Jungkat

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Kapan nih laptop gaming Aio Pongo ada versi AMD-nya? Tenang dulu, udah ada kok. Nih laptopnya udah di samping saya nih ya. Ini laptop gaming pertama dari Axio yang menggunakan prosesor AMD Ryzen. Prosesornya pastinya enggak kaleng-kaleng ya. Dia pakai prosesor AMD Ryzen berbasis Zen 4 dengan 8 core dalamnya. GPU-nya RTX [berdehem] 5050 jadi kencang buat gaming maupun content creation. RAM-nya juga langsung 16 GB DDR5 dual channel besar dan mewah untuk tahun 2026 ya. bisa pasang 2 SSD pula di sini ya. Bahkan dia udah pakai layar IPS 100% sRGB ya. Laptop gaming ini adalah Axio Pongo 755 AMD. Ya, buat yang belum tahu selama ini laptop gaming Axi Pongo tuh selalu pakai prosesor Intel. Baru di tahun 2026 ini Axio akhir yang menggunakan prosesor AMD di laptop gaming mereka. Menariknya axio pongo versi AMD ternyata harganya lebih terjangkau dibandingkan versi Intel-nya. Tapi performanya gimana? Oke, nanti kita cek. Tapi kita mulai dari spesifikasinya dulu. Untuk prosesornya dia pakai AMD Ryzen 7 255. Fabrikasinya TSMC 4 nanmfet ya. Default TDP-nya 45 watt. Oh, gaming banget ya. Dia punya 8 core 16 th, L3 cash-nya 16 MB. Integrated grafisnya pakai AMD Radion 780M dengan 12 compute unit. IGP ini sudah menggunakan arsitektur RDNA3 ya yang mendukung fitur Ray racing dan juga encode serta decode video AV1. Untuk memori atau RAM-nya itu 16 GB DDR5 4800 MHz dual channel. Nah, laptop gaming ini pakai RAM Sodim ya, jadi masih bisa kita upgrade kalau rasnya kurang besar. Menurut Axio, kapasitas maksimalnya kalau kita upgrade adalah 64 GB. Untuk storage dia pakai 512 GB SSD M.2 and FAMI PCI Gen 4x4. Dan laptop gaming ini dilengkapi dengan slot M2.2 kedua. Jadi ini memudahkan kalau kita mau nambah kapasitas tanpa mengganggu SSD yang pertamanya tadi. Slot M.2 ini juga mendukung SSD PC Gen4 loh. Nah, untuk diskit GP-nya dia pakai GeVX 5050 laptop GPU. GPU tambahan ini dilengkapi dengan 2.560 kuda CE arsitektur blackwell jadi mendukung penuh fitur DLSS 4.5 termasuk multifame generation 6 kalinya. Untuk MPON EI-nya diklaim mencapai 440 tops di mana ini lebih tinggi dibandingkan ATS 4050 laptop yang cuma 194 tops ya. Sementara untuk kapasitas VAM-nya adalah 8 GB GDDR7. Untuk nilai GP-nya itu maksimum di 115 watt. Jadi ini sesuai dengan standar Nvidia. Untuk Wivity dia mengelar modul Intel yang mendukung WiFi 6 gigabit Wii dan Bluetooth versi 5.4. Untuk kapasitas baterainya ada di 53,35 wath. Untuk OS dia pakai Windows 11 Pro. Nah, bodinya form factornya adalah clim shell atau laptop klasic. Untuk materialnya ini metal untuk punggung layar dan polikarbonat untuk bagian body lainnya. Warnanya ini adalah hitam dengan permukaan yang dove ya. Untuk desain bentuk dan lukan body Pongo ini sebenarnya masih mirip seperti Poong 775 yang pernah kami review sebelumnya. Penampilannya mirip seperti laptop workstation ya. Hanya saja logo Pongo merah di punggung layar ini membuat penampilan terasa sedikit kurang low profile aja ya. Tapi tenang, bisa aja dong diakalin dengan menempelkan stiker yang hitam polos. Nah, untuk dimensinya panjang 35,6 cm, lebar 25,9 cm, dan ketebalan di 2,7 cm. Untuk bobotnya, laptopnya aja di 2,31 kg. Untuk charger ini 490 gr ya dan ini adalah charger 180 wat. Total bobotnya kalau dibawah-bawah dengan charger jadi 2,8 kg. Untuk display ini adalah layar 16 inci dengan resolusi 1120 * 1200 pikel dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 165 Hz. Panelnya ini adalah panel IPS deh. Dan menurut Axio tingkat kelir gambutnya itu di 100% sRGB. Nah, kalau kami ukur hasilnya, tingkat keceran maksimalnya ada di 480 Nits dalam ruangan. Ini sih udah hampir seperti kayak layar HDR ya. Terang banget. Ini gamut coversnya di 96,5% sRGB dengan gambut volum 103,6% sRGB. Kalau udah kayak gini sih layarnya udah siap pakai buat editing yang butuh akurasi warna yang baik juga ya. Dan layarnya juga mantap. Mau dipakai buat main game, streaming film segala macam bisalah ya. Nah, permukaan layar itu punya