Jungkat

Review HUAWEI Mate 80 Pro: Mate Is Back! Kamera Mantap dengan Durabilitas Unggul (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah Huawei Mate 80 Pro, smartphone seri Mate nonfoldable yang hadir resmi lagi ke Indonesia. Kameranya kelas atas. Ada kamera utama 50 megapel plus adjustable physical aperture. Lalu ada kamera periscope telefoto 48 megapel. Kamera ultrawide-nya 40 megap autofokus. Bahkan dia punya kamera True to color 2.0. Jadi warna yang kita foto mirip dengan apa yang kita lihat. Lalu desainnya keren ya. Unik dan premium dengan dual space ring design. Smartphone juga diklaim punya durabilitas yang tinggi. Apakah cuma gitu doang? Nah, simak review lengkapnya kali ini ya. [musik] Ya, Huawei Mate 80 Pro ini adalah balik lagi ke pasar Indonesia. Sebelumnya seri Mate yang nonfoldable ini terakhir dibawa ke Indonesia itu adalah Huawei Mate 40 Pro yang rilis 6 tahun lalu. Kira-kira nih bakal sebagus dan secanggih apa sih smartphone ini? Langsung aja kita mulai pembahasan dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit Huawei Mate 80 Pro plus screen proter bawaan yang udah langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini ada charger 100 watt Huawei Superchge, lalu ada kabel USB type C, ada case juga di sini. Ada simjector dan paket dokumen. Jadi cukup lengkap ya. Nah, untuk desain smartphone ini mengusung desain dual space ring dengan lingkaran besar yang simetris dengan ukuran modul kamera. Ini membuat penampilan smartphone-nya terlihat unik dan berbeda. Tapi perlu diingat lingkaran besar yang ada di bawah modul kameranya ini bukan area untuk menempelkan aksesoris berbasis magnetik. Ya, kami sempat coba iseng masang aksoris magnetik kami yang ada di lab. A aksoris ini bisa nempel hanya saja enggak begitu kuat. Jadi kalau pakai akoris magnetic kami sarankan pakai casing pihak ketiga yang udah punya ring magnet bawaan. Untuk varian warnanya itu ada black, green, dan gold. Di bagian belakang smartphone ini pakai body berbahan vegan fiber, sedangkan frame-nya pakai bahan metal. Huawei menyebutkan kalau smartphone ini punya durabilitas yang tinggi. Kalau kata Huawei, smartphone ini diklaim tahan benturan dan bahkan smartphone ini tetap aman kalau enggak sengaja kita duduki. Ini dikatakan berkat second genun loan glass buat kaca depannya dan material vagan fiber buat bagian belakangnya. Tapi tetap aja pengujian ini dilakukan di lab-nya Huawei ya. Adegan ini bukan untuk ditiru pengguna biasa. Huawei hanya ingin beritahu ke kita kalau smartphone-nya ini udah dirancang punya ketahanan yang tinggi. Selain itu, smartphone ini juga punya rating IP68 dan IP69 yang berarti kedap debu dan tahan ditenggelamkan hingga tahan disemprot air bertekanan tinggi. Ya, selain itu, hasil pengujian Huawei juga mengatakan bahwa smartphone ini tahan di suhu ekstrem hingga -20 derajat celcius, bahkan di suhu panas sampai 80 derajat celcius. Ini sih orangnya udah nyerah, handphone-nya belum, ya. Jadi kalau enggak sengaja kecemplung atau keer air itu masih aman-aman aja. Untuk diasinya tinggi 161,85 mm, lebar 76 mm, dan ketebalan di 7,95 mm. Untuk bobotnya sendiri ada di kisaran 222 gr. Di sisi kanan ada tombol power plus fingerprint scanner serta volume up and down. Di atas ada lubang mikrofon. Di kiri ini kosong. Di bawah ada sim tray untuk dual sim. Lalu ada lubang mikrofon. Ada port USB 3.1 gen one dan ada grill speaker. Speaker ini stereo ya dengan speaker bagian atas itu yang merangkap sebagai earpiece. Untuk