Review itel A300+ | Smartphone Rp 2 Jutaan 2026 Kok Kayak Begini? (YouTube Video)
Ini smartphone itel paling unik yang pernah kita review, Itel A300 Plus. Gimana enggak unik? Dia punya layar kedua. Dan ini bukan pajangan doang, bisa dipakai untuk banyak hal. Apa cuma itu aja kelebihannya? Jelas enggak. Storage-nya dikasih 128 GB, RAM 6 GB, baterai 7000 mAh. NFC ada di sini dan dia punya IP 65 plus lolos uji ketahanan militer. Oke, enggak usah lama-lama lagi langsung aja kita bahas Itel A300 Plus. Ya, Itel A300 Plus ini smartphone terbaru Itel yang rilis Oktober 2026 ini. Smartphone ini masuk dalam keluarga A series ya, yang terkenal dengan harganya yang sangat terjangkau biasanya ya. Nah, kali ini di A300 Plus Itel membawa suatu yang beda yaitu hadirnya layar kedua di body belakangnya. Nah, apakah cuma ini doang poin menariknya? Lalu, overall pengalaman pakainya bagaimana? Oke enggak yang satu nih? Ya udah enggak usah lama-lama ya, langsung aja kita bahas mulai dari paket penjualannya. Di dalamnya ada unit ITEL A300 Plus, lalu ada screen protektor yang sudah terpasang. Kemudian tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini charger 18 watt. Kemudian ada kabel USB A2C, ada case juga, ada sim ejector dan paket dokumen. Untuk penampilannya kurang lebih seperti ini ya. Sisi depan, belakang, dan frame dibuat flat dengan sudut yang melengkung. Tapi ada yang unik nih di area modul kamera. Selain ada kamera di sisi kiri, terdapat secondary display di sisi kanannya. Nanti kita bahas lebih lanjut untuk apa display ini. Nah, di sini ada empat pilihan warna ya. Ada Midnight black, sunset gold, frost blue, dan deep cherry seperti yang saya pegang dari tadi ya. 2 jutaan tapi bisa dapat burgund ya. [tertawa] Ini Itel A300 plus atau Itel 18 Pro Max harusnya ya. [tertawa] Sedangkan untuk material back cover dan frame itu sama-sama pakai bahan polikarbonat. Untuk dimensinya 168,2 * 79,62 * 8,75 mm. Bobotnya ada di 224 gr. Memang bukan yang ringan, tapi ini wajar melihat kapus baterainya yang terbilang lumayan besar. Untuk perlindungan smartphone, dia punya rating IP65. Artinya 6 tuh artinya kedap debu dan 5 artinya dia tahan cipratan air dari segala arah. Lalu smartphone juga sudah lolos eh military standar 810H. Jadi kalau enggak sengaja jatuh atau kecipratan air harusnya dia masih aman. Tapi jangan diajak berenang atau sengaja dijatuh-jatuhin buat pamer. Jangan. Jangan. Ya. Nah, sekarang mari kita lihat sekeliling bodinya. Di kanan ada tombol power yang merangkap sebagai fingerprint scanner dan ada volume up and down. Lalu di sisi atas ada grill speaker. Di kiri ada sim tray triple slot. Ah, dia bisa nampung dua SIM card nano dan ada satu micro SD slot juga di sini. Di sisi bawah ada audio combo jack 3,5 mm, ada mikrofon, ada port USBC, dan ada speaker. Smartphone ini punya dua speaker ya yang kualitasnya masih bisa dimaklumi lah buat kelas harganya. Kalau mau keluar suara yang lebih oke, ya bisa pakai TWS atau earphone yang berkabel. kan ada colokan tadi ya atau pakai speaker eksternal juga bisa ya. Nah, oh ya untuk volume suaranya ini juga bisa ditingkatkan hingga 300% tapi ini cocoknya buat video call atau teleponan kalau kita mau pakai loud speaker terutama mungkin teleponan