Review Infinix GT 30 Pro: Gaming Kencang, Kamera Oke, Harga Terjangkau! (YouTube Video)
Ini adalah Infinix GT30 Pro. Ini smartphone gaming terbaru dari Infinix yang hm harganya lumayan terjangkau di sini. Tapi SOC-nya pakai Dimensity 8350G dan kencang banget buat gaming. Antutunya R,5 juta ya dan storage-nya habis sampai 512 GB. Yang paling penting dia punya shoulder button di sini. Jadi gaming banget yang satu ini ya. Nah, e seperti apa kemampuannya, detailnya seperti apa? Apakah benar ini HP gaming yang luar biasa? Mari cek review-nya kali ini. Infinix GT30 Pro ini andalan terbaru dari Infinix untuk smartphone gaming ya. Tahun 2024 yang lalu kita udah review pendahulunya Infinix GT20 Pro yang kencang dan sering masuk dalam rekomendasi kami. Nah, kalau kalian nonton berarti kelewat tuh tahu dong harus ngapain. Oke, apakah Infin GT30 Pro ini bisa melanjutkan kesuksesan dari GT series pendahulunya? Potensinya ada sih karena mereka menghadirkan peningkatan yang cukup signifikan. Apa saja? Nah, kita akan bahas ya. Tapi kita mulai dari paket penjualan terlebih dahulu. Nah, di sini ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah langsung terpasang. Lalu ada charger 45 watt fast charge ya. Jadi ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Kabel USB type C juga ada di sini. Lalu ada soft case, ada sim tray ejector dan paket dokumen. Jadi paket penjualannya terbilang cukup lengkap. Smartphone ini terlihat lebih kalem ya dari pendahulunya. Tidak terkesan ramai tapi ini tetap menampilkan kesan smartphone gaming. Infinis menyebut desain ini sebagai meca design with mechanical light waves. Ya, di bagian belakang ini masih ada LED lighting-nya, tapi ini dibuat lebih sederhana. Selain itu, modul kameranya juga dibuat lebih kecil berbentuk persegi panjang dengan aksen berwarna hijau di sekelilingnya. Beralih ke frame, ini menggunakan desain flat dengan sudut rounded seperti ini. Untuk material, body smartphone ini pakai polikarbonat untuk back cover dan frame-nya. Untuk opsi warna ada tiga, dark flare, blade white, dan yang kami pegang ini adalah shadow. Smartphone ini juga dilengkapi dengan rating IP64 ya, jadi kedap terhadap debu dan aman dari cipratan air. Kena hujan tipis-tipis masih aman. Kalau dicemplungin dalam air ya tentu belum bisa. Untuk dimensi tinggi 163,7 mm, lebar 75,8 mm, dan ketebalan di 7,99 mm. Lalu untuk bobotnya sekitar 180 gr. Jadi masih tergolong ringan dan tidak tebal. Nah, di sisi kanan di sini ada tombol power, volume up and down, dan dua buah tombol sentuh yang disebut GT Trigger. Lalu di atas ada lubang mikrofon, infrared blaster, dan grill speaker. Di kiri ini kosong ya. Di bawah ada SIM tray 2 nano SIM, lalu ada lubang mikrofon, port USBC, dan grill speaker. Nah, untuk kualitas speakernya kami bilang udah tergolong oke. Separasinya lumayan berasa. Sayangnya di volume tinggi suara jadi agak pecah dan trael bisa terasa tajam. Jadi saran kami volume sebaiknya jangan diatur ke tingkat yang terlalu tinggi. Sekitar 70-an% itu masih terasa cukup lantang dan suara tidak terlalu pecah. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,78 inci AMOLED. Resolusinya 1,5K ya katanya ya. Ini 2720 * 1224 piksel. Refresh rate up to 144 Hz. Adaptif dari 60 Hz sampai 120 Hz. Sedingit catatan kami belum bisa menemukan skenario di mana layar dapat berjalan di 144 Hz. Nah, dia bisa always on display hingga 10 detik. Nah, AOD ini sebetulnya bisa menyala terus ya, alias always on, tapi hanya saat charging saja. Nah, lanjut untuk brightness. Dia diklaim bisa mencapai 1600 nits untuk high brightness mode. Berdasarkan pengujian kami, layar smartphone ini memiliki tingkat kecerahan di kisaran 720 nits di kondisi normal dan bisa mencapai 1845 nit untuk simulasi dalam kondisi