Jungkat

Review Huawei Band 11 | 500 Ribuan tapi Semakin Mirip dengan Smartwatch? (YouTube Video)

  • 19/02/2026

Ini adalah Huawei Band 11 smartband yang rasanya semakin mirip seperti smartwatch. Desainnya tetap ringkas alas smartband, tapi layarnya makin lega. Tampilan layarnya juga keren. Udah pakai AMOLED nih. UI-nya sekarang sudah diperbarui. Jadi mirip smartwatch-nya Huawei. Fitur kesehatan dan olahraganya terbilang banyak ya di sini ya. Baterainya diklaim bisa tahan 2 minggu 14 hari ya. Apakah ini smartband yang cocok buat kalian? Simak video pembahasannya kali ini. Ya, generasi terbaru dari Huawei band akhirnya datang juga ke Indonesia. Dan kali ini smartband andalan Huawei ini hadir dengan beberapa peningkatan yang membuatnya terasa beda dibandingkan generasi sebelumnya. Kira-kira apa aja peningkatannya? Langsung aja kita mulai pembahasannya dari paket penjualannya. Tentunya dalam ada unit Huawei Band 11 ya. Lalu ada kabel charger dengan ujung pin magnetik. Kemudian ada paket dokumen standar paket penjualan pada umumnya lah ya. Nih ya. Nah, Huawei Band 11 ini hadir dengan dua varian. Ada yang standar seperti yang saya pegang ini dan ada juga yang Pro. Nah, untuk video kali ini kita akan bahas lebih detail yang varian standarnya. Varian Pro nanti kita bahas tipis-tipis aja L ya untuk perkenalan ya. Oke, untuk varian standar secara garis besar ini masih pakai bahasa desain yang mirip banget dengan Huawei band generasi sebelumnya. Bentuknya persegi panjang dengan sudut yang dibuat melengkung dan punya tombol navigasi fisik di sisi kanan khas Huawei Band. Namun perubahan yang cukup terasa dibanding generasi sebelumnya adalah dimensinya. Kalau Huawei Band 10 atau band 10 itu punya panjang 43,5 mm dan lebar 24,6 mm, nah Huawei Band 11 ini punya panjang 42,6 mm dan lebar 28,2 mm. Sementara ketebalannya sama, masih di 8,99 mm. Jadi dimensi sisi band 11 ini sedikit lebih pendek tapi lebih lebar dibandingkan band 10. Menariknya ini membuat layar dari band 11 ini jadi lebih lega dibandingkan pendahulunya. Itu band 10 itu layarnya 1,47 inci. Kalau yang satu ini layarnya jadi 1,62 inci ya. Tapi walaupun layarnya lebih besar ya, bezelnya itu jadi semakin tipis. Ketebalan bezel atas dan bawahnya hanya 2,2 mm dan sampingnya itu cuman 1,8 mm. Ini lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya. Yang ketebalan beel atasnya itu 2,95 mm, bawah 4,1 mm, dan sampingnya itu 2,3 mm. Nah, untuk layar sendiri ini pakai layar AMOLED ukuran 1,62 inci. Resolusinya ada di 482 * 286 piksel dengan kerapatan di 347 ppi dan peak brightness-nya bisa mencapai 1.500 nits ya. Dan karena sudah pakai panel AMOLED, jadi yang satu ini udah mendukung always on display. Nah, untuk material bodinya itu ada dua opsi ya, ada yang aluminium alloy dan ada yang plastik. Sementara untuk material strapnya itu pakai floro elastomer. Nah, untuk bobotnya untuk varian yang bodinya pakai plastik ini adalah 29 gr dengan strap 16 gr kalau tanpa strap. Untuk yang varian bodinya aluminium itu sedikit lebih berarti 30 gr dengan strap atau 17 gr tanpa strap. Nah, untuk varian body aluminium alloy itu ada warna green, beige, dan white. Sementara untuk varian body yang plastik itu tersedia dengan warna black dan purple. Nah, untuk perlindungan terhadap air smartband ini punya perlindungan 5 ATM water resistan. Artinya dia tahan dipakai hingga kedalaman teoritis 50 m air. Jadi, ini aman dipakai berenang bisa ya, Snorlink bisa jugal lah tipis-tipis ya. Nah, untuk pairing ke smartphone kita harus pakai aplikasi Huawei Health ya. Untuk petunjuk m-download aplikasinya silakan buka website resmi Huawei atau scan barcode yang ada di bok paket penjualannya. Smartband ini bisa dipairing dengan iPhone, smartphone Android, dan smartphone Huawei tentunya. Tapi untuk masan kali ini kita coba pakai smartphone Android. Prospering-nya itu cukup mudah, tinggal pilih menu scan atau add device di Huawei Health, lalu kita tinggal ikuti prosesnya aja. Sekarang kita bahas pengalaman pakainya. Yang satu ini terasa sangat ringkas ya dan juga ringan saat digunakan. Jadi cukup nyaman bahkan kalau mau dipakai buat tidur. Tapi sedikit catatan aja ya walaupun sekarang ukuran layarnya lebih besar, kalau dipakai di tangan yang ukuran cukup besar smartband ini