Review HP Omnibook 3 14-hu0115TU - Laptop yang Cocok Buat Pelajar, Mahasiswa dan Pekerja Kantoran (YouTube Video)
Kalau kalian nyari laptop tin and light buat belajar dan kerja, tonton video ini sampai akhir. Karena ini adalah laptop terbaru dari HP yang bisa jadi cocok untuk kebutuhan kalian. Prosesor punya 6 core, bisa dipakai buat multitasking ringan lah, ya. Lalu RAM-nya cuma 8 gig tapi masih bisa di-upgrade. Storage 512 GB udah puaslah dipakai untuk nyimpan materi sekolah dan nyimpan data kerjaan ya. Konektor lengkap, enggak perlu USB hub dan adapter lagi. Garansi juga baru nih ya. 2 tahun plus ada garansi internasionalnya pula sekarang ya. Ini adalah HP Omnibook 3 14 inci 2026. [musik] Laptop satu ini ditunjukkan sebagai laptop tin and light class entry level yang cocok untuk kegiatan sehari-hari. Bukan hanya karena spesifikasinya, tapi juga karena bonus-bonusnya yang menarik. Yuk, kita bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosor dia pakai Intel Core 3 100 U. Ini cottam-nya adalah Raptor Lake ya. Litografinya Intel 7, default TDP-nya ada di 15 watt. Dia punya total 6 core 8 tradiri dari 2 performance core dan 4 efficient core. Untuk maksimum turbo frekuensinya ada di 4,7 GHz. Lumayan tinggi ya. Dan kapasitas cash memorinya ada di 10 MB. Ini pakai Intel Smart Cash. Untuk integrate graphicsnya, dia pakai Intel Graphics yang punya 64 execution unit. Kapas RAM-nya adalah 8 GB DDR5 5200 single channel. sayangnya memang bawaannya masih single channel, tapi karena di sini ada total dua slot untuk memori, jadi masih bisa diisi tuh slot tambahannya ya. Jadi kalau mau upgrade ke dua channel bisa banget. Untuk kapasitas storage-nya ada di 512 GB SSD M2.2, NVME PCI Gen 4. Hanya ada satu slot M2 ya di laptop yang satu ini. Jadi kalau mau upgrade storage kita harus ganti SSD yang sudah terpasang. Lanjut untuk kivitas wireless-nya dia pakai Realtech 8852BE. Dia support WiFi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Kapas baterainya ada di 41 wat hour. Sementara OS pakai Windows 11 Home. Nah, untuk bodinya front vor factor ini adalah clamp shell atau laptop klasic ya. Materialnya seperti biasa polikarbonat ya. Untuk warna unit yang kami uji ini warnanya adalah Starlit blue atau ya biru agak gelap gitu ya. Biru gelap ya. Selain warna ini masih ada tiga varian warna lainnya yaitu Mica Silver. Yang ini mirip seperti HP Victus ya, ada warm gold dan ada glacier silver. Nah, untuk desainnya ini polos ya, jadi cocok digunakan di lingkungan yang formal seperti sekolah, kampus, kantor gitu ya. Nah, walaupun polos, laptop satu ini juga sekilas terkesan premium saat digunakan karena memang keren sih ya. Nah, dimensinya panjang 31,4 cm, lebar 22,6 cm, dan ketbalan di 1,48 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,4 kg. Chargernya 292 gr. Ini adalah charger USBC dengan total daya di 45 watt. Untuk adapternya itu masih terpisah dari colokannya ya. Jadi memang agak kurang ringkas aja kalau dibawa-bawa berian. Total bobot kalau dibawa-bawa semuanya jadi 1,75 kg. Oke, untuk layarnya dia adalah panel IPS ukuran 14 inci resolusi 1920 * 1200 pikel dengan aspek rasio tentunya jadi 16 bing 10 refer standarnya ada di 60 Hz. Nah, menurut HP tingkat kecaan maksimalnya adalah 300 Nitz yang artinya sudah lumayan oke ya dan keharga mut dijanjikan di 62,5% sRGB. Dari pengujian kami tingkat cacarannya maksimal ternyata lebih tinggi ada di 322 nits dan gambut volume ada di 57,5% sRGB. Sayangnya memang masih belum 100% sRGB ya. Jadi masih agak kurang pas untuk kegiatan content creation yang kelasnya profesional. Untuk permukaan layar ini adalah mat ya atau dove. Jadi tetap nyaman digunakan tanpa banyak pantulan-pantulan bayangan yang mengganggu di atas permukaan layarnya. Untuk bingkainya ini terdong tipis dengan micro edge display dan screen to body rasio yang mencapai 88%. Nah, sekarang kita beralih ke kamera dan mikrofonnya. Untuk kamera ini juga menarik ya, karena dia punya resolusi full HD atau 1080p. Jadi kalau mau dipakai untuk meeting online harusnya masih oke banget. Sayangnya memang karena prosesornya masih belum punya NPU, jadi