Jungkat

Review iQOO 15R! Performa Sangat Ngebut, Baterai Super Awet, Harga Mulai Rp 7 Jutaan? (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Ini adalah IQ 15R, smartphone IQ pertama di Indonesia untuk awal tahun 2026 dan harganya eh nanti lihat nanti ya. Menarik kok. SOC-nya baru pakai Snapdragon 8 gen 5. Lihat nih performanya dipakai main game berat gini bisa mulus lancar. Selain SOC utama ada chip gaming khusus super computing chip Q2 yang punya beragam fitur penunjang gaming juga. Layarnya juga cakep pakai 1,5K 144 Hz AMOLED ICE display. Desainnya terbilang ringkas ya dan cukup nyaman digenggam pakai satu tangan. Walaupun ringkas baterainya ekstra besar 7.600 mAh blue bater dan dia udah pakai origin OS6. Kekinian banget ya. [tertawa] Oke langsung aja kita bahas IQ 15R. IQ 15R ini adalah smartphone pertama dari IQ untuk pasar Indonesia di tahun 2026. Menurut IQ, smartphone ini diposisikan sebagai flagship killer tepat di bawah IQ 15 dengan fokus utama di performa dan kemampuan baterainya. Tapi tenang, kelebihan dia bukan cuma itu doang. Ada banyak hal yang menarik yang kami temukan di smartphone yang satu ini. Mari kita bahas mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit IQ 15R plus screen protektor yang langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 100 watt flash charge. Lalu tentunya sini ada kabel USB C2C, softcase transparan, SIM ejector, dan paket dokumen. Secara penampilan, smartphone ini mengusung desain yang identik dengan smartphone IQ kelas atas dengan desain modul kamera yang IQ banget gini ya. Body belakang dan frame-nya sendiri mengusung gaya flat dengan tepian sudut yang melengkung. Ada dua opsi warna yang tersedia, ada 8 bit silver. Yang satu ini desainnya pakai pola kotak-kotak seperti ini ya. Lalu ada carbon black. Nah, ini desainnya hitam polos. Untuk frame dua-duanya itu sama-sama menggunakan bahan metal. Tapi kalau untuk body belakang agak beda nih. Kalau yang varian 8 bit silver, body belakangnya itu pakai bahan glass. Sedangkan untuk varian carbon body belakang itu pakai bahan fiber glass. Nah, untuk dimensinya 8 bit silver itu adalah 157,6 * 74,4 * 8,1 mm. Kalau yang carbon black itu 157,6 * 74,4 * 7,9 mm. Jadi sedikit lebih tipis ya. Nah, untuk bobotnya untuk yang 8 bit silver itu klaimnya IQ adalah 206 gr. Kalau kita timbang itu tepatnya ada di 209 gr. Itu mungkin screen protektornya ya. Untuk carbon black itu 202 gr. Sayangnya kita enggak pegang yang carbon black. Jadi kita enggak bisa timbang berat aslinya berapa. Ini memang bukan yang super tipis dan ringan, tapi mengingat baterai 7.600 mAh ini masih tergolong sangat-sangat wajar. Lalu, smartphone ini memiliki form factor yang terbilang ringkas membuatnya cukup nyaman digenggam dengan satu tangan. Selain itu, penggunaan bahan kaca di body belakang plus frame berbahan metal di smartphone ini juga membuatnya terasa premium dan solid. Terkait ketaanan body, dia punya IP rating di IP68 dan IP69. Jadi kalau enggak sengaja kecemplung atau kesemprot air yang kencang juga harusnya masih aman. Tapi ingat ya, jangan disengajain ya. IP rating di sini lebih untuk jaga-jaga aja sekaligus mencegah smartphone ini enggak cepat rusak kalau enggak sengaja kecebur atau kesiram air ya. Nah, sekarang kita lihat skelin bodinya. Di kanan ada tombol power, tombol volume up and down, dan ada dua garis antena. Di atas ada mikrofon, grill speaker bagian atas, dan dua garis antena. Di kiri hanya ada dua garis antena saja. Di bawah ada SIM tray dual SIM tanpa dukungan micro SD. Lalu ada port USBC dan ada grill speaker bagian bawah. Kelihatan ya ada dual speaker di smartphone ini. Kualitas sendiri udah terbilang baik ya dengan trable dan mid yang cenderung dominan. Bassnya cukup terasa walaupun ya bukan yang mendentum gitu ya. Sedangkan untuk volume suara yang dihasilkan tu sudah terasa lantang. Di sini secara umum kata suara yang dihasilkan sudah mencukupi. Bukan yang luar biasa hebat tapi sudah memadai untuk berbagai kebutuhan. Nah, dengar-dengar sih pengguna IQ tuh lagi heboh ya karena ada update software yang bisa meningkatkan kualitas speaker. Mungkin untuk yang IQ 15R ini e masih nunggu antin update kali ya. Nah, siapa tahu jadi lebih bagus lagi. Oke, sekarang sisi depannya ini adalah layar 6,59 inci. Iya, enggak terlalu