REVIEW HONDA BRIO E CVT, LCGC TERKENCANG? | EFEK NEGATIF GANTI VELG RACING, BEAUTY IS PAIN! (YouTube Video)
Rekomendasi mobil kompact panjang gak sampai 4 m yang bisa dijadiin taksi online. Nih mobilnya Brio SVT tahun 2018. Sebelum kita bahas atau review lebih dalam, gua pengen infoin dulu ya kalau mobil atau requirement mobil, usia mobil yang bisa dijadikan taksi online itu maksimal usianya 8 tahun. Berarti kalau kalian daftarkan di tahun 2025 ini minimal tahun mobilnya 2017. yang mana ini Brionya itu tahun 2018 dan berarti masih bisa didaftarin jadi taksi online. Oke, jadi buat kalian yang masih salah kaprah, gua jelasin dulu. Usia untuk pendaftaran taksi online itu maksimal di 8 tahun. Lanjut kita bahas ke Brionya. Jadi si Brio ini dia tipe E. Jadi dia enggak termasuk LCGC. Castanya dia ini ke naik ke city car tipenya yang E. Habis yang E baru ada yang RS. Untuk awal kita bahas dari depan, eksteriornya dibalut warna kuning metalic. Terus tampang depannya inih enggak bosenin ya kalau menurutku. Jadi dari tahun ke tahun tuh ngelihat tampang depannya kayak masih manis aja gitu. Masih cakep aja. Lampunya lampu utamanya sih masih halogen multireflektor ya. Kemudian untuk se-nya bohlam, enggak ada pernak-pernik seperti ledel dan lain-lain ya, cuman segini aja. Grill tengahnya ini udah menganut solid wing face dari bahasa ininya Honda. Bahasa tubuh eh bahasa tubuh bahasa desain. Ini ada grill piano black dibalut sama garis chrom di bawah. Untuk bumper dia tarikan garisnya cukup banyak nih dan membuat mobil ini overall tuh kayak aerodinamis dari depan. Ini banyak tarikan garis. Ini juga ada grillnya. Di bawah juga ini modelnya kayak trapesium-trapesium gitu dan udah dilengkapi sama fog lamp juga ya. Oke, lanjut. Sekarang kita bahas bagian sampingnya ya. Untuk bagian samping bukan karena gua jualan, tapi standnya udah ganteng mobil ini karena pelegnya udah modifikasi cuy. Ini sekarang pakai veleg warna putih. Dia tipe work Kiwami. Untuk ringnya di ring 15. Bannya juga masih tebal. Accelera Eco Plus. Profilnya 185/60. Jadi tebal. Kemudian kembangan juga masih oke. Warna putih. Cakeplah pokoknya. Untuk area atas. Nah, ini yang sangat agak disayangkan ya. Pilar B ini dia belum dihitemin. Jadi enggak memberikan kesan floating roof ya. Kalian kalau beli ini sentuhan manis sedikit sih. Kalau kalian mau tinggal stikerin aja. Paling juga kena berapa ratus ribu dihitemin jadi lebih memberikan kesan floating roof. Udah ada talang air. Kaca film juga udah gelap nih. Sekitar 80% di belakang. Yang depan juga sekitar 80. Cuman memang kaca depannya masih agak terang. Jadi depan ini enggak terlalu gelap. Untuk door handle, dia model door handle pada umumnya nih. Cuman ada ini aksen chrome variasi ya. Kalian kalau enggak suka tinggal dilepas aja. E, and then lampu se di samping dia masih di body fender bohlam ya, bukan LED. Untuk spion masih manual retrack dan ada kaca kecil nih di sini. ini untuk menghapus blind spot. Jadi lumayan loh ya setelah gua nyetir mobil ini tadi kaca kecil ini lumayan ngebantu sih kalau menurut gua. Tapi masing-masing preference kan bisa beda-beda ya. Bagian belakang ada variasi chrom-chrom ini. Jadi ini selera licopot, bisa didiamin ya. Pelek juga masih sama. Kemudian, nah ini tadi yang dibilang panjang enggak sampai 4 m. Mobil ini panjangnya kurang lebih dimensinya itu sekitar 3,8 m. Terus ground clearance juga masih tinggi banget. Jadi biarpun pelegnya ubahan cuman enggak diceper-ceeperin banget ya. Jadi, ground clearance masih oke sama ini jarak antara ban ke fender masih empat jari full nih. Enggak takut gesruk dah. Aman. Bagian belakang mobil Brio ini love or hate relationship juga ya. Seperti