Review Hp Samsung yang Sering Dilupakan - Samsung S26+ Indonesia (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Kembali lagi Putri Riz di Project Review. Kita ngebahas soal gadget lagi. Dan langsung aja ini dia Samsung Galaxy S26 Plus, satu seri Samsung yang sering terlupakan. Dan untuk yang ini kirain tuh bakal enggak ada lagi. Cuma ternyata eh muncul juga. Jadi, buat yang mungkin enggak terlalu ngikutin ceritanya Samsung nih, tahun lalu pas ada Galaxy S25H itu sempat ada gosip kalau seri S-nya Samsung yang plus itu bakal selesai di Galaxy S25 Plus. Cuma ternyata karena Galaxy S25H itu penerimaan di pasaran tuh kayak kurang greget. Samsung akhirnya seperti ngerevisi strategi mereka dan muncul lagi si seri A plus ini. Untuk seri A sendiri sampai sekarang itu belum ada gosip sama sekali buat versi lanjutannya. Cukup jadi pertanda sih kalau menurut saya kalau emang enggak ada lanjutannya. Apalagi biasanya kan kalau HP Samsung itu bocornya itu pasti gencar banget dari berbulan-bulan sebelum launching-nya. Bahkan sekarang aja kalau kita lihat gosip-nya Galaxy S27 Ultra itu udah ada. H sendiri enggak ada sama sekali. Nah, jadi apakah keputusan Samsung ngebawa Galaxy S26 Plus ini tepat dan emang lebih worthed kalau dibandingkan sama yang versi H? Nah, buat harga kita lihat dulu harga nih ya. Galaxy S30 Plus ini tentu enggak bisa dibilang murah sama sekali. Angka yang kalau menurut saya cukup berat untuk bikin HP ini bisa kompetitif. Soalnya dengan harga yang lebih murah itu banyak sekali alternatif yang keren-keren banget. Contoh Vivo X300 Pro, ada Oppo Fine X9 yang biasa ya. Itu semua harganya bisa lebih murah tapi teknologinya lebih canggih dibandingkan yang ini. Jadi apakah ini worth it ya untuk sebuah Samsung? Langsung aja kita mulai ya. Nah, jadi kalau kita lihat si Galaxy S36 Plus secara keseluruhan, dia terlihat tidak terlalu banyak melakukan sesuatu yang bisa dikatakan sebagai upgrade dari desain masih mirip kayak S35 Plus dan seri S plus lain sebelumnya. Beda cuma di lensanya yang sekarang dirumahin ya kayak gini enggak dilepas lensa lensa-lensa kayak sebelumnya. Kalau dari segi material juga mayoritas ini enggak berubah ya seperti backover dia pakai Gorilla Glass Victus 2 dan rangka aluminium. Yang beda itu hanya di bagian layar yang sekarang pakai Gorilla Armor 2. Secara F sama build quality pas dia dipegang sebenarnya bagus-bagus aja sih menurut saya. Masih berasa solid ya, premium tapi emang enggak spesial. Hal yang sama itu juga saya temukan ya atau bisa kita lihat dari segi sertifikasi yang tidak berubah karena masih dengan IP68. IP68 enggak jelek sama sekali. Sama seperti yang saya sempat bilang di review-nya yang ultra cuma ya kayak kurang keren aja. Tapi balik lagi untuk kebutuhan banyak orang masih sangat mencukupi. Habis itu untuk bagian layar. Nah, ini juga plek ketiplek enggak ada beda sama versi sebelumnya. Baik dari segi resolusi, refresh rate, jenis panel sama semua. Lagi-lagi enggak jelek kok, masih bagus untuk nonton kita ngelihatin foto timeline sosial media dan lain sebagainya. Tapi ya udah gitu aja gitu untuk sebuah handphone ya. Smartphone premium di 2026 kayak bagus tapi enggak spesial untuk kelas harganya. Terus buat yang tanya privacy display-nya gimana? Mohon maaf nih belum dikasih sama Samsung untuk seri yang bukan ultra. Jadi sementara kalau pengin kayak privasy display ya pakai tempered glass atau anti gor satisfa ya kalau enggak