Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa? (YouTube Video)
Ini laptop gaming class terjangkau dan yang baru dari Axio di tahun 2026 ini GPU-nya RTX 3050 tapi ya ini terjangkaunya hitungan buat tahun 2026 ya. Untuk pressor dia pakai Intel Core i5 Gen 13. Konfigurasi udah pakai 8. Kalau RAM-nya mewah ya ini langsung 16 GB dual channel. Ingat pertengahan 2026 ini mewah banget. SSD juga langsung dikasih yang 1/2 TB dan kita juga bisa nambah SSD kedua layar IPS 144 Hz. Jadi udah gaming banget ya. Dan pastinya laptop gaming ini akan diganti kalau hilang dicuri karena ada Axio accidental damage protection ekstranya selama 3 tahun. dicuri, jatuh, kelindes, mobil, diberesin semuanya ya. Laptop gaming ini adalah Axio Pongo 535. Axio Pongo 535 ini adalah versi terjangkau dari Pongo 735 yang pernah kami review di tahun 2025. Selain dibedakan dari sisi prosesor, keduanya juga dibedakan dari sisi GPU Nvidianya. Kalau yang 735 dulu itu pakai RTX 30 56 GB. Sementara Pongo 535 itu pakai RTX 3050 yang 4 GB. Tapi gimana performa dari versi terjangkaunya ini? Apakah masih cukup kuat untuk aktivitas yang lumayan berat? Nah, mari kita bahas mulai dari spesifikasinya. Untuk prosesor dia pakai Intel Core i5 13420H. Fabrikasinya Intel 7 default TDP 45 watt. Dia punya 8 core 12 thread yang terdiri dari 4 performance core dan 4 efficient core. Intel smart cash-nya ada 12 MB. Untuk integer graphics dia pakai Intel UHD graphics dengan 48 execution unit. Untuk memori atau RAM-nya 16 GB edar 43200 MHz dual channel ya. RAM-nya tipe sodim, jadi kita bisa upgrade hingga kapasitas 64 GB. Dan menariknya ini pakai DDR4 jadi upgrade-nya enggak mahal ya. Ya, paling tidak semahalnya DDR5. Untuk storage 512 GB SSD M.2 NVM PC gen 4x4 tersedia slot M2 kedua. Jadi kita bisa nambah kapasitas tanpa gangguin SSD utamanya. Tapi untuk slot M2 keduanya ini cuma support SSD PC Genry ya. Ya udah lumayanlah lumayan kencang kok ya. Untuk disk GPU dia pakai GeForce RTS 3050 laptop GPU dengan 4 GB V RAM GDDDR6. Untuk di GPU maksimalnya ada di 75 watt. Sangat proper untuk basivity ini menggunakan modul Intel yang sudah support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapasitas baterainya ada di 54 watt hour, sementara OS-nya pakai Windows 11. Untuk body font factornya adalah clampell atau laptop klasic. Materialnya polikarbonat warnanya hitam. Untuk desain, nah laptop gaming ini sebenarnya punya desain yang mirip sebuah laptop work station. Hanya saja logo Pongo di punggung layar membuat penampilan terasa agak kurang low profile di sini ya. Tapi tenang, kita bisa ngakalinya dengan menempelkan stiker hitam di atas logo tersebut. Jadi penampilannya enggak terlalu mencolok kalau perlu ya. Nah, untuk dimensinya panjang 35,9 cm, lebar 23,8 cm, dan ketebalannya 2,27 cm. Bobotnya laptopnya aja di 2,09 kg. Ini sebenarnya enggak terlalu berat ya. Untuk chargernya 356 gr dan ini adalah charger 150 watt. Jadi total kalau mau bawa laptop dan chargernya adalah 2,45 kg masih enggak nyampai 2,5 kilo. Untuk display ini adalah layar berukuran 15,6 inci. Resolusinya 1920 * 1080 piksel dengan aspek rau 16 b 9. Refresh rate-nya tinggi di 144 Hz. panelnya adalah panel IPS. Nah, kalau kami ukur dengan alat kami, hasilnya tingkat ccaran maksimal ada di 300 Nitz untuk dalam ruangan. Lumayan tinggi. Untuk gambut coverasi ada di 56% sRGB dengan gambut volume di 57,6% sRGB. Jadi memang layar ini agak kurang cocok untuk editing kelas profesional. Tapi kalau editingnya kalian tuh enggak butuh warna yang super-super akurat ya atau untuk dipakai belajar masih cukup oke kok. Karena panel-panel IPS paling enggak tampilannya konsisten terus dari berbagai sisi