sifat yang non glare ya. Jadi lebih minim pantulan bayangan objek sekitar atau lampu-lampu yang dapat mengganggu kenyamanan pemakaian. Bingkai lar juga sudah menggunakan desain yang tipis untuk sisi kanan dan kirinya. Oke, untuk kamera mikrofonnya laptop gaming ini dilengkapi dengan kamera 1080p 30 fps dan kamera ini dilengkapi dengan penutup fisik jadi lebih aman dari resiko diintip kalau mungkin aja kamera kena di-hack. Kamera ini memang belum mendukung fitur Windows Studio Effect ya, tapi tenang, kita bisa instal aplikasi Nvidia Broadcast jadi kameranya jadi akan punya fitur seperti Windows Studio Effect. Nah, untuk model mikrofonnya itu ada dua buah dan ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kamera. Nah, untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop Pomo 755 AMD yang satu ini. Untuk penerayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Dan untuk kameranya ini bisa merekam video dengan resolusi sampai 1080p 30 fps. Untuk kas gambarnya bisa dilihat kalau ini gambarnya itu terang, minim dari noise, tapi memang detailnya bukan yang paling tinggi. Tapi setidaknya ini justu cukup untuk kegiatan seperti meeting online dan juga video call. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk mengunjungi kualitas mikrofon dan mengceling dari laptopio Polo75 AMD yang satu ini. Untuk skenarionya di sini kita atur kecepatan kipas ke 100% ya atau maksimal untuk mensimulasikan berisiknya laptop dan hasilnya suara kipas bisedam dengan baik tapi memang ada beberapa suara saya yang ikut teredap juga nih. Oke, untuk audionya laptop ini dilengkapi dengan dua buah speaker dengan lubang keluaran suara menghadap ke bawah. Kita dapat mengatur profil suara dan equalizer di aplikasi Creative App. Speaker laptop ini mampu menghasilkan suara yang cukup lantang ya ternyata ya. Kualitasnya juga cukup memuaskan dengan suara yang jernih dan cukup rapi. Bahkan speakernya ini juga mampu menghasilkan suara bass yang cukup bulat. Oke, untuk konektor di sebelah kiri ada satu USB 3.2 gen ada satu USB 2.0, ada 1 3,5 mm audio combo jack. Di kanan ada satu USB 3.2 Gen 2, 1 USB 3.2 Gen 2 yang type C. Lalu di belakang ada 1 GB Ethernet, 1 DC in, dan 1 HDMI serta satu mini display port. Nah, untuk keyboard sebenarnya gak ada yang benar-benar baru ya di sini ya, karena desain dan tata letak tombolnya masih mirip seperti seri Pongo lainnya. Tombol-tombol di sini terasa empuk dan tetap solid saat ditekan dengan feedback yang terasa cepat memang tombol-tombolnya juga enggak bikin bunyi-bunyi yang mengganggu ya saat dipakai. Nah, untuk backlit keyboard-nya dilengkapi dengan lampu RGB, satu zona warna, empat tingkat kecerahan, dan 15 pilihan warna. Kita bisa mengatur warna dan tingkat kecerahan melalui aplikasi control center. Kita juga bisa mengatur tingkat kecerahan atau mematikan backlit dengan tombol di area 6 pad. Nah, untuk area touchpad-nya ini punya ukuran 12,1 * 8,3 cm dengan posisi yang tidak sejajar dengan tombol space bar ya. Tapi tenang, hanya sedikit bagian telapak tangan yang masuk ke area touchpad saat kita mengetik. Jadi enggak terlalu mengganggu kenyamanan. Nah, saat dicoba jari kami dapat bergerak dengan mulus dan lancar walaupun emang materialnya ini bukan kaca sih sebenarnya. Sementara untuk klik kanan dan klik kirinya terasa empuk saat itu kan walaupun sedikit terasa berat. Oke, untuk sistem pendinginnya laptop gaming ini dilengkapi dengan lima buah heat pipe dan dua buah kipas. Untuk lubang pembuangan udara panasnya itu ada empat ya. Satu ke kanan, satu ke kiri, dan ada dua ke arah belakang. Sekarang kita masuk dalam aspek performanya. Untuk profil performa yang disediakan sini adalah performance, entertainment, dan quiet. Disediakan juga opsi pengaturan kecepatan kipas dengan pilihan automatic, maksimum dan custom. Nah, khusus untuk mode performance ada tambahan opsi turbo untuk kecepatan kipasnya. Selain itu ada juga tambahan opsi noiseless di mode entertainment. Perlu diperhatikan kami akan menggunakan kecepatan kipas