Review iPhone Air Setelah Hampir 2 Bulan | Produk Gagal Nih? (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Kembali dari Project Review kita ngak bahas soal Gadget lagi dan kali ini gilirannya buat iPhone ya. iPhone yang kelihatan menarik tapi tampaknya dia tidak laku di pasaran ya, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri. Kalau kita ingat-ingat kemarin pas PO di Indonesia buka untuk iPhone terbaru ya, iPhone 17 Pro Max bahkan iPhone 17 yang base model itu sempat enggak ada stok. iPhone ada. Terus. Habis itu kalau kita ngelihat di berita juga iPhone Air emang nasibnya enggak bagus ya. Kabar pertama bahwa Apple itu melakukan pemotongan jumlah produksi karena sedikitnya permintaan. Terus yang kedua muncul rumor juga kalau seri berikutnya itu bakal ditunda sama Apple. Nah, kalau itu benar kejadian artinya tahun 2026 nanti kita enggak akan melihat seri iPhone Air yang baru. Semua karena ya itu tadi enggak banyak yang minat sama HP ini. Nah, Apple bikin iPhone yang enggak laku itu sebenarnya kejadian enggak cuma sekali dua kali ya. Yang pertama itu ada iPhone mini. Kalau kita ingat yang dulu sebelum sempat rilis di tahun 2020, netizen tuh kayak rame banget pengin ada iPhone versi kecil ya. Ternyata setelah ada dua generasi iPhone 13 mini itu jadi seri terakhir dan hilang di seri 14. Nah, untuk gantinya habis itu ada iPhone Plus yang sebaliknya. Ini jadi iPhone besar untuk nemenin Pro Max yang sama-sama besar. Yang ini bertahannya sedikit lebih lama nih karena dia ada tiga generasi tapi akhirnya berhenti juga di versi 16 plus tahun kemarin. Nah, yang terbaru ya tahun 2025 iPhone ini muncul ya untuk menggantikan Mini Plus muncul yang Air sekarang. Jadi dari kecil ganti yang gede sekarang ganti yang tipis. Nah, kalau kita lihat TRK recordnya sekarang, kayaknya sih dia mungkin banget ngikutin jejak 2 KKnya tadi. Nah, pertanyaannya emang sejelek apa sih iPhone sampai orang enggak terlalu minat sama HP ini? Sebenarnya sih ya kalau dilihat dari smartphone-nya sama sekali ini enggak bisa dibilang jelek. Sekalipun kekurangannya emang ada banget kayak baterainya kecil, speakernya mono, kamera juga cuma sebiji. Terus iPhone ini juga eim only yang mana mungkin bagi sean orang masih dianggap ribet dibandingkan sama sim card fisik. Tapi di luar itu semua iPhone Air sebenarnya adalah iPhone yang cukup solid loh. Kalau kita ngomongin urusan build quality, bodinya ini sih solid beneran. Jadi di saat versi Pro itu kena kritik habis-habisan karena aluminiumnya, iPhone Air tetap dipakaiin titanium sama Apple. Langkah yang menurut saya sangat tepat dari Apple untuk iPhone setipis ini biar tetap kuat. Terbukti kan di tesnya Jerry Rick ya, iPhone ini susah banget dibengkokinnya. Coba kalau misalnya Apple pakai ini ya si iPhone Air dipakaiin aluminium pasti berita bengkok patahnya itu ada banyak banget sekarang. Selain tipis dan kuat, F premiumnya juga menurut saya emang berasa banget sih di tangan pas dipegang tanpa casing begini. Tipis tapi nyaman dan berasa kuat HP-nya. Kalau menurut saya nih sebenarnya ini tuh kayak lebih enak dibandingkan Samsung Galaxy S25 yang sama-sama tipis. Kombinasi finishing mat sama glossy di bagian backovernya juga jadi poin plus ya dari segi tampilan karena dia dapetin kesan elegan dan minimalis juga. Cuman ya balik lagi kita tahu dengan material backover yang seperti ini sudah banyak ya cerita-cerita bahwa dia gampang baret segala macam. Jadi emang paling benar dipakaiin casing aja. Setelah dipakaiin casing pun kalau misalnya kita pilih casing-nya bukan yang bulky banget, tetap jadi handphone yang menurut saya sih masih berasa tipis-tipis aja. Dikantongin enak, dipegang juga enggak masalah. Nah, tipis-tipis begini Apple kalau kita lihat juga ternyata masih sempat-sempatnya masang tombol si kamera control di bagian samping. Kalau menurut saya nih ya, fitur ini kan enggak terlalu populer ya dari yang tahun lalu di 16 Pro itu enggak terlalu populer. Banyakan yang enggak pakai dibandingkan yang pakai. Jadi buat HP yang sebenarnya tidak kamera sentris seperti ini, harusnya sih enggak usah ada sih kamera kontrol ini. Dan mendingan sisa ruang di bagian dalam HP yang katanya udah sempit banget sehingga mereka harus nekat