Jungkat

Review HUAWEI Mate X7 - Kamera Foldable Terbaik & Semakin Solid! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah Huawei Mate X7, smartphone lipat Huawei yang katanya makin matang dalam banyak aspek. Desainnya keren dan terasa premium dengan body yang tipis. Dia punya setup kamera class flagship yang menurut kami ini adalah yang terbaik untuk smartphone foldable. Dia punya layar lipat dengan lapisan pelindung multiayer tingkat tinggi. Hint-nya semakin halus dan solid. Punya IP rating di IP58 dan IP9 buat pretensi terhadap air dan debu yang lebih kuat lagi. Pertanyaannya, apakah ini foldable yang cocok untuk kalian? Nah, cari tahu jawabannya dalam video kali ini. [musik] Ya, ini Huawei Mate X7, smartphone folderable terbaru dari Huawei sekaligus flagship pertama mereka yang resmi dibawa ke Indonesia di tahun 2026. Tapi ini bukan pertama kalinya Huawei menghadirkan foldable ke Indonesia. Tahun 2025 yang lalu mereka udah bawa Mate X6 dan juga Mate XT yang bisa lipat 3 itu ya. Dan video pembahasan keduanya udah pernah kita buat. udah nonton belum? Kalau belum tahu dong harus ngapain. Ah, balik ke Mate X7 aja deh. Menurut Huawei, smartphone lipat terbaru mereka ini hadir dengan peningkatan yang makin canggih dibandingkan generasi sebelumnya. Nah, sehebat apa? Langsung aja kita mulai pembahasan ini dari isi paket penjualannya ya. Nah, tentunya di dalamnya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang di main screen dan cover screen. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 66 watt ya. Dan kemudian ada kabel USBC, ada sim tray ejector, dan ada case untuk back cover yang dilengkapi dengan kick stand. Nah, untuk bagian layar memang enggak diberikan case, tapi ini hal yang wajar untuk case smartphone foldable masa kini, ya. Dan untuk kelas harganya ini terbilang cukup lengkap ya sebetulnya isinya ya. Untuk desain tentunya smartphone datang dengan desain yang sangat mewah dan terasa premium. Modul kameranya menggunakan time space gate desain yang ukurannya cukup besar. Ini soah menandakan kalau kameranya ini adalah salah satu bagian yang paling diunggulkan dari smartphone ini. Untuk warna opsinya adalah Nebula red dan black seperti yang saya pegang ini. Nah, kedua warna ini menggunakan material vegan leather dan ada satu warna lagi yaitu adalah brocade white yang menggunakan back cover light woven broke. Sementara untuk frame-nya ini dari bahan metal dengan finishing yang glossy ya, membuat penampilannya terlihat mewah di sini. Nah, untuk dimensinya terbuka itu 156,8 * 144,2 * 4,5 mm. Kalau dilipat dia jadi 156,8 * 73,8 * 9,5 mm. Nah, untuk bobotnya itu kalau kita timbang ya dengan screen protektor terpasang di kedua layar ya ada di 242 gr. Nah, kalau tanpa screen protektor bobotnya tuh diklaim ada di 236 gr. Ini berarti bobotnya mirip dengan smartphone kelas flagship tapi yang satu layar aja ya untuk versi paling atas ya. itu yang gede-gede itu. Nah, itu sekitar 230-an gram biasanya ya. Nah, untuk ketahanan air dan debu, smartphone ini punya rating di IP58 dan IP59. Angka 5 itu menunjukkan adanya perlindungan terhadap debu. Ya, di sini berarti ee debu masih bisa masuk tapi tidak akan mengganggu operasional. Sementara angka yang 8 dan 9 di bagian belakang ini menunjukkan e ketahanan terhadap air. Loh, kenapa ada dua? Ya, bedanya nih ya 8 itu berarti lolos uji direndam di dalam air bersih. Di lab Huawei, smartphone ini diuji dengan cara direndam dengan kedalaman hingga 2 m selama 30 