outdoor. Jadi, claim Infinix terbukti di sini. Sementara untuk peak brightness yang diklaim itu bisa nyampai 4.500. Kami enggak nguji ya, karena tingkat brightness tinggi ini harusnya hanya untuk titik kecil di layar saja. Nah, untuk color gambut diklaim bisa mencapai 100% di CP3. Di sini terdapat dua mode warna. Ada original color dengan gamut coverage 99,2% di CP3 dan gambut volume di 126,9% di CP3. Lalu ada bright color dengan gambut coverage di 97,3% di CP3 dan gambut volume di 113,6% di CP3. Sayangnya di sini belum ada mode warna yang mendekati 100% sRGB yang akan lebih cocok kalau kita mau tuning warna untuk foto atau video pada smartphone ini. Tapi dengan lir yang gonjreng ini, pengalaman menikmati konten dan main game di smartphone ini jadi makin asik ya. Nah, untuk layar sudah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 7i. Sertifikasi TUV low blue light certification juga didapatkan di sini ya. Dan layar ini juga dilengkapi dengan in display fingerprint scanner. Base layar ini udah terhalong tipis dan simetris untuk empat sisinya. Nah, di basel atas layar ini ada earpiece. Lalu ada juga kamera selfie yang ditempatkan dalam sebuah punch hole. Nah, ini adalah kamera 13 megapixel bukan F2.2 Fixed Focus. Perekaman videonya up to 4K 30 fps. Oke, kita beralih ke sisi belakang. Untuk kamera utamanya ini 108 megap F1.89 autofokus perekaman video sampai dengan 4K 60 fps. Lalu dia masih punya kamera ultra wide juga 8 megap f2.2 2 field of view 111,4 derajat autofokus. Jadi, baik kamera selfie maupun kamera utama support perekaman hingga 4K ya di sini ya. Dan ultrawide-nya juga tetap bisa merekam di atas full HD. Jarang-jarang loh di kelas harganya ada smartphone dengan perekaman video di atas 1080p di semua kameranya. Ditambah lagi kamera ultrawide-nya kan sudah autofokus. Lalu di sini juga ada dual LED flash. Dan untuk fitur-fitur kameranya ini dibaca aja deh ya. Dia dibaca aja di sini lengkap fitur-fitur kameranya. Kita masuk ke spesifikasi internalnya. SOC-nya pakai Mediatch Density 8350 Ultimate. SOC ini spesifikasinya mirip banget dengan dimensi 8300 yang terkenal kencang itu untuk RAM dan storage RAM 8 GB dengan storage 256 GB yang kita uji nih ya. Dan ada juga yang RAM 12 GB dengan storage 512 GB. Untuk RAM dia pakai DDR 5X dan storage menggunakan UFS 4.0. Wow, kencang. Untuk baterai 5.500 mAh dengan 45 watt fast charge. Untuk wir chargingnya dia 30 wat dan untuk reverse wireless charging dia bisa 5 watt. Nah, ini fitur-fitur yang sulit dilawan oleh kompetitornya ya. Karena fitur wireless charging saja masih sulit kita temui di kelas harganya. Kalaupun ada itu ya dari Infinix sendiri dan smartphone ini juga bisa reverse wireless charging. Coba smartphone mana lagi yang punya fitur ini di kelas harga segini. Nah, untuk sensor-sensor ada asalometer, ada e-compass, ada gyroscope tentunya, ada light sensor, ada proxyim sensor dan inisplay fingerprint jadi lengkap. Untuk kektivitas ya 2G, 3G, 4G, dan 5G bisa. Ini kan Sus-nya sudah bisa mendukung 5G jadi sudah kekinian banget. Wiin-nya Wii 6, Bluetooth-nya versi 5.4 dan kalau Codex ini lengkap ya sampai Qualcom X juga ada, LDAG ada, LHDC juga ada. Untuk NFC-nya ada tentunya di sini. Lalu dia juga support FM radio. Nah, untuk menggunakannya kita perlu menghubungkan earphone ke smartphone melalui port USBC ya. Kemudian untuk USB tentunya sudah OTG dan infrared blaster ada di sini. Nah, untuk output display lewat USBC sayangnya belum didukung. Nah, untuk security dia punya indisplay fingerprint scanner dan face unlock juga. OS dia menggunakan XOS 15 berbasis Android 15. Infinit menjanjikan update Android dua kali dan 3 tahun untuk security update-nya. Lumayan ya. Nah, untuk aplikasi third party kami bisa bilang ini terhitung minim