pengin diintip sama orang lain. Nah cerita yang soal beda dan baru di smartphone ini adalah di soal spesifikasi. Nah, kalau di seri Ultra itu kan pakainya Snapdragon 8 Elite Gen 54 Galaxy. Nah, untuk versi S26 dan S26 Plus ini pakainya adalah Exyos 2600 terbaru buatan Samsung. CST yang satu ini sebenarnya menarik banget karena dia adalah chipset pertama dengan fabrikasi 2 nanom di sebuah smartphone yang harusnya sangat efisien. Cuma saya juga tahu kalau dengar Exinos masih banyak orang yang ragu-ragu ya. Tapi apa iya sama yang baru ini? Saya coba testing deh di AnTutu dulu untuk hancer-ancer. Kalau dibandingin sama Snapdragon etal Gen 5 4 Galaxy yang ada di versi ultra, angkanya emang masih belum sebanding. Ini saya tes di ruangan berac dengan dan tanpa dikipasin hasilnya. Bisa dilihat kalau Snapdragon Elite Gen 54 Galaxy yang ada di versi Ultra masih lebih kencang. Habis itu saya cobain juga di Geek Bench dan hasilnya bisa dilihat kurang lebih masih sama aja. Terakhir saya cobain di 3D Mark untuk stress test dan kembali angkanya mirip-mirip ya kalau di sini. Jadi dari segi poinnya, dari segi stability-nya, kedua chipset ini ternyata punya performance yang mirip-mirip aja. Nah, itu tadi soal benchmark. Nah, gimana kalau untuk kita pakai ke aktivitas yang lebih real life gitu, lebih ke sehari-hari? Gama saya cobain buat render di CapCut ya. Video 1 menit dengan resolusi 4Q dan 1080. Hasilnya ternyata enggak beda jauh ya, tipis-tipis banget antara S26 Ultra yang pakai Snapdragon Intelligent 54 Galaxy dibandingkan sama Exyos 2600. Jadi kalau dari segi aktivitas kreatif ini udah aman banget ya pakai yang XOS. Terus kalau buat gaming, nah di sini saya cobain dengan tiga judul yang saya familiar aja. Ada Mobile Legends, ada Zen Zone Zero, dan watering Wave. Mobile Legends lancar, stabil, ya. Turun dikit ada, tapi enggak sering. Dan kalau kita compare dengan yang versi Ultra enggak jauh sama sekali. Oh ya, tes ini balik lagi ya. Masih di ruangan berac HP-nya enggak saya kipasin. Next buat Zenle Zone Zero. Lagi-lagi ini enggak mengecewakan. Dia hasilnya memuaskan. FPS juga cukup stabil dan enggak jomplang. Satu lagi atau yang terakhir, wering wave bisa ditebak hasilnya juga masih aman banget dari segi performa gamingnya. Jadi enggak cuma dari segi performa tapi dari segi suhunya ini smartphone juga oke. Ternyata setelah pemakaian intensif tadi. Jadi tidak demam seperti versi-versi sebelumnya. Nah, jadi dari pengujian-pengujian ini sebenarnya menurut saya bisa cukup menggambarkan bahwa Exyos yang kali ini ternyata emang beda dibandingkan yang sebelum-sebelumnya. Sebenarnya kalau buat saya yang bikin excited tuh bukan di S10 Plus atau S10T6 biasa ya, tapi adalah ketika nanti chipset ini dipakai sama Samsung di seri FI mereka ya, performa kencang dan harganya bisa lebih murah. Soalnya kan memang tradisinya kalau kita lihat ya tahun-tahun ke belakang seri FE itu akan pakai chipset yang sama seperti di seri flagshipnya. Jadi ya katut ditunggu dan nanti kita lihat aja apakah benar-benar bakal kejadian atau enggak. Terus buat baterainya ya, kapasitas masih sama di 4900 mAh. Enggak berubah dari versi tahun lalu. Untuk ngecasnya juga enggak ikutan jadi 60 watt dan masih terjaga di 45 watt aja. Secara daya tahan ini sebenarnya masih oke ya, bahkan tergolong cukup awet kalau dari pengetesan saya. Seperti contoh kayak buat nonton Netflix full brighton 1 jam itu sekitar 6 sampai 