maksimum untuk seluruh pengujian kali ini. Oke, langsung kita coba pakai Bench R23. Dia stability tes selama 30 menit. Skor tertinggi yang dicapai adalah 15.480 poin di mode entertainment dan 16.184 poin di mode performance. Sementara skor yang dapat dipertahankan adalah di kisaran 15.200 sampai 15.300 00 poin di mode entertainment dan 16.000 sampai 16.100 poin di mode performance. Nah, untuk suhu kerjanya pesa melakukan CB R23 stabilitas selama 30 menit. Di mode entertainment, supressor dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat Celcius. Sementara di mode performance, suata rata pressor sempat berada di bawah 70 derajat Celcius sebelum akhirnya pelan-pelan naik sedikit di atas 70 derajat Celcius. Jadi aman banget. Oke, langsung aja kita tes pakai Blender ya. Ini blender 5.0.1 SAT ya dengan file Blender Splash Screen ini yang berat ya. Untuk CPU rendering sesuai dalam waktu 28 menit 31 detik. Sementara dengan GPU rendering pakai kuda sesai dalam waktu 6 menit 57 detik. Nah, su kerjanya pasar melakukan GP rendering dengan kuda. SU tertinggi proses tercatat hanya mencapai 53 derajat celcius saja. Sementara suhu GPU NVD-nya terkendali banget di bawah 50 derajat celcius. Lanjut ke Adobe Premiier Pro 2026. Videonya 4K60 5 menit ya durasinya bukan yang 2 menitan itu ya. ini yang 5 menit dengan kuda kita lihat selesai dalam waktu 3 menit 20 detik. Nah, kalau videonya full HD 60 fps yang 5 menit sesai dalam waktu 58 detik saja. Jadi kencang enggak ada masalah. Mau 4K, mau full HD enggak ada masalah ya. Nah, suhu kerjanya per melakukan 4K60 video eksport dengan kuda. Di pengujian ini, suhu tertinggi prosesor tercatat mencapai 74 derajat Celcius. Sementara GPNV-nya terkendali di bawah 60 derajat celcius. Lagi-lagi masih sangat aman sekali. Oke, lanjut ke Dainci Resolve 20.3 software videoing kelas profesional, tapi ini versi gratisannya. Untuk video 4K60 5 menit yang sama dengan yang tadi selesai dalam waktu 8 menit 16 detik. Sementara kalau videonya full HD 60 fps yang 5 menit selesai dalam waktu 2 menit 24 detik. Nah, untuk su kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting, supressor tercatat dapat dikendalikan di bawah 80 derajat celcius. Sementara GP Nvidia-nya digandalkan di bawah 60 derajat celcius. Lagi-lagi masih aman, enggak ada nyentuh 90-an bahkan ya. Lalu untuk CapCut videonya 4K60 yang 5 menit lagi selesai dalam waktu kencang banget 1 menit 49 detik. Sementara untuk video Full HD 60 fps 5 menit selesai dalam waktu hanya 44 detik saja. Untuk suku kerjanya pasal melakukan 4K video export supressor sempat spike ke 77 derajat celcius di awal pengujian sebelum akhirnya turun bahkan di bawah 50 derajat celcius. Suji PNV juga terlihat terjaga di bawah 50 derajat celcius. Oke, sekarang kita uji performa gaming-nya. [musik] Nah, di game terakhir ini Cyberpunk 2077 kita jalankan selama setengah jam. Kita lihat suhu kerjanya. Prosesor terlihat berada di kisaran 70 sampai 72 derajat celcius saja. Sementara GPU Nvidia-nya ada di kisaran 63 sampai 68 derajat Celcius saja. Untuk superbokan bodinya setengah jam main Cyberpunk 20077. Untuk area keyboard, area paling panas itu ada di area tengah dengan suhu masih berada di bawah 40 derajat Celcius. Sementara untuk suhu tombol WASD tercatat berada di bawah 35 derajat Celcius. Jadi jari kita tuh aman banget saat main game ya. Nah untuk palmres ya jelas tercatat berada di bawah 35 derajat Celcius. Lanjut ke storage test-nya. Kita cek kecepatan SSD-nya ya. Dengan kristal disma kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 7.079 MB/ dan tulisnya di 4.721 MB/ Ini sih sudah kencang banget ya kecepatan BC sudah nyampai 7000 MB/ ya. Oke kita lanjut ke daya tahan baterainya kita menggunakan beratnya 150 Hit volume suara di 25% dengan mode entertainment dan layar di 1200p 165 Hz. Untuk 1080p local video playback itu baterai habis setelah 5 jam 45 menit. Bisa dibilang dia tahan baterai yang normal lah untuk laptop gaming Axio ya, terutama performanya lumayan tinggi juga di sini. Nah, untuk