dan ini bisa juga kita uninstal kalau tidak dibutuhkan apa iklan. Selama kami menggunakan smartphone ini kami belum menemukan adanya iklan sama sekali ya. Setidaknya sampai smartphone ini selesai diuji. Nah, untuk fitur-fitur OS-nya ada banyak ya. Di sini ada Infinix AI yang terdiri dari banyak fitur juga seperti Folx Voice, voice assistant bawaan dari Infinix. Ada vox smart touch yang bisa mengekstrak teks dari gambar dengan mudah. Ada call assistant yang bisa merangkum percakapan kita saat telepon seluler ke dalam bentuk teks. Di sini juga ada real time translator yang bisa menterjemahkan bahasa dari lawan bicara kita seperti ini nih. Hei, nanti kita pergi minum bareng yuk. Kamu mau minum kopi atau teh? atau mungkin kamu mau makan seperti nasi goreng atau yang lainnya. Chicken noodles good. Nah, fitur ini juga bisa digunakan di aplikasi Saosm ya. Caranya kita perlu menyalakan fitur social assistant terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa teleponan ataupun video call dengan bahasa masing-masing di aplikasi sosial media kita. Kemudian ada translation assistant yang bisa membantu kita menerjemahkan dokumen atau website dengan mudah seperti ini. Dan ini support bahasa Indonesia loh. Nah, ada juga writing assistance yang bisa membantu kita menulis ulang teks dengan gaya bahasa yang berbeda. Fitur ini juga bisa membantu kita merangkum isi artikel dengan mudah seperti ini nih. Lihat nih. Tuh, bisa kan? Lalu ada recording summary seperti namanya. Fitur ini bisa memberikan kita rangkuman dari rekaman suara. Lalu ada AI wallpaper generator seperti namanya. Fitur ini juga bisa menggenerate wallpaper dengan perintah teks. Kita juga bisa menginputkan foto kita untuk dibuat wallpaper seperti ini. Nah, ada banyak style yang bisa digunakan, Meka, games, dan masih banyak lagi. Nah, kalau untuk circle tu search tentunya bisa juga. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian performa. Nah, smartphone ini punya high performance mode yang bisa diakses dari setting baterai. Jadi, pengujian benchmark kali ini kita akan pakai mode yang tadi itu. Oke, kita langsung masuk ke Antut 210 aja. Nah, di sini kalau high performance mode-nya kita off-kan, kita dapat Rp1.458.207. Sementara kalau kita on-kan, kita dapat Rp1.463.892. Agak naik dikit di sini, ya. Lalu kalau high performance mode-nya di-on plus dikasih kipas, kita bisa dapat Rp1.501. 501.628 naik lagi tuh ya. Lanjut untuk Gig 6. Untuk high performance mode off kita dapat single core 123 dengan multiore 4.220. Untuk high performance mode on kita dapat single core di 1404, multiore di 4372. Dan kalau high performance mode on plus kipas kita dapat single core di 1395 dengan multiordi 4.400. Lanjut lagi ke trim whel stress test. Kita stress ini HP ya tanpa kipas. Kita lihat kalau kita pasang high performance mode-nya di off, base scor-nya 10.178, low score di 9.685 dengan stability di 95,9%. Ini udah sangat stabil walaupun tanpa kipas. Nah, kalau high performance mode-nya di-onkan base score-nya itu naik ke 10.812 dengan lowest score di 9.370. Jadi, stability-nya ada di 86,7%. Jadi, saat high performance modyalakan, base score yang diperoleh bisa sedikit lebih tinggi dengan stabilitas yang masih lumayan lah ya. Jadi kalau mau performance-nya lebih tinggi, nyalakan aja high performance mode-nya. Lanjut untuk 3DMAX Linksot Extreme Unlimited Open GL graphic skor-nya di 19.684. Untuk GFX Bench Manhattan 3.1 1080p offsreen dapat 197 FPS. Sementara untuk car 1080p off screen 103 fps. Kita lanjut ke gaming. Untuk mendapatkan performa tertinggi saat main game, kita akan tes gaming dengan setting high performance mode dinyalakan. Opsi performaan di overlay juga kita atur ke performance. Kita mulai dari subway servers dulu. Ini bisa