menit. Sementara kalau angka 9 di belakangnya itu menandakan tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan suhunya juga tinggi ya. Nah, kalau untuk saat ini Huawei menguji smartphone-nya dengan cara disemprot air tekanan tinggi dengan suhu maksimum di 80 derajat celcius. Dibandingkan pendahulunya daya tahannya jelas meningkat ya ini ya. Karena Mate X6 yang sebelumnya itu ratingnya cuman IPX8. X berarti ketahanan terhadap debunya itu tidak diating. Dan 8 artinya cuma tahan kecemplung doang bukan tahan disemprot. Nah, meskipun ini sudah lebih tangguh harusnya tapi kami tidak menyarankan untuk sengaja menyeburkan smartphone ini ke dalam air ya. IP rating ini fungsinya untuk proteksi tambahan bukan untuk diuji dengan cara-cara yang ekstrem. Paling enggak ya udah disiapkan lah ya di situ. Nah, untuk sisi-sisinya mari kita lihat dalam kondisi terbuka. Di kanan ada tombol power yang sekaligus jadi fingerprint scanner. Lalu ada tombol volume up and down. Di atas ada mikrofon dan grill speaker. Di kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray dual SIM. Enggak ada slot micro SD ya di sini. Lalu ada mikrofon, USBC, dan grill speaker lagi. Jadi smartphone ini punya dua mikrofon dan dua speaker. Nah, untuk kata suaranya ini sudah keren khas flagship dengan volume yang cukup lantang di sini ya. Lanjut ke sisi yang ada main screennya sekarang ya. Tentunya ada main screen di sini. Ukurannya 8 inci nih kalau terbuka ya. Panel OLED. Refresh rate-nya adaptif up to 120 Hz. Resolusinya 2.416 * 2.210 piksel. Untuk brightness, layarnya diklaim punya peck brightness sampai 2.500 nit. Angka ini adalah peak brightness di sebagian kecil layar kalau kita masuk dalam mode HDR. Nah, ketika kami tes dalam kondisi indoor, beritas meang maksimum ada di 600 nitz. Ini tinggi untuk indoor. Sementara untuk bright maksimal saat simulasi outdoor ada di kisaran 1000 nits. Tentunya ini pengujian untuk seluruh layar ya, bukan yang satu titik doang. Ya, lanjut untuk color gamutnya. Layar ini punya dua mode warna, normal dan vivit. Mode normal diatur untuk mendekati 100% sRGB. Ini cocok buat ngedit video atau foto gitu ya, supaya warnanya tuh enggak terlihat geser kalau kita lihat di layar yang lain ya. Sementara mode Vivit diatur untuk mendekati 100% di CP3. Ini lebih gonjreng warnanya, cocok buat menikmati konten atau main game misalnya. Layar utamanya ini diklaim Huawei punya durabilitas yang lebih tinggi dibandingkan layar variable pada umumnya. Katanya Huawei, layar ini terdiri dari tiga lapisan khusus yang terdiri dari carbon fiber support layer, ultra tin glass impact resistant layer, dan nonan fluid protective layer. Nah, lapisan layarnya diklaim punya bending resistance atau ketahanan terhadap tekuk hingga 100% dan impact resistance 20% lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Padahal generasi sebelumnya aja udah tergolong kuat ya. tahun lalu bahkan sempat ditemokan layar lipat Huawei ini sanggup digantung dengan sepeda motor yang beratnya 150 kg. Nah, ya kalau soal inovasi layar lipat, Huawei ini memang cukup serius ya. Inovasi lainnya ada di bagian Exel atau hingch-nya. Smartphone ini pakai New Advanced Precision Hingch yang diklaim lebih canggih saat dibuka rasanya effortless. Ada efek seperti pegas yang bikin layar terbuka dengan sangat mudah tanpa perlu tenaga ekstra. Tapi bukan berarti kendor ya, baik terlipat maupun terbuka layarnya tetap terasa kokoh dan solid. Nah, menurut Huawei hint ini udah melewati