Jungkat

Review HUAWEI Pura 90s Pro Max | Smartphone Paling Mantap Buat Diajak Foto Konser?! (YouTube Video)

  • 19/08/2026

Udah siap lihat kecanggihan smartphone yang satu ini? Coba kalian lihat foto konser yang ini. Cakep kan? Nah, tahu enggak kalau foto ini diambil dari jarak yang cukup jauh dan cuma pakai kamera smartphone ini ya. Ini adalah Huawei Pura 90S Pro Max. Kameranya luar biasa. Telenya 200 megapel dengan dukungan 4 kali optical zoom. Kamera utamanya 50 megapel, kamera ultrawide-nya 40 megapel. Desainnya keren dan berkarakter khas Pura series. Baterainya 6000 mAh dan beneran awet. Menariknya lagi ini HP Huwai pertama di Indonesia yang bisa 5G ya. Enggak cuma support 4G doang. Huawe bisa pakai Google enggak? Nah, sebelum kalian komentar sebaiknya pelajari dulu fakta penting soal yang Google-google-an ini. Langsung aja kita mulai review Huawei Pura 90S Pro Max. [musik] Ya, seri Pura merupakan salah satu smartphone teratasnya Huawei. Di tahun 2026 ini, Huawei merilis dua smartphone Pura terbaru ke Indonesia, yaitu Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max yang akan kita bahas kali ini. Jadi, Huawei melakukan perubahan strategi positioning untuk Pura 90 series kali ini ya. Di Pura 80 series kemarin ada Pura 80, Pura 80 Pro, dan Pura 80 Ultra. Sekarang jadi Pura 90, Pura 90 Pro, dan Pura 90 Pro Max. Tapi yang masuk resmi Indonesia cuma Pura 90 Pro dan Pura 90 Pro Max ya. Uh, dikasih yang tinggi-tinggi semua. Menurut Huawei, Pro Max ini diposisikan sama seperti ultra sebagai flagship cluster tinggi Huawei saat ini untuk kategori nonfoldable. Tapi apakah artinya ultra tidak akan ada lagi? Belum ada info ya soal itu ya. Tapi yang jelas Huawei Pura 90s Pro Max ini bisa melampaui kemampuan dari 80 Ultra kemarin di beberapa bagian. atau makan di banyak bagian ya. Langsung aja kita mulai pembahasan ini. Nah, untuk desain bahasa desain smartphone ini masih sama ya seperti pendahulunya dengan modul kamera besar berbentuk segitiga seperti ini. Tapi ada yang beda sedikit nih ya. Sekarang body smartphone ini dibuat serba flat baik di body belakang frame dan sisi depan smartphone-nya. Sedangkan tepian sudut frame-nya sendiri dibuat melengkung. Untuk material body belakangnya pakai kaca dan frame dari metal. Ini membuatnya terasa solid dan mewah saat digenggam. Di sini ada tiga opsi warna yang tersedia ya. Ada blush gold, gravite black, dan wah ini yang cakep nih, orange ocean yang saya pegang dari tadi ya. Warnanya unik nih, ada gradasi warna biru, putih, dan orange yang kalau kata Huawei warnanya terinspirasi dari sunset di pantai. Hm, sebenarnya sunset di pantai atau studionya Jagat? [tertawa] Uniknya warna ini enggak cuma tampil di back cover aja, tapi frame smartphone ini juga dikasih warna yang senada membuatnya terasa lebih keren lagi. Malah untuk saat ini cuma Huawei enggak sih yang frame-nya sampai diwarnain kayak gini? Nah, untuk dimensi tinggi 164 mm, lebar 77,1 mm, dan tebalnya di 8,1 mm. Bobotnya ada di 230 gr. Berarti bukan yang ringan-ringan amat ya. Nah, dia punya IP rating di IP68 dan IP69 yang artinya dia kedap debu, tahan ditenggelamkan, dan tahan semprotan air bertekanan tinggi. Jadi, kalau enggak sengaja kena air harusnya masih aman tapi jangan diajak berenang ya. Nah, kita lihat sisi kanan