banyak hal itu dipakai buat yang lain. Entah buat nama baterai mungkin atau pasangin speaker stereo juga bisa gitu dibandingkan adain kamera control itu kalau menurut saya. Tapi kalau menurut kalian beda, coba komen aja di bawah. Nah, habis soal tipis kita ganti ngomongin yang lumayan tebal di HP ini, yaitu si camera bum atau camera plateau lah. Kalau katanya Apple. Udahlah tebal, kamera cuma satu gitu ya. Kualitasnya sih sebenarnya menurut saya enggak bisa dibilang jelek sama sekali. Saya yakin buat orang yang ngerasa cukup dengan satu kamera aja, enggak butuh zoom yang jauh-jauh ya, enggak butuh ultrawide, bakalan happy dengan hasilnya. Kualitasnya meemang masih di level iPhone yang baru dengan warna yang cenderung natural. Detailnya baik ya, dan dia punya dynamic range yang luas. Kondisi terang oke, low light juga menurut saya enggak masalah untuk dapetin foto-foto yang bagus. Yang penting ya rumusnya standar, jangan di tempat yang gelap ekstrem itu masih bisa dapetin hasil yang bagus. Nge zoom dikit ya bisalah dia ke 2x dan secara kualitas menurut saya enggak ada yang bisa dikomplain ya untuk zoom seperti ini. Cuma emang kalau kalian udah pernah pakai iPhone dengan kamera dua atau tig ini bakal berasa ada yang kurang gitu di iPhone. Kemudian untuk kamera depan ini sih sama bagusnya dengan iPhone 17, 17 Pro series ya atau Pro Max. Selfie bagus apalagi lengkap dengan si center stage yang emang jadi andalan kameranya iPhone baru di tahun 2025 ini. Dari foto sampai video itu udah kebantu dan hasilnya bagus banget. Dan by the way, kita ngomongin soal video, iPhone masih bagus juga ya. Namanya juga iPhone baru gitu ya. Dia bisa ngerekam sampai 4K 60 fps di kamera depan atau belakang dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Di video kali ini mungkin saya gak banyak nunjukin sampel ya. Dan kalau kalian tertarik untuk melihat sampel yang lebih banyak, bisa cek video vlog saya waktu di Jepang September lalu dan itu banyak direkam dengan iPhone Air. Jadi bisa lihat-lihat aja di situ hasilnya kayak gimana. Nah, habis dari kamera sekarang kita lanjut ngomongin soal specs yang lagi-lagi enggak bisa dibilang jelek dari iPhone Air. Layarnya bagus dan besar. OLED 6,5 inch superin XDR. Promotion 120 Hz. Ada semua di sini. kualitasnya udah setara dengan yang versi Pro untuk macam-macam keperluan multimedia. Terus kalau kita ngomongin untuk chipset, nah di sini pasang yang bagus juga sama Apple yaitu A19 Pro A19 Pro. Bedanya sama yang seri iPhone Pro atau Pro Max itu hanya di core GPU-nya yang cuma lima. Tapi sesungguhnya saat dipakai saya enggak merasa ada perbedaan yang signifikan gitu dibandingkan kayak di sini iPhone 17 Pro yang core GPU-nya tuh ada enam. Paling cuman sedikit kemulusan pas main game aja. Itu beda dada dikit tapi gak signifikan. Balik lagi iPhone kan memang bukan sebuah smartphone yang dipasarkan untuk tujuan gaming gitu. Makanya perbedaan kecil tersebut menurut saya enggak signifikan dan enggak bisa dibilang sebagai kekurangan. Apalagi kalau dalam pemakaian sehari-hari yang standar-standar aja. iPhone ini bisa ngasih performa yang mulus dan lancar yang mana itu dididamkan oleh banyak orang gitu. Namanya juga udah pakai iPhone pasti pengin smooth dong. Dan itu dapat semua di sini. kontribusinya tuh sebenarnya gak cuma dari segi hardware yang bagus, tapi juga dari iOS yang memang sudah smooth dari sananya. Dan by the way, untuk iOS 26 ya gitu-gitu doang sih sebenarnya. Gak ada yang perlu dibahas lebih lanjut. Apple Intelligence juga ya udah banget. Jadi emang enggak ada sesuatu yang spesial dibandingkan yang versi-versi sebelumnya kecuali ya liquid glass dan ya fitur-fitur tambahan lainnya. Tapi walaupun dari segi performa ya segala macam udah bagus nih si iPhone tetap balik lagi sandungan terbesar yaitu ada di baterai ya. Saya udah cobain pakai e Jepang, saya pakai e Indonesia juga pas di sini untuk pakai HP ini secara sehari-hari gitu ya. Dan hasilnya tetap sama gitu. Kalau kita ngomongin soal standby time, iPhone ini bagus banget ya banget tapi begitu dipakai akan berasa turunnya. Apalagi kalau untuk intensitas yang cukup tinggi. Yang gampang misalnya kalau kita pakai main game itu udah pasti atau mungkin ngambil foto, video