folding test ya hingga 1 juta kali. Jadi untuk durabilitas harusnya aman lah ya. Exel ini juga memungkinkan layar dibuka di berbagai sudut kemiringan. Penting nih ya. Mau nonton setengah terbuka bisa. Mau pakai kamera dengan posisi ditaruh di atas meja bisa juga. Untuk krisnya gimana? Nah, saat pertama kali dipakai lipatan layarnya tuh emang nyaris enggak terlihat ya. Tapi seiring dengan pemakaian memang akan makin kelihatan tapi enggak terasa mengganggu kok. Karena kris ini biasanya hanya terlihat di sudut dan pencayan tertentu saja. Jadi tidak selalu kelihatan setiap saat. Oke, lanjut lagi. Di pojok kanan atas main screen ada kamera selfie-nya. Ini adalah kamera 8 megapel dan bukan kamera under display ya. Bagus ya. Bukannya f2.2 fixed fokus dan perekaman video sampai 4K 30 fps. Ini adalah posisi yang tepat ya. Ini menghindarkan terjadinya ada bulatan dari kamera di tengah-tengah kalau kita mau nonton ya. Nah, untuk cover screen-nya sekarang ukurannya 6,49 inci. Ini panel OLED juga ya, referet-nya adaptif ke 120 Hz. Resolusinya adalah 2444 * 1080 piksel. Nah, untuk brightness layarnya dikelim punya Pig brightness sampai 3.000 nit. Lagi-lagi angka ini adalah peck brightness di sebagian kecil layar di mode HDR. Ketika kami tes dalam kondisi indoor, brightness-nya maksimal di 600-an nits mirip dengan yang dalamnya ya. Sementara untuk brightness maksimal saat simulasi outdoor ada di kisaran 1048 nitz. Lagi-lagi mirip sama yang dalamnya. Oke, untuk color gambut dia juga punya dua mode warna normal dan vivit. tentunya mod normal diatur untuk mendekati 100% sRGB. Sementara vivit diatur mendekati 100% dp3. Nah, di sini Huawei menggunakan konsep desain cover screen yang lebar. Jadi, kalau dilipat pengalaman pakainya masih terasa seperti pakai smartphone yang nonfoldable ya. Jadi ngetik-ngetik masih gampang di sini. Layar ini pakai ultra durable crystal armor KL Glass yang diklaim punya ketahanan gores hingga 16 kali lebih kuat serta daya tahan terhadap benturan hingga 25 kali lebih tinggi dibandingkan kaca biasa. Jadi mau main screen maupun cover screen, dua-duanya udah ditingkatkan durabilitasnya. Nah, di bagian atas cover screen ini terdapat sebuah kamera selfie. Nah, ini adalah kamera 8 megap f2.2 fixed fokus per kamar video sampai 4K 30 fps juga. Jadi mirip dengan kamera selfie yang ada di main screen-nya tadi. Nah, dalam keadaan terbuka kita geser ke kiri. Ini adalah punggungnya sebetulnya ya. Nah, di sini juga ada modul kamera utama yang terdiri dari 50 megapel ultra lighting HDR kamera. Huaite X7 ini adalah valable yang menjanjikan dynamic range lebar banget 17,5 EV. Ini luas banget ya. Bukaannya F1.49 sampai F4.0 ya ini variabel ya. Sensornya ukuran 1/1,28 inci berarti besar. Lalu ada optical im stabilizer, autofokus juga ada. Perekaman video tentu sampai 4K 60 fps kalau ini. Kemudian ada ultra wide angle kamera 40 megap bukannya F2.2. auto fokus juga perekaman video sampai 4K 60 fps. Oh ya, kamera ultrawide ini juga fokusnya dekat banget. Jadi makronya ada di sini nih ya. Lalu ada 50 megapel telefoto makro kamera. Ah makro lagi di sini ya telefotonya ya. F2.2 optical image stabilizer. Autofokus dan perkaman video lagi-lagi 4K 60 fps. Kemudian ada satu kamera lagi sebetulnya Huawei menyebutnya sebagai True to Color camera 2.0. Nah, ini berfungsi untuk meningkatkan akurasi warna. Jadi kamera pada umumnya itu hanya kenal hitam dan putih atau gradasi dari hitam ke putih doang. Nah, kalau yang satu ini