sekarang ada tombol power yang merangkap sebagai fingerprint scanner. Lalu ada tombol volume up and down garis antena. Di atas ada mikrofon, grill speaker bagian atas dan dua garis antena. Di kiri ada dua garis antena. Di bawah ada dual sim tray di sini ya. Mikrofon juga ada. Lalu ada port USBC, grill speaker bagian bawah dan dua garis antena lagi. Quality speakernya terbilang baik ya. Vokalnya terdengar jenih, trelnya memadai, dan bassnya cukup mendentum. Di sini beralih ke sisi depan ini adalah liar 6,9 inci LTPO OLED. Resolusinya 2880 * 1308 pikel. Refresh set-nya adaptif dari 1 sampai 120 Hz. Untuk brightness di indoor dia bisa mencapai 606 nitz. Sementara simulasi outdoor bisa mencapai 1090 un nitz. Nah, ada dua mode warna yang tersedia. Normal diarahkan ke 100% sRGB, Vivit diarahkan ke 100% TCIP3. Layar ini juga dilindungi dengan anti reflection dan scratch resistant K loon glass yang diklaim jauh lebih kuat dari kaca smartphone biasa. Nah, enggak cuma lebih durable, layar smartphone ini juga lebih minim pantulan cahaya ya. Lihat nih ya. Nah, terkait beasel ini sudah terlihat tipis dan simetris di keempat sisinya. Untuk always on display ini bisa nyala terususan ya. Enggak cuma 10 detikan aja. Beralih ke sisi atas layar. Di sini ada earpiece dan di bawahnya ada kamera selfie 13 megap. Bukaannya 2.0. Perkaman videonya up to 4K 60 fps. Oh ya, kamera ini sekarang autofokus loh ya. Mantap. Ada peningkatan di sini. Beralih ke sisi belakang. Kamera utamanya 50 megap RYYB Ultra Lighting HDR kamera. Ukuran sensornya 1/1,28 inci. ini udah support variable aperture bukan f1.4 sampai f4.0. Dia mendukung low fix ya yang membuat dynamic range sudah ditangkap dengan lebih luas. Ini kayaknya bakal jadi tren ya starting dari 2026 atau 2025 lah ya. Low ini akan jadi bikin hasil video dan foto jadi mantap banget. Lalu ada optical image stabilizer, ada autofokus tentunya dan perekaman video up to 4K 60 fps. Lalu di sini ada kamera telefoto 200 megapel RYYB ya. Ukuran sensornya juga besar 1/1,28 inci. Mirip seperti yang tadi juga ya. Bukanya F2.6 lumayan besar juga ada optical im stabilizer. Nah, stabilisasi kamera telefoto ini sudah lolos rating chipa 7.0 kosong yang berarti sistem stabilisasinya mampu hasilkan foto yang tetap tajam walaupun cuman pakai tangan kita aja megangnya enggak usah pakai tripod ya karena OS emang buat foto. Nah, lalu untuk autofokus tentunya ada dan dia support telefoto makro dan perkamera video juga up to 4K 60 fps. Kemudian ada kamera ultrawide 40 megap RYYB bukaannya f2.2 ini autofokus juga berkembang video lagi-lagi up to 4K 60 fps. Kemudian ada satu kamera tambahan yang disebut Huawei sebagai True to color camera 2.0. Nah, ini yang bikin warna yang ditangkap jadi lebih akurat. Fitur kamera sendiri ada banyak ya, bisa cek di tabel ini aja ya. Banyak banget. Nah, side kamera ada juga infrared blaster dan LED flash di modul kamera ini. Setup kamera tainya ini agak beda ya dari pendahulunya. Sekarang di Pura 90S Pro Max cuma mengandalkan satu kamera tele tapi resolusinya meningkat jauh. Dulunya tuh 50 megapel dan 12,5 megapel. Sekarang jadi 200 megap. Oke, langsung aja kita uji sahabat. Apa sih kameranya? Di tangan saya kali ini sudah ada Huawei Pura 90S Pro Max. Nah, sekarang saya lagi mau nyobain mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya belum pakai mikrofon exal di sini. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari atau mungkin kalau mau vlogging tanpa mikrofon exal hasilnya seperti ini. Gimana menurut kalian? Udah cukup bagus belum? Tentunya untuk kualitas audio yang lebih maksimal, terutama untuk vloggingnya serius, saya sih tetap rekomen pakai mikrofon aja. Nah, kalau kita pakai mikrofon exnal seperti ini tentunya bisa membantu juga ya kalau jarak kita dengan smartphonenya tuh jauh. Contohnya ini kita coba pakai ultra wide deh. Geser pakai ultrawide. Nah, ini jaraknya sejauh ini nih. Kalau sudah sejauh ini sebaiknya pakai mikrofon SNAL aja supaya suaranya tetap jelas. Ketika pakai mikrofon SNAL seperti tadi yang perlu diperhatikan adalah Huawei belum kasih indikator atau semacam notifikasi sumber mikrofonnya tuh diambil dari mana. Tapi untungnya ketika kita cobain hasil suaranya sih masuk dengan baik ya, enggak ada masalah. Sekarang kita lanjut ke kamera selfie-nya. Hasilnya tergolong bagus ya, detailnya sangat tinggi. Ketajamannya juga oke, warnanya juga terasa pas buat kami. Dynamic range di 30 fps aman. Area gelap terang bisa tertangkap dengan sangat baik. Kalau di 60 fps kita bisa lihat area terangnya masih terlihat over expose. Tapi untungnya wajah masih bisa ditangkap dengan baik. Stabilizer aman, videonya rapi, dan enggak terasa jater di sini. Lanjut ke kamera utama. Udah kelas flagship lah yang satu ini ya. Memang sih belum bisa 8K tapi yang penting udah bisa 4K 60 FPS dengan kualitas yang baik. Dynamic Range aman, area gelap terang terlihat dengan sangat baik. Mau itu dia 30 fps atau 60 fps, hasilnya udah mantap. Sepertinya ini efek dari sensor Lovic juga ya yang bikin dari micrange bisa ditangkap dengan lebih luas. Kita tes stabilizernya dan terbilang memadai di sini baik di 30 fps ataupun 60 fps videonya rapi dan stabil. Untuk stabilizer ini udah terbilang memadai untuk kelas flagship. Untuk kamera ultrawide hasilnya tetap mantap ya, gak jauh beda sama kamera utamanya. Buat dynamic range, area wajah terlihat agak gelap, tapi area terang bisa ditangkap dengan sangat baik. Untuk stabilizer ini sudah terbilang memadai untuk kelas flagship. Pindah ke kamera telefoto, buat video di siang hari, kualitasnya udah bagus banget ya. Gambarnya detail, boke naturalnya itu loh mantap banget. Dari Micrnya juga mantap, area gelap, terang bisa ditangkap dengan baik. Kalau di bawah jalan seperti ini masih belum rapi sih. Wajarlah untuk sebuah kamera tele. Sekarang kita lihat pengalaman mult kameranya. Kita bisa pindah antara kamera utama, ultra wide, dan telen-nya. Kalau pindah langsung ke kamera selfie saat merekam video itu belum bisa. Untuk animasi transisinya sendiri sudah terasa cukup smooth. Efek jedak saat pindah kameranya masih ada sedikit sih, tapi masih di level yang wajar menurut kami. Dari segi konsistensi warna antar kamera, setidaknya untuk kamera belakang, kamera ultrawide, kamera utama, dan kamera telefoto, kita bisa lihat warnanya udah dibuat semirip mungkin di sini. Sekarang kita masuk ke low light. Untuk kamera selfie di 30 fps kualitasnya masih terjaga. detail ketangkap dengan baik dan noise-nya juga minim. Kalau di 60 fps gambarnya sedikit lebih gelap, noise-nya mulai bermunculan