Review JisuLife Ultra 2, Kipas Portable Ringkas dengan Beragam Fungsi! (YouTube Video)
Ini bukan kipas handheld biasa, ini adalah kipas handeld serba bisa. Ya, ini adalah Jisu Life Ultra 2. Keluaran anginnya tuh kencang banget ya. Saking kencangnya kipas ini katanya bisa difungsikan untuk mompa udara ya. Enggak cuma itu saja. Alat yang satu ini juga bisa dipakai buat bersih-bersih. Menariknya lagi, kipas ini juga bisa difungsikan sebagai power bank berkat kapas baterai yang besar di 9.000 mAh. Oke, enggak usah lama-lama lagi langsung aja kita bahas gadget yang unik satu ini [musik] ya. Jisu Life buat yang belum tahu ini adalah brand yang memang fokusnya ada di kipas ya. Pilihan kipasnya tuh beragam banget. Mulai dari kipas meja, kipas leher, kipas jepit, dan kipas tangan seperti Jisu Live Ultra 2 yang kita uji kali ini. Nah, kira-kira secanggih apa kipas yang satu ini? Langsung aja kita mulai bahas dari paket penjualannya. Nah, di dalamnya tentunya ada unit Jisu Live Ultra 2-nya ya. Lalu ada kabel USB C 2C, ada converter USB C to type A yang menyatu dengan kabel USB. Ada dua buah nozle magnetic di sini ya. Satu nozle berbentuk rucut, yang satunya lagi itu pipih. Plus ada sikat magnetiknya. Kemudian ada sikat lagi nih, tapi yang satu ini untuk membersihkan kipasnya. Lalu ada tali lyard, ada pouch, ada obeng kecil, dan paket dokumen. Ya, secara penampilan kipas ini hadir dengan desain yang terbilang lumayan minimalis ya, tapi tetap elegan. Bodinya sendiri pakai bahan aluminium alloy yang membuat feel dig genggamnya tuh terasa premium gitu ya. Untuk opsi warna tuh ada yang dark gray dan ada pale brown seperti yang kita uji kali ini. Ini peale brown atau gold ya sebetulnya ya. Nah, untuk dimensi tinggi 135 mm, lebar 74,5 mm, ketebalan di 40 mm. Ukuran yang terbilang cukup ringkas sebetulnya walaupun ringkas tapi baterai besar 9.000 mAh. Lalu bobotnya ada di kisaran 294 gr. Bukan yang ringan-ringan banget, tapi masih terasa wajar ya mengatas baterai yang besar banget ini. Sekarang kita lihat sekeliling body kipas ini ya. Mulai dari bagian gagangnya dulu. Ada roller untuk mengatur kecepatan kipas serta ada tombol power di situ. Di sisi kanan ada togle switch. Lalu di belakangnya ada port USB type C. Sekarang kita lihat area kipasnya ya. Di sisi depan tepat di tengah-tengah kipasnya di sini ada LED digital display untuk menampilkan tingkat kecepatan kipas serta persentase baterai kipasnya. Lalu ada lubang exhaust sebagai area keluarnya udara tentunya. Area ini juga berfungsi untuk memasang nozle yang ada di paket penjualan tadi. Nah, beralih ke sisi belakang. Ini adalah lampu ya untuk senter ya serta ada lubang intake udara yang disebut sebagai honey air intake. Nah, selain dari si belakang ini intake udara juga diambil melalui lubang-lubang kecil yang mengelilingi sisi samping area kipas ya. Nah, sekarang mari kita coba pakai kipas ini, ya. Sebelum diikan, kita perlu mengubah togle posisi switch itu ke posisi on terlebih dahulu. Setelah itu, LED display akan menyala dan alat ini akan siap untuk digunakan. Nah, untuk penggunaan sebagai kipas, tekan tombol power yang ada di sisi bawah kipas. yang kotak itu ya. Lalu kita bisa atur kecepatannya sesuai kebutuhan dengan roller yang ada di atasnya. Nah, Gisul Life itu mengklaim kecepatan angin yang dihasilkan alat ini bisa mencapai 17 m/d. Dengan kecepatan tersebut diklaim bahwa alat ini tidak hanya bisa dipusikan sebagai kipas, tapi juga bisa dipakai untuk blower atau bahkan pompa angin. Untuk menjadikan alat ini sebagai blower atau pompa angin, cukup pasang nozol berbentuk kerucut seperti ini. Nah, masalah benar atau tidaknya bisa jadi pompa angin nanti kita lihat di pengujiannya ya. Selain itu, alat satunya ini juga bisa dipakai untuk bersih-bersih. Caranya cukup pasang nozel dengan ujung yang pipih seperti ini. Lalu pasang siket pembersih yang ada di paket penjualan tadi. Setelah semuanya terpasang, kita langsung bisa pakai alat