akan tetap terlihat kecil. Itu sebabnya dari tadi saya pajang aja nih, bukan saya pakai di tangan ya. Kalau pakai di tangan kayaknya kecil banget jadinya nanti. Nah, tapi kalau untuk tangannya yang sedang atau agak kecil terlihat pas-pas aja sih. Lanjut ke pengalaman menggunakan layarnya. Kami sih enggak proses sama sekali ya di sini ya. Tampilannya udah mantap banget. Animasi juga udah mulus. kecerahannya tinggi bahkan saat dipakai di bawah sinar matahari pun enggak ada masalah. Dan yang kami suka tampilan UI dari smartband ini sekarang jadi mirip dengan smartwatch-nya Huawei. Jadi data-data yang ditampilkan dalam satu halaman itu bisa lebih banyak dan lebih informatif. Ini membuat smartband yang satu ini jadi semakin terasa seperti smartwatch. Nah, secara umum fitur kesehatan di smartband ini juga cukup lengkap ya. Ada hard rate monitoring, SPO2 monitoring, serta cycle calender untuk memantau jadwal datang bulan. Ya, fitur pulse wave aritmia analisis juga ada. ini berguna untuk mendeteksi adanya ritme detak jantung yang tidak normal. Harusnya ini bisa jadi deteksi dini untuk kesehatan jantung kita. Tapi untuk tindak lanjut tetap harus bareng dokter ya. Fitur emotional wellbeing 2.0 juga hadir di sini. Fitur ini diklaim bisa menilai kondisi emosional lewat HRV atau hard rate variability yang dihitung dari RR interval atau jeda antar detak jantung. Kalau datanya sudah cukup akan muncul ilustrasi yang merepresentasikan emosi kita. dibandingkan garis sebelumnya yang hanya mengenal tiga emosi, band 11 sekarang mendeteksi hingga 12 jenis emosi. Untuk fitur ini ada watch face khusus dengan tema hewan yang tampilan emosinya bisa menyesuaikan keadaan kita. Kalau dulu kan cuma bisa dengan yang panda aja ya. Sekarang lebih banyak nih ada 11 jenis hewan ya. Lihat aja nih ada apa aja di sini ya. Hmm. Oke. Nah, menurut Huawei ini membantu kita lebih aware dengan kondisi mood kita. Nah, tentunya fitur slip tracking juga ada dan ini bukan sekedar mencatat durasi tidur ya. Hasilnya akan diberikan skor kualitas tidur yang dihitung berdasarkan HRV kita saat tidur. Jadi, kita bisa tahu apakah kualitas tidur kita sudah cukup baik atau belum. Dan karena layarnya sudah lebih besar, kita bisa langsung cek chart kualitas tidur langsung dari smart band. Ini mirip seperti smartwatch-nya Huawei. Fitur sleep breedhing awareness itu juga ada di sini. Jadi kalau ada gangguan pernapasan saat tidur ini bisa dideteksi dan bikin kita lebih aware. Untuk fitur olahraga, Huawei mengklaim kalau total ada sekitar 100 jenis olahraga yang bisa dipantau dengan smartband ini. Tapi kita coba dulu olahraga paling basic yaitu jalan kaki. Ya, di sini kita bisa memantau beberapa aspek seperti detak jantung, jarak yang ditempuh, pace, jumlah kelar yang dibakar, dan masih banyak lagi. Sayangnya untuk mantauan rute langsung dari smartband-nya ini emang belum bisa. Solusinya kita bisa jalan sambil bawa smartphone aja biar pemantauan terutonya menggunakan GPS dari si smartphone-nya. Lanjut lagi karena smartphone ini udah punya 5 ATM water resistance jadi kita tes renang juga di sini ya. Langsung aja seperti biasa bareng sama Coach Livia. Nah, soal ketahanan air smartband ini udah aman banget karena ya udah 5 ATT motor system tadi ya. Jadi langsung kita coba tes dengan gaya bebas dengan awalan lompatan. Ternyata hasilnya aman. Statistiknya tetap terbaca dengan baik meskipun awalannya pakai lompatan. Lanjut kita tes ke gaya ganti. Mulai dari gaya bebas, ada gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Lagi-lagi aman. Semua gaya terbaca dengan lancar tanpa ada masalah. Ini keren sih ya. Gaya kupu-kupu itu biasanya sulit dideteksi dengan baik bahkan di perangkat variable yang harganya berkali lipat dari smartband yang satu ini. Tapi di sini hasilnya bisa terbaca dengan sempurna. Mantap Huawei ini ya. Statistik lainnya seperti detak jantung, kalori, sampai jumlah stroke juga terbaca dengan baik dan benar. Jadi kalau buat renang sih smartband ini udah oke banget ya. Nah, smartband ini tentunya juga bisa digunakan untuk menerima notifikasi dari smartphone kita seperti pesan WhatsApp misalnya. Mau balas pesannya juga bisa. Bisa pakai emoticon atau quick replies. Tapi kalau ketik sendiri pakai keyboard sayangnya belum bisa. Lagian mungkin