nits soalnya. Untuk gamut coversnya 59,3% dari sRGB. Lalu gambut volume-ya di 60% sRGB. Ini belum 100% sRGB. Tapi kalau buat belajar ngedit-ngedit sebetulnya sih masih lumayan lah ya. Karena paling enggak kan dia ada konsistensinya berhubung layar IPS. Untuk layarnya sifatnya adalah nonlare. Jadi enggak mantulin banyak bayangan lampu-lampu atau jendela-jendela yang bisa mengganggu kenyamanan pemakaian jangka panjang. Lalu untuk bingkai lehernya udah menggunakan desain yang cukup tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Sementara untuk exelnya nah menarik nih ya bisa dibuka lurus 180 derajat seperti laptop kelas profesional. Sekarang kita lihat kamera dan mikrofonnya. Kamera laptop ini menggunakan sensor 2 megapel dan dilengkapi dengan penutup fisik supaya bisa lebih aman. Dia bisa memotret dan merekam video itu resolusinya di 1600 * 1200 piksel dengan aspek rasio 4 b 3. Sementara untuk aspek rasio 16 b 9 resolusinya turun ke 720p. Nah, untuk model mikrofon di sini ada dua ya, di sisi kanan dan kiri kamera. Kami sebenarnya ya tidak berharap banyak untuk kamera yang ada di laptop R jutaan. Sangat tidak berharap banyak biasanya ya. Tapi ternyata kualitas kamera di laptop ini ada di luar ekspektasi kami. Gambar yang ditangkap terlepas dari 720p ya, tetap kelihatan jernih dan warnanya natural kalau berada dalam pencahayaan yang mencukupi. Bahkan kualitasnya bisa diadu dengan laptop yang 2 3 emp kali lipat lebih mahal kadang-kadang ya. Luar biasa nih. Lalu untuk mikrofonnya sendiri dia bisa menangkap suara secara natural di sini. Hanya saja kalau di sekitar kita memang lagi ramai maka suara bisingnya tetap masuk ke dalam mikrofon. Tapi tenang, suara kita tuh masih tetap terdengar dengan jelas ya. Di sini enggak kecampur gitu. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Acio Hype AMD X1 yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 720p 30 fps di rasio 16 b 9. Sementara di rasio 4 b, laptop ini bisa merekam video up to 1200p. Dan untuk hasilnya di kondisi cahaya studio yang membedahi seperti ini. Menurut kalian bagaimana kualitas perekaman dari laptop Axio Hype AMD X1 yang satu ini? Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dari laptop Axio Hype AMDX1 yang satu ini. Nah, di belakang saya kondisi jalanan lagi ramai kendaraan ya. Menurut kalian bagaimana? Apakah suara saya masih bisa terdengar dengan cukup jelas? Oke, untuk audionya speakernya ini ada dua dan mengarah ke alas laptop. Untuk laptop 5 jutaan kuota suaranya sudah cukup memadai lah ya. Walaupun bassnya memang kurang ya. Di sini suara yang dikeluarkan terdengar lumayan kencang di tinggal kami. Tapi memang ya jangan berharap kita dapat kualitas di laptop yang Rp20 juta. Ingat ini R jutaan pertengahan tahun 2026. Untuk konektor di sebelah kiri ada Kensington lock slot, ada satu DC in, ada satu USB 2.0 type C, ada satu HDMI, satu USB 3.2 gen1 type A, dan ada satu USB 2.0 type C. Di kanan ada micro SD card reader, ada 2 USB 2.0, dan ada 1 3,5 mm audio combo jack. Oh ya, konektor USB type C yang tadi itu enggak bisa dipakai buat nge-charge laptop, ya, cuma bisa untuk transfer data aja. Nge-charge itu harus pakai DC in. Oke, lanjut untuk keyboard-nya. Ini keyboard-nya untuk sebuah laptop R jutaan terasa empuk ya saat ditekan ya. Jadi nyaman dipakai mengetik. Menariknya ukuran tombol anak panah dibuat sama dengan