besar ya dengan AMOLED ICE Display. IQ menyebutkan kalau resolusinya adalah 1,5KG tepatnya 2.750 * 1260 piksel dan ini bisa diturunkan ke full HD plus kalau dibutuhkan. Untuk refresh rate-nya adalah 144 Hz adaptif. bisa turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas di layar. Secara standar refresh set itu hanya berjalan sampai 120 Hz baik di home screen, menu setting, dan beberapa aplikasi. Reference 144 Hz sendiri baru dirasakan di aplikasi tertentu seperti aplikasi benchmark seperti e 3D Mark, Anutu dan Geekbench. Selain itu, refresh native 144 Hz juga bisa dijelaskan di game Mobile Legends. Nah, untuk touch sampling rate ini diklaim bisa mencapai 300 Hz. Instant touch sampling rate-nya itu diklaim bisa mencapai 3.200 Hz. Saat dicoba, respon selarnya udah responsif ya. Mau dipakai buat scrolling-srolling, main game, enggak ada masalah, enggak kerasa ada nge-lag-nge-lagnya. Untuk brightness dalam kondisi indoor dia bisa mencapai 603 nitz. Untuk simulasi outdoor itu maksimumnya bisa mencapai 1553 nitz. Tinggi ya nih ya. Nah, untuk minimum beratas diklaim bisa mencapai 1 nit. Caranya gimana nih? Cukup aktifkan fiturstra dim di control center saja. Ketika diaktifkan layarnya memang jadi terasa sangat gelap. Ini harusnya bikin layar smartphone jadi lebih nyaman dipakai dalam kondisi yang gelap-gelapan ya. Nah, terdapat tiga mode pilihan warna yang disediakan di sini yaitu ada natural, profesional, dan bright. Untuk mode natural itu warnanya diatur hampir mendekati 100% di CP3 baik untuk gamut coverage maupun gamut volume. Nah, kalau dipakai untuk ngedit, kami sarankan pakai mode profesional karena di sini warna layar diarahkan ke 100% sRGB. Sementara kalau mau warna layarnya lebih keluar lagi, kita bisa atur ke mode bright. Di mode ini warna layar cenderung dilepas. Bahkan gamut volume-nya itu bisa melebih 100% di CP3. Nah, untuk beaselnya ini sudah terbilang tipis ya dan simetris di keempat sisinya. Lalu di balik layarnya ini terdapat sensor ultrasonic fingerprint. Wah, ini mah canggih ya. Udah kayak flagship beneran nih ya. Posisinya agak ke tengah seperti ini yang buat jempol kita lebih mudah menjangkau area sensor fingerprint. Selain itu, respon sensor membaca silik jari juga cepat di sini ya. Enggak terasa ada jedanya yang satu ini. Nah, karena ini ultrasonic, ketika jari lagi basah sekalipun, fingerprint itu masih bisa terbaca dengan baik ya. Dan bisa dibilang dari semua smartphone yang ada saat ini, IQ 15R ini adalah smartphone paling terjangkau yang pakai ultrasonic fingerprint. Biasanya kan yang lain masih pada pakai yang versi optical ya. Nah, untuk kamera sekarang kita lihat ya. Di bagian atas layar terdapat earpiece dan kamera depan 32 megap. Sensornya pakai Galaxy Core GC321. Sensornya juga yang dipakai di IQ 15. Bukannya F2.2 filter of view 90 derajat. W lumayan lebar ya. Dan ini fix fokus perekaman video tapi sampai 4K 60 fps. Luar biasa nih ya. Beralih ke sisi belakang di sini ada setup dual kamera yang diposisikan secara horizontal. Yang pertama adalah 50 megapel main camera. Ini sensornya adalah Sony Lia 700V. Ukurannya 1/1,56 inci. Bukaannya F1.88. tentunya ada optical im stabilizer dan perekaman video lagi-lagi 4K 60 fps. Di sebelahnya ada kamera ultrawide 8 megap sensornya Omnivision 81F ukurannya 1/4 inci. Oh, ini gede juga. Bukaannya F2.2. Sayangnya perkaman untuk yang satu ini cuma mentok di 1080p 30 fps saja. Nah, di sisi kanan modul kamera terdapat LED flash serta infrared blaster yang ditempatkan di area LED flash. Nah, untuk kemampuan kameranya aku mengklaim kalau kamera smartphone ini sudah dicuning menggunakan nice algorithms. Nice atau NE. Di sini ada singkatan dari neural image computing engine. Singkatnya, nice algorithms itu bakal memproses dan meningkatkan kualitas foto yang ditangkap. Nanti kita lihat hasilnya di pengujian kamera ya. Nah, untuk fitur-fitor ekstra ada banyak di sini. Bisa kalian cek di menu kameranya ini ya. Uh, ini ada banyaklah. Ini IQ banget ya. Oke, sekarang kita masuk ke spesifikasi internalnya. SOC-nya pakai Snapdragon 8 Gen 5. Ini adalah SOC baru dari Qualcom yang diperkenalkan di September 2025. SOC ini sendiri diposikan di bawah Elite Gen 5. Tapi ini bukan berarti dia SOC yang lemot ya. Ini masih kategori SOC kelas atas ya. Namanya juga seri 