jalan lancar di 120 fps dengan catatan kita perlu menaikkan setting refresh set layar ke high terlebih dahulu agar refresh set layar bisa jalan di 120 Hz. Lalu Mobile Legends. Di sini setting ultra dengan frame rate ultra sudah langsung terbuka dan saat dimainkan game ini bisa jalan di 120 FPS dengan mulus dan lancar. Lanjut untuk PUBG Mobile. Menariknya opsi 120 FPS juga sudah langsung terbuka di sini. Jadi, kita bisa menikmati game ini dengan refresh rate yang tinggi. Biasanya opsi 120 ini cuma ada di smartphone-sartphone kelas atas, tapi ini langsung terbuka. Nice banget. Nah, saat dimainkan, game ini juga bisa jalan dengan mulus di 120 fps. Di game ini kita juga bisa menggunakan GT Trigger yang ada di smartphone ini. Ya, secara default fungsi tombol yang kanan akan untuk menembak dan yang kiri untuk scope ya. Tapi kalau pengin tombol jadi custom ini bisa juga kita pakai menu overlay yang satu ini. Nah, kalau untuk GER bagaimana? Ah, aman. Ini udah presisi lah gyrironya ya. Kan kita pakai hardware based gyro. Oke, mari kita lanjut lagi dengan watering waves. Langsung aja kita sikat game ini dengan setting quality 60 fps selama setengah jam. Hasilnya frame rate yang didapatkan ada di kisaran 50 sampai 60 fps. Bahkan saat battle dan visual effectnya lagi ramai, kami mendapatkan penurunan FPS ke kisaran cuma 35 sampai 40 fps saja. dengan catatan setelah mendekati menit ke-30 kami menemukan jika FPS akan terkunci di 40 fps dan ini bertahan sampai akhir pengujian. Sepertinya ini adalah salah satu cara infinis untuk mengendalikan suhu smartphone ini. Saat kami cek suhu permukaannya terlihat jika suhu bagian belakang itu hanya mencapai 42 derajat Celcius di area dekat modul kamera. Jadi ini angat-angat doang belum masuk kategori yang kepanasan. Menariknya panas di cover ini dapat disebar dengan baik di sini ya. Nah, lanjut ke bagian layar. Suhu terlihat hanya mencapai 42 derajat Celcius aja. Dan ini adanya dekat modul kamera selfie. Lagi-lagi ini aman banget. Oke, kita lanjut ke Gensin Impact dengan standar seperti biasanya selama setengah jam dan setting di high 60 fps. Hasilnya 15 menit awal frame rate-nya itu ada di kisaran 50 sampai 60 fps. Saat sini lagi ramai dengan skill dan ulti dipakai semua, frame rate hanya turun ke kisaran 45 sampai 50 fps. Lalu setelah 15 menit kita menemukan adanya limitasi yang membuat game ini hanya berjalan di kisaran 45 fps. Sepertinya ini karena suhu smartphone-nya sudah mulai panas. Nah, saat kami coba cek suhu permukaannya, suhu belakang terlihat menyentuh angka 46 derajat Celcius dan di bagian layar juga sama di 46 derajat Celcius. Suhu segini sih masih angat-angat aja ya. Kemudian kita lanjutkan pengujian hingga 30 menit dan kita cek suhu permukaannya. Hasilnya suhu backover terlihat menyentuh 50 derajat celcius. Sementara bagian layar suhu terlihat ada di kisaran 48 derajat celcius. Nah, kalau kayak gini sih tergolong panas. Jadi langsung aja kita tes main game ini pakai kipas. Hasilnya frame yang didapatkan ada di kisaran 55 sampai 60 fps sampai akhir pengujian. Terlihat ya supaya bisa main dengan tenang tanpa frame drop dan jari-jari lebih nyaman, kami sarankan pakai fan grip aja, pakai kipas aja. Nah, untuk rankingnya S minus tanpa kipas. Kalau pakai kipas dia ada di ranking S. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kamera ya. Di tangan saya kali ini sudah ada Infinix GT30 Pro. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Tapi seperti biasa sebelum kita mulai pengujian kamera yang kita cek adalah kemampuan mikrofonnya dulu ya. Di sini saya tidak menggunakan mikrofon eksternal jadi ini mikrofon langsung dari smartphone-nya. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri bagi saya ini sudah tergolong oke ya. Suara background mungkin masih dapat terdengar tapi setidaknya suara vokal kita terdengar dengan jelas. Dan juga di sini Infinix sudah menyertakan dual mikrofon di smartphone ini. Jadi kalau misalnya salah satu mikrofonnya ketutupan seperti ini, setidaknya masih ada backup dari mikrofon yang satunya lagi. Oke, sekarang langsung saja kita mulai pembahasan kameranya. Let's go. Oke, kita mulai dari kamera selfie-nya dulu ya. Di sini video yang dihasilkan sudah stabil bahkan di resolusi 4K sekalipun. Ini salah satu yang kami komentari dari kamera GT20 Pro yang kemarin dan di sini sudah diperbaiki oleh Infinix. Nice. Kemudian dari segi kualitas bagi kami ini sudah oke. Detailnya dapat dengan ketajaman yang pas. Lalu untuk kemampuan range videonya ini standar. Bagian background red over expos tapi enggak sampai hilang juga. Dan bagian wajah juga masih dapat terlihat dengan jelas di sini. Tapi ini di kondisi pencahannya yang ekstrem ya. Karena kalau dibawa ke kondisi yang normal di bawah langit seperti ini hasilnya aman-aman aja. Lanjut ke kamera utama. Di sini videonya juga sudah stabil bahkan di resolusi tertingginya yaitu 4K 60 fps. Nice. Ini juga salah satu peningkatan dari generasi sebelumnya di mana resolusi 4K60-nya masih terasa gempa. Lalu untuk kualitas videonya sendiri bagi kami ini sudah tergolong oke dengan detail dan ketajaman yang pas. Kemudian untuk kemampuan dnamic range videonya gimana? Beres. Bahkan di kondisi pencahan yang ekstrem sekalipun. Menariknya lagi ini kami tesnya di mode auto, gak pakai mode HDR sama sekali karena di GT30 Pro ini tidak ada opsi HDR-nya. Jadi secara default hasilnya udah langsung kayak gini. Nah, sekarang kita masuk ke ultrawide. Iya, GT series sekarang udah ada kamera ultrawide-nya. Ini juga salah satu hal yang kami request di GT20 Pro yang kemarin dan sekarang udah ada ya. Menariknya lagi, Infinix langsung ngasih ultrawide autofokus di smartphone-nya ini. Jadi, ini bukan ultrawide yang asal ada doang ya. Good job Infinix. Lalu, soal kestabilan videonya, ini juga udah stabil hingga resolusi tertingginya. Jadi, semua kamera dan semua resolusi di smartphone ini sudah stabil semua. Keren Infinix. Lalu untuk kualitasnya sendiri ini juga sudah tergolong. Oke, detail memang belum sehebat kamera utamanya, tapi wajar untuk kelas harganya. Tapi menariknya kamera utama dan ultrawide di smartphone ini punya warna yang lumayan konsisten menurut kami. Nice. Lalu untuk kemampuan micrange video ini juga sudah tergolong oke meski di kondisi pencain yang ekstrem sekalipun. Beralih ke malam hari untuk kamera selfie di sini kualitasnya sudah mulai menurun ya dan noise di video juga sudah mulai terlihat. Setidaknya video yang dihasilkan masih terang dan minim jater. Tapi apakah frame drop? Enggak. Ini aman ya. Enggak ada frame drop sama sekali. Untuk kamera utama di sini kualitas videonya juga sudah mulai berkurang. Tapi setidaknya video yang dihasilkan masih cukup terang bahkan di 4K60 sekalipun. Dan di sini kami juga tidak menemukan adanya frame drop bahkan di resolusi tertingginya. Nice. Lalu untuk kamera ultrawide di sini kualitasnya juga sudah mulai berkurang. Jadi kami sarankan pakai kamera utamanya aja untuk perekaman video. Oke, sekarang kita bahas hasil foto-foto dari kamera smartphone ini. Bagi kami, kamera smartphone ini sudah sangat oke untuk mengabadikan momen sehari-hari. Mau itu kita pakai kamera selfie, kamera utama, maupun ultrawide, hasilnya sudah sangat oke kok. Bahkan di low, kamera smartphone ini juga masih dapat kita andalkan untuk menjepret sekitar kita atau mau dipakai buat selfie, ini juga masih bisa diandalkan. [Musik] [Tepuk tangan] Oke, kita lanjut lagi untuk fitur-fitur ekstra. Di sini ada fitur pro untuk foto yang memungkinkan kita untuk mengatur