Jungkat

Review Infinix Note 60 Pro | Naik Kelas, Pakai Snapdragon, Premium, Kaya Fitur (YouTube Video)

  • 20/02/2026

Infinix Note naik kelas lagi bahkan SOC-nya pakai Qualcom Snapdragon. Ya, ini adalah Infinity Pro. Beda dengan pendahulunya yang Note 50 Pro, smartphone ini sudah hadir dengan dukungan 5G. Naik kelas kan ya. Tapi bukan cuma itu aja aspek yang membuat smartphone ini naik kelas, SOC-nya tentunya jauh lebih kencang. Sekarang pakai Snapdragon 7S Gen 4. Baterainya juga gede, 6.500 mAh. OS langsung pakai basis Android 16. Enggak ketinggalan ada active matrix display di body belakangan dari smartphone ini. Jadi penampilannya beda aja. Menarikan lagi, Infinix tetap mempertahankan berbagai hal yang menarik yang sebelumnya udah ada di Note 50 Pro seperti frame metal, body belakang premium, serta layar AMOLED yang berkelas. Oke, mari kita kupas tes smartphone baru dari Infinix ini. Ya, Infinix terbilang konsisten ya menghadirkan lini note mereka di Indonesia. Ini adalah lini yang terbilang menarik karena berkali-kali produk dari lini masuk ke rekomendasi smartphone yang kami buat. Ya, Infinix Note ini biasanya menawarkan kombinasi spesifikasi dan fitur yang mumpuni dengan harga yang terbilang menarik. Tapi kalau kata Infinix untuk smartphone ini, it's note what you think. Nah, jadi sepertinya memang ada perubahan besar nih ya. Langsung aja kita mulai pembahasan smartphone ini yang katanya redefin expectation mulai dari pembahasan paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone lengkap dengan screen protektor yang sudah terpasang. Lalu ada kabel USBA 2C dan tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini ada charger 90 wat di dalamnya. Kemudian ada hard case dengan magnetic ring, sim tray ejector, dan paket dokumen. Selain itu ada juga bonus paket perdana aksis di dalam paket penjualan smartphone ini. Nah, untuk desain Infinix Note 60 Pro ini memang terlihat cukup berbeda dari Note 50 Pro. Tapi secara umum bahasa desain yang digunakan masih mirip loh. Body belakang masih menggunakan warna dan tekstur lembut yang serupa dengan Note 50 Pro. Setidaknya untuk opsi warna yang kami gunakan dalam pengujian ini. Yang satu ini menghadirkan kesan premium. Lalu desain modul kamera juga masih menggunakan konsep yang serupa walaupun kali ini dibuat melebar ya seperti ini ya. Secara umum masih ada hal yang memberikan gambaran kalau smartphone ini adalah penerus dari Note 50 Pro. Nah, terkait perbedaannya smartphone barunya terlihat punya sudut yang lebih melengkung. Jadi walaupun sama-sama mengusung gaya serba flat, smartphone ini masih akan terlihat cukup berbeda dari pendahulunya. Oh ya, kalau untuk opsi warna yang kami gunakan ini disebut sebagai Miss Titanium. Selain itu ada juga opsi deep ocean blue, solar orange, dan moca brown. Nah, body belakang smartphone ini menggunakan polikarbonat. Sementara untuk frame dia pakai aluminium dong. Untuk rating ketahanan terdapat air dan debu ada IP64. Jadi amanlah kalau keujilan tipis-tipis. Untuk dimensinya tinggi 162,37 mm, lebar 77,17 mm, ketebalan di 7,45 mm, bobotnya sekitar 2011,7 gr. Ini terbilang relatif ringan kalau melihat kapasitas baterainya yang besar banget. Sekarang mari kita lihat apa saja yang ada di sekeliling body smartphone ini. Di kanan ada hard rate sensor. Hmm, ada tombol power dan volume up and down. Di atas ada