8. Nah, selain SOC utama, smartphone juga dilengkapi dengan super computing chip Q2. Menurut Iiku, chip yang satu ini dirancang khusus untuk meningkatkan performa saat bermain game. Dengan penggunakan super computing chip Q2, diklaim game yang dimainkan itu bakal terlihat lebih tajam berkat fitur Q2 self develop super sampling. Selain itu, frame rate game yang awalnya cuma jalan 60 fps atau 120 fps itu bisa ditingkatkan lagi hingga 144 fps berkat fitur super frame rate. Nah, untuk dukungan game-nya bisa kita lihat ya, sudah mulai banyak game-game populer yang mendukung kedua fitur tersebut. Nanti kita akan lihat lebih lanjut kemampuan chip Q2 ini dalam pengujian gaming. Oke, lanjut lagi. Untuk unit yang kita uji ini, RAM-nya ada di 12 GB LPDDR 5X dengan storage 512 GB UFS 4.1. Ada lagi yang opsi lain ya, ada yang RAM-nya 8 gig dengan storage 256 gig dan ada yang RAM-nya 12 gig dengan storage 256 gig. Untuk baterai seperti dibahas tadi 7.600 mAh blue volt bateri. Untuk charging 100 watt flash charge. Bypass charging tersedia dong di sini. Cukup aktifkan lewat menu settings atau melalui overlay game tools. Menarik enggak, bypass charging di sini enggak cuma bisa dipakai buat main game aja. Jadi, kita bisa pakai fitur ini untuk kebutuhan yang lain. Contohnya mau live streaming berjam-jam gitu ya, bisa pakai bypass charging. Untuk sensor, wah ini sih lengkap ya. Ini sensor-sensornya ala flagship banget. Untuk gy tentunya hardware ya di sini. Untuk cooling system dia pakai 6.5K VC cooling system. Sistem ini disebut memiliki area vaper chamber 6.500 00 mm² serta graphite cooling area seluas 10.000 mm² lebih. Ini diklaim bisa menurunkan suhu CPU hingga 15 derajat Celcius. Bukan CPU jadi 15 derajat Celcius ya, tapi turun 15 derajat Celcius. Maksudnya untuk konektivitas ya tentunya ini 5G, 2G, 3G, 4G bisa semuanya. Sayangnya di sini belum ada dukungan ISIM Wii-nya tapi udah WiFi 7 Bluetooth versi 6. Bluetooth kodeknya ada SBC, AAC, FTX, FTX HD, FTX adaptif dan Eldak juga ada. NFC tentunya ada dan ini NFC multifunction. USB OTG tersedia. Nah, untuk display output sayangnya ini belum bisa. Untuk fitur kameran tentunya dia udah pakai tadi ultrasonic fingerprint sensor dan face unlock juga ya. Untuk OS dia pakai origin OS6 berbasis Android 16. Nah, untuk update IQ menjanjikan empat kali upgrade Android serta 6 tahun security update. Menurut kami Origin OS6 ini hadir dengan beberapa perubahan visual bila dibandingkan dengan Fun Touch OS sebelumnya. Perubahan sendiri terasa di beberapa elemen UI mulai dari panel notifikasi, control setting, penggunaan font, hingga tampilan menu settings. Nah, kalau untuk iklan mah maaf kami enggak nemu iklan di sini. Kalaupun ada itu biasanya berbentuk penawaran dari App Market bawaan dalam bentuk notifikasi aja. Kalau notifikasi kan kita bisa nonaktifkan dengan mudah ya. Nah, lalu di sini terdapat beberapa fitur khas Origin OS yang disematkan. Pertama ada Origin Island ya. Fitur ini bisa dipakai untuk menampilkan notifikasi cepat di area punch hole. Iiko menyebut kalau dukungan Origin Island itu akan hadir di lebih banyak aplikasi termasuk aplikasi lokal buatan Indonesia. Selain untuk menampilkan notifikasi, fitur ini juga bisa dipakai untuk sharing file antar aplikasi. Misalnya nih, kita mau share foto kita ke sosm. Kita cukup tahan foto yang ingin di-upload lalu arahkan foto itu ke area punch hole. Nanti akan muncul opsi sharing di Origin Island yang bisa dipilih. Pilih sosial media yang diinginkan dan dia akan dikirim ke sosial media tersebut. Berikutnya ada Flipkart. Dengan fitur ini, wallpaper lock screen kita bisa berubah-ubah menyesuaikan kemiringan dari smartphone kita. Lalu ada Vivo Office Kit dengan yang satu ini smartphone IQ kita bisa terhubung dan berkolaborasi ke perangkat lain seperti PC, Windows atau bahkan produk Apple seperti Mic atau iPad. Nah, untuk fitur AI ada beberapa juga di sini ya, seperti AI subtitles, AI Eraser, AI Live Call Translation, AI album search, AI summarization dan lain sebagainya. Fitur dari Google seperti Gemini dan Skatus tentunya tersedia di sini. Lalu ada lagi beberapa fitur produktivitas yang disematkan di sini. Ada Docmaster. Nah, di sini kita bisa convert PDF ke PPT atau sebaliknya ada AI caption. Ini bisa dipakai untuk menampilkan subtitle