ya. Lagian kalau butuh yang color gamotnya lebih bagus, kalian bisa aja nambahin nanti dengan layar tambahan. Nah, untuk permukaan layarnya ini sifatnya nonlare. Jadi, kenyamanannya tidak akan terganggu akibat pantulan-pantulan cahaya seperti dari lampu, dari jendela atau objek-objek lain yang ada sear kita. Lalu untuk bing layarnya ini menggunakan desain yang cukup tipis ya untuk sisi kanan dan kirinya. Untuk bawah masih agak tebal tentunya. Nah, sekarang kita lihat kamera mikrofonnya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps. Kamera ini memang belum mendukung fitur Windows Studio Effect. Tapi tenang, kalau kita instal aplikasi Nvidia Broadcast, kameranya ini jadi punya fitur seperti background blur, background replace, auto framing, virtual key bikin tampilan kita lebih terang di depan kamera. Lalu untuk model mikrofonnya ada dua buah nih yang ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Gambar kamera terlihat agak kemerahan ya sebetulnya ya. Dan noise-nya e lumayan di sini. Tapi secara kelurahan kualitas gambarnya sudah memadai sih kalau dipakai untuk video call atau ya gitulah ya teleponan gitu ya bukan untuk ngerekam video tapi. Nah untuk mikrofon laptop ini jelas dapat menangkap suara kami dengan baik ya dan menghilangkan suara bising di sekelara kami dengan cukup baik juga. Nah kali ini kita uji kemampuan mikrofonnya ya. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Apakah suara saya masih bisa kedengaran dengan cukup jelas? Nah, kali ini kita uji kemampuan mikrofonnya ya. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Gimana menurut kalian? Apakah suara saya masih bisa kedengaran dengan cukup jelas? Oke, kali ini kita uji kemampuan kamera dari laptopul 535 yang satu ini. Untuk resolusinya sendiri dia bisa sampai 1080p 30 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Ini sih terbilang memadai ya untuk kebutuhan meeting online maupun video call. Nah, gimana menurut kalian? Oke, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan lubang keluaran suara menghadap ke bawah. Kita dapat mengatur profil suara dan equalizer di aplikasi Creative App. Suara yang keluarkan juga sebenarnya udah lumayan kencang ya, hanya saja karakter suaranya cenderung flat dengan bass yang hanya tipis-tipis saja terdengarnya. Lanjut untuk konektornya. Di kiri ada security lock slot, ada satu USB 3.2 gen one, ada satu USB 2.0, ada 1 3,5 mm microphone jack, dan ada 1 3,5 mm audio jack. Nah, di sisi kanan ada micro SD card reader, ada satu USB 3.2 G2 yang type C dan ada 1 GB Ethernet. Nah, di bagian belakang ada satu USB 3.2 tujan tuh yang type C lagi dan ada satu HDMI, satu mini display port dan 1 DC in. Nah, untuk keyboard sebenarnya enggak ada yang benar-benar baru untuk keyboard Pongo 535 ini ya. Bentuk, tombol dan tata letaknya itu tetap mirip seperti laptop Pongo lainnya. Saat digunakan base keyboard terasa agak mantul ya kalau dipakai mengetik dengan cepat meskipun sebenarnya masih cukup nyaman lah untuk dipakai. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan lampu backlit 1 zona dengan 15 pilihan warna. Untuk tingkat kecerahannya ada empat yang bisa diubah melalui aplikasi control center. Lanjut untuk touchpad-nya ini ukurannya adalah 12* 7,3 cm dengan posisi yang hampir sejajar dengan tombol space bar. Tapi tenang, hanya ada sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita sedang mengetik. Jadi enggak terlalu mengganggu kenyamanan. Saatu dicoba jari kami dapat bergerak dengan mulus dan lancar walaupun ini memang pemukannya bukan dari kaca ya sebetulnya. Nah, tombol klik kanan kirinya juga terasa empuk saat dipakai walaupun agak sedikit berat untuk