Jungkat

Review BUGANi Brief Pro | Speaker Portable Desain Mewah, Suara Mantap, dgn Harga Menarik (YouTube Video)

  • 26/05/2026

Ini Buugani Brief Pro portable speaker dengan high quality soundnya mengusung gaya premium. Desainnya berkelas ya dengan Refine European Inspired Design Language. Ukurannya masih terbilang relatif ringkas untuk dibawa-bawa. Yah, ini kan sebetulnya portable speaker. Baterainya 4900 mAh yang disebut menawarkan waktu pakai sampai 12 jam di volume 50%. Lama juga ya. Ada writing IPX5 jadi masih bisa juga dipakai di luar ruangan. Masih amanlah kalau kena hujan tipis-tipis. Nah, untuk suarnya Buga ini menjanjikan brief pro ini menawarkan bass yang dalam dan mid yang jernih mendukung highs audio dengan pick output sampai 160 watt. Nanti kita lihat ya kualitas suaranya seperti apa yang bisa ditawarkan oleh speaker Bugan yang satu ini yang katanya mendukung filosofi lifestyle premium. Oke, Bugani ini adalah brand yang fokus ke produk portable speaker untuk new generation of listening. Mereka ingin suara berkualitas itu bisa dinikmati bersama-sama di mana saja dan bisa dibawa mengikuti kita. Nah, mereka juga ingin menawarkan pengalaman tersebut ke Indonesia dengan menghadirkan beberapa produk terutama brief series-nya. Brief series ini menggunakan konsep European Contemporary Luxury. Suaritawarkan juga disebut premium dalam artian bukan sekedar kencang aja, tapi udah disesuaikan dan menawarkan pengalaman yang emotionally engaging. Bugani brief pro yang kita bahas kali ini tentunya juga bagian dari brief series. Kita akan coba kualitas suaranya seperti apa yang ditawarkan oleh speaker ini. Tapi sebelum masuk ke pembahasan kualitas, kita coba kenalan dulu dengan melihat isi paket penjualannya. Nah, dalam paket penjualan Bug Brief Pro ini ada unit portable speakernya, ada kabel USBC, kabel AUX in, dan ada paket dokumen. Terbilang sederhana ya, tapi ini memang terbilang wajar untuk sebuah portable speaker. Nah, untuk desain speaker ini memang terlihat cukup beda ya. Kurang lebih seperti ini ya. Ada bagian dengan penutup mesh berwarna hitam di bawah serta handle berwarna keemasan di bagian atas. Desain ini disebut menggambarkan European Contemporary Luxury. Menurut kami ini memang menghadirkan kesan yang berkelas ya. Untuk dimensinya lebar 42 cm, tinggi 17 cm, dan ketebalan di 14,7 cm. Untuk bobotnya ada di kisaran 3,6 kg. Secara umum dimensi dan bobotnya masih membuatnya cukup mudah untuk dipindah-pindahkan. Sesuailah untuk sebuah portable speaker. Sekarang coba kita lihat ada apa saja di screen speaker ini. Di sini depan terlihat ada logo Bugani di bagian tengah. Ada juga empat buah driver speaker yang tentunya semua tersembunyi di balik penutup mesh. Terkait penutup mesh ini menurut Bu ini menggunakan custom mesh fabric khusus yang memungkinkan sound permeability 99,8%. Jadi 99,8% suara yang dihasilkan itu dipastikan bisa menembus mesh-nya. Nah, untuk driver ada dua buah subwoover dengan driver 4 inci dan dua buah tweter dengan driver berdiameter 41 mm. Ada juga passive radiator di sisi bawah. Ini tentunya untuk bass yang lebih mantap ya. Total pick power yang ditawarkan speaker ini mencapai 160 watt. Nah, beralih ke sisi belakang. Di area belakang terlihat ada penutup karet saat dibuka. Di dalamnya ada tombol reset, 1 USBC dan 1 audio jack 3,5 mm untuk AUX in. Lalu beralih ke atas terlihat ada satu tombol dan satu no putar yang ditempatkan di celah yang ada di bawah handle ini. Nanti kita lihat ya apa saja fungsi dari tombol dan koop putar ini. Lanjut lagi ada baterai 4900 mAh di dalam speaker ini. Menurut Buger ini bisa bertahan sampai 12 jam kalau kita pakai volume 50%. Speakernya juga punya IP rating ya di IPX5. Jadi kalau misalnya keujatanan tipis-tipis saat dipakai di luar ruangan ini masih aman. Atau misalnya dipakai dekat kolam renang kena cipratan air juga masih aman selama bukan kecemplung ke dalam kolam renangnya. Oke kita coba pakai saja si Bugani Brief Pro ini. Ada dua input yang didukung di sini ya. Ada AUX in dan ada Bluetooth. Kalau mau pakai AUX in kita cukup hubungkan speaker ke sumber audio lewat kabel yang