mobil-mobil yang udah pernah gua review. Ada yang suka, ada yang enggak. Ada yang bilang kayak setrikaan. Makanya ada sebutan Brio Setrika kalau ini. Karena ini dia punya bagian belakang tuh seperti di papan setrika dipapas gitu. Terus karena ini masuknya udah casta city car, dia udah dikasih spoiler. Jadi looksnya udah sporty, kacanya besar di sini ya. Tapi belum ada rear devoger, cuman udah dikasih rear wiper di sini. Kemudian satu hal lagi, biarpun ini City Tar cuman dia enggak dikasih tombol bagasi ya. Jadi harus pakai kunci atau kalian bisa pakai tombol yang ada di depan. Nah, untuk bagasinya seluas ini. Jadi cukuplah kalau menurut gua kalau jadiin wara-wiri di dalam kota buat taksi online kalian ngantar ke bandara gitu ya, koper sebesar seukuran koper kabin gitu masih muat dua koper atau bahkan dulu gua pernah pakai mobil ini bukan tipe bukan mobil yang ini ya tapi tipe yang sama pernah bawa kursi roda bahkan pernah pickup penumpang dari rumah sakit dia bawa kursi roda masih muat di sini jadi okelah untuk pemakai kay dalam kotak. Lanjut untuk lampu belakangnya dia modelnya seperti segitiga. Untuk bohlamnya semua masih bohlam biasa multiflektor ya. Lampu mundur, lampu malam sampai lampu sennya juga masih bohlam. Lanjut ke bagian bawah. Nah, ini bumpernya kontradiktif sama bumper depan. Kalau bumper depan banyak tarikan garis. Bumper belakangnya dia lebih lebih seess gitu loh, lebih kalem. Udah dilengkapi sama dua buah sensor parkir dan udah ada variasi kamera mundur. Karena ini full kaca jadi kalian enggak perlu keras-keras ya, enggak perlu sampai dibanting dari atas. Jadi tahan aja segini terus kalian lepas. Tuh, udah kencang kok. Untuk bagian samping kanan semua overall sama lah ya pasti. Cuman ada perbedaan di pilar atas nih ada antena antena radio yang mana kita udah jarang lah ya pakai radio sama ada yang gua lupa bahas ya kalau untuk dari samping dia dikasih tarikan garis nih di pintu sampai ke pintu belakang yang bikin mobil ini tuh kesannya aerodinamis walaupun mobilnya lagi diam tapi looknya jadi kayak aerodinamis Lanjut kita bahas interior yuk. Interiornya dibalut warna hitam dan beige. Untuk bahan plastik semua, door handle-nya. Kemudian power window sudah elektrik di empat sisi. Dan di sisi suir auto down aja. Auto up-nya belum ada. Untuk door lock-nya juga udah ada tombol. Ini untuk window lock. Ini pengaturan spion kiri kanan elektrik tapi belum electric retrack seperti yang tadi udah gua jelaskan. Door pocket cukuplah buat taruh ini. Kalau perkiraan gua sih taruh dua Aqua yang ukuran 330 mili muat nih. Sama ini yang sekitar 600 mili masih muat. Dapat speaker. Lanjut ke sini nih. Ada kisi-kisi AC, ada kantong buat naruh ini nih. Naruh uang receh atau naruh uang kertas ya kan uang kembalian atau naruh kartu-kartu tol, kartu imani. Di sini ada tombol dami. Ini harusnya dikasih start stop button nih. Kalian kalau mau modif nih masukin sini. Ini tombol dami gua kurang tahu nih. Biasa kadang-kadang traction control gitu-gitu nih dipangkas. Oke, [Musik] lanjut. Bahan plastik semua ya. Ya sudah pastilah namanya juga disesuaikan dengan harga. Oke, untuk setir dikasih sarung setir. Nah, ini bagian dalamnya masih karet dan masih mulus tuh, Guys, ya. Karena pakai sarung. Posisi mengemudi ini yang menurut gua paling menarik di jajaran produknya Honda. Produk Honda tuh driving position-nya sporty banget. Begitu duduk tuh sporty feel-nya dapat banget. Duduknya agak rendah, agak tenggelam. Setir agak dekat ke kita, terus agak rendah juga. Cuma untuk pengaturannya dia masih hanya tilt aja ya, belum ada teleskopiknya nih. Ini tuas lampu se lampu utama. Ini tuas lampu eh lampu lagi ini tuas wiper. Udah