dan warnanya udah agak geser nih, enggak semantap di 30 fps. Saat kita cek detail frame rate-nya di mode 30 fps, frame rate-nya ternyata turun sedikit mendekati 25 fps. Kalau di 60 fps itu aman ya, enggak ada penurunan frame rate. Dari segi stabilizer di 30 fps masih belum terlalu rapi ya. Kalau mau lebih rapi, solusinya adalah pakai aja mode 60 fps. Kalau mau dibawa jalan seperti ini. Pindah ke kamera utama. Ini sih bagus banget ya. Gambarnya bersih, detailnya terjaga, dan warnanya juga masih oke. Di sini mau 30 fps atau 60 fps bukan masalah. Frame rate juga aman baik di 30 fps atau 60 fps. Enggak ada frame drop di sini. Untuk stabilizer di 30 fps hasilnya masih terbilang cukup rapi. Tapi memang kalau mau lebih rapi lagi pakai aja mode 60 fps. Untuk kamera ultrawide di 30 fps tetap oke hasilnya. Nois-nya minim dengan detail yang mencukupi. Di 60 fps hasilnya agak sedikit lebih gelap sih. Memang dengan noise yang cukup kentara. Tapi at least overall gambarnya masih terlihat oke. Dari segi frame rate aman, enggak ada penurunan baik di 60 fps maupun 30 fps tetap stabil. Kalau dipakai jalan di 30 fps, stabilizernya belum yang super rapi sih di sini. Kalau di 60 fps baru deh bisa rapi. Lanjut ke telefoto. Di Full HD 30 fps hasilnya terbilang oke banget nih. Gambarnya cukup terang dengan detail yang baik. Tapi sayangnya kami menemukan di atas full HD 30 FPS warnanya itu bisa berubah jadi agak kehijauan kalau di pengujian kami ini. Baik di 4K30, 4K60 ataupun Full HD 60. Hasilnya ternyata mirip-mirip aja. Dan ada sedikit ceretan juga kalau di mode 60 fps ada sedikit artefak kalau HP-nya tuh digerakin. Kalau lagi diam aja sih gak ada masalah. Tapi memang tempat pengujian kami ini gelap ya. Kalau situasinya enggak segelap ini masih cenderung aman kok. Kebetulan smartphone ini juga sempat kita bawa untuk konser. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Kita lanjut dulu untuk autofokus. Kita coba di kamera utamanya. Baik 30 atau 60 fps. Respoton fokusnya cepat dan akurat. Meski di low sekalipun enggak ada masalah. Ultrawide-nya juga sama. Autofokusnya lancar bekerja dengan baik. Kalau di kamera tele ada sedikit catatan nih. Kita coba di 30 fps dan ternyata respon autofokusnya agak kurang oke. Kalau di 60 fps responnya cepat dan akurat. Untuk kamera selfie di 4K 60 fps autofokusnya agak kesulitan ya. Tapi selain itu sih aman ya. Di 4K 30 aman, full HD 30 aman. Dan di Full HD 60 juga aman. Entah kenapa di 4K60-nya aja. Nih, sekarang kita bahas fotografinya. Kalau buat foto sih ini kualitasnya enggak kaleng-kaleng ya. Mungkin yang bisa kami komplain itu cuman satu dan ini dari dulu sampai sekarang belum diberesin yaitu adalah di sini tidak ada aspek rasio 16/9 atau 9 band 16. Biasanya untuk kebutuhan upload di sosm kan enak ya kalau langsung 9 b 16. Tapi sayangnya di sini belum bisa. Terlepas dari itu hasil fotonya tuh sebetulnya udah bagus banget. Kemampuan hybrid zoom 10 kali di Pura 90S Pro Max ini sudah sangat memadai buat ambil foto. Meskipun sekarang udah gak ada mekanisme dual zoom seperti di Pura 80 Ultra dulu yang di mana optical zoom-nya tuh bisa sampai 10 kali. Nah, di Pura 90S Pro Max ini meskipun hybrid zoom tapi masih sangat bisa diandalkan. Kita juga udah coba buat portrait. Hasilnya juga terbilang rapi baik di