ini untuk bersih-bersih. Contohnya seperti membersihkan sela-sela keyboard atau bersihin meja yang lagi kotor. Bisa nih ya. Kedua nozle tadi pakai sistem magnetik ya. Jadi pemasangannya sangat mudah dan dia bisa menempel dengan kuat nih nozle-nya. Masih ada lagi fungsi lain di mana alinya juga bisa jadi senter ya. Cukup tekan tombol yang terletak dekat togle switch nanti lampunya akan menyala. Nah, ada tiga level brightness yang bisa dipilih. Tekan sekali saat lampunya mati untuk brightness level 1. Tekan lagi untuk brightness level 2. Dan tekan sekali lagi untuk level 3. Kalau kita tekan sekali lagi, senter akan berkedip dengan pola kode morse SOS, ya. Nah, kerennya kita juga bisa pakai alat ini sebagai powerbank. Nah, cukup hubungan kipas dengan smartphone lewat kabel USBC. Nanti baterai smartphone akan otomatis terisi ya. Jadi keren, ya. Satu alat bisa banyak fungsinya nih. Oke, sekarang kita masuk langsung dalam pengujiannya ya. Pertama kita uji kecepatan kipasnya dulu. Untuk metode pengujian pertama kita coba di berbagai jarak dengan kecepatan maksimal. Oh ya untuk pengujian ini kita lakukan tanpa pemasangan noszel. Hasilnya di jarak 40 cm kecepatan bisa diarahi itu ada di kisaran 6 m/d. Untuk jarak 30 cm itu ada di kisaran 7 m/d dan 20 cm kisaran 8 m/d. Sementara untuk jalan 10 cm dia bisa dapat 9 m/dik. Ini belum sesuai klaimnya ya. Gimana kalau kita dekatin kipasnya dengan alat pengujian kita? Nah, kita akan mengukur menggunakan anemometer hasilnya kecepatan maksimalnya atau di kisaran 10 m/s. Memang ini masih belum mendekati klaimnya Jisu Life. Hasil ini tentu bisa bervariasi tergantung metode, alat, dan kondisi saat pengujian. Lalu kita uji kebisingan kipas ini. Kita uji dengan jarak antara kipas dengan alat pengujian ini ada di kisaran 20 cm. Dan hasilnya di level 1% itu kebisingannya di kisaran 47 dB. Di level 20% kisaran 57 dB. Dan kalau kita pentokin ke level 100% itu ada di kisaran 78 dB. Nah, untuk kecepatan standar seperti 20% suara kipasnya itu masih ada di batas wajar. Kalau 100% itu ya wajar ya kalau suaranya agak kencang. Setidaknya masih di bawah 80 dB. Sekarang mari kita coba kalau alat ini digunakan untuk pompa angin. Kita mau pakai untuk ngisi kasur angin dari kosong sampai penuh. Untuk penghujian ini langsung disetel aja kipasnya ke 100%. Tapi sayangnya nih kalau untuk yang e besar-besar dan berat seperti ini, kipas ini kurang optimal untuk ngisi. Jadi dari kosong sampai penuh tuh enggak bisa e penuh ternyata dia. Ya, saat tekanan udara dalam kasur mulai berbalik arah, kipasnya enggak cukup kuat untuk melawan tekanan tersebut. Akibatnya memang kasur kami tidak bisa mengembang secara maksimal ya. Walaupun masih bisa dipakai sih, cuma enggak maksimal aja, enggak jadi kencang gitu. Mungkin ini lebih cocoknya untuk benda-benda yang lebih kecil ya mungkin ya. Oh ya, karena hanya tersedia satu jenis nozle yang bisa difungsikan sebagai pompa angin, pastikan aja ukuran katup barang yang ingin dipompa itu sudah sesuai dengan nozle yang disediakan untuk kipas ini. Nah, kita lanjut aja ke uji kemampuan baterainya. Dengan kecepatan kipas maksimal 100%, baterainya itu baru habis setelah 1 jam 33 menit. Ini tergolong lama ya untuk sebuah kipas yang kencangnya itu bisa dipakai untuk sebagai pembersih debu. Sementara dengan kecepatan kipas 20% baterainya baru habis setelah 12 jam 52 menit. Jadi untuk mengipasi diri kita kalau k lagi kepanasan itu bisa lama banget ya, bisa hampir 13 jam ya untuk sebuah kipas yang multifungsi dan dia bisa berformat cukup tinggi daya tahan baterai ya ternyata mantap juga yang satu ini. Oke, sekarang kita uji kemampuan untuk charging-nya ya. Kita pakai charger PD power delivery yang 67 watt. Bukan berarti dia akan pasti pakai 67 watt ya. Kita lihat aja. 30 menit pertama baterai terisi di 13%. Setelah 1 jam baterai terisi di 29%. Kalau dari kosong sampai penuh ternyata butuh waktu 2 jam 36 menit. Agak lama sih sebetulnya tapi ini