laptop ini masih belum mendukung fitur Windows Studio Effect. Nah, kemudian untuk mikrofonnya ini ada dua ya, di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di luar untuk menyi kualitas mikrofon dan mesin dari laptop 3 yang satu ini. Bisa dilihat ya kalau di belakang saya sedang ramai kendaraan. Meski begitu noise dari background bisa dar dalam dengan baik dan suara saya bisa terdengar dengan jelas di laptop ini. Oke, sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas kamera dari laptop HP Omnibook 3 yang satu ini. Untuk pencahayaan di sini kita menggunakan lampu studio ya. Jadi pencahayaannya lumayan terang dan untuk resolusi maksimal videonya ini sampai 1080p 30 fps. Untuk hasil gambarnya di sini terlihat kalau gambarnya sudah terang minim dari noise tapi memang detailnya terlihat biasa saja tapi untuk kegiatan meeting online atau video call biasa ini sudah mencukupi lah. Oke untuk audionya laptop ini menggunakan dua buah speaker stereo yang mengarah ke alas laptop. Untuk kualitas suaranya ya sesuai dengan yang kita bisa harapkan di kelas harganya aja ya. Ini bukannya suara kayak kaleng-kaleng gitu enggak juga. Lumayan rapi ya. lumayan rapi ee cenderung ke midass terdengar tapi tidak mendentum. Untuk trble juga tidak menyayat telinga ya. sesuai dengan kelas harganya aja mungkin sedikit kurang lantang aja e kalau dari pendengaran kami. Lanjut untuk konektor di kiri ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 gen 1 yang 5 Gbps lalu ada 2 USB 3.2 gen 2 type C yang 10 Gbps. Yang ini mendukung display port, power delivery, dan fitur HP slip and charge. Beralih ke sisi kanan di sini ada satu audio jack combo 3,5 mm dan ada satu USB 3.2 gen one yang 5 Gbps. Nah, untuk keyboard-nya ini pakai layout standar khas laptop HP Omnibook 3. Tombolnya terasa soft, silent, dan masih terlalu nyaman untuk digunakan mengetik. Tombol navigasi page up, page down, home, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Dan untuk tombol anak panah atas dan bawahnya, nah ini punya ukuran yang setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Tapi ini klasik ya untuk tombol power ini menyatu dengan layout keyboard tapi sedikit lebih berat nih kalau ditekan ya. Jadi enggak mudah kepencet juga. Nah, sayangnya di sini memang belum tersedia backlit untuk keyboard dari laptop ini, tapi tidak tersedia tuh di laptop yang kami pakai. Kalau kalian pilih yang warna silver, nah yang itu ada backlit-nya ya. Oke, lanjut lagi. Untuk touchpad-nya ini ukurannya terlalu besar ya untuk sebuah laptop ukuran 14 inci ya. Ada di 12,5 * 8 cm. Letaknya sedikit melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol cilot. Touchpad ini juga sudah mendukung precision driver dan berbagai gesture windows. Untuk setiap pendingin, laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif yang terdiri dari satu kipas dan satu heat pipe intake seperti biasa dari bawah dan ekha. Sekarang mari kita lihat aspek performanya. Langsung aja kita tes konsistensi performa pakai XB R23 stability test. Pertama kita masih pasang dulu chargernya ya. Nah, di sini skor maksimal bisa mencapai 5.503 poin dan untuk skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 5.300 sampai 5.400-an poin. Kalau kita enggak colok ke charger, skor maksimalnya ada di 5.247 poin dan skor yang bisa dipertahankan ada di kisaran 5.100-an poin. Untuk suhu kerja saat melakukan Cine Bench R23 stability test di awal pengujian suhu sempat spike ke 90 derajat Celcius, tapi kemudian langsung turun dan bertahan di kisaran 69 sampai 73 derajat Celcius. Oke, sekarang langsung aja kita tes Adobe Premiere Proisi 2026. Karena RAM laptopnya masih 8 GB single channel, kita tes dan bandingkan hasilnya setelah kita upgrade ke 16 GB 2 channel juga ya. Untuk videonya tetap pakai yang durasi 5 menit 1080p 60 fps. Nah, untuk video sporting pakai single channel saya dalam waktu 6 menit 57 detik hampir 7 menit ya. Lalu kita pakai dual channel langsung lebih cepat ke 4 menit 46 detik. Ini mantap ya. Udah lebih pendek daripada durasi videonya sendiri. Nah, bisa dilihat di awal dan di akhir proses ekspor