manual shutter speed dari 1/1500 sampai 30 detik dan juga ISO dari 100 hingga 6.400. Kemudian ada slow motion yang bisa merekam sampai 1080p 240 fps. Kemudian ada dual video yang bisa digunakan dengan layout seperti ini atau juga bisa digunakan seperti ini ya. Untuk hasil videonya ini bisa sampai 1080p 30 fps. Sayangnya fitur ini belum dilengkapi dengan electronic image stabilization, jadi videonya agak gempa. Lanjut lagi. Di sini ada boke video yang bisa digunakan di kamera selfie dan juga kamera utamanya dengan catatan fitur ini belum dilengkapi dengan Ace ya. Kemudian ada Skyshop. Ini adalah fitur yang sering kita jumpai di smartphone dari Trension Holding yang berisi filter-filter langit. Ada langit cerah, pelangi, aurora, dan banyak lagi. Oke, itu dia tadi hasil pengujian kamera dari Infinix GT30 Pro. Jadi meskipun ini adalah smartphone gaming, bukan berarti hanya fitur gaming dan kemampuan untuk gaming saja yang diperhatikan oleh Infinix di smartphone ini. Tapi dari sisi kamera juga turut diperhatikan. Entahnya itu, hal-hal kecil yang kami komentari dari GT20 Pro yang kemarin juga sudah diperbaiki oleh Infinix di sini. Contohnya saja SKB saat merekam video. Di mana kalau kita merekam video dengan mode HDR, stabilizernya akan mati. Begitu juga sebaliknya. Tapi sekarang kita udah bisa merekam video dengan tenang tanpa pusing harus milih. Mending nyalain ADR atau enggak ya gitu. Lalu hadirnya aspek rasio 16 b 9 di mode foto yang di generasi sebelumnya belum ada. Dan terakhir peningkatan yang paling berasa dari pendahulunya yaitu sudah hadirnya kamera ultrawide. Kemudian kalau ditanya pada kami apa yang kurang dari kamera smartphone ini? Yang pertama yaitu belum adanya opsi perekaman 60 fps di kamera selfie. Padahal di GT20 Pro yang kemarin ada loh. Kemudian belum ada composition guide saat merekam video. Ayo N Infinix, grid aja cukup kok. Lalu sedikit berharap adanya stabilizer untuk mode di videonya. Kemudian dari sisi menariknya yang pertama yaitu videonya yang sudah stabil di semua kamera dan juga semua resolusi. Lalu kemampuan damic range video yang tergolong baik, kemampuan foto juga terbilang baik dan juga GT trigger yang bisa digunakan sebagai tombol shutter. Yang ketika tombol ini dihold, kita akan masuk ke bars mode. Dan untuk bars mode ini bisa menjepret hingga 20 foto sekaligus. Oke, sekian dari saya. Kita lanjut lagi ke pembahasan selanjutnya ya. Lanjut lagi kita tes daya tahan baterainya. Dengan local YouTube playback 1080p ya, kita bisa dapatkan bahwa baterai habis setelah 21 jam 30 menit. Wow, ini meningkat ya dari GT20 Pro yang hasil lokal video playbacknya itu ada di kisaran 17 jam. Jadi, nambah 500 mAh-nya ee lumayan juga ya, berasa banget ya atau sistemnya yang berubah karena ini peningkatannya lumayan jauh. Lanjut lagi untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR 30 menit, baterai berkurang 3%. Untuk swipe-swipe TikTok selama setengah jam, baterai turun 4%. Untuk main Gensin Impact di HS60 selama setengah jam, baterai turun 16%. Nah, untuk charging di sini kita lihat ya, dari 0 sampai 50% baterai terisi dalam waktu 22 menit saja. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 51 menit. Ini hasil yang udah lumayan banget ya. Apalagi kan baterainya juga bukan baterai kecil. Ini baterai 5500 mAh. Ngecasnya di bawah 1 jam udah oke banget. Lanjut untuk pengujian lainnya. Netflix sudah Wif L1 tanpa dukungan HDR. Untuk YouTube dia udah support pemutaran video 4K 60 FPS dan HDR ya. Untuk heptic feedback untuk mesin gitarnya Infinish pakai Xis Motor. Saat ngetik getaran dihasilkan tuh terasa agak lemah ya tapi tetap nyaman untuk mengetik. Kalau tanya Wii sharing bisa atau tidak? Tenang, di sini bisa WiFi sharing. Untuk menggunakannya kita hanya perlu