tombol-tombol lainnya. Jadi enggak kekecilan saat kita pencet ya. Disediakan juga tombol khusus untuk home and page up dan page down di pinggir kanan. Jadi bisa digunakan lebih mudah tanpa harus tekan tombol function dulu. Menariknya lagi keyboard laptop R juta ini ternyata punya lampu backlit. Noh mantap ya. Ada yang 10 R juta belum punya backlit. Nah, backnitnya ini warna putih dengan dua tingkat kecerahan dan ini bisa diubah dengan menekan tombol function plus F4. Oke, untuk touchpad-nya areanya ini berukuran 11,8 * 6,2 cm dengan posisi sejajar dengan tombol space bar. Ini posisi touchpad paling ideal yang memberikan kenyamanan mengetik paling optimal. Untuk pergerakan jari tes touchpad ini terasa mulus ya dengan tombol klik kanan yang terasa clicky di sini. Oke, untuk cooling system sistem pendingin laptop ini memiliki satu heat pipe dan satu kipas. Untuk lubang pembuangan udara panas yaitu mengarah ke belakang. Nah, kita sekarang masuk dalam aspek performa. Nah, pengujian kali ini dilakukan dalam dua konfigurasi. Pertama, kita pakai RAM 8 GB bawaan. Lalu, konfigurasi kedua adalah dengan 12 GB dual channel. Jadi, kita nambahin satu keping lagi RAM yang 4 GB. Ya, kita pilih 4 GB aja. Karena kalau kalian beli laptopnya jadi R jutaan, nambahin 8 gig tuh udah mahal banget ya. Nambahnya 4 aja. Oke, lanjut aja langsung kita pakai Cineb R23. Nyolok ke charger. Kita lihat stabilitas selama setengah jam. Skor tertinggi yang dicapai adalah 1985 poin dengan skor yang bisa dipertahankan ada di 1900-an poin. Kalau tanpa charger kita lihat bahwa skornya tuh menjadi 1870 sampai 1900 poin. Jadi hampir sama aja pakai atau enggak pakai charger. Kayaknya laptop sekarang udah kekinian seperti itu ya. Nah untuk SU kerjanya dengan sinabes R23 stabilitas selama setengah jam supressor dapat terkendali sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius dengan sekali aja ada lompatan ke 80 derajat Celcius. Oke, kita langsung aja lanjut ke Adobe Premiier Pro 2026. Awalnya laptop ini kami uji dengan video full HD 60 fps yang biasanya tapi waktu tuh lama banget ya, lebih dari 1 jam ya. Akhirnya video kita ganti dengan versi yang FHD Full HD 30 fps seperti video YouTube ini full HD 30 fps. Tapi durasinya ini yang 5 menit ya dengan open untuk single channel 12 menit, untuk dual channel dapat 11 menit 15 detik. Jadi kalau pakai Premiier Pro ya sebaiknya pakai video 1080p 30 fps. Tapi itu pun masih dua kali lipat durasinya ketimbang durasi videonya sendiri. Untuk suhu kerjanya terlihat bahwa di sini suhu prosesor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat celcius. Oke, kita langsung lanjut aja ke CapCut ya. Enggak usah ngetes Dainci lah, terlalu berat. Lanjut. Videonya masih sama yang full HD 30 fps yang 5 menit juga untuk single channel itu saya dalam waktu 5 menit 35 detik. Sedikit lebih panjang dari durasinya untuk dua channel. Jadi 4 menit 37 detik. Nah, ini pas nih ya waktu exportnya jadi mirip dengan durasi videonya. Bahkan ini lebih pendek karena udah yang dual channel ya. Jadi kalau pakai laptop ini editingnya pakai CapCut aja dan pastikan nambah tu 4 gig ya jadi lebih enak ya. Nah untuk su kerjanya pada saat melakukan video exporting supressor sempat naik ke 76 derajat celcius sebelum akhirnya turun di bawah 70 derajat Celcius. Mantap. Oke tentunya kalian tetap minta ini walaupun ini adalah sebuah [berdehem] laptop