kamera utama, tele, dan selfie-nya. Kamera tele di sini juga bisa dipakai untuk foto makro dengan hasil yang sangat baik. Nah, kita juga sempat cobain smartphone ini untuk nonton konser Bernadia di tenis indoor GBK nih. Dan hasilnya sih mantap ya. Di jarak jauh sekalipun hasilnya tetap terlihat oke. Termasuk untuk videonya ternyata masih cukup bisa diandalkan juga kok. [bernyanyi] kita semoga kuang [musik] tidu. [bernyanyi] Itu [bernyanyi] memang paling mudah. Sekarang kita lanjut bahas fitur ekstranya. Pertama ada mode pro di sini. Fitur ini bisa dipakai untuk foto maupun video. Untuk kameranya bisa dipakai itu kamera utama, kamera ultrawide, dan telen-nya. Untuk mode pro di selfie masih belum bisa. Khusus untuk kamera utama kita bisa atur aptur toolnya secara manual di sini. Dan buat pengaturan ISO dan shutter speed-nya bisa kalian cek di tabel berikut ini. Berikutnya ada fitur dual video. Fitur ini bisa bikin kita merekam dari dua kamera sekaligus. Kamera depan dan juga kamera belakang. Ada sedikit cateretan di mode ini entah kenapa tidak ada opsi aspek rasio 16 b 9. Jadi aspek rasio videonya tuh mengikuti layar smartphone-nya yang menurut kami ini terlalu lebar ya, terutama untuk kebutuhan konten sosial media. Lalu kita juga cobain fiture slow motion-nya. Opsi frame rate yang disediakan fps, ada 240 fps, dan ada 960 fps. Dan ini semua di 1080p ya untuk 4K sayangnya masih belum bisa di sini. Dan sedikit catatan juga fitur slow motion-nya hanya bisa untuk kamera utamanya aja. Untuk kamera ultra wide dan telen-nya belum bisa. Itu tadi pengujian kameranya Huawei Pura 90s Pro Max. Meski kemampuan kameranya luar biasa, tapi ini enggak sempurna ya. Masih ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Yang pertama itu belum ada opsi aspek rasio 16 b 9 atau 9: 16 baik untuk foto dan juga mode dual video. Kemudian masih ada beberapa keterbatasan untuk videografi di low light lalu tidak ada opsi untuk mematikan auto FPS. Ini yang bikin ada potensi frame rate video yang turun saat low light. Tadi sih spesifik di kamera selfie-nya. Lalu belum ada opsi 8K untuk perekaman video. Dan kamera trilnya tadi masih ada sedikit kendala di atas 1080p 30 fps, terutama di kondisi yang sangat gelap. Dari segi menariknya, jelas kemampuan fotografinya luar biasa. Mau di pencahayaan low light atau pencahayaan yang sulit seperti konser, hasilnya tuh mantap banget. Lalu kemampuan videonya memuaskan. Di kondisi low light sekalipun hasilnya udah bagus. Lalu dia juga punya variabel aperture di kamera utama. Ini masih sangat langka dijumpai bahkan di kelas flagship. Video stabilizer aktif di semua kamera dan resolusi. Lalu semua kamera bisa merekam 4K 60 fps. Semua kamera bisa autofokus dan kamera tel-nya itu bisa untuk kebutuhan makro juga. Dan yang enggak kalah keren, kamera telenya ini. Wah, natural bokenya mantap banget. Overall kemampuan kameranya sangat memuaskan ya. Ini adalah kamera yang tinggal point and shoot aja. Hasilnya tuh udah cakep, bisa diandalkan di berbagai kondisi. Mau low light juga bukan masalah, pas event seperti konser juga bukan masalah. Jadi, smartphone ini udah siap banget buat mengemadikan momen di sekitar kita. Kalau saya boleh nambahin sedikit tuh Huawei punya sesuatu yang spesial dari kameranya sih. Di mana meskipun di mode auto kita bisa mengambil foto objek bergerak dan jarang sekali blur. Entah gimana caranya Huawei itu cukup jago untuk menangkap foto objek bergerak. Sekian pengujian kameranya Huawei Pura 90S Pro Max. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, kita lanjut ke spesifikasinya. Untuknya dia pakai Kirin 9030s, RAM-nya 12 gig. Storage-nya ada yang 256 gig dan ada yang 512 GB. yang kita pakai ini yang storage-nya 512 GB ya. Untuk performa AnTutu 11 dapat R,3 jutaan. Geekbandch 6 single core 1272. Multi core ada di 4.467. Geekbandch 7 single core-nya 1114. Multi core ada di 3.987. Untuk terima qul stress test. Stability tanpa kipas ada di 98,8%. Uh, mantap ya. Tanpa kipas ini kalau dikipasin jadi 99,3%. Jadi antara bagus banget dan luar biasa bagus banget hasilnya ya. Enggak pakai kipas pun performanya udah stabil banget. Oke, langsung aja kita coba sekarang untuk main game. Kita mulai dari Mobile Legends. Langsung aja kita coba des tertinggi. Dan di frame rate itu dapatnya ultra atau 120 fps. Dimainkan pakai satu match frame rate yang dapat adalah 120 fps. Lancar baik saat jalan-jalan maupun lagi battle ya. Apa artinya AnTu tadi? Lanjut untuk Gensin Impact HS60 dimainkan selama 30 menit. Frame rate yang dapat adalah 60 fps lancar. Enggak ada frame drop-nya sama sekali. Suhu juga aman. Suhu terpanas di body belakang dan depan itu cuma 33 derajat celcius. ini langsung dapat rating S gak usah pakai dikipasin. Kita lanjut langsung ke watering waves. Setting kuatir di 60 di menit awal frame rate yang dapat fluktuatif ya antara 50 sampai 60 fps. Setelah 5 menit dimainkan frame rate jadi stabil. Hm. Aneh ya 60 fps. Tapi ini enggak berlangsung lama. Setelah 12 menit frame rate-nya naik turun antara 45 sampai 60 fps dengan sekali ada frame drop yang bisa di bawah 30 fps. Setelah setengah jam dimainkan, rata-rata frame rate ada di 57,4 fps. Lah tinggi juga tapi nih ya. Untuk suhunya sendiri sekarang ada di 43 derajat celcius, baik sisi depan maupun di sisi belakang. Kalau dikipasin, frame rate yang dapat lebih stabil dengan sesekali ada penurunan frame rate ke 45 fps. Di sini rata-rata frame rate-nya juga naik jadi 58,6 fps. Ya, kalau kita lihat dari benchmark-nya, performa smartphone ini kelihatan bukan paling kencang di kelasnya. Tapi kalau dilihat dari hasil tes gaming-nya ini sih kencang ya dan lumayan stabil pula. Nah, lanjut untuk baterainya. Sekarang kita lihat ya. Ini baterai 6000 mAh. Kita coba pengujian video playback 1080p non HDR. Biasanya kan kalau Huawei itu e kurang begitu memuaskan hasil sini. Tapi kali ini baterai smartphone-nya dites dan dia baru habis setelah 28 jam 36 menit. Ini hasil yang awet untuk baterai yang dalam tanda kutip hanya 6000 mAh. Mantap banget ini ya. Lanjut untuk scroll TikTok selama 1 jam baterai hanya berkurang 4%. Kemudian main Gensin Impact high 60 fps selama setengah jam baterai turun cuma 6% saja. Oke sekarang kita untuk charging ya. Kita pakai 100 watt Huawei Superchge. Untuk mencapai 50% butuh waktu apa? Setengah jam enggak 13 menit aja. Sementara dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 38 menit. Ini sih udah kencang banget ya. Ditinggal 13 menitnya udah kisi separuh baterainya ya. Selain itu dia juga mendukung wireless Huawei Supercharge loh. Nah, lanjut untuk