menekannya. Lanjut untuk cooling sistemnya. Sistem pendingan laptop ini dilengkapi dengan empat buah heat pipe. Iya, empat buah heat pipe dan dua buah kipas. Ini serius sih ya untuk lubang pembuangan udara panasnya itu ada empat juga. Satu ke kanan, satu ke kiri, dan ada dua di bagian belakang. Oke, sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Untuk profil performa yang tersedia di sini ada performance, entertainment, power saving, dan quiet. Disedakan juga opsi pengaturan kecepatan kipas dengan pilihan automatic, maksimum, dan custom. Nah, khusus di mode entertainment ada tambahan opsi kecepatan kipas yang noiseless dan IQ. Perhatikan untuk pengujian kali ini kita akan menggunakan kecepatan kipas di maksimum ya. Langsung aja kita mulai dari Cineb R23. Distability tes selama setengah jam. Skor tertinggi yang dicapai adalah 10.848 poin di mode entertainment, 11.726 poin di mode performance. Sementara skor bisa dipertahankan ada di 10.100 sampai 10.200 poin di mode entertainment dan 11.300 sampai 11.400 poin di mode performance. Lanjut untuk suhu kerjanya dengan sinabas R23 stabilitas selama setengah jam. Di mode performance suhu prosesor berada di kisaran 93 sampai 96 derajat Celsius. Ini agak tinggi sih, tapi enggak perlu khawatir kalau suhu di mode performance rasanya agak tinggi walaupun enggak nyampai 100 sih sebetulnya ya, kita tetap bisa pakai mode entertainment. Nah, di sini kita bisa membuat suhunya terkendali aman di bawah 80 derajat celcius. Dan kalau dilihat tadi sebetulnya performanya enggak jauh beda ya. Oke, langsung aja kita mulai ke Blender 5.0.1 dengan file Barbershop. Ini yang gede ya. Dan pertama kita coba pakai pressor aja. Dan hasilnya eh CPU rendering butuh waktu 39 menit 18 detik. Sekarang kita pakai akselerasi GPU buat ng-render dan hasilnya adalah wah turun cuma sampai 8 menit 29 detik saja. Eh mau lebih kencang lagi? Bisa, kita pakai aja Nvidia Optics. Hasilnya GPU Randing dengan Optics itu butuh waktu hanya 6 menit 11 detik saja. Ini udah kencang rendernya ya buat ukuran. Dia hanya menggunakan RTX 3050 yang 4 GB. Lanjut, sekarang kita lihat su kerjanya pada saat melakukan GPU rendering dengan kuda. Di pengujian ini supressor dan GPU Infinia terkendali aman di bawah 60 derajat celcius. Uh, itu sih adem ya. Oke, kita lanjut ke Adobe Premier Pro 2026 untuk video 4K 60 5 menit. Kalau pakai kuda selesai dalam waktu 5 menit 31 detik. Oh, ini sudah oke banget ya. Lalu untuk e video full HD 60 fps yang 5 menit juga sesai dalam waktu hanya 1 menit 34 detik. E ternyata mantap ya. Pakai RTX 3050 yang 4 gig aja masih kuat buat editing 4K60 di Premier. Mantap nih untuk suhu kerja dengan 4K video exporting pakai kuda ya. S tertinggi proses tuh hanya berkisar 59 sampai 60 derajat celcius saja. Sementara GPU juga cuma sekitar 62 sampai 63 derajat celcius saja. Adem banget. Lanjut ke Dainci Resolve 20.3. Ini software video editing kelas profesional tapi kita pakai versi gratisnya. Untuk video 4K60 yang 5 menit selesai dalam waktu 13 menit 1 detik. Kalau videonya full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu 3 menit 37 detik. Nah, jadi kalau pakai Dain Roft enaknya sih editingnya itu di full HD 60 fps atau kalau mau 4K 30 fps atau mungkin lebih bagus lagi 4K 24 atau 25 fps ya itu udah okelah ya. Lanjut untuk su kerja di 4K video exporting. Di sini suhu prosessor bergerak di rentang 90 sampai 96 derajat celcius dengan suhu GPN terkendali di bawah 75 derajat Celcius. Ini wajar ya, karena versi gratisnya aplikasi yang satu ini cenderung membebani isi prosesor kalau kalian gunakan di Windows. Oke, kita lanjut pakai CapCut ya. Video 4K60 5 menit selesai dalam waktu 2 menit 50 detik