kuota sendiri ah terbilang baik dengan mid yang dominan. Tapi setidaknya bass dan travel juga masih terasa di sini. Sementara keluaran suaranya sendiri terbilang cukup lantang. Beralih ke depan ini adalah layar 6,75 inci LTPO OLED. Resolusinya 2832 * 1280 pikel. Refresh set-nya adaptif up to 120 Hz. Nah, untuk brightness kecaraan maksimal di indoor itu mencapai 629 nitz. Kalau untuk simulasi outdoor itu bisa mencapai 1094 nitz. Ada dua mode warna di sini. Ada normal dengan cuning warna 100% sRGB serta Vivit yang cuning warnanya itu 100% di CP3. Nah, untuk bezel udah terlihat ya tipis dan simetris di keempat sisinya. Layarnya sudah dilindingi dengan second gen Kunlon Glass yang diklaim lebih tahan banting dibandingkan generasi sebelumnya. Nah, pasti kalian tadi ada yang penasaran ya itu punch hold-nya kok ada tiga ya. Nah, selain kamera selfie di sini terdapat sistem 3D TF kamera untuk unlock smartphone pakai wajah kita. Dengan fitur ini, proses unlock kunci smartphone itu jadi lebih cepat dan aman ketimbang pakai face recition biasa yang cuma mengandalkan kamera selfie. Karena pakai sensor khusus, ngunlocknya ini juga bisa dipakai di kondisi gelap sekalipun. Tapi kalau kalian kurang suka dengan tiga panel seperti ini, ada solusinya ya. Kita bisa aktifkan fitur hide camera cut out yang ada di menu settings. Nah, untuk kamera selfiennya sendiri ini punya resolusi 13 megapel, bukaannya 2.0 dan sudah autofokus dan perkamanan videoya up to 4K 60 fps. Kemudian di sini ada earpiece yang ditempatkan di atas tiga punch hold tadi. Beralih ke sisi belakang. Di sisi belakang ini ada modul kamera yang besar. Dalamnya tuh ada kamera utama 50 megapel ultra lighting camera support adjustable physical aperture dari f1.4 sampai f4.0. Di mode auto, akan bekerja secara otomatis sesuai dengan kondisi pencahayaan sekitar. Kalau mau diatur secara manual, kita bisa juga ngaturnya ya. Bisa diatur lewat mode pro. Tidak hanya bisa dipakai untuk mengatur gelap terang, variabel apertune ini bisa dipakai juga untuk mengatur tingkat naturalnya. Lalu dia pakai OIS atau optical image stabilizer. Lalu ada autofokus tentunya dan perekaman video up to 4K 60 fps. Kemudian ada ultra lighting makro telefoto 48 megapel. Ini 4 kali optical zoom. Sesuai dengan namanya, kamera ini juga bisa dipakai untuk foto makro dengan jarak minimal bisa mencapai 5 cm. Bukaannya F2.1, punya optical image stabilizer, autofokus untungnya ada. Perekaman video up to 4K 60 fps. Kemudian ada kamera ultra wide 40 megap bukannya F2.2, autofokus lagi, perkaman lagi-lagi up to 4K 60 fps. Lalu ada satu kamera lagi yang disebut sebagai true to color camera 2.0. Ini disebut bisa meningkatkan akurasi warna bahkan di kondisi pencahaan yang paling sulit sekalipun. Selain kamera terdapat LED flash dan infrared blaster di modul kameranya. Penasaran sebagus apa hasil kameranya? Oke, langsung aja kita uji kemampuan kameranya. Di tangan saya kali ini udah ada Huawei Mate 80 Pro. Untuk pengujian mikrofon kali ini ditemenin sama saya. Nah, untuk kualitasnya sendiri ini sudah sangat bagus ya. Suara saya bisa ketangkap dengan sangat baik meskipun suara di sekitar juga masih bisa ketangkap nih. Jadi kesimpulannya untuk mikrofon bawaannya ini suara pengguna bisa ketangkap dengan sangat baik meskipun suara dari sekitar masih bisa ketangkap juga nih. Tapi emang kalau pengin kualitas mikrofon yang lebih oke, kita bisa pakai mikrofon eksternal seperti ini. Nah, di Huawei Mate XT Pro ini mikrofonnya bisa