suhu itu spike ke kisaran 79 sampai 82 derajat celcius. Tapi di pertengahan proses ekspor suhu itu bisa bertahan di kisaran 69 sampai 74 derajat celcius saja. Aman, enggak ada masalah. Lanjut untuk Davin Crossoft 20.1. Untuk videonya durasi 5 menit lagi ya, 108.60 FPS lagi. Untuk single channel saya dalam waktu 12 menit 25 detik. Sementara untuk dual channel itu 10 menit 41 detik. Melihat dari ini sepertinya kalau mau pakai Da Vinci enaknya 1080p 30 fps ya. itu bukan 60 fps. Nah, kita lihat untuk suhu kerjanya sendiri bagaimana. Ini mirip seperti in the bench. SU CPU sempat spike ke 89 derajat celcius di awal proses ekspor, tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 66 sampai 75 derajat celcius saja. Lagi-lagi masih terjaga. Lanjut untuk CapCut video editor. Durasin yang masih sama 5 menit 10p 60 fps. Untuk single channel saya dalam waktu 3 menit 49 detik. Ini sudah kencang. Tapi kalau dual channel jadi 2 menit 48 detik. Ini lebih enak lagi ya. Nah, untuk suhu kerjanya percankan 1080p 60 fps video exporting ini mirip seperti cine bandch juga suhu CPU sempat spike yang ini di 85 derajat celcius di awal proses ekspor tapi kemudian turun dan bertahan di kisaran 68 sampai 75 derajat celcius. Oke, sekarang tentu saja kalian juga bertanya-tanya bagaimana kalau diajak gaming. Eh, hampir lupa. Kita langsung tes di konfigurasi dual channel aja ya. Dan kita juga akan coba menggunakan software tambahan yaitu lostless scaling supaya game-nya bisa jalan lebih mulus. Dan hasilnya seperti ini. Oke, di game terakhir dengan Gensin Impact ya untuk suhu CPU dari kisaran 66 sampai 74 derajat celcius. Untuk suhu permukaan titik terpanas ada di area dekat lubang pembuangan udara yang mencapai 51 derajat celcius. Tapi ini wajar namanya juga lubang pembuangan udara panas ya. Nah, untuk permukaan keyboard yang sering kita sentuh tombol-tombolnya di area kiri itu ada di kisaran 35 sampai 40 derajus. Dan untuk titik terpanas ada tombol F3 sampai F6 tapi juga mencapai 42 derajat Celcius saja. Sementara untuk keyboard di sisi kanan suhunya itu ada di bawah 35 derajat Celcius. Untuk palmres ini aman banget di bawah 30 derajat celcius. Sekarang kita lihat untuk kecepatan SSD-nya. Kita lihat kecepatan bacanya ada di 6 MB/s dan tulis di 5878 MB/s. Nah, ini sih keren banget ya. Udah hampir 7.000 MB/s. Mantap banget yang di SSD-nya ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Kita set ber 150 dan volume di 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 9 jam 35 menit. Di kelas harga segini sebetulnya harapan kami itu bisa sampai 10 jam ya. E jadi sebetulnya ini agak sedikit ada di bawah harapan kami. Sementara kalau kita tes menggunakan UL Prosion Battery Life Office Productivity, hasilnya laptop ini bisa bertahan sekitar 6 jam 50 menit. Jadi ya kalau kalian kerja kurang lebih ya akan jadi sekitar 6 jam 50 menit gitu ya. Lanjut untuk charging test. 30 menit pertama baterai terisi di 30% dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 15 menit. Ini hasil yang ok lah harapan kami 2 jam ya lebih-lebih 15 menit masih oke. Nah, sekarang untuk harganya. Laptop ini dijual di kisaran Rp12.499.000 dan ini sudah termasuk Microsoft 365 basic selama 1 tahun. Microsoft Office Home yang aktif permanen dan ada Windows 11 Home tentunya. Tapi enggak cuma itu ya, karena setiap pembelian laptop HP Omnibook 3 yang satu ini kalian juga mendapat banyak bonus lagi. Ini berupa HP Creator Tool Kit Bundle. Bundle ini terdiri dari berbagai aplikasi yang cocok buat kalian yang suka bikin konten atau pengin belajar hal-hal baru. Biar kalian enggak penasaran, kita sekarang sekalian cobain aja bundle-bandel yang dipaketin dalam pembelian laptop ini. Pertama ada gratis langganan WBE Music Director, website AI Music Generator selama 3 bulan. Di sini kita bisa dengan mudah generate music cukup dengan menulis prom musik yang kita inginkan. Lalu ada voter AI Marketing, website AI content and Marketing Generator selama 3 bulan juga. Kalau ini adalah tools AI marketing yang bisa digunakan untuk membuat konten marketing dengan mudah. Jadi awalnya foto produk remahan ya