yang R jutaan. Pasti kalian nanya kemampuan gaming dari laptop ini dengan konfigurasi RAM yang kita udah tentuin aja lah. Kita pasang yang 12 GB ya, 8 plus 4 GB. Jadi langsung dua channel. Gimana? Masih lumayan ok lah performa gamingnya ya. Masih ada game-game yang menarik yang bisa dijalankan di sini. Nah, untuk suhu kerja biasanya kita tes pakai Gensin Impact ya kalau yang kelasnya kayak begini ya. Tapi karena ukuran Sensin-nya 120 GB genepnya enggak masuk ke dalam situ ya. Jadi pengujian suhu kami ganti ke Tom Raider 2013. Nah, untuk su prosesornya terkendali aman ya di sini tetap ada di bawah 70 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan body untuk sengaja main Tom Raider 2013 untuk keyboard area paling panas kami temukan di tengah dengan suhu berkisar 40 sampai 41 derajat Celcius. Sementara suhu tombol keyboard lainnya aman di bawah 40 derajat Celcius. Lalu untuk area Pres itu suhunya masih di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristalisme kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 536 MB/ dan tulis di 472 MB/s. Untuk sebuah SSD M2 SATA 3 ini adalah kecepatan yang kami harapkan. Emang seginilah. Lanjut untuk D tahan baterainya. Sekarang kita lihat. Kita setting beratnya 150 Nit dengan volume di 25%. Lalu kita jalankan 1080p local video playback dan baterai habis setelah 8 jam. Kurang dikitlah ya 7 jam 58 menit tepatnya. Ini sih irit banget untuk sebuah laptop R jutaan ya. Harapan kami tadi ya 8 jam memang itu kita harapkan tapi susah untuk dapat 8 jam R juta. Biasa itu dapatnya 56 jam gitu ya. Yang ini oke banget nih ya. Lanjut untuk charging. 30 menit pertama langsung terisi di 25%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 40 menit. Ini agak lebih lama dari ekspektasi kami ya. Ekspektasi kami adalah 2 jam pas. Jadi ini ya agak lebih lama 40 menit. Kalau untuk harganya menurut Asio Indonesia harga resminya adalah Rp5.109.000 R000 tanpa sistem operasi atau Rp5.449.000 dengan Windows 11. Nah, untuk garansi dapat 1 tahun dari Asio Indonesia untuk service dan sparep. Menariknya garansi tersebut mencakup garansi Aksio ADPtra 3 tahun bukan 1 tahun lagi. Garansi Asio ADPtra ini akan meng-cover berbagai kerusakan diakibatkan oleh kelalaian pengguna seperti ketutupan cairan, enggak sengaja jatuh, ketting listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Menariknya lagi, Aksio ADP ekstra juga meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian misalnya. Oh ya, garansi Axio ADP ekstra ini juga bisa diklaim berkali-kali selama 3 tahun. Nah, Asio sendiri menjanjikan proses klaim Asio ADPtra akan mudah dan dapat dilakukan di lebih dari 194 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan Asio memiliki layangan same day service, jadi klaim garansinya juga cepat. Selain itu, kalau proses servisnya melebihi 6 jam, AXo akan meminjamkan laptop pengganti. Jadi, kita tetap bisa beraktivitas. Lalu, AIO juga menyediakan jasa pembersihan dan repasta atau repaste ya secara gratis seumur hidup. Mantap. Oke, langsung kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia mengena tipe prosesor keluaran lama ya dengan RAM 8 GB single channel. Ini membuat pengalaman pakai jadi agak kurang responsif kalau kita pakai Windows 11 yang terbaru. Kalau tetap ingin pakai Windows 11 sebaiknya sih nambah RAM satu coping lagi. Minimum 4 GB lah ya. Jadi kapasitas