tersambung dengan baik. Dan kalau misalnya kita pakai mikrofon eksternal seperti ini, mau kita bikin video dengan jarak sejauh ini sekalipun, suara kita masih bisa ketangkap dengan baik karena bantuan dari mikrofon eksternalnya tadi. Cuman sebagai catatan di UI kameranya ini tidak ada indikator apakah mikrofonnya tersambung atau enggak. Jadi, sebelum kita bikin konten, coba tes dulu aja deh mikrofon eksternalnya apakah sudah benar-benar tersambung atau enggak. Nah, jadi begitu ya kurang lebih kualitas mikrofon dari Huawei Mate 80 Pro ini. Sekarang kita lanjut ke pembahasan kameranya bareng sama Bang Kris. Oke, sekarang kita bahas video kamera selfie-nya. Hasilnya seperti ini ya. Detailnya ketangkap dengan baik dan ton warnanya juga kami suka sih di sini. Dnamic range juga udah cukup oke. Area gelap dapat ketangkap dengan baik. Area terang juga bisa terekspos dengan baik juga. Di sini kalau mau diperhatikan banget sebetulnya area langitnya masih sedikit over exposi. Tapi untuk standar kamera selfie kelas flagship ini sudah terbilang bagus. Urusan stabilisasi ini udah rapi banget, enggak terasa jater di sini. Jadi lanjut aja kita ke kamera utama. Untuk video kamera utama hasilnya juga udah mantap banget, detailnya tinggi, warnanya juga kami suka dan boke naturalnya juga terasa di sini. Dynamic R juga bagus, area terang dan gelap bisa terangkat dengan baik. Untuk stabilisasi kamera utamanya udah aman ya, terbilang rapiah videonya ini. Untuk kamera ultra wide di kondisi terang hasilnya seperti ini. Masih bagus banget ya. Enggak terlalu jauh beda sama kamera utamanya. Untuk dynamic range juga kualitasnya udah oke banget. Sisi gelap dan terang dapat diekpos dengan sangat baik. Stabilisasi juga oke, enggak ada masalah meskipun enggak ada OE, cuman ngandelin AISE doang, tapi hasilnya bagus di sini. Untuk kamera telefoto kita cek videonya dulu. Untuk hasilnya bagus banget ya. Detailnya tinggi, bok naturalnya juga mantap. Dari segi dnamic range juga masih konsisten, enggak terlalu beda jauh sama kamera utama dan ultrawide-nya. Masih sama-sama bagus. Kalau urusan stabilizer ya kita gak bisa bandingin sama kamera utama dan ultra white sih. Untuk kamera telefoto wajar kalau lebih agak goyang seperti ini. Berikutnya kita coba bahas multi kamera experience-nya. Di sini kita bisa pindah dari kamera utama ke ultrawide dan telefotonya juga saat merka video. Untuk pindah ke kamera selfie, sayangnya belum bisa di sini. Kalau dari segi animasi, transisinya sudah terasa smooth di sini. Enggak terasa kasar sama sekali. Terkait konsistensi warna antar kameranya, ini sudah terbilang mirip ya saat kita pindah dari ultrawide ke kamera utama, ke kamera tele atau sebaliknya, pergeseran warnanya itu sangat minim. Jadi overall untuk ketiga kameranya ini warnanya sudah terbilang konsisten. Sekarang kita lanjut ke kondisi low light. Kita mulai dari kamera selfie-nya dulu. Untuk video kamera selfie-nya di frame rate 30 fps kualitasnya masih bisa dijaga dengan baik. Detail-nya dapat dengan noise-nya minim. Kalau di 60 fps kualitasnya jadi agak turun nih. Gambarnya gelap dengan noise yang mulai bermunculan. Terkait frame rate di 30 fps, kami menemukan kalau frame rate-nya itu turun jadi 24 fps. Tapi kalau kita pakai mode 60 fps aman, enggak ada frame drop di sini. Buat stabilizer di frame rate 30 fps hasilnya menurut kami belum yang tergolong rapi sih. Guncangannya masih terasa dengan jiter yang kentara juga. Kalau di 60 fps hasilnya jadi lebih rapi. Kita