ini bisa disulap menjadi seperti foto produk di studio profesional. Dan yang terakhir ini yang paling menarik sih sebetulnya ya gratis berlangganan future Learn Unlimited selama 1 tahun. Feuture Learner ini adalah website yang menyediakan berbagai materi edukasi dari banyak universitas kelas dunia. Mau nyari materi dari berbagai jurusan untuk berbagai topik ada di sini. Jadi cocok banget buat kalian yang pengin belajar dan nambah ilmu. Nah, untuk garansinya ini ada 2 tahun khas HP dan yang menariknya sekarang ada tambahan garansi internasional di 1 tahun pertama. Selama masa promo, nah ini ada juga tambahan garansi accidental damage protection selama 2 tahun. ADP ini menawarkan pretensi terhadap kelalaian pengguna seperti ketumpan cairan, jatuh enggak sengaja, cleting, dan lain-lain. ADP ini perlu diklaim pembeli saat melakukan pembelian laptop HP Omnibook 3 di toko offline maupun toko online yang sudah kerja sama dengan HP Indonesia. Tentunya prosedur pendaftaran ADP ini akan dibantu langsung oleh toko penjual ya. Jadi sebelum beli ya tanya dulu info ini ke tokonya secara langsung ya. Bagaimana prosedurnya ya, bagaimana apa yang dibutuhkan. tanya dulu ya sebelum klik kalau di online gitu ya. Nah, promo ADP ini terbatas ya dan berlaku hingga 31 Oktober 2026 atau selama kuota masih ada. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama untuk kelas harga ini mungkin performanya bukan yang paling kencang ya. Kemudian konfigurasi RAM-nya masih 8 GB single channel. Tapi tenang, kita bisa upgrade ke dual channel juga. Dan Windows kan berkomitmen untuk bikin 8 juga jadi lebih lancar lagi ya. Lalu untuk varian yang kita review ini belum dilengkapi dengan backlit keyboard. Kalau butuh yang ada backlit-nya langsung cari yang varian warna silver. Lalu walaupun sudah pakai panel IPS layarnya sayangnya belum 100% sRGB. Jadi kalau emang butuh akurasi warna tambahin monitor aja ya. Lanjut dari sisi menariknya walaupun performanya bukan yang paling kencang, tapi ini sebenarnya udah cukup banget kalau mau dipakai buat sekolah ataupun kerja ya. Untuk body tasking ringan ini mungkin buka beberapa tab di browser sambil buka Word dan Excel ini masih bisa banget. IGP-nya juga masih cukup oke dipakai buat editing video dan e foto yang ringan-ringan ya. Buat gaming casual juga masih oke. Intinya upgrade dulu kalau mau gaming ya. RAM-nya harus dual channel. Desainnya juga oke untuk laptop di kelas hargain ni. Bodinya juga terasa kokoh ya. SSD wah ini sih lega dan kencang banget untuk kecepatan baca dan tulisnya. Konektornya juga udah lengkap banget. Jadi rasanya enggak perlu tuh bawa USBC hub atau converter tambahan. Mau pakai dua monitor ekstra bisa banget. Enggak usah pakai converter-converter lagi. Tinggal colok aja. Charging juga bisa lewat USBC nih. Jadi ringkas ya. Lalu kameranya udah 1080p dan punya shutter fisik untuk privasi ekstra. Kemudian dia support wifi 6 dan Bluetooth versi 5.2. Bonus juga berlimpah ya Microsoft Office permanen dan ada berbagai langganan yang bisa bantu ningkatin skill pengetahuan dan produktivitas. Garansi juga 2 tahun lengkap dengan ADP dan garansi internasional di tahun pertama. Jadi pertanyaannya HP Omnibook 3 14 inci yang satu ini cocoknya buat siapa sih? Nah, buat yang butuh laptop tin andlight untuk sekolah atau kuliah. Ini sih cocok dipakai buat ngetik, kolah data atau multitasking ringan lainnya. Aman banget ini satu. Lalu bonusnya juga mantap bisa dipakai buat cari materi belajar dari luar ya. Dan kalau lagi jenuh bisa dipakai buat gaming casual juga sebetulnya. Nama dipakai buat kerja juga oke ya buat presentasi segala macam. Konektornya lengkap. Jadi kalau mau display ke proyektor enggak perlu adapter-adapter tambahan lagi atau mau dipakai buat belajar editing video ringan ya 10p 30 ya atau 60 fps kalau pakai CapCut bisa banget. Tapi kalau butuh akurasi warna harus cari monitor eksternal. Intinya kalau dicari adalah sebuah laptop tin and light yang cocok dipakai buat sekolah, kuliah atau kerjaan yang butuh multitasking ringan. HP Omnibook 3 14 inci keluaran 2026 ini mungkin bisa dipertimbangkan. [musik]