ramai-ramai gitu ya soalnya kalau kita coba sampai 300% itu kualitas suaranya akan turun tapi kalau buat nelepon kan yang penting kedengaran bilang gak mau tapi cari tahu sekarang malu-malu nanti pasti candu Kita balik di depan. Ini adalah layar 6,78 inci IPS. Resolusinya HD Plus 1576 * 720 pikel. Refresh set-nya adaptif up to 120 Hz. Untuk brightness-nya di kondisi indoor tingkat cernya bisa mencapai 347 units. Sayangnya dia enggak punya auto brightness ya di sini ya. Nah, untuk penggunaan di indoor ini masih termasuk terang tapi untuk dipakai outdoor ini belum. Oke, di sini ada dua mode warna yang disediakan yaitu original dan bright color. Untuk warna original eh gamot coversnya ada di 93,2% sRGB atau 75,8% di CP3. Sementara untuk gamut volume-nya itu ada di 148,1% sRGB atau 104,9% dp3. Sementara di mode warna bright colored gamut coverage-nya itu ada di 94% sRGB atau 75,8% DCIP3. Ini masih mirip sama sebelumnya. Sedangkan untuk gamut volume-nya itu meningkat ya ada di 173,2% sRGB dan 123,2% DCIP3. Ini warnanya terlihat gonjreng ya. Ya udah okelah untuk menikmati konten, tapi kalau mau dipakai buat ngedit agak hati-hati ya biar warnanya enggak geser kalau dilihat dari device yang lain. Layar sendiri sudah pakai desain punch hole jadi udah kekinian nih. Untuk basel memang bukan yang paling tipis dan simetris, tapi ini wajar untuk kelas harganya di tahun 2026. Pindah ke bagian atas layar. Di sini ada earpiece. Lalu di bawahnya ada kamera selfie 8 megapel yang ditempatkan di area punch hole. Bukanya F2.0. Ini adalah kamera fix fokus perekaman video up to 1080p 30 fps. Kita beralih ke sisi belakangnya. Sekarang ada satu modul besar yang berisi kamera utama 13 megapel. Bukaannya F1.8 dan ini kamera autofokus. Perkaman video up to 1080p 30 fps. Lalu ada infight blaster plus ada LED flash di sini ya. Nah, untuk fitur kamera ini ada lumayan ya dibaca aja di tabel yang satu ini ya. Nah, seperti yang dibahas di awal terdapat layar kedua di sini berukuran 2,01 inci. Resolusinya 240 * 296 piksel. Refresh rate-nya ada di 30 Hz. Layar ini juga sudah dilindungi dengan screen protektor ya, jadi enggak perlu nyari screen protektor lagi. Layarnya juga bisa dipakai untuk berbagai hal seperti menampilkan notifikasi, media control, quick settings, nunjukin kalender, shortcut untuk telepon, sampai preview untuk selfie pakai kamera belakang. Tapi ini untuk foto ya. Nah, kita juga bisa angkat telepon lewat layar kedua ini. Tapi untuk telepon WhatsApp, sayangnya itu masih belum bisa. Untuk saat ini memang fungsi-fungsinya gak bisa dicustom. Jadi, ya udah fixed function aja seperti yang tadi itu. Semoga ke depannya fiturnya bisa diperbanyak lagi. Terutama harapannya bisa ngerekam video ya pakai dari sini ya. Tapi ya di harga segini ya siapa lagi yang punya fitur dua layar kayak begini? Iya enggak? Oke, untuk spesifikasi internalnya SOW-nya pakai Mediatch Helio G81 Ultimate. Lalu di sini ada dua opsi RAM dan source ya. ada yang 4128 dan ada yang 6128. Di kotak penjualannya tertulis kalau smartphone punya RAM 18 gig ya, tapi jangan terkecoh. Di bawah tulisan 18 GB tertulis RAM asli plus extended RAM-nya berapa. Jadi kalau ada yang bilang, "Wah, ini 18 gig ya hati-hati ya." Nah, harus dibaca dulu yang itu. RAMnya