pindah ke kamera utama. Hasilnya udah bagus banget ya. Mau di 30 fps maupun 60 fps hasilnya sama-sama terang. Warnanya juga kejaga dengan baik. Detailnya juga masih tinggi di sini. Untuk frame rate aman di sini kita coba di 30 fps maupun 60 fps tetap stabil enggak frame drop seperti kamera selfie-nya tadi. Untuk stabilizer ini masih perlu ditingkatkan lagi nih sama Huawei. Soalnya untuk kamera utamanya ini kalau di bawah jalan kayak begini stabilisasinya menurut kami masih belum rapi. Di 60 fps bisa kita bilang tuh mendingan hasilnya tapi efek diternya masih terasa di sini. belum yang rapi-rapi banget. Kita lanjut ke kamera ultrawide-nya. Di 30 fps hasilnya masih terlihat terang dengan detail yang baik. Kalau di 60 fps hasilnya sedikit lebih gelap. Ini wajar karena memang sensor yang dipakai enggak sekelas dengan kamera utamanya. Selain itu, entah kenapa di frame rate 60 fps lampu taman jadi agak flicker nih. Padahal di kamera lainnya aman. Terkait frame rate saat kita coba di 30 fps, frame rate-nya turun jadi 25 fps. Tapi kalau di 60 fps aman ya. Untuk stabilizer di frame rate 30 fps, guncangan dan cheaternya masih cukup terasa di sini. Solusinya tinggal pakai mode 60 fps aja. Selanjutnya kita cek kamera telefotonya. Kualitasnya bisa kita bilang masih terjaga dengan baik di sini untuk frame rate 30 fps maupun 60 fps. Noise-nya juga minim di sini. Dan untuk frame rate aman baik di 30 fps maupun 60 fps kita enggak mengalami frame drop untuk kamera telefotonya ini. Sekarang kita cek autofokusnya. Untuk autofokus aman ya, baik untuk kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera telefotonya. Kamera selfie-nya juga autofokus di sini dan kita sudah coba dan hasilnya aman-aman aja. Berikutnya kita bahas fotografi. Kalau untuk fotografi sih kamera smartphone ini sangat bisa diandalkan lah. Tinggal poin and shoot aja beres. Hasilnya udah cakep banget. Lihat aja nih foto dengan pencahayaan sulit sekalipun bisa kelihatan beres warnanya. Bahkan ketika kita coba foto di akuarium dengan pencahayaan sesulit ini, foto yang ditangkap terlihat tajam dengan warna yang oke banget. Untuk hasil foto lainnya bisa kita lihat berikut ini. [musik] Untuk fitur ekstra ada beberapa. Kita coba yang pertama itu True to color 2.0-nya. Berkat kamera yang satu ini, kita bisa mendapatkan warna foto yang kita ambil itu seakan mirip dengan objek aslinya. Bisa kita lihat ya, hasil foto dengan objek di belakangnya itu terlihat menyatu di sini. Berikutnya ada AI composition. Fitur ini bakal kasih panduan ke kita untuk menentukan komposisi yang tepat saat mengambil foto. Nanti hasilnya jadi seperti ini. Jadi misalnya kalau kita mau minta tolong fotoin orang nih, kalau orang yang enggak ngerti foto, tinggal ikutin aja arahan dari AI composition-nya. Kemudian ada fitur super makro. Fitur ini bakal memanfaatkan kamera telen-nya. Untuk foto makro. Menariknya kita bisa ambil foto makro dengan jarak sedekat 5 cm. Ini dekat banget untuk sebuah kamera tele makro. Dan karena ini pakai kamera tele, perspektifnya pun jadi menarik di sini. Lalu ada fitur dual view. Kita bisa rekam video dari kamera depan dan belakang secara bersamaan. Menariknya kita bisa pilih kamera belakangnya tuh sesuai selera. Mau pakai kamera ultra wide bisa, pakai kamera utama bisa, atau kamera tele juga bisa. Tapi ada sedikit cerita nih, kalau pakai fitur ini aspek rasionya ini jadi memanjang seperti ini. Bukan 16 W9 nih. Ini jadi mengikuti aspek rasio layarnya. Semoga aja Huawei bisa