secara otomatis saat meeting atau lagi nonton video. Kemudian terdapat beberapa fitur AI creation di aplikasi notes. Ada AI summary. Ini bisa dipakai untuk memberikan ringkasan dari notes yang tersimpan. Lalu ada AI polish. Ini bisa dipakai untuk memperbaiki tulisan kita supaya lebih rapi aja gitu ya. Lalu ada lagi beberapa fitur AI lain seperti AI shorten, AI extend hingga revised grammar juga ada di sini. Oke, sekarang mari kita masuk ke pengujian performanya. Nah, supaya performanya maksimal kita atur dulu mode performanya ke monster mode di menu settings. Kita lihat aja langsung ya. Antutu 10 monster mode tanpa kipas 2,43 jutaan. Antutu 10 dengan monster mode dan dikipasin dapat 2,48 jutaan. Antu 11 dengan monster mode tanpa kipas R3,1 jutaan. Antutu 11 pakai monster mode plus kipas itu 3,2 jutaan. Lanjut ke Geekbandch 6 ya. E kalau kita pakai monster mode tanpa kipas single core 2857 untuk multiore 9.195. Lalu untuk Geig Base 6 monster mode plus dikipasin itu single core-nya di 2.897 dan multi core-nya itu di 9.306. Ya, terlihat ya kalau performa dari 8 Gen 5 di smartphone ini udah kencang banget kurang lebih sudah mendekati performanya sedap elite yang jadi SOC terkencang Qualcom di tahun 2024-2025 dan sampai sekarang masih tetap kencang juga tuh ya. Ini bersaing nih. Lalu untuk Tark Sling Shot Extreme Unlimited Open GL ISIS 3.1 graphic skornya dengan monster mode tanpa kipas adalah 33.903 dengan monster mode dan dikipasin dapatnya 34.45. Lalu untuk trimx solar bay dia dapat 36 fps ini yang untuk rracing itu ya. Oke, sekarang kita masuk ke trim wildlife stress test untuk lihat konsistensi performanya tanpa dikipasin ya. Highest skor-nya adalah 19.560, lowest skor-nya 9.918 stability-nya jadi 50,7%. Sekarang kalau dikipasin high skor-nya di 19.950, lowest skor-nya ada di 12.445. Jadi stability-nya naik sedikit ke 62,4%. ya walaupun diuji di ruangan yang berac ya dengan suhu 25 derajat celcius plus dikipasin sayangnya stability-nya masih belum nyentuh 90% ke atas sepertinya performa smartphone ini benar-benar dilepas ya sama IU. Oke sekarang kita masuk ke gaming. Lagi-lagi supaya maksimal kita aktifkan monster mode terlebih dahulu. Plus kita atur refresh rate-nya ke high di menu settings atau bisa juga lewat overlay game tools seperti yang satu ini. Oke, kita mulai dari subway servers. Karena refresh radiator ke high, game ini langsung berjalan mulus dan lancar di 120 fps. Untuk Mobile Legends, setting frame rate kebuka nih sampai ke ultra. Biasanya ultra di HP lain tuh 120 FPS kan. Nah, kalau di sini ternyata ultranya bisa nyampai 144 FPS dan ini setting native in game-nya ya, bukan setting akal akalan ya. Ini bukan pakai setting super frame rate-nya IQU. Saat dicoba pun frame rate-nya ternyata bisa mencapai 144 FPS mulus lancar baik saat jalan-jalan maupun lagi battle. Ternyata udah keentengan ya game ini untuk SOC yang sekencang ini. Lanjut ke PUBG Mobile. Di setting smooth, opsi frame rate yang terbuka itu bisa nyampai ultra ekstrem atau 120 fps. Dipakai main satu match frame rate yang didapat itu bisa 120 fps lancar ya. Untuk gying gimana ya? Mulus lancar dong. Namanya juga pakai hardware gyo. Di sini lanjut ke Gensin Impact. Kita setting langsung HS60 aja. Hasilnya ya 60 fps lancar di sini. Bahkan kelancaran ini bisa dipertahankan terus-terusan selama 30 menit pengujian. Setelah setengah jam, kita lihat titik terpanas di body belakang ada di oh bukan 40 derajat Celcius, ini cuma 36 derajat Celcius, tepatnya di dekat modul kamera. Untuk sisi lainnya ada di kisaran 32 sampai 35 derajat Celcius. Kalau di sisi depan titik terpanas terletak di sisi kiri atas layar dengan suhu maksimum lagi-lagi cuma di 36 derajat Celcius. Untuk suhu sisi lainnya ada di 35 sampai 36 derajat Celcius. kelihatan ya tanpa kipas pendingin pun hasilnya udah stabil banget. Buat ranking sih udah langsung S plus ya bahkan tanpa kipas nih kencang dan adem dan stabil yang satu ini karena 60 fps kelihatan udah kentengan. Bagaimana kalau kita naikkan frame rate-nya? Nah, emangnya bisa ya? Kita coba aktifkan fitur super frame rate lewat overlay game tools ya. Ketika diaktifkan game yang awalnya jalan 60 fps ini bisa terasa seperti jalan di atas 60 fps. Dari frame rate counter juga menunjukkan bahwa game ini jalan di 144 fps selama setengah