mikrofon, ada infight blaster, dan ada speaker. Di kiri ada tombol one tab yang bisa diatur fungsinya. Misalnya untuk buka app tertentu, screenshot, mute, dan lain-lain. Di bawah ini ada SIM tray. Ini untuk dua nano SIM ya. Lalu ada mikrofon, USBC, dan ada speaker. Terlihat ya. Ada beberapa plastic tab di sekeliling body smartphone. Ini menandakan kalau smartphone ini memang pakai frame metal. Ada dual speaker di smartphone ini. Bahkan ini mengusung label sound by JBL. Nah, bagaimana kualitas suaranya? Secara umum suara yang diaskan terasa lebih dominan di mid ya. Bass dan trble memang agak kurang di sini. Untungnya setidaknya suara yang dihasilkan itu terasa rapi. Di sini separasi juga memang masih belum yang luar biasa mantap. Dan kedua speaker ini memang bukan yang terasa spesial mengalahkan e kelas-kelas flagship, tapi sudah sangat mencukupi. Kalau mau sedikit find tuning untuk output suara dari speaker smartphone ini, ada menu DTS sound di menu pengaturan yang bisa kita gunakan. Di sini ada opsi mode suara yang aktif serta ada equalizer 5 band. ini tidak akan mengubah kuota suara secara drastis, tapi setidaknya bisa sedikit fine tuning lah. Beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,78 inci 1,5K ultra HDR display. Panelnya AMOLED, resolusinya 1,5 tadi ya, 2.64 * 128 piksel. Refresh rate-nya up to 144 Hz adaptif. Secara standar di home screen dan berbagai aplikasi, refresh setnya hanya bisa naik turun 60 Hz sampai 120 Hz. Setidaknya udah benaran adaptif. Kalau mau merasakan 144 Hz, cara yang paling mudah adalah mengatur refresh rate ke high. Kemudian kita atur manual refresh set maksimal untuk aplikasi yang mendukung ke 144 Hz. Oh ya, di setting high ini pun saat tidak ada aktivitas di layar, refresh rate itu tetap bisa turun ke 60 Hz. Layar ini menggunakan Gorilla Glass 7i ya untuk brightness dalam kondisi standar untuk indoor itu bisa mencapai sekitar 600 nitz. Untuk simulasi outdoor itu bisa mencapai sekitar 1200 nits kalau kita mengaksikan high brightness mode tentunya. Tanpa mode tersebut saat simulasi outdoor layar akan tertahan di maksimum 600 nits. Sementara untuk pick brightness dengan metode pengujian yang kami gunakan, kita bisa mendapatkan sekitar 2.200 nits. Memang ini masih di bawah klaim dari Infinix, tapi ini masih wajar karena bisa jadi metode pengujian PK brightness yang kami gunakan itu beda dengan caranya Infinix. Setidaknya layar ini sudah terang banget ya. Nah, untuk color gamut ada opsi original dan bright colored yang bisa kita pilih di menu color style. Saat kami coba cek, mode original menawarkan gambut coverage di 94,2% sRGB dengan gambut volume di 97,9% sRGB. Mantap. Mendekati 100% sRGB ya. Sementara untuk mode bright colored ini saturasi warnanya lebih tinggi lagi dengan gamut coverage di kisaran 100% sRGB dan gambut volume di 127,8% sRGB. Kalau ini dihitung dalam DCI3 ini ada di kisaran 90% DC3. Udah mantap juga ya. Base layar terbilang tipis dan relatif simetris untuk keempat sisi layar. Ada in display fingerprint scanner juga di sini ya. Dan ada earpiece di beel atas layar. Lalu ada juga kamera selfie di punch hold di area tengah atas layar. Ini kameranya 13 megapel F2.2 dan ini fix focus. Perkaman video sampai 4K 30 fps atau 1080p 60 fps juga bisa. Mantap. Ya, beralih ke sisi belakang. Ini kamera utamanya ini ditempatkan di kamera bump dengan desain melebar