mengenal warna. Jadi itu sebabnya H menyebutnya true to color di sini ya. Nah, untuk spek internalnya, SOC-nya ini pakai Kirin 9030 Pro, RAM 16 gig, storage 1/2 TB atau 512 GB. Enggak ada opsi RAM atau storage yang lain, cuma ada satu aja. Untuk baterai ini 5600 mAh. Jadi ini naik dari Mate X6 ya. yang dulu kan 5.110 mAh. Untuk charging dia support Huawei Supercharge up to 66 watt ya untuk yang pakai kabel dan support wireless Huawei Superchge up to 50 wat. Untuk cooling system dia pakai super cool ultra large VC atau vaper chamber. Ini adalah vaper chamber dengan ukuran 3.550 mm² dan diklaim lebih besar 18% dibandingkan vaper chamber yang digunakan di Mate X6. Untuk sensor ini lengkap ya, sensor penting ada semua sensor ekstra seperti infrared, laser sensor, color temperature sensor juga ada di sini. Ya, kalau misalnya Giro doang sih ada pasti ya. Nah, untuk fitur keamanan ada face unlock dan fingerprint scanner. Untuk OS dia pakai EMUI 15 jadi bukan yang harmony OS kan harmony OS adanya di Pasar Tiongkok aja. Nah, seberapa lama dukungan si EMUI ini? Sayangnya belum ada info dari pihak Huawei Indonesia. Tapi nanti kalau ada kejelasan kita akan tambah ya di kolom deskripsi. Nah, meskipun masih pakai EMUI, Huawei tentunya sudah mengoptimalkan untuk smartphone foldable-nya yang satu ini ya. Contohnya untuk kebutan multitasking. Di sini kita bisa buka multi windows sampai tiga window sekaligus dengan fitur live multitasking. Mau dibuat floating window seperti ini bisa juga. Jadi ini udah oke banget buat multitasking sih. Fitur AI ada juga ya di sini tentunya ya. Ada AI gesture untuk scroll tanpa sentuh. Wah penting nih ya. Dan ada AI message privacy untuk menyembunyikan isi pesan saat ada orang asing yang mungkin ngintip ke layar smartphone ini. Nah, untuk download aplikasi di sini kita bisa pakai Huawei App Gallery ya. aplikasi yang bisa download tuh udah cukup banyak nih sebetulnya mulai dari aplikasi streaming, game, sosm online, bahkan mobile banking itu juga ada di sini. Untuk solusi Google, kalian sebaiknya mencarinya via App Gallery ya. Meski nantinya lewat App Market Th party, tapi lebih aman karena udah disortir dulu dari App Gallery atau kita bisa pakai versi website-nya aja. Nah, ini memang bukan solusi yang sempurna tapi seenggaknya masih bisa jadi jalan keluar untuk yang butuh layanan Google. Nah, untuk konektivitas dia 2G, 3G, dan 4G. Untuk wifi-nya udah WiFi 7 dan WiFi sharing tersedia di sini. Bluetooth-nya udah versi 6.0. Untuk kodeknya ada SBC, AAC, dan LDAC atau LDAC juga ada. NFC ada di sini. Port USB-nya itu udah USBC 3.1, sudah support OTG dan display out juga di-support di sini. Jadi kita bisa menghubungkan dia ke proyektor atau monitor eksternal dengan kabel. Oke, sekarang mari kita lihat pengujian performanya. Untuk benchmark dulu kita lihat ya. Supaya performancenya maksimal, kita gunakan performance mode yang bisa diakses dari menu setting baterai. Antut 11 kita dapat 1,807 jutaan gitu ya saat dilipat dan 1,822 jutaan saat terbuka. Untuk Geig 6 core di 1292, multiore di 5.193 saat dilipat, single core di 1281 dan multiore di 5.168 saat terbuka. Untuk Tmaratx Sling Shot Extreme unlimited graphic scor-nya ada di 19.708 saat dilipat dan 19.962 saat terbuka. Nah, untuk terima qualit stress test. Nah, ini kan pengujian testing stress testnya ya. Kita bisa lihat hasil tabel ini ya. Terlihat di sini kalau HP-nya enggak dilipat itu skor stability-nya tuh lebih tinggi di sini dan penggunaan kipas