bertambah dan dual channel-nya jadi aktif. Tapi kalau butuh sistem operasi yang lebih ringan bisa coba beberapa alternatif seperti mungkin Chrome OS Flex ya itu gratis atau mungkin Zorin OS yang basisnya Linux itu juga bisa. Nah, kemudian proses laptop ini sebenarnya ditunjukan untuk Chromebook. Jadi tidak ada masalah kalau misalnya mau pakai Chrome OS juga bisa juga ya. Nah, untuk kapasitas SSD. Nah, di sini juga nih cuma 128 GB. Ini agak kecil untuk tahun 2026 dan bikin kita mungkin akan kesan instal banyak aplikasi atau saat menyimpan file. Sebaiknya sih upgrade SSD-nya kalau kapasitasnya memang dirasakan kurang. Kemudian di laptop ini hanya ada satu konektor USB 3. Lalu kemudian di sini memang tidak ada Microsoft Office yang terinstal. Tapi itu wajar buat kelas harganya tentunya kalau kita mau nginstal Microsoft Office di sini ya bisa-bisa aja beli aja dulu lisensinya kalau memang dibutuhkan ya. Nah, dari si menariknya performanya emang cukup kencang ya buat harga R5 jutaan. Masih kuat editing video 1080p 30 fps tapi harus pakai capcut ya. Lalu dia juga masih kuat lah untuk gaming tipis-tipis. Ternyata udah mulai banyak game yang bisa juga ya. Untuk ketik-ketik bikin Excel atau presentasi juga pastinya masih oke lah yang satu ini. Kemudian untuk RAM-nya untuk harga R5 juta setidaknya dia enggak turun dari 8 GB ya. Takutnya udah R5 juta, RAM-nya 4 gig aja. Enggak, enggak, enggak. Dia masih 8 GB, masih lumayan. Dan RAM-nya ini sodim, jadi masih bisa di-upgrade ya. Lalu layarnya palingnya IPS full HD. Kes kameranya ini ah ini sih yang mantap banget ya buat laptop R jutaan ini. Keren kameranya. Backlit keyboard ada juga di sini yang 10 R15 juta aja ada yang enggak punya. Kemudian sangat menarik sekali adalah garansi Axio ADP ekstra selama 3 tahun yang melindungi dari kerusakan karena kecelakaan bencana alam sampai kehilangan sekalipun. Nah, jadi pertanyaannya Axio Hype AMD X1 ini cocoknya buat siapa? Harusnya ini kan cocok banget buat yang pengin beli laptop dengan budget R jutaan tapi enggak mau yang bekas atau garansi yang enggak jelas. Kami sendiri enggak pernah menyarankan beli laptop bekas ya karena sulit mengetahui riwayat pemakaiannya. Kita enggak tahu juga habis kita pakai garansinya yang beberapa bulan tuh habis terus tiba-tiba rusak ya udah selesai hilang duit kita. Sementara yang satu ini kan ada garansinya panjang pula, ada pek ekstra pula gitu ya. Lalu untuk pelajar atau mahasiswa yang e butuh performance yang gak usah tinggi-tinggi banget buat ngetik-ngetik aja cocok banget harganya R jutaan tidak akan terlalu memberatkan pengeluaran orang tua dan ada garansi aksiox trend tadi ya selama 3 tahun jadi enggak perlu khawatir kalau dia jatuh rusak atau bahkan kalau dia hilang dicuri ya buat orang tua ini akan jadi faktor yang penting sekali saat memberikan laptop pertama untuk anaknya juga ya karena ada jaminan perlindungannya 3 tahun tadi. Kemudian kalau Dana terbatas sekali dan memang butuh editing video di 1080p 30 fps juga sebetulnya masih bisa ya, tapi tambah aja dulu RAM-nya ya. Lalu pastikan aja pakai capcut di situ. Jadi kalau lagi benar-benar butuh laptop dananya cuma ada R5 jutaan, butuhnya yang baru, butuhnya yang jaminannya panjang ya, yang itu ADP 3 tahun lama banget ya. Rasanya sih Axio Hype AMD X1 ini bisa jadi pilihan yang menarik dengan spek yang lumayanlah untuk kelas harganya.