seperti ini. Terlihat kan ya, desain kamera bump serupa dengan Note 50 Pro. Kameranya itu pakai sensor 50 megapel OIS night master camera. Bukanya F1.59. Autofokus tentunya ada dan optical image stabilizer juga ada. Berekaman video up to 4K 30 fps dan 1080.60 fps juga bisa. Kemudian ada 8 megap ultra wide angle kamera bukannya F2.2 dan ini autofokus juga. Perekaman video sampai 2K 30 fps. Jadi enggak mentok di 1080p 30 aja ya. Oh ya, seperti biasa 2K ini maksudnya adalah 2.560 * 1440 piksel ya. Mantap ya. Lalu di sini juga ada LED flash. Untuk fitur-fitur ada banyak nih. Dibaca aja nih ya di sini ya. Banyak banget fitur-fiturnya. Uh. Nah, di area kanan kamera bum ada yang disebut sebagai active matrix display. Ini disebut Infinix sebagai interactive LED interface yang tidak terlihat saat tidak aktif ini ya. Saat enggak aktif ya memang seperti enggak ada apa-apa ya. Lalu ini saat aktif. Nah, kita bisa menampilkan beberapa macam tampilan, termasuk pixel patch, teks, emoji, atau kreasi kita sendiri di Active Matrix Display ini. Tentunya ini juga bisa digunakan untuk menampilkan notifikasi saat ada pesan masuk untuk penanda saat kita main game, saat menggunakan musik, saat menggunakan asisten digital, indikator baterai saat charging dan sebagainya. Bahkan ada juga mode di mana kita bisa main game sederhana di Active Matrix Display ini. Seperti ini ya, kurang lebih ya. Oh ya, ada juga RGB Lighting yang merupakan bagian dari active matrix display. Posisinya ada di dalam modul yang seperti kamera ketiga ini. Efek lighting ini bisa muncul saat kita melakukan beberapa aktivitas, termasuk saat main game atau saat ada panggilan masuk. Nah, untuk spesifikasi internal prosesor atau SOC yang pakai Snapdragon 7S Gen 4. Ini adalah SOC 5G yang tentunya menawarkan kemampuan jauh di atas SOC yang digunakan oleh pendahulu smartphone ini. Nah, untuk menjaga performa SOC ini, Infinix menggunakan 3D I Core V cool Cooling System ya. Mantap benar. RAM dan short-nya ini ada dua opsi ya. Ada yang 8256 dengan 8 GB extended RAM. Lalu ada yang 12256 dengan 12 GB extended RAM. Untuk RAM-nya ini pakai LPDDR 5 dan untuk storage dia pakai UFS 2.2. Tidak ada dukungan micro SD di dalam smartphone ini. Lalu untuk baterai 6.500 mAh ini meningkat ya dari Note 50 Pro yang cuma pakai baterai 5.200 mAh. Smartphone ini mendukung charging 90 watt, fast charge, reverse charging 10 watt. Dan untuk wir charging gimana? Ada. Dan dia mendukung sampai 30 watt. Serta ada juga reverse wireless charging 5 wat. Bypass charging tentunya didukung juga oleh smartphone ini. Untuk sensor-sensor ini loh lengkap ya dan ada gyro sensor yang hardware juga tentunya di sini. Untuk aktivitas 2G, 3G, 4G, dan 5G juga bisa. Wi-nya 6 dan mendukung band 6 GHz juga loh. Ini Bluetooth-nya 5.4 dan support audio Codex seperti SBC, AAC, APX, FTX HD, APTX Adaptif dan LDAC atau LDAC ya. Untuk NFC tentunya ada dan ini bisa digunakan untuk emulasi akses card serta untuk payment juga. Lalu untuk USB-nya tentunya udah bisa OTG. Sayangnya karena masih pakai USB 2.0, di sini tidak ada dukungan display output lewat USBC ya. Untuk keamanan dia punya inisplay fingerprint scanner dan ada face unlock juga. Lalu ada juga kolaborasi Infinix dengan Intel Bron aman aman atau aman ya? Ya itulah pokoknya ya. Ini untuk keamanan ekstra di Infinix Note 60 series termasuk Note 60 Pro ini. Untuk