pakai tipe LPD 4 dan storage-nya pakai EMMC. Kita tes kecepatan storage pakai PC Mark dan hasilnya untuk kemampuan bacanya itu up to 276 MB/ dan tulis tu up to 192 MB/s. Overall ini kecepatan standar untuk EMMC. Nah, kalau ada yang protes kok masih pakai EMMC? Menurut kami sih ini wajar ya karena Helio K81 memang hanya support storage IMMC. Selain itu sudah dapat storage 128 gig di harga segini tahun 2026 apalagi menjelang akhir ini udah oke banget. Untuk baterai ini 7000 mAh dan support charging up to 22,5 wat charge yang dikasih itu cuma mendukung sampai 18 wat. Untuk sensor dia punya aselometer, proximity, magnetometer, dan gyonnya ini software ya. Untuk konektivitas tentunya 4G ya, 2G, 3G, 4G ya. Untuk ISIM masih belum ada dan wajar banget untuk kelas harga segini. Untuk Wii-nya Wii 5. Untuk Wii sharing tersedia di sini. Bluetooth-nya Bluetooth 5. Untuk kodexnya ada SBC, AAC, Aptex, FTX, LDAC. Ada semua ya. NFC. Nah, ada NFC di sini. Buat yang nyari NFC di harga R jutaan kecil masih ada di sini ya. USB OTG tentunya bisa. Dan di sini ada FM radio. Menarik ya, untuk menggunakan FM radio sini kita tidak perlu masang earphone-nya ya. Biasanya kan harus ya. Nah, sini enggak perlu. Lumayan banget ya di sini ya. Dan ini jadi bisa buat sarana hiburan gratis. Untuk display output ya udahlah jangan ngadi-ngadi. Ini belum bisa di sini tentunya ya harga segini. Untuk sistem keamaran dia pakai side mounted fingerprint scanner dan face unlock. Untuk OS dia pakai Itel OS 16 berbasis Android 16 Go Edition. Sampai saat ini kita belum dapat info dari Itel Indonesia terkait update software-nya ya. Nanti kalau ada kabarnya kita tulis di kolom deskripsi. Tampilan UI-nya sendiri mirip dengan tampilan UI group trans ya, seperti highos-nya Techno atau XOS-nya Infinix. dapat pengalaman pakai menurut kami ini masih terbilang mulus e baik saat navigasi di home screen, pindah-pindah aplikasi atau scrolling sosurm juga masih oke. Untuk aplikasi e-commerce untungnya juga ini masih terhitung oke. Bukan yang super mulus tapi yang enggak ngelag-ngelag parah atau sampai berhenti-berhenti juga. Nah, kalau bicara soal iklan di aplikasi bawahnya sih kita enggak nemu ya kalau penawaran lewat notif itu masih ada. Cuma ini gampanglah buat dinonaktifkan. Aplikasi pihak ketiga bawaan juga ada, tapi beberapa masih bisa di-uninstal dengan mudah. Nah, untuk fitur AI ada juga loh, ada beberapa di sini ya. Pertama ada Solar Voice. Ini voice assistant dari Itel. Lalu ada AI caption. Ini bisa dipakai buat nampilin transcription dari konten yang kita putar seperti dari YouTube, TikTok atau nonton video offline misalnya. Ini juga bisa dipakai untuk menerjemahkan konten yang kita putar. Nanti hasil terjemahannya bakal muncul sebagai teks. Lalu ada translation assistant untuk terjemahkan teks atau audio. Ada AI Note untuk generate gambar secara AI dari hasil gambar kita di aplikasi notes. Kemudian ada dokumen assistant. ini untuk menganalisa dan memberikan rangkuman dari dokumen kita. Untuk R jutaan sih fiturnya udah termasuk oke ya sebetulnya ya. Nah, sekarang mari kita lihat performanya. Kita tes dengan benchmark dulu. E kita pakai Antutuut 11 pakai 3D Lite di sini kita dapat Rp375.000-an. Untuk Geigb 7 single core 381 multiore di 1496 untukmax slingshot extreme open GL 3.1 graphic scornya ada di 1020. Untuk trimlife stress test lowest score-nya di 631 score di 635 jadi stability-nya oke di 99,4%. Oke, sekarang kembali kita lihat kemampuan gamingnya. Untuk supply server secara default game ini jalan di 60 fps. Kalau mau frame rate-nya jalan lebih tinggi, kita bisa atur secara manual lewat menu settings dan opsi tertingginya ada di 90 Hz. Setelah di-et, baru game-nya bisa jalan di 90 fps. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame terbuka ini sampai high atau 60 fps. Kalau dimainkan game ini bisa jalan 60 fps dengan cukup lancar. Ada sedikit frame drop pas lagi war, tapi setelah war frame rate-nya balik mulus lagi. Sekaligus kita tes ya suhunya dengan main tiga match berturut-turut di sini. Sisi depan titik terpanas di area atas layar dengan suhu tertinggi di 33 derajat Celcius. Untuk area lainnya aman di bawah 30 derajat Celcius. Kalau di belakang titik panas ada di area bawah modul kamera dengan suhu tertinggi 36 derajat Celcius. Sementara di area lain ada di 31 sampai 35 derajat Celcius. Jadi untuk main game yang satu ini masih aman banget. Kita lanjut untuk PUBG Mobile. Setting frame rate terbuka itu sampai ultra atau 40 fps. Kita coba opsi grafisnya smooth. Frame rate-nya itu ada di kisaran 37 sampai 40 fps. Kalau untuk GO aing ya ini delay jelas ya karena Gonya software di sini. Lanjut untuk Gensin Impact. Sayangnya ini aplikasi enggak bisa dibuka jadinya force close mulu ya. Jadi kita skip untuk pengujian di smartphone yang satu ini. Kalau untuk WA dites apa enggak? Ya jelas enggak. Udah terlalu berat ya. Tahu ini bukan HP yang dirancang buat gaming. Berat kan? Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini udah ada iel. Untuk pengujian kamera kali ini bareng sama saya ya. Kita langsung aja tes mikrofonnya. Suara yang kalian dengar saat ini adalah hasil tanggapan langsung dari mikrofon smartphone ini. Ya, saya enggak pakai mikrofon eksternal sama sekali di sini. Untuk kualitasnya sendiri, suara saya bisa ketangkap dengan baik. Meski begitu, noise di sekitar bisa masuk ke mikrofonnya juga nih. Lalu, ada sedikit catatan lagi, karena dia cuma punya single mikrofon, jadi pastiin aja bagian bawah smartphone itu enggak ketutup sama tangan kita. Soalnya kalau kita tutup kayak gini nih, suaranya bisa kehalang tuh sama tangan kita. Jadi suaranya itu enggak masuk secara maksimal ya. Oke, kira-kira gitu ya kualitas mikrofon dari smartphone ini. Sekarang kita lanjut ke pembahasan kamera berikutnya. Oke, kita bahas mulai dari kamera selfie-nya dulu. Resolusinya up to 1080p 30 fps. Hasilnya di siang hari kurang lebih seperti ini. Masih terbilang oke. Soalnya kita pernah nemu nih smartphone di atas Rp5 juta yang hasilnya mirip-mirip kayak gini. Buat dynamic range, area langit over expose, tapi area wajah bisa ketangkap dengan baik kalau dipakai jalan. Karena gak ada AIS, jadi hasilnya gempa kayak gini. Lanjut ke kamera utamanya. Resolusi maksimalnya up to 1080p 30 fps. Hasilnya kurang lebih kayak gini. Masih ok lah kualitasnya. Untuk dynamic range, area langit over expose, area wajah sedikit kurang keangkat. Lalu untuk stabilisasi hasilnya lumayan gempa. Wajar karena enggak ada Ace. Untuk