disediakan dalam paket penjualan. Lalu nyalakan speaker dan atur volume sesuai dengan yang kita butuhkan. Sementara kalau pakai Bluetooth tentunya harus kita pairing dulu ke perangkat yang mau kita pakai. Secara standar saat pertama dinyalakan speaker akan masuk ke mode pairing. Kalau udah terhubung ke satu perangkat dan kita ingin menghubungkannya ke perangkat lain, kita bisa tekan tombol power sekali untuk memutuskan koneksi sebelumnya dan masuk lagi ke mode pairing. Oh ya, untuk Bluetooth-nya dia support Bluetooth 5.3 dan kodexnya SBC ya. Sayangnya belum ada kodex yang lain tapi enggak ada masalah ya. Untuk pengoperasian kita bisa gunakan no putar untuk pengaturan volume. Tapi ternyata nop ini juga bisa ditekan. Kita bisa tekan sekali untuk play atau pause serta tekan dan tahan untuk next track. Kita juga bisa tekan lopni dua kali untuk beralih dari mode Bluetooth ke AUX. Apakah fungsinya masih bisa diubah? Ternyata bisa. Ada aplikasi buga nih yang bisa kita dapatkan di Google Play dan App Store. Ada opsi key setting. Nah, ini bisa kita gunakan untuk mengubah fungsi tombol power dan no volume atau sebutan resminya encoder. Nah, saat kita tekan tekan dua kali atau tekan tiga kali tentunya fungsi tekan dan tahan atau tombol encoder juga bisa kita ubah. Nah, ada apaagi dalam aplikasi pendukung ini? Ada pemantauan sisa baterai di speaker. Menariknya ini persentasinya aktual ya, per 1%. Lalu ada juga more function yang berisi menu OTA update, setting auto power off, dan edit device name. Bagaimana dengan equalizer? Ada. Bunggadikan beberapa opsi seperti default, pop, classical, country, jazz, dan ballot. Lalu ada juga dua opsi custom yang bisa kita gunakan untuk menyimpan preset yang kita buat sendiri. Nah, ada juga dukungan untuk fitur TWS atau menghubungkan speaker ini ke speaker sejenis yang lain. Ini akan menghasilkan sebuah sistem dengan dua speaker untuk efek stereo. Caranya sebelum kedua speaker dihubungkan ke perangkat, kita tekan dulu tombol power di kedua speaker dua kali. Ini akan membuat kedua speaker terhubung di mode TWS. Baru setelah itu hubungkan sistem audio ini ke Bluetooth di perangkat kita. Suara dari perangkat kita akan otomatis dikeluarkan di kedua speaker. Kurang lebih seperti itu ya penggunaan dan fitur yang ada di Bugny Brief Pro ini. Oke, sekarang kita coba kualitas suaranya ya. Langsung aja kita pakai koneksi Bluetooth. Secara umum untuk preset default ini udah terasa seperti Vsape. Jadi bukan yang equalizernya flat. Sementara untuk trble ini terbilang sudah mumpuni ya, sudah mencukupi. Bukan yang luar biasa bening seperti speaker-speaker yang 10 R2 juta mungkin ya. Tapi setidaknya sudah terasa punya detail yang mencukupi. Secara umum kalau pakai priset default sebetulnya kalian merasa bahwa kesannya tuh suaranya agak sedikit dark, dikit kurang bright kalau berdasarkan selera kami. Tapi secara umum ini sudah mantap, sudah terbilang sesuailah dengan kelasnya. Nah, bagaimana kalau kita pakai preset lain? Sayangnya saat mencoba mengganti quester ke opsi lain, volume suara juga ikut berkurang jauh. Sepertinya masih ada bug yang harus dibereskan Buga nih untuk aplikasi pendukungnya ini. Oke, kalau kita pakai AUX in apa ada bedanya? Secara umum suaranya masih mengikuti preset equal exterakan tapi karakter suaranya bisa agak berbeda dari satu perangkat ke perangkat yang lain. Ini tentunya tergantung dari karakter output dan perangkat atau duck yang digunakan untuk menghubungkan speaker ke perangkat tersebut. Sayangnya saat kita beralih ke mode AUX, Bluetooth secara otomatis dinoaktifkan. Jadi kita tidak bisa mengubah pengatuhan equalizer dari aplikasi saat kita pakai AUX ini. Nah, untuk volum besar ini terbilang sudah lantang ya. Sudah sangat-sangat lantang dan sangat mencukupi untuk penggunaan di ruangan yang cukup besar sekalipun. Rata-rata untuk mengujian kami lakukan kami hanya mengatur volume kekisaran 50 sampai 60% dan suaranya udah bisa terdengar di seisi lab pengujian kami. Nah, kalau volume suara diatur terlalu tinggi misalnya 80% terasa ada sedikit penurunan kualitas suara trable jadi terasa kurang rapi aja tapi