jam tanpa frame drop mulus dan lancar. Kita coba tunjukin pakai slow motion di sini supaya lebih jelas ya. Kelihatan bedanya antara pakai 60 fps native dan kalau kita pakai 144 fps yang cenderung interpolasi. Ini pergerakan gambar tuh jadi terasa lebih mulus. Kalau dilihat langsung pakai mata sih kelihatan ya efeknya ya. Tapi kalau di rekaman video ini emang agak susah ya. Nah, bagaimana dengan suhunya? Dengan mode super frame rate selama setengah jam, suhu layar itu ada di kisaran 38 sampai 39 derajat celcius. Lagi-lagi enggak nyampai 40. Sementara si belakangnya juga tidak nyampai 40, cuma di 37 derajat Celcius. Frame rate naik signifikan tapi suhu masih terjaga dengan baik. Ini mantap banget. Tapi kami enggak bosan-bosan mengingatkan ya, kalau memang mau dipakai berjam-jam banget ya, lebih baik pakai pendingin ekstra akan lebih sehat lagi untuk smartphone-nya. Oke, selanjutnya kita akan coba fitur super resolution. Kita coba bandingkan hasil screenshot dengan menggunakan super resolution dengan tanpa super resolution untuk lihat perbedaan kualitas gambarnya. Di sini terlihat ya. Kalau pakai super resolution gambar yang dian memang lebih tajam ya di sini. Menariknya fitur super resolution di sini tetap bisa dipakai meskipun setting grafik diatur ke highest. Agak beda ya dengan IQ 15 kemarin yang mengharuskan kita menurunkan setting graphics ke high terlebih dahulu. Tapi menurut kami efek dari super resolution ini kurang kentara kalau di bawah eksplorasi atau battle. Selain karena banyak pergerakan, kami juga mendapati kemasan gambarnya itu belum konsisten. Masih ada sedikit patah-patah di bagian tanda tuh. Fitur ini baru cocok kalau kita lagi enggak banyak bergerak. Mungkin lebih pas untuk screenshot pemandangan atau mau lihat karakter favorit kita dengan sangat detail. Untuk suhu juga terpantau aman di sini saat kita pakai fitur super resolution, suhu body depan dan belakang ada di kisaran 34 derajat celcius saja. Jadi walaupun bisa meningkatkan kualitas visual, tapi enggak sampai bikin tambah panas, suhu masih adem-adem aja. Tentu dari kalian ada yang bertanya, "Bagaimana kalau fitur super resolution dan super frame rate dipakai bersamaan?" Saat kami coba, ternyata hasilnya nyangkut di 60 fps aja, ya. Kalau mau lihat hasil pengujian lebih detailnya, kalian bisa lihat aja langsung di tabel pengujian kami berikut ini. Dibaca aja pelan-pelan. Mungkin pause dulu videonya kalau perlu ya. Kami isa menguji di berbagai kombinasi fitur. Bisa jadi referensi setting mana mungkin yang paling cocok untuk kalian. Oke, kita lanjut lagi sekarang. Ini adalah watering waves. E, kita coba di setting quality 60 selama 30 menit. Hasilnya frame rate yang didapat bisa lempeng banget 60 fps dan ini tanpa dikipasin. Untuk suhu ya ini udah mulai anget ya, tapi sekedar anget-anget aja. Titik terpanasnya di 43 derajat Celcius baik di sisi depan maupun sisi belakang. Beban di watering wave ini memang kelihatannya mungkin lebih tinggi dari Gensin ya, tapi overall masih dalam batas yang sangat aman atau mungkin juga karena watering wave-nya memang belum optimal-optimal banget sekarang ya. Anywayap aja ya keren banget ya performanya si Snapagan Egen 5 ini. Game-game berat seperti Gensin sama watering wave itu dilibas habis sama SOC yang satu ini. Oke, sekarang kita lanjut aja langsung masuk ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini sudah ada IQ 15R. Langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Yang pertama kita mau cari tahu seperti biasa kemampuan mikrofonnya. Suara yang lagi kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya engak pakai mikrofon exnal. Kalau untuk video sehari-hari atau vlogging, hasilnya kurang lebih seperti ini. Menurut kalian gimana? Udah cukup bagus atau belum? Perlu diingat kalau kita ngomongin mikrofon itu hal yang sangat-sangat subjektif ya, Teman-teman. Tergantung selera dan tergantung kalian dengerinnya pakai speaker apa juga. Kalau menurut saya pribadi, kualitas mikrofonnya itu udah cukup bagus. Suara vokal saya jelas. Tapi untuk noise sekitar itu masih terdengar jelas juga. Jadi dia suara sekitar jelas, suara vokal juga jelas. Kita lanjut pengujian kameranya dari kamera depannya terlebih dahulu. Untuk resolusi maksimalnya bisa sampai 4K 60 fps loh di sini. Dan di kondisi