kekecilan juga ini layarnya. Ya, yang kami suka popup notifikasi yang ditampilkan itu selalu berisi pesan terakhir yang diterima di smartphone. Jadi kalau ada beberapa pesan yang belum dibaca lalu masuk pesan baru, pop up-nya hanya menampilkan pesan terakhir saja. Jadi enggak riw gitu ya pesannya ya. Nah, kalau melihat notifikasi lain bisa swipe dari bawah ke atas dari halaman utama atau cek langsung dari smartphone. Nah, untuk telepon baik selular maupun WhatsApp call, smartband ini hanya bisa menerima notifikasi saja atau menutup telepon belum bisa ngangkat telepon secara langsung. Selain itu, Smartband ini juga bisa mengontrol musik melacak posisi smartphone, jadi alarm dan lain-lain. Nah, untuk daya tahan baterainya, Smartphone ini dibekali dengan baterai 300 mAh yang diklaim bisa tahan hingga 14 hari. Kalau dipakai sehari-hari dengan kondisi AUD aktif, baterai berkurang sekitar 12 sampai 14% per hari. Teoritis dengan AOD aktif dia bisa bertahan 7 sampai 8 hari. Sementara kalau tanpa AOD baterai berkurang sekitar 8 sampai 9% per hari. Jadi teoritis ini bisa tahan sekitar 11 sampai 12 hari. Ini hasil yang sudah bagus ya. Sudah hampir mendekati klaimnya Huawei. Sementara untuk charging dari kosong sampai penuh itu butuh waktu kurang lebih 1 jam. Nah, untuk spek lainnya kita lihat OS-nya ini harmony OS 6.0, 0. Bluetooth-nya udah 5.0 dan build inin GPS sayangnya ini belum ada. Tapi ya ini wajar ya untuk smartband di class harga segini ya. Nah, selain Huawei Band 11 versi standar, ada juga band 11 varian Pro di sini ya. Layarnya sama-sama 1,62 inci AMOLED tapi dengan tingkat kecerahan yang bisa mencapai 2.000 nits ini ya. Desain bodinya lebih mengotak dan pakai material aluminium alloy. Sementara strap bawaannya ini bahannya nilon. Pilihan warnanya ada black dan yang saya pegang ini adalah yang green atau hijau. Fitur kesehatan juga ada banyak di sini. Heart rate monitoring, SPO2, emotional wellbeing, sleep monitoring, dan lain-lain. Fitur olahraga juga banyak ya diklaim sampai 100 jenis olahraga. Menariknya varian Pro ini sudah dibekali build-in GPS. Jadi dia bisa memantau rute olahraga langsung dari smartband tanpa perlu bawa smartphone. Intinya yang satu ini jadi opsi yang lebih lengkap dan canggih buat yang mau fitur ekstra dibandingkan Huawei Band 11. Dan untuk harga Huawei Band 11 ini dimulai dari Rp519.000. Smartband ini bisa dibeli lewat eksklusif online e-commerce platform milik Huawei Indonesia mulai dari tanggal 25 Februari 2026. Info selengkapnya langsung cek di kolom deskripsi aja. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Ini untuk band 11 varian yang standar ya. Pertama dia belum bisa untuk angka telepon. Baru sebatas nerima notifikasi aja. Masih cukup wajar sebetulnya untuk harganya ya. Lalu belum ada build inin GPS, tapi di kelas harganya masih terbilang wajar juga. Dan kalau emang butuh buildin GPS di smartband bisa ambil yang varian Pro tadi ya. Nah, dari sisi menariknya desainnya semakin keren karena ukuran layarnya yang lebih besar sekarang. Ukurannya ringkas dan bobotnya juga ringan. Layarnya AMOLED, tampilannya keren. Bisa dipairing dengan smartphone Android maupun iOS. Baterainya cukup awet. Ada water resistant 5 ATM untuk proteksi terhadap air, jadi bisa diajak berenang ya. fiturnya juga melimpah baik fitur kesehatan maupun fitur olahraga. Bahkan untuk olahraga renang dia bisa mendeteksi gaya renang dengan baik banget ya. Masih ada tombol fisik juga sini untuk navigasi. Lalu harmonyos 6.0 ini terasa sangat mulus saat dioperasikan. Tampilan UI juga makin mirip smartwatch jadi berasa semakin nyaman waktu dipakai. Nah, kira-kira smartband ini cocoknya untuk siapa? Menurut kami yang satu ini cocok untuk siapapun yang mau punya perangkat weable dengan banyak fitur tapi budgetnya belum cukup untuk beli smartwatch dengan fitur yang serupa. Nah, kelengkapannya serta fiturnya udah sangat madai sebagai sebuah smartband dan UI-nya juga udah semakin mirip seperti smartwatch dari Huawei. Yang jelas kalau yang dicari adalah smartband dengan set fitur serta kelengkapan yang sudah mendekati smartwatch, tampilan keren, dan layar yang cukup besar, kami rasa Huawei Band 11 ini wajib sekali untuk dipertimbangkan. [musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.