kasih opsi 16 b 9 ya untuk aspek rasio yang lebih normal. Lanjut ada fitur promote baik foto untuk video pun bisa di sini. ISO dan shutter speed bisa kita atur secara manual dan juga kita bisa mengatur apur secara manual di kamera utamanya. Kita bisa atur dari F1.4 sampai F4.0. Tinggal disesuaikan aja dengan kebutuhan kita. Kalau mau bokenya tebal, setel di F1.4. Kalau mau bokenya enggak mau terlalu tebal, bisa kita setel di F4.0. Oke, itu tadi pengujian kameranya Huawei Mate 80 Pro. Kalau dibilang apa yang kurang atau yang perlu diperbaiki, menurut kami ada beberapa. Yang pertama itu stabilizer videonya, terutama di kondisi low light dan 30 fps. Ini masih perlu ditingkatkan lagi. Lalu, belum ada opsi untuk mematikan auto FPS-nya. Jadi di kondisi low light, frame rate masih bisa turun di bawah 30 fps. Lalu meskipun ini kelas flagship, Huawei belum kasih perekaman video 8K di sini. Kemudian sampai saat video ini dibuat, kita belum bisa ganti aspek rasio foto jadi 16 B 9. Tapi di luar hal tersebut, overall kami puas dengan hasil kameranya. Buat foto udah enak banget, tinggal poin and shoot aja beres. Mau di kondisi pencahayaan cukup maupun pencahayaan sulit sekalipun, kameranya bisa menangkap warna dan detail dengan sangat baik. Kualitas videonya juga terbilang baik di sini. Di luar urusan stabilizer, kami merasa hasil videonya sudah tergolong memuaskan, terlebih di kondisi pecahaya cukup ya. Overall untuk kelas harganya, kemampuan kameranya termasuk salah satu yang menarik. Kalau menurut saya pribadi, hal yang paling menarik di sini adalah ultrawide-nya yang berkualitas tinggi dan juga lebar sudut pandangnya. Dan kamera selfie-nya juga menarik di sini. Serta jarak fokus yang sedekat telemakronya Huawei ini, ini masih jarang loh ada yang bisa. Oke, sekian pengujian kameranya Huawei Pate 80 Pro. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, kita lanjut lagi ke spesifikasinya. SOC-nya pakai Kirin 9030 Pro, RAM 16 GB, storage 512 GB. Tidak ada opsi RAM dan storage yang lain di sini ya, cuma satu pilihan aja. Untuk sistem peningin dia pakai super cool dual face change heat dissipation. Ini disebut bisa membantu penyebaran suhu yang lebih baik supaya smartphone-nya enggak mudah overheat. Penasaran sama performanya? Oke, langsung aja kita tes benchmark dan gaming-nya ya. Biar performanya maksimal, kita aktifkan terlebih dahulu performance mode di menu settings. Untuk Antut 10 kita dapat 1,4 jutaan. Antoni 11 kita dapat 1,7 jutaan untuk Geig Bandch 6 single core di 1284 multiore di 5.161 untuk trim sling shot open GL 3.1 graphic skornya ada di 19.503 untuk 3D Mark Wildlife stress test best scor-nya 11.543 dan lowest score di 3.257. Nah, kalau dikipasin best scor-nya jadi 11.528 dengan lowest score di 9.249. Jadi, stability-nya langsung naik ke 80,2%. Di sini khatan banget ya kalau dikipasin stability-nya langsung naik drastis. Oke benchmark udah. Sekarang kita lanjut ke tes gaming. Kita mulai dari Mobile Legends ya. Setting frame yang terbuka itu sampai ultra atau 120 FPS. Tapi entah kenapa kalau dimainkan refres layar tuh nyangkut di 90 Hz. Ini membuat frame rate-nya ikut nyangkut di 90 fps. Walaupun demikian, frame rate yang dapat itu bisa 90 fps lancar terus di sini ya. Baik jalan-jalan maupun lagi battle. Untuk Gensin Pack langsung kita hajar pakai setting highest 60 fps. Hasilnya frame rate-nya itu 60 fps lancar. Enggak ada penurunan frame rate di sini. Setelah setengah jam dimainkan, titik terpanas di body belakang