pencahayaan yang cukup menurut kami kualitasnya terbilang sangat baik. Detail dan skin tone bisa ditangkap dengan baik juga. Damic range standar aja. Langit masih over expose tapi area wajah masih bisa tertangkap dengan baik. Ini berlaku untuk semua opsi resolusi dan frame rate ya. Lanjut ke stabilisasi videonya. Sebetulnya di 4K 30 fps hasil videonya sudah terbilang stabil, tapi kalau diperhatikan lebih detail stabilisasinya masih belum yang super rapi. Kalau di 4K 60 fps stabilisasinya bisa lebih rapi di sini. Kita lanjut ke kamera utamanya. Untuk resolusinya sama ya, maksimal bisa sampai 4K 60 fps juga. Di kondisi pencahayaan terang hasilnya tergolong baik. Di sini cuma sedikit cetan hasilnya menurut kami agak oversharpen nih gambarnya. Jadi gambarnya agak sedikit kasar terlihatnya. Untuk segi warna juga menurut kami agak oversaturated dan ini berlaku di semua resolusi. Dari micr aman, area terang dan gelap bisa diangkat dengan sangat baik, stabilisasi tergolong aman, guncangan bisa direndam dengan cukup baik juga. Lanjut ke kamera ultrawide-nya. Sayangnya resolusi maksimalnya cuma sampai 1080p 30 fps nih. Di kondisi terang, surprisingly hasilnya masih terbilang ok lah. Detailnya juga oke dan enggak terlalu terlihat oversharpen. Di sini dicrate standar aja. Di sini kelihatan ya kalau sensor yang dipakai itu beda kelas sama kamera utamanya. Area terang over expos dan area wajah masih sedikit gelap di sini. Untuk stabilisasi aman, guncangan bisa diredam dengan baik. Lanjut ke bagian pengalaman mult kameranya. Sayangnya fitur ini hanya bisa dipakai di 1080p 30 fps nih kalau perekaman video. Untuk transisi perpindahan kameranya cukup cepat di sini. Kalau soal konsistensi sih masih bisa dimaklumi lah ya. Soalnya sensor kamera utama sama ultrawide-nya memang beda kelas di sini. Jadi kita enggak bisa berharap kualitas ultrawide-nya itu bisa setara dengan kamera utamanya. Sama satu catatan lagi, kita masih bisa menemukan audio yang terpotong saat pindah dari kamera utama ke kamera depan atau sebaliknya. Contohnya bisa dilihat berikut ini. Mau coba apakah e saat-saat pindah-pindah lensa dari selfie ke kamera belakang itu keputus atau enggak videonya. Kita coba saya berhitung. 1 2 3 4 5 10 11 12 13 14 15 18 19 20. Jadi, saat vlogging pastikan kita jeda dulu ngobrolnya saat pindah kamera belakang ke kamera depan atau sebaliknya. Kita lanjut ke bagian low light. Buat kamera depannya atau kamera selfie-nya, kualitasnya udah menurun jauh ya ketibang kondisi saat terang tadi. Apalagi kalau kita pakai 60 fps hasilnya jadi lebih gelap. Saran kami sih pakai kamera selfie-nya di kondisi cahaya yang mencukupi aja. Gimana dengan stabilisasinya? Kelihatan ya di frame rate 30 fps hasilnya belum begitu stabil nih. Gambar masih terlihat goyang dengan jatiter yang lumayan terasa. Kalau di 60 fps efek guncangannya bisa sedikit redam di sini. Lanjut ke kamera utama. Masih di karakter yang sama. Video yang dihasilkan terlihat overshar sharpen. Ini membuat gambarnya jadi terlihat agak kasar ya. Tapi setidaknya gambar masih bisa terlihat terang. Kalau di frame rate 60 fps gambarnya memang sedikit lebih gelap. Tapi untuk object dan background masih bisa kelihatan jelas lah di sini. Buat stabilisasi di frame rate 30 fps, gambarnya masih terasa goyang dengan jatiter yang cukup terasa. Kalau di 60 fps videonya bisa terasa lebih rapi. Kita lanjut ke kamera ultrawide. Kalau di kondisi seperti ini ya lebih kelihatan lagi ya perbedaan kualitas sensornya. Gambarnya udah soft dengan noise yang udah bermunculan juga. Semoga di generasi berikutnya IQ bisa memberikan upgrade di kamera ultrawide-nya. Saat kita bawa jalan juga lumayan terasa ya jaternya. Saran kami sih pakai kamera ultrawide-nya di kondisi cahaya yang mencukupi aja. Kita lanjut ke bagian autofokusnya. Sayangnya ini cuman bisa di kamera utama ya. Responnya sendiri udah cukup cepat dan akurat. Untuk kamera ultra wide dan selfie-nya itu masih fix fokus. Lanjut ke fotografi. Di kondisi terang hasil fotonya terbilang bagus di sini. Detailnya oke dengan warna yang oke juga. Skinone menurut kami agak sedikit kekuningan sih di sini. Semoga ini bisa diperbaiki lewat software update. Untuk ultrawide gimana? Kan katanya sensornya beda kelas. Tapi kalau buat foto sih ternyata masih lumayan oke