pendingin ternyata bisa berpengaruh signifikan ke kestabilannya. Kita lanjut untuk gaming. Kita masuk dari Mobile Legends dulu. Untuk game ini udah bisa diakses dari App Gallery ya. Setting grafisnya terbuka sampai ultra dan setting frame terbuka sampai 90 fps. Kita mau main di main screen atau di cover screen game-nya itu bisa jalan lancar di 90 fps tanpa masalah. Nah, sedikit catatan aja ya. By default setting aspek rasio game ini emang ada di 16 b 9. Jika kita ingin pengalaman full screen, kita perlu atur dulu lewat setting layar. Kita lanjut ke Gensin Impact. Nah, di sini kita masih butuh download lewat app market lain ya, belum tersedia langsung di App Gallery. Untuk setting kita langsung gas aja pakai HS 60 fps. Nah, yang ini mau dimainkan di cover screen maupun main screen. Dua-duanya sama-sama lancar jaya di 60 fps. Dan sama seperti tadi, by default aspect rasio game-nya adalah 16 b 9. Biar lebih asik kita perlu atur dulu jadi full screen di sini. Nah untuk su ketika kita pengin pakai cover screen titik terpanas di sisi depan ada di 35 derajat celcius dan si belakang ada di hanya 38 sampai 39 derajat celcius aja. Sementara ketika kita main pakai main screen-nya terpanas di sisi depan ada di 39 derajat celcius dan di belakang juga ada di 39 derajat celcius. Jadi di sini kelihatan ya suhunya terkendali. Nah, dari hasil benchmark dan gaming terlihat bahwa performanya memang belum sekencang smartphone flagship kekinian lainnya ya. Walaupun demikian ini tetap terhitung cukup kencang. untuk mayoritas pengguna. Mari sekarang kita masuk dalam pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Huawei Mate X7 nih, Teman-teman. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang pertama saya mau cari tahu adalah kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya enggak pakai mikrofon senional untuk video sehari-hari atau vlogging. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Kita lanjut bahas video kamera selfie-nya. Untuk kamera selfie yang 8 megapel ini hasilnya sama aja ya, baik cover screen maupun main screen. Kami tidak menemukan perbedaan signifikan. bisa 4K dengan kualitas yang oke. Dynamic range tergolong lumayan oke aja, belum selu biasa kamera utamanya. Untuk 60 fps belum support ya di sini. Dari segi stabilizer bisa dibilang rapi untuk kondisi terang seperti ini. Sekarang kita ke kamera utamanya. Untuk video kamera utama kondisi terang sih wah ini hasilnya gong ya. Detailnya luar biasa. Dan berkat sensor besarnya kita bisa ngerasain natural yang tipis-tipis. Dari micr juga mantap. Sisi gelap terang dapat diekspos dengan sangat baik. Stabilizer juga rapi, enggak ada masalah. Sekarang kita ke kamera ultra wide-nya. Untuk video kamera ultra white juga gong ya hasilnya. Saya suka banget ultra white-nya karena kualitasnya tinggi banget. Jadi enggak terasa jomplang saat pindah dari kamera utama ke ultrawide. Dynamic range-nya juga konsisten. Tetap bisa memberikan exposure yang baik di sisi gelap maupun terang. Stabilizer juga tergolong rapi, aman. Jadi kita lanjut aja ke kamera telefotonya. Untuk video kamera telefotonya sih sadis ya. Detailnya juga mantap. Terkait jarak zoom mungkin terkesan turun ya. Sekarang 3,5 kali zoom. Dulu di X6 kan 4 kali zoom ya, tapi menurut kami sih gak terlalu signifikan. Huawei menggantinya dengan kualitas kamera yang upgrade. Bukaannya aja meningkat dari f3.0 ke f2.2. Ini berefek ke bok naturalnya yang lebih terasa. Dynamic range juga konsisten. Area terang