saja. Kencang. Lalu untuk full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu 1 menit 4 detik saja. Untuk suhu kerja ya bersama melakukan 4K video exporting supressor sempat naik ke 74 derajat celcius di awal pengujian namun kemudian turun sampai di bawah 70 derajat celcius. Sementara tertinggi GPN videonya hanya mencapai 61 derajat celcius. Aman banget. Mau 4K60 bisa nih pakai CapCut. Kencang banget pula ya. Lanjut untuk trim graphic skore. Firestrike-nya dapat 13.625 poin. Sementara time spy-nya 5.159 poin untuk suhu kerjanya dengan time spy stress test. Suhu tertinggi GPN videonya hanya berkisar 73 sampai 74 derajat celcius saja. Aman. Oke, sekarang mari kita lihat apakah sebuah laptop kencang yang pakai ATX 30 4 GB ini masih kuat mainkan game keluaran tahun 2026 atau tidak. Oke, sekarang kita lihat SU kerjanya. kita main game Cyberpunk yang tadi selama setengah jam ya. Ee surat tata prosesor itu sebenarnya berada di bawah 80 derajat Celcius, hanya saja beberapa kali terjadi lompatan-lompatan suhu di atas 80 derajat Celcius. Sementara suhu GP NVD-nya itu ada di kisaran 81 sampai 82 derajat Celcius. Oke, sekarang kita lihat suhu permukaan bodinya ya. Setengah jam main Cyberpang 2077 untuk keyboard area paling panas ada di tengah dengan suhu berkisar cuma 40 sampai 41 derajat Celcius. Sementara suhu untuk tombol WAD itu ada di bawah 35 derajat Celcius. Jadi kalau dipakai main game aman banget ini ya. Sementara untuk area palmres lagi-lagi di bawah 35 derajat Celcius. Oke, sekarang mari kita tes SSD-nya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di55 MB/s dan tulis ada di 4.021 MB/. Ini udah lumayan kencang untuk SSD PC Gen 4 ya. Sekarang kita lihat dar tahan baterainya. Kita pakai berantus 150 in volume suara 25% dengan 1080p local video playback. Kalau kita pakai mode entertainment ya dengan refresh set di 144 Hz, kita dapatkan baterai habis setelah 3 jam 23 menit. Tapi kalau kita pakai mode power saving dengan reference set di 60 Hz ya yang harusnya dilakukan kalau kalian bawa laptop yang high performance ini jalan-jalan ya kita masih bisa dapat 7 jam 40 menit ya. Jadi kalau mau dipakai tanpa charger sebagai pakai mode power saving ya dan turunkan ke 60 Hz. Oke sekarang kita lihat charging-nya bagaimana. Setengah jam pertama terisi di 46%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 24 menit. Ini ada sedikit di bawah harapan kami. Harapan kami di 2 jam ya 2 jam lebih tinggi-dikit masih bisalah. Tapi ini lebih 24 menit sih ya. Oke untuk harganya dia dijual di kisaran Rp15.499.000. Nah kalau tertarik dengan laptop gaming ini saat ini Aksi Indonesia lagi punya program cicilan 0%. Kita bisa milih masa cicilannya mulai dari 3 bulan sampai 12 bulan. Jadi enggak perlu nunggu lama kalau mau punya laptop dari Axio yang satu ini. Program Cicilan 0% ini bisa didapatkan di sejumlah toko offline rekanan Axio Indonesia. Untuk keterangan lebih lengkap, langsung aja cek ke kolom deskripsi. Nah, untuk garansinya juga menarik ya. Dia dapat 3 tahun untuk service dan spare part dan 3 tahun untuk Axio ADP ekstra ya. ADP itu accidental damage protection. Jadi proteksi terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh si penggunanya sendiri ya. Nah, garansi Aksio ADP ekstra ini akan meng-cover berbagai kerusakan akibat kalian pengguna seperti ketupan cairan, enggak sengaja jatuh, cetting listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Bahkan aksio ADP ekstra. Nah, ekstranya ini akan meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian. Tentunya ini perlu dibuktikan ya kalau laptopnya emang benar dicuri ya. Oh ya, garansi Aksio ADPtra ini bisa diklaim berkali-kali dalam