ya. Di kondisi terang seperti ini, di kondisi low light, hasilnya juga masih oke. Fotonya terang dengan detail yang ditangkap dengan baik juga. Kamera ultrawide-nya juga masih bisa diandalkan kalau untuk foto. Jadi, masih aman nih untuk low light seperti ini. Selfie-nya juga masih bisa diandalkan juga ya. Lanjut ke fitur ekstra. Kita coba sebagian. Pertama ada slow motion dengan opsi up to 1080p 240 fps. Lumayan nih. Berikutnya kita coba fitur promote. Fitur ini bisa digunakan baik di kamera utama maupun ultrawide. Untuk selfie masih belum bisa. Di sini kita bisa atur ISO dari 50 sampai 3.200 dan shutter speed dari 1/12.000 sampai 32 detik. Lalu di sini juga ada mode RAW kalau dibutuhkan dan di sini kita juga bisa mengatur aspek rasionya ya. Lalu berikutnya ada Pro mode. Jadi enggak cuman buat foto, buat video juga bisa. Untuk ISO sama kita bisa atur dari 50 sampai 3.200 dan untuk pengaturan shutter speed ada sedikit beda nih. Kalau untuk opsi selain 4K60 kita bisa atur dari 1/1.200 sampai 1/4 detik. Kalau di 4K 60 fps, opsi maksimalnya terbatas di 1/8 detik. Di sini kita juga bisa atur resolusi dan frame rate sesuai kebutuhan ya. Bahkan di 1080p kita bisa pakai 240 fps-nya. Berikutnya ada fitur AI 4 season portrate. AI 4 season portraet ini juga ada nih. Ini fitur turunan kas Vivo sih harusnya ya. Dengan ini kita bisa bikin foto alat musim. Setelah kita jepret foto, fotonya akan diproses oleh AI secara online. Nanti hasilnya jadi seperti ini ya. Unik ya. daerah Cina Depok ini bisa dibikin seolah punya empat musim nih. [tertawa] Oke, itu tadi pengujian kameranya IQ 15R. Ada beberapa hal yang menurut kami masih kurang atau perlu diperbaiki lagi nih. Yang pertama itu sensor kamera ultrawide-nya beda kelas dengan kamera utamanya. Lumayan jomplang. Semoga ini bisa di-upgrade lah di generasi berikutnya. Lalu, hasil videonya cenderung oversharpen. Kemudian tone warnanya juga masih over saturated nih untuk kamera utamanya. Semoga bisa dituning lebih oke lagi. Dari segi kelebihannya, hasil fotonya oke banget nih. Mau terang mau gelap itu aman. Kalau di ultrawide-nya pun juga masih bisa diandalkan kalau untuk foto. Lalu bisa merekam 4K 60 fps baik kamera utama maupun kamera depannya. Ini juga oke nih dan masih ada pro untuk video di sini. Menurut kami kemampuan kameranya IQ 15R overall sekedar oke aja. Bukan yang sangat luar biasa, tapi setidaknya udah mencukupi untuk berbagai kebutuhan. Emang sih breadingannya IQ ini lebih fokus ke performa. Jadi dilihat aja keterbatasan dan kemampuan kamera ini seperti apa dan pastikan apakah itu sudah cocok untuk kalian atau belum. Sekian pengujian kameranya IQ 15R. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya ya. Kameranya udah. Sekarang kita masuk ke pengujian daya tahan baterainya dengan YouTube local video playback 1080p. Baterai baru habis setelah nyaris 39 jam. Tepatnya 38 jam 50 menit. Menyusahkan ini karena yang ngetes ya nungguin sampai 38 jam 50 menit tadi ya. Lalu untuk YouTube streaming 1080p selama 1 jam. Baterai hanya berkurang 1% saja. Biasanya sih ini 3 sampai 5% ya, ini 1% saja. E swipe-swipe TikTok selama 1 jam baterai berkurang cuman 2% saja. Biasanya 30 menit aja bisa turun 4%. Ini 2% doang ya. Lalu G Impact dengan setting highest 60 fps selama setengah jam. Baterai berkurang di hanya 7%. Ini sih luar biasa awet ya. Bisa tahan hampir 39 jam bahkan dipakai streaming YouTube sejam baterai cuma kurang 1%. Di kelas harganya sejauh ini IQ 15R ini adalah smartphone dengan baterai paling awet yang pernah kami coba. Luar biasa. Oke, sekarang kita coba chargingnya. Dengan charge baw kita dapatkan bahwa dari 0 sampai 50% itu butuh waktu 30 menit. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam pas. Terlihat biasa aja ya memang ya, tapi mengingat kapasitas baterainya itu yang gede banget di 7.600 mAh kecepatan segini udah tergolong kencang banget ya. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix, dia udah bisa white fan L1 dan dia bisa streaming sampai resolusi full HD dan ada support HDR 10 Plus serta AV1 juga. Untuk YouTube kita bisa streaming sampai 4K60 dan ada support HDR di sini. Untuk heptic feedback di settingan keyboard bawaannya, kami merasa getarannya tuh pelan ya, bahkan kadang-kadang enggak terasa. Solusinya kita bisa atur aja tingkat getarannya secara manual. Setelah diatur baru tuh terasa getarannya. Kualitnya sendiri udah terasa empuk dan nyaman. Ee enaklah dipakai buat ngetik atau navigasi. Oke, sekarang untuk harganya. nyawa yang paling penting nih ya untuk yang 8256 tuh dijual di harga Rp7.299.000. 