OS dia pakai XOS 16 yang tentunya basisnya adalah Android 16. Untuk update versi Android-nya dijanjikan tersedia tiga kali dan ada 5 tahun security update. Untuk always on display atau Aud tersedia di sini ya. Tapi memang ini hanya tampil 5 detikan aja bukan yang benar-benar tampil terus-menerus. Untuk fitur AI uh ada banyak secara standar ada FAX voice assistant ini yang dibuat sama Infinix ya. Ini bisa digunakan bergantian dengan Gemini sesuai dengan preferensi kita. Circle to search tentunya juga tersedia. Infinish juga masih menyediakan banyak fitur AI lain di smartphone ini, termasuk translation assistant, document assistant, AI writing, AI notee, recording summary, AI subtitles, AI team generator, AI gallery, dan AI suggestion. Nah, untuk aplikasi bawaan pihak ketiga ada cukup banyak ternyata di sini ya. Untungnya kalau tidak dibutuhkan bisa di-uninstal dengan mudah. Nah, bagaimana dengan iklan? Secara umum iklan cuma tampil di notifikasi dari Palm Store, aplikasi Marketplace bawan XOS. ini masih terbilang tidak terlalu inusif dan bisa juga kita matikan kalau memang dirasakan tidak terlalu dibutuhkan. Oke, kita masuk dalam benchmark aja langsung ya untuk Anut 10 tanpa kipas Rp872.000-an dan dengan kipas ada di Rp874.000-an. Untuk Antuutu 11 tanpa kipas ada di Rp1.11.000-an dan dengan kipas ada di Rp1.105.000-an. Untuk Geig Band 6 core di 1244, multiore di 3.366. Jadi kelihatan ya ini udah naik jauh ya. Untuk trimx slingshot extreme open graphic skornya ada di 6.834 untuk welf test ya. Nah ini kalau tanpa kipas best score di 4642, lowest score di 4.630. Jadi stability-nya udah langsung 99,7%. Jadi enggak usah dipek kipas lagiah ya. Oke kita lanjut ke gaming dengan supp server. Secara standar game ini hanya berjalan di frame maksimum 60 fps karena layarnya memang terkunci di 60 Hz. Tapi saat refres layer diatur ke high game ini bisa jalan sampai 120 fps. Dan ini rata di 120 fps ya. Sayangnya opsi untuk jalanin game ini di 144 Hz itu belum tersedia. Tapi ya udahlah 120 tinggi ya. PUBG Mobile. Saat menggunakan kualitas smooth, frame rate yang bisa digunakan itu bisa nyampai ekstreme plus alias 90 fps. Saat kami coba, frame rate masih terasa naik turun di kesaran 75 sampai 90 fps. Tapi secara umum memang masih lebih dekat dengan 90 fps. Mendekati akhir match atau setelah sekitar 12 menit, penuruan frame rate mulai lebih terasa, tapi masih belum membuat game ini terasa jadi kurang nyaman untuk dimainkan. Tetap mantap. Rata-rata frame rate yang kami dapatkan dalam satu match ada di kesaran 87 fps. Nah, untuk jaro aing bagaimana? Nah, saat kami coba ini terasa mulus dan responsif dan wajar ya kan pakai hardware gyro di sini. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame terbuka sampai ultra atau 120 FPS. Kita coba main game ini dengan setting kualitas mentok kanan. Hasilnya ternyata untuk game ini kita dapat frame rate yang stabil dekat sekali dengan 120 FPS. Bahkan saat ada battle yang rameai frame rate tetap terjaga. Mantap sekali nih. Mau buat main kompetitif juga bisa nih. Ya, lanjut ke watering waves. Kita coba mainkan game ini di setting mentok kiri alias ultra performance frame rate 60 fps. Hasilnya kita bisa mendapatkan rata-rata 43,4 frame pers setelah 30 menit. Frame rate yang didapatkan terbilang memadai untuk kita mainkan game yang satu ini. Secara umum lebih banyak di 35 