pengalaman mult kamera di sini kita enggak bisa pindah kamera ya saat merekam video. Untuk harganya sih ini bisa dimakan rumi bangetlah. Pindah ke low light. Di kamera selfie. Gak disangka-sangka ya, hasilnya lumayan oke, detail juga masih oke untuk standar selfie entry level. Belum sampai yang burik banget juga. Noise juga masih ada sih, tapi enggak yang parah banget. Nah, yang perlu diperhatikan hanya frame-nya aja nih yang drop ke 19 FPS. Sayang, belum ada opsi untuk mematikan auto FPS di sini. Lalu untuk stabilisasi masih sama ya kayak pas si yang hari hasilnya gempa. Buat kamera utama hasilnya memang agak gelap. Noise ada tapi bukan yang parah menurut kami. Masih lumayan wajar. Tapi di satu sisi detailnya masih cukup kejaga di sini. Untuk stabilisasi juga gempa ya, sama seperti pas siang hari. Sekarang kita bahas autofokusnya. Di kamera utama autofokusnya bisa berjalan dengan baik. Untuk selfie ini enggak bisa ya, wajar karena kamera selfie-nya fix fokus. Oke, kita bahas fotografinya. Di kondisi cahaya mencukupi, hasil fotonya tak bilang memadai. Ketajamannya oke, detailnya pun dapat. Untuk foto-foto juga masih lumayan rapi lah bokehnya. Kalau di kondisi low light, ternyata hasilnya lumayan oke juga nih. Buat fotoid low light, kita nemuin kalau detail fotonya agak soft, tapi seenggaknya efek bokehnya masih rapi. Untuk hasil lebih lengkapnya, kalian bisa cek di slide berikut ini. [musik] Oke, kita bahas fitur ekstranya. Ada beberapa nih di sini. Pertama ada dual video. Ada dua layout yang disediakan, yaitu side by side dan picture in picture. Nah, di sini kita bisa atur ya ukuran layout-nya baik di layout side by side maupun picture in picture. Selain itu, kita juga bisa atur ukurannya saat merekam video. Nah, di mode ini kita enggak bisa atur resolusinya ya. Dan pas kita coba resolusinya itu ada di 720p 20 fps. Lalu di sini ada promote untuk foto. Fitur ini bisa dipakai di kamera utamanya ya. Di sini kita bisa atur ISO dari 100 sampai 3.200. dan shutter speed dari 1/10.000 hingga 6 detik. Kemudian ada slow mo. Di sini tidak ada opsi untuk mengatur resolusi dan frame rate. Pas kita coba resolusinya itu ada di 720p 120 fps. Nah, itu tadi pengujian kamera dari iel. Yang perlu diperhatikan di sini hanya tidak adanya stabilizer pada perekaman video. Tapi ini bisa diatasi dengan diedit pakai Google Photos atau minimal pakai tripod kecil lah kalau mau dipakai jalan. Overall untuk harga R jutaan di era sekarang, kameranya ini udah melebihi ekspektasi kami, baik untuk selfie maupun kamera utamanya. dari segi kualitas gambarnya ya. Bahkan enggak berlebihan loh kalau kita bilang kualitasnya bersaing dengan smartphone R jutaan ke atas saat ini. Soalnya kami melihat brand brand itu udah mulai pada memangkas kemampuan kameranya bahkan untuk kelas menengah atas. Jadi ekspektasi soal kamera harus kita sesuaikan lagi enggak bisa dibandingin dengan standar tahun lalu ya. Intinya sih salut ya buat Itel. Oke sekarang kita lanjut ke pembahasan berikutnya ya. Kita lanjut lagi untuk pengujian daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai itu habis setelah 18 jam 15 menit. Hasil yang sebenarnya masih di bawah harapan kami ya. Untuk streaming YouTube selama 1 jam baterai berkurang di 