12256 di Rp7.999.000 sementara yang kami uji yang di 12512 itu di Rp8.999.000. Ini harga yang teramat sangat menarik sekali menurut kami. Mengingat tahun 2026 ini katanya lagi krisis RAM dan storage, harga kan harusnya lompat jauh dan yang ini bahkan enggak tembus Rp9 juta. Nah, dengan performa seperti ini sih sangat-sangat menarik sekali. Oke, selama periode PO di tanggal 25 Februari sampai 5 Maret nanti akan ada promo menarik seperti kita bisa mendapatkan free IQ Budge 1E lalu ada screen warranty selama 6 bulan selain itu ada juga bonus 12 month extended warranty untuk pembelian di masa PO serta di bulan pertama penjualan smartphone ini tepatnya mulai dari 6 Maret sampai 1 April 2026. Jadi totalnya kita akan mendapatkan garis selama 24 bulan kalau belinya dalam periode tersebut. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama refresh rate 144 Hz ini baru bisa dirasakan di kondisi tertentu saja. Walaupun demikian menurut kami ya 120 Hz sudah sangat mulus lancar ya untuk penggunaan harian ya. Lalu ada sedikit SKB di beberapa fitur Q2 super computing chip-nya. Pastikan untuk atur settingannya sesuai dengan preferensi kita ya untuk mendapatkan efek yang diharapkan. Kemudian kita sedikit berharap kualitas ultrawide-nya bisa ditingkatkan lagi ya untuk generasi berikutnya. sayang aja nih buat smartphone kelas segini tapi kemampuan ultrawide-nya itu agak kurang aja ya. Lalu yang satu ini tidak ada dukungan untuk isim. Ini mungkin perhatikan buat kalian yang sering traveling. Lalu untuk sisi menariknya ah performa Snap EJN5 di smartphone ini ngebut banget ya. Dan performanya juga stabil saat digeber main game berat ya. Terserah deh kalau pakai Trima kelihatannya dia cuma 50% 60% kestabilan ya. Tapi kenyataannya begitu masuk game beneran dia stabil. banget. Lalu dia punya opsi RAM yang besar juga sampai 12 gig dan storage sampai 512 GB. Layarnya AMOLED 144 Hz dengan beel tipis dan simetris di keempat sisinya. Lalu baterainya juara baterainya nih ya. Walaupun baterainya besar, bodinya tetap bisa dibikin ric. Lalu untuk fingerprint scanternya ini udah pakai ultrasonic. Ini flagship banget dan dia juga support bypass charging dan bisa dipakai di berbagai skenario. Enggak cuma buat gaming. Paket penjualan juga lengkap. Ada screen protector case, sampai charger juga masih disertakan di dalam boknya. Fitur AI-nya lumayan lengkap. IP rating-nya lengkap banget di IP68 plus IP69. Infrared Buster juga ada dan OS-nya itu start dari Android 16 bukan 15. Dan dia dapat jaminan 4 kali Android update plus 4 tahun security update. Ya, IQ 15R ini kira-kira cocoknya buat siapa? Ya tentunya dia akan cocok untuk siapapun yang mencari smartphone berperform tinggi dengan font factor yang tidak terlalu besar serta harga yang enggak kelewatan tinggi gitu ya. enggak lewat dari R juta. Kelihatan kan performanya dipakai game berat pun enggak bikin smartphone ini kewalahan sama sekali. Aik memang tidak memperkenalkan ini sebagai smartphone gaming, tapi kemampuan gamingnya mantap ya. Dipadukan dengan desain yang enggak norak sama sekali nih ya. Membuatnya tetap cocok di lingkungan profesional sekalipun karena rasanya clean dan elegan aja. Ukurannya yang terbilang ringkas juga membuat smartphone ini nyaman untuk digenggam pakai satu tangan. Kemudian origin OS6 di smartphone ini juga punya beragam fitur AI yang lengkap. Terlebih lagi ada fitur Office kit yang bikin smartphone ini bisa berkolaborasi dengan berbagai perangkat lain, termasuk dari device Apple. Jadi kalau ada yang mau menggunakan ini bersama produk-produk Apple kalian bisa banget. Selain itu yang satunya juga cocok buat yang mencari smartphone dengan daya tahan baterai yang super super awet ya. Buat yang banyak aktivitas di luar ya, serta jarang ada kesempatan ketemu celakan listrik, harusnya cocok banget sama smartphone ini. Pada akhirnya kalau kalian mencari smartphone yang ukurannya ringkas, performanya tinggi, kemampuan baterainya sangat awet, ini adalah opsi yang paling menarik saat ini.

Lihat di YouTube