jangka waktu 3 tahun. Jadi enggak cuma sekali doang klaimnya ya. Asio itu menjanjikan proses klaim Asio ADP ekstra akan mudah dan dapat dilakukan di lebih dari 194 service center Axio yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan Axio itu memiliki layanan same day service. Jadi klaim garansinya itu cepat. Selain itu, kalau proses servisnya lebih dari 6 jam, Axio akan meminjamkan laptop pengganti. Jadi kita tetap bisa beraktivitas. Dan tentunya Axio juga menyediakan jasa pembersihan dan repasta atau repasting ya. masang thermal p ya secara gratis seumur hidup bukan cuma 1 2 tahun doang mantap kan oke sekarang mari kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan pertama sukurja prosesor itu agak tinggi di mode performance tapi ya agak tinggi juga enggak tembus dari 100 sebetulnya sih dan tenang aja ini masih bisa diakalin dengan menggunakan mode entertainment jadi suhunya akan lebih rendah dan performance-nya enggak terlalu beda jauh kemudian untuk layarnya nah ini belum 100% RGB sayangnya ya kemudian untuk kota speaker ini masih agak kurang hebatlah rasanya. Dan kalau ada nanya ada office-nya enggak? Nah, ini belum ada Microsoft Office di sini. Tapi harusnya bukan masalah karena ada banyak alternatif gratisnya bisa di-download dengan mudah dan tentunya kalau mau pakai Microsoft Office banget ya bisa aja dipasang di sini tapi setelah membeli lisensinya ya. Nah, dari segi menariknya prosesor dan GP-nya tuh masih mumpuni untuk aktivitas yang lumayan berat di tahun 2026. Mau ngedit video 4K60 masih bisa nih. Mau desain 3D atau cat bisa juga. Asal desain objeknya memang bukannya super kompleks ya. Mau main game trip keluaran 2026 masih kuat asal settingannya emang disesuaikan aja. Lalu dia punya pengendalian untuk kecepatan kipas. RAM-nya langsung 16 GB dual channel dan bisa di-upgrade dengan mudah. Lalu bisa pasang 2 SSD M27. Jadi upgrade SSD-nya pun mudah. Layarnya IP 144 Hz udah gaming banget ya. Konektor juga melimpah. Garansinya juga 3 tahun ya. normal 3 tahun dano ADP ekstra 3 tahun yang bisa diklaim berkali-kali di kelas harga segini rasanya cuma ini doang yang bisa ya laptop gamingnya sampai segini ya. Nah, jadi pertanyaannya Axio Pongo 535 ini cocoknya buat siapa ya? Untuk kalangan video editor pemula harusnya bisa sih pakai laptop ini karena speknya masih kuat untuk editing video 4K60. Mau editing lebih serius tentunya juga bisa nambahin aja monitor tambahan ya yang kambotnya minimal 100% sRGB. Dipakai untuk desigan 3D atau cat pemula juga bisa. Nah, pekerjaannya enggak terlalu membuat objek 3D yang atau cat yang rumit atau berat ya. Untuk pekerja kantoran yang butuh high performance laptop juga cocok banget ya. Dan untuk kantornya tentunya ini sangat baik ya karena dapat 3 tahun ADP. Jadi paling tidak laptop nih selama 3 tahun enggak perlu dipikirin garansinya seperti apa atau kalau rusak terjadi apa, harus keluar duit berapa, enggak usah dipikirin. 3 tahun loh. Udah gitu mau kerja motivitas dengan dua monitor tambahan juga bisa karena ada konektornya di sini. Lalu untuk pelajar atau mahasiswa yang butuh sistem yang kencang untuk aktivitas belajar itu harusnya cocok banget pakai laptop ini. Apalagi ini untuk orang tuanya nih ya. Laptop ini punya garansi dan perilungan Asio ADP ekstra selama 3 tahun. Jadi ya enggak perlu takut selama 3 tahun ini terjamin bisa hidup terus. Jadi kalau butuhnya laptop high performance yang speknya masih lumayan oke buat tahun 2026 bisa di-upgrade dengan mudah dan punya garansi 3 tahun yang menjamin segala macam jenis kerusakan termasuk kehilangan. Rasanya Akopongo 535 ini bisa jadi salah satu pertimbangan dalam daftar pilihan kita. [musik]