6%. Untuk scrolling TikTok 1 jam baterai berkurang 8%. Nah, lanjut untuk tes charging-nya dengan charger bawaannya 18 watt. Untuk mencapai 50% butuh waktu 55 menit. Dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 34 menit. Wow, ini lumayan lama sih sebetulnya ya. Sekarang kalau kita coba dengan charger PD yang dayanya 65 watt, hasilnya adalah ternyata bahkan lebih lama. Sebetulnya lebih lama sedikit lah di sini ya. Jadi kalau mau ngecas HP sih harusnya ini kayaknya lebih pas kalau ditinggal tidur lah. [tertawa] Jadi jangan di tengah-tengah terus berharap langsung dari kosong saya penuh itu lama ya. Lanjut untuk Netflix dia WiFan L3 ya hanya support streaming SD tanpa dukungan HDR. Kalau kalian mau kualitas yang lebih tinggi jadi download dulu aja videonya di kualitas tinggi. Nah itu nanti bisa dapat lebih tinggi kualitasnya. Untuk YouTube streaming support resolusi up to 1080p tanpa dukungan HDR. Untuk Haptive feedback standar aja di sini getarannya agak panjang ya, tapi bukan yang kasar-kasar amat. Nah, untuk harga 6128-nya itu SRP-nya ada di Rp2.499.000, tapi di periode launch 10 sampai 16 Oktober 2026 harganya menjadi Rp2.199.000. Untuk kami ini masih terbilang murah ya untuk standar akhir 2026 ya. Sementara untuk opsi 4128 itu masih belum tersedia harganya saat ini. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, speknya ini bukan untuk gaming berat ya. Lalu bobotnya ini terasa agak berat karena di atas 200 gr. Tapi ya wajar karena baterainya memang lumayan gede. Lalu dia tidak punya auto brightness dan brightnessnya juga tinggi-tinggi amat. Kemudian dia hanya punya single microphone. Lalu untuk charging ini tergolong lama. Dan untuk support white-nya ini masih white L3. Dia enggak support streaming resolusi tinggi di Netflix. Jadi e opsinya tadi adalah download dulu kualitas tinggi baru ditonton belakangan. Dari [mendengus] si menariknya ini RAM dan storage yang besar untuk harga R jutaan kecil dalam kondisi seperti ini di tahun 2026 ya. Lalu dia punya layar kedua dengan beragam fungsi di sini. Layarnya juga besar dari support NFC. Masih ada infrared blaster pula. Bisa Wii sharing punya dual speaker ya. Bisa nampung dua SIM plus 1 micr SD. Jadi triple slot tadi ya. Lalu kita bisa e dengarin radio tanpa harus nyolok earphone kabelnya. Ini menarik nih. Lalu meskipun harga terjangkau masih dikasih fitur-fitur AI-nya. Nah pertanyaannya sekarang smartphone ini cocoknya buat siapa? Tentu ini cocok buat yang nyari HP R jutaan kecil ya yang baterainya harus besar. Kemampuan baterainya tuh bisa banget buat dipakai seharian. Buat yang nyari HP di R jutaan dengan NFC juga cocok. Yang satu nih kepakai banget buat ngecek atau isi saldo Imani misalnya. Buat anak sekolah SD sampai SMA atau orang tua yang budgetnya terbatas. Harusnya ini bakal cocok sama yang satu ini sih. Dan tersedianya layar kedua di bagian belakang itu membuat semua foto selfie atau wifi kalian yang mungkin sangat berharga sekali dokumentasi ini. Jadi bisa dibuat dengan kualitas yang tinggi kan pakai kamera utama. Pada akhirnya kalau kalian mencari smartphone dengan paket lengkap di harga R jutaan kecil, Itel A300 Plus bisa jadi opsi yang menarik untuk dipertimbangkan, terutama karena keunikan layar keduanya.