sampai 50 fps. Sesekali aja frame rate-nya bisa turun di bawah 30 fps. Ini masih oke banget. Oke, sekarang kita masuk ke Gensin Impact. langsung kita setting ke highest 60 fps. Secara standar visual effectnya itu diatur ke medium saat kita pakai preset highest ini. Saat coba dimainkan, frame rate-nya bisa kita dapatkan ada di kisaran 45 fps di 2 3 menit awal. Tapi kemudian frame rate-nya turun ke kisaran 32 sampai 45 fps. Sesekali saja ada frame drop di bawah itu ya. Rata-rata frame rate selama setengah jam itu ada di 39 FPS. Setelah setengah jam kita coba cek suhu permukaan smartphone di sisi depan. SU tertinggi ada di dekat kamera selfie dengan suhu sekitar 43 sampai 44 derajat celcius. Lalu untuk area tengah layar itu sekitar 41 derajat Celcius dan area bawahnya itu adem di 39 derajat Celcius. Ini memang sudah terbilang cukup terasa hanget mendekati panas ya. Sementara untuk sii belakang SU tertinggi itu hanya di kisaran 40 derajat Celcius di dekat modul kamera. Area lain diisi belakang itu suhunya sekitar 39 derajat celcius ke bawah bahkan. Oke, sekarang kita coba pakai setting yang sama tapi pakai kipas tambahan. frame yang didapatkan masih ada di kisaran yang sama dengan rata-rata yang juga masih di kisaran 39 FPS. Jadi untuk Infinix Note 60 Pro ini ranking Gensin Impact-nya ada di B. Wah, mantap. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada Infinix Note e 60 Pro ya, Note 60 Pro. Dan kali ini tes kameranya bareng sama saya dan suara yang kalian dengar ini direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Jadi di sini kalau mau ada yang pakai buat vlogging gitu misalnya. Nah, kualitas suaranya tuh kayak begini. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie. Untuk kualitas gambarnya kalau di resolusi 1080p 30 fps itu hasilnya agak terkesan kasar ya untuk kami. Tapi lain cerita kalau dipakai di 1080p 60 fps-nya. Di sini detail memang bukan yang super tinggi, sekedar cukup aja. Tapi hasilnya menurut kami ini masih terasa lebih oke dan pas ketimbang di 30 fps-nya. Tapi kalau memang yang dibutuhkan yang detailnya lebih tinggi lagi, itu bisa pakai resolusi 4K 30 FPS. Lalu untuk kemampuan dnamic range-nya ini standar aja ya. Di saat kondisi pencahayaan yang sisi gelap dan terangnya itu kontras, background-nya terlihat over expos tapi area wajah itu masih bisa kelihatan dan ini berlaku untuk semua resolusi ya. Lanjut lagi kita cek stabilisasinya. Bisa dibilang mau di resolusi 1080p, 30 fps, 60 fps, atau 4K 30 fps sekalipun videonya tuh minim guncangan ketika dibawa jalan seperti ini. Lanjut ke kamera utamanya. Untuk kualitas gambarnya ini sudah terhitung sangat oke ya buat kami. Detailnya cukup tinggi dan ketajamannya juga pas. Bahkan di resolusi 1080p-nya. Tapi resolusi 4K 30 fps juga tersedia kok kalau mau detail yang lebih tinggi lagi. Untuk dynamic range-nya kalau di kondisi pencahaian yang sulit seperti ini terlihat kalau bagian background itu lebih diprioritaskan. Jadi bagian wajah agak gelap. Ini berlaku untuk semua resolusi ya. Dan kalau memang mau meng-highlight bagian wajah solusinya bisa diap ke arah wajah aja. Tapi kompensasinya bagian background jadi terasa sedikit agak over expos aja. Untuk stabilisasinya mau diesolusi berapa pun sebenarnya udah mantap ya. enggak terasa gempa lagi. Tapi kalau diperhatikan lebih jeli, getaran akibat hentakan kaki ketika sedang jalan