itu hanya 37 derajat celcius. Sementara di sisi lainnya itu 34 sampai 36 derajat celcius. Sementara suhu sisi depan itu terpantau aman banget di 33 sampai 34 derajat celcius tanpa dikipasin. Lanjut untuk watering waves ya. Settingnya quality 60. dipakai jalan-jalan frame rate-nya aman di 60 fps. Kalau dipakai battle frame rate-nya tuh bisa dikisaran 50 sampai 60 fps. Ini sih udah aman banget. Subo di bagian belakang titik terpanas ada di 46 derajat Celcius. Sementara untuk sisi lainnya ada di kisaran 42 sampai 45 derajat Celcius. Untuk bagian depan titik terpanas ada di 45 derajat Celcius dan untuk sisi lainnya ada di 40 sampai 43 derajat Celcius. Terlihat ya sistem pendingin di smartphone ini bisa sebarkan suhu secara efektif ke seluruh body. Ini membuat smartphone tidak mudah overhead saat dipakai kerja berat seperti editing maupun gaming ya. kelihatan banget ya, jelas ya. Game rade seperti Gensin dan WA itu jalan dengan mulus dan lancar di sini. Oke, sekarang kita tes data baterainya. Ini baterainya 5.750 mAh ya, dengan lokal video playback 1080p non HDR di sini ya. Baterai itu baru habis setelah 24 jam 4 menit. Lalu untuk scrolling TikTok selama 1 jam, baterai turun 6%. Gensin Impact highest 60 fps selama 12eng jam baterai turun 7% saja. untuk kemampuan baterai saat main game ini udah terbilang impresif. Oke, sekarang kita tes charging-nya dengan 100 watt Huawei SuperCharge. Untuk mencapai 50% butuh waktu 22 menit. Sebentar dari kosong sampai penuh butuh waktu hanya 52 menit. Ini masih terhitung ok lah yang satu ini ya. Cuma butuh waktu di bawah 1 jam untuk ngisi baterai dari kosong sampai penuh. Oh ya, smartphone ini juga mendukung wireless charging 80 watt ya. Nah, untukitasnya dia pakai 4G ya dan w menyebutkan kalau smartphone ini support WiFi 6. Tapi entah kenapa pada saat kami coba ternyata dia support Wii 7 juga. Nah, untuk Bluetooth ini Bluetooth-nya versi 6 dan untuk Bluetooth connectnya ada SBC, AAC, dan LDC juga. NFC tentunya ada di sini dan display out via USBC itu bisa banget. Untuk sistem kameraan dia pakai 3D tough camera dan side mounted fingerprint scanner. Untuk OS dia pakai EMUI 15. Ini masih belum pakai yang Harmony OS ya. Untuk terkait update juga masih belum ada info resmi dari Huawei Indonesia. Nanti kalau ada kejelasannya nanti kita akan update di kolom deskripsi. Nah, untuk yang cari aplikasi kita bisa pakai app Gallery untuk download berbagai aplikasi yang kita butuhkan. Nah, untuk pilihan aplikasi sudah banyak banget ya untuk sosial media seperti TikTok, WhatsApp, Instagram dan lain-lain. Ada aplikasi online marketplace seperti Shopee, Tokpad ya, lalu Lazada itu ada ya. Lalu aplikasi perbankan BCA Mobile, My BCA, Livin, Brimo dan lain-lain itu ada di sini. Transportasi, Grab, Bluebird itu ada di sini. Game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile dan lain-lain juga ada di sini. Kalau mau cari aplikasi Google sekarang sudah bisa download langsung lewat App Gallery ya. Tapi kalau mau login akun Google kita perlu instal MicroG terlebih dahulu. Nah, untuk fitur AI ada beberapa di sini ada AI Best Expression. Ini bisa dipakai untuk mengganti ekspresi wajah yang ada di foto ya. Kalau merasa ekspresi kita di foto itu masih belum pas ternyata. Ada AI remove. Ini bisa dipakai untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dalam foto. Ada AI gesture. Kita bisa scroll layar cukup dengan gesture tanpa perlu nyentuh layar secara langsung. Selain itu, kita juga bisa pakai fitur ini