itu sih sudah kencang parah kalau 80% ya. Terkait separasi suara ini terbilang mencukupi. Bukan yang luar biasa banget tapi wajar melihat ukuran speaker yang terbilang ringkas. Secara umum kalian merasa B tawarkan oleh speakernya sudah sesuai dengan kelas harganya. Sekarang mari kita coba tahan baterainya. Kita coba dengan setting volume di 50%. Konektivitasnya pakai Bluetooth dengan standar Codex SBC tentunya. Sayangnya saat sisa baterai ada di 20% speaker ini secara otomatis menghentikan music playback dengan sendirinya. Nah, kalau kita lihat dari 100 sampai 20% kami kan mendapatkan sekitar 7 jam 11 menit. Oke, bagaimana kalau kita pakai AUX? Saat kami coba dengan volume 50% baterai juga turun sampai 20% dalam waktu sekitar 7 jam 30 menit. Sudah terbelan cukup baik tapi masih di bawah dari yang dijanjikan oleh Bugani. Sementara untuk charging dari baterai kosong sampai lampu indikator charging berhenti berkedip speaker ini butuh waktu sekitar 2 jam 54 menit. Jadi hampir 3 jam. Menurut kami ini waktu charging terbilang sesuai dengan yang kita bayangkan lah yang kita harapkan ya. Nah, untuk harganya Bugani Brief Pro ini ditawarkan dengan harga kisaran R2.99. harga Rp990.000. Ini harga yang terbilang wajar ya. Kualitas yang tawarkan terbilang sesuai dengan kelas harganya. Setelah itu desainnya juga terbilang unik dan menarik dan bisa punya daya tarik tersendiri. Nah, selain brief pro ini, Buandi juga menawarkan dua speaker lain dari brief series. Ada Bugani Brief yang harganya paling terjangkau di Rp1.290.000. Ini portable speakernya sangat ringkas, sangat mudah dibawa bebergian, bahkan bisa masuk dengan mudah ke dalam tas berukuran kecil. Lalu ada juga brief plus. Ukurannya lebih ringkas dari brief pro yang kami uji, tapi ya lebih besar daripada yang brief biasa ya. Untuk yang satu ini bahasa desain tuh mirip banget dengan yang brief pro. Harga untuk satu ini ada kisaran Rp1.990.000. Nah, selain brief series ada juga speaker speaker lain yang dibawa oleh Bugani termasuk Bugani Reform yang dipaskan di harga Rp2.490.000 serta ada Bugani Boost Max yang tampaknya jadi speaker dengan las tertinggi yang dibawa ke Indonesia dengan harga Rp3.890.000. Oke, itu tadi jajaran Perugani yang masuk resmi ke Indonesia. Sekarang kita kembali lagi ke Brief Pro. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama kodexnya baru SBC aja. Sebetulnya kita berharap bahwa ada kodex yang mumpuni paling enggak ada AAC di sini. Kemudian sayangnya masih ada bug dalam aplikasi pendukung termasuk equalizer seperti yang kami jumpai tadi. Kemudian saat menggunakan input AUX Bluetooth otomatis dimatikan. Jadi kita tidak punya pengendalian lewat aplikasi lagi. Kemudian masih ada sedikit penurunan kualitas suara saat volume diatur ke atas 80%. Nah, untuk si menariknya jelas desainnya keren banget ya. Ini membuatnya bisa jadi hiasan di ruangan di mana dia ditempatkan. Elegan sekali ya. Kualitas suara juga terbilang memadai di kelasnya. Udah mantap, lantang pula. Bass juga besar dia udah support input Bluetooth dan AUX in juga ada. Dan walaupun hanya ada dua tombol dan satu putar, pengendalian speaker ini terbilang cukup mudah. Ukurannya juga masih relatif ringkas dan mudah untuk dibawa bepergian. Bawanya juga enggak terlalu berat sebetulnya untuk ukurannya dan kemampuannya. Kemudian dia punya IP rating di IPX5. Aman kalau kecipratan air atau keujaran air. Serta dia sudah punya dukungan aplikasi. Ya, jadi pertanyaannya speaker ini cocoknya untuk siapa? Bugani Brief Pro ini akan cocok untuk yang mencari portable speaker berkelas dengan harga yang tidak terlampau tinggi untuk pendukung modern lifestyle. D tahan baterainya yang terbilang baik juga bisa jadi pertimbangan tersendiri khususnya untuk yang memang ingin membawa portable speaker untuk pendukung aktivitas harian di luar ruangan. Dan yang enggak kalah penting, desain speaker ini juga terbilang menarik ya, elegan, cocok untuk yang ingin tampil beda. Bahkan dia bisa jadi hiasan dalam ruangan kita. Secara umum, Bugani Brief Pro ini terbilang perangkat yang menarik dan layak untuk dipertimbangkan. [musik]

Lihat di YouTube