ada mode intermittent juga. Kemudian bahas apa lagi ya? Oh iya, jok dibalut sama sarung warna hitam, tapi belum ada he adjuster ya, baru ada pengaturan rebah aja sama maju mundur. Dan ya yang paling gua suka di mobil ini adalah posisi duduk driving impression-nya ya. Posisi mengemudinya nih sporty feeling-nya dapat banget, cuy. kayak engaging banget buat ngegas gitu. Kita lanjut bahas bagian penumpang kiri depan. Ini dikasih aksen-aksen karbon tapi bukan ini ya. Cuman aksen karbon di plastik gitu loh. Di print masih pakai plastik. Ini kisi-kisi AC-nya modelnya sama semua model horizontal. Yang menariknya lagi mobil ini sudah dikasih head unit Android jadi besar. Bisa ada Bluetooth-nya, bisa ada kamera mundurnya, udah nyambung sama sensor parkir juga. Pengaturan AC sudah digital tapi belum climate control ya. Jadi ini fans speed-nya ini nyalain matiin. Terus ada pengaturan arah semburan kepala atau kepala sama kaki. Ini max cooling. Ini tombol AC-nya nyalain. Matiin AC. Ini tombol suhunya. Tombol Hazard. Kemudian sini dikasih pocket lagi buat naruh barang. Bisa buat naruh uang kertas ya kan dompet mungkin. Sini ada colokan lighter buat chargeran handphone. Ada pocket lagi di sini. Dan menariknya ya kalau kalian sadar maksudnya kalian pakai mobil ini, kalian sadar enggak? Ini ada selipan di sini nih sedikit di dalam sini nih. Ini bisa buat nyelipin uang koin gitulah. 34 piece ada dua buah cup holder. Ini gear shifternya model linear ya, bukan yang gated gitu. Terus ada ini buat netralin. Jadi kita buat yang belum tahu ya, kadang-kadang orang masih belum tahu nih. Kalian kalau mau netralin mobil yang ada ininya tinggal colok aja kuncinya. Injak rem. Nah, masuk netral. Jadi, kalian bisa parkir paralel. Jangan lupa, ya, paralel netralin. Rem parkir masih model manual. Kemudian ada cup holder satu di sini. Tidak ada armr, glove box tidak soft opening. Ini bahan dalamnya plastik juga. Jadi kalau kalian naruh barang yang mungkin agak berisik bakalan bunyi ya. Eh susah dia eh kok enggak bisa ditutup. Oh ya sama ini nih udah dikasih USB port juga ya buat entertainment. Eksterior-interior udah kita bahas ruang mesin ya. Mobil ini mesinnya 1200 cc 4 silinder yang menghasilkan tenaga mana dia? Oh, ini dia menghasilkan tenaga 83 horsepow, torsinya 110 Nm. Cuman mohon maaf, Guys, gua pengen koreksi sedikit. Ternyata yang Brio tipe E ini masih masuk kelasnya LCGC. Kalau yang RS baru masuk ke kelasnya city car. Tadi gua salah informasi ya, Sor guys. Cuman dengan begitu berarti di kelasnya LCGC dia punya mesin paling bertenaga sama paling halus berarti. Karena LCGC kan rata-rata 3 silinder terus 1000 cc. Ini 4 silinder IVtech halus pula. Sama berhubung mobil ini mau dijual gua mau mention juga mesin kering no rembes oli-oli seperti yang kalian bisa lihat masih rapi banget. Saatnya kita tes drive, Guys. Mesin masih greng ya dinyalainnya. AC AC aman banget nih. Dingin. F speed 1 aja ada gigitan dinginnya ya. Cuma karena ini memang siang ini jam 12. Trik, jadi mesti butuh dua minimal posisi duduk. Seperti yang gua bilang, dia agak mendelap gitu ya. Jadi sporty feel-nya dapat. Cuman kalau mungkin yang baru mulai, baru pemula dalam nyetir itu mungkin agak berasa tenggelam. Cuma untuk secara feelnya sih ini sporty fel-nya dapat banget. Posisi duduk, setir juga enteng. kita masuk ke sesi test drive dulu. Nih udah ada kamera mundur juga jadi gampang ya. Setir enteng tuh. Yuk, let's go. Nah, cuman gua biarpun jualan semi-semi jualan ya, semi-semi apapun review jujur gua pasti gua utarain ya. Ini respon gas di awal memang agak loncat-loncat. tuh agak hmm hm karakter gas si Brio yang CVT tuh beberapa kali gua coba memang gitu ya