7%. TikTok real sejam itu sekitar 7%. Sedangkan untuk main Mobile Legends 30 menit itu 8%. Ini sebenarnya adalah angka-angka yang umumnya saya temukan atau dapatkan di HP dengan baterai di atas 5000 mAh. Dan karena ini bisa dicapai oleh HP dengan kapasitas yang ada di bawahnya sedikit ya 4.900 tadi. Jadi ini bisa dibilang sebagai satu poin plus tersendiri. Oke, kita lanjut sedikit ke soal AI deh ya. Namanya juga Samsung. Sebenarnya sama aja sih sama yang ultra kemarin. Masih ada call screening untuk kita tahu ya yang nelepon siapa. Terus ada edit foto yang sekarang bisa pakai Chrom. Terus Gemini juga bisa diganti pakai Perplexity sebagai asisti di smartphone-nya. Jadi langsung aja kita masuk ke bagian terakhir dari S26 Plus yaitu kamera. ini juga mesti dibahas walaupun sebenarnya ya itu dia Samsung tidak melakukan perubahan apa-apa sama sekali di versi yang satu ini karena tidak ada perubahan aperture, tidak ada penambahan lensa. Spesifikasinya masih sama seperti versi tahun lalu. Lensa utama lensa ultrawide sampan telefoto di bagian belakang dan satu kamera dep. Palingan yang bisa lebih dinotes itu adalah untuk user interface dan menu di kameranya. Karena sekarang ya untuk perekan video kita sudah bisa menggunakan lock dan ada opsi loot-nya juga seperti di versi ultra. Cuma bedanya untuk di Galaxy S106 Plus ini tidak ada opsi untuk ngerekam di format APV seperti di versi ultra. Tapi menurut saya adalah sesuatu yang wajar dan ya mungkin enggak perlu-perlu banget ada AVV di versi yang plus ini. Habis itu satu trik lagi sama seperti yang sempat saya omongin di versi ultra kemarin. Jangan lupa kita masuk ke camera assistant, habis itu masuk ke bagian advance resolution option dan nyalain 24 megap ya untuk kita ambil foto supaya resolusinya dipakaiin di 24 megapel karena ini akan bikin fotonya jadi kelihatan lebih bagus, lebih detail dan lebih tajam dibandingkan yang 12 megapel. Untuk hasil fotonya kita bisa lihat sebenarnya ya dibilang spesial bagus sebenarnya enggak ya. masih bagus, masih oke. Cuman untuk sebuah flagship yang harga retailnya Rp juta, tentu kita berharap sesuatu yang lebih dari Samsung ya. Karena dengan angka segitu kompetitor udah bisa mengasih kamera yang gila-gilaan. Sedangkan Samsung ya gitu-gitu aja kameranya. Mungkin Samsung mau bilang ya mungkin orang biasa tidak akan terlalu masalahnya puas-puas saja. Itu mungkin betul. Tapi balik lagi dengan harga situ tentu kita punya ekspektasi yang lebih tinggi ya. Hasilnya bagus ya. masih bisa dapetin dnamic range, masih bisa dapetin detail yang baik, warnanya juga oke. Telefotonya 3X ya okelah ya, cuman emang enggak bisa lebih lanjut atau lebih jauh dari itu. Intinya performanya mencukupi kalau kalian tidak punya benchmark atau ekspektasi yang terlalu tinggi. Cuman saya harus bilang kalau dengan harga yang sama banyak smartphone yang bisa ngasih kamera lebih baik dibandingkan smartphone ini. Nah, sekarang kita coba Cobain untuk sampel video dari Galaxy S26 Plus di kondisi siang hari yang sangat cerah. Kita bisa lihat dynamic range-nya, warna-warnanya. Kita lihat warna-warna di mana-mana. Kita bisa coba untuk zoom-nya sekarang yang 3X aja. Nah, 3X-nya kayak gini nih untuk video di 4K 30 FPS ya. Untuk zoom 3X kita bisa sebenarnya dorong ke 10X juga cuma udah digital jadi hasilnya ya kayak gini ya paling optimal tetap di 3X saja. Ini udah paling bagus stabilisasi kalau buat jalan. Kita balik ke 0,6 ya buat yang