untuk screenshot. Ada AI messaging. Ini akan membuat notifikasi otomatis disembunyikan ketika ada orang lain yang mengintip layar smartphone kita. Ada AI smart control. Ini bisa dipakai untuk membuka shortcut atau aplikasi tertentu. Ini kita coba buat membuka Gemini dan ternyata bisa ya di sini ya. Lalu kita bisa swipe dari bawah seperti ini untuk membuka shortcut ke Google Assistant. Nah, untuk harga varian 16512 ini harga SRP-nya ada di Rp16.999.000. Nah, selama periode promo kita akan mendapatkan benefit hingga Rp7,5 juta. Itu dapatnya dari bank cashback hingga Rp3 juta, trade in cashback hingga Rp2 juta, DP 0%, bunga 0%, plus gratis dua kali cicilan pakai Indodana Pay Later. Cicilan 0% mulai dari Rp708.292 per bulan. Selain itu, kita juga akan mendapatkan premium service seperti gratis penggantian baterai satu kali selama 5 tahun penggunaan. Huh, mantap. Ada accidental warranty selama 1 tahun yang bisa diklaim satu kali. Ada accidental damage protection juga di sini ya. Lalu ada gratis penggantian screen protector yang bisa diklaim empat kali selama 2 tahun. Promo ini berlaku untuk pembelian yang dilakukan dari tanggal 24 April sampai 24 Mei 2026. Oke, sekarang masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, aplikasi Google itu belum jalan secara natif. Masih butuh beberapa langkah ekstra. Kalau kalian bisa dan terbiasa pakai alternatifnya Google, kami sarankan pakai alternatifnya aja. Kemudian untuk jaringan seluler ini masih 4G ya. Lalu untuk performa SOC masih belum sekencang SOC smartphone lain di kelas harganya. Tapi performanya sendiri sudah termasuk kencang untuk berbagai kebutuhan termasuk gaming ya. Kemudian masih ada keterpesan teklis di kameranya. Pastikan aja apakah ini penting atau tidak untuk kalian. Nah, dari se menariknya kualitas kamera ini memuaskan. Kameranya sangat bisa diandalkan untuk ambil foto. Bahkan di kondisi pencahaan yang sulit sekalipun. Kamera selfie dan ultra wide-nya ini impresif untuk kelas flagship. masih jarang yang bisa sebagus ini. Lalu ada fitur variabel aperture di kamera utama yang sampai saat ini masih langka ditemukan di smartphone lainnya. Ada yang pernah pakai tapi sekarang enggak pakai lagi ya. Lalu RAM dan storage-nya ini udah langsung besar. Support display out via USBC. Desainnya juga unik dan berkarakter. Bodinya terasa solid dan premium. IP rating-nya mantap nih IP68 dan IP69. Nah, pada akhirnya smartphone ini cocoknya untuk siapa? Smartphone ini akan cocok buat yang cari smartphone dengan kemampuan kamera yang mumpuni. Udah lihat kan tadi hasil seperti apa ya? Selain itu, ini juga cocok buat yang mencari smartphone kelas atas dengan durabilitas tinggi. Desainnya yang unik ini juga kasih kesan yang beda dan anti mainstream. Cocok buat yang mencari smartphone dengan desain yang berkarakter dan beda dari smartphone flagship yang lainnya. Jadi itu ya review untuk Huawei Mate 80 Pro. Nah, kalau menurut kalian apa yang membuat kalian tertarik dengan smartphone 1 ini? Apakah kualitas kameranya, desainnya atau apa? Coba tulis di kolom komentar.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.

Huawei Mate 80 Pro

Huawei Mate 80 Pro membawa ciri khas produk yang mudah dipahami: foto dibuat dengan warna yang lebih alami, sementara kamera zoom tetap disiapkan untuk menangkap objek jauh dengan lebih jelas. Kombinasi kamera True-to-Colour, kamera Ultra Lighting, kamera Ultra-Wide Angle, dan kamera Telephoto Macro membuat perangkat ini terasa kuat untuk pengguna...