jadi kalian mungkin perlu adaptasi sedikit mungkin karena mesinnya 1200 kemudian bodinya kecil enteng ya kan jadi agak ngejambak so perlu penyesuaian lah kalau gua bilang sih itu bukannya positif atau negatif, tapi ya perlu adaptasi aja karakter mesinnya. Itu untuk karakter awal untuk kalau sudah berjalan sih aman tuh. Kalau udah cruising udah aman. Kaki-kaki kita cek ini posisi tidur. Enggak ada bunyi gelutuk ya, enggak ada bunyi-bunyi glodakan, gelutuk-gelutuk. Enggak ada. Cuman memang lagi nih karena velegnya sudah veleg modifan jadi sedikit lebih keras terasa lebih harsh kontur jalan kemudian sambungan-sambungan jalan pet gitu. Nah, ini agak terasa lebih kasar, lebih degdeg gitu. Cuma overall masih acceptable banget posisi nyetirnya. Sport Fel-nya dapat, respon gas, CVT juga halus. Tapi memang ada ini ya di kaki-kaki tapi ada bunyi sedikit glutuk-glutuk dikit dikit banget minor nih ya. Kalau kalian mau perfect banget mungkin kayak ball joint gitu-gitu diganti sih bakalan lebih oke. Setir enteng ya. Cuman yang perlu adaptasi ya ini nih. Tuh, tuh, tuh. Gas di awalnya tuh agak ngejambak dia. Nah, terus kalau ngelewatin paving block lebih berasa kasar karena velegnya udah veleg racing sedikit lebih besar dibanding veleg standar ya. Untuk respon gas sih overtake aman banget tuh. menurut gua untuk pemakaian dalam kotak. Bensin yang CVT ini bisa 1 banding 15an loh dalam kotak. Matic loh ya. Kekurangan lainnya yang gua notice road noise-nya sama peredaman dari luar cukup tembus. Balik lagi ini kelasnya LCGC. Jadi ya gua gua bilang sih itu bisa dimaklumi lah ya. Nah, bantingan oke. Shock breaker masih empuk. Cuman kalau kena sambungan jalan nih, tuh ada bunyi klut gitu. Dikit banget minor. Enaklah ini. AC juga dingin. Dan yang paling penting adalah emang DNA-nya Honda itu sporty ya. Jadi kalau kalian pakai mobil Brio ini untuk pemakaian sendiri bisa cukup fun lah. Apalagi kalau kalian jadi taksi online gitu ya, driver online pasti kan ada unsur-unsur senang nyetir juga. Kalau nyetir mobil yang agak membosankan kan jadinya gimana gitu nyetirnya. Tapi kalau ngyetir mobil yang fun to drive kayak gini kan jadi lebih menikmati perjalanan. Numpang depan gimana, Jo? Aman. Aman lumayan oke lah ya. Enggak terlalu kerasa guduk. Geradak-guduk gitu ya. Heeh. Paling enggak pas gasnya narik berasa. Nah berasa juga ya dari awal narik kerasa emang beberapa kali gua pernah punya unit sendiri juga nih guys ya. yang RS CVT memang dia respon gas awalnya tuh kayak wuk gitu, ngejambak banget. Jadi kita yang nyetirak sekali lagi perlu adaptasi. Kalau enggak adaptasi ini pasti yang disetirin mabok nih ya. Mualti. He. Kalau di belakang mungkin lebih ini lebih lebih berasa ya. Kalau di depan mungkin karena kita bisa lihat jalanan jadi mungkin enggak terlalu. Ini sebenarnya ini juga yang sepengetahuan gua ya yang bikin kita mual di mobil itu karena kita tuh enggak bisa melihat jalanan. Kalau di belakang tuh makanya orang yang duduk di belakang lebih rentan mual dibanding yang duduk di depan karena ya itu tuh tuh tuh tuh ya berasa enggak? He. Padahal tuh gasnya nginjaknya gua tipis banget tapi tetap kayok ngejambak. Kalau kayak gitu ngambil bensinnya gede, enggak sih? Nah, itu kemungkinan kalau kayak gitu kalau mau lebih irit lagi bisa di mungkin bisa disetel ya, jadi lebih kalem dan bensinnya bisa lebih irit. H tapi secara logika sih kalau gasnya gede gitu otomatis bensinnya lebih banyak yang ngocor. cuman dengan settingan standar aja bisa dapat 1 banding 15 dalam kota sih itu udah irit banget. H untuk ukuran LCGC dan matic ya. Kalau udah mulai boros tu kalau satu banding berapa? Ukuran LCGC mobil 1000 cc-an gitu ya. Boros itu kita bisa