itu masih cukup terasa di sini. Jadinya masih terasa sedikit kurang rapi sih kalau menurut kami. Lanjut kita bahas kamera ultrawide-nya. Kalau ngomongin detail sih ini standar aja ya. Apalagi kalau dibandingin sama kamera utamanya tadi. Ini wajar sih karena sensor yang dipakai kan memang beda. Untuk dynamic range ini juga standar aja. Tapi kalau dibandingkan dengan kamera utamanya, di kamera ultrawide ini terlihat kalau bagian wajah lebih diprioritaskan ketimbang bagian background-nya. Jadi bagian wajahnya cukup terlihat jelas, tapi bagian langitnya agak over expos. Sementara kalau dari segi stabilisasi ini sih udah mantap. Videonya udah cukup stabil kalau di bawaah jalan kayak gini. Untuk pindah-pindah kamera ini bisa ya antara kamera utama dan kamera ultrawide aja di resolusi 1080p 30 fps. Kalau untuk ke kamera selfie sayangnya belum bisa. Nah, lanjut ke low light. Ini untuk kamera selfie-nya udah agak menurun ya ketimbang siang hari. Kalau di 1080p 30 fps atau 4K 30 fps terlihat kalau noise-nya tuh udah mulai bermunculan. Gambar juga udah kelihatan agak soft dan juga cukup terasa. Untungnya bagian wajah masih terlihat jelas. Sementara kalau kita pakai 1080 FPS gambarnya itu jadi gelap. Kami sih kurang menyarankan pakai yang ini ya di kondisi low light. Untuk jater kalau di kondisi low light seperti ini sayangnya cukup terasa kalau di bawah jalan. Lanjut ke kamera utamanya. Tentu kamera utama ini punya kemampuan merekam video low light yang paling oke dibandingkan kamera lainnya. Mau di resolusi berapap pun terasa kalau detail gambar tuh masih bisa dipertahankan dengan noise yang cukup minim. Dan kalau kita pakai 60 fps-nya, gambar yang dihasilkan tuh masih bisa tetap terang seperti ini. Sayangnya kamera utama ini tuh agak terasa kedut-kedut kalau di bawa jalan di kondisi low light seperti ini. Untuk kamera ultrawide kualitasnya juga udah menurun ya ketimbang saat siang hari. Gambarnya udah terasa soft dan juga noise-nya cukup terasa. Kalau memang kepepet banget sih mungkin ini bisa digunain ya. Tapi saran kami lebih baik gunakan kamera utamanya aja kalau di kondisi pencahayaan yang kurang optimal seperti ini. Lanjut ke fotografi. Kalau untuk foto saat siang hasilnya sudah terbilang memuaskan lah untuk semua kamera. Mau kamera selfie, kamera utama, kamera ultrawide, semuanya tuh udah terbilang cukup lah untuk mengabadikan berbagai macam momen. Untuk portrait mode-nya juga udah oke dan hasilnya cukup rapi. Untuk foto low light ini juga oke loh. Hasilnya tuh cukup mantap, jernih, dan gambarnya terang. Yang kami sayangkan di sini tuh terasa ada pergeseran warna di kamera utama dan kamera ultrawide-nya. Bisa dilihat nih kalau warna baju Zaki ini agak kekuningan di kamera ultrawide-nya. Nah, untuk fitur ekstra ini kita bahas dari dual view video. Ini bisa merekam video menggunakan kamera utama dan kamera selfie secara bersamaan. Slow motion juga ada. Catatannya hanya bisa untuk kamera utama aja dengan resolusi 1080p 120 fps. Nah, untuk potrait video ini juga ada. Ini bisa untuk kamera utama dan kamera selfie. Catatannya hanya bisa untuk resolusi 1080p 30 fps saja. Mode pro juga tentunya ada di sini. Catatannya ini juga hanya bisa untuk foto saja ya di kamera utama dan kamera ultrawide-nya. Jadi untuk video ini belum bisa. Detail pengaturan ISO dan shutter speed-nya lihat aja nih di table berikut. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Infinix Note 60 Pro. Kalau ditanya apa saja yang perlu ditingkatkan, menurut kami sih ada beberapa ya. Kualitas kamera ultrawide-nya tuh masih agak terasa ketinggalan dibanding kamera utamanya, terutama kalau lagi low light. Harapannya sih ke depannya Infinix bisa meningkatkan lagi hardware kamera ultrawide di seri berikutnya. Selanjutnya, stabilizer kamera utama juga masih agak terasa kurang rapi ya. Semoga ini juga bisa ditingkatkan lagi untuk ke depannya. Lalu yang jadi catatan berikutnya adalah absennya fitur Pro video. Jadi pengaturan manualnya tuh baru terbatas untuk foto aja. Secara keseluruhan pengalaman kamera dari smartphone ini memang bukan yang paling impresif ya di kelas harganya. Tapi terlepas dari itu kemampuannya masih terbilang cukup dan bisa diandalkan untuk mengabadikan berbagai momen sehari-hari. Oke, sekian dulu pengujian kamera untuk smartphone ini. Kita lanjut ke pengujian berikutnya. Oke, lanjut lagi. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai baru habis setelah 31 jam 13 menit. Ini mantap ya. Bahkan untuk baterai 6500 mAh ini udah mantap sesuai dengan harapan kita. Untuk itu streaming 1080p 30 fps ini streaming ya pakai internet ya. Baterai berkurang 5% selama 1 jam bukan 30 menit selama 1 jam. Lalu untuk tiktokan itu juga baterai berkurang hanya 6% selama 1 jam ya. Lalu untuk Gensin Impact baterai berkurang sekitar 12% dalam 30 menit dengan setting highest 60 fps. Oke untuk charging sekarang gimana nih? Dari 0 sampai 50% butuh waktu 24 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 59 menit. Ini memang bukan charging yang super cepat, tapi dalam 24 menit saja baterai 6.500 mAh bisa terisi 50%. Ini sudah bisa dikatakan cukup cepat ya. Apalagi untuk sampai ke 100% juga masih pas di bawah 1 jam. Ini udah oke lah ya. Kita lanjut lagi. Untuk Netflix dia udah white fan L1 dan mendukung streaming sampai full HD dengan kodex H264, H265 dan VP9. Untuk YouTube streamingnya bisa nyampai 4K60 dengan HDR. Mantap bener ya. Untuk Haptic feedback kekuatan getarannya memang masih terasa agak lemah tapi udah terbilang baik dengan getaran yang relatif pendek dan akurat. Itu yang paling penting untuk Wii sharing itu bisa dengan mengaktifkan hotspot saat smartphone terhubung ke Wii. Nah, untuk harga Infinis menawarkan smartphone ini dengan harga kisaran R.499.000 untuk varian 8256 dengan harga flash sale ada di Rp5.399.000. Kemudian untuk varian 12256 ada di Rp5.999.000 dengan harga flash sale di Rp5.899.000. Nah, selain Infinix Note 60 Pro ini, Infinix juga membawa beberapa produk mereka yang baru yang lain ya ke Indonesia. tentunya ada juga smartphone Infinix Note 60 yang polos ya dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga hadir sebagai smartphone 5G yang mirip dengan Infinix Note 60 Pro tapi pakai SOC Dimensity 7.400. Smartphone tersirat dalam varian 8256 dengan harga kisaran Rp4.99.000. Lalu ada juga smartwatch XW H5 Pro dengan layar AMOLED 2,06 inci dan baterai yang dijanjikan bisa bertahan sampai 2 minggu. Smartwatch ini juga sudah menawarkan rating IP68 dibekali dengan fitur AI dan mendukung Bluetooth 6.0. Kemudian ada lagi TWS XBuds N5 Pro dengan adaptif hybrid ANC, 4 mikrofon AI powered noise reduction, serta baterai disebut bisa bertahan sampai 40 jam untuk sekali isi ulang penuh earbud dan case-nya. Masih