dan gelap bisa diekspos dengan baik. Kalau dari segi stabilizer memang enggak bisa dibandingkan dengan kamera utama atau ultrawide ya. Telefoto masih wajar kalau ada kedut-kedutnya kayak begini. Sekarang kita ke kondisi low light. Untuk kamera selfie-nya hasilnya seperti ini ya. Detail memang udah tipis dengan noise yang bisa sedikit terlihat lah. Tapi paling tidak gambar masih cukup terang. Dari segi stabilizer menurut kami belum maksimal. Videonya jater dan belum rapi saat dibawa jalan seperti ini. Sekarang kita cek kamera utamanya. Untuk video kamera utama, kondisi segelap ini bukan masalah. Gambar bisa tetap terang, bersih dari noise dengan detail yang masih tinggi. Dari segi stabilizer, saat kami coba di 30 fps, gaternya masih terlihat ya di 60 fps bisa lebih rapi, tapi menurut kami belum yang stabil-stabil banget videonya. Semoga bisa ditingkatkan lagi. Berikutnya kamera ultrawide. Untuk video kamera ultrawide saya suka banget nih karena detailnya itu masih oke di kondisi seperti ini. Noise juga minim dan gambar masih bisa terang. Setidaknya di 4K 30 fps itu aman. Saat kami coba di 60 fps, gambar masih tetap terang, detail oke, tapi kami menemukan ada sedikit pergeseran warna di 30 fps. Menurut kami lebih oke warnanya. Dari segi stabilizer mirip-mirip aja. Saat dicoba di 30 fps gaternya masih terlihat. di 60 fps videonya lebih rapi. Lanjut ke kamera telefotonya. Kemampuannya masih bersinar meski di low light seperti ini. Gambarnya terang, detail, dan bersih dari noise. Bahkan di 60 fps videonya juga tetap bisa terang. Kami juga jarang mendapati kamera telenya ini berubah jadi kamera utama yang dicrop. Jadi pengalaman telefotonya cukup konsisten. Berikutnya kita bahas fotografinya. Dari segi foto sih ini simply point and shoot aja. Hasil fotonya beres. Semua kameranya dapat diandalkan. Mau terang mau gelap itu aman. Tapi tentunya bukan berarti sempurna juga ya. Yang saya protes lebih ke urusan fundamental seperti tidak adanya opsi aspek rasio 9 bing 16. Dari semua smartphone yang kami coba tinggal Huawei aja nih yang belum merasa itu penting. Padahal ini kepakai kalau upload foto di Instagram. Enggak perlu repot framing-framing lagi. Atau kalau mau nampilin foto di layar atau format video 16 b 9 itu bisa jadi full screen. Lalu juga belum ada fitur palm gesture di sini. Padahal ini berguna untuk mode foto selfie rameai-rame. Pakai kamera ultrawide dikombinasikan preview pakai layar covernya. Ini kan kelebihan mutlak yang sulit dicapai smartphone nonfoldable tanpa palm gestur jadi agak repot aja sih. Harus pakai timer terus. Berikutnya juga kita menemukan saat lagi zooming spesifik di zoom 10 kali. Entah kenapa warnanya seperti geser sendiri di preview-nya. Pergeseran warnanya tiba-tiba begini bikin kaget aja sih kok jadi begini warnanya. Tapi yang jelas ini hasil fotonya enggak ada masalah kok di preview-nya aja. Lalu kami juga menemukan saat zooming jauh seperti ini kan ada preview kecil di kiri atas layar kan ya. Nah, entah kenapa preview-nya ini kurang akurat. Jadi titik yang ditunjuk sama hasil foto akhirnya itu agak beda. Udah itu aja sih paling. Kebetulan kita juga sempat bawa pas kita trip ke Jepang. Intinya Huawei Mate X7 ini sangat bisa diandalkan untuk foto-foto. Bisa lihat sendirilah hasilnya seperti apa. Berikutnya kita bahas fitur ekstranya. Kita coba beberapa. Yang pertama itu kita cobain True to Color Camera 2.0-nya. Untuk membuktikan seberapa akurat fotonya bisa dihasilkan, kita uji