masih bisa dimaklumi mengingat kapasitas baterainya yang besar banget dan daya tahannya emang lama. Pengisian di malam hari harusnya lebih cocok ya buat device yang satu ini. Oke, kita sekarang menguji untuk kalau difungsikan sebagai power bank. Dalam ujian kali ini kita akan coba gi smartphone yang kapasitas baterainya ada di 5000 mAh. Ini adalah Samsung Galaxy A57. Ketika kita uji, output maksimal yang disalurkan dari alat ini ada di kisaran 14 sampai 15 watt. Sekarang kita lihat durasi pengisian dayanya. Ini berarti sudah eh fast charging ya. Untuk mencapai 50% butuh waktu 59 menit 41 detik. Sebentar dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 15 menit. Nah, setelah dipakai mengisi daya smartphone dari kosong sampai penuh baterai di kipas ini tersisa 15%. Ya, emang durasi chargingnya bukan yang super ngebut ya, tapi untuk pengisian di perjalanan sebenarnya cocok. Karena biasanya kita akan menggunakan device itu sambil mengisi kan ya. Namanya juga powerbank ya. Jadi 14 sampai 15 watt itu pas supaya baterai di HP-nya itu tidak kepanasan. Oh ya, kalian jangan berharap bahwa 9.000 itu kalau ngisi ngisi baterai 5.000 akan dapatnya pasti ya 5.000 juga enggak. Itu beda ya karena ada kehilangan daya pasti di situ. Itu udah pasti semua powerbank juga seperti itu. Oke kita masuk ke harganya. Jisu Live Ultra 2 ini dijual dengan harga kisaran Rp900.000 sampai sekitar R jutaan. Untuk lebih detailnya, cek di kolom deskripsi dari video yang satu ini. Hal yang perlu diperhatikan pertama, bobotnya ini agak berat dan besar, tapi ya wajar karena baterainya emang besar. Kecepatan chargingnya juga agak lama, tapi ya dia awet. Jadi ya wajar-wajar aja sebetulnya ya. Lalu ingat ini adalah kipas yang berperform cukup tinggi. Jadi kalau mau dipakai mengingkap pasti diri sendiri saat kepanasan, enggak perlu kita pakai kecepatan tertinggi. Jadinya bisa terlalu kencang dan terlalu bising. Kalau mau ngedinginin diri sendiri ya sampai 30% lah, ya. Kemudian ingat tadi ya, ada beapa SKB kalau mau digunakan sebagai pompa angin. Lalu kalau dicari adalah kekuatan kipasnya saja. Kipas ini memang bukannya terkencang di kelas harganya, tapi gadget ini hadir lebih sebagai perangkat multifungsi. Dari se menariknya jelas ini adalah kipas handhealth multifungsi. Kegunaannya banyak banget. Jadi kipas pendingin badan bisa jadi alat pembersih bisa bahkan powerful. Bahkan untuk senter atau power bank itu juga bisa. Untuk mendinginkan tubuh kita tuh daya baterainya mantap. Bisa kali charge bisa hampir sampai 13 jam nonstop. Untuk bebersih juga baterainya tahan lama. 1,eng jam harusnya udah cukup ya untuk bersih debu di PC dan perangkat-perangkat lainnya. Kemudian ada pengaturan kecepatan kipas yang bisa sangat bervariasi. Pengaturannya tuh punya incremental 1% ya. Bodinya juga terasa kokoh dan premium. Charging udah pakai USB type C, ada fungsi senternya bisa digunakan sebagai power bank juga dan masih lumayan lah kecepatan pengisiannya. Paket penjualan juga lengkap. Ada berbagai aksesoris seperti nozel magnetic dan sikat untuk bersih-bersih sampai paus dan tali lanyard juga tersedia. Ya, jadi alat yang satu ini cocoknya untuk siapa sih? Tentunya alat yang satu ini akan cocok bagi siapapun yang lagi nyari kipas portable multifungsi. Kemampuannya beragam. Dia bisa cocok dipakai kalau lagi gerah. Tinggal nyalain kipasnya aja, lagi tempat gelap nyalain senternya, HP lagi low, tinggal colok aja ke sini ya pakai USBC-nya ya. Aman tentunya. Kemampuan kipas yang beragam ini juga akan cocok untuk berbagai skenario. Misalnya lagi nunggu transportasi umum, lagi traveling, camping, atau bahkan lagi event outdoor seperti konser, exhibition, nonton pertandingan olahraga di luar ruangan. Intinya banyaklah ya kepanjangan kalau disebutin satu-satu. Pada akhirnya kalau yang dicari adalah kipas handhealth multifungsi yang cukup powerful, Gisul Live Ultra 2 ini bisa jadi opsi yang menarik untuk dipertimbangkan. [musik]