charging setengah jam pertama terisi di 54% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 6 menit. Ini sangat-sangat normal sekali, on point banget ya sesuai dengan harapan kami. Oke, untuk harganya ada di Rp19.749.000. Untuk garansi dia dapat 3 tahun dari Aksio Indonesia untuk service dan sparepart. Tentunya garansi tersebut juga sudah mencakup ADP ekstra selama 1 tahun. Garansi ADP ekstra tersebut akan meng-cover berbagai kerusakan diakibatkan kelainan pengguna seperti ketutupan cairan, enggak sengaja jatuh, cting listrik, bencana alam, dan masih banyak lagi. Dan menariknya, selain kerusakan ADP ekstra ini juga akan meng-cover kerugian akibat tindak kejahatan seperti pencurian. Oh ya, menurut Asio ADP ekstra ini bisa diklaim berkali-kali ya selama dalam masa garansi ADP ekstranya. Nah, AXO sendiri menjanjikan proses klaim ADP ini akan mudah dan dapat dilakukan di lebih dari 194 service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan Asio memiliki layanan same day service. Jadi klaim garansinya itu cepat ya. Selain itu, kalau proses servicenya itu lewat dari 6 jam, Aso itu akan menjamkan laptop pengganti. Jadi kita tetap bisa beraktivitas. Lalu ACO juga menjadikan jasa pembersihan dan repasta atau repasting secara gratis seumur hidup. Mantap. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, datan baterai ini agak kurang cocok untuk aktivitas mobile tanpa bawa charger ya. Jadi ya bawalah chargernya kalau emang mau ngfe-ngave gitu. pakai ini ya. Kemudian belum dapat Microsoft Office di sini. Tapi tenang, laptop ini sudah diinstal Libre Office dengan fungsi yang mirip banget dengan Microsoft Office. Dan tentunya kita bisa nginstal Microsoft Office juga di sini, tapi ya beli dulu lisensinya ya. Lanjut dari sini menariknya dia sudah pakai prosesor 8 core Zen 4 ya. Bahkan ini 8 core 16 thread sebetulnya lancar untuk multitasking, rendering, editing, lancar dan dilengkapi dengan RTX 5050. Ini kencang buat main game triple A atau kompetitif di resolusi full HD. Kencang juga buat rendering 3D. Kencang juga buat editing video 4K60. Bahkan suhu kerjanya terkendali aman. Kecepatan kipasnya juga bisa diatur. RAM-nya 16 GB JDR5 dua channel dan bisa di-upgrade. Ini lumayan mewah ya untuk tahun 2026 ya. Lalu bisa pasang 2 SSD M.2 di sini. Layarnya 165 Hz, IPS 100% s RGB dan cerah banget layarnya. Konektor juga melimpah. Dia udah pakai Windows versi Pro pula di sini dan masa garansinya panjang 3 tahun. Dan dia punya garansi keladan pengguna yang juga meng-cover kecurian. Oke, jadi Axi Oppo 755 AMD ini cocoknya untuk siapa? Kalau yang satu ini sih cocok buat yang lagi ngincer laptop gaming yang harganya masih relatif terjangkau tapi speknya mumpuni buat main game keluaran terbaru. Bahkan kita bisa pakai fitur multi frame generation yang bikin frame rate-nya tumpah-tumpah. Nah, buat yang butuh laptop high performance untuk kerja pastinya juga cocok yang satu ini. Buat editing video 4K 60 aja lancar banget ya. Bukan 4K 30 fps, 60 fps ya. Apalagi GPU-nya udah support video AV1 dan layarnya udah IPS 100% sRGB. Buat editing video kelas profesional dengan color format 422 ini bisa juga nih ya dipakai buat desain dan animasi 3D pastinya juga enggak ada masalah di sini asalkan objek 3-nya ya enggak terlalu rumit atau kompleks ya. Nah, buat programming harusnya kencang ya. Apalagi kalau aplikasi codingnya cocok dengan spek si laptop ini. [berdehem] Mau dipakai untuk pelajar atau mahasiswa juga harusnya cocok nih ya. Apalagi harinya bisa dibilang masuk akal untuk speknya dan dia punya garansi ADP juga. Jadi enggak usah khawatir nih kalau laptopnya kenapa-napa nih misalnya jatuh atau bahkan dicuri di tahun pertama ya. Jadi kalau yang diincar adalah laptop high performance yang speknya kekinian dan kencang buat kerja atau main berat serta harganya masih relatif terjangka untuk tahun 2026 bisa di-upgrade dan ada garansi penggantian kalau kecurian. Rasanya Aio Pongo 755 AMD ini merupakan pilihan yang enggak bisa dilewatkan. Yeah.

Lihat di YouTube