seperti ini. Bisa dilihat objek asli dengan hasil fotonya terlihat seperti menyatu. Huawei benar-benar mengusahakan apa yang kita foto semirip mungkin dengan apa yang kita lihat. Berikutnya kita juga cobain slow motion. Kita iseng nih pas lagi cobain slowo-nya di salju kemarin. Videonya jadi kayak terasa nonton dror ya. Untuk resolusinya sendiri masih mentok di 1080p belum bisa 4K di sini. Lalu fitur prob juga tersedia kita bisa pakai untuk foto maupun video dan bisa di berbagai kamera kecuali kamera selfie-nya. Untuk ISO dan shutter speed bisa kalian cek aja di layar berikut ini. Lalu ada fitur macr mode. Bisa pakai fitur ini kalau kita mau foto objek dengan jarak yang sangat dekat. Makrofotografi pakai smartphone ini adalah salah satu yang mantap banget pengalamannya. Berikutnya ada fitur AI remove dan AI based expression. Ini fitur yang bisa kita temukan di galeri bawaan Huawei. AI remove klasic ya, bisa menghapus objek yang tidak diinginkan dan akan ditambal dengan AI. Hasilnya juga lumayan rapi. Sedangkan AI based expression bisa jadi solusi kalau lagi foto orang ada yang mukanya lagi jelek atau lagi merem itu bisa diperbaiki dengan mudah. Berikutnya ada variabel aperture. Untuk kalian yang mau mengatur variabel aperture-nya secara manual, untuk saat ini masih harus lewat pro mode. Kita bisa mengatur dari f1.4 sampai f4.0. Kalau di mode auto dia akan menyesuaikan secara otomatis. Ini masih jadi fitur mahal yang belum semua flagship punya. Ya, berikutnya kita bahas apa yang masih kurang dari kameranya ini. Pertama, belum ada fitur palm gestur. Kedua, belum ada aspek rasio 9: 16 untuk foto. Lalu pergeseran warna di preview saat zoom 10 kali. Ini isu kecil aja tapi semoga bisa segera difix. Lalu zoom preview juga kurang akurat, stabilizer video di low light belum maksimal dan ini semoga bisa ditingkatkan lagi. Untuk smartphone keluaran 2026 sedikit berharap sudah bisa merekam video 8K ini masih mentok di 4K 60 fps aja. Lalu berhubung di HP Huawei ini tidak ada quick share, saat mau transfer hasil kamera ke perangkat lain, kita harus cari aplikasi alternatif untuk sharing fotonya. Misalnya bisa pakai local se gitu. Dari segi kelebihan kameranya, hasil fotonya luar biasa bagus di segala kondisi. Mau di pencahayaan apapun tinggal jepret beres fotonya. Kemudian akurasi warnanya juga mantap. Mungkin ini memang peran besar dari true to color kameranya ya. Semua kameranya juga bisa diandalkan. Baik kamera ultrawide, kamera utama, kamera tele, bahkan selfie, cover screen dan main screennya juga masih oke. Pengalaman zoomingnya juga tergolong smooth. Sekarang kamera telemakronya bisa dibilang yang terbaik yang pernah kami coba dari Huawei PuraT Ultra sampai Mate X7 ini telo Huawei itu jarak zoom-nya yang paling dekat. Ini gila banget detailnya. Kemudian dynamic range-nya oke, baik di kondisi siang maupun malam hasilnya bagus. Kesimpulannya terlepas masih ada mist sedikit di beberapa fundamental, tapi overall ini tetap smartphone foldable dengan kamera yang luar biasa. Kalian tinggal perhatikan aja keterbatasan yang ada tadi, penting atau tidak untuk kalian. Gokil sih Huawei, inovasinya tetap ngegas bahkan sampai sekarang. Salut buat Huawei. Oke, sekarang mari kita tes daya tahan baterainya dengan lokal video playback 1080p non HDR ya. Seperti biasa kita download dulu videonya ya. Untuk cover screen, baterai habis setelah nyaris 28 jam, tepatnya 27 jam 51 menit. Sementara kalau kita pakai main screen-nya tentunya ya