terus-terusan dengan resolusi tinggi dan ditambah dengan kondisi cuaca yang panas sudah pasti baterainya akan lebih cepat habis lagi. Screen on time saya bisa dapetin di sini sekitar 3 sampai 4 jam. Yang mana kalau buat mereka yang pakai HP-nya cuma untuk komunikasi doang itu udah cukup banget ya. Walaupun kalau seharian di luar rumah itu mungkin lagi mobile ya tetap harus ketemu colokan atau paling enggak bawa powerbank supaya HP-nya enggak mati. Dan ngomong-ngomong soal powerbank, Apple juga ngejual solusi yang menurut saya Apple banget, yaitu mereka membuat powerbank Maxve khusus iPhone ya. khusus iPhone karena walaupun dia Maxve itu gak bisa dipakai di iPhone lain termasuk iPhone 17 Pro yang sama-sama baru. Jadi Apple tuh kayak tahu banget ini HP baterainya enggak bakal bagus dan sampai sengaja bikin powerbank ekstra kayak bikin masalah sendiri terus mereka jual solusinya sendiri tuh emang Apple bangetlah sebenarnya. Nah, jadi kalau sampai sini setelah saya memang mencoba si iPhone Air ya sehari-hari gitu paling tidak udah trial and error kita bandingkan sama yang pro juga saya bisa bilang ini bukan HP yang jelek sama sekali enggak jelek cuma memang dia kurang menarik kalau menurut saya faktor pertama udah pasti dari segi menurut saya nih ya posisi produk ini kan hadir sebagai produk cantik ya nilai jauh utama adalah tipis yang kemudian ditunjang dengan speks tinggi. Nah, sayangnya tipis tadi itu ada kompromi kayak dari segi baterai yang enggak bisa gede banget atau kamera yang mana ini adalah dua poin yang selalu menjadi pertimbangan banyak orang saat ingin membeli sebuah smartphone. Apalagi untuk smartphone yang harganya udah hampir Rp2 juta gitu, Rp1 jutaan. Kalau untuk speaker mono menurut saya mungkin enggak segitunya kali ya, tapi kalau untuk kamera dan juga baterai nah itu kan adalah pertimbangan yang sangat penting. Nah, dengan kompromi tersebut iPhone masih dipasang dengan harga yang tinggi ya. Dia memang di bawah iPhone 17 Pro harganya, tapi dia lebih mahal dibandingkan iPhone 17. Ini sih yang menurut saya jadi poin penghambat juga. Apalagi kan kita bisa lihat iPhone 17 tahun ini peningkatannya tuh banyak banget dibandingkan tahun lalu kayak udah ada promotion ya, kamera depannya juga udah bisa center stage itu udah menarik banget. Makanya kalau menurut saya enggak salah kalau banyak orang yang akhirnya mikir, "Ah, mendingan iPhone 17 biasa atau pro sekalian dibandingkan ngambil iPhone Air ya. Baterai dapat lebih gede, kamera lebih komplit. Ya, yang biasa ada ultrawide pro apalagi ya, ada telefoto baru. Tebal dikit HP-nya kayaknya enggak masalah untuk banyak orang. Yang penting kan bisa pakai dengan nyaman dengan baterai yang enggak cepat habis dan enggak cuma menang tipis doang. Itu sih kalau menurut saya. Tapi tetap untuk mereka yang minat sama iPhone Air sendiri menurut saya sih yakin masih ada banget. Tapi kalau saya kira-kira juga nih tebak-nebak kemungkinan besar bukan sebagai HP utama melainkan HP kedua. Kayak buat mereka yang udah punya iPhone lama gitu yang iPhone mungkin yang pro segala macam mereka penasaran sama iPhone yang baru mereka beli gitu untuk nyoba-nyoba. Soalnya gimanapun ya, HP tipis kayak begini kan hitungannya masih baru lah ya untuk banyak orang di luar sana apalagi yang bukan tag enthusias. Jadi kayak mereka mungkin masih pengin testing-testing cocok enggak sih sebelum akhirnya komit 100% pakai iPhone atau dengan iPhone yang lainnya. Nah, kalau menurut kalian gimana nih? Soal si iPhone 8 ada hal lain enggak sih yang menurut kalian bikin dia jadi enggak menarik dan akhirnya ya orang enggak segitu pengin belinya? Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah. Untuk sekarang kayaknya segitu aja dulu sedikit sharing dan pengalaman saya dengan iPhone Air. Makasih banyak nonton sampai habis. Kalau kalian pengin beli, saya taruh linknya di kolom deskripsi di bawah. Kalau kalian pengin komen juga boleh banget. Tapi yang pasti boleh banget videonya di-like, di-share, di-dislike. Kap itu. Makasih banyak nonton sampai habis. Putri Z pamamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Dan seperti biasa, have a nice day.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...

