ada lagi, ada powerbank XP06 Pro Max Power Turbo. Kapasitasnya 5000 mAh dengan magnetic grip yang membuatnya bisa menempel ke case dari Infinix Note 60 Pro, ada dukungan wireless charging sampai 20 watt, serta two way USBC charging. Lalu enggak ketinggalan ada juga tablet Xpad 30e atau Xpad 30E yang juga turut dibawa resmi ke Indonesia. Tablet ini menawarkan layar 11 inci dengan konektivitas 4G dan tampaknya disiapkan untuk teman belajar anak-anak dengan tersedianya AI tutor serta 120K premium educational resources. Oke, sekarang kita kembali lagi ke Infinix Note 60 Pro yang satu ini. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, belum ada opsi always on di AOD yang benar-benar always on di situ ya. Kemudian kualitas speakernya masih agak di bawah yang diharapkan. Walaupun sudah oke, tapi di bawah yang kita harapkan. Lalu kamera utamanya ini cuman dual kamera aja, enggak ada tele di sini. Masih ada beberapa keterbatasan juga di kamera smartphone ini. Kemudian rating ketahanannya cuman IP64. Sementara banyak smartphone lain di kelas harga ini yang sudah menawarkan rating yang lebih tinggi lagi. Lalu mungkin hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah posisi baru untuk Infinix Note 60 Pro ini. Infinix menyebutkan kalau ini adalah produk flagship mereka saat ini di Indonesia yang memang hadir dengan sejumlah peningkatan dibanding pendahulunya. Jadi wajar kalau harga smartphone ini jadi terlihat berbeda dengan Note series sebelumnya. Smartphone ini memang naik kelas. Selain itu karena kondisi global saat ini harga rata produk teknologi memang secara umum meningkat ya. Tapi menurut kami harga ini masih bisa terbilang wajar untuk apa yang ditawarkan saat ini. Nah, dari kelebihannya desainnya berkelas premium dengan nuansa modern. Lalu dia punya active matrix display yang bisa mendahirkan nuansa beda dengan tampilan si smartphone yang satu ini. Dia juga udah support konektivitas 5G dengan dukungan WiFi 6i juga ya. Ini jauh meningkat dibanding pendahulunya. Layar udah AMOLED dengan kualitas tampilan yang memadai dan sudah support HDR juga. Refresh layar juga bisa mencapai 144 Hz. Lalu ada dukungan perekaman video sampai 4K 30 fps depan belakang nih. Baterainya besar 6.500 mAh. Tapi tidak membuat body smartphone jadi berat. Daya tahan baterai juga udah mantap. Charging mungkin bukan yang super cepat tapi udah relatif cepat yang satu ini. Kemudian dia punya dukungan wireless charging dan ada reverse wireless charging. Sensor-sensor lengkap. Infrared bluster ada juga. Bahkan ada hard rate sensor di sini dan ada janji tiga kali update versi Android dan start dari Android 16. Lalu fitur AI. Wah, ada banyak di sini ya. Ya memang smartphone ini terlihat sebagai Infinix Note yang naik kelas. Ini jelas bukan formula lama yang diulang-ulang ulang lagi dengan SOC yang sama bukan. Tapi Infinix tampaknya tidak melupakan akar dari lini note mereka. Infinix Note 60 Pro ini tetaplah sebuah smartphone midrange allrounder dengan harga yang sangat menarik. performanya memadai, baterainya mantap, layar mumpuni, kamera juga enggak bisa dipandang sebelah mata. Jadi, Infinisht Note 60 Pro ini bisa dikatakan sebuah smartphone berkelas dengan kombinasi performa oke, fitur melimpah, serta desain premium. Semua hal tersebut membuat smartphone satu ini jadi sangat layak untuk dipertimbangkan.

Lihat di YouTube