bilang boros kalau udah 1 banding 10, 1 banding 11 juga masih terbilang tergolong boros sih. Karena dengan mesin kecil harusnya 1 banding 13 ke atas. Tuh, tuh, tuh. Ini awal cuman awalnya aja nih butuh adaptasi. Cuman okelah kalau menurut gua ya. Tuh, lumayan enteng juga putar arah satu. Wah, cakep sekali abangku keluar dari sini padahal muter enggak sampai sekilo. Belain lawan arah. Overall pokoknya menurut gua siap pakai lah ini mobil. Dan ada modifikasi terakhir yang oke banget nih. Klakson. Iya, klaksonnya udah ganteng, cuy. Kan kalau LC GC yang lain kan kayak klakson. Klakson apa? Eh, mono ya. Ya, kalau ini kayak stereo. I ganteng. Kayak kelaksan mobil Eropa, cuy. Kita masuk POV driving sedikit ya. Jadi kalian bisa ngelihat feel berkendara Honda Brio ACVt tahun 2018 ini. Kilom di 89.000-an. Gua ajak kalian muter-muter sedikit. Jadi ya enjoy aja. Feels like kalian yang driving gitu. Overall sih menurut gua untuk pemakaian dalam kotak kalau kalian masih suka namanya mobil bensin ya ini cukup oke. Kalau kalian bisa lihat juga kalau gua lepas gas tuh muncul Echo tuh. Jadi kalau kalian mau konsumsi BBM-nya lebih irit lagi, Eco tuh harus selalu nyala. Jadi gasnya harus halus lepas, gas lepas. Fitur terakhir juga yang fitur kecil tapi lumayan ngebantu auto door lock sama unlock. Jadi kalau masuk P auto ke unlock. Terus kalau masuk ke D nanti kalau speednya di atas 20 dia auto lock. Nah, gimana guys? Dengan budget Rp10 juta dapat mobil cukup ganteng ya dengan berbagai variasinya mulai dari veleg racing, head unit Android ya. Mobilnya juga irit karena transmisi CVT. Mesinnya juga halus karena 4 silinder. Perawatannya juga mudah karena masuk kelas LCGC. Dan buat kalian juga yang mau jadiin mobil ini sebagai taksi online, masih bisa. BBM-nya udah pasti irit. Pengalaman gua pakai Brio yang sama itu bisa berkisar 1 banding 14, 1 banding 15 untuk pemakaian dalam kota ya dengan transmisi matic loh. Kemudian kapasitas penumpang dan kapasitas bagasi juga cukup mumpunilah buat kalian jadiin taksi online atau buat kendaraan hari-hari nganterin anak sekolah ya kan atau istri kalian pakai buat wara-wiri main padel atau belanja-belanja ke pasar. Masih cukup oke banget mobil ini. Dimensinya juga enggak sampai 4 m. Seperti yang tadi diquest, dimensi Brio ini di 3,8 man. Jadi gampang banget dipakainya. Selap-selip, parkir, sama belakangnya terutama. Karena dia belakangnya masih yang model setrika jadi enggak bawa buntut. Ibarat ibarat kata tuh kalau orang zaman dulu bilang mobilnya enggak ada buntut, enggak bawa buntut. Jadi gampang banget manuver dan parkirnya juga selap-selip. Wah. Pokoknya gampanglah kalau menurut gua ya. Warnanya juga eye catching warna kuning. Terus yah overall sih oke. Kilometer juga belum tembus Rp100.000 masih di kisaran Rp80.000-an. So, buat kalian yang minat sama mobil ini dan untuk detail spesifikasi seperti apa, cek di kolom deskripsi. Kontaknya juga bisa ada di sana semua ya. Sekian dulu. Coco review kali ini. Buat kalian yang punya request besoknya kita review mobil apa lagi atau ada mau sharing-sharing pengalaman juga yang pakai mobil Brio ini, boleh juga share di kolom komentar ya. Jangan lupa mampir ke sosial media gua di Coco Driver 92 dan TikTok Coco.driver. Thank you for watching, guys. See you in the next video. Bye. Oh, ya. Lupa mention tadi Brio 2018 tipe E CVT itu pajaknya cuman R,2 jutaan per tahun. Murah banget, kan? Jadi dengan budget Rp00 jutaan, pajak murah, dapat sebuah mobil ya istilahnya kayak Mini Cooper versi Murmer ya. Versi murah merariah. F to drive irit kecil. Dimensinya kecil, jadi melihat liuknya gampang dan pajaknya gak mahal. Kalau Mini Cooper kan udah pasti mahal.