konektivitas tentunya sudah 5G ya. Ini adalah smartphone Huawei pertama di Indonesia yang support 5G. Udah kekinian banget. Kami juga coba speed test dan hasilnya sudah mendekati hasil standar 5G zaman sekarang. Tentunya kecepatan 5G ini banyak syarat dan ketentuannya ya, tergantung lokasi, tergantung kondisi sinyal, tingkat keramaian, dan masih banyak lagi. Jadi beda waktu dan lokasi pengujian hasilnya bisa beda-beda. Lanjut untuk Wii bukan WiFi 6, ini Wii 7 di sini. Bluetooth-nya bukan Bluetooth 5. Ini Bluetooth-nya udah 6.0. Lalu untuk support Codex ada SBC, AAC, LDAK juga ada. Untuk NFC tentunya ada. Dan display output via USBC ah sayangnya belum bisa di sini. Nah, untuk sensor ini jelas lengkap ya, termasuk gyro hardware juga aman di sini. Nah, bicara soal aman, kita bicara sistem keamanannya. Dia pakai side mounted fingerprint scanner dan ada face unlock. Oke, untuk OS dia pakai EMUI 16. Nah, sampai video ini dibuat belum ada info resmi terkait update software dari Huawei Indonesia. Nah, seperti biasa untuk smartphone dan tablet Huawei aplikasi Google masih belum berjalan natif di sini ya. Tapi kalau misalnya nemu dan terbiasa dengan alternatifnya, saran kami mending pakai alternatifnya aja yang memang tersedia dari app Gallery-nya langsung. Kalau misalnya enggak ada di App Gallery, kita bisa download langsung lewat browser ke developernya sendiri ya. Contohnya kalau mau download WhatsApp langsung aja ke web developernya. Ada di situ. WhatsApp seperti ini pasti resminya ya. Kami sih enggak menyarankan pasang aplikasi untuk mengaktifkan Google Mobile Services di HP ini ya. Jadi kalaupun di awal ditawarin, mending enggak usah di-instal. Ada banyak cara kok untuk manfaatkan HP ini tanpa GMS. Saya sendiri pakai Pura 80 Ultra ya dan saya lebih milih untuk download dari situs web resmi app Gallery yang benar-benar app G galery-nya atau ya pakai browser aja. Kebanyakan saya pakai browser aja dan jalannya baik-baik aja sih ya. Oke, kita lanjut lagi aja ya. Ada berapa fitur yang disematkan di smartphone ini dan menarik ya. Ada AI composition. ini bisa membantu kita untuk menentukan komposisi yang tepat saat mengambil foto. Selain itu, Air Composition bisa kasih tahu kita posisi ambil foto yang tepat. Misalnya angle fotonya kurang pas. Nah, Air Composition bakal memandu kita sampai dapat angle foto yang pas. Ini lucu ya. Ini sebetulnya udah ada sejak lama loh, sejak sebelum AI dibahas dan sekarang dikembangkan lagi. Lalu ada AI Dlare. Ini bisa dipakai untuk menghapus pantulan cahaya di foto. Lalu ada AI move. ini bisa dipakai untuk memindahkan objek di foto. Misalnya posisi teman kita yang difoto itu kejauhan dari kita, kita bisa pindahkan posisi teman kita di foto biar lebih dekat sama yang lain gitu ya. Tentunya ada AI remove. Fitur ini bisa dipakai untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dalam foto. Ada AI best expression ini bisa dipakai untuk mengganti ekspresi wajah kita yang dirasa kurang sesuai dalam foto. Nah, untuk harga sampai saat video ini dibuat masih belum ada pengumuman resmi terkait harga pastinya berapa. Tetapi kata Huawei, Pura 90S Pro Max bakal dijual di harga ya sekitar Rp jutaan lah ya. Sementara Pura 90s Pro mungkin sekitar Rp15 jutaan. Nanti kalau sudah diumumkan harga resminya bakal kita update di kolom deskripsi. Nah, selama periode promo kita akan bisa mendapatkan beberapa benefit seperti misalnya bayar 256 GB dapat 512 GB untuk periode for sale. Ini beneran ya 256 dapat 512 ya. Lalu ada bank cashback Rp2 juta. Ada bonus Huawei Watchfit 4, masih ada bonus lagi. Lalu ada 1 tahun Huawei Care Plus, lalu dapat bunga 0%, B admin 0%, dan DP 0% untuk pembelian melalui Home Credit. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Perhatikan ini ya. Pertama, aplikasi Google belum bisa jalan secara natif ya, alias GMS-nya yang belum natif. Bukan berarti kalian enggak bisa buka browser terus akses service-nya Google. Bisa-bisa aja kalau gitu ya. Lalu performa SOC belum sekencang pesaingnya di kelas harga yang sama. Paling enggak untuk benchmarknya belum. Tapi kalau di gaming kok udah mirip ya. Lanjut. Untuk body terasa agak berat tapi ya ini wajar ya mengingat ukurannya memang terbilang besar ya. Mungkin bisa ya kali ya Huawei ya. Lain kali diantengin dikit lebih dekat ke 200 gr lah ya. Kemudian meskipun kemampuan kameranya luar biasa, masih ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Pastikan apakah itu penting atau tidak untuk kalian. Nah, dari segi menariknya kualitas kameranya luar biasa. Sangat bisa diandalkan untuk foto dan video bahkan di kondisi sulit seperti konser sekalipun. Support perekaman video 4K 60 fps. Wah, kenapa enggak 8K, Bang? Lah, yang ini 4K 60 fps, tapi di semua kamera rata loh ini, ya. Depan belakang ini ya. Lalu dia bisa autofokus di semua kamera. Ingat, semua kamera termasuk selfie-nya. Support 5G juga sekarang udah bukan 4G lagi. Kemampuan baterai ini awet banget. Bahkan walaupun baterainya hanya 6.000 mAh ya, ini enggak perlu sampai 7.000 udah awet banget. Kecepatan chargingnya super kencang. Bodinya juga solid saat dipegang ya. Desain. Nah, ini keren dan berkarakter. Jarang ya ada yang berani pakai desain dengan warna yang berani seperti Huawei ini. Kemudian dia punya rating IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap debu dan air ya. Huawei Pura 90S Pro Max. Menurut kami ini cocok buat yang nyari smartphone dengan kemampuan kamera kelas atas atau kelas teratas gitu ya. Kamera sangat bisa diandalkan untuk berbagai kondisi, kondisi terang, low light, atau buat kondisi pencahayaan yang sulit dan rumit seperti untuk konser. Kamera smartphone ini memang benar-benar bisa dihandelin. Bagi kami ini lebih seperti kamera dengan fitur smartphone atau mungkin kamera bersmartphone gitu ya. Menurut saya ini cocok banget dijadikan sebagai smartphone kedua karena kemampuan kameranya yang luar biasa. Pertanyaannya untuk pengguna Pura 80 Ultra apakah cocok untuk pindah ke sini? Kalau yang diincar adalah kemampuan 5G dan baterai yang lebih awet, silakan pindah ke sini. Tapi perlu diingat ya, kemampuan kameranya Pura 80 Ultra itu masih sangat mumpuni untuk tahun 2026. Kayaknya sih masih sulit dikalahkan sama yang lain ya sebetulnya ya. Nah, dan buat yang belum pernah nyobain smartphone Huawei lalu pengin ngerasain flagship-nya Huawei, ini juga cocok dengan yang satu ini harusnya ya. Pada akhirnya kalau kemampuan kamera jadi prioritas kalian buat mencari sebuah smartphone, rasanya Huawei Pura 90S Pro Max ini tetap bisa jadi pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.