lebih lebarnya. Nah, ini dia 0,6 atau lensa ultra wide. Satu lagi. Nah, begini. Kalau buat kamera depan, kamera depannya kayak gini. Bagus-bagus aja sih. Kalau misalnya buat nge-vlog, buat mengabarikan momen sebenarnya bagus-bagus aja. Enggak ada masalah sama sekali. Stabilisasi sambil jalan audio bisa didengar di tempat yang cukup ramai ini. Lagi banyak orang komentarin aja dan habisnya kita pindah kondisi low light. Yo, ini sekarang kita kondisi malam hari untuk S26 Plus lagi hujan 4K30. Bagus-bagus aja sih sebenarnya kalau untuk video ya. Mantap-mantap aja. Bagus. Kalau stabilisasi ini ambil jalan di kondisi low light mungkin jatiter-jaternya bisa dilihat. Kita pindah ke 0,6 ya. Nah, lebih gelap sudah pasti. Jadi mendingan pakai L satu aja. Kalau pengin pakai tele, nah ini 3X. 3x-nya kayak gini di kondisi malam hari. Oke, kita balik satu lagi sambil jalan. Ini dia kamera depannya S26 Plus. Kondisi malam hari siang lihat. Udah lihat tadi ya? Siang udah lihat. Ee kamera belakang juga udah lihat ya. Kamera depan semuanya udah lihat. Oke atau enggak silakan dikomenar aja di bawah. Oke, jadi itu dia G S26 Plus ya. Ya, dia come back dan kalau dia dibilang lebih worth it eh bisa didebat sebenarnya karena Edge sekarang S25H itu harganya jauh lebih murah ya. Cukup dikasihanin juga sih karena dia terjun bebasnya seram banget ya dari harga ril awal sampai sekarang harga jualnya itu jauh sekali. Cuman ya itu dia dengan harga segitu kita dapetin chipset kencang ya, HP-nya tipis, baterainya juga cukup efisien. Cuman emang kameranya cuma dua ya, segala macam. Baterainya kecil ya, lebih kecil dibanding yang ini. Cuman dari segi performance masih kencang dan kalau untuk soal fitur-fitur A kemungkinan juga nanti masih bisa mendapatkan lewat software upgrade ke depannya. Jadi apakah yang plus ini worthed? Cukup sulit sebenarnya untuk saya merekomendasikan smartphone ini ya karena satu harganya tinggi ya di Rp juta tadi dan banyak sekali kompetitor yang bisa menawarkan lebih jauh dibandingkan Samsung. Samsung unggul ya masih di AI AI AI mereka jelas sulit dikalahkan. Cuman kalau untuk bagian-bagian lain ya itu kalau kalian masih suka sama Samsung mau beli yang ini silakan dibeli. Tapi kalau ada duitnya menurut saya langsung mendingan ke ultranya aja atau ya pilih yang sekalian. Tapi sebenarnya dibandingkan Galaxy S76 Plus ini, ada yang lebih sulit direkomendasikan tuh yang ini sebenarnya Galaxy S26. Harganya masih tinggi tapi ya udah sama aja sama yang plus ya. Jadi cuma menang ini smartphone compact aja. Jadi menyasar ya target market yang memang masih mencari sebuah smartphone yang kompact kecil seperti ini. Tapi tidak lebih dari itu karena memang ya udah enggak ada yang bisa torarkan lebih jauh oleh smartphone ini. Jadi gimana kalau menurut kalian untuk Galaxy S206? ST6 Plus dan yang ultra mana yang menurut kalian paling worthed? Coba tulis saja pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Untuk sekarang kayak segitu dulu buat kita merambungkan ya bahasan tentang S26 series yang Ultra udah saya bikin review-nya. Yang ini udah yang plus ya. Yang biasa enggak usah saya bikin review ya karena emang mirip-mirip aja sama yang plus. Jadi ya udah itu dia kesimpulannya untuk semua ST6 tahun ini. Makasih banyak nonton sampai habis. Putamit sampai ketemu lagi di video berikutnya seperti biasa. Have a nice day.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...


