lebih pendek ya, karena layarnya lebih lebar ya. Ee baterai habis di kisaran 23 jam 25 menit. Luar biasa bagus banget. Udah lewat dari 20 jam dua-duanya ya. Lalu untuk mainan TikTok selama 1 jam di cover screen baterai turun 6%. Di main screen baterai turun di 8%. Gensin Impact highest 30 menit di cover screen baterai turun sebanyak 10%. Sementara kalau pakai main screen baterai turun sebanyak 11% saja. Oke, sekarang kita lihat kecepatan charging-nya dengan charger 66 watt bawaannya. Kita lihat bahwa dari 0 sampai 50% itu butuh waktu hanya 20 menit. Sementara dari nol saya penuh, hanya butuh waktu 55 menit. Ini tergolong charging yang cukup kencang. Oke, untuk harganya Huawei Mate X7 ini infonya akan dijual seharga R7 jutaan. Smart Vable ini bakal resmi meluncur Indonesia tanggal 5 Maret 2026. Nah, di masa peluncurannya Huawei bakal menyiapkan promo launching dengan total benefit katanya sekitar Rp13,1 juta. Isinya itu mulai dari cashback, bank R5 juta, ada bonus Huawei Watch GT5 Pro. Yes, ada Huawei Watch-nya di sini ya. Ada juga trade in cashback Rp1,5 juta. Ada screen insurance senilai 2,6 juta dan lain-lain. Oh ya, Huawei juga membekali Mate X7 ini dengan layanan purna jual premium secara gratis mulai dari C Plus, perlindungan layar 1 tahun ya, satu kali klaim ya. Lalu ada Garansi Asia Pasifik, layanan perawatan proaktif one onone, layanan prioritas dan beberapa layanan tambahan lainnya. Detail lengkapnya itu cek di kolom deskripsi. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, walaupun main-nya dikatakan sudah lebih kuat, tetap saja ini tidak bisa dibandingkan dengan kaca normal ya. Jadi, pengguna tetap harus lebih hati-hati. Ini bukan spesifik untuk Huawei aja ya. Ini sudah basic lah untuk semua foldable yang ada sekarang. Kemudian performa SOC memang sudah meningkat dibandingkan generasi sebelumnya, tapi belum selevel dengan SOC paling modern untuk masa kini. Tapi bisa dibilang ya ini udah terlalu kencang ya untuk mayoritas pengguna ya. Lalu konektivitasnya sayangnya ini belum 5G lalu belum ada janji terkait OS update dan aplikasi Google memang belum jelas secara natif. Memang ada solusi sementara tapi kami akan menyarankan cari alternatifnya aja. Dari sini kami suka tentunya kameranya luar biasa. Menurut kami ini adalah yang terbaik untuk sebuah smartphone foldable saat ini. Lalu desainnya ini mewah dan premium. Layarnya juga keren ya, baik cover screen maupun main screen-nya. Bentuk saat terlipat juga terasa seperti smartphone normal. Exelnya solid dan mantap. Body super tipis. IP rating yang ini luar biasa sih, IP 58 dan IP9. Baterainya udah cukup awet juga. Chargingnya kencang, baik kabel maupun pakai wireless. Isi bok penjualannya juga lengkap di sini. Speaker kualitasnya mumpuni walaupun bodinya tipis ya. Jadi, Huawei kelihatannya memang sangat fokus menyempurnakan hardware dan desain untuk Mate X7 ini. Hasilnya smartphone ini berhasil menjadi sebuah foldable flagship dengan desain super mewah, layar besar yang kuat serius, exel yang solid, serta punya kamera yang mumpuni. Good job untuk Huawei yang selalu berinovasi dan rajin membawa inovasi mereka ke tanah air. Hadirnya Mate X7 ke Indonesia ini menunjukkan bahwa Huawei masih sangat serius bermain di kelas volable flagship dan masih sangat serius terhadap market Indonesia. Sekarang tinggal kalian yang menentukan apakah Mate X7 ini layak untuk dimiliki. Hm, tulis di kolom komentar. Okay.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.