menyalakan mobile hotspot saat terhubung ke jaringan Wii. Oke, untuk harganya si GT30 Pro ini untuk versi 8256 itu ada di Rp3.999.000. Lalu untuk yang 12512 itu harganya di Rp4.699.000. Tapi ada juga Infinix GT30 Pro Gaming Beast Edition. Harganya untuk 8256 ada di Rp4.399.000. Sementara untuk yang 12512 ada di Rp4.990. Rp999.000. Ini adalah edisi khusus yang dalam paket penjualannya ada GT30 Pro Dark Flare, GT Mac Charge Cooler, GT Mac Case, dan ada Onic Jersey. Ini urusan gaming kayaknya serius banget ya. Oke, kita langsung masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, suhunya itu terbilang panas di beberapa game, tapi ini wajar untuk performa yang kencang. Selain itu, ini juga bisa diatasi dengan menggunakan pendingin smartphone saat kita bermain game. Lalu, meskipun refet layar adalah 144 Hz, tapi kami belum nemu skenario di mana layarnya bisa jalan di 144 Hz. Kemudian di sini tidak ada slot micro SD. Untungnya storage-nya itu udah terlalu besar, apalagi ada opsi 512-nya juga. Kemudian meski meningkat dari pendahulunya, tapi daya tahan baterai smartphone ini masih sedikit di bawah harapan kami sebetulnya. Lalu untuk always on display itu baru bisa 10 detikan kecuali kalau dipakai nge-charge ya. Lalu di sini tidak ada port 3,5 mm untuk earphone. Jadi untuk yang memain game pakai headset dan mau bebas delay harus pakai adapter khusus. Dari si kelebihannya ini adalah satu smartphone paling kencang untuk kelas harganya. Lalu ingat ini ada GT Trigger. Ini gaming banget dan dia juga punya fitur bypass charging. Lagi-lagi ini gaming banget. Gaming esports juga jalan 120 fps nih. Kita coba di Mobile Legends dan PUBG Mobile bisa 120 fps. Lalu lucunya dia masih support perekaman video hingga 4K di kamera selfie dan kamera utama. Padahal katanya HP gaming. Lalu perekaman video juga stabil di semua kamera. Dia punya opsi storage yang 1/2 TB bisa wireless charging, support reverse wireless charging. Hardware gyonnya juga mantap. Lalu desainnya ini lebih kalem dari pendahulunya walaupun tetap gaming juga. Paket penjualannya lengkap, jaminan update-nya 2+3, lalu dia punya IP rating di IP64. Ya, terlihat ya kalau Infinix GT30 Pro ini memang punya banyak peningkatan dari pendahulunya. Bukan cuma dari performa saja ya, kamera dan daya tahan baterai juga terlihat lebih baik. Smartphone ini kami rasa bisa jadi allrounder yang menarik di kelas harganya. Lalu smartphone ini cocoknya untuk siapa? Tentunya ini akan cocok untuk yang sedang mencari smartphone gaming yang kencang di kisaran Rp4 juta. Gaming dengan setting grafis apapun bisa dilibas dengan mudah di smartphone yang satu ini. Mobile Legends setting rata kanan lancar banget. PUBG Mobile 120 FPS terbuka di sini. Gensin Impact H60 lancar juga. Kalaupun bukan untuk digunakan gaming dengan performa yang kencang serta ada sourch yang besar bahkan ada opsi 512 itu membuat smartphone ini jadi cocok untuk pemakaian jangka panjang. Mungkin 2 3 4 tahun masih oke harusnya ya. Nah, untuk pengguna GT20 Pro apakah layak untuk upgrade ke sini? Menurut kami ya. Karena di generasi baru ini kita bukan hanya mendapatkan peringan performance yang signifikan, tapi juga ada tahan baterai yang bisa dibilang jauh lebih baik. Selain itu, ada beberapa hal yang kami bilang dulu tuh perlu diperhatikan dari si J220 Pro dan diperbaiki Infinix di sini. Mulai dari hadir kamera ultrawide, kemampuan perekaman video yang lebih baik, bahkan di sini kita bisa merekam video 4K di kamera depan dan belakang dan stabil juga semua kameranya. Jadi lebih mantap ya. Pada akhirnya kita harus bilang ya terima kasih banget kepada Infinix karena udah menghadirkan sebuah smartphone yang beneran gaming ya dan kencang juga di kelas harga yang terjangkau. Saya D Irfan Jaka Dibo TV.
